Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa teknologi
mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya adalah perkembangan di dunia
otomotif. Seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan transportasi menyebabkan
konsumsi bahan bakar juga meningkat. Hal ini tentu saja mengakibatkan terjadinya konsumsi
bahan bakar yang berlebihan. Dengan jumlah kendaraan yang semakin banyak maka
persediaan bahan bakar semakin menipis. Jika hal ini terus dibiarkan maka bukan tidak
mungkin pada suatu saat nanti akan terjadi krisis bahan bakar. Maka dari itu agar dapat
mengurangi dampak tersebut, diciptakanlah teknologi sistem injeksi langsung (GDI) pada
kendaraan-kendaraan terkini. Selain lebih hemat bahan bakar sistem GDI pada kendaraan
juga mengurangi pencemaran udara.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud sistem injeksi langsung (GDI)?
2. Bagaimana cara kerja sistem sistem injeksi langsung (GDI)?
3. Apa kelebihan dan kekurangan sistem injeksi langsung (GDI)?

1.3 Tujuan
1. Memahami pengertian sistem sistem injeksi langsung (GDI).
2. Memahami cara kerja sistem sistem injeksi langsung (GDI).
3. Memamahami kelebihan dan kekurangan sistem injeksi langsung (GDI).

1
BAB II
BAHASAN

2.1 Sistem injeksi langsung Gasoline Direct Injection (GDI)

Gasoline Direct injection (GDI) adalah teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan
peforma mesin serta mengurangi emisi gas buang. Hal ini disebabkan karena prinsip kerja
dari GDI ini sendiri ialah pada awal langkah hisap bahan bakar disemprotkan langsung oleh
injektor tepat di ruang bakar untuk bercampur dengan udara sehingga proses pembakaran
lebih sempurna dan presisi yang juga akan berefek pada tenaga dan konsumsi bahan bakar.

Dibandingkan pada mesin konvensional yang mana campuran bahan bakar dan udara dikirim
ke ruang bakar setelah throttle body. Semprotan injektor akan langsung mengabutkan dalam
bentuk partikulat yang kecil, hal ini disebabkan karena pressure injektor bisa mencapai ±200
bar. Maka dari itu teknologi ini mempunyai rasio kompresi yang tinggi dengan begitu bahan
bakar bensin atau solar akan mudah terbakar sempurna di dalam ruang bakar. Busi sebagai
pemercik bunga api berada di atas ruang bakar sehingga proses pembakaran menjadi sangat
efektif.

2
2.2 Cara kerja sistem injeksi langsung (GDI)

 In-Cylinder Airflow

GDI mempunyai ruang pemasukan yang tegak lurus dan langsung yang secara efisien
mampu mengarahkan airflow tepat jatuh di curved-top piston, dan mampu membalikan arah
airflow dengan kuat sehingga mampu menghasilkan penyemprotan bahan bakar yang
optimal.

 Penyemprotan Bahan Bakar

Injektor putaran angin tekanan tinggi yang dikembangkan mampu menyediakan percikan
yang ideal dan mempola terhadap masing-masing gaya operasional yang terjadi pada engine.
Pada waktu yang sama, dengan menerapkan gerakan putaran tinggi pada saat penyemprotan
bahan bakar memungkinkan pengabutan bahan bakar yang cukup dengan suatu tekanan
bahan bakar yang rendah, kira-kira 50 kg/cm2.

 Bentuk Ruang Pembakaran yang Dioptimalkan

Curved-Top Piston mengendalikan bentuk air-fuel campuran seperti halnya airflow di dalam
ruang pembakaran yang mempunyai suatu peranan penting untuk memelihara suatu
campuran bahan bakar udara padat dan kaya. Yang mana campuran tersebut disuntikan pada
saat akhir pada langkah kompresi yang kemudian dibawa ke arah busi sebelum dipercik

3
Prinsip-prinsip dasar dari GDI adalah sebagai berikut :

1. Mode pengisian bertingkat.

Dalam modus pengisian bertingkat, katup throttle dibuka selebar mungkin untuk
meminimalkan kerugian throttle. Tutup intake manifold menutup saluran yang lebih rendah
di kepala silinder. Aliran udara masuk pada tingkat yang lebih cepat dan masuk ke dalam
silinder melalui saluran bagian atas.

Katup throttle tidak dapat dibuka sepenuhnya karena kevakum tertentu harus selalu ada untuk
mengaktifkan sistem canister karbon dan juga resirkulasi gas buang.

2. Aliran udara.

Dalam silinder, gerakan masuk udara akan meningkat dengan bentuk khusus dari mahkota
piston.

4
3. Siklus injeksi.

Bahan bakar diinjeksikan selama sepertiga dari langkah kompresi, dimulai sekitar 60 °
sebelum TMA dan berakhir sekitar 45 ° sebelum TMA. Posisi titik injeksi memiliki
peran besar untuk atomisasi campuran di daerah busi.

Bahan bakar diinjeksikan ke arah ceruk bahan bakar. Kemiringan injektor akan
berpengaruh apakah campuran atomisasi tersebar sesuai kebutuhan.

Bahan bakar yang diangkut menuju busi oleh ceruk bahan bakar dan digerakan ke atas
piston. Proses ini dibantu oleh gerakan jatuh dari aliran udara, yang juga mengangkut
bahan bakar ke busi. Bahan bakar bercampur dengan udara dalam perjalanan ke busi.

5
4. Proses pembentukan Campuran
50 ° untuk pembentukan campuran. Ini merupakan faktor penentu yang mempengaruhi
Ignitability (keterbakaran) campuran. Jika interval antara injeksi dan pengapian lebih
pendek, campuran tidak ignitable karena belum cukup siap. Interval lama akan
menyebabkan homogenisasi lebih lanjut ke seluruh ruang pembakaran.Rasio udara-bahan
bakar di seluruh ruang pembakaran adalah antara λ = 1,6 dan 3.

5. Proses pembakaran.
Siklus pengapian dimulai ketika campuran udara-bahan bakar diposisikan tepat di daerah
busi. Hanya campuran yang teratomisasi terbakar, sedangkan gas-gas lain bertindak
sebagai selubung penyekat. Dengan demikian, kerugian panas melalui dinding silinder
berkurang dan efisiensi termal mesin meningkat. Titik pengapian terletak dalam sudut dan
waktu yang sempit untuk pembentukan campuran pada akhir langkah kompresi.Dalam
modus ini, torsi mesin hanya ditentukan oleh kuantitas bahan bakar yang di injeksikan.

6
2.3 Perbedaan Gasoline Direct Injection & Injeksi Konvensional

Dalam proses kerja mesin injeksi konvensional, Campuran udara segar + Bahan Bakar
(BBM) dilakukan di Karburator/Fuel-Injection yang kemudian disuplai ke ruang bakar
melalui intake port. Campuran Udara dan BBM yang homogen inilah yang jadi proses
pembakaran mesin kita sehari-hari.

Dalam metode Gasoline Direct Injection, Terdapat perlakuan berbeda terhadap proses
pembakaran tersebut. BBM & Udara segar disuplai ke dalam mesin dari 2 jalur yang
berbeda… Jika di mesin konvensional BBM + Udara sama-sama melewati intake port, Di
GDI ini hanya Udara segar saja tuh yang disuplai lewat jalur tersebut. Perhatikan dengan
seksama gambar skema Direct Injection diatas. Pada GDI, BBM nya disuplai lewat jalur
Injektor khusus yang langsung disemprotkan ke dalam ruang pembakaran, yang punya
pressure (tekanan) tersendiri dan di ruang bakarlah keduanya (BBM & Udara) bertemu.

7
2.4 Kelebihan & Kekurangan Gasoline Direct Injection

Kelebihan:

1. Meningkatkan Efisiensi & Meningkatkan Power


Disebabkan karena GDI mampu menyesuaikan output & Timing semprotan BBM nya
secara mandiri. Hal ini memudahkan para ahli mesin untuk menyesuaikan timing &
output BBM nya, kemudian disesuaikan dengan karakter mesin yang diingikan. Output
BBM yang minim untuk mesin yang efisien – atau timing semprotan yang advanced
untuk mesin berperforma tinggi.
2. Mesin Lebih Dingin
Lantaran injektor BBM nya menggunakan pressure (tekanan) yang cukup tinggi,
Otomatis kondisi BBM mampu berada dalam kondisi yang lebih dingin. Ini mampu
membuat panas mesin dalam ruang pembakaran berkurang signifikan. Efeknya, Power
terasa lebih mantap, dan Mesin yang menggunakan teknologi GDI ini mampu dijejali
rasio kompresi yang lebih tinggi.
3. Memaksimalkan Asupan Udara
Memindahkan suplai BBM dari Jalur Intake ke Injektornya tersendiri, Membuat asupan
udara ke mesin bisa bertambah banyak dibanding sebelumnya. Ini disebabkan karena
Udara kini tak lagi harus “rebutan” menyesaki ruang Intake bersama BBM, Seperti yang
kita lihat di Fuel-Injeksi Konvensional. Efeknya, Udara bakal lebih kaya, banyak, dan
pastinya bakal lebih dingin.

Sementara itu, kekurangan sistem Gasoline Direct Injection ini antara lain :

1. Membutuhkan sensor elektronik yang lebih banyak


Terdapat penambahan unit sensor yaitu sensor output BBM, tekanan BBM dan aliran
udara.
2. Permasalahan Karbon
Banyaknya karbon pada jalur intake yang disebabkan oleh BBM berpindah yang
berpindah melalui jalurnya sendiri sehingga pada area intake tidak mengalami
pembersihan oleh zat detergen yang terkandung pada BBM. Dengan begitu karbon yang
menumpuk akan membuat aliran udara akan terganggu.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada zaman modern ini, keefisienan dan keiritan penggunaan bahan bakar
menjadisalah satu hal yang harus diperhatikan. Pada sistem GDI, penggunaan bahan bakar
sangatdiperhatikan sebaik mungkin dengan mengatur komponen-komponen tertentu.
Gasoline Direct injection (GDI) adalah teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi dan
peforma mesin serta mengurangi emisi gas buang. Hal ini disebabkan karena prinsip kerja
dari GDI ini sendiri ialah pada awal langkah hisap bahan bakar disemprotkan langsung oleh
injektor tepat di ruang bakar untuk bercampur dengan udara sehingga proses pembakaran
lebih sempurna dan presisi yang juga akan berefek pada tenaga dan konsumsi bahan bakar.

3.2 Saran

Pada kendaraan yang sudah menggunakan sistem GDI perawatan yang rutin maupun berkala
memang harus dilakukan, karena komponen-komponen sistem GDI memang rentanterhadap
kerusakan. Selain itu perawatan kendaraan harus dilakukan oleh yang sudah ahlinya, karena
tidak semua mekanik mengetahui mekanisme sistem GDI tersebut.

9
Daftar Rujukan:

https://dzakyfirdaus.blogspot.com/2017/03/gasoline-direct-injection-gdi.html

http://3.bp.blogspot.com/-
PdReuWhHAlI/TaMkiHtNC6I/AAAAAAAAAEU/hrtkC_9yBFk/s1600/pic120.gif

http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/otomotif/1002-sugeng1

10