Anda di halaman 1dari 67

HENDIK WICAKSONO

Ns. HENDIK. WICAKSONO ,SKep,M.Kes

Hp/WA 081361179410

Email : winalif@yahoo.com
POHON PRAKTIK KEPERAWATAN

Pelayanan Keperawatan

Model-Model Praktik Jenjang


Karir
Ns. HENDIK. WICAKSONO ,Skep,M.Kes
SDM RS
SPO
Manajeman

Pedoman Yankep
Hp/WA 081361179410RS

Standar YanKep RS
Kebijakan-Kebijakan

Email : winalif@yahoo.com
SPO
PRAKTEK
KEPERAWATAN DI RS

FILOSOFI KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI


Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses
kompleks yang dilaksanakan di RS.

Hal tsb memerlukan:

1) asesmen pasien yg lengkap dan menyeluruh,


2) perencanaan asuhan yg “terintegrasi”,
3) pemantauan yg terus menerus,
4) transfer ke ruang perawatan berdasarkan kriteria tertentu,
5) rehabilitasi,
6) transfer ke ruangan perawatan dan pemulangan.
5
Asuhan Terintegrasi
 Integrasi Intra-Inter PPA
(AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi Inter Unit
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi PPA-Pasien
(HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
Horizontal & Vertical Integration

1. Patient Engagement & Empowerment


2. DPJP sbg Clinical Leader
3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional
4. CPPT – Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien
6. Manajer Pelayanan Pasien / Case Manager
7. Integrated Clinical Pathway
8. Integrated Discharge Planning
Profesional Clinical PCC
Pemberi Asuhan Team Leader
DPJP
Perawat/
Bidan Apoteker

Psikologi Nurisionis
Klinis Dietisien

Profesional Pemberi
Asuhan :
mereka yg secara Terapis Teknisi Medis
langsung memberikan
asuhan kpd pasien, a.l. Fisik
dokter, perawat, bidan,
PPA
ahli gizi, apoteker,
Lainnya Tugas Mandiri,
psikolog klinis, terapis Tugas Kolaboratif,
fisik dsb
(UU 34/2014 ttg Nakes) Tugas Delegatif
Konsep
Patient Centred Care
(Std HPK)

Konsep Inti Asuhan


Core Concept Terintegrasi

 Integrasi Intra-Inter PPA


 Perspektif Pasien (AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi Inter Unit
 Perspektif PPA
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
•Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a  Integrasi PPA-Pasien
Patient- and Family-Centered Health Care System, A Roadmap for (HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2006
•Standar Akreditasi RS v.2012, KARS Horizontal & Vertical Integration
•Nico Lumenta, Sintesis berbagai literatur, 2015
Proses Asuhan Pasien Diagram
IAR
Patient Care

Asesmen Pasien
1 (Skrining, “Periksa Pasien”) Pencatatan:

Asesmen
1. Informasi dikumpulkan : I Awal
PPA : Anamnesa, pemeriksaan, pemeriksaan lain / penunjang, dsb
Dokter
Perawat 2. Analisis informasi : A Asesmen
Bidan Menetapkan Diagnosis / Masalah / Kondisi Ulang
Apoteker Untuk mengidentifikasi Kebutuhan Yan Pasien SOAP
Nutrisionis 3. Rencana Asuhan/Plan of Care : R
Dietisien Merumuskan rencana dan sasaran terukur
Teknisi Untuk memenuhi Kebutuhan Yan Pasien
Medis
Terapis Fisik 2 Pemberian Pelayanan
Implementasi Rencana
Monitoring
Asesmen Ulang
Proses Asuhan Pasien
2 blok proses, oleh masing2 PPA
1. Asesmen Pasien  “IAR”
S
O 1. INFORMASI DIKUMPULKAN : anamnesa, pemeriksaan fisik, I Std AP 1, 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.4.1,
pemeriksaan lain / penunjang, dsb 1.5, 4
A
A 2. ANALISIS INFORMASI : menghasilkan kesimpulan a.l. Std ARK 1, 1.1, 1.2, 2.3, 3.3, 4,
Masalah, Kondisi, Diagnosis, 4.1, 4.2, 4.3, 5, 5.2. Std AP 1.1,
untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pasien 1.2, 1.3.
R
P 3. RENCANA PELAYANAN / Plan of Care, Std ARK 2.1. Std PAP 2, PAP 2.1,
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien 5, Std AP 2, PAB 5, 7, 7.3.

2. Implementasi Rencana, Std ARK 3.2. Std PAP


Pemberian Pelayanan, 2, EP 2, PAP 5 EP 2 &
3, PAB 3 EP 5, 5.3, 6,
Intervensi,Monitoring 7.3,
10
SOAP / SOAPIER CHARTING

• SOAP/SOAPIER charting is a problem-oriented approach to documentation


whereby the nurse identifies and lists client problems; documentation then
follows according to the identified problems.
• Documentation is generally organized according to the following headings:
S = subjective data (e.g., how does the client feel?)

O = objective data (e.g., results of the physical exam, relevant vital signs)
A = assessment (e.g., what is the client’s status?)

P = plan (e.g., does the plan stay the same? is a change needed?)
I = intervention (e.g., what occurred? what did the nurse do?)
E = evaluation (e.g., what is the client outcome following the intervention?)
R = revision (e.g., what changes are needed to the care plan?)

(Nursing Documentation, College of Registered Nurses of British Columbia, 2013)


Keperawatan perioperatif
merupakan berbagai aktivitas
yang diberikan pada klien
sebelum (pre operatif), selama
(intra operatif),dan setelah
pembedahan (post operatif)
 Menciptakan hubungan yang baik dengan
pasien atau tim bedah yang lain.
 Mengkaji, merencanakan dan memenuhi
kebutuhan pasien perioperatif
 Memahami dan mengetahui daerah dan
prosedur pembedahan
 Mengetahui akibat pembedahan dan
pembiusan yang dilakukan terhadap pasien.
 Mengobservasi kesulitan yang timbul
 Mengevaluasi pengadaan, pemeliharaan alat
serta tindakan secara berkesinambungan.
Technical skills & Intellectual skills

Coordinated team work


Dimulai ketika ada keputusan
untuk dilakukan intervensi
bedah dan diakhiri ketika
pasien dikirim ke meja operasi

Peran perawat :
penetapan pengkajian dasar
pasien di tatanan klinik
ataupun rumah, wawancara pra
operatif dan menyiapkan
pasien untuk anestesi yang
diberikan dan pembedahan.
 Dimulai ketikan pasien masuk/pindah ke instansi bedah dan berakhir
dan pasien dipindahkan ke ruang pemulihan
 Peran perawat :
pemasangan IV cath, pemberian medikasi, intravensi, melakukan
pemantauan kondisi fisiologi yang menyeluruh sepanjang prosedur
pembedahan dan menjaga keselamatan pasien.
 Perawat sirkulasi : berperan mengatur
ruang operasi dan melindungi
keselamatan dan kebutuhan pasien
dengan memantau aktivitas anggota
tim bedah dan memeriksa kondisi di
dlm ruang operasi.

 Scrub Nurse (instrumentator):


melakukan desinfeksi lap
pembedahan dan drapping, mengatur
meja steril, menyiapkan alat jahit,
diatermi dan peralatan khusus utk
pembedahan dan membantu dokter
selama pembedahan.
Safety Management
Monitoring Fisiologis
Monitoring Psikologis
Pengaturan dan koordinasi Nursing Care
Dimulai masuknya pasien ke ruang pemulihan (recovery room) dan
berakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik rumah.

Peran perawat :
fokus pengkajian efek anestesi, memantau fungsi vital serta mencegah
komplikasi.
Perawatan post operatif meliputi beberapa tahapan, yaitu:
 Pemindahan pasien dari kamar operasi ke unit perawatan
pasca anestesr (recovery room/ruang pemulihan)
 Perawatan pasca anestest di ruang pulih (RR)
 Transformasi pasien ke ruang rawat
typically contains a monitor
that displays vital signs, an
instrument table, and an
operating lamp.
Anesthetic gases are piped
into the anesthetic machine. A
catheter attached to a suction
machine removes excess
blood and other fluids, which
can prevent surgeons from
seeing the tissues clearly.
Intravenous fluids, started
before the person enters the
operating room, are continued.
DEFINISI
 DOKUMENTASI KEPERAWATAN adalah bentuk tanggung
jawab perawat untuk mencatat dan menyimpan semua
data proses keperawatan yang telah dilakukan pada klien.
MANFAAT DAN PENTINGNYA
 HUKUM
 JAMINAN MUTU
(Kualitas Pelayanan)
 KOMUNIKASI
 KEUANGAN
 PENDIDIKAN
 PENELITIAN
 AKREDITASI
TANGGUNG JAWAB PERAWAT
1. Menjaga Akurasi

2. Mencatat semua tindakan


keperawatan yang
dilakukan

3. Mencatat semua
komponen proses
keperawatan sesuai
dengan waktu
pelaksanaan
STANDAR DOKUMENTASI
 Diartikan sebagai ukuran atau model terhadap sesuatu
mencakup kualitas, karakteristik, properties, dan
performen yang diharapkan dalam suatu tindakan,
pelayanan dan seluruh komponen yang terlibat.

 Standart dokumentasi sbg petunjuk dan arah terhadap


PENYIMPANAN dan PENCATATAN yang benar.
DOKUMENTASI DOKUMENTASI DOKUMENTASI
1. Transfer Pasien (SBAR) 1. Monitoring 1. Monitoring (post ops)
2. Form Pre Ops 2. Askep 2. Transfer Pasien (SBAR)
(kelengkapan Ops)
3. Surgical Safety
Checklist (Sign In)
DASAR : Dalam UU No. 38 tahun 2014

Pasal 32 ayat (3) Pelimpahan Ini berarti tanggung jawab ada


wewenang secara delegatif untuk pada PERAWAT YANG MELAKUKAN
melakukan sesuatu tindakan TINDAKAN MEDIS.
medis diberikan oleh tanaga
medis (dokter) kepada perawat Dalam penjelasan UU No. 38 tahun
dengan disertai PELIMPAHAN 2014 pasal 32 ayat (4) dijelaskan
TANGGUNG JAWAB. bahwa tindakan medis yang dapat
dilimpahkan secara delegatif, antra
TINDAKAN HANYA DAPAT lain menyuntik, memasang infus,
DIBERIKAN PADA PERAWAT dan memberikan imunisasi dasar
PROFESI/VOKASI TERLATIH sesuai dengan program pemerintah
SESUAI KOMPETENSI YANG
DIBUTUHKAN.
DASAR : Dalam UU No. 38 tahun 2014

Pasal 32 ayat (5) tanggung jawab berada pada


pelimpahan wewenang pemberi mandat.
secara mandat diberikan
oleh tenaga medis (dokter) Tindakan medis yang dapat
dilimpahkan secara mandat,
kepada perawat untuk
antara lain adalah pemberian
melakukan sesuatu tindakan terapi parenteral dan
medis DIBAWAH penjahitan luka
PENGAWASAN.
BAB Uraian

PAB 1 Pelayanan anestesi


PAB 2 Penanggungjawab pelayanan anestesi
PAB 2.1 Program mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan anestesi
PAB 3 pelayanan sedasi yang seragam
PAB 3.1 PPA yang bertanggung jawab memberikan sedasi
PAB 3.2 Peaksanaan sedasi
PAB 3.3 Edukasi tindakan sedasi
PAB 4 Asesmen pra anestesi
PAB 4.1 Asesmen pra induksi
PAB 5 Pencatatan pelayanan anestesi di RM
PAB 5.1 Edukasi tindakan anestesi
PAB 6 Pemantauan pelaksanaan anestesi
PAB 6.1 Monitoring pemulihan 42
BAB Uraian
PAB 7 Pencatatan pelaksanaan tindakan bedah di RM
PAB 7.1 Edukasi terkait rencana operasi dan penggunaan darah
PAB 7.2 Laporan operasi tercatat di RM
PAB 7.3 Rencana suhan pascaoperasi tercatat di RM
PAB 7.4 Penggunaan implan
PAB 8 Ruang operasi
PAB 8.1 Program mutu dan keselamatan pasien bedah

43
 Rekam Keperawatan yang baik adalah wujud
nyata perawat berkarakter dan taat hukum.

 Rekam Medis yang baik adalah wujud dari


kedayagunaan dan ketepatan perawatan Rumah
Sakit.