Anda di halaman 1dari 12

REVISI

Laporan Praktikum Ilmu Material I

Topik : Manipulasi Material Cetak Silikon dengan Cara Hand Mixing dan
Static Auto Mixing

Kelompok : A5

Tgl Praktikum : 12 Februari 2018

Pembimbing : Prof. Dr. Anita Yuliati, drg.,M.Kes.

Penyusun:

1. Syarifah Nadhira Assyafira Al-Habsyi (021711133021)


2. Annisaa Nur Aulia (021711133022)
3. Stheril Andani (021711133023)
4. Karlina (021711133024)

DEPARTEMEN MATERIAL KEDOKTERAN GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

2018
1. Tujuan Instruksional Khsusus
Mahasiswa mampu melakukan manipulasi material cetak elastomer jenis silikon
adisi dengan teknik hand mixing dan static auto mixing

2. Alat dan Bahan


2.1 Alat
- Paper pad dan spatula
- Dispensing gun
- Mixing tip
- Sendok cetak sebagian untuk mencetak gigi target anterior dan posterior
- Master model
- Cutter
a. b. c.

d. e. f.

g. h.

2
Gambar 1. Alat yang digunakan dalam percobaan
a. Spatula dan paper pad
b. Dispensing gun/mixing gun
c. Sendok cetak sebagian untuk mencetak gigi posterior
d. Sendok cetak sebagian untuk mencetak gigi anterior
e. Mixing tip yang dapat digunakan kembali
f. Mixing tip
g. Master model
h. Cutter

2.2 Bahan
- 2 tabung pasta base dan katalis medium body (Provil Novo)
- 2 toples material putty base dan katalis (Flexitime)
- Cartidge medium body base dan katalis (Flexitime)

a. b. c.

Gambar 2. Bahan yang diperlukan dalam percobaan


a. 2 toples material putty base dan katalis (Flexitime)
b. Cartridge berisi material base dan katalis medium body
(Flexitime)
c. 2 tabung pasta katalis dan base medium body (Provil Novo)

3. Cara Kerja
3.1 Manipulasi silikon adisi hand mixing dengan teknik mencetak tidak
langsung
a. Menyiapkan alat, bahan, dan master model dengan gigi target insisif pertama
rahang atas kiri

3
b. Merendam master model di dalam bowl
c. Mengambil sendok cetak sebagian dan mencobakannya pada master model
d. Mengambil satu takar base dan satu takar katalis dari bahan putty dengan
menggunakan sendok takar
e. Meratakan bahan putty menggunakan spatula
f. Mecampurkan kedua bahan tersebut dengan cara melipat-lipat dengan
menggunakan tangan hingga warna homogen
g. Meletakan adonan putty ke dalam sendok cetak sebagian dan mencetakannya
ke gigi target sampai mengeras
h. Setelah mengeras, cetakan gigi target dikurangi menggunakan cutter setebal
3-5 mm dengan menghilangkan batas antara gigi target dan gigi lainnya
i. Menuangkan pasta base dan katalis medium body di atas paper pad sepanjang
2 cm masing-masing dengan ketebalan yang sama
j. Mencampurkan pasta base dan katalis selama 20 detik dengan cara diputar-
putar dan 25 detik dengan cara melipat-lipat menggunakan spatula hingga
warna pasta menjadi homogeny
k. Memasukan campuran pasta ke dalam sendok cetak sebagian pada cetakan
gigi target yang telah dikurangi
l. Mencetakkan lagi ke master model dan ditunggu hingga mengeras
m. Dalam menunggu campuran pasta mengeras bisa dilakukan dengan melihat
sisa campuran pasta pada paper pad yaitu dengan cara dikelupas dari paper
pad
n. Setelah itu, dilakukan pelepasan sendok cetak

3.2 Manipulasi silikon adisi static auto mixing dengan teknik mencetak tidak
langsung
a. Menyiapkan alat, bahan, dan master model dengan gigi target molar pertama
rahang bawah kanan
b. Merendam master model di dalam bowl
c. Mengambil sendok cetak sebagian dan mencobakannya pada master model
d. Menyiapkan mixing gun dengan cara memasang cartridge silikon medium
body

4
e. Memasang mixing tip di ujung mixing gun
f. Mengambil satu takar base dan satu takar katalis dari bahan putty dengan
menggunakan sendok takar
g. Meratakan bahan putty menggunakan spatula
h. Mecampurkan kedua bahan tersebut dengan cara melipat-lipat dengan
menggunakan tangan hingga warna homogen
i. Meletakan adonan putty ke dalam sendok cetak sebagian
j. Membuat cekungan sedalam 3-4 cm dengan menggunakan jari telunjuk
k. Mengisi cekungan dengan pasta medium body yang keluar dari mixing gun
sebanyak ¾ bagian
l. Melapisi gigi target di master model dengan pasta medium body yang keluar
dari mixing gun
m. Mencetak gigi target sesuai dengan cekungan yang sudah dibuat dan
menunggu mengeras
n. Setelah mengeras, dilakukan pelepasan sendok cetak
o. Membuang mixing tip pada mixing gun

3.3 Manipulasi silikon adisi hand mixing dengan teknik mencetak langsung
a. Menyiapkan alat, bahan, dan master model dengan gigi target molar pertama
rahang bawah kanan
b. Merendam master model di dalam bowl
c. Mengambil sendok cetak sebagian dan mencobakannya pada master model
d. Mengambil satu takar base dan satu takar katalis dari bahan putty dengan
menggunakan sendok takar
e. Meratakan bahan putty menggunakan spatula
f. Setelah itu menuangkan pasta base dan katalis medium body di atas paper
pad sepanjang 2 cm masing-masing dengan ketebalan yang sama
g. Dalam teknik ini dibutuhkan jarak waktu yang berdekatan dalam
pencampuran bahan putty dan pasta medium body
h. Pencampuran bahan putty dilakukan terlebih dahulu selama 25 detik karena
bahan putty lebih cepat dalam mencapai keadaan setting

5
i. Setelah 25 detik, dilakukan pencampuran pasta base dan katalis medium body
selama 20 detik dengan cara diputar-putar dan 25 detik dengan cara melipat-
lipat menggunakan spatula hingga warna pasta menjadi homogen
j. Meletakan adonan putty ke dalam sendok cetak sebagian dan membuat
cekungan sedalam 3-4 cm dengan menggunakan jari telunjuk
k. Setelah itu, memasukan campuran pasta medium body yang sudah homogen
ke dalam cekungan
l. Mencetak gigi target sesuai dengan cekungan yang sudah dibuat dan
menunggu mengeras
m. Setelah mengeras, dilakukan pelepasan sendok cetak

4. Hasil Praktikum
Tabel 1. Pengamatan hasil praktikum
Percobaan Objek Mencetak Teknik Permukaan Hasil
Cetakan

1 Gigi insisif pertama rahang atas Indirect dengan -Gigi target tercetak sesuai
kiri hand mixing dengan master model
(akurat). Material medium
body tepat di gigi target.
Namun, arahnya terlalu ke
labial

-Tidak ada gelembung


pada hasil cetakan

6
2 Gigi molar pertama rahang Direct dengan -Hasil cetakan kurang
bawah kanan static auto detail
mixing
-Bahan material light body
kurang merata pada gigi
target. Material light body
keluar ke bukal dan lingual

-Ada gelembung pada


hasil cetakan

3 Gigi molar pertama rahang Direct dengan -Hasil cetakan kurang


bawah kanan hand mixing detail

-Bahan material light body


kurang merata pada gigi
target

-Ada gelembung pada


hasil cetakan

5. Pembahasan
5.1 Material cetak elastomer
Dalam dunia kedokteran gigi, seorang dokter gigi tidak pernah lepas dalam hal
membuat cetakan. Dalam membuat cetakan umumnya menggunakan material cetak
elastis yang terdiri dari elastomer dan hidrokoloid. Elastomer merupakan material
cetak berbasis polimer sintesis yang secara kimiawi berikatan rantai ketika set dan
dapat diregangkan. Namun, akan dengan cepat kembali ke dimensi awal seperti karet
vulkanik alami (karet yang terdiri atas campuran karet dan belerang). Material
elastomer berpotensi memberikan solusi untuk mencetak selain menggunakan
material hidrokoloid yang memiliki sifat dimensi yang kurang stabil. Material
elastomer memiliki dua komponen dalam penggunaannya yaitu pasta base dan
katalis. Komponen tersebut memiliki konsistensi yang berbeda-beda diantaranya low,
medium, heavy, dan putty. (Anusavice, 2012, hal. 153; McCabe dan Walls, 2008,

7
hal.163). Material cetak elastomer ini menjadi pilihan karena dimensinya yang baik
serta memiliki kemampuan mencetak yang detail, sehingga dapat digunakan untuk
mencetak gigi tiruan lepasan, immediate denture, dan mahkota serta gigi tiruan tetap,
inlay, onlay, full cast crown. Material cetak elastomer terbagi menjadi empat, yaitu
silikon kondenasi, silikon adisi, polieter, dan polisulfida (Rianti, 2015, hal. 82).
Material yang sering digunakan dari jenis material cetak elastomer adalah silikon
adisi.

5.2 Silikon Adisi


Silikon adisi juga dikenal sebagai polysiloxane vinyl dikembangkan sebagai
alternatif untuk polisulfida dan silikon kondensasi.

5.2.1 Komposisi
Material yang disediakan ada dua macam yaitu system two paste atau two
putty. Satu berisi silikon berat molekul rendah dengan kelompok terminal vinyl,
memperkuat pengisi dan katalis asam kloroplatinat dan lainnya mengandung
silikon dengan berat molekul rendah dengan hydrogen silane dan memperkuat
filler. Keduanya dicampur dalam jumlah yang sama dan reaksi tambahan terjadi
antara vinyl dan kelompok hidrogen tanpa produk sampingan yang terbentuk
(Anusavice, 2012, hal.154).

5.2.2 Reaksi
Dalam pencampuran dua pasta dengan katalis garam platinum akan terjadi
reaksi adisi pada siloxane prepolimer yang akan saling berikatan silang.

Gambar 3. Reaksi silikon adisi


(Anusavice, 2012, hal.155)

8
5.2.3 Sifat
Pada umumnya silikon adisi memiliki sifat yang hampir sama dengan
silicon kondensasi dalam hal elastisitas dan karakteristik setting. Namun, yang
membedakan adalah sifat kestabilan akibat dari produksi hasil sampingan berupa
hidrogen dari reaksi silikon kondensasi. Silikon adisi adalah bahan cetak yang
memiliki sifat flow dan elastic recovery paling tinggi dibandingkan dengan
bahan cetak elastomer lainnya. Berikut merupakan tabel perbandingan sifat
bahan material elastomer.

Gambar 4. Tabel perbandingan sifat material elastomer (McCabe dan Walls, 2008,
hal.177)
5.3 Manipulasi
Menurut Anusavice (2012, hal.157) saat ini manipulasi material cetak elastomer
menggunakan tiga cara yaitu dengan hand mixing, static mixing, dan dynamic
mechanical mixing.

5.3.1 Hand Mixing


Metode hand mixing menggunakan tangan sebagai alat untuk mengaduk
material. Material yang akan diaduk dalam hal ini adalah pasta katalis dan pasta
base harus dituang dengan panjang yang sama pada mixing pad atau glass slab
dan diaduk menggunakan spatula hingga homogen. Tidak hanya panjang yang
harus sama tetapi ketebalan juga harus sama sehingga terbentuk material dengan
perbandingan yang proporsional.
Pencampuran material dalam sistem two-putty dilakukan menggunakan
tangan dengan cara melipat-lipat material putty hingga warna homogen. Takaran

9
yang digunakan dalam sistem ini haruslah sama. Penggunaan sarung tangan
dalam mencampur material putty dapat berdampak pada hasil pencampuran.
Penggunaan sarung tangan berbahan latex dapat mengontaminasi area yang
mengandung katalis sehingga dapat menghambat proses polimerisasi. Selain itu,
sulfur yang terkandung di sarung tangan latex dapat berpindah ke gigi target atau
jaringan lunak sehingga dapat membahayakan pasien. Untuk mengatasi masalah
tersebut, sebelum mencampur adonan putty dapat dilakukan pembersihan sarung
tangan dengan sabun atau menggunakan sarung tangan berbahan vinyl atau
nitrile. Selain itu, preparasi dapat dibersihkan dengan chlorhexidine 2% untuk
menghilangkan bahan-bahan kontaminasi (Sakaguchi dan Powers, 2011,
hal.289-290).

5.3.2 Static auto mixing


Static mixing dilakukan dengan bantuan dispensing gun. Alat tersebut
terdiri dari gun atau tembak, cartridges atau syringe, dan mixing tip. Cartridge
atau syringe diletakkan di gun sesuai dengan tempatnya sedangkan mixing tip
diletakkan di ujung yang lain. Cara penggunaan alat tersebut seperti
menggunakan tembak dengan menarik pelatuk sehingga pasta yang di dalam
cartridge atau syringe dapat keluar menuju mixing tip untuk dicampur.
Viskositas material sebaiknya diperhatikan sebab semakin kental material
sebaiknya menggunakan mixing tip yang lebih besar.

5.3.3 Dynamic mechanical mixing


Proses manipulasi menggunakan alat tersebut dapat dilakukan dengan
mudah. Pasta dalam cartridge dimasukkan ke alat tersebut kemudian menekan
tombol untuk memulai pencampuran. Penggunaan alat ini sangat
menguntungkan ketika material memiliki viskositas yang besar sehingga
pengguna tidak memerlukan tenaga yang besar untuk mencampur (Anusavice,
2012, hal.158).

Dalam praktikum ini kami berpendapat Dalam percobaan manipulasi material cetak
elastomer kami mendapatkan hasil bahwa manipulasi yang memiliki hasil lebih baik

10
adalah manipulasi dengan teknik indirect, karena hasil cetakannya lebih detail, halus,
dan warnanya homogen dibandingkan dengan hasil cetakan dengan menggunakan
teknik direct dengan cara static auto mixing dan teknik indirect dengan cara hand
mixing.
Hasil cetakan dengan teknik indirect lebih baik dikarenakan adanya beberapa faktor
diantaranya, pada pencetakan dengan teknik indirect dilakukan dengan dua kali
mencetak. Gigi target dicetak terlebih dahulu dengan menggunakan material putty,
kemudian dilakukan pengerokan atau pengambilan pada gigi target dilanjutkan dengan
pencetakan kembali dengan menggunakan silikon adisi. Dalam hal ini memberikan
kesempatan pada material putty sehingga dapat setting secara maksimal. Selain itu,
dengan dilakukannya pengerokan dapat menyediakan tempat bagi silikon adisi sehingga
pada saat pencetakan kedua kontur gigi yang akan dicetak dapat tercetak dengan lebih
detail, karena telah memiliki patokan cetak sebelumnya dari cetakan pertama.
Material cetak silikon adisi tipe medium body memiliki viskositas yang cukup
untuk mencegah kelebihan air jika dimasukkan kedalam sendok cetak. Namun, pada
dasarnya cetakan dengan teknik direct menggunakan material light body memiliki
viskositas yang rendah sehingga memiliki kemampuan untuk mengalir lebih baik
daripda bahan dengan viskositas yang tinggi. Sehingga seharusnya hasil cetakan dengan
menggunakan silikon adisi light body mengahsilkan detail yang lebih baik. Bahan cetak
silicon adisi tipe light body dapat merekam secara akurat detail permukaan preparasi
gigi tetapi bahan ini tidak cukup stabil untuk mempertahankan bentuknya selama
pembuatan model kerja (Fauza, 2012, hal. 25). Sehingga dalam hal ini kemungkinan
pada saat melepaskan cetakan pada master model terjadi distorsi sehingga hasil cetakan
kurang detail.
Sedangkan pada hasil cetakan dengan menggunakan teknik direct dengan cara
static auto mixing dan hand mixing memiliki hasil yang kurang detail dan halus.
Berdasarkan hasil analisis kami hal ini mungkin diakibatkan oleh beberapa faktor, salah
satunya yaitu saat melakukan pencetakan dengan teknik direct ini gigi target dicetak
secara bersama dengan material putty dan silikon adisi, sehingga dalam hal ini kami
hanya membuat cekungan dengan menggunakan jari pada material putty yang telah
diletakkan pada sendok cetak yang diperkirakan sesuai dengan ukuran dari gigi target
yang akan dicetak, dan pada akhirnya hasil cetakan dari teknik ini kurang detail karena

11
tidak adanya patokan cetak sebelumnya seperti pada teknik indirect. Selain itu, tidak
adanya kesempatan bagi material putty untuk setting sehingga kemungkinan dapat
mengakibatkan perubahan dimensi. Dengan tersedianya berbagai viskositas bahan cetak
elastomer yang digunakan pada percobaan ini adalah tipe medium body dan heavy body,
dimana daya alir bahan cetak ini akan berbeda satu dengan yang lainnya dan dapat
mempengaruhi perubahan dimensi pada hasil cetakan yang berbeda (Fauza, 2012,
hal.15).

6. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mampu melakukan manipulasi material cetak
elastomer jenis silikon adisi dengan teknik double impression menggunakan metode
hand mixing dan metode static auto mixing.

7. Daftar Pustaka
Anusavice, K.J. Chiayi Shen, and H. Ralph Rawls. 2012. Phillips’ Sciences of Dental
Material. 12th Ed. Pp: 153-155, 157-158. St. Louise, Missouri: Saunders
Elsevier.
Fauza, Lailan. 2012. Perbedaan Perubahan Dimensi Cetakan Pada Bahan Cetak
Elastomer Polyvinyl Siloxane Tipe Light Body dan Heavy Body. Pp: 15, 25.
Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Sumatera Utara.
McCabe, John F. and Angus W.G. Walls. 2008. Applied Dental Material. 9th Ed. Pp:
163,177. Oxford: Blackwell Publishing.
Rianti, Devi. 2015. Buku Ajar Ilmu Material Kedokteran Gigi 1: Material Cetak Elastis.
Pp: 82. Surabaya: Airlangga University Press.
Sakaguchi, Ronald L. and John M. Powers. 2011. Craig’s Restorative Dental Materials.
13th Ed. Pp: 289-290. Philadelphia: Saunders Elsevier.

12