Anda di halaman 1dari 4

PNEUMONIA ASPIRASI

No. Kode
Terbitan :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

Disahkan Oleh Kepala UPT Puskesmas


Pasundan

UPT PUSKESMAS
PASUNDAN H.ElinMuslih,S.Sos,MSi

NIP.19590506 198003 1 005

1. Pengertian Pneumonia aspirasi (Aspiration pneumonia) adalah


pneumonia yang disebabkan oleh terbawanya bahan yang ada
diorofaring pada saat respirasi ke saluran napas bawah dan
dapat menimbulkan kerusakan parenkim paru.

2. Tujuan 1. Sebagai acuan bagi dokter, bidan dan perawat dalam


melaksanakan penatalaksanaan pneumonia aspirasi di
Puskesmas.
2. Memberikan pelayanan optimal bagi setiap pasien sesuai
standar pelayanan di layanan primer.
3. Kebijakan
4. Referensi Permenkes No 5 Tahun 2014 tentang PANDUAN PRAKTEK
KLINIS BAGI DOKTER LAYANAN PRIMER.
.
5. Prosedur / A. Anamnesis
Langkah – Keluhan pasien mendadak batuk dan sesak napas sesudah
langkah makan atau minum. Umumnya pasien datang 1-2 minggu
sesudah aspirasi, dengan keluhan demam mengigil, nyeri
pleuritik, batuk, dan dahak purulen berbau.

B. Pemeriksaan Fisik
1. Pasien tampak sesak napas, dapat terjadi sianosis,
adanya napas cuping hidung dan pengunaan otot bantu
napas serta tampak retraksi iga.

2. Pada pemeriksaan terlihat bagian yang sakit tertinggal


waktu bernapas.

3. Fremitus raba meningkat disisi yang sakit.

4. Pada perkusi ditemukan redup.

5. Dapat ditemukan pernapasan bronkial, ronki basah halus.

6. Dapat terdengar bising gesek pleura (pleural friction rub)


PNEUMONIA ASPIRASI
No. Kode
Terbitan :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

Disahkan Oleh Kepala UPT Puskesmas


Pasundan

UPT PUSKESMAS
PASUNDAN H.ElinMuslih,S.Sos,MSi

NIP.19590506 198003 1 005

Temuan pemeriksaan fisik dada tergantung sari luas lesi di paru.

a. Inspeksi : dapat terlihat bagian yang sakit tertinggal


waktu bernapas

b. Palpasi : fremitus dapat mengeras pada bagian yang


sakit

c. Perkusi : redup di bagian yang sakit Auskultasi :


terdengar suara napas bronkovesikuler sampai bronkial
yang mungkin disertai ronki basah halus, yang kemudian
menjadi ronki basah kasar pada stadium resolusi.

C. Penatalaksanaan
1. Pemberian oksigen
2. Pemberian cairan dan kalori yang cukup (bila cairan
parenteral). Jumlah cairan sesuai berat badan,
peningkatan suhu dan derajat dehidrasi.
3. Bila sesak tidak terlalu hebat dapat dimulai melalui
enteral bertahap melalui selang nasogatrik.
4. Jika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi
dengan salin normal.
5. Koreksi kelainan asam basa atau elektrolit yang terjadi.
6. Pemilihan antibiotik berdasarkan umur, keadaan umum
penderita dan dugaan penyebabnya.
7. Evaluasi pengobatan dilakukan 48-72 jam. Bila tidak ada
perbaikan klinis dilakukan penggantian antibiotik sampai
anak dinyatakan sembuh, dengan lama permberian
tergantung dari kemajuan klinis penderita, hasil
laboaratorium, foto thoraks dan jenis kuman
penyebabnya. Biasanya antibiotik yang diberikan yaitu
beta-laktam, ampisilin, atau amoksisilin, yang dikombinasi
dengan kloramfenikol atau diberikan sefalosporin
PNEUMONIA ASPIRASI
No. Kode
Terbitan :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

Disahkan Oleh Kepala UPT Puskesmas


Pasundan

UPT PUSKESMAS
PASUNDAN H.ElinMuslih,S.Sos,MSi

NIP.19590506 198003 1 005

generasi ketiga. Biasanya pemberian antibiotik lebih baik


diberikan secara intravena.

D. Kriteria Rujukan
Apabila terdapat indikasi untuk dirawat di RS. Pada
pasien anak, yaitu:
1. Ada kesukaran napas.
2. Sianosis.
3. Umur kurang dari 6 bulan.
4. Ada penyulit misalnya: muntah, dehidrasi, empiema.
5. Diduga infeksi oleh Staphylococcus.
6. Imunokompremis.
7. Perawatan di rumah kurang baik.
8. Tidak respon dengan pemberian antibiotik oral.
6.Bagan alir
7.Hal-hal yang harus
diperhatikan
8.Unit terkait 1. Unit BP Umum
2. Unit KIA
3. Unit Gawat Darurat
9.Dokumen terkait Rekam medis

10.Rekaman histori No Yang di ubah Isi erubahan Tanggal mulai di


perubahan berlakukan
PNEUMONIA ASPIRASI
No. Kode
Terbitan :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :

Disahkan Oleh Kepala UPT Puskesmas


Pasundan

UPT PUSKESMAS
PASUNDAN H.ElinMuslih,S.Sos,MSi

NIP.19590506 198003 1 005