Anda di halaman 1dari 3

ORGANIZATIONAL BEHAVIOR

(PERILAKU ORGANISASI)

DISUSUN OLEH :

1. AFIFAH NURAINI
2. DESDI R.ARITONANG
3. HILDA LAELA SARI
4. SELVIANA HOKI
5. SISKA FIFI A

AKUNTANSI MALAM – SEMETER III


I.. Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki sesorang tidak akan semuanya sama dengan
kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain, karena kemampuan banyak jenisnya
(beranekaragam), dan keanekaragaman dari kemampuan-kemampuan itu disebut dengan
kecerdasan majemuk atau lebih dikenal dengan Multiple Intelligence.

Jenis-jenis Multiple Intelligences


Menurut Gardner kecerdasan atau intelegensi ada 9 macam yaitu, Kecerdasan Bahasa
(Linguistic intelligence), Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematic Intelligence),
Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence), Kecerdasan Kinestetis, Kecerdasan Visual-
Spasial, Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence), Kecerdasan Intrapersonal
(Intrapersonal Intelligence), Kecerdasan Naturalis (Natural Intelligence), Kecerdasan
Eksistensial.

Keuntungan Multiple Intelligence


Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh bila menerapkan Kecerdasan Majemuk
(Multiple Intelligence) di dalam proses pendidikan yang dilaksanakan, yaitu :
 Dapat menggunakan kerangka Multiple Intelligences dalam melaksanakan proses
pengajaran secara luas. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti
menggambar,menciptakan lagu, mendengarkan musik, melihat suatu pertunjukan
 Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan, minat,
dan talentanya.
 Peran serta orang tua dan masyarakat akan semakin meningkat di dalammendukung
proses belajar mengajar. Hal ini bisa terjadi karena setiap aktivitas siswa di dalam
proses belajar akan melibatkan anggota masyarakat.
 Siswa akan mampu menunjukkan dan ‘berbagi’ tentang kelebihan yang dimilikinya.
 Kecerdasan Majemuk memberikan pandangan bahwa terdapat sembilan macam
kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan antara satu dengan
yang lainnya adalah komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut.

II.. Social Intellegence (Kecerdasan Sosial) adalah kecerdasan sosial adalah ukuran
kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi
sosial dengan orang-orang di sekeliling atau sekitarnya.

Manfaat Kecerdasan Sosial bagi Kehidupan


Dengan kecerdasan sosial beberapa contoh manfaat mengembangkan kecerdasan sosial
bagi kehidupan, diantaranya adalah:
 Menyehatkan jiwa dan raga.
 Membuat suasana nyaman.
 Meredakan perkelahian.
 Membangkitkan semangat.
 Mudah untuk memulai interaksi
 Dapat berperan sebagai teman bicara dan sekaligus pendengar yang baik

III. IQ (Intelligence Quotients) Ialah istilah kecerdasan manusia dalam kemampuan untuk
menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar, memahaman
gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
IV. Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dalam
dua dimensi, yaitu arah ke arah pribadi (intrapersonal) dan lingkungan luar pribadi
(interpersonal). Kecerdasan emosional adalah kemampuan pengendalian diri sendiri,
semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan
menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak
melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak
melumpuhkan kemampuan berpikir.

V. ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) adalah kecerdasan jiwa yang membantu
seseorang mengembangkan dirinya melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai
positif. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara
hubungan Horizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ
juga dapat membuat kita lebih percaya diri dalam melakukan tindakan.
Manfaat IQ, SQ, EQ
 Untuk memahami, mengukur, mengklasifikasi, mengelola serta memanfaatkan aspek-
aspek kecerdasan individu dalam kehidupannya sehari-hari.
 Dalam konteks ini, kecerdasan dimaknai–sama seperti maknanya dalam bahasa
sehari-hari–sebagai kemampuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan praktis
(problem-solving capacity).

Penilaian IQ, SQ, EQ


IQ ( kecerdasan Intelektual )
Yaitu kecerdasan yang mengandalkan kecepatan otak dalam menangkap, mengartikan /
mengkonversikan suatu hal.
Seseorang dapat dikatakan pintar karena orang tersebut cepat dalam menangkap informasi
yang diberikan.
EQ ( kecerdasan Emosi )
Yaitu kecerdasan yang dalam pelaksanaan nya adalah pengambilan keputusan / sikap
seseorang terhadap sesuatu atau dengan kata lain menggunakan perasaan.
SQ ( kecerdasan spiritual )
Yaitu kecerdasan dalam berhubungan dengan Tuhan dimana orang tersebut peka dalam
memaknai kenyataan hidup tentang penderitaan, kesuksesan, masalah-masalah yang dialami
nya.

Hasil pengambilan nilai dari tes IQ :


 70 “ 79 : Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental.
 80 “ 90 : Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)
 91 “ 110 : Tingkat IQ normal atau rata-rata
 111 “ 120 : Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)
 120 “ 130 : Tingkat IQ superior
 131 atau lebih : Tingkat IQ sangat superior atau jenius.

Daftar Pustaka :
 https://windakusumawati007.wordpress.com/2013/02/22/iq-eq-sq/
 http://scholae.co/web/read/518/manfaat.penerapan.kecerdasan.majemuk
 https://personalityhemasyulindarachmawati.wordpress.com/2013/12/16/kecerdasan-
sosial-social-intellegence-2/