Anda di halaman 1dari 47

Next

2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya

2.1 Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi
endoterm
2.2 Menentukan ΔH reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan
entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan

1. Menjelaskan pengertian kalor.


2. Menjelaskan dan memformulasikan konsep entalpi dan perubahannya.
3. Menjelaskan dan memformulasikan jenis-jenis entalpi.
4. Menghitung perubahan entalpi dengan menggunakan data entalpi standar, hukum Hess,
dan energi ikatan rata-rata.
5. Menjelaskan prinsip kerja kalorimeter dalam mengukur kalor.
6. Menerapkan cara-cara dalam mengukur kalor dengan menggunakan kalorimeter
sederhana.
7. Menjelaskan perubahan entalpi untuk reaksi pembakaran bahan bakar dan zat makanan.

Close Next
Daftar Materi Pokok

Kalor Menghitung Perubahan Entalpi


(Halaman 103 – 105) (Halaman 113 – 128)

Entalpi dan Perubahannya Kalorimeter


(Halaman 105 – 113) (Halaman 129 – 138)

Reaksi-Reaksi Pembakaran Bahan Bakar


dan Zat Makanan
(Halaman 139 – 141)

Back Next
A. Kalor

Reaksi-reaksi kimia dapat dibedakan menjadi reaksi yang menyerap


atau memerlukan sejumlah energi dan reaksi yang melepaskan atau
menghasilkan sejumlah energi.
• Reaksi kimia yang memerlukan energi disebut reaksi endoterm,
• Reaksi kimia yang menghasilkan energi disebut reaksi eksoterm.

Energi tidak dapat diciptakan dan


tidak dapat dimusnahkan.
Energi dapat berubah dari satu
bentuk ke bentuk lain.

Home Back Next


Kalor:
Bentuk energi yang berpindah dari satu
bagian zat ke bagian zat yang lain
atau dari suatu benda ke benda lain
karena perbedaan suhu.

James Prescott Joule Beberapa konversi satuan kalor dan energi


(1818-1889)

1 kalori = 4,1855 Joule


I Joule = 1 kg m2 s–2
I kWh = 3,6 × 10–6

Home Back Next


B. Entalpi dan Perubahannya

Reaksi antara
logam natrium (Na) dan air (H2O)

Lingkungan:
tabung dan
segala sesuatu
yang berada di
luar tabung

Sistem: logam
natrium, air, dan
zat hasil reaksi
di dalam tabung.

Home Back Next


Home Back Next
Sistem Terbuka Sistem Terisolasi

Perpindahan
materi

Pertukaran
kalor
Pertukaran
kalor

Sistem Tertutup

Home Back Next


Entalpi:
Ukuran sifat termodinamik
suatu sistem yang sama dengan jumlah
energi dalam sistem tersebut
dengan hasil kali tekanan dan volumenya.

H = entalpi
Herman Ludwig U = energi dalam sistem
Ferdinand von Helmholtz P = tekanan
(1821-1894) V = volume

Home Back Next


 Setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan entalpi (ΔH).

Untuk reaksi AB


ΔH = H produk – H pereaksi
ΔH = HB – HA

 Jika reaksi dilakukan pada tekanan (P) yang tetap, maka


perubahan entalpi reaksinya sama dengan kalor yang diserap
atau dilepaskan oleh sistem pada reaksi tersebut.

ΔH = QP

QP = kalor reaksi
pada tekanan tetap
Home Back Next
 Reaksi endoterm: reaksi yang memerlukan (menyerap kalor).
 Kalor berpindah dari lingkungan ke sistem.

Lingkungan

 Pada reaksi endoterm,


entalpi produk (HB) lebih AB (Reaksi endoterm)
besar dari entalpi zat HB > HA
pereaksi (HA), ΔH = HB – HA
sehingga ΔH pada reaksi ΔH > 0
endoterm berharga positif.

Home Back Next


 Contoh reaksi endoterm:
Reaksi antara amonium tiosianat (NH4SCN)
dan barium hidroksida oktahidrat (Ba(OH)2 . 8H2O)

Amonium tiosianat Balok kayu ditetesi Reaksi melepas kalor.


dicampurkan dengan oleh air. Oleh karena itu, bagian
barium hidroksida dasar gelas kimia
oktahidrat dalam gelas menjadi dingin dan dapat
kimia. membekukan air di kayu
sehingga dasar gelas
kimia menempel pada
kayu.
Home Back Next
 Pada reaksi antara amonium tiosianat (NH4SCN)
dan barium hidroksida oktahidrat (Ba(OH)2 . 8H2O)
terjadi penurunan suhu reaksi.

Sebelum reaksi Sesudah reaksi

Pada reaksi endoterm


terjadi penurunan suhu reaksi.

Home Back Next


 Reaksi eksoterm: reaksi yang menghasilkan (melepas kalor).
 Kalor berpindah dari sistem ke lingkungan.

Lingkungan

 Pada reaksi endoterm,


entalpi produk (HB) lebih AB (Reaksi eksoterm)
kecil dari entalpi zat HB < HA
pereaksi (HA), ΔH = HB – HA
sehingga ΔH pada reaksi ΔH < 0
eksoterm berharga negatif.

Home Back Next


 Contoh reaksi eksoterm:
Reaksi antara logam aluminium (Al) dengan cairan bromin (Br2).
2 Al(s) + 3 Br2(l)  2 AlBr3(s)

Aluminium ditambahkan Reaksi eksoterm dari


ke cairan bromin. aluminium dan bromin
menghasilkan asap dan
panas (suhu meningkat).

Pada reaksi eksoterm


terjadi kenaikan suhu reaksi.

Home Back Next


C. Menghitung Perubahan Entalpi

Perhitungan
Perubahan
Entalpi

Perubahan Entalpi Berdasarkan Energi Ikatan


Standar

Hukum Hess

Home Back Next


Persamaan termokimia merupakan persamaan kimia setara
berikut harga perubahan entalpinya yang menggambarkan
suatu reaksi kimia.

 Persamaan termokimia harus melibatkan fasa atau wujud zat-zat


yang bereaksi, karena harga perubahan entalpi reaksi
dipengaruhi oleh wujud zat.
Contoh:
2H2 (g) + O2 (g)  2H2O(l) ΔH = – 571,1 kJ
2H2 (g) + O2 (g)  2H2O(g) ΔH = – 483,7 kJ

Home Back Next


 Jika persamaan termokimia dikalikan suatu bilangan tertentu yang
menyatakan kelipatan jumlah mol zat dalam reaksi, maka nilai ΔH
merupakan kelipatan dari bilangan itu.
Contoh:
Reaksi pembentukan gas amonia
N2 (g) + 3H2 (g)  2NH3 (g) ΔH = – 91,8 kJ
Misalnya, jumlah mol zat pereaksi dinaikkan menjadi dua kali
semula, maka:
2N2(g) + 6H2 (g)  4NH3 (g) ΔH = –183,6 kJ

 Persamaan termokimia reaksi eksoterm dengan zat-zat yang


sama merupakan kebalikan dari reaksi endoterm dan sebaliknya,
sehingga harga ΔH reaksinya memiliki harga yang sama, tetapi
tandanya berbeda (positif dan negatif).
Contoh:
H2 (g) + Cl2 (g)  2HCl(g) ΔH = –185 kJ (eksoterm)
2HCl(g)  H2 (g) + Cl2 (g) ΔH = +185 kJ (endoterm)
Home Back Next
 Perubahan entalpi standar adalah perubahan entalpi pada suatu
reaksi kimia yang diukur pada keadaan standar (suhu 25oC dan
tekanan 1 atm).
 Perubahan entalpi standar dilambangkan dengan ΔHo.

Perubahan Entalpi Standar

Perubahan Perubahan Perubahan


Entalpi Entalpi Entalpi
Pembentukan Penguraian Pembakaran
Standar Standar Standar

Home Back Next


Perubahan entalpi pembentukan standar adalah
perubahan entalpi reaksi pembentukan satu mol senyawa dari
unsur-unsurnya yang diukur pada keadaan standar (suhu 25oC
dan tekanan 1 atm).
Lambangnya: ΔHf o
 Contoh: (f diambil dari kata
formation).
ΔHf o Na(g) = 107,76 kJ/mol
ΔHf o Na(s) = 0
ΔHf o CH3COOH(l) = – 488 kJ/mol
ΔHf o NaCl(s) = –411,10 kJ/mol
 Secara umum, reaksi pembentukan suatu senyawa mempunyai ΔHf o
yang negatif. Beberapa senyawa yang mempunyai ΔHf o positif
antara lain HI, HCN, Au2O3, CS2, semua hidrokarbon tidak jenuh, dan
semua oksida nitrogen.

Home Back Next


Perubahan entalpi penguraian standar adalah
perubahan entalpi reaksi penguraian satu mol senyawa menjadi
unsur-unsurnya yang diukur pada keadaan standar (suhu 25oC
dan tekanan 1 atm).
Lambangnya: ΔHd o
(f diambil dari kata
dissociation).
 Reaksi penguraian merupakan
kebalikan dari reaksi pembentukan.
Jika perubahan entalpi pembentukan standar negatif, maka
perubahan entalpi penguraian standar untuk zat yang sama adalah
positif dan sebaliknya.
 Contoh:
N2 (g) + 3H2 (g)  2NH3 (g) ΔH = – 92 kJ
maka ΔHf o NH3 = – 46 kJ/mol dan ΔHdo NH3 = + 46 kJ/mol

Home Back Next


Perubahan entalpi penguraian standar adalah
perubahan entalpi dalam pembakaran sempurna suatu zat yang
diukur pada keadaan standar (suhu 25oC dan tekanan 1 atm).

Lambangnya: ΔHco
(f diambil dari kata
combustion).
 Reaksi pembakaran adalah reaksi
suatu zat dengan oksigen (O2)
menghasilkan kalor dan zat hasil reaksi tertentu.
 Contoh:
Pembakaran sempurna gas metana (CH4)
CH4 (g) + 2O2 (g)  CO2 (g) + 2H2O(l) ΔHCo = –393,5 kJ/mol

Home Back Next


 Data perubahan entalpi pembentukan standar dapat digunakan
untuk menghitung perubahan entalpi (ΔH ) suatu reaksi kimia.
 Jika suatu persamaan kimia dinyatakan dengan
Pereaksi  Hasil reaksi
dan harga ΔHf o masing-masing zat yang terlibat dalam reaksi
tersebut diketahui, maka

ΔH reaksi =  ΔHf o hasil reaksi –  ΔHf o pereaksi

Home Back Next


Diketahui:
ΔHf o C2H5OH = – 266 kJ
ΔHf o CO2 = –394 kJ
ΔHf o H2O = –286 kJ
Berdasarkan data perubahan entalpi pembentukan standar zat-zat di atas,
hitung perubahan entalpi untuk reaksi berikut.
C2H5OH + 3O2  2CO2 + 3H2O

Penyelesaian
ΔH reaksi =  ΔHf o hasil reaksi –  ΔHf o pereaksi
= {2 ΔHf o CO2 + 3 ΔHf o H2O} – {ΔHf o C2H5OH + ΔHf o O2}
= {2 (–394 kJ) + 3 (–286 kJ)} – {–394 kJ + 0)
= –1.380 kJ
Jadi, perubahan entalpinya adalah –1.380 kJ.

Home Back Next


 Apabila suatu reaksi dapat terjadi
dalam beberapa tahap reaksi, maka
perubahan entalpi untuk reaksi
tersebut secara keseluruhan dapat
ditentukan dengan menjumlahkan
perubahan entalpi tiap-tiap tahap
reaksi tersebut.
 Perubahan entalpi suatu reaksi
hanya bergantung pada keadaan
awal dan keadaan akhir reaksi Henry Germain Hess
tersebut dan tidak bergantung pada (1802-1850)
proses reaksi.

Home Back Next


Jika tahap-tahap reaksi dinyatakan sebagai berikut.
Tahap langsung
(H)

A
A D
A

Tahap pertama Tahap ketiga


(H1) (H3)

Tahap kedua
(H2)

B
A C
A

ΔH = ΔH1 + ΔH2 + ΔH3

Home Back Next


Reaksi pembentukan gas CO2 terjadi dalam dua tahap, yaitu:
C(s) + ½ O2 (g)  CO(g) ΔH = –110 kJ
CO(g) + ½ O2 (g)  CO2 (g) ΔH = –284 kJ
Hitung perubahan entalpi reaksi pembentukan gas CO2 tersebut!

Penyelesaian
C(s) + ½ O2 (g)  CO(g) ΔH = –110 kJ
CO(g) + ½ O2 (g)  CO2 (g) ΔH = –284 kJ
+
C(s) + O2 (g)  CO2(g) ΔH = –394 kJ

Jadi, perubahan entalpinya adalah –394 kJ.

Home Back Next


Reaksi Kimia

Reaksi Pembentukan Reaksi Pemutusan

• Terjadi pembentukan ikatan- • Terjadi pemutusan ikatan-ikatan


ikatan antaratom antaratom
• Melepaskan energi (kalor) • Membutuhkan energi (kalor)
• Merupakan reaksi eksoterm. • Merupakan reaksi endoterm.

Home Back Next


 Energi ikatan adalah energi atau kalor yang diperlukan untuk
memutuskan ikatan-ikatan antaratom satu mol molekul gas
menjadi atom-atom atau gugus-gugus atom dalam bentuk gas.
 Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang diperlukan
untuk memutuskan sebuah ikatan dari seluruh ikatan dalam
suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.
 Energi ikatan rata-rata dapat digunakan untuk memperkirakan
nilai perubahan entalpi suatu reaksi kimia.

ΔH =  E pemutusan ikatan –  E pembentukan ikatan

Home Back Next


Diketahui energi ikatan H–H; Cl–Cl; dan H–Cl berturut-turut
adalah 105 kkal; 60 kkal; dan 102,5 kkal.
Hitung kalor yang diperlukan untuk menguraikan 7,3 gram HCl
(Mr = 36,5) menjadi unsur-unsurnya!

Penyelesaian
Reaksi penguraian HCl:
2 H–Cl  H–H + Cl–Cl
sehingga
H = 2 EH–Cl – (EH–H + ECl–Cl)
= 2(102,5) – (105 + 60) kkal = 40 kkal
Artinya, untuk menguraikan dua mol H–Cl diperlukan energi
sebesar 40 kkal, oleh karena itu untuk
7,3 g
 0,2 mol H–Cl
36,5 g
mol
diperlukan energi sebesar 4 kkal.
Home Back Next

 Energi ikatan rata-rata dapat digunakan sebagai indikator


kekuatan suatu ikatan kimia dan kestabilan molekul.
 Semakin besar energi ikatan rata-rata suatu molekul, semakin
kuat ikatan kimia dalam molekul tersebut dan semakin stabil.

Energi Ikatan Rata-rata Energi Ikatan Rata-rata


Ikatan Ikatan
(kJ/mol) (kJ/mol)

I-I +151 C-H +413

F-F +155 C-Cl +431

N-N +163 H-H +436

Br-Br +193 H-O +463

N-O +201 C-F +485

C-I +240 N= N +491

Cl-Cl +242 O=O +495

C-Br +276 C=C +614

C-C +348 C=O +799

C-O +358 C=C +839

H-Br +366 C=N +891

N-H +391

Home Back Next


D. Kalorimeter termometer

alat
 Pada beberapa reaksi kimia jumlah kalor pengaduk
reaksi dapat diukur melalui suatu percobaan
di dalam laboratorium. Pengukuran kalor
reaksi tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan alat yang disebut kalorimeter.

 Kalorimeter merupakan alat yang digunakan


untuk mengukur jumlah kalor yang diberikan
atau diambil dalam suatu proses tertentu. bejana
Sebuah kalorimeter sederhana terdiri dari terisolasi
bejana terisolasi, alat pengaduk, dan
termometer. Kalorimeter sederhana

Home Back Next


 Bejana kalorimeter dibalut dengan menggunakan bahan
isolator panas, seperti polistiren dan stirofoam.
Tujuan: untuk mengurangi pertukaran kalor di antara sistem
(zat dalam kalorimeter) dengan lingkungan, sehingga
tekanan di dalam kalorimeter relatif tetap.

 Pengukuran menggunakan kalorimeter:


• Sumber panas disimpan dalam kalorimeter.
• Air diaduk sampai tercapai keadaan keseimbangan,
• Kenaikan suhunya dicatat dengan membaca termometer.

 Tekanan dalam kalorimeter relatif tetap, maka kalor sistem sama


dengan perubahan entalpinya.

H = Q

Home Back Next


 Karena bejana kalorimeter dibalut dengan menggunakan
bahan isolator, maka dianggap tidak ada kalor yang diserap
dan dilepaskan oleh sistem dari dan ke lingkungan, sehingga
kalor sistem sama dengan nol.

Q reaksi + Q kalorimeter + Q larutan = Q sistem


Q reaksi + Q kalorimeter + Q larutan = 0
Q reaksi = – (Q kalorimeter + Q larutan)

 Besarnya kalor kalorimeter (Q kalorimeter) dapat ditentukan


dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.

CK = kapasitas kalor kalorimeter (J/oC atau J/K)


Q kalorimeter = CK T ΔT = Takhir – Tawal = perubahan suhu (oC atau K)

Home Back Next


 Jika kapasitas kalor (CK) relatif kecil, kalor kalorimeter dapat diabaikan
sehingga:
Q = kalor (joule)
Q reaksi = –Q larutan m = massa larutan (g)
c = kalor jenis (J/goC)
Q larutan = m c T ΔT = Takhir – Tawal = perubahan suhu (oC atau K)

 Untuk reaksi-reaksi kimia yang


melibatkan pembakaran atau
reaksi untuk menentukan jumlah
energi yang terkandung dalam
makanan digunakan kalorimeter
yang lebih teliti, yaitu
kalorimeter bom.

Home Back Next


 Kalorimeter bom terdiri dari sebuah ruangan (bom) tempat dibakarnya
zat, air yang diisikan di luar ruangan, pengaduk, termometer, dan
kawat kontak.
Termometer Kawat kontak
Pengaduk

Air Oksigen

Bom

Kalorimeter bom
Home Back Next
 Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom akan menghasilkan
kalor yang diserap oleh air dan bom tersebut pada suhu yang sama,
sehingga suhu air naik.
 Karena tidak ada perpindahan kalor antara sistem (kalorimeter) dengan
lingkungan selama reaksi tersebut, maka:

Q reaksi = – (Q kalorimeter + Q air)


= – (C bom T + m c air T)

C bom = kapasitas kalor kalorimeter bom (J/oC atau J/K)


c air = kalor jenis air (J/goC)

Home Back Next


Dalam suatu kalorimeter direaksikan 100 cm3 larutan NaOH 1 M dengan
100 cm3 larutan HCl 1 M.
Pada reaksi tersebut terjadi kenaikan suhu sebesar 6oC atau 6 K.
Jika kalorimeter tidak menyerap kalor dan kalor jenis larutan dianggap sama
kalor jenis air, yaitu c = 4,18 J/gK, maka hitunglah perubahan entalpi reaksi
berikut. (Anggap massa jenis larutan sama dengan 1 g/cm3)
NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)

Penyelesaian
Karena kalorimeter tidak menyerap kalor, maka Q kalorimeter = 0, sehingga:
Q reaksi = – Q larutan
= m c T
= (m NaOH + m HCl) c T
= (V NaOH + V HCl)  c T
= (100 cm3 + 100 cm3) (1 g/cm3) (4,18 J/gK) (6 K)
= 5.016 J = 5,016 kJ

Home Back Next


Karena molaritas NaOH = molaritas HCl = 1 M,
Maka jumlah mol kedua zat tersebut dalam reaksi adalah:
n NaOH = n HCl = V × M
= 100 cm3 × 1 M
= 0,1 L × 1 mol/L = 0,1 mol

Sehingga untuk reaksi 1 mol NaOH dan 1 mol HCl,


perubahan entalpinya adalah:

5,016 kJ
H  Qlaru tan    50,16 kJ/mol
0,1 mol
Jadi, perubahan entalpi reaksi tersebut adalah –50,16 kJ/mol

Home Back Next


E. Reaksi-Reaksi Pembakaran
Bahan Bakar dan Zat Makanan

 Reaksi pembakaran merupakan reaksi eksoterm, sehingga


menghasilkan sejumlah energi atau kalor.
 Kalor atau energi dari reaksi-reaksi pembakaran banyak
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
 Contoh pemanfaatan reaksi pembakaran:
• Reaksi pembakaran bahan bakar fosil.
• Reaksi pembakaran zat makanan dalam tubuh manusia.

Home Back Next


Bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang mengandung karbon,
misalnya batubara, minyak bumi, dan gas alam yang diperoleh dari
sisa-sisa tumbuhan dan hewan prasejarah yang membusuk.

Batubara Minyak bumi

Gas alam Home Back Next


 Bahan bakar fosil dimanfaatkan sebagai sumber energi
karena pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan kalor
yang lebih besar dibandingkan dengan kalor pembakaran
bahan bakar lainnya.

 Kalor reaksi beberapa bahan bakar:

Kayu Alkohol
Kalor reaksi: 18 kJ/gram Kalor reaksi: 18 kJ/gram

Home Back Next


Batubara Arang
Kalor reaksi: 32 kJ/gram Kalor reaksi: 34 kJ/gram

Bensin Gas metana


Kalor reaksi: 48 kJ/gram Kalor reaksi: 50,1 kJ/gram
Home Back Next
 Pembakaran bahan bakar fosil dapat menimbulkan
pencemaran lingkungan.

Home Back Next


Home Back Next
 Makanan yang selalu kita makan sehari-hari mengandung zat-
zat makanan yang diperlukan tubuh, seperti karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, dan mineral.

 Dalam tubuh, zat-zat


makanan tersebut
mengalami reaksi
kimia yang
menghasilkan
sejumlah energi yang
dapat digunakan
untuk melakukan
aktivitas sehari-hari.

Home Back Next


 Di dalam tubuh manusia, satu mol karbohidrat (glukosa)
bereaksi dengan oksigen membentuk gas karbon dioksida
(CO2) dan air serta menghasilkan energi sekitar 2.803 kJ.

C6H12O6 (s) + 6O2 (g)  6CO2 (g) + 6H2O (l) Hco = – 2.820 kJ

Karbohidrat Energi untuk


beraktivitas

Home Back Next