Anda di halaman 1dari 11

Judul Buku : Introver Sebuah Novel Penggugat Jiwa

Pengarang : M.F. Hazim


Penerbit,tahun : PT Pustaka Alvabet, 2017
Jenis buku : Fiksi
Tebal buku : vii + 270
Bab
Hari,
No yang Informasi Penting Pertanyaan/Tanggapan
Tanggal
Dibaca
1. Sabtu, 09- Cover Menggambarkan seorang laki-laki duduk Saya merasa cover
09-2017 disofa dengan memakai selimut dan sedang yang dibuat cocok
memainkan smartphone. dengan tokoh aku yang
menyukai kesendirian.
Identitas Ditulis oleh M.F. Hazim dengan penerbit PT
Buku Pustaka Alvabet.
Kutipan “ The monotony and solitude of a quited life
stimulates the creative mind” –Albert
Einstein
Prolog Bagian ini menceritakan tentang tokoh aku Pada bagian ini sedikit
yang sedang berada ditaman kota bersama rumit karenabanyak
dengan sahabatnya. Mereka berdua terlaut sekali kata-kata
dalam keheningan. Tokoh aku menceritakan berdiksi dan sulit
bahwa ia begitu terpesona dengan seseorang dipahami.
yang ada didepannya sama seperti ia yang
terpesona dengan lukisan Women
Reading karya John Uban. Dia
menggambarkan dengan detail lukisan
tersebut dan dia bandingkan dengan
sahabatnya. Tokoh aku juga menambahkan
bahwa gadis yang sekarang diduduk
didepannya adalah seseorang yang mampu
memisahkan tokoh aku dari delusi, pikiran
atau pandangan yang tidak berdasar, serta
kebingungan yang biasa mengejarnya. Dia
akan membuktikan pandangannya mengenai
gadis itu lewat menceritakan kembali saat-
saat dia masih duduk di SMA.
2. Minggu,10- 1 Pada bagian ini mengungkapkan tokoh aku Bagian ini sulit
09-2017 yang menganggap kalimat ‘keimanan akan dipahami karena tiba-
kuat ketika cobaan semakin besar’ sama tiba waktu berubah
dengan perumpamaan semakin bekerja keras menuju masa lalu.
maka akan semakin miskin. Tokoh aku
beranggapan bahwa ia berkeinginan beriman
biasa saja agar cobaan yang dia dapat tidak
begitu besar. Disini saya setuju pada
Pada sub bab kedua menceritakan tokoh aku essai tokoh aku dimana
yang sedang mengerjakan tugas membuat yang normal adalah
essai sewaktu jam kosong. Tokoh aku yang mayoritas.
menjelaskan mengenai hakekat kenormalan
dalam kehidupan, yang mana dianggap
normal adalah memiliki banyak pengikut
alias mayoritas dan sesuatu yang dianggap
tidak normal adalah yang pengikutnya
sedikit atau minoritas. Dalam essai tersebut
tokoh aku juga menggugat kehidupan karena
dia merasa menjadi kaum minoritas yang
dikucilkan ; sifatnya berbeda yakni tidak
suka berbicara dan tidak suka berinteraksi
dengan orang lain.
Sub bab ketiga adalah hal-hal mengenai
tokoh aku seperti suka menghabiskan waktu
dirumah dengan mengisinya untuk
merenungkan sesuatu dengan mendalam,
yang ketika diajak bicara basa-basi dia akan
berpura-pura tuli karena dia lebih suka
berbicara mengenai hal-hal substantif, dan
merasa tidak nyaman ketika berada dalam
ruangan sempit dan ramai karena ia akan
tertekan khawatir dan takut. Tokoh aku
menambahkan ketika dia akan berbicara
maka dia akan berhati-hati, berfikir dan
menimbang agar sesuatu yang dikatakannya
nanti tidak sia-sia.
Dalam sub bab terakhir menceritakan
mengenai tokoh aku yang sudah memasuki
semester akhir kelas X berkeinginan
mempunyai teman. Meskipun dia menyukai
kesendirian, namun pada titik tertentu dia
merasa sangat ingin memiliki teman agar
bisa menjalani dan mengisi kehidupannya.
Keinginan yang mencuat itu akan dibalikkan
pada fakta dimana tokoh aku yang secara
alami akan condong pada segala sesuatu
yang menghindari kontak dengan orang lain
dan segala hal yang bersifat sosial. Dan pada
bagian akhir bagian ini menceritakan bahwa
tokoh aku pernah mengobrol dengan teman
kelasnya, yang pertama dengan laki-laki
bernama Adrian dan yang kedua dengan
perempuan yang tidak dijelaskan namanya.
Obrolan itupun tidak berlangsung lama
karena Adrian hanya meminta tolong
dipinjami uang sedangkan perempuan tadi
minta diambilkan penghapus yang jatuh
didekat tokoh aku.
3. Senin, 11- 2 Bagian ini dimulai ketika tokoh aku Bagian ini lebih baik
09-2017 mengingat kembali sebagian kisahnya ketika daripada sebelumnya
duduk di bangku SMP. Untuk pertama karena sudah
kalinya tokoh aku mempunyai teman dengan dijelaskan sedikit
sebutan ‘teman sebangku’, hal ini mengenai tokoh aku.
dikarenakan meja saat SMP memanjang
untuk dua orang. Pada saat itu tokoh aku
sering diselamatkan oleh istilah tersebut
seperti ketika dia mengajak orang tuanya
membeli buku dan orang tuanya bertanya
apa dia tidak memiliki teman maka dia
menjawab dia memiliki teman sebangku.
Namun pada kenyataannya dia tidak punya
teman, dan teman sebangku yang dia
maksud sama sekali tidak akrab dengannya.
Hal ini karena teman sebangku tersebut
memiliki karakter mudah bergaul, supel, Saya kurang setuju
mempunyai banyak teman yang sangat dengan tokoh aku yang
berbeda dengan tokoh aku. bersifat pesimis dan
Sub bab kedua menceritakan tokoh aku yang seolah menggugat
memasuki SMA tahun kedua dan berharap takdir.
memiliki teman, dia sempat memiliki ide
membuat lowongan untuk pertemanan.
Namun dia urungkan karena hal itu akan
membuat popularitas meningkat sedang
kredibilitas menurun. Tokoh aku yang
bertipe introvert merasa dijadikan kelinci
percobaan di dunia dengan ditempatkan
dalam peternakan spesies ekstrovert. Juga
setiap usaha yang dia lakukan selalu saja ada
hal-hal yang yang membuatnya menjadi
kacau dan tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Ketika anak-anak kelas
menggunjing tokoh aku, dia dapat
mendengarnya. Dia merasa inilah
keuntungan dari introvert yakni ketika dia
tidak berbicara maka telinga dan
kewaspadaannya meningkat. Pulang sekolah
dia langsung menuju halte menunggu bus
jam terakhir. Saat didalam bus, tokoh aku
melihat dan mencuri dengar seorang anak
kecil yang bercerita kepada ibunya bahwa
saat anak itu di sekolah ada temannya yang
menangis karena digelitiki anak itu. Sang
ibu pun menasehati juga mengajari tentang
nilai-nilai pertemanan seperti tidak
menyakiti atau menghianati. Tokoh aku
setuju dengan si ibu dan dia sadar tidak
sepatutnya dia menggugat alam, dia juga
sadar tidak mengapa tidak punya teman
daripada punya teman namun berakhir saling
menyakiti.
Sub bab ketiga adalah ketika dirumah tokoh
aku bertemu ibunya didapur saat dia
mengambil minum dan ibunya bertanya
apakah dia benar-benar tidak ikut dalam
acara pernikahan anak pamannya yang akan
digelar esok hari. Tokoh aku dengan tegas
menolak dan tetap kokoh dalam pilihannya
sedangkan ibunya terus menekannya agar
ikut. Dia merasa kesal karena jika ibunya
menyayanginya dan mencintainya maka
untuk menumbuhkan cinta , mereka harus
membiarkan tokoh menjadi diri sendiri. Dia
meninggalkan ibunya menuju kamar tidur.
Saat di kamar tidur inilah tokoh menjelaskan
bahwa dia suka menghilang dan orang-orang
tidak mengetahuinya juga melupakannya
yang di pahami inilah yang bernama
anugerah. Namun kembali kepada konsep
keadilan, dia juga menanggung sebab
akibatnya, yakni ketika orang lain mudah
melupakan segala tentang dan perbuatannya
maka dia dengan mudah mengingat orang
lain sekalipun itu adalah perbuatan yang
buruk. Dia menambahkan meskipun
perbuatan buruk tersebut sudah dimintai
maaf dan dia memaafkannya tetap saja dia
tidak akan lupa, dia akan terus
mengingatnya seperti film horor yang terus
diputar.
3 Menceritakan tentang tokoh aku yang Bagia ini menjabarkan
bertanya-tanya mengenai hakekat tentang pertemanan
pertemanan. Saat disekolah dia berusaha yang dianggap
mencari jawabannya lewat buku-buku istimewa. Bagian ini
diperpustakaan namun nihil tak ada satupun juga menyadarkan saya
buku yang menjawab pertanyaannya. Saat betapa pentingnya
dirumah dia mencari jawabannya sebuah teman yang
di Google dan berhasil menemukan tanpa adanya mereka
beberapa artikel. Tokoh aku tidak merasa jiwa kita akan terasa
puas lantas berusaha mengingat-ingat buku sepi.
yang telah dia baca mengenai pertemanan.
Dalam ingatannya ada buku Sang Nabi
pengarang Kahlil Gibrann yang memuat arti
pertemanan. Dia mencari buku tersebut
dalam rak buku dan membacanya, namun
dia tidak berhasil memaknai. Lantas
sekelebat ingatan menyapanya yakni kisah
mengenai Socrates yang membawa obor
diterik matahari untuk mencari teman.
Tokoh aku dapat memahami dalam kisah ini
yakni Sacrotes yang seperti orang gila
dengan maksud agar teman yang akan
diperolehnya nanti adalah yang menerima
dirinya beserta kekurangannya. Dari ingatan
kecil diatas tokoh aku menyadari bahwa dia
sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan
teman. Dia bertanya-tanya karena dia sedang
dilanda kesepian dan untuk mengatasi sepi
tersebut dia sadar bukan hanya temanlah
yang menjadi solusinya.
4. Jum’at, 15- 4 Bagian ini menceritakan selepas pulang Saya kagum dengan
09-2017 sekolah teman-teman tokoh aku berencana penulis yang bisa
refreshing dengan bermain futsal. Tokoh aku menjabarkan secara
menanggapi lewat hati bahwa refresing detail mengenai lukisan
baginya bukan ketika dia pergi bersama gadis itu hingga sayang
teman dan pamer keahlian, namun refresing dapat
baginya adalah ketika dia bermain game memvisualisasikan
dirumah, menonton anime, internetan dan secara jelas.
membaca buku-buku filsafat dan buku yang
dia sukai. Tokoh aku berjalan sendirian saat
pulang. Ketika melewati kelas lukis dia
merasa tertarik dengan lukisan seorang gadis
yang sedang duduk membelakanginya di
dalam kelas itu. Tokoh aku kemudian masuk
secara diam dan berusaha tidak mengganggu
gadis pelukis tersebut. Dia mengamati dari
belakang, tampak dari lukisan tersebut
seorang laki-laki yang duduk dipinggir
sungai dan terlihat sedang memandang ke
arah rembulan atau sebuah pohon di
seberang sungai. Tokoh aku dapat
menyimpulkan bahwa lukisan tersebut
menggunakan teknik vignette dengan
pemandangan midnight serta
menggambarkan kesepian. Ditengah
mencoba memaknai lebih dalam lukisan
tersebut, tiba-tiba gadis pelukis itu menoleh
ke belakang dan kaget karena ada tokoh aku
yang tiba-tiba dibelakangnya. Mereka
mengobrol mengenai lukisan tersebut.
Tokoh aku menjelaskan makna yang ia
pahami dari lukisan kesepian tersebut dan
gadis pelukis itu mengoreksi bahwa
sebenarnya bukan sepi, namun hening.
Bedanya adalah jika sepi itu senyap, kosong,
hampa jika hening adalah bersih dan tenang.
Setelah selesai dengan lukisan tersebut saat
perjalanan pulang entah mengapa tokoh aku
seakan diberi keajaiban dan merasa beban
hidupnya sedikit mencair selepas dia
memandang lukisan gadis tadi.
5 Pada bagian ini menceritakan alasan tokoh Apakah orang
aku yang selalu berangkat pagi kesekolah semacam tokoh aku
bukan karena dia rajin melainkan karena dia akan terus membenci
menghindari keramaian keinginan mendapat dan menggugat jika
tempat duduk yang dia sukai yakni dibangku dihadapkan pada posisi
paling pojok. Tokoh aku pernah mengalami dimana mereka harus
kejadian tidak mengenakkan dimana dia berbicara secara
masuk kelas kesiangan karena bus yang terpaksa ataupun
ditumpanginya terjebak macet, walhasil dia sukarela?
sedikit terlambat dan tidak mendapatkan
bangku kecuali bangku yang kosong yang
berada ditengah-tengah dimana bangku
tersebut selalu dihindari untuk diduduki
tokoh aku karena berada dikerumunan
orang-orang. Pengalaman satu hari duduk
dibarisan tengah dan mendapat pertanyaan-
pertanyaan yang memuakkan sekaligus
dikelilingi rasa takut dan khawatir membuat
tokoh aku trauma dan memutuskan untuk
berangkat lebih pagi, tak peduli sedang ada
masalah atau tidak.
Pada sub bab kedua menceritakan satu
minggu setelah kejadian duduk dibarisan
tengah, tokoh aku mendapat kesialan lagi
yakni sewaktu pelajaran IPS. Pada saat itu
siswanya dipersilahkan membuat kelompok
beranggotakan 2-3 orang. Tokoh aku yang
sendirian disuruh bergabung di kelompok
temannya Rina. Kesialannya adalah saat
disuruh mempresentasikan hasil pekerjaan
kelompok didepan semua siswa di kelas.
Tokoh aku merasa takut, khawatir, cemas
dan segala macam perasaan yang tidak enak.
Akhirnya tokoh aku terpaksa maju dan
mempresentasikan dengan banyak
pertanyaan sulit dari gurunya, yang
membuatnya benci.
Sub bab terakhir menceritakan perjalanan
pulang tokoh aku ditemani rintik hujan. Pada
saat itu tokoh aku kembali merenung bahwa
dia orang yang lemah, tidak percaya dan
mudah mati. Namun dia masih sadar bahwa
dia ciptaan Tuhan untuk dijadikan
kesembangan dan pembeda dengan yang
lain. Saat perjalanan itu tokoh aku melihat
para pengemis dan gelandangan yang tidur
di emper toko. Tokoh aku merasa heran
kemana nurani ketika mereka berada dalam
posisi tersebut, dimana mereka yang menjadi
korban katidakadilan dan kerakusan. Tokoh
aku mengakui sulitnya mencari manusia
yang benar-benar peduli pada yang lain
karena menurutnya manusia dicetak untuk
menjadi pribadi yang tidak peduli. Tokoh
aku mengakui bahwa kehidupan adalah
hantu seram dan kejam yang tega menakuti
siapapun dengan keadaan memaksa daan
tidak bisa ditoleransi.
5. Sabtu, 16- 6 Pada bagian ini menceritakan tentang tokoh Bagaimana keadaan
09-2017 aku yang mempunyai banyak rasa ingin tahu introver
termasuk tentang dunia dan Tuhan. Dia menghilangkan rasa
bertanya kepada dirinya sendiri sewaktu pesimis dan takut yang
SMP bagaimana wujud dunia sebelum kerap melanda?
diciptakan Tuhan, apakah ruangan bersih,
lalu bagaimana dengan Tuhan apakah Dia
langsung menciptakannya. Namun sekarang
ketika pertanyaan itu muncul kembali dia
akan menghapusnya . Pertanyaan-pertanyaan
tersebut muncul karena akan menguji
keimanannya, apakah setelah itu dia lantas
beriman atau malah kafir terhadap
Tuhannya. Tokoh aku memiliki harapan
dapat mengetahui dirinya sendiri. Dia
bertanya kepada layanan psikologi dunia
maya. Layanan tersebut mengatakan bahwa
tokoh aku mencari seseorang untuk
menghapus rasa cemas, khawatir, marah dan
pesimis yang ada dalam dirinya. Tokoh aku
setuju namun dia pesimis terhadap
kemampuannya.
Pada sub bab kedua menceritakan tokoh aku
yang sedang mengamati gumpalan awan
kecil yang terpisah dari awan lainnya. Tokoh
aku merasa iri karena awan tersebut bisa
hidup bebas tanpa beban dan
ketikakeburuka-keburukan muncul maka
awan tersebut tinggal menjatuhkan dirinya
ke bumi. Tokoh aku kemudian
menganalogikan dirinya sebagai awan yang
bebas dan dilingkupi energi kesendirian.
7 Bagian ini menjelaskan pendapat tokoh aku Sudah cukup jelas
mengenai orang-orang introvert. Menurut mengetahui mengenai
tokoh aku, orang introvert memiliki peranan introvert dan prinsip
yang sangat penting bagi kehidupan untuk yang mereka taati dan
menjaga keseimbangan. Dalam dunia yang tidak dilanggar.
berisi ocehan orang ekstrovert, orang-orang
introvert menawarkan hal lain yakni
kemampuan untuk diam dan mendengarkan
dengan sebaik-baiknya. Orang introvert juga
bisa memotivasi diri sendiri tanpa bantuan
orang lain. Para introvert memang tidak bisa
bersosialisasi dan selalu canggung dalam
pergaulan sosial, namun introvert
merupakan sahabat yang setia, pendengar
yang baik, dan pengamat yang teliti dan
pengamat yang tajam serta sangat menarik
ketika diajak berbicara mengenai hal
personal. Tokoh aku menambahkan dia lebih
suka berfikir daripada berbicara hal-hal
remeh dan basa-basi, namun perlu diketahui
bahwa tokoh aku menyukai pembicaraan
yang berarti mengandung makna. Tokoh aku
sangat tidak menyukai konflik yang
melibatkan dirinya, namun dia menyukai
konflik yang ada disekitarnya yang berarti
bahwa dia suka pengamat alami.
Sub bab kedua menceritakan tokoh aku yang
mencoba mencari teman berbekal
pengetahuan yang ia dapat dari internet. Saat
jam olahraga tokoh aku hanya melihat
teman-temannya bermain sedangkan ia
menikmati kesindirian. Ada sebuah daun
pohon yang sudah kering ia injak dan itu
membuatnya sadar bahwa jiwa manusia
yang rapuh dan kekeringan maka dengan
satu kali injakan mereka akan rapuh. Dari
situ tokoh aku mengingat perkataan Gibran
bahwa persahabatan sebagai naungan dan
pendiangan yang akan kita hampiri saat hati
lapar dan jiwa butuh kedamaian. Tokoh aku
mengingat kembali misinya dan
mengawalinya dengan mengamati seorang
gadis bernama Lina yang duduk di bangku
panjang. Ketika tokoh aku akan mendekati
Lina tiba-tiba ada seorang laki-laki yang
lebih dulu mendekatan tokoh aku mencuri
dengar ketika Lina membentak laki-laki
tersebut. Dari sini tokoh aku tidak jadi
menjadikan Lina sebagai targetnya. Selepas
itu tokoh aku menuju perpustakaan dan
melihat ada dua anak yang sedang membaca
buku. Dia akan mencoba memulai misinya,
namun keberuntungan belum berpihak
karena ketika ia mendekat bel tanda
pergantian jam berbunyi.
Sub bab terakhir menjelaskan tentang tokoh
aku yang enggan menjawab telepon karena
dia kesulitan mengugkap makssud dalam
berbicara namun mudah mengungkapkan
lewat pesan biasa. Ia bahkan menyatakan
apabila bumi hancur dan cara agar
mecegahnya adalah dengan menelepon maka
ia tetap mebiarkan bumi tersebut hancur.
6. Minggu,17- 8 Bagian ini menceritakan tentang seorang Ada beberapa nasehat
09-2017 teman masa kecil tokoh aku yang dari gadis itu dan saya
berkunjung kerumah. Teman tersebut menyukai caranya
sekadar bersilaturahim dan hal sederhana bertukar fikiran yang
tersebut membuat tokoh aku merasa senang. sampai membuat tokoh
Mereka berdua mengobrol sedikit-sedikit aku nyaman ngobrol
dan tokoh aku merasakan perbedaan yang dengannya.
besar terhadap temannya tersebut. Tokoh
aku merasa kecewa namun urung ia
ucapkan. Teman tokoh aku mengajaknya
berkumpul bersama komunitas fotografi
esok hari dan tokoh aku menyetujuinya.
Esok hari ketika mereka sampai di tempat
perkumpulan tokoh aku merasa khawatir dan
beralasan akan pulang namun dicegah oleh
temannya dan akhirnya tetap masuk ke
tempat tersebut. Teman tokoh bergabung
dengan komunitasnya sedang tokoh aku
duduk sednirian. Disini tokoh aku merasa
mendapat limpahan dari segala
ketidaksempurnaan dari manusia. Manusia
yang mendengki, lemah, membenci yang
tidak disukai dan menghargai apa yang
dimiliki. Tokoh aku merasa dia beruntung
karena bisa menggunakan kelemahan dari
manusia lain dengan dimanfaatkan.
Ketika tokoh aku akan beranjak pulang dan
memberesi barang-barang seorang gadis dari
teman tokoh aku mendatanginya. Gadis itu
duduk didepannya dan memulai percakapan.
Tokoh aku merasa bingung dan berusaha
menghindar dengan meminum kopi. Namun
hal lain terjadi saat tokoh aku tertarik
dengan pembicaraan gadis itu mengenai
buku. Selama ini bagi tokoh aku belum ada
orang yang berbicara padanya membahas
buku dan penulis terkenal. Percakapan terus
mengalir dan tokoh aku merasa dirinya aneh
karena bisa nyaman secepat itu tanpa
bayang-bayang takut. Gadis itu berharap
bisa berteman dengan tokoh aku dan tokoh
aku merasa kebahagiaan sedang berkumpul
dengannya. Percakapan berlanjut mengenai
tokoh aku yang merasa sepi, khawatir
berlebih, cenderung tertutup. Gadis itu
memberi nasehat, tokoh aku dapat menerima
meskipun ada sedikit bagian yang ia tolak.
Berlanjut ketika gadis itu memberi teabakan
mengenai penulis favoritnya. Setelah sekian
lama berdiam dan berfikir tokoh aku dapat
menebak dengan benar karena tokoh penulis
favorit mereka sama. Banyak percakapan
hari itu membuat tokoh aku merasa ada hari
yang lebih indah selanjutnya selepas
percakapan bersama gadis itu.
Epilog Kembali ke masa sekarang dimana tokoh
aku duduk bersama gadis itu di belakang
rumah. Sudah tiga tahun semenjak gadis itu
memulai obrolan di toko tempat bertemunya
komunitas fotografi. Sekarang mereka
sedang menikmati buah delima. Tokoh aku
menjelaskan mengenai gadis itu secara detail
dan menjelaskan mengenai kepribadian
gadis itu. Ambiver. Adalah kepribadian
gabungan dari introvert dan ekstrovert.
Introvert dan ekstrovert adalah dua
kepribadian yang sangat berbeda namun tak
lantas membuat keduanya bermusuhan.
Secara alami dapat dibedakan baik secara
psikologis maupun anatomi tubuhnya. Jika
tubuh orang introvert sensitif terhadap
senyawa dopamine yang memiliki peran
menyampaikan pesan dari satu syaraf ke
syafar lainnya dan karena senyawa ini
seorang introver mendapat rangsangan
eksternal maka ia akan mengalami overload
dan kelelahan. Berbeda dengan orang
ektovert yang memproduksi sedikit
dopamine karenanya jika mereka mendapat
rangsangan eksternal semakin banyak maka
mereka akan semakin hidup. Pada
kenyataannya introvert jauh lebih rendah
daripada ekstrovert bahkan perbandingan
introverrt hanya 25% dari total manusia
dibumi. Tidak bisa dipungkiri memang
mengenai hasil riset orang introver sedikit
sekali kebenarannya. Karena semua fakta itu
hanya akan menjadi serpihan kecil tentang
pengetahuan orang introver, bagaimana bisa
ketika orang lain memahami sedang para
introvert sendiri masih bingung memahami
dirinya sendiri.
Bagian terakhir menceritakan tokoh aku
yang bersyukur telah diberi sahabat dan
teman yang selalu dia tunggu kehadirannya
dahulu. Ia berjanji akan menjaga sahabatnya
beserta mimpinya.