Anda di halaman 1dari 7

Struktur Atom, Sistem Periodik,

Dan Ikatan Kimia

A. Konsep Mekanika Kuantum dalam Struktur Atom


Berdasarkan teori atom modern, elektron dalam atom selalu menempati orbital-
orbital tertentu yang membentuk kulit atom.Teori atom tersebut berdasarkan pada
konsep mekanika kuantum/mekanika gelombang.

Menurut Max planck,partikel radiasi yang di sebut foton bergantung pada


frekuensinya, dan di rumuskan sebagai berikut :

E=h.f

keterangan : E = energi foton (joule)


h = tetapan planck = 6,625 × 1034 J s
f = frekuensi (Hz)

Elektron dapat berpindah dari suatu lintasan tertentu ke lintasan berikutnya.


Perpindahan tersebut disertai dengan pemancaran atau penyerapan sejumlah
energi. Besarnya energi tersebut sama dengan selisih kedua tingkat energi dan dan
dirumuskan sebagai berikut :

E = E 1 - E2

Keterangan : E = energi yang menyertai perpindahan elektron


E1 = energi akhir
E2 = energi Awal

B. Bilangan Kuantum dan Bentuk-Bentuk Orbital


Bilangan kuantum adalah bilangan yang digunakan untuk menentukan
kedudukan elektron dalam bilangan kuantum terdiri atas empat macam, yaitu :
a. Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum utama menyatakan nomor kulit.
misalkan : elektron pada kulit ke-1, memiliki harga n = 1 dan seterusnya.
b. Bilangan kuantum Azimut (I)
Bilangan kuantum azimut menentukan sub kulit.
misalkan : n = 1, maka I = 0
n = 2, maka I = 0, 1
c. Bilangan kuantum magnetik (m)
bilangan kuantum magnetik menunjukkan letak elektron dalam orbital harga m
berkisar dari –I sampai +I.
I = 0 ,maka m = 0 (1 orbital)
I = 1, maka m = -1, 0, +1 (3 orbital) dan seterusnya
d. Bilangan kuantum spin (s)
Bilangan kuantum spin menyatakan arah rotasi (perputaran) elektron dalam
orbital.

C. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi elektron adalah elektron dalam kulit-kulit atomnya. Kulit atom yang
pertama paling dekat dengan inti di beri lambang K. Kulit ke-2 diberi lambang L,
kulit ke-3 diberi lambang M, kulit ke-4 diberi lambang N, dan seterusnya.
jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor
kulit)
kulit K (n = 1) maksimum terisi 2 × 12 = 2 elektron
kulit L (n = 2) maksimum terisi 2 × 22 = 8 elektron dan seterusnya.

Ada 3 asas yang harus dipatuhi dalam konfigurasi elektron suatu atom ,yaitu
prinsip aufbau, aturan Hund, dan asas larangan Pauli.

1. Prinsip Aufbau
prinsip aufbau (aufbau = membangun) menyatakan bahwa : “pengisian orbital
atom oleh elektron sesuai dengan tingkat energi relatifnya. Orbital dengan
energi lebih rendah akan terisi elektron lebih dahulu.”
2. Aturan Hund
aturan hund menyatakan bahwa “Elektron tidak akan berpasangan sebelum
orbital dengan setingkat terisi lebih dahulu”
3. Asas Larangan Pauli
asas larangan pauli menyatakan :”dalam suatu atom, tidak boleh ada dua
elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Jika dua
elektron menempati orbital yang sama maka kedua elektron ini harus berbeda
bilangan kuantum spinnya”.

D. Sistem Periodik Unsur


sistem periodik unsur bentuk panjang terbagi ke dalamm periode dan golongan.
secara terperinci , unsur-unsur dalam sistem periodik dibagi menjadi blok s, blok p,
blok d, dan blok f.
1. Blok s, terdiri atas golongan IA dan IIA.
2. Blok p, terdiri atas golongan IIIA –VIIIA.
3. Blok d, terdiri atas Golongan IB-VIIIB.
4. Blok f, terdiri atas golongan lantanida dan aktinida.

Hubungan Konfigurasi Elektron dengan letak unsur dalam tabel periodik.


untuk menentukan golongan dan periode suatu atom dalam sistem periodik
caranya adalah sebagai berikut :

1. Penentuan golongan
unsur utama ditentukan oleh jumlah elektron valensi, yaitu elektron pada (ns)
dan (ns np).
unsur transisi ditentukan oleh jumlah elektron pada kulit ((n-1)d ns)
2. Penentuan periode
ditentukan oleh jumlah kulit yang sudah terisi elektron (harga n terbesar)

E. Teori Domain Elektron dan Bentuk Molekul


pasangan elektron dalam atom pusat dibagi menjadi pasangan elektron ikatan
(PEI).dan pasangan elektron bebas (PEB).

Hibridisasi dan Bentuk Molekul


konsep hibridisasi adalah penggabungan orbital-orbital atom dr tingkat energi
yang berbeda menjadi orbital dengan tingkat energi yang sama.
F. Gaya Antarmolekul
1. gaya london/gaya Dispers
orang yang pertama kali menemukan adanya gaya tarik-menarik antar molekul
no/npolar adalah F.london (1932).

2. Gaya Van der waals


Gaya van der waals sebenarnya adalah gaya london ,tetapi terjadi pada molekul yang
mengalami dipol permanen. Yaitu molekul ionik dan kovalen polar.

3. Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen jauh lebih kuat dari pada gaya van der waals, sehingga senyawa yang
mempunyai ikatan hidrogen mempunyai titik cair dan titik didih yang relatif tinggi.

TERMOKIMIA

A.hukum kekekalan Energi


Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan di dalamnya. Secara
umum ada dua bentuk energi, yaitu :

1. Energi kinetik, yang terkandung di dalam materi yang bergerak.


2. Energi potensial, yang terkandung di dalam materi yang tidak bergerak.

Suatu bentuk energi dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain, tetapi tidak
pernah ada energi yang hilang atau bertambah. Hal ini sesuai dengan hukum
kekekalan energi (hukum termodinamikaI), bahwa energi tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan)

B. Reaksi Eksoterm dan Endoterm


Dalam reaksi kimia dapat terjadi pembebasan atau penyerapan kalor. Reaksi
yang membebaskan kalor dari sistem ke lingkungan disebut reaksi eksoterm,
sedangkan reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem disebut reaksi
endoterm. Pada eksoterm umumnya suhu sistem naik, sedangkan reaksi endoterm
suhu sistem turun.
C. Entalpi dan Perubahan Entalpi
entalpi zat adalah jumlah energi dari semua bentuk energi yang dimiliki oleh
suatu zat.

Untuk reaksi : A(reaktan) B(produk)

Maka : ΔH = Hp - HR

Keterangan : ΔH = perubahan entalpi


Hp = entalpi produkhasil
HR = entalpi reaktan/pereaksi

Perubahan entalpi (ΔH )pada reaksi endoterm bertanda positif.


Perubahan entalpi (ΔH ) pada reaksi eksoterm bertanda negatif.

1. Jenis-Jenis Perubahan Entalpi


a. Entalpi pembentukan standar ( ΔH of )
entalpi pembentukan standar merupakan perubahan entalpi yang
terjadi untuk proses pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya
yang paling stabil pada keadaan standar. Unsur-unsur stabil pada
keadaan standar, antara lain : H2, O2, C, N2, Ag, Cl2, Br2, S, Na, dan Hg.
b. Entalpi penguraian standar
entalpi penguraian standar merupakan perubahan entalpi yang terjadi
untuk proses penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya yang
paling stabil pada keadaan standar. Dan merupakan kebalikan dari
pembentukan entalpi standar.
c. Entalpi pembakaran standar
entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi yang terjadi
pada pembakaran 1 mol suatu zat secara sempurna.pembakaran selalu
membebaskan kalor, oleh karena itu nilai kalor pembakaran selalu
negatif (eksoterm).
2. Penentuan Perubahan Entalpi
a. Kalorimeter
kalor merupakan suatu bentuk energi yang terjadi akibat adanya
perubahan suhu. Perubahan entalpi merupakan perubahan kalor yang
diukur pada tekanan tetap. Alat untuk menentukan kalor reaksi disebut
Kalorimeter.
Pengukuran perubahan entalpi reaksi berkaitan dengan kalor jenis
dan kapasitas kalor zat.
1. Kalor jenis menyatakan kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan
suhu 1 gram suatu zat sebesar 1oC.
Kalor jenis (c) bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut :

q = m . c . ΔT Keterangan :
q = banyaknya kalor (joule)
c = kalor jenis air (1 kal/goC = 4,18 J/goC)
m = massa zat (gram)
ΔT = Perubahan suhu (oC)
2. Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu suatu zat sebesar 1oC. Kapasitas kalor dapat
dihitung dengan rumus berikut :

q = C . ΔT

b. Hukum Hess
Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadang tidak dapat ditentukan
lansung dengan kalorimeter. Untuk mengatasi hal tersebut Henry Germain
Hess pada tahun 1840 melakukan serangkaian percobaan. Ia memperoleh
kesimpulan bahwa : “Perubahan entalpi reaksi hanya bergantung pad
jalannya reaksi”. Hukum Hess disebut juga hukum penjumlahan kalor.

D. Energi Ikatan
Eneregi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kimia 1
mol senyawa berwujud gas menjadi atom-atom gas pada keadaan standar.

Menghitung ΔH Reaksi Berdasarkan Energi Ikatan

Perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dari selisih antara energi total pemutusan
ikatan dan energi total pembentukan ikatan.

ΔH Reaksi = energi total pemutusan ikatan – energi total pembentukan ikatan


E. Pembakaran Bahan Bakar
Semua reaksi pembakaran adalah reaksi eksoterm. Zat yang dapat terbakar
dengan oksigen sehingga menghasilkan kalor dinamakan bahan bakar. Bahan bakar
yang banyak dikenal adalah bahan bakar fosil,misalnya minyak bumi atau batu bara.
Selain bahan bakar fosil dikembangkan pula bahan bakar jenis lain, misalnya alkohol
dan hidrogen.

Gas alam terdiri atas alkana suku rendah, yaitu metana (paling banyak) dan
sedikit etana, propana, dan butana.hasil minyak bumi yang merupakan campuran
alkana (paling banyak) dr jumlah atom suku rendah sampai suku tinggi berwujud cair
yaitu, antar lain LPG, bensin, minyak tanah, dan solar. Sedangkan batu bara
merupakan campuran yang mengandung hidrokarbon suku tinggi (paling banyak)
dan berwujud padat.

Pembakaran sempurnah senyawa hidrokarbon menghasilkan karbon dioksida dan


uap air, sedangkan pembakaran tidak sempurnah menghasilkan karbon monoksida
dan uap air. Pembakaran tidak sempurnah menghasilkan kalor lebih sedikit
dibandingkan dengan pembakaran sempurnah. Dan menimbulkan pencemaran
udara karena menghasilkan gas beracun CO.