Anda di halaman 1dari 202

LAPORAN LENGKAP

GENERAL ARRANGEMENT & LAYOUT KAMAR MESIN


DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
KM.MELATI PRATAMA, GENERAL CARGO 4561 DWT
MAKASSAR – AMBON (611 SEAMILES)

ISRALDI YAMIN

D331 16 504

TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

DEPARTEMEN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2017
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

LEMBAR PENGESAHAN

DESAIN SISTEM PERMESINAN I

“ GENERAL ARRANGEMENT”
dan
“LAYOUT KAMAR MESIN”

Nama : ISRALDI YAMIN

Stambuk : D331 16 504

Telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing sebagai persyaratan untuk
lulus pada mata kuliah tersebut diatas.

Makassar 05 April 2018

Mengetahui:
Dosen Pembimbing

SURYA HARIYANTO ST., MT.


NIP. 19710702 200012 1 001

ii
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

LEMBAR PENILAIAN

DESAIN SISTEM PERMESINAN I

Ukuran Pokok Kapal :


Lwl : 93,08 m Cb : 0,70
Lbp : 89,50 m Cm : 0,986
B : 16,20 m Cw : 0,80
T : 5,96 m Cph : 0,71
H : 7,20 m Cpv : 0,88
V : 12,30 knot

Dibuat oleh :
Nama : ISRALDI YAMIN
Stb : D331 16 504

Setelah diperiksa dengan cermat dan menguji kemampuan dan penguasaan


mahasiswa tersebut disimpulkan :
a. Tugas General Arrangement dan Layout kamar mesin dinyatakan

selesai

b. Mahasiswa tersebut dinyatakan lulus dengan nilai :

A A- B+ B B- C+ C D E

Tugas tersebut telah disetujui dan dinilai oleh dosen pembimbing.


Makassr 5 April 2018

Dosen Pembimbing

SURYA HARIYANTO, ST., MT.


NIP. 19710702 200012 1 001

iii
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
GENERAL ARRANGEMENT
LAPORAN LENGKAP
GENERAL ARRANGEMENT
KM.MELATI PRATAMA, GENERAL CARGO 4561 DWT
MAKASSAR – AMBON (611 SEAMILES)

NAMA : ISRALDI YAMIN


NIM : D331 16 504
PRODI : TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

DEPARTEMEN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2017
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan hidayahnya serta
kesehatan sehingga tugas ”GENERAL ARRANGEMENT “ ini dapat kami
selesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang ditetapkan. Dimana laporan ini
merupakan pesyaratan untuk kelulusan mata kuliah “DESAIN SISTEM
PERMESINAN I”.
Meskipun dalam tahap penyelesaian Gambar dan laporan ini kami banyak
menemui hambatan dan kesulitan mulai dari perhitungan – perhitungan data
sampai penggambaran, serta keterbatasan waktu, materi, dan kesulitan lainnya.
Namun semua ini dapat kami atasi dengan penuh kesabaran , ketekunan dan doa.
saya menyadari bahwa didalam laporan ini masih terdapat kesalahan ataupun
kekurangan kami mohon maaf dan meminta kritikan yang dapat menambah
pengetahuan demi kesempurnaan laporan ini. Dan tak lupa kami mengucapakan
banyak terima kasih terutama kepada kepada Dosen pembimbing bapak Surya
Haryanto ST. MT., dan teman – teman yang banyak membantu dalam
penyelesaian tugas ini.
Ucapan saya berharap semoga laporan ini dapat digunakan serta bermanfaat
bagi saya sendiri maupun bagi semua saudara yang berkenan untuk membaca
maupun mempelajarinya serta diberikan Rahmat, petunjuk serta karunianya oleh
Allh SWT kepada kita.

Makassar, 14 APRIL 2018

Israldi Yamin

iv
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

LEMBAR PENGESAHAN ii

LEMBAR PENILAIAN iii

KATA PENGANTAR iv

DAFTAR ISI v

BAB I. PENDAHULUAN 1

I.1 LATAR BELAKANG 1

I.2 RUMUSAN 2

I.3 TAHAP PENGERJAAN TUGAS 3

BAB II. LANDASAN TEORI 4

II.1 PENGERTIAN UMUM GENERAL ARRANGEMENT 4

II.2 RUANGAN RUANGAN UTAMA 6

II.3 SEKAT DAN DOUBLE BOTTOM 10

II.4 BLOK AKOMODASI 12

BAB III. PENYAJIAN DATA 16

v
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB IV. ANALISA PERENCANAAN GENERAL ARRANGEMENT 17

IV.1 PENENTUAN DAYA MESIN 17

IV.2 PERHITUNGAN JUMLAH DAN JABATAN CREW 24

IV.3 PERKIRAAN BERAT KAPAL KOSONG (LWT) 28

IV.4 PERKIRAAN BOBOT MATI KAPAL (DWT) 30

IV.5 KONTROL RUANG MUAT 33

IV.6 PERHITUNGAN VOLUME RUANG MUAT 35

IV.7 PERHITUNGAN WAKTU BONGKAR MUAT 52

IV.8 PERHITUNGAN VOLUME TANGKI TANGKI 54

IV.9 PEMBAGIAN RUANGAN AKOMODASI 75

IV.10 UKURAN PERABOT 81

IV.11 PERLENGKAPAN NAVIGASI 82

IV.12 PERENCANAAN PINTU, JENDELA, TANGGA 86

IV.13 PERLENGKAPAN KAPAL 89

IV.14 PENUTUP PALKA 95

BAB V. PENUTUP 101

DAFTAR PUSTAKA2 102

LAMPIRAN

vi
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Salah satu jenis angkutan yang banyak dioperasikan di Indonesia sebagai negara
kepulauan, juga lebih ekonomis dan dapat mengangkut barang-barang, adalah
jenis kapal barang (General Cargo). Tidak terkecuali di perairan nusantara, jenis
kapal Cargo sudah banyak yang beroperasi, baik type kecil, sedang maupun yang
besar. Dioperasikannya jenis kapal ini dipandang lebih sesuai dengan kondisi
perairan serta operasionalnya baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.
Kapal barang atau kapal kargo adalah segala jenis kapal yang membawa
barang-barang dan muatan dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Ribuan
kapal jenis ini menyusuri lautan dan samudra dunia setiap tahunnya. Memuat
barang-barang perdagangan internasional. Kapal kargo pada umunya didesain
khusus untuk tugasnya, dilengkapi dengan crane dan mekanisme lainnya untuk
bongkar muat, serta dibuat dalam beberapa ukuran.
Rencana umum dari sebuah kapal dapat didefinisikan sebagai
perancangan di dalam penentuan atau penandaan dari semua ruangan yang
dibutuhkan, ruangan yang dimaksud seperti ruang muat dan ruang kamar mesin
dan akomodasi, dalam hal ini disebut superstructure (bangunan atas). Disamping
itu juga direncanakan penempatan peralatan-peralatan dan letak jalan-jalan dan
beberapa sistem dan perlengkapan lainnya. Dalam pembuatan sebuah kapal
meliputi beberapa pekerjaan yang secara garis besar dibedakan menjadi dua
kelompok pengerjaan yakni kelompok pertama adalah perancangan dan
pembangunan badan kapal sedangkan yang kedua adalah perancangan dan
pemasangan permesinan kapal.
Pengerjaan atau pembangunan kapal yang terpenting adalah perencanaan
untuk mendapatkan sebuah kapal yang dapat bekerja dengan baik harus diawali
dengan perencanaan yang baik pula.Pengerjaan kelompok pertama meliputi
perencanaan bentuk kapal yang menyangkut kekuatan dan stabilitas kapal.
Sedangkan untuk perencanaan penggerak utama, sistem propulsi, sistem instalasi
dan sistem permesinan kapal merupakan tugas yang berikutnya.
1
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

I.2. Rumusan Masalah


Dalam perencanaan Rencana Umum terdapat beberapa hal yang perlu
dijadikan pertimbangan yakni :
 Ruang merupakan sumber pendapatan, sehingga diusahakan kamar mesin
sekecil mungkin agar didapat volume ruang muat yang lebih besar.
 Pengaturan sistem yang secanggih dan seoptimal mungkin agar
mempermudah dalam pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pemakaian
ruangan yang kecil dan mempersingkat waktu kapal dipelabuhan saat
sedang bongkar muat.
 Penentuan jumlah ABK seefisien dan seefektif mungkin dengan kinerja
yang optimal pada kapal agar kebutuhan ruangan akomodasi dan
keperluan lain dapat ditekan.
 Dalam pemilihan Mesin Bongkar Muat dilakukan dengan
mempertimbangkan bahwa semakin lama kapal sandar di pelabuhan
bongkar muat semakin besar biaya untuk keperluan tambat kapal.
 Pemilihan Ruang Akomodasi dan ruangan lain termasuk kamar mesin
dilakukan dengan seefisien dan seefektif mungkin dengan hasil yang
optimal.

2
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

I.3. Tahap Pengerjaan Tugas


Rencana umum adalah suatu proses yang berangsur-angsur disusun dan
ini berasal dari percobaan, penelitian, dan masukan dari data-data kapal yang
sudah ada (pembanding).
Informasi yang mendukung pembuatan rencana umum:
1. Penentuan besarnya volume ruang muat, type dan jenis muatan yang dimuat.
2. Volume ruangan untuk ruangan kamar mesin yang ditentukan dari type mesin
dan dimensi mesin.
3. Penentuan tangki-tangki terutama perhitungan volume seperti tangki untuk
minyak, ballast, dan pelumas mesin.
4. Penentuan volume ruangan akomodasi jumlah crew, penumpang dan standar
akomodasi.
5. Penentuan pembagian sekat melintang.
6. Penentuan dimensi kapal (L, B, H, T, )
7. Lines plan yang telah dibuat sebelumnya.

3
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB II
LANDASAN TEORI
II.1. Rencana Umum ( General Arrangement )
Desain General Arrangement harus mempertimbangkan kesesuaian
dengan rencanagaris yang telah dikembangkan, kesesuaian terhadap DWT,
kapasitas dan kecepatan yang dibutuhkan.
General Arrangement digunakan untuk beberapa kegunaan, tidak hanya
sekedar menunjukan jenis kapal dan featurenya , Galangan kapal juga
menggunakan untuk membuat kalkulasi awal biaya pembangunan kapal serta
sebagai dasar untuk membuat detail drawing.
Kapal-kapal modern dengan bebrapa perkecualian seperti kapal ikan,
kapal tunda dsbnya. Dibangun tanpa sheer, untuk menjamin kebutuhan
freeboard yang disyaratkan oleh regulasi, kompensasi bisa dilakukan dengan
menambah tinggi geladak pada tengah kapal, kebutuhan freeboard yang lebih
tinggi bisa dilakukan dengan menambah tinggi poop deck dan atau forecastle
deck. Tinggi geladak accomodasi tidak boleh kurang dari 2,4 meter untuk
memastikan kecukupan head room untuk ABK atau penumpang setelah
dikurangi tinggi beam serta kabel dan pipa ventilasi dll.
Geladak akomodasi sebaiknya dibangun tanpa camber untuk
memudahkan pemasangan furniture, blok akomodasi sedapat mungkin
dibangun dengan dinding yang lurus tanpa kurvature.
Pada sisi Poop deck harus terdapat ruang terbuka sebagai tempat
berjalan dengan lebar 800 hingga 1000 mm ditambah 300 hingga 400 mm
untuk penyimpanan tangga akomodasi.

4
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Rencana umum atau general arangement dari suatu kapal dapat


didefinisikan sebagai penentuan dari ruangan kapal untuk segala kegiatan (
fungsi ) dan peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan letak dan jalan untuk
mencapai ruangan tersebut. Sehingga dari batasan diatas, ada 4 langkah yang
harus dikerjakan, yaitu :
- Menetapkan ruangan utama.
- Menetapkan batas – batas dari setiap ruangan.
- Memilih dan menempatkan perlengkapan dan peralatan
dalam batas dari ruangan tersebut.
- Menyediakan jalan untuk menuju ruangan tersebut

5
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

II.2. Ruangan-Ruangan Utama


Pembagian ruangan – ruangan utama ( main – spaces ) yakni : Ruangan
Muatan, Ruangan mesin, Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang,
Ruang Navigasi, Tangki – tangki, Ruangan lainnya

1. Ruangan Muatan (cargo spaces).


Menentukan kebutuhan volume ruang muatan berdasarkan jenis,
jumlah dan specific volume dari muatan yang akan diangkut. Menentukan
panjang ruang muatan dan letak ruangan muatan kapal. Menentukan jumlah
dan letak dari transverse watertight bulkhead berdasarkan perhitungan
flodable length ( watertght subdivision ) dengan memperhitungkan rules
klasifikasi mengenai hal ini, termasuk ketentuan mengenai collision
bulkhead ( Forepeak bulkhead ) dan after peak bulkhead ( stuffing box
bulkhead). Menentukan tinggi double bottom berdasarkan peraturan
klasifikasi. Menentukan frame – spacing berdasarkan peraturan klasifikasi.
Menentukan jumlah dan tinggi geladak antara ( tween deck ) dengan
memperhatikan jenis dari muatan yang diangkut kapal. Menentukan jumlah
dan ukuran serta letak dari hatchways ( lubang palkah ). Menentukan
jumlah, kapasitas dan letak dari ventilator Trunk

2. Ruangan Mesin (Machinery spaces).


Menentukan letak ruang mesin ( ditengah kapal, dibelakang kapal
atau diantara tengah dan belakang kapal ) dengan mempertimbangkan jenis
muatan, volume ruang muatan, ballast dan trim dan lain – lain. Menentukan
kebutuhan volume ruangan mesin dan panjang ruang mesin dengan
memperhatikan ukuran mesin induk dan layout kamar mesin. Menentukan
ukuran mesin induk berdasarkan jenis, jumlah tenaga dan putaran mesin.
Menentukan secara garis besar lay – out dari kamar mesin ( letak mesin
induk, mesin – mesin bantu dan lain – lain peralatan utama ). Menentukan
tinggi pondasi mesin dengan memperhatikan tinggi double bottom dan
tinggi propeller shaft ( sumbu baling – baling ). Menentukan letak dan
6
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

ukuran dari engine opening engine room skylight dan funnel ( cerobong ),
dengan memperhatikan juga means of scape. Untuk lay – out dari kamar
mesin perlu juga di perhatikan settling dan service tanks.

3. Ruangan akomodasi anak buah kapal dan penumpang


Menentukan letak, jumlah, jenis, kapasitas, dan ukuran dari
ruangan – ruangan berikut ( termasuk perlengkapan didalamnya )
berdasarkan tingkatan dan jumlah anak buah kapal dan penumpang dengan
memperhatikan super structure dan deck – house yang tersedia.
- Sleeping room.
- Mess room ( dining room ).
- Washing accommodation.
- Galley dan provision store.
- Acces ( jalan ), ladder dan stairs

4. Ruangan navigasi
Menentukan letak dan luas dari ruangan navigasi yang meliputi :
Wheel house, Chart room, Radio room. Dalam hubungan dengan navigasi
perlu diperhatikan letak, jenis dan jumlah dari lampu navigasi yang
dibutuhkan.

7
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

5. Tangki – tangki
Menentukan letak dan volume dari tangki – tangki ( yang merupakan
bagian dari badan kapal ) berikut :
a) Tangki ballast.
Tangki air tawar, yang didasarkan atas jumlah anak buah kapal dan
penumpang dan radius pelayaran.
b) Tangki bahan bakar
yang didasarkan atas fuel consumption dan besarnya tenaga mesin
serta radius pelayaran kapal. Pada umumnya dibedakan antara jenis
bahan bakar H.V.F (Heavy Viscousity Fuel) dan diesel oil.
c) Tangki minyak pelumas
yang didasarkan atas kebutuhan minyak pelumas. Tangki muatan
cair (deep – tanks untuk palm oil, latex, glyserine dan lain–lain).

6. Ruangan – ruangan lain :


Steering gear compartment, menentukan letak dan ukuran ruangan
jenis, kapasitas dan ukuran steering gear yang dipakai yang didasarkan atas
momen torsi dari kemudi ( yang tergantung dari luas kemudi displacement
dan kecepatan kapal ). Juga dengan memperhatikan persyaratan SOLAS
convention 1969 / 1974. Untuk ruangan akomodasi perlu diperhatikan jenis,
jumlah dan ukuran dari side scuttle (jendela kapal = side lights ) dan ukuran
dari pintu. Menentukan lokasi dari ruangan untuk Emergency Source of
Electrical Power. Menentukan lokasi dari CO2 room. Menentukan ruangan
– ruangan berikut : Lamp store, paint store, rope store, electrical
store,boatswain store etc. Peralatan bongkar muat : Menentukan jenis
peralatan bongkar muat, jumlah, kapasitas dan ukuran dari derrick boom,
mast, cargo winch yang didasarkan atas beban dari alat – alat bongkar muat
( S.W.L. = Safe Working Load ), berikut penempatan dari peralatan bongkar
muat tersebut.

8
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Life – boat dan launching devices : Menentukan jenis, jumlah,


kapasitas dan ukuran life boat serta penempatannya yang didasarkan atas
jumlah anak buah kapal dan penumpang serta lokasi dari tempat tinggal
anak – buah kapal dan penumpang diatas kapal. Menentukan jenis launching
devices (dewi – dewi = davits), ukuran dan kapasitasnya yang didasarkan
atas berat life – boat dan cara peluncurannya.
Peralatan Tambat : Menentukan jenis, jumlah, kapasitas dari
peralatan tambat berikut beserta penempatannya diatas kapal : Windlass (
mesin jangkar = anchor winch ) Bollard ( bolder ). Warping winch. Port
gangway ( tangga kapal ). Mooring capstan. Menentukan ukuran jangkar,
rantai jangkar dan tali temali kapal yang di gabung atas equipment number
dari peraturan klasifikasi. Menentukan ukuran dan letak dari chainlocker
(kotak rantai)

9
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

II.3. Sekat dan Double Bottom


Sekat tubrukan (Collision Bulkhead) pada stem(linggi haluan)
berjarak (0,05 – 0,08) LBP dari FP, untuk kapal penumpang berjarak 0,05 LBP
+ 3,5 meter, sekat tubrukan harus menerus hingga main deck lebih lanjut
hingga ke Fore castle deck, bukaan yang terdapat pada sekat antara main deck
dan fore castle deck harus ditutup dengan pintu kedap air.
Propeller post pada stern –ujung belakang dari bagian lambung bawah
air- harus memberikan aliran air yang baik untuk propeller, Posisi propeller
post yang sesuai berjarak antara 0,035 hingga 0,040 LBP didepan AP, pada
bagian ini seringkali dibuat stern bulb untuk meningkatkan kinerja
propelleratau bahkan bentuk stern asimetri.
Sekat tabung poros (Stern tube bulkhead) sekat bagian belakang ruang
mesin paling kurang harus berjarak 3 jarak gading dari ujung stern tube, sekat
ini haris menerus hingga poop deck.
Sekat depan kamar mesin dilokasikan sejauh mungkin kebelakang
untuk memberi kapasitas ruang muat yang lebih besar, pada umumnya lokasi
sekat depan kamar mesin berjarak 17% hingga 22% didepan AP, lokais sekat
ini pada satu sisi tergantung dari panjang mesin pada sisi lain tergantung pada
fullness (kegemukan) kapal, kapal-kapal high blok(gemuk) memberikan ruang
yang lebih besar pada lantainya dibanding dengan kapal langsing.
Sekat ruang muat , jumlah sekat pada ruang muat tergantung pada
tuntutan keamanan atau pemisahan muatan. Jumlah minimum sekat ruang
muat termasuk sekat tubrukan, Stern tube bulkhead, sekat depan kamar mesin
untuk
- Panjang kapal 65 meter diperlukan 3 sekat (tidak diperlukan tambahan sekat
di Ruang muat)
- Panjang kapal 85 meter diperlukan 4 sekat (satu tambahan sekat pada ruang
muat) selanjutnay untuk setiap penambahan panjang 20 meter diperlukan
tambahan sekat 1 (satu) buah

10
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Double Bottom, Untuk kapal dengan panjang tidak lebih dari 50 meter
tidak disyaratkan adanya Double bottom, untuk kapal yang besar klasifikasi
mensyaratkan double bottom mulai dari sekat tubrukan hingga sekat tabung
buritan (stern tube bulkhead) , tinggi Double bottom adalah h= 0,35 + 0,045 B,
untuk alasan praktis dimana orang bisa bekerja didalamya, tinggi double
bottom paling tidak adalah 0,75 meter. Pada kamar mesin, tinggi double
bottom disesuaikan dengan dengan kebutuhan tinggi fondasi mesin, pada
umumnya lebih tinggi dibanding double bottom yang ada di ruang muat.
Penggunaan Double Bottom, Ruang double bottom bisa digunakan
untuk air tawar, ballast, bahan bakar dan waste oli tetapi tidak untuk air
minum, Minyak pelumas hanya dapat disimpan di double bottom bila kapal
memiliki separator (purifier) untuk menghindari kontaminasi air laut dan atau
kotoran lainnya. Semua tangki ballast harus bersih, tidak bisa digunakan untuk
untuk bahan bakar atau minyak pelumas, antara tangki minyak dan tangki air
harus dipisahkan oleh koferdam untuk menghidari kontaminasi akibat
kebocoran, Peak tanks (tangki ujung) depan dan belakang hanya digunakan
sebagai tangki ballast dan tangki trim.

11
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

II.4. Blok Akomodasi


Pada saat kita mendesain blok akomodasi kapal cargo hal utama yang
harus diperhatikan adalah jumlah geladak dimana blok akomodasi berada,
pertimbangannya adalah adanya visibilitas dari wheelhouse ke forecastle deck
dan atau melampaui hambatan maximum visibilitas yang diakibatkan oleh
kontainer.
1. Cabin ( Ruang Tidur )
Cabin harus diletakkan di atas garis air muat di tengah / di belakang
kapal. Direncakan ruang tidur :
- Semua kabin ABK terletak pada dinding luar sehingga mendapat cahaya
matahari.
- Bridge deck terdapat ruang tidur Captain dan Radio Operator.
- Boat deck terdapat ruang tidur Chief Officer, Chief Engineer.
- Poop deck terdapat ruang tidur Second Officer, Second Engineer dan
Electrician dan Quarter Master.
- Main deck terdapat ruang tidur Chief Cook, Assistant Cook, Oiler,
Fireman, Boatswain, Seaman, Steward dan Boys.
- Tidak boleh ada hubungan langsung ( opening ) di dalam ruang tidur
dari ruang muat, ruang mesin, dapur, ruang cuci umum, WC, paint
room dan dry room ( ruang pengering ).
- Luas lantai untuk ruangan tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 untuk
kapal di atas 3000 BRT.
- Tinggi ruangan dalam keadaan bebas minimum 190 m.

12
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Perabot dalam ruang tidur :


a) Ruang tidur kapten
- Tempat tidur single bad, lemari pakaian, sofa, meja tulis dengan kursi
putar,
- TV, kamar mandi, bathtub, shower, wash basin dan WC.
b) Ruang tidur perwira
- Tempat tidur single bad, lemari pakaian, sofa, meja tulis dengan kursi
putar,
- kamar mandi, shower, wash basin dan WC.
c) Ruang tidur Bintara
- Tempat tidur minimal single bad untuk satu orang, maksimal tempat
tidur susun untuk dua orang, lemari pakaian, meja tulis dengan kursi
putar.

2. Ruang Makan ( Mess Room )


- Harus cukup menampung seluruh ABK.
- Untuk kapal yang lebih dari 1000 BRT harus tersedia ruang makan yang
terpisah untuk perwira dan bintara.
- Letak ruang makan sebaiknya dekat dengan pantry dan galley ( dapur )

3. Sanitary Accomodation
- Jumlah WC minimum untuk kapal lebih dari 3000 BRT adalah 6 buah.
- Untuk kapal dengan radio operator terpisah maka harus tersedia fasilitas
sanitary di tempat itu.
- Toilet dan shower untuk deck departement, catering departement harus
disediakan terpisah.
- Fasilitas sanitari minimum:
1 Bath tub atau shower untuk 8 orang atau kurang.
1 WC untuk 8 orang atau kurang.
1 Wash basin untuk 6 orang atau kurang.

13
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

4. Dry Provision and Cold Storage Room


- Dry Provision Room
Dry provision berfungsi untuk menyimpan bahan bentuk curah
yang tidak memerlukan pendinginan dan harus dekat dengan galley dan
pantry.
- Cold Storage Room
1. Untuk bahan yang memerlukan pendinginan agar bahan-bahan
tersebut tetap segar dan baik selama pelayaran.
2. Temperatur ruang pendingin dijaga terus dengan ketentuan
3. Untuk meyimpan daging suhu maksimum adalah -22 ᵒC.
4. Untuk menyimpan sayuran suhu maksimum adalah -12 ᵒC.
5. Luas provision store yang dibutuhkan untuk satu orang ABK adalah
( 0,8 s/d 1 ) m2.

5. Dapur ( Galley )
- Letaknya berdekatan dengan ruang makan, cold dan dry store.
- Luas lantai 0,5 m2 / ABK.
- Harus dilengkapi dengan exhaust fan dan ventilasi untuk menghisap
debu dan asap.
- Harus terhindar dari asap dan debu serta tidak ada opening antara galley
dengan sleeping room.

6. Ruang Navigasi ( Navigation Room )


Ruang Kemudi ( Wheel House ) :
- Terletak pada deck yang paling tinggi sehingga pandangan ke depan
dan ke samping tidak terhalang ( visibility 360ᵒ ).
- Flying wheel house lebarnya dilebihkan 0,5 meter dari lebar kapal,
untuk mempermudah waktu berlabuh.
- Jenis pintu samping dari wheel house merupakan pintu geser.

14
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

7. Battery Room
Adalah tempat untuk menyimpan Emergency Sourse of Electrical
Power (ESEP)
- Terletak di tempat yang jauh dari pusat kegiatan karena suara bising
akan mengganggu.
- Harus mampu mensupply kebutuhan listrik minimal 3 jam pada saat
darurat.
- Instalasi ini masih bekerja jika kapal miring sampai 22,5 atau kapal
mengalami trim 10ᵒ

15
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB III
PENYAJIAN DATA
III.1. Ukuran Pokok Kapal (Main Dimention)
o Type Kapal = General Cargo
o Length Between Perpendicular (LBP) = 89,50 meter
o Breath (B) = 16,20 meter
o Defth (H) = 7,20 meter
o Draught ( T) = 5,96 meter
o Speed (Vs) = 12,30 knot
o Cb = 0.70
o Cm = 0,986
o Cwl = 0,80
o Cph = 0,71
o Cpv = 0,88
o Displacement = 6.505,537 ton
o Volume Kapal = 6.299,62 m³
o BHP = 2286,317 HP
= 1704,906 KW

16
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB IV
ANALISA PERENCANAAN GENERAL ARRANGEMENT

IV.1. Penentuan Daya Mesin


A. Rumus Tahanan (Metode Holtrop)
Estimasi perhitungan daya mesin diperoleh dari perhitungan
sebelumnya dari mata kuliah “Tahanan Kapal” yang menggunakan metode
Holtrop, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
o Menghitung Froude Number ( Fn )
Vs
Fn =
g.Lwl

6,327
=
9,8 x93,08
= 0,2094

o Menghitung Luas Bidang Basah (S)


S = L (2T + B) √CM (0,453 + 0,4425 CB
+ (-0,2862) CM - 0,003467 B/T
+ 0,3696 CWP) + 2,38 (ABT / CB)
= 93,08 (2 x 5,96 + 16,20) x √0,986 (0,453 + 0,4425 x 0,70
+ (-0,2862) 0,986 - 0,003467 x 2,718120805
+ 0,3696 x 0,80) + 2,38 x (12,37604/ 0,70)
= 2035,043457 m2

o Menghitung Tahanan Gesek ( Rf )


RF = CF× 0,5 × ρ × S × VS2
= 0,0016734894 x 0,5 x 1,025 x 2035,043457 x 6,327122
= 69,87 kN

17
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Menghitung Tahanan Tambahan ( RAPP )


RAPP = 0,5 × ρ × VS2 × SAPP(1 + k2)eq × CF
= 0,5 x 1,025 x 6,327122 x 203,5043457 x 2,475 x 0,001673
= 17,29 KN

o Menghitung Tahanan Ombak ( RW )


{m1 / Fn 0 , 9 )  ( m2 cos( / Fn 2 )
Rw = C1.C2.C5...g.e
= 120302,8284 x e (-2,2084/( 0,2094 )0,9
+ (- 0,0874 cos(0.85428/ 0,2094 2))
= 13,58 KN

o Menghitung Tahanan Bulbous Bow ( RB )


RB = 0,11 exp(-3PB-2) Fni3ABT1,5 ρɡ/(1 + Fni2)
= 0,11 exp (-3 x(2,8743)-2) (1,3698)3 x ( 12.37604m2 )1,5
x 1,025 m/s2 x 9,8 m/s / (1+(1,3698)2)
= 29,90 KN

o Menghitung Tahanan Transom ( RTR )


RTR = 0,5ρV2ATc6
= 0,5 x 1,025 kg/m3 x (6,32712 m/s)2 x 4,674 m2 x 0,0572
= 5,48 KN

o Menghitung Tahanan Angin ( RA )


RA = 1/2ρV2SCA
= ½ 1,3 ton/m3 x (6,3271m/s)2 . 2035,043457 (263,3985)
= 3,66 KN

18
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Menghitung Tahanan Total ( RT )


RT = RF(1 + k1) + RAPP + RW + RB + RTR + RA
= 69.87 KN (1 + 1,173571272) + 17,29 KN + 9,94 KN
+ 29,90 KN + 5,76 KN + 3,66 KN
= 133,08 KN

o Menghitung Daya Efektif ( EHP )


Harvald 5.5.27, Tahanan dan Propulsi Kapal, hal 135
PE = R T × V S
= 133,082376 KN x 6,32712 m/s
= 842,0281627 KW
= 842,0281627 x 1.341021859 Hp
= 1129,178172 Hp

o Menghitung Wake Friction (w)


Pada perencanaan ini digunakan single screw propeller sehingga nilai
w = 0,5 Cb – 0,05
= 0,5 x 0,70 – 0,05
= 0,3

o Menghitung Thrust Deduction Factor (t)


(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Persamaan 47 Hal159)
Nilai t dapat dicari dari nilai w yang telah diketahui
t = k x w , nilai k antara 0,7 – 0,9 (untuk kemudi streamline biasa)
= 0,7 x 0,30
= 0,21

19
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Menghitung Efisiensi Propulsif


a. Efisiensi Relatif Rotatif (ηrr)
(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Hal 152)
Harga ηrr untuk kapal dengan propeller single screw berkisar 1.02 –
1.05. Pada perencanaan propeller dan tabung poros propeller ini
diambil harga ηrr sebesar 1,02.

b. Efisiensi Propulsi (ηp)


(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Hal 152)
Nilainya antara 50 – 70 % dan di dalam perencanaan ini diambil
60% = 0,60.

c. Efisiensi Lambung (ηH)


(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Tabel 5 Hal 160)
(ηH) = ( 1-t ) / ( 1-w )
= ( 1 – 0,21 ) / ( 1 – 0,3)
= 1,128

d. Coeficient Propulsif (pc)


(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Hal 152)
(pc) = ηrr x ηp x ηH
= 1,02 x 0,6 x 1,129
= 0,690

20
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Menghitung Daya Pada Tabung Poros Buritan Baling-baling (DHP)


(Edwar V. Lewis. Principles of Naval Architecture. Hal 120)
Daya pada tabung poros baling-baling dihitung dari perbandingan antara
daya efektif dengan koefisien propulsif, yaitu :
DHP = EHP / pc
= 842,0281627 kW / 0,690
= 1219,11912 kW
= 1634,86539 Hp

o Menghitung Daya Pada Poros Baling-baling (SHP)


Untuk kapal dengan kamar mesin terletak dibagian belakang akan
mengalami losses sebesar 2 % , sedangkan pada kapal yang kamar
mesinnya terletak pada bagian midship mengalami losses sebesar 3 %.
Pada perencanaan ini kamar mesin terletak pada bagian belakang sehingga
mengalami losses atau efisiensi transmisi poros (ηsηb) sebesar 0,98.
SHP = DHP / ηsηb ηsηb = (100-2) % = 0,98
= 1219,11912 kW / 0,98
= 1243,99911 kW
= 1668,2028 Hp

o Menghitung Daya Penggerak Utama yang Diperlukan


(Surjo Widodo Adjie, Daya motor yang diinstal,Engine Propeller
Matching)
a. BHPscr
Adanya pengaruh efisiensi roda sistem gigi transmisi (ηG), pada
perencanaan ini memakai sistem roda gigi reduksi tunggal atau single
reduction gears dengan losses 2 % untuk arah maju sehingga ηG = 0,98.
BHPscr = SHP / ηG
= 1243,99911 kW / 0,98
= 1269,38684 kW
= 1702,275 HP
21
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b. BHPmcr
Daya keluaran pada kondisi maksimum dari motor induk, dimana besarnya
daya BHPscr.
BHPmcr = BHPscr / 0,85
= 1269,38684 kW / 0,85
= 1493,39629 kW
= 2002,677 HP

o Data Mesin Utama


Dari perhitungan daya mesin, kita dapat menentukan mesin yang
akan digunakan pada kapal yang telah dirancang. Adapun data mesin
yang sesuai dengan penentuan daya diatas yaitu :
» Merek Mesin = CATERPILLAR 9 M 20 C
» Daya Mesin = 1530 KW
= 2051,7634 HP
» Bore = 200 mm
» Stroke = 300 mm
» Berat Mesin = 26 ton
» Speed = 1000 rpm
» Lenght = 7125 mm
» Width = 1816 mm
» Height = 3389 mm

22
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Data Mesin Bantu


Dari buku Ship Design and Efficiency, asumsi untuk mencari daya
mesin bantu :
W.mb = 10 ~ 15% Daya mesin utama
= 15% Daya mesin utama
= 229,5 KW

Dari yanmar.marine.eu didapat spesifikasi mesin seperti berikut


» Merek Mesin = YANMAR 6NY16L-DW
» Daya Mesin = 245 KW
= 328,55 HP
» Bore = 160 mm
» Stroke = 100 mm
» Berat Mesin = 2880 Kg
» Speed = 1000 rpm
» Lenght = 3097 mm

23
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.2. Perhitungan Jumlah dan Jabatan Crew


Dalam penentuan jumlah crew yang dibutuhkan oleh kapal
rancangan, digunakan rumus yang diberikan oleh SNAME dalam buku
"Ship Design and Construction" hal. 58 tahun 1997 sbb.
Nc =
di mana :
Cst = Coefficient Steward department / (1,20-1,33) = 1,33
Cdeck = Coefficient deck department / (11,5-14,55) = 14,55
Cn = Cubic Number / (L*B*T)/1000 = 8,987 m3
Ceng = Coefficient engine department / (2-3) =3
Cadet = (1-3) orang =3 Orang
Bhp = 1530 kW
Nc = 17,1579127 Orang
= 18 Orang

Menurut keputusan menteri perhubungan Nomor: KM 70 tahun 1998 Bab V


Pasal 13, Poin B
Persyaratan minimal jumlah jabatan,sertifikat kepelautan dan jumlah awak
kapal bagian deck dan pelayanan dikapal niaga untuk daerah pelayaran kawasan
Indonesia ditentukan sebagai berikut. Untuk kapal tonase kotor GT 3000 s.d
kurang dari 10000, jumlah awak kapal 12 orang. Berdasarkan rumus Nc :
1. Nahkoda 1 orang
2. Muallim I 1 orang
3. Muallim II 1 orang
4. Muallim III 1 orang
5. Operator Radio 1 orang
6. Serang 1 orang
7. Juru Mudi 3 orang
8. Koki dan Pelayan 2 orang
9. Kelasi 1 orang
Jumlah 12 orang

24
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Pasal 14, Poin B


persyaratan minimal jumlah jabatan,sertifikat kepelautan dan jumlah awak
kapal bagian mesin dikapal niaga untuk daerah pelayaran kawasan Indonesia
ditentukan sebagai berikut untuk kapal dengan tenaga penggerak 3000 s.d 7500
kW, maka jumlah awak kapal 8 (delapan) orang, dengan jumlah jabatan dan
sertifikat sebagai berikut :
1. KKM 1 Orang
2. Masinis I 1 Orang
3. Masini II 1 Orang
4. Mandor Mesin 1 Orang
5. Juru Minyak 3 Orang
6. Wiper 1 Orang
Jumlah 8 Orang

Jadi jumlah total awak kapal dapat dirincikan sebagai berikut :


1. Nahkoda 1 Orang
2. Muallim I 1 Orang
3. Muallim II 1 Orang
4. Muallim III 1 Orang
5. Operator Radio 1 Orang
6. Serang 1 Orang
7. Juru Mudi 2 Orang
8. Koki dan Pelayan 2 Orang
9. KKM 1 Orang
10. Masinis I 1 Orang
11. Masinis II 1 Orang
12. Mandor Mesin 1 Orang
13. Juru Minyak 2 Orang
14. Kelasi 2 Orang
Jumlah 18 Orang

25
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Perincian Tugas dan Pengawakan Kapal Niaga :


Berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan,Pasal 15 bagian (d) nomor:
KM 70 tahun 1998
No Posisi Jumlah Fungsi
1. Nahkoda 1 Orang Nahkoda adalah salah seorang dari awak
kapal yang menjadi pimpinan umum di
atas kapal yang mempunyai wewenang
dan tanggung jawab tertentu sesuai
dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
2 Muallim I 1 Orang Muallim I adalah perwira kapal bagian
deck yang jabatannya setingkat lebih
rendah dari Nahkoda kapal dan yang
menggantikan tugas Nahkoda kapal jika
Nahkoda kapal tidak mamp untuk
melaksanakan tugasnya.
3 Muallim II 1 Orang
4 Operator Radio 1 Orang Operator radio adalah perwira kapal yang
bertanggung jawab atas tugas jaga radio.
5 Serang 1 Orang
6 Juru Mudi 3 Orang Juru mudi (Able Bodied Seaman) adalah
tamtama bagian deck.
7 Koki & Pelayan 2 Orang Koki (juru masak kapal) adalah yang
mengurus perbekalan permakanan di atas
kapal .
8 Kelasi 1 Orang Kelasi adalah orang yang mengurus
kebersihan di kapal

26
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Beradasarkan keputusan Menteri Perhubungan,Pasal 16 bagian (d) nomor : KM


70 tahun 1998 Tentang Pengawakan Kapal Niaga : Untuk kapal dengan tenaga
penggerak 3000 KW s.d kurang dari 7500 KW, jumlah awak kapal 8 (delapan)
orang dengan rincian sbb :
No Posisi Jumlah Fungsi
1. Kepala Kamar 1 Orang Nahkoda adalah salah seorang dari awak
Mesin kapal yang menjadi pimpinan umum di
atas kapal yang mempunyai wewenang
dan tanggung jawab tertentu sesuai
dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
2 Masinis I 1 Orang Masinis I adalah perwira kapal bagian
mesin yang jabatannya setingkat lebih
rendah dari Kepala Kamar Mesin dan
yang akan mengganti tugas dari KKM
bilamana KKM tidak mampu untuk
melaksanakan tugasnya.
3 Masinis II 1 Orang Masinis II adalah perwira kapal bagian
mesin yang jabatannya setingkat lebih
rendah dari KKM dan Masinis I.
4 Mandor Mesin 1 Orang Mandor mesin adalah kepala kerja
bintara dan tamtama bagian mesin.
5 Juru Minyak 3 Orang Juru minyak (oiler) adalah tambahan
bagian mesin.

27
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.3. Perkiraan Berat Kapal Kosong (LWT)


1. Berat Baja
Dalam buku "Ship Design for Efficiency and Economy" hal.209 :
Wst = Cb2/3 x (( L x B ) / 6 ) x H0,72 x ( 0,002 x ( L / H )2 + 1 )
= 1032,996 Ton

Dalam buku "Ship Basic Design",hal.14 :


Wst = 36 x L1,6 x ( B + H ) / 103
= 1117,983 Ton
Dalam "Ship Basic Design by Matsui Engineering & Ship Building Lo LTD"
hal.14, terdapat beberapa persamaan untuk menghitung berat baja lambung :
Wh = Ch . L . ( B + D )
Dimana :
Ch = Coefficient Hull (0,4 ~ 0,48)
= 0,480
L = Panjang Kapal
= 89,50 m
B = Lebar kapal
= 16,20 m
D = Tinggi kapal
= 7,20 m
Jadi Wh = 1005,264 Ton
Dipilih Wst = 1117.983 Ton

2. Berat Perlengkapan dan Peralatan


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.76 :
Woa = C x ( L x B x H )2/3
dimana : C = 0,7 ~ 0,9 t/m2
= 0,9
maka Woa = 431,217 Ton
Dalam buku "Ship Design for Efficiency and Economy" hal.226 :
Woa = K x L x B
dimana :
K = 0,40 ~ 0,45 t/m2
= 0,4
maka Woa = 652,455 Ton

28
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

3. Berat Permesinan
3.1. Berat Main Engine
Dari perhitungan daya mesin diadapat BHP = 3150 Kw
Dari brosur mesin diperoleh data mesin utama sebagai berikut :
Merek : CATERPILLAR
Model : 9 M 20 C
Jml.Silinder : 9
Rpm : 1000
BHP : 2052 Hp
Bore : 200 Mm
Stroke : 300 Mm
Berat : 26000 Kg
Panjang : 7125 Mm

maka :
Wme = 26,000 Ton

3.2. Berat Tambahan Lainnya


(Termasuk mesin bantu, instalasi yang ada dikamar mesin )
Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.75 :
Wadd = 0,56 x ( MCR )0,7
dimana : MCR = Daya maximum main engine
= ( 1,15 ~ 1,2 ) x MCR
= 2462,116
MCR = BHP
= 2052 Hp

maka Wadd = 132,466 Ton

Sehingga Berat Total permesinan adalah :


Weng = Wme + Waux + Wremainder
= 164,266 Ton

Maka berat kapal kosong ( LWT ) adalah :

LWT = Wst + Woa + Weng


= 1934,664 Ton

29
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.4. Perkiraan Bobot Mati Kapal (DWT)


1. Berat bahan bakar
Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.10 :
Wfo = ( Pbme x bme + Pae x bae ) x ( S / Vserv ) x 10-6 x ( 1,3 ~ 1,5 )
dimana :
Pbme = Total power of main Engine in Kw
= 1530 KW
bme = konsumsi bahan bakar spesifik main engine
= 196 ~ 209 gr/kw ( untuk mesin 4 langkah )
= 187 gr/kw
Pae = Total power of auxiliary engine in Kw
= ( 10 ~ 25 )% x Pbme x Total of Aux.Engine
= 15% (with 2 aux engine)
= 490,000 KW
bae = konsumsi bahan bakar spesifik untuk mesin bantu
= 205 - 211 gr/kw ( untuk mesin 4 langkah )
= 209 gr/kw
Vs = kecepatan kapal
= 12,30 Knot
S= sea trial
= 611 Seamils
maka :
Wfo = 28,803 Ton
Wfo = 33,124 Ton (penambahan sebesar 20 %)

2. Berat minyak pelumas


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.12 :
Wlub = Pbme x bme x S/Vserv x 10-6 + add
dimana :
bme = 1,2 ~ 1,6 gr/kwh minyak pelumas untuk mesin 4 tak
= 1,6 gr/kwh
add = penambahan sebesar 10% sebagai pertimbangan faktor keamanan
= 10%
maka :
Wlub = 0,122 Ton
Wlub = 0,134 Ton ( with add = 10% )

30
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

3. Berat air tawar


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.12 :
~. Kebutuhan air minum = 20 kg/orang//hari
~. Kebutuhan untuk mck = 200 kg/orang//hari
~. Kebutuhan utk air pendingin = 0,14 kg/kwh
~. Jumlah crew + penumpang = 18 Orang

~. Lama pelayaran ( T = S / V ) = 50 jam


~. Waktu bongkar muat = 24 jam ( Diambil waktu yg terlama)
~. Estimasi Waktu tambahan = 6 jam (1/4 hari)
+
~. Total hari berlayar = 3 hari / 2 Hari (Tanpa BongkarMuat)

3.1. Berat Air Tawar


Wfwd = 0,720 Ton

3.2. Berat Air mck


Wmck = 11,951 Ton

3.3. Berat Air pendingin


Wfwo = 0,14 x Pbme x S/Vserv x 10-3 + add
add = 10%
Wfwo = 11,704 Ton

maka Wfw = 24,376 Ton

4. Berat Crew
Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.13 :
~.Rata-rata berat crew per orang adl = 75 kg/orang
~.Jumlah crew = 18 Orang
maka :
Wcrew = 1,35 Ton

31
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

5. Berat Provision dan bawaan


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.13 :
~. Barat provision 3 ~ 5 kg/orang/hari
=
= 5 kg/orang/hari
Wpv = 0,299 Ton
~. Berat bawaan = 5 kg/orang
Wbw = 0,090 Ton
maka :
Wpb = 0,389 Ton

6. Berat Diesel Oil


Dalam buku "Ship Design and Ship Theory"oleh H.Phoels, hal.12 :
Wdo = ( 0,1 ~ 0,2 ) x Wfo
= 0,2 x Wfo
= 5,761 Ton
V= 6,194 m3

7. Berat Bahan Bakar Mesin Bantu


Wfb=(0.1-0.2)*Wfo
Wfb= 0,2 * 28,803 ton Vfb= 5,3058958 m3
Wfb= 5,760686829
Maka total berat komponen Suply adalah :
Suply = Wfo + Wlub + Wfw + Wcrew + Wpb + Wdo + Wfb
= 70,893 Ton

Jadi berat bersih kapal adalah :


payload = DWT - Supply
payload = 4476,71 Ton

32
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.5. Kontrol Ruang Muat


1. Luas penampang tengah kapal
Am = B x T x Cm
= 95,200 m2

2. Jarak gading normal (BKI Vol.II 1996 Section 9 page.9-1)


ao = ( Lbp/500 ) + 0,48
= 0,659 m
untuk gading didepan sekat haluan dan buritan tidak boleh lebih dari 0,7 m

3. Jarak sekat ceruk haluan dari FP

BKI Vol.II 1996 Section 11 page.11-1


Untuk Kapal Cargo dengan panjang kurang dari 200 m ( L<200 m)
menggunakan/sekat ceruk
haluan tidak boleh kurang dari 0,05 panjang kapal dari Forepeak.
Sh = ( 5 ~ 8 )% x Lbp
= 8% x Lbp
= 7,160 m

4. Jarak ceruk buritan dari Afterpeak


Letak Sekat Ceruk Buritan minimal tiga kali jarak gading normal diukur
dari AP

Sb = ( 3 ~ 5 ) x ao
= 5 x ao
= 3,2950 m

5. Panjang Kamar mesin


Lkm = ( 17 ~ 22 )% x Lbp
= 17% x Lbp
= 15,215 m

33
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

6. Tinggi double bottom


Dlm buku BKI Vol.II 1996 sec.8 page 8-3
Hdb = 350 + ( 45 x B )
= 1079,000 mm
= 1,079 m
hdbm = ( 1 ~ 1,5 ) Hdb
= 1618,500 mm
= 1,619 m

7. Panjang ruang muat


Lrm = Lbp - ( Sh +
Sb + Lkm )
= 63,830 m

8. Luas ruang muat pada midship


Arm = B x H x Cm
= 115,007 m2

9. Luas double bottom pada midship


Adbm = B x Hdb x Cm
= 17,235 m2

10. Volume ruang muat


Vrm = Lrm x B x Dc x ( Cb x 0,85 x H )
dimana :
H + ( 0,5 x chamber ) + ( 1/6 x ( Sheer Ap +
Dc = Sheer Fp )) - Hdb
H + ( 0,5 x ( 1/50 x B )) + (1/6 x ((25 x (
Lbp/3 ) + 10 ) + ( 50 x ( Lbp/3 ) + 10 ))) -
= Hdb
= 6,659

( Cb x 0,85 x H ) = Cb + (( 0,85 x ( H-T )) / ( 10-T ))


= 0,961
maka :
Vrm = 6617 m3

34
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.6. Perhitungan Volume Muatan


Dengan memperhatikan faktor - faktor yang mempengaruhi ruang muat
maka ditentukan Vrm = 6430,863 m3 (Didapatkan dari perhitungan
metode simpson di bawah ini)

Ordinat Water Line 0

no gading ord fs hk
1 30 4,7562 1 4,756
2 31 4,9064 4 19,626
3 32 5,0567 2 10,113
4 33 5,2069 4 20,828
5 34 5,3554 2 10,711
6 35 5,4655 4 21,862
7 36 5,5656 2 5,5656
8 37 5,6569 4 5,657
9 38 5,7405 2 11,481
10 39 5,8176 4 23,270
11 40 5,8894 2 11,779
12 41 5,957 4 23,828
13 42 6,0208 2 6,0208
14 43 6,0803 4 6,0803
15 44 6,1348 2 6,1348
16 45 6,183 4 6,1834
17 46 6,226 2 12,451
18 47 6,261 4 25,042
19 48 6,288 2 12,575
20 49 6,361 4 25,444
21 50 6,320 2 12,639
22 51 6,327 4 25,309
23 52 6,331 2 12,662
24 53 6,331 4 25,326
25 54 6,331 2 12,661
26 55 6,330 4 25,320
27 56 6,330 2 12,660
28 57 6,330 4 25,320
29 58 6,330 2 12,660

35
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

30 59 6,330 4 25,320
31 60 6,330 2 12,660
32 61 6,330 4 25,320
33 62 6,330 2 12,660
34 63 6,330 4 25,320
35 64 6,330 2 12,660
36 65 6,330 4 25,320
37 66 6,330 2 12,660
38 67 6,330 4 25,320
39 68 6,330 2 12,660
40 69 6,330 4 25,320
41 70 6,330 2 12,660
42 71 6,330 4 25,320
43 72 6,330 2 12,660
44 73 6,330 4 25,320
45 74 6,330 2 12,660
46 75 6,330 4 25,320
47 76 6,330 2 12,660
48 77 6,330 4 25,320
49 78 6,330 2 12,660
50 79 6,330 4 25,320
51 80 6,330 2 12,660
52 81 6,330 4 25,320
53 82 6,330 2 12,660
54 83 6,330 4 25,318
55 84 6,329 2 12,658
56 85 6,328 4 25,312
57 86 6,326 2 12,653
58 87 6,324 4 25,296
59 88 6,321 2 12,642
60 89 6,317 4 25,267
61 90 6,310 2 12,620
62 91 6,299 4 25,196
63 92 6,282 2 12,564
64 93 6,257 4 25,026
65 94 6,221 2 12,442
66 95 6,174 4 24,695
67 96 6,113 2 12,225
68 97 6,037 4 24,147

36
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

69 98 5,945 2 11,891
70 99 5,838 4 23,350
71 100 5,712 2 11,425
72 101 5,569 4 22,276
73 102 5,406 2 10,811
74 103 5,223 4 20,892
75 104 5,025 2 10,049
76 105 4,815 4 19,260
77 106 4,599 2 9,197
78 107 4,381 4 17,522
79 108 4,166 2 8,331
80 109 3,968 4 15,872
81 110 3,791 2 7,583
82 111 3,615 4 14,458
83 112 3,438 2 6,876
84 113 3,261 4 13,045
85 114 3,085 2 6,169
86 115 2,908 4 11,631
87 116 2,743 2 5,486
88 117 2,590 4 10,362
89 118 2,4407 2 4,8814
90 119 2,2935 4 9,174
91 120 2,1484 2 4,2968
92 121 2,0049 4 8,0196
93 122 1,8627 2 3,7254
94 123 1,7213 4 6,8852
95 124 1,5806 2 3,1612
96 125 1,4408 4 5,7632
97 126 1,3021 2 2,6042
98 127 1,1644 4 4,6576
99 128 1,028 2 2,056
100 129 0,8929 4 3,5716
101 130 0,7619 1 0,7619
1493,829
Luas Tangki = 2/3 x l x s 677,2026

37
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Ordinat 1/2 HDB

no gading ord fs hk
1 30 5,7078 1 5,708
2 31 5,8622 4 23,449
3 32 6,0078 2 12,016
4 33 6,1445 4 24,578
5 34 6,2721 2 12,544
6 35 6,3909 4 25,564
7 36 6,5021 2 6,5021
8 37 6,6069 4 6,6069
9 38 6,7068 2 13,414
10 39 6,803 4 27,212
11 40 6,8968 2 13,794
12 41 6,9895 4 27,958
13 42 7,0814 2 7,0814
14 43 7,1705 4 7,1705
15 44 7,2548 2 7,2548
16 45 7,332 4 7,3324
17 46 7,401 2 14,802
18 47 7,459 4 29,836
19 48 7,504 2 15,008
20 49 7,536 4 30,145
21 50 7,558 2 15,116
22 51 7,570 4 30,282
23 52 7,576 2 15,153
24 53 7,578 4 30,311
25 54 7,576 2 15,153
26 55 7,576 4 30,302
27 56 7,576 2 15,151
28 57 7,576 4 30,302
29 58 7,576 2 15,151
30 59 7,576 4 30,302
31 60 7,576 2 15,151
32 61 7,576 4 30,302
33 62 7,576 2 15,151
34 63 7,576 4 30,302
35 64 7,576 2 15,151

38
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

36 65 7,576 4 30,302
37 66 7,576 2 15,151
38 67 7,576 4 30,302
39 68 7,576 2 15,151
40 69 7,576 4 30,302
41 70 7,576 2 15,151
42 71 7,576 4 30,302
43 72 7,576 2 15,151
44 73 7,576 4 30,302
45 74 7,576 2 15,151
46 75 7,576 4 30,302
47 76 7,576 2 15,151
48 77 7,576 4 30,302
49 78 7,576 2 15,151
50 79 7,576 4 30,302
51 80 7,576 2 15,151
52 81 7,576 4 30,302
53 82 7,567 2 15,133
54 83 7,548 4 30,191
55 84 7,526 2 15,052
56 85 7,500 4 30,001
57 86 7,468 2 14,936
58 87 7,427 4 29,710
59 88 7,377 2 14,754
60 89 7,315 4 29,258
61 90 7,241 2 14,481
62 91 7,156 4 28,622
63 92 7,061 2 14,121
64 93 6,956 4 27,826
65 94 6,844 2 13,688
66 95 6,724 4 26,896
67 96 6,598 2 13,195
68 97 6,464 4 25,857
69 98 6,324 2 12,648
70 99 6,175 4 24,702
71 100 6,019 2 12,038
72 101 6,854 4 27,415
73 102 5,679 2 11,358
74 103 5,496 4 21,982

39
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

75 104 5,305 2 10,609


76 105 5,109 4 20,435
77 106 4,910 2 9,819
78 107 4,710 4 18,840
79 108 4,517 2 9,033
80 109 4,317 4 17,268
81 110 4,127 2 8,254
82 111 3,942 4 15,766
83 112 3,759 2 7,519
84 113 3,580 4 14,321
85 114 3,403 2 6,807
86 115 3,228 4 12,912
87 116 3,054 2 6,108
88 117 2,882 4 11,526
89 118 2,7122 2 5,4244
90 119 2,5476 4 10,1904
91 120 2,3892 2 4,7784
92 121 2,2384 4 8,9536
93 122 2,0966 2 4,1932
94 123 1,9651 4 7,8604
95 124 1,8427 2 3,6854
96 125 1,7271 4 6,9084
97 126 1,6162 2 3,2324
98 127 1,5078 4 6,0312
99 128 1,3998 2 2,7996
100 129 1,2902 4 5,1608
101 130 1,1771 1 1,1771
1738,665
Luas Tangki = 2/3 x l x s 788,1946

40
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Ordinat HDB

no gading ORD fs hk
1 30 6,2237 1 6,224
2 31 6,362 4 25,448
3 32 6,4938 2 12,988
4 33 6,62 4 26,480
5 34 6,7412 2 13,482
6 35 6,8581 4 27,432
7 36 6,9709 2 6,9709
8 37 7,0795 4 7,0795
9 38 7,1839 2 14,368
10 39 7,2842 4 29,137
11 40 7,3803 2 14,761
12 41 7,4723 4 29,889
13 42 7,5598 2 7,5598
14 43 7,6419 4 7,6419
15 44 7,7174 2 7,7174
16 45 7,785 4 7,7853
17 46 7,845 2 15,689
18 47 7,894 4 31,577
19 48 7,933 2 15,866
20 49 7,961 4 31,846
21 50 7,981 2 15,962
22 51 7,993 4 31,974
23 52 8,003 2 16,006
24 53 8,004 4 32,018
25 54 8,004 2 16,009
26 55 8,004 4 32,018
27 56 8,004 2 16,009
28 57 8,004 4 32,018
29 58 8,004 2 16,009
30 59 8,004 4 32,018
31 60 8,004 2 16,009
32 61 8,004 4 32,018
33 62 8,004 2 16,009
34 63 8,004 4 32,018

41
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

35 64 8,004 2 16,009
36 65 8,004 4 32,018
37 66 8,004 2 16,009
38 67 8,004 4 32,018
39 68 8,004 2 16,009
40 69 8,004 4 32,018
41 70 8,004 2 16,009
42 71 8,004 4 32,018
43 72 8,004 2 16,009
44 73 8,004 4 32,018
45 74 8,004 2 16,009
46 75 8,004 4 32,018
47 76 8,004 2 16,009
48 77 8,004 4 32,018
49 78 8,004 2 16,009
50 79 8,004 4 32,018
51 80 8,004 2 16,009
52 81 8,004 4 32,018
53 82 7,997 2 15,994
54 83 7,982 4 31,927
55 84 7,963 2 15,927
56 85 7,940 4 31,759
57 86 7,909 2 15,818
58 87 7,869 4 31,474
59 88 7,817 2 15,634
60 89 7,752 4 31,007
61 90 7,673 2 15,346
62 91 7,581 4 30,323
63 92 7,476 2 14,952
64 93 7,360 4 29,439
65 94 7,232 2 14,464
66 95 7,094 4 28,375
67 96 6,946 2 13,891
68 97 6,789 4 27,156
69 98 6,626 2 13,251
70 99 6,457 4 25,829
71 100 6,286 2 12,572
72 101 6,113 4 24,452
73 102 5,941 2 11,881

42
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

74 103 5,770 4 23,079


75 104 5,600 2 11,199
76 105 5,429 4 21,715
77 106 5,526 2 11,052
78 107 5,080 4 20,321
79 108 4,900 2 9,800
80 109 4,714 4 18,858
81 110 4,523 2 9,046
82 111 4,327 4 17,308
83 112 4,128 2 8,256
84 113 3,928 4 15,712
85 114 3,728 2 7,456
86 115 3,530 4 14,119
87 116 3,335 2 6,670
88 117 3,145 4 12,578
89 118 2,9607 2 5,9214
90 119 2,7844 4 11,1376
91 120 2,617 2 5,234
92 121 2,4599 4 9,8396
93 122 2,3144 2 4,6288
94 123 2,1814 4 8,7256
95 124 2,0599 2 4,1198
96 125 1,9476 4 7,7904
97 126 1,8427 2 3,6854
98 127 1,7429 4 6,9716
99 128 1,6464 2 3,2928
100 129 1,5512 4 6,2048
101 130 1,4557 1 1,4557
1845,914
Luas Tangki = 2/3 x l x s 836,8145

43
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Ordinat 1/2 h

no gading ORD fs hk
1 30 7,1539 1 7,1539
2 31 7,236 4 28,944
3 32 7,3112 2 14,6224
4 33 7,3807 4 29,5228
5 34 7,4456 2 14,8912
6 35 7,507 4 30,028
7 36 7,5652 2 15,1304
8 37 7,6203 4 30,4812
9 38 7,6752 2 15,3504
10 39 7,7221 4 30,8884
11 40 7,7691 2 15,5382
12 41 7,8139 4 31,2556
13 42 7,8563 2 15,7126
14 43 7,8961 4 31,5844
15 44 7,9328 2 15,8656
16 45 7,9661 4 31,8644
17 46 7,9956 2 15,9912
18 47 8,0209 4 32,0836
19 48 8,0417 2 16,0834
20 49 8,0582 4 32,2328
21 50 8,0709 2 16,1418
22 51 8,0768 4 32,3072
23 52 8,0833 2 16,1666
24 53 8,0902 4 32,3608
25 54 8,0974 2 16,1948
26 55 8,1000 4 32,4
27 56 8,1000 2 16,2
28 57 8,1000 4 32,4
29 58 8,1000 2 16,2
30 59 8,1000 4 32,4
31 60 8,1000 2 16,2
32 61 8,1000 4 32,4
33 62 8,1000 2 16,2
34 63 8,1000 4 32,4
35 64 8,1000 2 16,2

44
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

36 65 8,1000 4 32,4
37 66 8,1000 2 16,2
38 67 8,1000 4 32,4
39 68 8,1000 2 16,2
40 69 8,1000 4 32,4
41 70 8,1000 2 16,2
42 71 8,1000 4 32,4
43 72 8,1000 2 16,2
44 73 8,1000 4 32,4
45 74 8,1000 2 16,2
46 75 8,1000 4 32,4
47 76 8,1000 2 16,2
48 77 8,1000 4 32,4
49 78 8,1000 2 16,2
50 79 8,1000 4 32,4
51 80 8,1000 2 16,2
52 81 8,1000 4 32,4
53 82 8,0959 2 16,1918
54 83 8,0885 4 32,354
55 84 8,0796 2 16,1592
56 85 8,0672 4 32,2688
57 86 8,0505 2 16,101
58 87 8,0283 4 32,1132
59 88 7,9994 2 15,9988
60 89 7,9626 4 31,8504
61 90 7,9176 2 15,8352
62 91 7,8647 4 31,4588
63 92 7,8038 2 15,6076
64 93 7,7353 4 30,9412
65 94 7,6593 2 15,3186
66 95 7,576 4 30,304
67 96 7,4853 2 14,9706
68 97 7,3871 4 29,5484
69 98 7,281 2 14,562
70 99 7,1666 4 28,6664
71 100 7,0435 2 14,087
72 101 6,9112 4 27,6448
73 102 6,7694 2 13,5388
74 103 6,6179 4 26,4716

45
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

75 104 6,4576 2 12,9152


76 105 6,2897 4 25,1588
77 106 6,1152 2 12,2304
78 107 5,9353 4 23,7412
79 108 5,7513 2 11,5026
80 109 5,5641 4 22,2564
81 110 5,3746 2 10,7492
82 111 5,1828 4 20,7312
83 112 4,9885 2 9,977
84 113 4,7916 4 19,1664
85 114 4,5921 2 9,1842
86 115 4,3899 4 17,5596
87 116 4,1848 2 8,3696
88 117 3,9973 4 15,9892
89 118 3,7676 2 7,5352
90 119 3,5564 4 14,2256
91 120 3,3442 2 6,6884
92 121 3,1316 4 12,5264
93 122 2,919 2 5,838
94 123 2,7073 4 10,8292
95 124 2,5002 2 5,0004
96 125 2,3027 4 9,2108
97 126 2,1195 2 4,239
98 127 1,9554 4 7,8216
99 128 1,8148 2 3,6296
100 129 1,7021 4 6,8084
101 130 1,6197 1 1,6197
2050,091
Luas Tangki = 2/3 x l x s 929,3747

46
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Ordinat H

no gading ORD fs hk
1 30 7,6921 1 7,6921
2 31 7,7400 4 30,96
3 32 7,7897 2 15,5794
4 33 7,8328 4 31,3312
5 34 7,8717 2 15,7434
6 35 7,9065 4 31,626
7 36 7,9372 2 15,8744
8 37 7,9638 4 31,8552
9 38 7,9866 2 15,9732
10 39 8,0056 4 32,0224
11 40 8,0209 2 16,0418
12 41 8,0327 4 32,1308
13 42 8,0412 2 16,0824
14 43 8,0471 4 32,1884
15 44 8,0511 2 16,1022
16 45 8,0539 4 32,2156
17 46 8,0561 2 16,1122
18 47 8,0584 4 32,2336
19 48 8,0616 2 16,1232
20 49 8,0689 4 32,2756
21 50 8,0711 2 16,1422
22 51 8,0770 4 32,308
23 52 8,0835 2 16,167
24 53 8,0905 4 32,362
25 54 8,0977 2 16,1954
26 55 8,1000 4 32,4
27 56 8,1000 2 16,2
28 57 8,1000 4 32,4
29 58 8,1000 2 16,2
30 59 8,1000 4 32,4
31 60 8,1000 2 16,2
32 61 8,1000 4 32,4
33 62 8,1000 2 16,2
34 63 8,1000 4 32,4
35 64 8,1000 2 16,2

47
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

36 65 8,1000 4 32,4
37 66 8,1000 2 16,2
38 67 8,1000 4 32,4
39 68 8,1000 2 16,2
40 69 8,1000 4 32,4
41 70 8,1000 2 16,2
42 71 8,1000 4 32,4
43 72 8,1000 2 16,2
44 73 8,1000 4 32,4
45 74 8,1000 2 16,2
46 75 8,1000 4 32,4
47 76 8,1000 2 16,2
48 77 8,1000 4 32,4
49 78 8,1000 2 16,2
50 79 8,1000 4 32,4
51 80 8,1000 2 16,2
52 81 8,1000 4 32,4
53 82 8,0962 2 16,1924
54 83 8,0888 4 32,3552
55 84 8,0817 2 16,1634
56 85 8,0752 4 32,3008
57 86 8,0694 2 16,1388
58 87 8,0645 4 32,258
59 88 8,0608 2 16,1216
60 89 8,0583 4 32,2332
61 90 8,0563 2 16,1126
62 91 8,0532 4 32,2128
63 92 8,0477 2 16,0954
64 93 8,0383 4 32,1532
65 94 8,0237 2 16,0474
66 95 8,0023 4 32,0092
67 96 7,9732 2 15,9464
68 97 7,9366 4 31,7464
69 98 7,8934 2 15,7868
70 99 7,8444 4 31,3776
71 100 7,7905 2 15,581
72 101 7,7324 4 30,9296
73 102 7,6712 2 15,3424
74 103 7,6069 4 30,4276

48
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

75 104 7,5832 2 15,1664


76 105 7,4633 4 29,8532
77 106 7,3806 2 14,7612
78 107 7,2882 4 29,1528
79 108 7,1844 2 14,3688
80 109 7,0673 4 28,2692
81 110 6,9356 2 13,8712
82 111 6,7886 4 27,1544
83 112 6,6255 2 13,251
84 113 6,4456 4 25,7824
85 114 6,2479 2 12,4958
86 115 6,0315 4 24,126
87 116 5,7593 2 11,5186
88 117 5,5401 4 22,1604
89 118 5,2685 2 10,537
90 119 4,9833 4 19,9332
91 120 4,6876 2 9,3752
92 121 4,3847 4 17,5388
93 122 4,0780 2 8,156
94 123 3,7705 4 15,082
95 124 3,4637 2 6,9274
96 125 3,1581 4 12,6324
97 126 2,8541 2 5,7082
98 127 2,5522 4 10,2088
99 128 2,2527 2 4,5054
100 129 1,9501 4 7,8004
101 130 1,6630 1 1,663
2185,069
Luas Tangki = 2/3 x l x s 990,5645

49
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

ord fs hk
WL 0 677,20262 1 677,2026
1/2 HDB 788,19462 4 3152,778
HDB 836,81453 1 836,8145
SUM 4666,796
volumeTangki = 1/3 x l x s
volume hdb839,2454839,2454

ord fs hk
WL 0 677,2026 1 677,2026
1/2 H 929,3747 4 3717,499
H 990,5645 1 990,5645
SUM 5385,266
volumeTangki = 1/3 x l x s
volume 7270,109

VOLUME RUANG MUAT = 6430,863

50
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Payload = Berat muatan tiap berlayar = 4476,71 Ton

SEMEN (bags) = 4053,11 ton


= 0,9 m3/ton
= 3647,799 m3
MAKASSAR – AMBON BERAS (bags) = 423,60 Ton
= 2,85 m3/ton
= 1207,26 m3
Total Volume = 4855,059 m3

Muatan + space untuk jalan = Volume muatan + 10%


= 5340,566 (memenuhi)

PUPUK (bags) = 4186,71 ton


= 0,8 m3/ton
= 3349,36 m3
AMBON - MAKASSAR KOPI (bags) = 290 ton
= 1,7 m3/ton
= 493 m3
Total Volume = 3482,368 m3

Muatan+space untuk jalan = Volume muatan + 10%


= 4226,605 (memenuhi)

51
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.7. Perhitungan Waktu Bonkar Muat


* Waktu bongkar muat Pelabuhan Makassar
~ Payload = 4476,71 Ton
~ Berat Muatan
PUPUK = 4186,71 Ton
KOPI = 290 Ton

~ Kapasitas alat angkat


Jenis = Crane
Kapasitas = 30 Ton

~ Waktu bongkar muat = Kapasitas alat angkat / berat muatan


Untuk muatan PUPUK = 139,56 atau 140 kali angkut
Untuk muatan KOPI = 9,66 atau 10 kali angkut

~ Estimasi waktu dalam 1 kali angkut = 10 menit

maka Lama bongkar muat :


PUPUK = 1400 menit
KOPI = 100 menit
Total = 1500 menit atau 25 jam

52
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

* Waktu bongkar muat Pelabuhan AMBON


~ Payload = 4476,71 Ton
~ Berat Muatan
BERAS = 423,60 Ton
SEMEN = 4053,11 Ton

~ Kapasitas alat angkat


Jenis = Crane
Kapasitas = 30 Ton

~ Waktu bongkar muat = Kapasitas alat angkat / berat muatan


Untuk muatan BERAS = 14,12 atau 14 kali angkut
Untuk muatan SEMEN = 135,10 atau 135 kali angkut

~ Estimasi waktu dalam 1 kali angkut = 10 menit

maka Lama bongkar muat :


PUPUK = 140 menit
KOPI = 1350 menit
Total = 1490 menit atau 24,83 jam

53
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.8. Volume Tangki-Tangki


1. Tangki bahan bakar mesin utama (Fuel Oil Tank)
Kebutuhan bahan bakar dikapal yang akan digunakan sebagai
bahan bakar mesin utama yaitu sebanyak 33,124 ton . Dengan Spesifik
massa jenis bahan bakar adalah 0.95 m3/ton.Jadi volume rancang untuk
tangki bahan bakar mesin utama :

Perencanaan volume tangki :


V. rancang = berat bahan bakar/ spesifik massa jenis bahan bakar
= 34,867 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 38.354 m3

Perencanaan volume tangki :


a. Luas bagian atas (1 HDB)
Hasil
Gading Ordinat FS Kali
30 6,2237 1 6,224
31 6,362 4 25,448
32 6,4938 2 12,988
33 6,62 4 26,480
33,5 6,6811 1,5 10,022
34 6,7412 2 13,482
35 6,8581 0,5 3,429
∑= 98,072

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 43,086 m2

54
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HBD )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
30 5,7078 1 5,708
31 5,8622 4 23,449
32 6,0078 2 12,016
33 6,1445 4 24,578
33,5 6,2094 1,5 9,314
34 6,2721 2 12,544
35 6,3909 0,5 3,195
∑= 90,804

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 39,893 m2

c. Luas bagian dasar ( Bottom )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
30 6,2237 1 6,224
31 6,362 4 25,448
32 6,4938 2 12,988
33 6,62 4 26,480
33,5 6,6811 1,5 10,022
34 6,7412 2 13,482
35 6,8581 0,5 3,429
∑= 98,072

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 43,086 m2

55
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

d. Volume tangki
Hasil
Penampang Luas FS Kali
HDB 31,471 1 31,471
0.5 HDB 39,893 4 159,573
Bottom 43,086 1 43,086
∑= 234,130

Sehingga :
V =

= 42,104 m3

Koreksi perhitungan tangki bahan bakar


V. FOT = 42,104 m3
V. FOT > V. Rancangan ( memenuhi )

56
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2. Tangki bahan bakar mesin bantu (Diesel Oil Tank)


Kebutuhan diesel oil tank dikapal yang akan digunakan sebagai
bahan bakar untuk memicu dan menmatikan mesin utama yaitu sebanyak
5,761 ton . Dengan Spesifik massa jenis adalah 0.95 m3/ton. Jadi volume
rancang untuk tangki diesel oil adalah :

Perencanaan volume tangki :


V. rancang = berat bahan bakar/ spesifik massa jenis bahan bakar
= 6.064 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 6.670 m3

a. Luas bagian atas ( HDB )


Gading Ordinat FS Hasil Kali
36 6,9709 1 6,9709
36,5 7,0257 4 28,1028
37 7,0795 1 7,0795
∑= 42,153

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 9,260 m2

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HDB )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
36 6,5021 1 6,5021
36,5 6,5552 4 26,2208
37 6,6069 1 6,6069
∑ = 39,330

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 8,639 m2

57
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

c. Luas bagian dasar ( Bottom )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
36 5,5656 1 5,5656
36,5 5,6123 4 22,449
37 5,6569 1 5,657
∑= 33,672

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 7,397 m2

d. Volume tangki
Hasil
Penampang Luas FS Kali
HDB 9,260 1 9,260
0.5 HDB 8,639 4 34,558
BOTTOM 7,397 1 7,397
∑= 51,214

Sehingga :
V =

= 9,209 m3

Koreksi perhitungan tangki diesel oil


V. Wdo = 9,209 m3
V. Wdo> V. Diesel oil ( memenuhi )

58
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

3. Tangki minyak pelumas


Kebutuhan minyak pelumas dikapal yang akan digunakan sebagai
bahan yang dipakai untuk melumasi mesin utama dan mesin bantu yaitu
sebanyak 0.14 ton. dengan spesifik masa jenis minyak pelumas adalah
0.93m3/ton. Jadi volume rancang untuk tangki ini adalah :
Perencanaan volume tangki :
V. rancang = berat bahan bakar/ spesifik massa jenisminyak pelumas
= 0,14 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 0.158 m3

Perencanaan volume tangki :


a. Luas bagian atas ( HDB )
Hasil
Gading Ordinat FS Kali
42 7,5598 1 7,5598
42,5 7,6016 4 30,4064
43 7,6419 1 7,6419
∑= 45,6081

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 10,018 m2

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HBD )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
42 7,0814 1 7,0814
42,5 7,1264 4 28,5056
43 7,1705 1 7,1705
∑= 42,7575

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 9,3924 m2

59
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

c. Luas bagian dasar ( BOTTOM )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
42 6,0208 1 6,0208
42,5 6,0511 4 24,2044
43 6,0803 1 6,0803
∑= 36,3055

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 7,97511 m2

d. Volume tangki
Hasil
HDB Luas FS Kali
Hdb 10,0186 1 10,0186
1/2Hdb 9,3924 4 37,5696
Wlo 7,97511 1 7,97511
∑= 55,5633

Sehingga :
V=

= 9,992 m3

Koreksi perhitungan tangki diesel oil


V. Wfo = 9,992 m3
V. Wfo> V. Fuel Oil ( memenuhi )

60
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

4. Tangki air tawar


Kebutuhan air tawar dikapal yang akan digunakan untuk pendingin
mesin, mandi, dan mencuci yaitu sebanyak 24,376 ton air. Spesifik massa
jenis air tawar adalah 1 m3/ton, jadi volume rancang untuk tangki air tawar :
V. rancang = berat air tawar / spesifik masa jenis air tawar
= 24,376 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 31,293 m3

Perencanaan volume tangki :


a. Luas bagian atas ( HDB )
Hasil
Gading Ordinat FS Kali
38 7,1839 1,000 7,184
39 7,2842 4,000 29,137
40 7,3803 1,500 11,070
40,5 7,4268 2,000 14,854
41 7,4723 0,500 3,736
∑= 65,981

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 28,9876 m2

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HDB )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
38 6,7068 1,000 6,707
39 6,803 4,000 27,212
40 6,8968 1,500 10,345
40,5 6,9432 2,000 13,886
41 6,9895 0,500 3,495
∑= 61,645

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 27,0828 m2

61
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

c. Luas bagian dasar ( Bottom )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
38 5,7405 1 5,741
39 5,8176 4 23,270
40 5,8894 1,5 8,834
40,5 5,9237 2 11,847
41 5,957 0,5 2,979
∑= 52.671

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 23,1401 m2

d. Volume tangki
Hasil
Penampang Luas FS Kali
HDB 28,988 1,000 160,459
1/2xHDB 27,083 4,000 28,988
Wlo 23,140 1,000 108,331
∑= 297,777

Sehingga :
V=

= 53,550 m3

Koreksi perhitungan tangki diesel oil


V. Wfw = 53,550 m3
V. Wfw> V. Air tawar ( memenuhi )

62
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

5. Tangki Pembuangan Air Sisa


Tangki sanitari yang akan digunakan untuk menampung air
pembuangan yaitu sebanyak 24,376 ton air. Spesifik massa jenis air tawar
adalah 1 m3/ton, jadi volume rancang untuk tangki air tawar :
V. rancang = Lama pelayaran x Jumlah Crew / 0,005
= 0,299 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 0,328 m3

Perencanaan volume tangki :


a. Luas bagian atas ( HDB )
Hasil
Gading Ordinat FS Kali
44 7,7174 1 7,7174
44,5 7,7524 4 31,0096
45 7,785 1 7,7853
∑= 46,5123

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 10,217 m2

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HDB )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
44 7,2548 1 7,2548
44,5 7,2946 4 29,1784
45 7,332 1 7,3324
∑= 43,7656

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 9,61384 m2

63
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

c. Luas bagian dasar ( Bottom )


Hasil
Gading Ordinat FS Kali
44 6,1348 1 6,1348
44,5 6,1599 4 24,6396
45 6,183 1 6,1834
∑= 36,9578

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 8,1184 m2

d. Volume tangki
Hasil
Penampang Luas FS Kali
Hdb 10,2172 1 10,2172
1/2Hdb 9,61384 4 38,4554
Wlo 8,1184 1 8,1184
∑= 56,791

Sehingga :
V=

= 12,3165 m3

Koreksi perhitungan tangki diesel oil


V. Wfw = 12,3165 m3
V. Wfw> V. Air tawar ( memenuhi )

64
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

6. Tangki ballast
Setiap kapal berukuran besar pasti membutuhkan tangki ballast untuk
menjaga sarat kapal pada saat kapal tidak mencapai sarat atau saat kapal
tidak memiliki muatan pada saat berlayar. Adapun ketentuan untuk
menghitung berat ballast yang harus dibutuhkan suatu kapal yaitu :
Wb = (10% ~ 17%) DWT, diambil 10%
= 649,657 ton
Adapun massa jenis air laut = 1,025 tom/m3 sehingga untuk mencari
volume tangki yang dibutuhkan digunakan rumus :
V. rancang = berat ballast / massa jenis air laut
= 633,812 m3
Untuk Faktor Keamanan Penambahan 10 %
= 697,194 m3

65
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Perencanaan volume tangki :


a. Luas bagian atas ( HBD )
section ordinat F.S Product

46 7,845 1,000 7,845


47 7,894 4,000 31,577
48 7,933 2,000 15,866
49 7,961 4,000 31,846
50 7,981 2,000 15,962
51 7,993 4,000 31,974
52 8,003 2,000 16,006
53 8,004 4,000 32,018
54 8,004 2,000 16,009
55 8,004 4,000 32,018
56 8,004 2,000 16,009
57 8,004 4,000 32,018
58 8,004 2,000 16,009
59 8,004 4,000 32,018
60 8,004 2,000 16,009
61 8,004 4,000 32,018
62 8,004 2,000 16,009
63 8,004 4,000 32,018
64 8,004 2,000 16,009
65 8,004 4,000 32,018
66 8,004 2,000 16,009
67 8,004 4,000 32,018
68 8,004 2,000 16,009
69 8,004 4,000 32,018
70 8,004 2,000 16,009
71 8,004 4,000 32,018
72 8,004 2,000 16,009
73 8,004 4,000 32,018
74 8,004 2,000 16,009
75 8,004 4,000 32,018
76 8,004 2,000 16,009
77 8,004 4,000 32,018
78 8,004 2,000 16,009
79 8,004 4,000 32,018

66
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

80 8,004 2,000 16,009


81 8,004 4,000 32,018
82 7,997 2,000 15,994
83 7,982 4,000 31,927
84 7,963 2,000 15,927
85 7,940 4,000 31,759
86 7,909 2,000 15,818
87 7,869 4,000 31,474
88 7,817 2,000 15,634
89 7,752 4,000 31,007
90 7,673 2,000 15,346
91 7,581 4,000 30,323
92 7,476 2,000 14,952
93 7,360 4,000 29,439
94 7,232 2,000 14,464
95 7,094 4,000 28,375
96 6,946 2,000 13,891
97 6,789 4,000 27,156
98 6,626 2,000 13,251
99 6,457 4,000 25,829
100 6,286 2,000 12,572
101 6,113 4,000 24,452
102 5,941 2,000 11,881
103 5,770 4,000 23,079
104 5,600 2,000 11,199
105 5,429 4,000 21,715
106 5,526 2,000 11,052
107 5,080 4,000 20,321
108 4,900 2,000 9,800
109 4,714 4,000 18,858
110 4,523 2,000 9,046
111 4,327 4,000 17,308
112 4,128 2,000 8,256
113 3,928 4,000 15,712
114 3,728 2,000 7,456
115 3,530 4,000 14,119
116 3,335 2,000 6,670
117 3,145 4,000 12,578
118 2,9607 2,000 5,9214

67
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

119 2,7844 4,000 11,1376


120 2,617 2,000 5,234
121 2,4599 4,000 9,8396
122 2,3144 2,000 4,6288
123 2,1814 4,000 8,7256
124 2,0599 2,000 4,1198
125 1,9476 4,000 7,7904
126 1,8427 2,000 3,6854
127 1,7429 4,000 6,9716
128 1,6464 2,000 3,2928
129 1,5512 4,000 6,2048
130 1,4557 1,000 1,4557
jumlah ( s ) 1593,107

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 699,905 m2

68
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b. Luas bagian tengah ( 0.5 HDB )

section ordinat F.S Product

46 7,401 1,000 7,401


47 7,459 4,000 29,836
48 7,504 2,000 15,008
49 7,536 4,000 30,145
50 7,558 2,000 15,116
51 7,570 4,000 30,282
52 7,576 2,000 15,153
53 7,578 4,000 30,311
54 7,576 2,000 15,153
55 7,576 4,000 30,302
56 7,576 2,000 15,151
57 7,576 4,000 30,302
58 7,576 2,000 15,151
59 7,576 4,000 30,302
60 7,576 2,000 15,151
61 7,576 4,000 30,302
62 7,576 2,000 15,151
63 7,576 4,000 30,302
64 7,576 2,000 15,151
65 7,576 4,000 30,302
66 7,576 2,000 15,151
67 7,576 4,000 30,302
68 7,576 2,000 15,151
69 7,576 4,000 30,302
70 7,576 2,000 15,151
71 7,576 4,000 30,302
72 7,576 2,000 15,151
73 7,576 4,000 30,302
74 7,576 2,000 15,151
75 7,576 4,000 30,302
76 7,576 2,000 15,151
77 7,576 4,000 30,302
78 7,576 2,000 15,151
79 7,576 4,000 30,302
80 7,576 2,000 15,151

69
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

81 7,576 4,000 30,302


82 7,567 2,000 15,133
83 7,548 4,000 30,191
84 7,526 2,000 15,052
85 7,500 4,000 30,001
86 7,468 2,000 14,936
87 7,427 4,000 29,710
88 7,377 2,000 14,754
89 7,315 4,000 29,258
90 7,241 2,000 14,481
91 7,156 4,000 28,622
92 7,061 2,000 14,121
93 6,956 4,000 27,826
94 6,844 2,000 13,688
95 6,724 4,000 26,896
96 6,598 2,000 13,195
97 6,464 4,000 25,857
98 6,324 2,000 12,648
99 6,175 4,000 24,702
100 6,019 2,000 12,038
101 6,854 4,000 27,415
102 5,679 2,000 11,358
103 5,496 4,000 21,982
104 5,305 2,000 10,609
105 5,109 4,000 20,435
106 4,910 2,000 9,819
107 4,710 4,000 18,840
108 4,517 2,000 9,033
109 4,317 4,000 17,268
110 4,127 2,000 8,254
111 3,942 4,000 15,766
112 3,759 2,000 7,519
113 3,580 4,000 14,321
114 3,403 2,000 6,807
115 3,228 4,000 12,912
116 3,054 2,000 6,108
117 2,882 4,000 11,526
118 2,7122 2,000 5,4244
119 2,5476 4,000 10,1904
70
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

120 2,3892 2,000 4,7784


121 2,2384 4,000 8,9536
122 2,0966 2,000 4,1932
123 1,9651 4,000 7,8604
124 1,8427 2,000 3,6854
125 1,7271 4,000 6,9084
126 1,6162 2,000 3,2324
127 1,5078 4,000 6,0312
128 1,3998 2,000 2,7996
129 1,2902 4,000 5,1608
130 1,1771 1,000 1,1771
jumlah(s) 1503,080

Luas = 2/3 × a0 × ∑
= 660,353 m2

71
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

c. Luas bagian dasar ( Bottom )

section ordinat F.S Product

46 6,226 1,000 6,226


47 6,261 4,000 25,042
48 6,288 2,000 12,575
49 6,361 4,000 25,444
50 6,320 2,000 12,639
51 6,327 4,000 25,309
52 6,331 2,000 12,662
53 6,331 4,000 25,326
54 6,331 2,000 12,661
55 6,330 4,000 25,320
56 6,330 2,000 12,660
57 6,330 4,000 25,320
58 6,330 2,000 12,660
59 6,330 4,000 25,320
60 6,330 2,000 12,660
61 6,330 4,000 25,320
62 6,330 2,000 12,660
63 6,330 4,000 25,320
64 6,330 2,000 12,660
65 6,330 4,000 25,320
66 6,330 2,000 12,660
67 6,330 4,000 25,320
68 6,330 2,000 12,660
69 6,330 4,000 25,320
70 6,330 2,000 12,660
71 6,330 4,000 25,320
72 6,330 2,000 12,660
73 6,330 4,000 25,320
74 6,330 2,000 12,660
75 6,330 4,000 25,320
76 6,330 2,000 12,660
77 6,330 4,000 25,320
78 6,330 2,000 12,660
79 6,330 4,000 25,320
80 6,330 2,000 12,660

72
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

81 6,330 4,000 25,320


82 6,330 2,000 12,660
83 6,330 4,000 25,318
84 6,329 2,000 12,658
85 6,328 4,000 25,312
86 6,326 2,000 12,653
87 6,324 4,000 25,296
88 6,321 2,000 12,642
89 6,317 4,000 25,267
90 6,310 2,000 12,620
91 6,299 4,000 25,196
92 6,282 2,000 12,564
93 6,257 4,000 25,026
94 6,221 2,000 12,442
95 6,174 4,000 24,695
96 6,113 2,000 12,225
97 6,037 4,000 24,147
98 5,945 2,000 11,891
99 5,838 4,000 23,350
100 5,712 2,000 11,425
101 5,569 4,000 22,276
102 5,406 2,000 10,811
103 5,223 4,000 20,892
104 5,025 2,000 10,049
105 4,815 4,000 19,260
106 4,599 2,000 9,197
107 4,381 4,000 17,522
108 4,166 2,000 8,331
109 3,968 4,000 15,872
110 3,791 2,000 7,583
111 3,615 4,000 14,458
112 3,438 2,000 6,876
113 3,261 4,000 13,045
114 3,085 2,000 6,169
115 2,908 4,000 11,631
116 2,743 2,000 5,486
117 2,590 4,000 10,362
118 2,4407 2,000 4,8814
119 2,2935 4,000 9,174

73
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

120 2,1484 2,000 4,2968


121 2,0049 4,000 8,0196
122 1,8627 2,000 3,7254
123 1,7213 4,000 6,8852
124 1,5806 2,000 3,1612
125 1,4408 4,000 5,7632
126 1,3021 2,000 2,6042
127 1,1644 4,000 4,6576
128 1,028 2 2,056
129 0,8929 4 3,5716
130 0,7619 1 0,7619
jumlah (s ) 1293,708

Luas Tangki = 2/3 x l x s


= 568,369

74
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.9. Ruang Akomodasi


A. Main Deck
Adapun pembagian ruangan pada ruangan pada main deck adalah
sebagai berikut :
1. Kamar Mandor Mesin
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar mandor mesin memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
2. Kamar Juru Masak (Cooker)
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar juru masak memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
3. Kamar Pelayan
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar pelayan memenuhi syarat
karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
4. Kamar Oiler II dan III
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur bersusun, 2 meja, 2
Kursi, 1 tempat sampah dan 2 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran
kamar tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Oiler II dan III
memenuhi syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang
ditentukan.
5. Kamar Masinis I
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Masinis I memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.

75
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

6. Kamar Masinis II
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Masinis I memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
7. Ruang Santai ABK
Pada ruang ini terdapat sebuah 1 meja dan vas bunga , 3 buah sofa
bentuk memanjang, 1 tv,. Adapun Ukuran ruangan ini = 4.4 m x 3,5 m,
sehingga diperolah luas kamar = 15,4m2.
8. Sanitary
Toilet dilengkapi dengan wastafel, 3 buah WC dan 2 buah kamar
mandi lengkap dengan shower.
9. Laundry
Lengkap dengan 5 mesin cuci dan 3 alat pencucian dan disertai
dengan sebuah ruangan yang digunakan untuk menjemur pakaian.
10. Ruang Makan (Mess Room)
Harus dilengkapi dengan meja, kursi dan perlengkapan lain, panjang
meja harus disesuaikan dengan jumlah ABK pada maindeck. Adapun
jumlah ABK pada maindeck adalah 8 orang dan tiap ABK setidaknya
mendapat meja dan kursi.
11. Dapur (Galley Room)
Ruang dapur dilengkapi dengan exhaust fan dan ventilasi untuk
menghisap debu dan asap, kompor dan sebuah tempat pencucian piring
ruangan ini letaknya berdekatan dengan ruang makan, cold dan dry store.
12. Dry Provision Room
Dry provision berfungsi untuk menyimpan bahan bentuk curah
yang tidak memerlukan pendinginan dan harus dekat dengan galley dan
pantry. Didalamnya terdapat 3 buah lemari besar

76
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

13. Cold Storage Room


Untuk bahan yang memerlukan pendinginan agar bahan-bahan tersebut
tetap segar dan baik selama pelayaran. Didalamnya terdapat 2 Lemari
Pendingin besar.
14. Ruangan CO2
Ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk menghirup udara segar
sebagai penyedia oksigen.

B. Poop Deck
Adapun pembagian ruangan pada ruangan pada poop deck adalah
sebagai berikut :
1. Kamar Kepala Kamar Mesin (KKM)
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur besar, 1 buah Sofa, 1
buah Lemari pakaian, 1 buah TV, 1 Buah Meja. Dan memiliki sanitary
pribadi yang di dalamnya terdapat sebuah westafel, 1 buah mck, 1 buah
bathube di lengkapi dengan 1 buah shower Adapun syarat untuk ukuran
kamar tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar KKM memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
2. Kamar Kelasi (SeaMan)
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar kelasi memenuhi syarat
karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
3. Kamar Serang (BoatSwain)
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar serang memenuhi syarat
karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.

77
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

4. Kamar Oiler 1
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Oiler 1 memenuhi syarat
karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
5. Juru Mudi 1
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Juru Mudi 1 memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
6. Kamar Juru Mudi II & III
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur bersusun, 1 meja, 1
Kursi, 1 tempat sampah dan 2 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran
kamar tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Juru Mudi II & III
memenuhi syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang
ditentukan.
7. Ruang Makan (Mess Room)
Harus dilengkapi dengan meja, kursi dan perlengkapan lain, panjang
meja harus disesuaikan dengan jumlah ABK pada poopdeck. Adapun
jumlah ABK pada poopdeck adalah 7 orang dan tiap ABK setidaknya
mendapat meja dan kursi.
8. Ruang Rapat
Digunakan sebagai tempat untuk rapat para ABK, di dalamnya
terdapat 10 buah kursi dan 1 meja panjang serta sebuah lemari.
9. Mushollah
Tempat ini digunakan sebagai tempat ibadah, di dalamnya terdapat
beberapa sajadah.
10. Sanitary
Toilet dilengkapi dengan wastafel, 2 buah WC dan 2 buah kamar
mandi lengkap dengan shower.

78
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

C. Boat Deck
Adapun pembagian ruangan pada ruangan pada boat deck adalah
sebagai berikut :
1. Kamar Radio Operator
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur, 1 meja, 1 Kursi, 1
tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran kamar
tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar radio operator memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
2. Kamar Muallim I & II
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur bersusun, 1 meja, 1
Kursi, 1 tempat sampah dan 1 buah lemari. Adapun syarat untuk ukuran
kamar tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar Juru Muallim I &
II memenuhi syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang
ditentukan.
3. Ruang Makan (Mess Room)
Harus dilengkapi dengan meja, kursi dan perlengkapan lain,
panjang meja harus disesuaikan dengan jumlah ABK.
4. Ruang Rapat
Digunakan sebagai tempat untuk rapat para ABK, di dalamnya
terdapat 10 buah kursi dan 1 meja panjang serta sebuah lemari.

79
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

D. Bridge Deck
1. Kamar Kapten / Nahkoda
Didalam kamar terdapat 1 buah tempat tidur besar, 1 buah Sofa, 1
buah Lemari pakaian, 1 buah TV, 1 Buah Meja. Dan memiliki sanitary
pribadi yang di dalamnya terdapat sebuah westafel, 1 buah mck, 1 buah
bathube di lengkapi dengan 1 buah shower Adapun syarat untuk ukuran
kamar tidur tidak boleh kurang dari 2,78 m2 dan kamar KKM memenuhi
syarat karena luasnya lebih besar dari syarat luas yang ditentukan.
2. Office Room
Ruang kantor digunakan sebagai tempat kerja nahkoda kapal,
letaknya di simpan berdampingan dengan kamar nahkoda, dan berisi 1 buah
meja, 1 buah kursi, 1 buah komputer, 2 buah lemari berkas.
2. Ruang Rapat
Digunakan sebagai tempat untuk rapat para ABK, di dalamnya
terdapat 10 buah kursi dan 1 meja panjang serta sebuah lemari.
3. Musholla
Tempat ini digunakan sebagai tempat ibadah, di dalamnya terdapat
beberapa sajadah.
4. Tempat Wudhu
Digunakan sebagai Tempat berwudhu sbelum sholat

E.Ruang Akomodasi pada Navigation Deck


1. Ruang navigasi
Pada ruang navigasi terdapat peralatan-peralatan elektronik seperti
kontrol kemudi, monitor dan lain-lain. Luas ruang navigasi yang
direncanakan = 30.6 m2 dengan ukuran 10.2 m x 3 m.
2. Ruang peta dan Ruang radio
Pada ruang ini terdapat seperangkat alat komunikasi yang berupa
radio dan dll, sebuah meja peta, sebuah kursi dan lemari berkas.
3. Ruang battery
Ruang battery merupakan tempat untuk menyimpan Emergency
Source of Electrical Power ( ESEP ).

80
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.10. Ukuran Perabot


1. Tempat tidur
Ukuran tempat tidur minimal 190 x 68 cm
Syarat untuk tempat tidur bersusun :
o Tempat tidur yang bawah berjarak 40 cm dari lantai.
o Jarak antara tempat tidur bawah dan atas 60 cm.
o Jarak antara tempat tidur atas dan langit-langit 60 cm.
Jarak antar deck diambil 240 cm.
2. Lemari pakaian
Direncanakan ukuran lemari pakaian : 60 x 40 x 60 cm
3. Meja tulis
Direncanakan ukuran meja tulis : 80 x 50 x 80 cm.
4. Lemari buku
Direncanakan ukuran lemari buku : 80 x 35 x 100 cm

81
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.11. Perlengkapan Navigasi


Sesuai dengan Ship Design and Construction edisi revisi sname
Newyork, 1980 tentang perlengkapan lampu navigasi.

Gambar posisi lampu navigasi

Tabel lampu navigasi

1. Anchor Light
Setiap kapal dengan l > 150 ft pada saat lego jangkar harus menyalakan
anchor light.
• Warna : Putih.
•Jumlah : 1 buah.
•Visibilitas : 3 mil ( minimal )
•Sudut Sinar : 360ᵒhorisontal.
•Tinggi : 6 meter dari geladak utama
•Letak : Forecastle.

82
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2. Lampu Buritan (Stern Light)


•Warna : Putih.
•Visibilitas : 2 mil ( minimal )
•Sudut Sinar : 1350 horisontal
•Jumlah : 1 buah.
•Tinggi : 3,5 meter.
•Letak : Buritan

3. Lampu Tiang Agung (Mast Head Light)


•Warna : Putih.
•Visibilitas : 6 mil ( minimal )
•Sudut Sinar : 2250 horisontal
•Tinggi : 12 meter
(di tiang agung depan jadi satu tiang dengan anchor ligth) : 12 meter .

83
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

4. Lampu Sisi (Side Light)


•Jumlah : Starboard Side : 1 buah.
Port Side : 1 buah
•Warna : Starboard Side : Hijau
Port Side : Merah
•Visibilitas : 2 mil ( minimal )
•Sudut Sinar : 112,50 horizontal
•Letak : Navigation deck (pada Fly Wheel House)

5. Morse Light
•Warna : putih.
•Sudut Sinar : 3600 horisontal
Letak di Top Deck, satu tiang dengan mast head light, antena UHF dan
radar.

6. Tanda Suara
Tanda suara ini dilakukan pada saat kapal melakukan manuver di
pelabuhan dan dalam keadaan berkabut atau visibilitas terbatas. Setiap kapal
dengan panjang lebih dari 12 m harus dilengkapi dengan bel dan peluit.

7. Pengukur Kedalaman (Depth Sounder Gear)


Setiap kapal dengan BRT diatas 500 gross ton dan melakukan
pelayaran internasional harus dilengkapi dengan pengukur kedalaman yang
diletakkan di anjungan atau di ruang peta.

84
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

8. Radio Direction Finder dan Radar


Setiap kpal dengan BRT diatas 1600 gross ton harus dilengkapi
dengan direction finder dan radar yang masing-masing terletak diruang peta
dan wheel house. Fungsi utama dari radio direction finder adalah untuk
menentukan posisi kapal sedangkan radar berfungsi untuk menghindari
tubrukan

9.Kompas
Setiap kapal dengan BRT diatas 1600 grosston harus dilengkapi dengan
gyrocompass yang terletak dicompassdeck dan magnetic compass yang
terletak diwheel house.

85
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.12. Perencanaan Pintu, Jendela dan Tangga


A. Perencanaan Pintu
1. Pintu Baja Keda p Cuaca ( Ship Steel Water Tight Door)

Gambar. Pintu Baja Kedap Cuaca (Ship Steel Water Tight Door)

Digunakan sebagai pintu luar yang berhubungan langsung dengan


cuacabebas.
• Tinggi : 1800 mm
• Lebar : 800 mm
• Tinggi ambang : 300 mm
2. Pintu Dalam
• Tinggi : 1800 mm
• Lebar : 750 mm
• Tinggi ambang : 200 mm
3. Ship Non Water Tight Steel Door
Digunakan untuk pintu gudang-gudang.
4. Ship Cabin Steel Hollow Door
Digunakan untuk pintu-pintu ruangan didalam bangunan atas.
5. Lorong
Lorong harus dipastikan mudah untuk dilewati lebar minimum lorong 80
cm.

86
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

B. Ukuran Jendela
 Jendela bundar tidak dapat dibuka (menurutDINISO1751),
direncanakan menggunakan jendelab undartype Adengan ukuran
d=400mm.
 Jendela empat persegi panjang, direncanakan:
 1.Panjang(W1) =400 mm, Tinggi (h1)=560mm
 Radius(r1) =50 mm, Tinggi (h1)=800mm
 2.Panjang(W1) =500 mm, Tinggi (h1)=800mm
 Radius ( r1 ) = 100 mm
 Untuk wheel house
Berdasarkan simposium on the design of ships budges :

 Semua jendela bagian depan boleh membentuk15o.


 Bagian sisi bawah jendelaharus1,2 meterdiatasdeck.
 Jarak antara jendela tidak boleh kurang dari 100 mm.

C. Tangga / Ladder
1. Accomodation Ladder
Accomodation ladder diletakkan menghadap ke belakang kapal.
Sedangkan untuk menyimpannya diletakkan dipoopdeck (diletakkan

segaris dengan railing/miring).Sudut kemiringan diambil45o.


Sarat kapal kosong ( TE) :
TE =

= 1,734 m
a = (H + 2,4) – Te
= 7,666 m

87
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Jadi:
a
Panjang tangga akomodasi(L) =
sin 45 
= 9,01 m
Dimensitanggaakomodasi:(direncanakan)
- Width of ladder = 600 s/d 800 mm
- Heigh to fhandrail =1200mm
- Thehandrail =1500mm
- Stepspace =200s/d350mm

2. Steel Deck Ladder


Digunakan untuk menghubungkan deck satu dengan
decklainnya.,direncanakan menggunakan deck ladder type A
- Nominal size = 700 mm
- Lebar = 700 mm

- Sudut kemiringan = 45o


- Intervaloftreads =200s/d300mm
- Stepspace =400mm

3. Ship Steel Vertical Ladder


Digunakan untuk tanggapa daescape gang, tangga mainhole dan
digunakan untuk tangga menuju ke top deck, direncanakan:
- Lebar tangga = 350 mm
- Intervaltreads =300s/d340mm
- Jarakdaridinding =150mm

88
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.13. Perlengkapan Kapal


A. Perhitungan alat bongkar muat

1. Tiang Agung (Mast)


Perencanaan SWL ( Safe Working Load )

SWL =

Dimana :
Waktu satu kali siklus = 10 menit
Jumlah siklus dalam 1 jam (ns) = 60/10
= 6 kali per jam
Waktu 1 kali bongkar muat (t) = 10 jam
Jumlah crane (nc) =2
SWL =28,243 ton
= 28243,3 kg
Dari brosur TTS Cargo Crane dipilih :
Type = GPC
SWL = 30 t
Power = 150 kW
H2 = 3360 mm
H3 = 2210 mm
D = 2010 mm
Weight = 25 ton
Max outreach = 15 m

89
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2. Jarak jangkauan Derrick


S = 0.5 (0.5 x B)+3
Sin 60
= 0.5 (0.5 x 14)+3
Sin 60
= 7,506 m
 Beban pada derrick boom direncanakan ( direncanakan SWL = 2000
kg )
W = 0.1 x SWL x d ( cm3 )
dimana : d = 0,96 D = 1708,8 mm = 1,7088 m
= 0,1 x 20000 kg x 1,7088 m
= 341,76 cm3
 Tebal plat = 0,02D ( mm )
=0.02*1780 mm
=35,6 mm
Tinggi gooseneck dari upper deck = ( 2,6 – 2,8 ) m
Tinggi topping bracket dari upper deck = ( 0,6 – 0,8 ) L ( m )

3. Derrick Boom
Save pressure direncakan 2000 kg , diperoleh data sebagai berikut:
L1, L2, n, D, d, S, GI, GII
 Winch Motor ( Pe )
Pe = ( W x V )/ ( 75 x 60 ) ( HP )
Pe =(341,76 x 30)/ (75 x 60)
=2,2784 HP
Dimana:
Pe = Effective Power ( HP )
W = Rated Load ( kg )
V = Rated Hoisting speed ( 30 m/min )
Input Of Motor Power ( Ip )

90
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Ip = f x Pe ( HP )
= 1.1 x 2,2784
= 2,506 HP
Dimana:
f = 1,05 – 1,1
 Dari data di atas dapat diperoleh data sebagai berikut:
- Type Cargo Winch
- Pulls ( kN )
- Daya Motor ( kW )
- Berat ( kg )

B. Perlengkapan Keselamatan
Kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan
pelayaran yang sesuai yang ada.
Menurut fungsinya alat keselamatan dibagi 4, yaitu :
1. SEKOCI
Persyaratan sekoci/freefall penolong :
 Dilengkapi dengan tabung udara yang diletakkan dibawah tempat
duduk.
 Memiliki kelincahan dan kecepatan untuk menghindar dari tempat
kecelakaan.
 Cukup kuat dan tidak berubah bentuknya saat mengapung dalam
air ketika dimuati ABK beserta perlengkapannya.
 Stabilitas dan lambung timbul yang baik.
 Mampu diturunkan ke dalam air meskipun kapal dalam kondisi

miring 15o.
 Perbekalan cukup untuk waktu tertentu.
 Dilengkapi dengan peralatan navigasi, seperti kompas radio
kounikasi.

91
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Pada kapal ini direncanakan menggunakan freefall sebagai berikut :

Gambar . Life Boat

Digunakan model buatan ERNST-HETECKE®


- Type : GGF 5.7 M
- Lenght : 5.77 m
- Breadth : 2.4 m
- Height : 3.24 m
- Person : Max 19 persons
- Weight without persons : 2920 kg

92
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2. Perlengkapan Apung ( Bouyant Aparatus )


Yang dimaksud dengan alat-alat apung adalah semua alat yang
dapat terapung, yang dapat menahan orang-orang sehingga dapat tetap
terapung. Yang termasuk perlengkapan apung adalah :
2.1. Pelampung Penolong ( Life Buoy )

Persyaratanpelampungpenolong:
 Dibuat dari bahan yang ringan (gabus/semacamplastik)
 Berbentuk lingkaran atau tapal kuda.
 Harus mampu mengapung dalam air selama 24 jam dengan
beban sekurang-kurangnya 14,5 kg besi.
 Tahan pada pengaruh minyak, berwarna menyolok dan diberi
tali pegangan, keliling pelampung dilengkapi dengan lampu
yang menyala.
 Secara otomatis serta di tempatkan pada dinding atau pagar yang
mudah terlihat dan dijangkau.
 Jumlah pelampung untuk kapal dengan panjang 60–12 meter
minimal 12 buah.

Gambar . macam-macam Pelampung Penolong

93
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.2.BajuPenolong(LifeJacket)
Persyaratanbaju penolong:
 Mampu mengapung selam 24 jam dengan beban 7,5 kg besi.
 Disimpan di tempat yang mudah di capai.
 Jumlah sesuai banyaknya ABK, berwarna menyolok dan tahan
minyak serta dilengkapi dengan pluit.

Gambar . Contoh baju Penolong

 Dibuat sedemikian rupa, sehingga menghindarkan pemakaian yang


salah, kecuali memang dapat dipakai dari luar dan dalam (inside
out)
 Dibuat sedemikian rupa, sehingga kepala dari si pemakai tetap
berada diatas permukaan laut meskipun dalam keadaan tidak sadar

3. Tanda Bahaya Dengan Signal Atau Radio


 Bila berupa signal dapat beruapa cahaya,misal lampumenyala, asap,
roket, lampu sorot, kaca dsb.
 Bila berupa radio dapat berupa suara radio, misal radio dalam
sekoci, auto amateur resque signal transmitter dsb.

94
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.14. TUTUP PALKA


A. Hatch cover jenis single pull
Jenis hatch cover yang paling umum ditemui ialah jenis single pull.
Bagian penutup palka ini terdiri dari sejumlah panel panel melintang yang
terentang sepanjang hatch way dan dihubungkan oleh rantai. Pada posisi
menutup, panel panel tersebutterletak secara beraturan pada hatch coaming.
Untuk membuka cover single pull, securing cleats pertamanya dilepas.
Dan masing masing panel dinaikkan ke rodanya dengan bantuan portable
jack, dan roda eccentric (eccentric wheel) berputar 180o. Atau, dapat
menggunakan hydraulic lifting gear. Pada kondisi ini semua panel penutup
bergerak bebas baik ke depan ataupun ke belakang dikarenakan adanya roda
eccentric. Pergerakan dari panel dilakukan dengan bantuan tali/rantai.
Winch ditempatkan dibagian tengah panel utama. Rantai tersebut
memungkinkan adanya penarikan antar panel.
Pada saat panel mencapai bagian belakang dari hatch way maka berat
dari panel tersebut ditopang oleh ballancing roller,yang terletak dibagian
tengah atas dari panel. Roda ballancing inilah yang akan memutar panel 90o
ketika panel telah mencapai sisi penopang demikian seterusnyauntuk panel
berikutnya. Sewaktu hatch telah terbuka seluruhnya, maka semua panel
akan bersandar vertikal pada ruang stowage (stowage space). Panel tersebut
diikat dengan bantuan rantai dan kait.
Untuk melepaskan single pull cover, rantai pengikat dilepaskan dan
tali penarik disiapkan, selama pengoperasian tersebut harus dipastikan panel
terletak pada lajurnya seperti ketika akan membuka. Ketika panel pertama
meninggalkan stowage position, panel akan berputar 90osehingga akan
merebah pada coaming. Panel tersebut kemudian bergerak diatas hatch way
dengan roda penopang (eccentric wheel) dengan bantuan rantai maka
memungkinkan panel yang dibelakangnya bergerak hingga semuapanel
telah merebah dan menutupi hatch coaming.

95
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

B. Konstruksi
Masing masing panel dari jenis penutup palka single cover biasanya
dirancang dari bahan mild steel plate. Stowage space untuk menempatkan
panel harus diberikan pada sisi dari hatch way.
Dikarenakan panel biasanya membuka secara vertikal, panjang
ruangan pelipatan panel untuk suatu panel hatch cover bagian depan atau
belakang dinyatakan sebagai :
Stowage length : ((0,05 x S x N) + (0.37 x L)) = 2,84 m
Dimana :
S : Panjang Bagian melintang dari panel (umulmnya dinyatakan
dengan lebar
dari panel = 7 m
N : Jumlah Panel yang direncanakan = 6
L : Panjang Panel (m)

Untuk penentuan harga N dipilih dalam batasan 2 -11 buah. Akan tetapi
biasanya dipilih antara 5-6 buah panel.
Celah antara kurang lebih 0,5 m harus diberikan untuk dapat digunakan
sebagai ruangan untuk lalu lalang crew.

96
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

C. Tinggi Ruang Stowage


Pada penutup palka jenis single pull terkadang penutup tersebut
dilipat dengan menggunakan winch yang berada di platform. Adanya crane
serta winch inilah yang menyebabkan terbatasnya ketinggian dari ruangan
peletakan hatch cover. Ketinggianini diperkirakan setinggi panjang panel
(L) ditambah dengan clearence margin antara 300-500 mm.
Tinggi Coaming berhubungan dengan panjang panel. Panel dengan
lipatan yang sedikit akan menghasilkan ketinggian panel saat ditegakkan
menjadi cukup tinggi, terlebih bila panel tersebut didudukkan pada panel
coaming. Secara prinsip tinggi dari coaming kurang lebih sebesar 2L.
Biasanya harga tersebut lebih besar daripada tinggi coaming pada
umumnya yaitu sekitar 450–600 mm (mengacu pada ILLC; International
Load Line Convension 1966). Masing masing panel dari jenis penutup palka
single cover biasanya dirancang dari bahan mild steel plate. Stowage space
untuk menempatkan panel harus diberikan pada sisi dari hatch way.
Coaming frame yang tinggi memungkinkan penggunan panel yang
sedikit. Sehingga terjadi penurunan jumlah cross join. Sebaliknya dalam
beberapa kasus di kapal dapat saja ditemui tinggi dari coaming frame yang
rendah, lebih rendah dari ketentuan standar. Pengaturan yang tidak lazim
ini akan menghasilkan panel panel yang relatif pendek, sehingga
konsekwensinya ruangan peletakan akan menjadi panjang.

97
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

D. Lebar Dari Ruang Stowage


Ruang penempatan Hatch panel yang telah ditarik dibuat lebih lebar
antara 0,5 hinggga 0,75 m.dari pada lebar hatch panel .

E. Variasi Variasi dari peletakan hatch cover


Beberapa modifikasi dari penataan hatch cover. Umumnya
pertimbangan dasar penataan yang berbeda ialah dikarenakan faktor
keterbatasan ruang penempatan serta kondisi konstruksi yang tidak
memuingkinkan. Salah satu konfigurasi ialah penataan hatch cover
Konfigurasi ini digunakan pada kapal bilamana ruangan stowage terbatas.
Jenis konfigurasi yang ada saat ini diantaranya :
1. Konfigurasi tipe M (M Type Configuration)
Konfigurasi type M ini memiliki kelebihan yaitu ukuran ketinggian
Stowage height tidak terlalu tinggi dibanging dengan stowage height
panel yang disusun secara vertikal.
Dengan membuat coaming frame pada bagian belakang mengalami
penurunan, maka panel panel tersebut akan tersusun secara miring
sehingga mengurangi ketinggian dari stowage height. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat di gambar :

Gambar 2. Jenis Single Pull Type M

98
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Jenis Single Pull Type M mengalami penurunan pada bingkai


swowednya. Hal ini menyebabkan panel dapat disusun lebih rendah
(stowed height) lebih rendah.. Dampak dari jenis penarikan ini ialah
penurunan ukuran ruangan penarikan.

2. Konfigurasi type Piggy Back.


Jenis konfigurasi ini biasanya digunakan pada bulk carier.
Pertimbangan penggunalan type hatch cover ini berdasarkan akan
ketersediaan ruangan pada geladak yang tidak dimungkinkannya untuk
melakukan pergeseran pada sisi kapal atau pergeseran kearah
longitudinal kapal (side rolling atau end rolling).
Sistim ini biasanya terdiri dari dua panel dengan satu panel sebagai
panel yang nantinya akan dinaikkan lebih tinggi sehingga panel
berikutnya dapat masuk dan “menggendong” panel yang terangkat
tersebut. Panel yang menggendong tersebut dapat bergerak maju atau
mundur dengan bantuan roda keci (roll) sehingga memungkinkan panel
beserta gendongannya dapat berpindah sepanjang jalur hatch way sesuai
dengan keinginan.
Sistim ini dapat pula digunakan pada pasangan atau dua buah panel
dalam satu lokasi penutup ruang muat (hatch cover). Jika jumlah dari
panel tersebut lebih dari dua, maka disebut dengan “stacking” dan
diperlukan pengangkat yang lebih tinggi.
Cara kerja dari type piggy Back ini ialah setelah penutup dibuka
dengan suatu kunci, panel yang akan digendong diangkat lalu Panel
penggendong yang memilikiroller ditempatkan pada tracknya. Kedua
jenis panel tersebut diangkat dengan bantuan silinder hidraulik. Untuk
pengangkatan yang tinggi digunakan double action cylinders.Sedang
untuk pengangkatan yang lebih rendah digunakan single action cylinders.
Suatu motor listrik sebagai penggerak rantai (chain drive motor) yang
mana natinya digunakan sebagai penggerak panel ditempatkan pada
panel yang bergerak (panel penggendong) yang mana akan menghampiri
99
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

panel yang telah terangkat. Setelah beradapada posisi yang tepat, panel
yang terangkat tersebut diturunkan ke panel penggendong. Pergerakan
atau pemindahan posisi panel baik itu ke depan atau ke belakang ambang
palka (hatch coaming) dilakukan dengan bantuan chain drive motor.
Dengan menggunakan sistim ini maka luasan bukaan palka dapat terbuka
sekitar 50%.

100
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB IV
PENUTUP

Setelah menyelesaikan Tugas Rencana Umum ini dapatlah diambil


kesimpulan yang perlu diperhatikan :
1. Ruang muat merupakan sumber pendapatan.
2. Penentuan jumlah ABK seefisien dan seefektif mungkin dengan kinerja
yang optimal pada kapal agar kebutuhan ruangan akomodasi dan
keperluan lain dapat ditekan.
3. Perencanaan Ruang Akomodasi dan ruangan lain termasuk kamar mesin
dilakukan dengan seefisien dan seefektif mungkin dengan hasil yang
optimal.
4. Pengaturan sistem yang seoptimal mungkin agar mempermudah dalam
pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, pemakaian ruangan yang kecil
dan mempersingkat waktu kapal dipelabuhan saat bongkar muat.
Demikian Laporan kami tentang tugas rencana yang telah kami buat.
Kami mengerti laporan ini jauh dari kata sempurna,karna itu kami mengharapkan
saran dan kritik yang membangun untuk membantu kesempurnaan tugas kami.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang membantu proses terbentuknya laporan ini.

101
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

DAFTAR PUSTAKA
BKI Vol. 2, (2006). Peraturan Lambung.

De Rooij.(1978), Practical Shipbuilding, De Technische Uitgeverij H. Stam, NV


Haarlem.

Harvald. Phoels. Ship Design And Ship Theory

Schneekluth. H. And V. Bertram.(1998).Ship Design For Efficiency and


Economy. Butterworth-Heinemann.

Taggart. Robert. (1980). Ship Design and Contruction. The Society of Naval
Architects and Marine Engineers : New York.

Ship Basic Design

Watson. D. G. M.(1998). Practical Ship Design. Ocean Engineering Series :


London.

102
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

LAMPIRAN

103
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
LAYOUT KAMAR MESIN
LAPORAN LENGKAP
LAYOUT KAMAR MESIN
KM.MELATI PRATAMA, GENERAL CARGO 4561 DWT
MAKASSAR – AMBON (611 SEAMILES)

NAMA : ISRALDI YAMIN


NIM : D331 16 504
PRODI : TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

DEPARTEMEN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2017
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan hidayahnya serta
kesehatan sehingga tugas ”LAYOUT KAMAR MESIN“ ini dapat kami selesaikan
dengan baik dan tepat pada waktu yang ditetapkan. Dimana laporan ini
merupakan pesyaratan untuk kelulusan mata kuliah “DESAIN SISTEM
PERMESINAN I”.
Meskipun dalam tahap penyelesaian Gambar dan laporan ini kami banyak
menemui hambatan dan kesulitan mulai dari perhitungan – perhitungan data
sampai penggambaran, serta keterbatasan waktu, materi, dan kesulitan lainnya.
Namun semua ini dapat kami atasi dengan penuh kesabaran , ketekunan dan doa.
saya menyadari bahwa didalam laporan ini masih terdapat kesalahan ataupun
kekurangan kami mohon maaf dan meminta kritikan yang dapat menambah
pengetahuan demi kesempurnaan laporan ini. Dan tak lupa kami mengucapakan
banyak terima kasih terutama kepada kepada Dosen pembimbing bapak Surya
Haryanto ST. MT. Asisten Dosen Kakanda Zulfikar ST. dan teman – teman yang
banyak membantu dalam penyelesaian tugas ini.
Ucapan saya berharap semoga laporan ini dapat digunakan serta bermanfaat
bagi saya sendiri maupun bagi semua saudara yang berkenan untuk membaca
maupun mempelajarinya serta diberikan Rahmat, petunjuk serta karunianya oleh
Allh SWT kepada kita.

Makassar, 05 APRIL 2018

Israldi Yamin

iv
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI v

BAB I. PENDAHULUAN 1

1.1 LATAR BELAKANG 1

1.2 TUJUAN 1

1.3 TAHAP PENGERJAAN TUGAS 2

BAB II. LANDASAN TEORI 3

2.1 SISTEM INSTALASI LAYANAN KAMAR MESIN 3

2.1.1 SISTEM INSTALASI LAYANAN PERMESINAN 3

2.1.2 SISTEM INSTALASI LAYANAN KESELAMATAN 9

2.1.3 SISTEM INSTALASI LAYANAN PENUMPANG & ABK 11

2.1.4 SISTEM INSTALASI LAYANAN PADA KAPAL 13

2.2 SISTEM INSTALASI LISTRIK 14

2.3 SISTEM DISTRIBUSI FLUIDA 17

2.3.1 SISTEM PERPIPAAN 17

2.3.2 SISTEM PEMOMPAAN 18

v
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB III. PENYAJIAN DATA 27


3.1 UKURAN UTAMA 27

3.2 RENCANA TRAYEK 27

3.3 DAYA MESIN 27

3.4 KAPASITAS TANGKI TANGKI 29

BAB IV. PEMBAHASAN 30

4.1 PERHITUNGAN DAYA POMPA 30

IV.1.1 DAYA POMPA BALLAST 30

IV.1.2 DAYA POMPA BILGA 34

IV.1.3 DAYA POMPA SANITARI 38

IV.1.4 DAYA POMPA PEMADAM KEBAKARAN 40

IV.1.5 DAYA POMPA SUPPLY AIR TAWAR 42

IV.1.6 DAYA POMPA PENDINGIN MESIN 45

IV.1.7 DAYA POMPA TRANSFER BAHAN BAKAR 45

vi
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

4.2 PERHITUNGAN DAYA ALAT KHUSUS 49

IV.2.1 DAYA BLOWER 49

IV.2.2 DAYA MESIN KEMUDI 50

IV.2.3 DAYA JANGKAR & WINDLASS JANGKAR 51

IV.2.4 DAYA WINDLASS SEKOCI 53

IV.2.5 DAYA WINDLASS TANGGA 53

IV.2.6 DAYA AIR CONDITIONER / AC 54

IV.2.7 DAYA ALAT ALAT ELEKTRIK 56

IV.2.8 DAYA PENERANGAN 57

4.3 TABULASI DAYA PENGGUNAAN 60

BAB V. PENUTUP 61

vii
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kamar mesin (engine room) pada suatu kapal merupakan pusat dari
semua instalasi yang ada pada kapal. Dengan dasar itulah maka perlu adanya
suatu penanganan dan keahlian khusus untuk pengaturan di dalam kamar mesin
tersebut.
Yang harus kita ketahui adalah bahwa ruangan yang ada diatas kapal
terbatas dan sangat berguna, sehingga pengaturan dan pemanfaatan ruang yang
efisien sangat diharapkan.
Perencanaan tata letak kamar mesin pada dasarnya bertujuan untuk
mengoptimalkan pemakaian kamar mesin dengan menempatkan setiap peralatan
(equipment) yang diperlukan tepat pada tempatnya
Demikian peletakan dari setiap komponen tidak lepas dari bagaimana
sistem instalasi yang harus direncanakan oleh seorang Engineer. Setiap sistem
dalam kapal merupakan jaringan instalasi pipa yang khusus dengan semua
komponen mesin, alat-alat dan perlengkapannya yang dirancang untuk
menjalankan fungsi-fungsi tertentu pada kapal.

1.2. Tujuan

Tujuan perancangan lay out kamar mesin pada kapal adalah :

1. Untuk mengoptimalkan pemakaian kamar mesin dengan menempatkan


setiap peralatan (equipment ) yang diperlukan tepat pada tempatnya.
2. Untuk mengetahui cara mendesain tata letak komponen-komponen
dalam kamar mesin (engine room lay out ).
3. Untuk menjaga agar peralatan tersebut dapat berfungsi sesuai dengan
fungsinys masing-masing pada setiap pengoperasisan kapal.
4. Untuk memberikan keleluasaan operator manakala akan memperbaiki
atau merawat peralatan dikamar mesin.

1
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

1.3. Metodologi Pengerjaan Tugas


Pada gambar lay out kamar mesin, ada 3 bagian yang bisa ditentukan:
1. Ukuran dari kamar mesin, sehingga diketahui luas ruangan dan volume
ruangan.
2. Persyaratan dan ukuran setiap peralatan, hal inin dapat diketahui
berdasarkan hasil perhitungan-perhitungan dan ketentuan-ketentuan
yang lain yang telah mendapat persetujuan dari biro klasifikasi yang
ditunjuk.
3. Jumlah unit peralatan ukuran dari peralatan peralatan tersebut, hal ini
sangat mendukung perhitungan pengoperasian kapal tersebut.
4. Gambar lay out peletakan mesin induk , mesin bantu, dan pompa-
pompa, serta detail pada beberapa bagian tertentu.

2
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Sistem Instalasi Layanan Pada Kamar Mesin
Pada perancangan Lay Out Kamar Mesin terdapat beberapa sistem
instalasi pada kapal yang harus direncanakan. Sistem instalasi yang
dimaksud adalah :
1. Sistem instalasi layanan permesinan
a. Sistem start engine
b. Sistem bahan bakar
c. Sistem pelumasan
d. Sistem pendingin
2. Sistem instalasi layanan keselamatan
a. Sistem bilga
b. Sistem pemadam kebakaran
3. Sistem instalasi layanan penumpang dan ABK
a. Sistem kebutuhan air tawar
b. Sistem kebutuhan air laut
c. Sistem sanitari
4. Sistem instalasi layanan kapal
a. Sistem Ballast

2.1.1 Sistem Instalasi Layanan Permesinan


A. Sistem Start Engine
Sistem start untuk mesin penggerak dapat dilakukan dengan
beberapa cara yaitu secara manual, elektrik dan dengan menggunakan
udara tekan. Sistem start di atas kapal umumnya menggunakan udara
bertekanan. Penggunaan udara bertekanan selain untuk start mesin
utama juga digunakan untuk start generator set, untuk membersihkan
sea chest, untuk membunyikan horn kapal, dan menambah udara tekan
untuk sistem hydrophore.

3
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Berikut ini jenis jenis sistem start engine :


- Sistem start manual
Sistem start ini biasanya hanya digunakan pada mesin genset yang
dayanya relative kecil, cara menghidupkannya dengan menggunakan
penggerak engkol, jadi system ini bergantung pada faktor manusia
sebagai operatornya. Sistem start ini dipakai untuk mesin diesel
dengan daya mesin yang relatif kecil yaitu < 30 PK. Cara untuk
menghidupkan mesin diesel pada sistem ini adalah dengan
menggunakan penggerak engkol start pada poros engkol atau poros
hubung yang akan digerakkan oleh tenaga manusia. Jadi sistem start
ini sangat bergantung pada faktor manusia sebagai operatornya.

- Sistem start elektrik


Sistem ini dipakai oleh mesin diesel yang memiliki daya sedang
yaitu < 500 PK. Sistem ini menggunakan motor DC dengan suplai
listrik dari baterai/accu 12 atau 24 volt untuk menstart diesel. Saat
start, motor DC mendapat suplai listrik dari baterai atau accu dan
menghasilkan torsi yang dipakai untuk menggerakkan diesel sampai
mencapai putaran tertentu. Baterai atau accu yang dipakai harus dapat
dipakai untuk menstart sebanyak 6 kali tanpa diisi kembali, karena arus
start yang dibutuhkan motor DC cukup besar maka dipakai dinamo
yang berfungsi sebagai generator DC. Pengisian ulang baterai atau
accu digunakan alat bantu berupa battery charger dan pengaman
tegangan. Pada saat diesel tidak bekerja maka battery charger
mendapat suplai listrik dari PLN, sedangkan pada saat diesel bekerja
maka suplai dari battery charger didapat dari generator. Fungsi dari
pengaman tegangan adalah untuk memonitor tegangan baterai atau
accu. Sehingga apabila tegangan dari baterai atau accu sudah mencapai
12/24 volt, yang merupakan tegangan standarnya, maka hubungan
antara battery charger dengan baterai atau accu akan diputus oleh
pengaman tegangan.
4
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

- Sistem start kompresi


sistem ini biasanya digunakan oleh mesin genset yang dayanya
besar, menggunakan motor dengan udara tekanan tinggi untuk start
mesin diesel, cara kerjanya dengan menyimpan udara di dalam suatu
botol udara kemudian udara tersebut di kompresi menjadi udara panas
dan solar dimasukkna ke dalam fuel injection pump. Akibatnya terjadi
pembakaran, pada saat tekanan turun pada batas minimum yg
dibutuhkan maka kompresor secara otomatis akan mulai menaikkan
tekanan udara di dalam tabung hingga mencukupi untuk menyalakan
mesin diesel. Sistem start ini dipakai oleh diesel yang memiliki daya
besar yaitu > 500 PK. Sistem ini memakai motor dengan udara
bertekanan tinggi untuk start dari mesin diesel. Cara kerjanya yaitu
dengan menyimpan udara ke dalam suatu botol udara. Kemudian udara
tersebut dikompresi sehingga menjadi udara panas dan bahan bakar
solar dimasukkan ke dalam Fuel Injection Pump serta disemprotkan
lewat nozzle dengan tekanan tinggi. Akibatnya akan terjadi
pengkabutan dan pembakaran di ruang bakar. Pada saat tekanan di
dalam tabung turun sampai batas minimum yang ditentukan, maka
kompressor akan secara otomatis menaikkan tekanan udara di dalam
tabung hingga tekanan dalam tabung mencukupi dan siap dipakai
untuk melakukan starting mesin diesel.

5
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

B. Sistem Bahan Bakar

System bahan bakar adalah suatu system pelayanan untuk motor


induk yang sangat vital. System bahan bakar secara umum terdiri dari
fuel oil supply, fuel oil purifiering, fuel oil transfer dan fuel oil drain
piping system. System bahan bakar adalah suatu system yang
digunakan untuk mensuplai bahan bakar dari bunker ke service tank
dan juga daily tank dan kemudian ke mesin induk atau mesin bantu.
Adapun jenis bahan bakar yang digunakan diatas kapal bisa berupa
heavy fuel oil (HFO), MDO, ataupun solar biasa tergantung jenis mesin
dan ukuran mesin. Untuk system yang menggunakan bahan bakar HFO
untuk opersionalnya, sebelum masuk ke main engine (Mesin utama)
HFO harus ditreatment dahulu untuk penyesuaian viskositas,
temperature dan tekanan.
Untuk system bahan bakar suatu mesin, semua komponen yang
mendukung sirkulasi bahan bakar harus terjamin kontinuitasnya karena
hal tersebut sangat vital dalam operasional, maka dalam perancangan
ini setiap komponen ut ama system harus ada yang standby
(cadangan) dengan tujuan jika salah satu mengalami trouble/disfungsi
dapat secara otomatis terantisipasi dan teratasi. Peralatan tersebut antara
lain : purifier pump, supply pump, circulating pump, filter, dan lain-
lain

C. Sistem Pelumasan
Minyak pelumas pada suatu sistem permesinan berfungsi untuk
memperkecil gesekan-gesekan pada permukaan komponen-komponen
yang bergerak dan bersinggungan. Selain itu minyak pelumas juga
berfungsi sebagai fluida pendinginan pada beberapa motor. Karena dalam
hal ini motor diesel yang digunakan termasuk dalam jenis motor dengan
kapasitas pelumasan yang besar, maka system pelumasan untuk bagian-
bagian atau mekanis motor dibantu dengan pompa pelumas.

6
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Sistem ini digunakan untuk mendinginkan dan melumasi engine


bearing dan mendinginkan piston. Lubrication oil system didesain untuk
menjamin keandalan pelumasan pada over range speed dan selama engine
berhenti, dan menjamin perpindahan panas yang berlangsung. Tangki
gravitasi minyak lumas dilengkapi dengan overflow pipe menuju
drain tank. Lubrication oil filter dirancang di dalam pressure lines
pada pompa, ukuran dan kemampuan pompa disesuaikan dengan
keperluan engine. Filter harus dapat dibersihkan tanpa menghentika
mesin. Untuk itu dapat digunakan filter dupleks atau automatic back
flushing filter.
Mesin dengan output lebih dari 150 kw dimana supplai pelumas
dari engine sump tank dilengkapi dengan simpleks filter dengan alarm
pressure dirancang dibelakang filter dan filter dapat dibersihkan selama
operasi , untuk keperluan ini sebuah shutt off valve by-pass dengan
manual operasi.

D. Sistem Pendingin
Sistem pendingin pada motor induk diatas kapal berdasarkan fluida
pendingin terdiri dari air tawar, air laut ataupun minyak pelumas. Tapi
prosentase terbesar yang berpengaruh pada sistem pendingin adalah akibat
dari air tawar dan air laut. Ada 2 macam sistem pendinginan yaitu :
- Sistem Pendinginan Terbuka
- Sistem Pendinginan Tertutup
Pada Sistem Pendinginan Terbuka ini fluida pendingin masuk
kebagian mesin yang akan didinginkan, kemudian fluida yang keluar
dari mesin langsung dibuang ke laut. Fluida yang digunakan pada
sistem pendinginan ini dapat berupa air tawar ataupun air laut. Sistem
ini ini kurang menguntungkan dalam hal operasional. Dimana apabila
fluida yang digunakan adalah air tawar maka akan menyebabkan
biaya operasional yang tinggi dan tidak ekonomis. Sedangkan apabila

7
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

menggunakan air laut dapat menyebabkan kerusakan pada komponen


mesin dan akan terjadi endapan garam pada komponen mesin yang
didinginkan.
Sistem pendinginan tertutup ini merupakan kombinasi
antara system pendinginan air tawar dan air laut. Sistem pendinginan air
tawar (Fresh Water cooling System) melayani komponen-komponen dari
mesin induk ataupun mesin bantu meliputi : main engine jacket, main
engine piston, main engine injektor. Kebanyakan sistem pendingin air
tawar menggunakan peralatan sirkulasi pendingin untuk system pendingin
air laut yang secara terpisah. Dimana peralatan yang digunakan adalah
heat exchanger/cooler (penukar panas).
Air tawar pendingin mesin yang keluar dari mesin disirkulasikan
ke heat exchanger, dan di dalam alat inilah air tawar yang memiliki suhu
yang tinggi akan didinginkan oleh air laut yang disirkulasikan dari sea
chest ke alat heat exchanger. Peralatan-peralatan lainnya pada sistem ini
antara lain pengukur pengukur tekanan pada section dan discharge line
pump, termometer pada pipa sebelum dan sesudah penukar panas, gelas
pengukur/gauge glass masing-masing pada expansion tank dan drain
tank. Pengatur suhu umumnya dilengkapi dengan mekanisme
otomatis dengan katup treeway valve untuk mengatur aliran by pass air
pendingin yang diijinkan. Pada sistem pendinginan dengan air laut, air laut
masuk ke sistem melalui high and low sea chest pada tiap sisi kapal. Setiap
sea chest dilengkapi dengan sea water valve, vent pipe, dimana pipa udara
ini dipasang setinggi atau lebih dari sarat kapal untuk membebaskan
udara atau uap dan blow out pipe untuk membersihkan sea chest.

8
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.1.2 Sistem Instalasi Layanan Keselamatan


A. Sistem Bilga

Sistem ini berfungsi unt.uk mengambil air dalam jumlah


sedikit dari ruangan-ruangan kapal yang dikumpurkan menjadi satu
dan disalurkan bilga dan sumur-sumur bilga (bilge well). Air-air
tersebut berasal dari :
 Pengembunan pelat-pelat
 Perembesan pada sambungan pelat karena sambungan yang
kurang baik .
 Air masuk melalui bukaan-bukaandi geladak dan freeboard pada
waktu cuaca
 Bekas-bekas penyemprotan dari depkdan bangunan atas
pada waktu
 dilakukan pencucian
 Air sisa dari mesin dan propeller shaft tunnel karena
kebocoran pada
 sambungan-sambungan pipa dan bagian-bagian dari mesin-mesin.
 air-air dari pendingin dan lain-lain.
Pemindahan air yang dikumpulkan pada birga well pada
waktu tertentu dalam ruang muat berguna untuk mencegah adanya
kelembaban dan perembe san pada muatan dan juga menghindari
karat (corrosion) pada lambung kapal bagian dalam.Jika air bilga
tersebut tldak disingkirkan, misarnya pada ruang mesin, air tersebut
akan mengganggu kerja dari awak kapal

9
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

B. Sistem Pemadam Kebakaran


Kebakaran yang dapat terjadi di kapal adalah salah satu hal yang
harus diperhatikan secara sungguh-sungguh. Kebakaran yang terjadi di
kapal dapat berakibat fatal baik bagi penumpang maupun barang yang
diangkut. Oleh karena itu perihal pemadam kebakaran telah diatur dalam
standar perencanaan kapal. Penyebab terjadinya kebakaran dapat dibagi
menjadi 3 faktor :
a. barang padat, cair atau gas yang dapat terbakar.
b. Suhu yang tinggi.
c. Adanya zat asam (O2) yang cukup mengikat gas-gas yang
bebas.
Di dalam rules yang dikeluarkan oleh klasifikasi membagi kelas kebakaran
menjadi kelas kebakaran dalam 3 kelas , yaitu :
 Kelas A; yaitu Solid material class yang meliputi
kebakaran bahan' padat, seperti kayu, kertas, tekstil dan
sebagainya, dimana pemadaman dengan pendingin dari air
atau campuran yang mengandung prosentase air yang
banyak adalah sangat baik.
 Kelas B; yaitu Fluid class yang meliputi keibakaran
untuk bahan cair seperti fuel oil dan lub. oil dimana
pemadamannya dilakukan dengan pelunakan isolasi terhadap
O2(foam), pdsir atau powder dan sebagainya.
 Kelas C; yaitu Electrical equipment class, yang meliputi
kebakaran pada instalasi listrik, dimana pemadam harus
menggunakan bahan isolatif seperti foam.

10
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.1.3 Sistem Instalasi Layanan Penumpang Dan ABK


A. Sistem Layanan Air Tawar
Sistem layanan air tawar di kapal umumnya dialirkan dari
tangki induk (storage tank) dihisap dengan menggunakan pompa ke
tangki-tangki dinas (service). Dan dari tangki ini, kemudian alr tawar
didistribusikan ke pemakai, dalam hal ini biasanya tangki service ini
terletak pada top deck dengan sistem gravitasi. Sistem ini digunakan
pada kapal-kapal dengan ukuran kecil atau kapal yang tidak
menggunakan system hydrophore. Untuk kapal yang berlayar pada
daerah beriklim dingin maka tangki ini harus dilengkapi dengan
pemanas (heater) dan dilapisi dengan thermal insulation untuk
mencegah terjadinya pembekuan air pada tangki. pada system air
tawar dengan sistem hydrophore apabila letak tangki air tawar berada di
double bottom maka air tawar tersebut dipompa dengan pompa air
tawar hydrophore menuju ke tangki hydrophore. Biasanya sebelum
pompa terdapat filter (saringan) yang berfungsi untuk mencegah
kotoran-kotoran masuk ke pompa dan instalasi pipa. Kemudian dari
tangki hydrophore ini didistribusikan ke pemakaian seperti deck-
deck akomodasi, dan deck lainnya, shower-shower dan
pencucian-pencucian, tergantung dari lokasi pemakaian.

B. Sistem Layanan Air Laut


Untuk sistem layanan air laut , air laut dihisap langsung dari
seachest dengan menggunakan pompa sentrifugal dan dialirkan melalui
bentangan jaringan pipa menuju ke tangki harian ( service tank ) dan dari
sinilah air mengalir secara gravitasi ke pemakai- pada setiap deck.
Service tank ini dilengkapi dengan pipa limpah (overflow pipe)
yang berfungsi sebagai saluran pembuangan.
Pada saluran pembuangan ini terdapat katup yang berfungsi untuk
mengontrol permukaan air pada tangki. Selain sistem gravitasi, Iayanan
air laut juga dapat disupplai dengan sistem hydrophore. Dimana air
11
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

dimasukkan dengan pompa yang digerakkan dengan elektromotor


melalui katup dan katup non-return valve (katup aliran searah) ke
tangki hydrophore.
Pada saat permukaan air bertambah di dalam tamgki, tekanan udara
di dalamnya juga naik dan membentuk bantalan udara, pada suatu
tekanan tertentu pressure relay akan memutuskan hubungan melalui
switchesoff pada elektro motor, sehingga menghentikan suplai air ke
dalam tangki. Karena tekanan udara pada tangkilah yang menyebabkan
air disalurkan melalui jaringan pipa ke pemakaian. Bila air digunakan
maka tekanan didalam tangki menjadi turun, apabila tekanan sirkulasi
pemanas air menggunakan 2 set pompa type sentrifugal dengan
penggerak elektromotor, dimana 1 (satu) stand-by tetapi didisain jalur
by-pass agar dapat bersirkulasi secara alami. Dan kapasitas untuk
mensupplai layanan akomodasi dan air searing purifier adalah 5 - 30
3
m /h dengan head total 35 - 40 mAg.

C. Sistem Sanitari
Sistem sanitari merupakan sistem distribusi air bersih (fresh
water) di dalam kapal yang digunakan oleh ABK dalam memenuhi
kebutuhan air minum dan memasak, untuk mandi, mencuci dan lain-
lain. Untuk kebutuhan di WC (water closed) digunakan sistem air laut
(sea water) yang disuplai ke tiap deck yang memiliki kamar mandi.
Fungsi sistem sanitari:
a. Untuk melayani ABK dalam kebutuhan saniter.
b. Diperlukan dalam proses treatment fecal sebagai pembilas.
Bagian-bagian dari system sanitari:
 Closet dan urinal.
 Pompa dan peralatan outfitting.
 Hydrophore.
 Filter.

12
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

 Tangki.
 Sewage treatment plan
Rules tentang sistem Sanitari menurut BKI Volume III 2006
adalah sebagai berikut :
 a. Pipa-pipa pembuangan air kotor harus dilengkapi dengan
storm valve dan pada sisi lambung dengan gate valve.
 b. Katup tak balik harus diatur pada bagian hisap atau bagian tekan
dari pompa air kotoran.
 c. Pipa-pipa pengering saniter harus dihubungkan dengan
tangki pengumpul kotoran.

 d. Bahan-bahan pipa harus tahan terhadap korosi baik bagian


dalam maupun bagian luar.

2.1.4 Sistem Instalasi Layanan Pada Kapal


A. Sistem Ballast
Sistem ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan kapal
(stabilitas) atau trim kapal pada saat pelayaran. Biasanya volume dari
ballast. kapal dapat mencapai 8 -12 % dari total displacement
kapal. pemompaan berfungsi untuk mengisi. atau mengosongkan
tangki, ataupun memindahkan dari tangki salu ke tangki lainnya.
Kecepatan aliran yang disyaratkan untuk sistem ballast adalah 122
m,/menit atau 2 m/s.
Sea chest atau kotak laut adalah tempat untuk masuknya air
1aut, di mana posisinya tergantung pada daerah pelayaran dan sarat
air. Untuk pelayaran sungai sea chest terletak agak keatas
(dibawah sarat kapal) dengan pertimbangan agar tidak terhisap kotoran
ataupun lumpur saaat memasuki perairan dangkal dan untuk perairan
dalam atau pelayaran samudra terletak disirip bilga (bilge plate)
pada kamar mesin bagian depan (lebih mendekati daerah parallel
middle body).

13
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Sedangkan untuk sistem ballast beberapa aturan yang harus


dipenuhi yaitu :
1. Suction ballast harus diatur agar dapat mengosongkan
tangki pada kondisi trim terburuk sekalipun.
2. perpipaan sistem ballast tidak boleh melewati tangki LO, air
minum, feed water atau oil thermal.
3. pada kapal kargo pipa yang melewati sekat tubrukan harus
dilengkapi dengan shut-off valve yang dipasang langsung
pada sekat tubrukan di dalam forepeak tank dan dapat
dioperasikan secara remote dari freeboard deck
4. Kapal yang mempunyai tank top yang rebar, disediakan
suction pada sisi terluar dari tangki. Jika panjang mencapai
30 m, suction juga perlu disediakan pada sisi depan tangki.

2.2 Sistem Instalasi Listrik


Generator set sebagai permesinan bantu di kapal berfungsi untuk
menyuplai kebutuhan energi listrik semua peralatan di atas kapal. Penentuan
kapasitas generator dipengaruhi oleh load factor peralatan. Load factor
untuk tiap peralatan diatas kapal tidak sama. Hal ini tergantung pada jenis
kapal dan daerah pelayarannya seperti : faktor medan yang fluktuatif (rute
pelayaran), dan kondisi beban yang berubah-ubah serta periode waktu
pemakian yang tidak tentu atau tidak sama. Penentuan kapasitas generator
harus mendukung pengoperasian diatas kapal. Walaupun pada beberapa
kondisi kapal terdapat selisih yang cukup besar dan ini mengakibatkan
efisiensi generator (load factor generator) berkurang yang pada akhirnya
mempengaruhi biaya produksi listrik per kwh.

Dalam penentuan beban kebutuhan listrik, digunakan perhitungan


analisa beban listrik (electric load analisis) yang berupa tabel dan biasa
disebut juga dengan tabel kalkulasi keseimbangan beban listrik (Calculation

14
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

of electric power balance) atau sering disebut sebagai Anticipated Electric


Power Consumption Tabel.
Fungsi utama generator diatas kapal adalah untuk menyuplai
kebutuhan daya listrik di kapal. Daya listrik digunakan untuk menggerakkan
motor-motor dari peralatan bantu pada kamar mesin dan mesin-mesin
geladak, lampu penerangan, sistem komunikasi dan navigasi, pengkondisian
udara (AC) dan ventilasi, perlengkapan dapur (galley), sistem sanitari, cold
storage, alarm dan sistem kebakaran, dan sebagainya.

Dalam mendesain sistem diatas kapal perlu diperhatikan kapasitas


dari generator dan peralatan listrik lainnya (besarnya kebutuhan maksimum
dan minimum dari peralatannya). Dimana kebutuhan maksimum merupakan
kebutuhan daya rata-rata terbesar yang terjadi pada interval waktu yang
singkat selama periode kerja dari peralataan tersebut, demikian juga
sebaliknya. Sedangkan kebutuhan rata-rata merupakan daya rata-rata pada
periode kerja yang dapat ditentukan dengan membagi energi yang dipakai
dengan jumlah jam periode tersebut. Kebutuhan maksimum penting
diketahui untuk menentukan kapasitas dari generator yang diperlukan.
Sedangkan kebutuhan minimum digunakan untuk menentukan konfigurasi
dari electric plant yang sesuai serta untuk menentukan kapan generator
dioperasikan.

Kebutuhan daya harus ditetapkan untuk kondisi pelayanan di laut,


bongkar-muat dan kondisi darurat (emergency). Seluruh perlengkapan
pemakaian daya listrik yang ada di kapal dan daya kerjanya (kapasitas)
masing-masing peralatan harus tertera dalam suatu tabel. Dalam penentuan
electric balance, BKI Vol. IV (Bab I, D.1) juga mengisyaratkan bahwa :

a) Seluruh perlengkapan pemakaian daya yang secara tetap diperlukan


untuk memelihara pelayanan yang normal harus diperhitungkan
dengan daya kerja penuh.

15
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b) Beban terhubung dari seluruh perlengkapan cadangan harus


dinyatakan. Dalam hal perlengkapan pemakaian daya nyata yang
hanya akan bekerja bila suatu perlengkapan serupa rusak, kebutuhan
dayanya tidak perlu dimasukkan perhitungan.
c) Daya masuk total yang harus ditentukan, dari seluruh pemakaian daya
yang hanya untuk sementara dimasukkan, dikalikan dengan suatu
faktor kesamaan waktu bersamaan (common simultancity factor) dan
ditambahkan kepada daya masuk total dari seluruh perlengkapan
pemakaian daya yang terhubung tetap.
d) Daya masuk total sebagaimana ditentukan sesuai a) dan c) maupun
kebutuhan daya untuk instalasi pendingin yang mungkin ada, harus
dipakai sebagai dasar dalam pemberian ukuran instalasi generator
Sebagai seorang engineer, dalam pemilihan generator kita juga
harus mempertimbangkan keinginan dari owner dimana harus
dipertimbangkan factor ekonomisnya. Untuk pemilihan kapasitas
generator selain hal-hal diatas juga perlu mempertimbangkan hal-hal
berikut ini :

1. Harga awal dari generator set yang akan kita gunakan.


2. Biaya operasional dari generator
3. Ukuran dan berat dari generator set dalam kaitannya dengan
ruangan/space yang tersedia di kamar mesin
4. Fuel consumption dari generator set yang akan digunakan
5. Reputasi dari mesin dan engine builder
6. Ketersediaan di pasaran dalam kaitannya jumlah yang tersedia di
pasaran dan ketersediaan suku cadang di pasaran
Secara umum dapat dinyatakan bahwa faktor terpenting dalam
permilihan kapasitas dari alternator adalah mudah atau sederhana dalam
pengoperasiannya (simplicity), handal atau tahan lama (reliability) dan
mudah dalam perawatan atau pemeliharaan (maintenability)

16
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.3. Sistem Distribusi Fluida


2.3.1. Sistem Perpipaan
Sistem perpipaan berfungsi untuk mengantarkan atau mengalirkan
suatu fluida dari tempat yang lebih rendah ke tujuan yang diinginkan dengan
bantuan mesin atau pompa. Misalnya pipa yang dipakai untuk memindahkan
minyak dari tangki ke mesin, memindahkan minyak pada bantalan-bantalan
dan juga mentransfer air untuk keperluan pendinginan mesin ataupun untuk
kebutuhan sehari-hari diatas kapal serta masih banyak lagi fungsi lainnya.
Sistem perpipaan harus dilaksanakan sepraktis mungkin dengan minimum
bengkokan dan sambungan las atau brazing, sedapat mungkin dengan flens
atau sambungan yang dapat dilepaskan dan dipisahkan bila perlu. Semua pipa
harus dilindungi dari kerusakan mekanis. Sistem perpipaan ini harus ditumpu
atau dijepit sedemikian rupa untuk menghindari getaran. Sambungan pipa
melalui sekat yang diisolasi harus merupakan sambungan flens yang diijinkan
dengan panjang yang cukup tanpa merusak isolasi.
Pada perancangan sistem instalasi diharapkan menghasilkan suatu
jaringan instalasi pipa yang efisien dimana aplikasinya baik dari segi
peletakan maupun segi keamanan dalam pengoperasian harus diperhatikan
sesuai peraturan-peraturan klasifikasi maupun dari spesifikasi installation
guide dari sistem pendukung permesinan.
Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks di kapal untuk
perencanaan dan pembangunannya. Sistem perpipaan mempunyai hubungan
yang sangat erat dengan prinsip-prinsip analisa static dan dinamic stress,
thermodinamic, teori aliran fluida untuk merencanakan keamanan dan
efisiensi jaringan pipa (network piping). Peletakan komponen yang akan
disambungkan dengan pipa perlu diperhatikan untuk mengurangi hal-hal
yang tidak diinginkan seperti : panjang perpipaan, susunan yang kompleks,
menghindari pipa melalui daerah yang tidak boleh ditembus, menghindari
penembusan terhadap struktur kapal, dan lain-lain. Jalur instalasi pipa sedapat
mungkin direncanakan untuk mengindari stress yang terlalu tinggi pada
struktur.
17
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Sistem instalasi perpipaan di kapal dapat dikelompokkan dalam


beberapa kelompok layanan di atas kapal, antara lain :
1. Layanan Permesinan; yang termasuk disini adalah sistem-sistem yang
akan melayani kebutuhan dari permesinan di kapal (main engine dan
auxilliary engine) seperti sistem start, sistem bahan bakar, sistem
pelumasan dan sistem pendingin.
2. Layanan penumpang & crew; adalah sistem yang akan melayani
kebutuhan bagi seluruh penumpang dan crew kapal dalam hal untuk
kebutuhan air tawar dan sistem sanitary/drainase.
3. Layanan keamanan; adalah sistem instalasi yang akan menjamin
keselamatan kapal selama pelayaran meliputi : sistem bilga dan sistem
pemadam kebakaran.
4. Layanan keperluan kapal; adalah sistem instalasi yang akan menyuplai
kebutuhan untuk menjamin stabilitas dan keperluan kapal meliputi
sistem ballast dan sistem pipa cargo (untuk kapal tanker).
2.3.2 Sistem Pemompaan
Pemilihan suatu pompa untuk suatu maksud tertentu, terlebih dahulu
harus diketahui kapasitas aliran serta head yang diperlukan untuk
mengalirkan zat cair yang akan dipompa. Agar pompa dapat bekerja
dengan baik tanpa mengalami kavitasi, perlu direncanakan besarnya
tekanan minimum yang tersedia pada inlet pompa yang terpasang pada
instalasinya. Dengan dasar tersebut maka putaran pompa dapat ditentukan.
Kapasitas aliran, head, dan putaran pompa dapat diketahui seperti diatas.
Tetapi apabila perubahan kondisi operasi sangat besar (khususnya
perubahan kapasitas dan head) maka putaran dan ukuran pompa yang akan
dipilih harus ditentukan dengan memperhitungkan hal tersebut. Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemilihan pompa dapat dilihat pada tabel
berikut ini :

18
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Data yang diperlukan untuk pemilihan pompa


1. Kapasitas
2. Kondisi isap (suction)
3. Kondisi Tekan (discharge)
4. Head Total Pompa
5. Jenis Zat Cair
6. Jumlah Pompa
7. Kondisi kerja
8. Penggerak
9. Poros Tegak Atau Mendatar
10. Tempat
No. Data Yang Diperlukan Keterangan
1. Kapasitas
2. Kondisi Isap (suction) Tinggi isap dari permukaan air isap ke
level pompa. Tinggi flukstuasi permukaan
air isap. Tekanan yang bekerja pada
permukaan air isap. Kondisi pipa isap.
3. Kondisi Tekan Tinggi permukaan air keluar ke level
(discharge) pompa. Tinggi fluktuasi permukaan air
keluar. Besarnya tekanan pada permukaan
air keluar. Kondisi pipa keluar.
4. Head total pompa Harus ditentukan berdasarkan kondisi-
kondisi diatas
5. Jenis zat cair Air tawar, air laut, minyak, zat cair khusus
(zat kimia), temperatur, berat jenis,
viskositas, kandungan zat padat.
6. Jumlah pompa Ditentukan berdasarkan kebutuhan
Kerja terus-menerus, terputus-putus,
7. Kondisi kerja jumlah jam kerja seluruhnya dalam
setahun

19
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

8. Penggerak Motor listrik, motor bakar torak, turbin


uap.
9. Poros tegak atau Hal ini kadang ditentukan oleh pabrik
mendatar pompa yang bersangkutan berdasarkan
instalasinya.
10. Tempat instalasi Pembatasan-pembatasan pada ruang
instalasi, ketinggian diatas permukaan air,
diluar atau di dalam gedung, flukstuasi
suhu.

Sumber : Pompa dan kompressor; pemilihan, pemakaian dan


pemeliharaan.
Dalam penentuan jumlah pompa yang akan digunakan, harus
memperhatikan beberapa hal antara lain :
1. Pertimbangan ekonomis;
Pertimbangan ini menyangkut masalah biaya, baik biaya
investasi awal pembangunan instalasi (Capitol cost) maupun biaya
operasional dan perawatan (maintenance).
 Biaya awal instalasi; umumnya untuk laju aliran total yang sama,
biaya keseluruhan untuk pembangunan fasilitas mekanis kurang
lebih tetap sama meskipun menggunakan jumlah pompa yang
berbeda.
 Biaya operasional dan perawatan; komponen biaya terbesar adalah
untuk daya listrik. Tapi biaya ini dapat ditekan dengan beberapa
cara :
 Apabila kebutuhan berubah-ubah, maka beberapa pompa
dengan kapasitas sama yaitu sebesar atau hampir sebesar
konsumsi minimum harus dipakai. Atau dapat juga
menggunakan pompa dengan kapasitas berbeda.

20
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

 Jika kapasitas pompa menjadi besar, efisiensi pompa juga


menjadi lebih tinggi, sehingga penggunaan daya menjadi
lebih ekonomis.
Agar biaya operasional dan perawatan dapat ditekan, jumlah pompa yang
digunakan tidak boleh terlalu banyak. Selain itu sedapat mungkin pompa
yang dipakai sama agar dalam hal suku cadangnya dapat saling
dipertukarkan. Hal ini mempermudah dalam perawatan.
1. Batas Kapasitas Pompa; batas atas kapasitas suatu pompa tergantung
beberapa hal:
 Berat dan ukuran terbesar yang dapat diangkut dari pabrik ke
tempat pemasangan.
 Lokasi pemasangan pompa dan cara pengangkatannya.
 Jenis penggerak dan cara mentransmisikan daya dari penggerak ke
pompa.
 Pembatasan pada besarnya mesin perkakas yang digunakan untuk
pengerjaan bagian-bagian pompa.
 Pembatasan pada performansi pompa (seperti kavitasi, dll).
2. Pembagian Resiko; penggunaan hanya satu pompa untuk melayani laju
aliran keseluruhan dalam suatu instalasi yang penting adalah besarnya
resiko. Instalasi tidak akan berfungsi jika satu-satunya pompa yang ada
rusak. Jadi untuk mengurangi resiko, perlu dipakai 2 pompa atau lebih,
tergantung pentingnya suatu instalasi. Selain itu, untuk meningkatkan
keandalan instalasi, perlu disediakan sedikitnya satu pompa cadangan,
tergantung pada kondisi kerja dan pentingnya instalasi.

21
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Head total disebut juga head manometric yang biasa tertulis pada
setiap pompa. Dalam buku “Pompa dan Kompressor” oleh Prof. Dr. Haruo
Tahara, dan Ir. Sularso, hal. 26, diberikan rumus :

H = ha + Δhp + ∑hf + (v2/2g) (m)

Dimana :

Ha = Perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan sisi isap (m)
= Head tekan + head isap
Δhp = Perbedaan tekanan statis yang bekerja pada kedua permukaan
air (m)
(v 2/2g)= Kerugian keluar pada ujung pipa keluar
hf = Berbagai kerugian head pada instalasi
= hf1 + hf2 + hf3
dimana :
- hf1 = Kehilangan head akibat gesekan sepanjang pipa lurus

10,666 Q1,8 5
hf1 = xL (m)
C 1,8 5 .D 4 ,8 5

dimana :

Q = Kapasitas pompa (m3/sec)


L = Panjang pipa lurus (m)
C = Koefisien untuk jenis pipa besi cor baru
D = Diameter pipa (m)

22
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

- hf2 = Kerugian pada belokan pipa


hf2 = f (v2/2g) x n
dimana :
f = koefisien kerugian belokan pipa
D 3,5 
= [0,131  1,847  ( ) ]  ( ) 0,5
2R 90
v = kecepatan aliran dalam pipa (m/dt)
2
g = gravitasi bumi (m/sec )
n = jumlah belokan yang digunakan

- hf3 = Kerugian pada katup dan sambungan pipa


hf 3 = f x (v2/2g) x n
dimana :
f = koefisien kerugian pada katup dan sambungan
pipa
v = kecepatan aliran dalam pipa (m/dt)
g = gravitasi bumi (m/sec2)

Dalam buku “Marine Power Plant”, oleh P. Akimov. hal. 495


diberikan rumus untuk menghitung besarnya daya pompayang digunakan :

QxHx
N = (Hp)
3600 x75 x

Dimana :
Q = Lajua aliran pompa (m3/sec)
H = Head total pompa (m)
ρ = Massa jenis air laut (kg/m3)
η = total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9)

23
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kamar mesin


adalah sebagai berikut :
a. Ukuran dari kamar mesin, sehingga diketahui luas ruangan dan volume
ruangan.
b. Persyaratan dan ukuran setiap peralatan, hal ini dapat diketahui
berdasarkan hasil perhitungan–perhitungan dan ketentuan–ketentuan yang
lain yang telah mendapat persetujuan dari Biro Kalsifikasi yang ditunjuk.
c. Jumlah unit peralatan, dan ukuran dari peralatan-peralatan tersebut, hal ini
sangat mendukung perhitungan pengoperasian kapal tersebut.
Secara umum peralatan-peralatan yang ada di dalam kamar mesin
terdiri dari :
1. Mesin utama (Main engine), berfungsi sebagai penggerak utama baling-
baling (propeller) kapal.
2. Mesin bantu (Auxiliary engine), berfungsi sebagai sumber tenaga listrik
yang akan digunakan untuk semua kegiatan pendukung diatas kapal,
seperti untuk penerangan, penggerak pompa-pompa, penggerak peralatan
bongkar muat, alat tambat, perlengkapan dapur, peralatan navigasi dan
peralatan lainnya.
3. Pompa beserta instalasinya untuk memindahkan cairan yang ada di atas
kapal.
Adapun jenis-jenis pompa antara lain sebagai berikut :
a Pompa Ballast (ballast pump), digunakan untuk mengisi tangki -
tangki ballast apabila kapal dalam keadaan kosong sehingga berfungsi
untuk menjaga keseimbangan kapal dalam keadaan kosong (tanpa
muatan).
b Pompa Sanitari, digunakan untuk membersihkan air dari geladak, dan
untuk berbagai keperluan di kamar mandi seperti untuk air mandi dan
juga untuk WC.
c . Pompa Minyak Pelumas, digunakan untuk memompa minyak
pelumas dari tangki induk ke tangki harian untuk keperluan mesin
induk dan mesin bantu.
24
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

d Pompa Bahan Bakar, digunakan untuk menyuplai / memindahkan bahan


bakar dari tangki induk ke mesin utama.
e Pompa Pemadam kebakaran (fire pump), digunakan dalam keadaan
darurat (terjadi kebakaran) melalui hidran-hidran yang diletakkan
sedemikian rupa sehingga mampu memadamkan kebakaran yang
terjadi. Untuk daerah bukaan geladak seperti pada palka di geladak
utama, digunakan sebuah pompa yang memasok air laut ke hydran yang
diletakkan di forecastle, sedangkan untuk ruang akomodasi digunakan
pula pompa yang lain yang menyuplai air laut ke hidran-hidran yang
telah tersedia.
f Pompa Bilga (bilge pump), digunakan mengambil air dalam jumlah
sedikit dari ruangan-ruangan kapal yang dikumpulkan menjadi satu dan
disalurkan ke sumur bilga (bilge well). Air tersebut berasal dari
pengembunan pelat-pelat, perembesan pada sambungan pelat karena
sambungan yang kurang baik, air yang masuk melalui bukaan-bukaan
di geladak dan freeboard pada waktu cuaca buruk atau hujan, bekas-
bekas penyemprotan dari deck dan bangunan atas pada waktu dilakukan
pencucian, air sisa dari mesin dan propeller shaft tunnel karena
kebocoran pada sambungan-sambungan pipa dan bagian-bagian dari
mesin-mesin, air yang merembes dari pendingin dan lain-lain.
g Pompa Air Tawar (fresh water pump), Digunakan untuk mengisi tangki
harian yang berfungsi sebagai penyuplai air tawar untuk keperluan
dapur, air minum, mandi dan mencuci.
h Pompa Air Laut Pendingin Cooler, digunakan untuk mendinginkan
mendinginkan air tawar yang keluar dari mesin dan masuk ke dalam
cooler, dimana pompa ini bekerja secara kontinu selam mesin
beroperasi.
i Pompa Kotoran (vecal pump), digunakan untuk memompa kotoran–
kotoran dari kamar mandi, ruang cuci, dapur, dan toilet.

25
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Disamping pompa-pompa, maka peralatan penunjang yang ada


dalam kamar mesin adalah :
a Kompressor dan botol angin. Fungsi kompressor disini adalah
mensupply udara masuk ke dalam ruang bakar silinder yang kemudian
akan bercampur dengan bahan bakar yang telah diatomisasi, sebagai
start awal pada mesin.
b Sea Chest, Digunakan untuk menampung air laut yang diambil
langsung dari laut dengan sistem pembukaan katup untuk berbagai
keperluan air laut di atas kapal.
c Purifier atau filter (alat pembersih/penyaring), berfungsi untuk
menyaring zat cair dari kotoran–kotoran yang memiliki tingkat polusi
lebih rendah. Contoh Pemakaian pada sistem air tawar, yaitu
pemompaan dari tangki induk ke tangki harian.
d Separator (Mesin pemisah), berfungsi untuk memisahkan zat cair yang
satu (yang memiliki kadar polusi yang tinggi) dengan zat cair yang
dapat dibuang langsung ke laut. Penggunaan separator disini terdapat
pada sistem bilga untuk menyaring kotoran yang terikut masuk dan
bercampur dengan kotoran pada sumur bilga, dan juga pada sistem
bahan bakar untuk menyaring kotoran yang terdapat pada sisa bahan
bakar setelah masuk pada tangki di mesin untuk dimasukkan kembali ke
tangki harian.
e Peralatan pendingin (Cooler), berfungsi sebagai tempat pertukaran
panas antara fluida panas dan fluida dingin.
Penempatan peralatan tersebut di atas disesuaikan dengan fungsi
dan kegunaannya di atas kapal. Untuk pompa peletakannya disesuaikan
dengan fungsinya dan sebaiknya dekat dengan tangki yang akan di
pompa. Sedangkan untuk peralatan lainnya disesuaikan dengan
fungsinya dalam suatu rangkaian instalasi untuk pemindahan cairan di
atas kapal.

26
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB III
PENYAJIAN DATA

3.1 Ukuran Utama


o Type Kapal = General Cargo
o Length Between Perpendicular (LBP) = 89,50 meter
o Breath (B) = 16,20 meter
o Defth (H) = 7,20 meter
o Draught ( T) = 5,96 meter
o Speed (Vs) = 12,30 knot
o Cb = 0.70
o Cm = 0,986
o Cwl = 0,80
o Cph = 0,71
o Cpv = 0,88
o Displacement = 6.505,537 ton
o Volume Kapal = 6.299,62 m³
o BHP = 2002,677 HP
= 1493,396 KW
3.2 Rencana Trayek
Kapal rancangan ini memilii rute pelayaran sebagai berikut :
Makassar - Ambon = 611 seamiles
Total hari berlayar = 3 hari

3.3 Daya Mesin


Estimasi perhitungan daya mesin diperoleh dari perhitungan sebelumnya
dari mata kuliah “Tahanan Kapal” yang menggunakan metode Holtrop.

EHP = 1129,178172 Hp
BHP = 2002,677 Hp
1493,396 Kw

27
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

o Data Mesin Utama


Dari perhitungan daya mesin, kita dapat menentukan mesin yang
akan digunakan pada kapal yang telah dirancang. Adapun data mesin
yang sesuai dengan penentuan daya diatas yaitu :
» Merek Mesin = CATERPILLAR 9 M 20 C
» Daya Mesin = 1530 KW
= 2051,7634 HP
» Bore = 200 mm
» Stroke = 300 mm
» Berat Mesin = 26 ton
» Speed = 1000 rpm
» Lenght = 5176 mm
» Width = 1693 mm
» Height = 3177 mm

o Data Mesin Bantu


Dari buku Ship Design and Efficiency, asumsi untuk mencari daya
mesin bantu :
W.mb = 10 ~ 15% Daya mesin utama
= 15% Daya mesin utama
= 229,5 KW

Dari yanmar.marine.eu didapat spesifikasi mesin seperti berikut


» Merek Mesin = YANMAR 6NY16L-DW
» Daya Mesin = 245 KW
= 328,55 HP
» Bore = 160 mm
» Stroke = 100 mm
» Berat Mesin = 2880 Kg
» Speed = 1000 rpm
» Lenght = 3097 mm

28
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

3.4 Kapasitas Tangki-Tangki


Berikut akan ditampilkan perhitungan kapasitas tangki-tangki yang
dihitung pada tugas General Arrangement. Berikut penjabarannya.
Volume Berat Jenis
Jenis Tangki
(m3 ) (m3/ton)
Bahan Bakar 34,867 0,95
Minyak Pelumas 0,144 0,9
Air Tawar 24,376 1,004
Ballast 633,812 1,025
Sanitari 0,299
Diesel Oil 6,064 0,9

29
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB IV
PEMBAHASAN

IV.I Perhitungan Daya Pompa-Pompa


1.1. Daya Pompa Ballast
Pompa Ballast adalah pompa yang digunakan untuk mengisi dan
mengosongkan tangki-tangki ballast dengan tujuan untuk menjaga
stabilitas kapal, dengan jalan mendapat sarat kapal yang maksimum.
Pada Buku "Marine Power Plan" oleh P. Akimov. Hal. 492 ditentukan
waktu yang diperlukan untuk mengisi seluruh tangki ballast adalah 4-10
jam Berikut urutan perhitungan daya pompa :

a) PENENTUAN KAPASITAS POMPA


Berdasarkan buku “Marine Power Plant oleh P. Akimov Halaman
492”, kapasitas pompa ballast dapat dihitung dengan menggunakan
rumus:
Q = Vb/t (m3/jam)
Dimana :
Vb = Volume tangki ballast yaitu berdasarkan rencana umum
= 633,812 m3
T = Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki ballast
= 6 jam
Sehingga :
Q =

= 105,635 m3/jam
= 1,761 m3/menit

30
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b) PENENTUAN DIAMETER PIPA ISAP


("Pompa dan Kompresor", Prof. Dr. Haruo Tahara, 23; Tabel 2.10)
D = 125 mm
0,125 m

c) PENENTUAN HEAD TOTAL POMPA


(“Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27”)

H = ha + hp + hv + h1 (m)

ha adalah perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
ha = ht - hi
Dimana:
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm diatas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb Kamar Mesin
= 5,181 m
hi = Tinggi pipa isap
= Hdb Km – 0,05
= 7,150 m

Sehingga: ha = -1,969

hp adalah perbedaan tekanan antara kedua tangki


hp= hpi-hpt
Dimana:
hp = Tekanan pada tangki isap
= 0 (tangki berada dibawah pompa)
Hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 (karena fluida langsung dibuang kelaut)

Sehingga hp =0

31
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

hv adalah kehilangan akibat kecepatan zat cair


hv= V2 / 2g

Dimana:
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
= 2,392 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2

Sehingga: hv = 0,292 m

h1 adalah kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa
h1 = hl1 + hl2

hl1 =

Dimana:
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,029 m3/s
L = Panjang pipa lurus terpanjang
= 48 m
C = Koefisien jenis pompa (Tabel 2.1 “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa jenis cor baru)
D = Diameter Pipa
= 0,125 m

Sehingga: h11 =2,188

32
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Dimana :
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal , berdasarkan table berikut :

Penyebab Jumlah Koefesien Nilai


flange 7 0,2 1,4
Katup bundar 6 10 60
Saringan 2 1,79 3,58
Sambungan siku 5 0,75 3,75
Sambungan T 6 1,8 10,8
79,53

Sehingga: hl2 = 23,223

Maka: hl = 25,410

H = ha + hp + hv + h1
= 23,773

d) PERHITUNGAN DAYA POMPA

Dalam buku “ Marine Power Plant “, oleh P. Akimov. Hal 495 diberikan
rumus untuk menghitung besarnya daya pompa yang digunakan :

Q = Laju aliran pompa = 105,635 m3/jam


H = Head total pompa = 23,733 (m)
ρ = Massa jenis air laut = 1025 (kg/m3)
η = total efisiensi pompa = 0,98 (pompa baru)

sehingga :
N = 9,712 HP
= 7,242 Kw

33
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = AZCUE
Model = 65 – 250 MN Series
Dimensi Pompa :
 Panjang = 710 mm
 Tinggi = 450 mm
 Daya = 7,5 kW
10 Hp
1.2. Daya Pompa Bilga

Pompa bilga adalah pompa yang menyatu dengan pompa drainase yang
berfungsi untuk mengeringkan ruang muat jika pada saat melakukan pelayaran
kapal kemasukan air laut dari lubang palka yang tidak kedap, merembesnya air
dari pori pori plat, bocoran dari plat dan pengelasan yang mengalami keretakan .
Selain itu, Pompa ini berfungai menguras zat-zat cair yang tidak
diperlukan dari sumur penampungan (Bilga Course) untuk dibuang kelaut setelah
mengalami penyaringan dan pemisahan limpah pada Boxshape Tank.
a) PENENTUAN KAPASITAS POMPA

Berdasarkan buku “ Marine Power Plant “ oleh P. Akimov halaman


492, kapasitas pompa bilga dapat dihitung dengan menggunakan rumus

Dimana :
D = Diameter Pipa
= 2642,88 mm
(diameter yang digunakan, sesuai dengan pasaran 150 mm)

Sehingga
Q = 126,56 m3/jam

34
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b) PENENTUAN HEAD TOTAL POMPA


“Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27.

H = ha + hp + hv + h1 (m)

ha adalah perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
ha = ht + hi

Dimana:
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm diatas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb Kamar Mesin
= 5,2 m
hi = Tinggi pipa isap
= Hdb KM – 0,05
= 7,15 m

Sehingga: ha = -1,969 m

hp adalah perbedaan tekanan antara kedua tangki


hp= hpi-hpt
Dimana:
Hpi = Tekanan pada tangki isap
= 0 (tangki berada dibawah pompa)
Hpt = Tekanan pada tangki penampungan
= 0 (tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang kelaut)

Sehingga hp = 0

35
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

hv adalah kehilangan akibat kecepatan zat cair


hv= V2 / 2g
Dimana:
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
= 0,035 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2

Sehingga: hv = 0,202

h1 adalah kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan sepanjang pipa
h1 = hl1 + hl2

hl1 =

Dimana:
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,03515625 m3/s
L = Panjang pipa lurus terpanjang
= 71,02 m
C = Koefisien jenis pompa ( Tabel 2.1 buku “Pompa dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa jenis cor baru)
D = Diameter Pipa
= 0,150 m

Sehingga: hl1 = 1,882 m

36
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

hl2 = K.hv (m)

Dimana :

K = Jumlah koefisien kehilangan lokal , berdasarkan table berikut :

Penyebab Jumlah Koefesien Nilai


Katup bundar 7 10 70
flange 11 0,2 2,2
Saringan 2 1,79 3,58
Sambungan siku 2 0,75 1,5
Sambungan T 2 1,8 3,6
80,88

Sehingga: hl2 = 16,35

Maka: hl = 18,23

H = ha + hp + hv + h1
= 16,46

 PERHITUNGAN DAYA POMPA

Dalam buku “ Marine Power Plant “, oleh P. Akimov. Hal 495 diberikan
rumus untuk menghitung besarnya daya pompa yang digunakan :

Q = Lajua aliran pompa = 126,56 (m3/jam)


H = Head total pompa = 16,46 (m)
ρ = Massa jenis air laut = 1025 (kg/m3)
η = total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9) = 0,98

sehingga :
N = 8,07 HP
= 6,02 Kw

37
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur azcua pumps dengan spesifikasi berikut :
Tipe = AZCUE PUMPS
Model = 65 – 250 MN Series
Dimensi Pompa :
 Panjang = 710 mm
 Tinggi = 450 mm
 Berat = 130 Kg
 Daya = 7,5 kW

1.3. Daya Pompa Sanitari

Sistem sanitari dan scupper bertugas untuk mengalirakn air dari


geladak dan membuang air yang sudah terpakai di kamar mandi, laundries,
galley, store room, dan lain lain.

1) KAPASITAS POMPA
Berdasarkan buku “ Marine Power Plant “oleh P. Akimov halaman
492, kapasitas pompa sanitari dapat dihitung dengan menggunakan
langkah-langkah berikut :
Q = Total kotoran yang dihasilkan + volume tangki
Lama pemompaan
Lama pelayaran : 3 hari
Volume tangki : 0,298 m3
Jumlah crew : 18 0rang
Kotaran yang dihasilkan : 5 liter/hari/orang
Lama pemompaan : 0,25 jam
Sehingga Q = 21,195 m3/jam
= 0,35 m3/menit
= 0,0059 m3/detik
38
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2) PERHITUNGAN HEAD POMPA


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo
Tahara halaman 27 perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung
dengan menggunakan rumus

H=

Dimana:
C = Kecepatan aliran zat cair
= 0,237 m/s
g = Percepatan grafitasi
= 9,8 m/s2
p = Tekanan
= 25000 kg/m3
r = Massa jenis air laut
= 1,025 kg/m3
Z = Kedudukan pompa dari zat yang dipompa
= 0 m (kedudukan sama)

Sehingga H = 15,80

3) PERHITUNGAN DAYA POMPA


Dalam buku “ Marine Power Plant “, oleh P. Akimov. Hal 495 diberikan
rumus untuk menghitung besarnya daya pompa yang digunakan :

Q = Laju aliran pompa = 21,195 (m3/jam)


H = Head total pompa = 15,80
ρ = Massa jenis air laut = 1025 (kg/m3)
η = total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9) = 0,98 (pompa baru)
sehingga :

39
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

N = 1,30 HP
=1 Kw

 POMPA YANG DIGUNAKAN


Tipe = MN Series
MODEL = 32 – 125 MN
Dimensi Pompa :
 Panjang = 470 mm
 Tinggi = 252 mm
 daya = 1,1 kW ( 1,5 Hp)

1.4. Pompa Pemadam Kebakaran

Pompa ini untuk menyuplai air ke sistem pemadam kebakaran. Kadang


juga pompa ini di gunakan sebagai pompa cadangan untuk ballast dan sistem
bilga. Satu pompa pemadam kebkaran sedikitnya melayani 3 selang pemadam.
(Buku"Marine Power Plant"by P. Akinov, hal 495).

1) KAPASITAS POMPA
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 69, laju
aliran pompa dengan kecepatan aliran 122 m/menit dapat dihitung dengan
menggunakan formula :
4
Q= QB m3/jam
3

dimana :
QB = Laju aliran pompa bilga (m3/ jam)
= 126,56 (m3/ jam)
sehingga :
Q = 2,81 (m3/ menit)

2) PENENTUAN DIAMETER PIPA POMPA


("Pompa dan Kompresor", Prof. Dr. Haruo Tahara, 23; Tabel 2.10)
D = 150 mm

40
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

3) PERHITUNGAN HEAD POMPA


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara
halaman 27 perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus

H=

Dimana:
C = Kecepatan aliran zat cair
= 1,698 m/s
g = Percepatan grafitasi
= 9,8 m/s2
p = Tekanan
= 25000 kg/m3
r = Massa jenis air laut
= 1,025 kg/m3
Z = Kedudukan pompa dari zat yang dipompa
= 1,04 m (kedudukan sama)

Sehingga H = 34,76 m

4) PERHITUNGAN DAYA POMPA


Dalam buku “ Marine Power Plant “, oleh P. Akimov. Hal 495 diberikan
rumus untuk menghitung besarnya daya pompa yang digunakan :

Q = Lajua aliran pompa = 168,75 (m3/jam)


H = Head total pompa = 34,76 (m)
ρ = Massa jenis air laut = 1025 (kg/m3)
η = total efisiensi pompa (0,6 ~ 0,9) = 0,98 (pompa baru)

41
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

sehingga :
= 22,72 HP N
= 16,94 Kw
 POMPA YANG DIGUNAKAN
Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 32 – 250 MN series
Dimensi Pompa :
 Panjang = 850 mm
 Tinggi = 435 mm
 daya = 18,5 Kw

1.5. Daya Pompa Suplay Air Tawar

Pompa ini digunakan untuk mensuplai air tawar dari tangki utama ketangki
harian air tawar.
1) KAPASITAS POMPA
Dalam perancangan diketahui volume air tawar untuk konsumsi
=24,375 (m3) sedangkan lama pelayaran t = 3 hari. Maka jumlah air tawar
yang harus disuplai ke tangki harian,dalam hal ini hydrophore = 8,125
(m3/hari) Dalam perencanaan, hydrophore diisi setiap = 0.5 hari = 12
jam, sehingga volume air yang sekali dipindahkan = 4,0626 (m3)
sedangkan lama pemomopaan = 0.5 (jam) = 30 menit.

sehingga :
Q = Volume air sekali dipindahkan/waktu pemompaan setiap kali
= 4,062 m3 / 0,5 jam
= 8,125 (m3/ jam)

2) PENENTUAN DAYA POMPA

Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 495 diberikan formula
untuk menghitung daya pompa :
N= (Hp)

Dimana :
Q = Kapasitas pompa yaitu 6,50592 m3/jam

42
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

H = Tinggi kenaikan tekanan (m)


Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 62,
head total pompa biasanya berkisar antara (40 ~ 50) meter untuk
sistem hydrophore dan (30 ~ 40) meter untuk continous running
system. Karena dalam perencanaan, desainer menggunakan
hydrophore, maka head total dari pompa yang digunakan = 50 (m)
= Massa jenis air tawar (kg/m3)
= 1000 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
N = 1,88 Hp
= 1,4 kW

3) POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi
berikut :
Tipe = 32 - 200 mn SERIES
Dimensi Pompa :
 Panjang = 505 mm
 Tinggi = 340 mm
 Lebar = 270 mm
 daya = 1,50 kW

Dalam buku BKI Vol. III, Bab II Pipa-pipa, katup - katup, peralatan –
peralatan, dan pompa pompa , P.1. Hal. 163; mengenai sistem air tawar tidak
ditentukan jumlah pompa air tawar yang harus digunakan. Jadi direncanakan
pompa sebagai berikut :
 Pompa utama = 1 buah
 Pompa cadangan = 1 buah
 Total pompa = 2 buah

43
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Dalam buku BKI Vol. III, Bab II Pipa-pipa, katup - katup, peralatan –
peralatan, dan pompa pompa , P.1. Hal. 163; mengenai sistem air tawar tidak
ditentukan jumlah pompa air tawar yang harus digunakan. Jadi direncanakan
menggunakan 2(dua) buah pompa.
Sehingga N = 2 x 1,5 kw
= 3 kw

4) HYDROPHORE UNITES
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 61, volume
tangki hydrophore dapat dihitung dengan menggunakan formula :
P1
V = q  ( P  P  a) (m3)
1 2

dimana :
q = volume air yang disuplai oleh pompa dalam waktu 1~2 menit.
= 0,27 (m3)
P1 = Tekanan akhir pompa
= 4,5 (kg/cm2)
P2 = Tekanan awal pompa
= 3 (kg/cm2)
A = Staying water quantity in hydrophore
= 1,5
sehingga :
V = 1,2187 (m3)
Dengan demikian volume tangki hydrophore yang digunakan adalah 1,2187 (m3)

44
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

1.6. Daya Pompa Air Tawar pendingin Mesin Induk


Pompa ini digunakan untuk menyuplay air tawar yang mendinginkan
mesin induk.Tapi pemilihan mesin utama tidak memerlukan lagi pompa karena
sudah terpasang pompa tersendiri untuk sistem pendingin pada mesin utama
tersebut.

1.7. Daya Pompa Transfer Bahan Bakar


Transfer Pump berfungsi untuk memindahkan bahan bakar dari storage
tank ke settling tank.
1) KAPASITAS POMPA
Dalam perancangan diketahui bahan bakar = 34,8673 (m3) sedangkan
lama pelayaran t = 3 hari. Maka jumlah bahan bakar yang harus disuplai ke tangki
harian = 11,622 (m3/hari). Dalam perencanaan, tangki harian diisi setiap = 0,5
hari sehingga volume bahan bakar yang harus dipindahkan ke tangki harian =
23,244 (m3) sedangkan lama pemompaan = 0,25 jam = 15 menit.
sehingga :
Q = Volume air sekali dipindahkan/waktu pemompaan setiap kali
= 23,244 m3 / 0,25 jam
= 92,979 (m3/ jam)

2) PENENTUAN DIAMETER PIPA POMPA


"Pompa dan Kompresor", Prof. Dr. Haruo Tahara, 23; Tabel 2.10

D = 70 mm
0,07 m

3) PENENTUAN HEAD POMPA


“Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara halaman 27

H = ha + hp + hv + h1 (m)

ha adalah perbedaan tinggi muka air antara sisi isap dan sisi keluar
ha = ht – hi

45
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Dimana:
ht = Tinggi pipa buang minimal 30 cm diatas sarat kapal
= T + 0,3 m – hdb Kamar Mesin
= 5,5815
hi = Tinggi pipa isap
= Hdb – 0,05
= 1,5685

Sehingga: ha = 7,15

hp adalah perbedaan tekanan antara kedua tangki


hp= hpi-hpt
Dimana:
hp = Tekanan pada tangki isap
= 0 (tangki berada dibawah pompa)
hpt= Tekanan pada tangki penampungan
= 0 (tangki tidak ada karena fluida langsung dibuang kelaut)

Sehingga hp = 0

hv adalah kehilangan akibat kecepatan zat cair


hv= V2 / 2g
Dimana:
V = Kecepatan aliran fluida (m/s)
= 0,8659 m/s
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
= 9,8 m/s2

Sehingga: hv = 3,674

46
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

h1 adalah kehilangan longitudinal pada pipa lurus oleh gesekan


sepanjang pipa
h1 = hl1 + hl2

hl1 =

Dimana:
Q = Debit aliran (m3/s)
= 0,0258 m3/s
L = Panjang pipa lurus terpanjang
= 11 m
C = Koefisien jenis pompa (Tabel 2.1 Halaman 30 buku “Pompa
dan Kompressor”)
= 130 ( untuk pipa jenis cor baru)
D = Diameter Pipa
= 0,07 m

Sehingga: hl1 = 0,402

hl2 =

Dimana :
V = Kecepatan aliran fluida
= 2 m/s
g = Percepatan gravitasi
= 9,8
K = Jumlah koefisien kehilangan lokal , berdasarkan table berikut :

Jenis katup/ Jumlah koefisien hasil kali


sambungan n f nxf
saringan 1 1,79 1,79
katup bundar 2 10 20
sambungan siku 5 0,75 3,75
flange 2 0,2 0,4
25,94

47
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

H = ha + hp + hv + h1
= 12,229

4) PENENTUAN DAYA POMPA


Berdasarkan buku “Pompa dan Kompresor” by Prof. Dr. Haruo Tahara
halaman 27, perhitungan tinggi kenaikan tekanan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :

N= (Hp)

Dimana :

Q = Kapasitas pompa yaitu 6,118 m3/jam


H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
=24,08 m
= Massa jenis air laut (kg/m3)
= 1,025 kg/m3
η = Efisiensi pompa
= 0,98 ( untuk pompa baru )
Sehingga :
N = 8,754 Hp
= 6,53 Kw

5) POMPA YANG DIGUNAKAN


Berdasarkan brosur pompa Bombas Azcue dengan spesifikasi berikut :
Tipe = 65 – 250 MN Series
Dimensi Pompa :
 Panjang = 710 mm
 Tinggi = 450 mm
 Diameter Pompa = 1750
Daya = 7,5 kW / 10 Hp

48
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Menurut BKI Vol. III , Bab II Pipa-pipa, katup - katup, peralatan-


peralatan, dan pompa pompa , G 5.1 Hal. 148 dikatakan bahwa paling
sedikit harus ada 2(dua) buah pompa pemindah bahan bakar untuk
pengisian tangki harian. Jadi direncanakan menggunakan 2(dua) buah
pompa,
Sehingga N = 2 x 10 Hp
= 20 Hp

IV.2. Perhitungan Alat-Alat Khusus


2.1. Pompa Pendingin Kamar Mesin (Blower)

Pompa ini berfungsi untuk mempertahankan suhu kamar mesin


agar tetap stabil. Volume kamar mesin = 400,88 m3
dimana:
Q = 20.V (m3/jam) (BKI Vol.III,tahun 1998,hal.2-14)
= 24551,687 m3/jam
a. Kapasitas Blower
("Marine Power Plant", P. Akimov, 494)
H = (V2/2
P = Tekanan kerja pada 1 atm (Kg/cm2)
= 1,29
Massa jenis udara (Kg/m3)
= 1,293
z = Tinggi kedudukan kipas dari lantai kamar mesin
= 5
g = Percepatan gravitasi (m/dt2)
= 9,8
V = Kecepatan aliran gas (m/dt)
= 5
= 7,27

49
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b. Perhitungan Daya Blower


("Marine Power Plant", P. Akimov, 495)
Q.H.g
N= (HP)
3600.75.h
Q = Kapasistas Blower (m3/jam)
= 24551,69
H = Tinggi kenaikan tekanan (m)
= 7,27
g = Massa jenis udara (kg/m3)
= 1,293
h= Efesiensi motor
= 0,9 (Motor baru)
= 0,950 HP
= 0,709 KW

2.2. Mesin Kemudi

Fungsi kemudi adalah untuk menentukan dan mengatur arah


haluan kapal sesuai gerak kapal yang diinginkan. Dalam buku sistem dan
perlengkapan kapal hal. 69, besar gaya kemudi dapat dihitung
dengan rumus:
KV = 11.f.c.V2.sin2Φ (kg)
dimana:
f = luas daun kemudi yang tenggelam
= {(T.L)/100}{1+25(B/L)2}
= 9,703 m2
V = kecepatan kapal
= 6,32712 m/dtk
Ф = 70 (besar sudut yang ditempuh tiap menit)
c = konstanta srew vessel
= 1,2 kg

50
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

sehingga;
KV = 5433,24 kg
dalam buku yang sama diberikan daya pompa yang sama;
N = (KV.V)/(75.h)
dimana:
KV = 5,43324 ton
V = kecepatan kapal
= 6,32712 m/dtk
ŋ = efesiensi motor (0.4 - 0.9 )
= 0,9
maka;
N = 0,51 Hp
= 0,38 Kwatt
Menurut BKI Vol.III Bab 14 - Instalasi kemudi, Derek jangkar, Sisem
hidraulis A 3.1 dikatakan bahwa "Setiap kapal harus dilengkapi dengan instalasi
kemudi utama dan instalasi kemudi bantu/darurat." Sehingga direncanakan
menggunakan (2) dua buah pompa ( utama dan cadangan).
N = 0.38 kw x 2
N = 0,76 Kw

2.3. Jangkar dan Windlass jangkar

Mesin ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan jangkar pada saat
kapal berlabuh dilaut lepas atau sandar di pelabuhan. “Alat dan Perlengkapan oleh
Sukarsono N.A hal.38”.
Jumlah Jangkar = 3 buah
Berat Jangkar Haluan = 1590 Kg
Panjang Total Rantai = 412,5 m
Diameter Rantai = 40,34,30 mm

51
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Perhitungan Daya Motor Jangkar 1


(“Alat dan Perlengkapan Kapal”, Sukarsono N.A., Hal.38)
Berdasarkan tabel electrik windlass
Untuk diameter rantai = 40 mm
Gaya tarik = 7125 Kg
Kecepatan motor = 10,4 m/mnt
Daya motor = 30 Hp
= 22,37 Kw

Perhitungan Daya Motor Jangkar 2


(“Alat dan Perlengkapan Kapal”, Sukarsono N.A., Hal.38)
Berdasarkan tabel electrik windlass
Untuk diameter rantai = 34 mm
Gaya tarik = 5112,5 Kg
Kecepatan motor = 9,7 m/mnt
Daya motor = 20,5 Hp
= 15,29 Kw.

Perhitungan Daya Motor Jangkar 3


(“Alat dan Perlengkapan Kapal”, Sukarsono N.A., Hal.38)
Berdasarkan tabel electrik windlass
Untuk diameter rantai = 30 mm
Gaya tarik = 3657 Kg
Kecepatan motor = 9 m/mnt
Daya motor = 17 Hp
= 12,68 Kw.

52
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.4 Windlass Sekoci

Dari perencanaan umum menurut “sistem dan perlengkapan kapal”


oleh soekarsono hal 75, tabel II diperoleh spesifikasi sekoci dengan
kapasitas 16 orang :
Diperkirakan :
Berat sekoci dan perlengkapannya = 590 Kg
Kapasitas muat = 16 orang
Berat rata-rata crew = 75 Kg
Dimensi sekoci = 5,49 x 1,8 x 0,73
maka :
W = Berat Sekoci + Berat Perlengkapan + Berat Crew (Kg)
= 1942 Kg
H = 0,7 m
jadi :
N = 0,25Kw
Direncanakan menggunakan 2(dua) buah sekoci ( aturan umum bahwa
sebuah kapal minimal terdapat dua buah sekoci) Sehingga :

N = 0,25 x 2 kw
= 0,50 kw

2.5. Windlass tangga

Mesin ini berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan tangga pada


saat akan digunakan atau sandar dipelabuhan. Tangga yang dimaksud
adalah tangga akomodasi yang terletak dilambung kiri dan kanan kapal.
Berat tangga diperkirakan W = 500 Kg
H = 7 m (dari general arragement)
N = (W x H)/(60 . 75 . ŋ)
= 0,86 Hp
= 0,64 Kwatt

53
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.6. Air Conditioner (AC)

Kemampuan pompa untuk mendinginkan ruangan adalah 3,8/100 (Hp/m3)


sehingga daya yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan di atas kapal :
N = Kemampuan pompa x Volume ruangan
Adapun ruangan yang ingin di dinginkan:
Main Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) Volume (m3)
P L T
1 Dapur 1 4,79 3 2,4 34,488
2 Toilet 1 4,91 2,78 2,4 32,7601872
3 Kamar Masinis I 1 3,53 3 2,4 25,416
4 Kamar Masinis II 1 3,06 3 2,4 22,032
5 Kamar Mandor Mesin 1 4,02 3 2,4 28,944
6 Kamar Oiler II & III 1 4,02 3 2,4 28,944
7 Ruang Santai ABK 1 4,47 3,61 2,4 38,72808
8 Kamar Juru Masak 1 3,53 3 2,4 25,416
9 Kamar Pelayan 1 3,06 3 2,4 22,032
10 Ruang Makan 1 4,91 2,73 2,4 32,17032
11 Ruang Perbekalan Kering 1 3,75 3 2,4 27
12 Ruang Perbekalan Dingin 1 4,92 2,53 2,4 29,87424
13 Ruang Cuci & Jemuran 1 6,88 3,61 2,4 59,5658664
14 Ruang Co2 1 4,04 1,7 2,4 16,4832
Jumlah = 407,3706936

Poop Deck
1 Kamar Kepala Kamar Mesin 1 5,35 3 2,4 38,52
2 Kamar Kelasi 1 4 3 2,4 28,8
3 Kamar Serang 1 2 3 2,4 14,4
4 Kamar Oiler 1 1 2 3 2,4 14,4
5 Kamar Juru Mudi 1 1 3 3 2,4 21,6
6 Kamar Juru Mudi 2 & 3 1 3 3 2,4 21,6
7 Ruang Makan ABK 1 2,7 3 2,4 19,44
8 Ruang Makan ABK 1 2,7 3 2,4 19,44
9 Musholla 1 4,54 1,8 2,4 19,6128
10 Toilet 1 5,54 1,8 2,4 23,9328
Jumlah= 221,7456

54
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Boat Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) Volume (m3)
P L T
1 Kamar Radio Operator 1 3,98 2,98 2,4 28,46496
2 Kamar Muallim I & II 1 3,98 2,98 2,4 28,46496
3 Ruang Makan 1 4,95 2,19 2,4 26,0172
4 Ruang Rapat 1 4,95 2,19 2,4 26,0172
Jumlah= 108,96432
Bridge Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) Volume (m3)
P L T
1 Kamar Kapten 1 13 3,25 2,4 101,322
2 Office Room 1 3,45 3,25 2,4 26,91
3 Ruang Rapat 1 5 2,13 2,4 25,56
4 Musholla 1 5 2,13 2,4 25,56
5 Tempat Wudhu 1 4,18 1,4 2,4 14,0448
Jumlah= 193,3968
Navigation Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) Volume (m3)
P L T
1 Ruang Kemudi 1 16,4 4,05 2,4 159,7968
2 Ruang Peta & Radio 1 7,16 3,16 2,4 54,30144
3 Ruang Batteray 1 7,16 2,3 2,4 39,5232
Jumlah = 253,62144

Total Volume Ruangan: 1185,1 m3

Perhitungan Daya Motor


N= 3,8 x V (HP)
100
V = Volume Ruangan
= 1185,10
= 45,03 HP
= 33,58 KW

55
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.7.Alat Alat Elektrik

a. Perlengkapan Dapur
("Merchant Ship Design Hand Book Vol. VI")

No. Item Daya


(KW)
1 Electric Cooking Range 25
2 Electric Rice Boiler 8
3 Electric Water Boiler 2
4 Electric Universal Cooking Machine 0,75
5 Lemari es 4
6 Electric Coffe Burn 0,1
7 Electric Fryer 5
8 Baking oven 10
9 Refrigerator 2,5
Total = 57,35
b. Peralatan Cuci
("Merchant Ship Design Hand Book Vol. VI")
No. Item Daya
(KW)
1 Mesin Cuci Piring 0,25
2 Laundry (4 x 700 Watt) 3500
Total = 3500,25
c. Peralatan Navigasi & Komunikasi
No. Item Daya
(KW)
1 Marine Radar 0,5
2 Echo Sounder 0,3
3 RDF (Radio Direction Finder) 0,3
4 Navigasi Satelit (GPS) 1
5 Telegraf 0,08
6 Jaringan Telepon PABX 0,08
7 Radio SSB 0,3
8 VHF Multi Chanel 0,5
Total = 3,06

Total Daya Elektrik : 3560,66 Kw

56
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

2.8.Perhitungan Penerangan
a. Penerangan Dalam
("Merchant Ship Design Hand Book Vol. V")
Main Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya (Watt)
P L
1 Dapur 1 4,79 3 20 287
2 Toilet 1 5,75 2,78 10 160
3 Kamar Masinis I 1 3,53 3 20 212
4 Kamar Masinis II 1 3,06 3 20 184
5 Kamar Mandor Mesin 1 4,02 3 20 241
6 Kamar Oiler II & III 1 4,02 3 20 241
7 Ruang Santai ABK 1 4,47 3,61 20 323
8 Kamar Juru Masak 1 3,53 3 20 212
9 Kamar Pelayan 1 3,06 3 20 184
10 Ruang Makan 1 4,91 2,73 20 268
11 Ruang Perbekalan 1 3,75 3 20 225
Kering
12 Ruang Perbekalan 1 4,92 2,53 20 249
Dingin
13 Ruang Cuci 1 5,97 3,61 20 431
14 Ruang Co2 1 4,04 1 20 81
Jumlah = 3.297
Poop Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya yang
P L dibutuhkan
(Watt)
1 Kamar Kepala Kamar 1 5,35 3 20 321
Mesin
2 Kamar Kelasi 1 4 3 20 240
3 Kamar Serang 1 2 3 20 120
4 Kamar Oiler 1 1 2 3 20 120
5 Kamar Juru Mudi 1 1 3 3 20 180
6 Kamar Juru Mudi 2 & 1 3 3 20 180
3
7 Ruang Makan ABK 1 2,7 3 10 81
8 Ruang Makan ABK 1 2,7 3 20 162
9 Musholla 1 4,54 1,8 20 163
10 Toilet 1 5,54 1,8 20 199
Jumlah = 1.767
57
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

Boat Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya yang
P L dibutuhkan
(Watt)
1 Kamar Radio Operator 1 3,98 2,98 20 237
2 Kamar Muallim I & II 1 3,98 2,98 20 237
3 Ruang Makan 1 4,95 2,19 10 108
4 Ruang Rapat 1 4,95 2,19 20 217
Jumlah = 800
Bridge Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya yang
P L dibutuhkan
(Watt)
1 Kamar Kapten 1 12,99
3,25 20 844
2 Office Room 1 3,453,25 20 224
3 Ruang Rapat 1 5 2,13 20 213
4 Musholla 1 5 2,13 20 213
5 Tempat Wudhu 1 4,181,4 20 117
Jumlah = 1.612
Navigation Deck
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya yang
P L dibutuhkan
(Watt)
1 Ruang Kemudi 1 16,44 4,05 20 1.332
2 Ruang Peta & Radio 1 7,16 3,16 20 453
3 Ruang Batteray 1 7,16 2,3 20 329
Jumlah = 2.114
Lain – Lain
No. Item Jumlah Dimensi (m) W/m2 Daya yang
P L dibutuhkan
(Watt)
1 Ruang Mesin 1 13,18 13 20 3.429,44
2 Lampu Jalan Deck 30 - - 40 1.200
Jumlah = 4.629,44

Total Daya Penerangan Dalam = 14.218,16 Kw

58
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

b. Penerangan Luar
("Merchant Ship Design Hand Book Vol. V")
No. Item Daya Jumlah Daya (Watt)
1 Lampu Utama (Head Mast Light) 500 1 500
2 Lampu Samping (Side Light) 0
a. Startboard Side 50 1 50
b. Port Side 50 1 50
3 Lampu Morse (Morse Signal Light) 100 1 100
4 Lampu Jangkar (Anchor Light) 0
a. Bow Anchor Light 40 2 80
a. Stern Anchor Light 40 1 40
5 Lampu Buritan (Stern Light) 75 1 75
6 Lampu Bongkar Muat (Cargo 500 1 500
Handling Light)
7 Lampu Pelayaran (range) 40 1 40
8 Lampu Sekoci 75 2 150
9 Lampu Sorot (Search Lihgt) 1000 1 1.000
∑= 2.585

Daya Yang Dibutuhkan Untuk Penerangan Luar = 2,585 Kw

59
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

IV.3 Tabulasi Daya Penggunaan Alat Operasi

Daya
No. Nama Komponen
(KW)
A. Pompa - Pompa
1 Pompa Ballast 7,5
2 Pompa Bilga 7,5
3 Pompa Sanitari 1,1
Pompa Pemadam
4 Kebakaran 18,5
5 Pompa Pendingin Mesin 0,55
6 Pompa Air Tawar 1,50
7 Pompa Bahan Bakar 7,50
8 Pompa Minyak Pelumas 0,373
B. Mesin Bantu
1 Kompresor 0,38
2 Blower 0,71
3 Mesin Kemudi 0,38
4 Windlass Jangkar 1 22,37
5 Windlass Jangkar 2 15,29
6 Windlass Jangkar 3 12,68
7 Windlass Sekoci 0,25
8 Windlass Tangga 0,64
9 Air Conditioner 33,58
C. Peralatan Navigasi Dan Penerangan
1 Alat Penerangan Dalam 14,22
2 Alat Penerangan Luar 2,59
3 Peralatan Navigasi 3,06
4 Peralatan Dapur 57,35
5 Peralatan Cuci & Laundry 3500

Total Penggunaan Daya = 3708, 271 Kw

60
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
DESAIN SISTEM PERMESINAN 1 “ENGINE ROOM LAYOUT”
TEKNIK SISTEM PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
Kampus II FT-UH Jl. Poros Malino Km. 7, Borongloe Gowa 92171
Telepon (0411) 586200/ (0411) 584200 Faximile (0411) 585188

BAB V
PENUTUP

Dalam perancanaan pompa-pompa, untuk menentukan nilai dayanya maka


dipengaruhi oleh beberapa hal natara lain:
a. Kerugian akibat panjang pipa ( HL )
b. Kerugian akibat kehilangan lokal yang disebabkan oleh katup,
sambungan sambungan dan belokan pada pipa ( HK )
c. Kerugian akibat kehilangan tekanan pompa (Hp )
d. krugian akibat kedudukan pompa terhadap zat cair (Hz )
e. Kerugian akibat kecepatan zat cair ( Hv )
Sehingga:
H = HL + HK + HP + HZ +HV
Maka:
N = Q . H .γ
3600. 75 .η
dimana ;
N = daya yang diperlukan (HP )

Demikian Laporan kami tentang tugas rencana yang telah kami buat.
Kami mengerti laporan ini jauh dari kata sempurna,karna itu kami mengharapkan
saran dan kritik yang membangun untuk membantu kesempurnaan tugas kami.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang membantu proses terbentuknya laporan ini.

61
ISRALDI YAMIN / D331 16 504
LAMPIRAN BROSUR
2. General data and operation of the engine

2.2 Engine dimensions

2.2.1 Turbocharger at driving end

Dimensions [mm] Weight [t]


Engine
wet dry
type L1 L2 L3 L4 H1 H2 H3 H4 W1 W2
sump sump
6 M 20 C 4,049 702 520 988 2,099 630 330 941 1,558 627 11.5 10.9
8 M 20 C 4,846 802 520 1,125 2,236 630 330 941 1,693 710 14.5 13.8
9 M 20 C 5,176 802 520 1,125 2,236 630 330 941 1,693 710 16.0 15.0

Removal of:

Piston: in transverse direction X1 = 1,905 mm


in longitudinal direction X2 = 2,225 mm

Cylinder liner: in transverse direction Y1 = 1,910 mm


in longitudinal direction Y2 = 2,085 mm

Engine centre distance 6,8,9 Cyl. 2,010 mm


(2 engines side by side)

M 20 C Propulsion - 05.2012 7
2. General data and operation of the engine

2.2.2 Turbocharger at free end

Dimensions [mm] Weight [t]


Engine
wet dry
type L1 L2 L3 H1 H2 H3 H4 W1 W2
sump sump
6 M 20 C 3,838 3,492 520 3,492 630 330 941 1,558 627 11.5 10.9
8 M 20 C 4,498 4,252 520 4,252 630 330 941 1,693 710 14.5 13.8
9 M 20 C 4,828 4,282 520 4,282 630 330 941 1,693 710 16.0 15.0

8 M 20 C Propulsion - 05.2012



Generation
5 Generation 5 saves space! Especially with the smaller sizes
the dimensions have been reduced and an installation variant
‘Side-by-Side’ is also possible.

Generation
5
Performance data
Overpressure, max. data Dimensions and weights
Volume Motor Sound Weight with-
Pressure Length Width Height DN
Blower size flow rating press. level out motor
mbar m3/h kW dB(A) mm mm mm approx. kg
GM 4S-G5 1000 342 15 70 1135 925 1280 80 280
GM 7L-G5 700 493 15 70 1135 925 1280 80 330
GM 10S-G5 1000 542 30 70 1135 925 1280 80 350
GM 10S-G5 1000 696 30 73 1355 1250 1500 100 580
GM 15L-G5 700 1038 30 73 1355 1250 1500 100 580
GM 25S-G5 1000 1452 55 73 1355 1250 1500 125 640
GM 30L-G5 700 2082 75 75 1800 1500 1976 150 910
GM 35S-G5 1000 2418 90 75 1800 1500 1976 150 980
GM 50L-G5 700 2610 90 75 1800 1500 1976 150 1080
GM 50L-G5 700 3306 90 78 2055 1700 2075 200 1370
GM 60S-G5 1000 3540 132 78 2055 1700 2075 200 1490

dimensions (in mm) not binding


7
10/17/2015

http://pdf.directindustry.com/pdf/elgi/navy­compressor/20442­113959.html 1/2
10/17/2015

http://pdf.directindustry.com/pdf/elgi/navy­compressor/20442­113959.html 2/2
DIAGRAM INSTALASI
SISTEM BAHAN BAKAR

8 5 4 3 2
2

KETERANGAN GAMBAR :
1. Tangki Bahan Bakar
2. Katup Bahan Bakar
3. Saringan Kasar
4. Pompa Bahan Bakar
5. Separator
6. Tangki Harian (Daily Tank)
7. Saringan Halus
8. Mesin Utama (Main Engine)
SISTEM BALLAST

6 6

6 6

3
4
1 2

KETERANGAN GAMBAR :
1. Sea Chest
2. Filter
3. Pompa Ballast
4. Katup
5. Manifol
6. Tangki Ballast
SISTEM BILGA

10
6 7 8

1
4 5

KETERANGAN GAMBAR :
1. Bilge Well
2. Filter
3. Pompa
4. Sluge Tank
5. Waste Collecting Tank
6. OWS (OIl Water Separator)
7.Separator Outlet
8. OCM (Only Content Monitor)
9. Store Connection
10. SDNRV (Screw Down Non Return Valve)
SISTEM PELUMASAN

10
11

4 8

7 9
2 3 5

1
6

KETERANGAN GAMBAR :
1. Sea Chest
2. Katub
3. Filter
4. Sea Water Pump
5. Separator
6. Tangki Pelumas
7. Filter
8. Lub Oil Pump
9. Main Engine
10. Cooler
11. Pembuangan Air Pendingin
SISTEM PEMADAM KEBAKARAN

29
4
5
1 2 3

KETERANGAN GAMBAR :
1. Sea Chest
2. Filter
3. Katup
4. Pompa Pemadam Kebakaran
5. hydropore
6. Manifol
SISTEM PENDINGIN AIR TAWAR (INDIRECT COOLING SYSTEM)

6 s
7

2 3 4
ME
1

KETERANGAN GAMBAR :
1. Sea Chest
2. Filter
3. Sea Water Pump
4. Cooler (Pendingin)
5. Mesin Utama (Main Engine)
6. Tangki Ekspansi
7. Thermostat
8. Over Board
SISTEM PENDINGIN AIR (DIRECT COOLING SYSTEM)

4
2 3

ME
1

KETERANGAN GAMBAR :
1. Sea Chest
2. Filter
3. Sea Water Pump
4. Mesin Utama (Main Engine)
5. Over Board
LAMPIRAN GAMBAR
GENERAL ARRANGEMENT
"KM. MELATI PRATAMA" MAIN DECK
ISRALDI YAMIN / D33116504 1. Kamar Mandor Mesin
2. Kamar Juru Masak (Cooker)
3. Kamar Pelayan
4. Kamar Oiler II dan III
TOP DECK 5. Kamar Masinis I
6. Kamar Masinis II
7. Ruang Santai ABK
8. Toilet Umum
NAVIGATION DECK 9. Laundry & Jemuran
10. Ruang Makan (Mess Room)
11. Dapur (Galley)
BRIDGE DECK 12. Ruang Perbekalan Kering
13. Ruang Perbekalan Dingin

KM . MELATI PRATAMA
14. Ruang CO2

BOAT DECK

POOP DECK

MAIN DECK
POOP DECK
1. Kamar Kepala Kamar Mesin
Mud 2. Kamar Kelasi (SeaMan)
ENGINE ROOM Box 3. Kamar Serang (BoatSwain)
4. Kamar Oiler I
5. Kamar Juru Mudi I
6. Kamar Juru Mudi II & III
HOLD No 3 GENERAL CARGO HOLD No 2 GENERAL CARGO HOLD No 1 GENERAL CARGO 7. Ruang Makan (Mess Room)
8. Ruang Makan (Mess Room)
9. Mushollah
10. Toilet Umum
-5 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120
BACK SIDE 125 130 135 140 145 150

1 BED
1 BED
1 BED
BOAT DECK
1. Kamar Radio Operator
L

1
L

4P Dinning 2 7
10 4P Dinning
Table
Table
3 Chain Locker 2. Kamar Muallim I & II
3. Ruang Makan

Gudang
11
4. Ruang Rapat
14
U
8
ENGINE
CASING
10 15 20 60
35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 105 110 115 120 125 130 135 140

Gudang
U
12
9

6
L

13 9
BRIDGE DECK
L

5
L

4
1 BED

1 BED 1. Kamar Kapten


2 BED

MAIN DECK U
2. Office Room
3. Ruang rapat
4. Musholla
5. Tempat Wudlu

KM . MELATI PRATAMA
D

Windlass
L

1 BED
L

1 BED
3
NAVIGATION DECK

L
4P Dinning 7 5 3

L
L
L
Table
L

10
L

4P Dinning
Table 5 4
1 BED
1. Ruang Kemudi

L
L
L
1
TV
2 Bollard 2. Ruang Peta dan Radio
TV

1 U 3. Ruang Battery
U D
1
ENGINE ENGINE ENGINE ENGINE ENGINE
CASING

84

82

66
84

82
66

CASING

72

86
U D CASING CASING CASING
10 15 20 25 30 10 15 20 30 10 15 20 20 30 15 20 25 30 10 15 20 25 30 135
U 140
2 2
2
3
DOUBLE BOTTOM
L
L
L

L
L

L
9 4P Dinning 6 1 BED 2 BED 3
Table
4 3
L

L
4 PC
1. Tangki Bahan Bakar Mesin Utama
2 BED
2. Tangki Bahan Bakar Mesin Bantu
L

1 BED

3. Tangki Air Tawar


POOP DECK D
BOAT DECK BRIDGE DECK NAVIGATION DECK 4. Tangki Minyak Pelumas
TOP DECK FORE CASTLE DECK 5. Tangki Pembuangan Air Sisa
FRONT SIDE 6. Tangki Ballast

4 5

1 6 6 6
3
MAIN DIMENTION
LWL : 93.08 m MAIN COEFFICIENT STUDIO GAMBAR DAN PERANCANGAN KAPAL
DEPARTEMEN SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNIK
LBP : 89.50 m Cb : 0.700 UNIVERSITAS HASANUDDIN
DESAINSISTEM PERMESINAN I
B : 16.20 m Cm : 0.986
H : 7.20 m Cwl : 0.800
GENERAL ARRANGEMENT
T : 5.96 m Cpv : 0.880
V : 12.30 knot Cph : 0.710 DOUBLE BOTTOM SKALA : 1 : 100 T. TANGAN TANGGAL CATATAN
DIGAMBAR ISRALDI
: YAMIN

DIPERIKSA : SURYA HARIYANTO, ST.


MT.

DISETUJUI : SURYA HARIYANTO, ST.


MT. STAMBUK : D331 16 504
ENGINE ROOM LAYOUT MAIN DIMENTION No. Description Unit Spesifikasi

"KM. MELATI PRATAMA" LWL : 93.08 m


LBP : 89.50 m
B : 16.20 m
1 Main Engine

2 Generator
1

2
CATERPILLAR, Type 9 M 20 C,
1530 Kw, 1000 Rpm

YANMAR,Type 6NY16L-DW,
245KW

ISRALDI YAMIN / D33116504 H


T
: 7.20 m
: 5.96 m
3
4
Gear Box

Diesel Oil Pump


1
2 Merk Bombas Azcue s.a./Type MN
V : 12.30 knot 65-125/ 0,55 Kw/ 1750 Rpm

5 Merk Bombas Azcue s.a./Type MN


Lubrication Oil Pump 2
40-125/ 0,37Kw/ 1750 Rpm
MAIN COEFFICIENT
6 Merk Bombas Azcue s.a./Type MN
Cb : 0.700 Fresh Water Pump 2
32-200/ 1,50Kw/ 1750 Rpm
Cm : 0.986
7 Ballast Pump Merk Bombas Azcue s.a./Type MN

B
2
Cwl : 0.800 65-250/ 7,5Kw/ 1750 Rpm
Cpv : 0.880 8 Fire Fight Pump Merk Bombas Azcue s.a./Type MN
2
32-250/ 18,5Kw/ 1750 Rpm
Cph : 0.710
14 Merk Bombas Azcue s.a./Type MN
9 Bilga Pump 2 65-250/ 7,5Kw/ 1750 Rpm
20 SEPA
RATO
R

19
MDO

r
Blowe

4 Merk Bombas Azcue s.a./Type MN


10 Sea Water Sanitary 2
15 MDO Pump
Pump 32-125/ 1,1Kw/ 2850 Rpm
r
voi
ser
Re

11 Fresh Water HydroPhore 1


Air

r
resso
Comp

5
16 17 Lubrication Oil Pump
27 12 Sea Water HydroPhore 1
Inlet Outlet

13 Fire Fight HydroPhore 1


45°

6 14 Sea Chest 1
1145°
Fresh Water Pump
15 Air Reservoir 1
A 25 26 Fresh Water Hydropore

2
45°
16 Compressor 1
7 Control Room
MSB
17 Cooler 1
12 45°
Ballast Pump 21 18 Sanitary Treatment 1
SeaWater Hydropore
23
45°
19 Blower 1
13 20 Bilga Separator 1
45°

Fire Fight Hydropore


Fire Fight Pump 8 21 Workshop Room 1
20 22 Control Room 1
9 12 23 MDO Purifier 1
Bilga Separator

Bilga Pump 3 24 MDO Daily Tank 1


29
19 25 Sewage Tank 1
10
BLOWER

Sanitary Pump
7 26 Sludge Tank 1
Sanit
ary Treat 18
27 Oil Lubrication Tank
ment

1
14 25 26

Detail A
B

Tampak Samping
DECK KAMAR MESIN (1st Deck) '
Potongan A - A
Ballast Pump

10 15 20 25 30 10 15 20 25 30
B

Blowe
r
Workshop Room

21
19
L

Inlet Outlet 17
23

24 2

27 24

A A'
ENGINE
CASING 19 Blower
23 Blower 12
ÇO

17

ÇO
17 19
Purifier

Fresh Water Fresh Water


Hydropore Hydropore

2
29 29

Inlet Outlet 17
L
Oil
Lub
ricat
ion
Tan
k
27 Oil
Lub
ricat
ion
19 22 MSB

Tan
k

r
Control Room
Blowe

STUDIO GAMBAR DAN PERANCANGAN KAPAL


JURUSAN PERKAPALAN FAKULTAS TEKNIK
B

UNIVERSITAS HASANUDDIN
DECK KAMAR MESIN (2nd Deck) Tampak Depan Gading 4 ' DESAIN SISTEM PERMESINAN I
Potongan B - B
10 15 20 25 30 ENGINE ROOM LAY OUT
SKALA : 1 : 100 T. TANGAN TANGGAL CATATAN
DIGAMBAR ISRALDI
: YAMIN

DIPERIKSA: SURYA HARIYANTO, ST.,MT.

DISETUJUI : SURYA HARIYANTO, ST.,MT. STAMBUK : D331


16 504