Anda di halaman 1dari 8

TUGAS RESUME METODE PENGEMBANGAN SENI

MODUL 10 “PEMBELAJARAN KREASI SENI RUPA DI TAMAN KANAK-KANAK”

Di Susun Oleh :

Nama : Tohiroh

NIM : 857185382

UNIVERSITAS TERBUKA

PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK


PERENCANAAN SENI RUPA DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)

Sebagai guru TK sudah seharusnya memperhatikan bahwa bagi anak TK bukan hasil
karya yang diutamakan melainkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kaya eksplorasi
yang dibutuhkan, serta pengalaman anak bereksplorasi seni denagan berbagai media (cat, kapur,
lukis dll). Dan itu akan menimbulkan kesan yang mendalam dan memberikan kesenangan,
kepuasan dan kenyamanan. Hal ini dimungkinkan karena program seni bersifat fleksibel.
Apalagi saat ini anak-anak lebih cenderung tertarik kepada aktivitas yang bersifat pasif seperti
nonton TV, film, dan mendengarkan radio. Dan keadaan ini akan berdampak negatif apabila
hiburan tersebut menggantikan permainan yang imajinatif.
Suatu kegiatan seni rupa bisa dikatakan efektif apabila materinya cocok untuk
pembelajaran individual/group yang berbeda, dimana anak bisa bebas berekspresi secara spontan
dan tidak terikat. Dan pilihan jenis kegiatan tema dan teknik yang sifatnya personal membuat
karya seni dari tiap anak lebih jujur, nyata, dan unik. Dan para ahli menunjukkan bahwa
implikasi dari kematangan perkembangan anak terlihat nyata dalam pendidikan seni. Berbagai
stimulus yang dapat diberikan untuk anak TK agar mereka termotivasi untuk berkreasi seni
antara lain : menyediakan material seni yang mudah dikuasai, menyediakan ruang yang nyaman
untuk berkarya dan memberi kebebasan anak untuk bereksplorasi materi seni sesuai dengan
keinginannya.

A. METODE PEMBINAAN SENI RUPA DI TK


1. Pembinaan Ekspresi
Merupakan pembinaan proses pengungkapan perasaan termasuk ungkapan jiwa,
Lowenfeld mengatakan bahwa Self Expression dalam arti yang tepat adalah pernyataan tentang
isi jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak) dengan cara sendiri-sendiri dan ekspresi itu bukan
apa yang dinyatakan tetapi bagaimana dinyatakan. Pembinaan ekspresi meliputi dua hal yaitu :
a. Memberikan rangsangan kepada anak untuk mengaktifkan kemampuan jiwa dengan cara:
 Pendekatan langsung pada alam dan peristiwa-peristiwa di luar kelas misalkan mengenai
proporsi, mengamati cahaya dan bayangan, mengenal bermacam-macam aroma dan
tekstur.
 Membangkitkan minat berasarkan pengalaman anak.
b. Melatih keberanian, spontanitas dan keterampilan menggunakan bermacam media
ungkapsebagai sarana mengekspresikan perasaan atau jiwa dengan cara:
 Eksplorasi : kegiatan menjelajah, mencoba dan memanipulasi ide atau material lain
misalnya dengan memberikan bermacam-macam kertas maka anak akan meremas,
merobek, menggunting dll. Dengan kegiatan itumaka anak mengenali bahwa beberapa
tipe kertas lebih merespon untuk mudah digunting dll.
 Eksperimen: kegiatan menemukan hal-hal baru yang didapat dalam proses mencoba
berbagai media ungkap.
2. Pembinaan Kreatifitas
Bisa diartikan dengan kemampuan mencipta, menanggapi persoalan, mudah menyesuaikan
diri dalam setiap situasi, memiliki keaslian serta memiliki kemampuan berpikir secara
menyeluruh. Adapun kreatifitas sangat erat hubungannya dengan daya khayal yang diperlukan
dalam penciptaan karya seni. Oleh karena itu, daya khayal anak perlu diaktifkan melalui
pengamatan dan pengalamannya sendiri.
3. Pembinaan Sensitifitas
Sensitifas berarti kepekaan menerima stimulus (rangsangan) dari luar yang diseap melalui
panca indera. Dan tingkat kepekaan anak berbeda-beda ada yang tajam dan ada yang tumpul.
Pada saat anak dapat mengasimilasi dan mengenal perbedaan-perbedaan mereka akan
menambahkan detail lebih banyak pada kreasi seni mereka. Cara membina sensitifitas dapat
ditempuh melalui:
 Latihan melihat/mengamati sesuatu, misalnya mengamati bentuk warna, tekstur dengan
susunan yang berbeda kemudian diserap oleh anak sehingga menimbulkan berbagai
tanggapan dan perasaan.
 Latihan merespon pengalaman sensori, misalnya mengenali karakter macam-macam
teksturdengan meraba permukaan suatu benda.
 Mempelajari dan menganalisis susunan suatu benda atau karya seni, misalnya anak diajak
mengamati benda (objek) kemudian menganalisis kondisi dan karakter objek tersebut
kemudian selanjutnya dicoba mengungkapkan hasil pengamatan itu.
4. Pembinaan Keterampilan
Keterampilan disini meliputi segala macam teknik penggunaan serta pengenalan alat/media
ungkap seni rupa. Menggunakan media dan alat-alat ungkap adalah sangat penting dan sangat
dibutuhkan karena dapat mempermudah anak dalam mengungkapkan perasaan dan jiwanya.
Apresiasi seni adalah kesadaran akan nilai-nilai seni, kesadaran ini meliputi pemahaman,
penghayatan, dan kemampuan untuk menghargai karya seni.

B. JENIS KEGIATAN SENI RUPA DI TK


Kegiatan seni rupa pada dasarnya bersifat fleksibel dan terfokus pada pengalaman
personal. Oleh sebab itu, setiap anak dapat mengembangkan kemampuan seninya dengan
caranya sendiri. Ekspresi anak bersifat continue dan interpretasi spontan dari apa ynag dirasakan,
dipirkan, dilakukan dan dilihatnya. Gagasan anak dirangsang oleh pengalaman berinteraksi
dengan lingkungannya.
Material seni harus lunak dan mudah digunakan dalam pembelajaran seni, misalnya:
Menggambar dengan crayon, melukis dengan jari (cat air) dan masih banyak lagi contoh yang
lainnya. Sedangkan peralatan praktek yang dibutuhkan untuk proses berkarya antara lain :
 Kuas cat berujung rata dan runcing dengan ukuran medium dan cukup panjang agar
mudah diggunakan.
 Gunting dengan ukuran sedang untuk menggunting dll.

C. PEMILIHAN TEMA
Tema yang disenangi anak TK dalam berkarya seni rupa biasanya bersumber kepada
realitas dunia anak, misalnya anggota keluarga, lingkungan bernain, alat permainan, hewan
peliharaan (kesayangan), dongeng yang diceritakan guru, sirkus, kebun binatang, kolam renang,
taman bermain dan lain sebagainya. Suatu pengkajian terhadap gambar anak menunjukkan hasil
bahwa gambar anak dapat diklasifikasikan dalam empat kategori.
a. Gambar spontan, yaitu gambar yang dibuat atas inisiatif anak sendiri sebagai suatu
kegiatan bermain.
b. Gambar bebas/sukarela, yaitu gambar yang dibuat atas permintaan guru atau orang tua
atau bisa juga teman. Namun dalam hal ini tema dan objek gambar dipilih sendiri oleh
anak.
c. Gambar terarah, yaitu gambar yang tema/topiknya sudah diarahkan.
d. Menyalin gambar/melengkapi gambar, yaitu gambar yang telah disiapkan contohnya
dalam format lembar kerja siswa.
Dari klasifikasi gambar di atas, jenis gambar spontan dinilai paling sesuai dengan
kebutuhan anak TK.
1. Subyek dari karya seni rupa anak TK.
Pengkajian dari isi ganbar anak TK menunjukkan bahwa kebanyakan dari mereka senang
menggambar subyek manusia, hewan dan tumbuhan.
2. Perkembangan representasi objek tunggal dalam karya seni rupa anak TK.
Representasi (ungkapan visual) objek tunggal dalam karya seni rupa anak TK menjadi
fenomena (kecenderungan) yang umum terjadi karena kemampuan dan pemahaman
konseptual anak tentang dunia sekitarnya masih terbatas karena koordinasi tangan dan mata
belum sempurna.

Berikut adalah representasi karya gambar dan modelling versi anak.


1. Makhluk hidup
a. Manusia
Karakteristik manusia pada gambar anak awalnya dalam bentuk pra bagan sederhana
berupa bentuk bundar/oval lengkap dengan mata, hidung, mulut dan telinga. Tangan dan kaki
digambar berupa garis yang melekat pada badan yang sekaligus berfungsi sebagai kepala.
Gambar ini disebut Head Man (manusia kepala), kemudian berubah menjadi bentuk
bagan/skematik dimana gambar kepala digambar dalam bentuk ukuran kecil dengan kaki
panjang atau disebut Leg-Man.
b. Binatang
Merupakan objek yang seringkali muncul pada gambar anak. Bentuk hewan digambar
dalam skema/bagan yang menyerupai manusia. Kepala dan badan digambar oval dengan kaki
yang panjang. Beberapa anak terlihat lebih tertarik mengamati badan hewan dari pada badan
manusia dikarenakan anak lebih suka mengamati gerak hewan dari pada dirinya (manusia).
c. Tumbuhan
Pada gambar jenis spontan sering kita jumpai berbagai macam bentuk pohon dan bunga
yang kering digambarkan berikut figur manusi dan hewan. Minat gambar anak terus
berkembang sejalan dengan bertambahnya usia anak, sedang gambar objek manusia
cenderung menurun sementara minat terhadap objek gedung lebih meningkat.
Anak menggambar bunga dengan berbagai variasi bentuk/skema yang unik dan ekspresif.
Ada tiga jenis karakter skema gambar bunga pada anak.

 Skema kancing: bunga digambar berupa ligkar kecil dan garis vertikal pendek di
bawahnya.
 Skema daisy: bunga digambar menyerupai bunga daisy berbentuk lingkaran besar dengan
garis lengkung mengelilinginya dan garis vertikal pendek di bawahnya.
 Skema tulip: bunga digambar menyerupai bunga tulip berbentuk bulan sabit.

2. Benda buatan manusia


Banyak benda buatan manusia menarik perhatian anak, misalnya rumah, mobil, pesawat,
jembatan, hotel dan lain sebagainya.
a. Rumah dan tata ruang dalam
Sepanjang masa rumah menjadi ungkapan visual yang bersifat universal dalam gambar
anak. Kecintaan pada subjek ini menunjukkan bahwa rumah adalah simbol keamanan yang
berkaitan dengan kehidupan keluarga. Representasi skema bentuk rumah biasanya
menampilkan satu atau tiga sisi rumah dengan atap berbentuk segi tiga dan bagian terpenting
adalah pintu dan jendela. Anak TK jarang menampilkan tata ruang dalam (interior) karena
anak menghadapi problematik visualisasi ruang.
b. Transportasi
Anak-anak khususnya anak laki-laki senang menggambar berbagai sarana transportasi
seperti mobil, pesawat, kereta api dll. Dan ini menjadi daya tarik utama, pada masa pra bagan
anak menggambar kereta api biasanya berupa kotak berjajar yang merepresentasikan
gerbong.

PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA DI TK

Proses kreatif yang terjadi dalam diri anak melibatkan hal berikut:
1. Kegiatan mengamati (seeing)
Proses awal penciptaan karya yang dimulai dengan memberi stimulus pada anak untuk
mengaktifkan fungsi inderawinya, khususnya penglihatan untuk mengobservasi berbagai gejala
lingkungan, alam atau hal-hal lain yang menarik perhatian anak yang akan memicu munculnya
gagasan, ide-ide yang segar dan kreatif.
2. Kegiatan merasakan (feeling)
Selanjutnya pengalaman inderawi beralih kepada proses pembentukan sensitifitas visual
perseptual melalui pengalaman apresiatif dalam merasakan, menikmati berbagai stimulus dari
luar (misalnya nilai keindahan dari bunga, nilai humor dari badut/kartun), sesuai pemahaman dan
pengalaman subyektif anak.
3. Kegiatan berpikir (thinking)
Proses perseptual yang terjadi dalam diri anak tidak hanya melibatkan pengalaman inderawi
dan perseptual saja, tetapi juga kemampuan kognitif seperti kemampuan berpikir kritis,
menganalisis, menanggapi/merespon secara verbal dan visual. Hal ini juga akan mempengaruhi
pembentukan logika artistik yang unik dan berbeda pada tiap anak.
4. Kegiatan berkarya (doing)
Proses berkarya merupakan proses memvisualisasikan (mewujudkan) gagasan/ide ke dalam
wujud karya dwi matra atau tri matra melalui kecakapan praktis dalam memanfaatkan media.
Learning by Doing merupakan cara yang efektif untuk melatih keterampilan berkarya seni rupa.

PROSES PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA DWI MATRA

1. Menggambar Ekspresi
Menggambar ekspresi atau disebut gambar bebas adalah media ekspresi dwi matra yang
paling ekspresif yang dapat digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan ide dalam diri anak
secara bebas. Aktivitas kreatif yang lebih mengutamakan Self Expression ini yang dipentingkan
adalah “bagaimana” anak mengekspresikan atau menuangkan gagasan , perasaannya bukan
sekedar “apa” yang digambar anak. Unsur visual yang menonjol adalah kualitas goresan atau
tarikan garis atau sapuan kuas dan kulitas warna, misalnya menggambar dengan crayon/cat cair.
2. Finger Painting
Melukis untuk anak pada dasarnya sama dengan menggambar bebas atau ekspresi yaitu
media ekspresi seni rupa dwi matra. Dan dalam Finger Painting hal yang paling utama yang
perlu diperhatikan adalah penggunaan cat khusus yang dapat dibeli atau dibuat sendiri. Seperti
halnya menggambar ekspresi karya Finger Painting juga mengutamakan Self Expression yang
lebih mementingkan bagaimana anak mengekspresikan gagasan, bukan “apa” yang dilukis anak
dan unsur visual yang menonjol adalah kualitas goresan/tarikan garis/sapuan tangan dan
permainan warna. Media ini memberi pengalaman sensasi, rabaan yang mengasyikkan dan
memberi kejutan yang inspiratif.
3. Melukis dengan Sedotan
Hal utama ynag perlu diperhatikan adalah penggunaan sedotan limun yang cukup kuat besar
dan tidak sobek. Dan kegiatan ini sarat dengan nuansa bermain yang mengutamakan ekspresi
tiupan yang spontan dan tak terduga. Unsur visual yang paling menonjol adalah efek semburan
cat dan komposisi warna cat serta teknik tiup.
4. Mencetak
Prinsip dari mencetak adalah memindahkan gambar ke atas kertas atau bahan lain dengan
menggunakan acuan cetak yang terbuat dari berbagai jenis bahan misalnya mencetak dengan
anggota tubuh, bahan alam atau dengan bahan temuan. Yang lebih diutamakan kepekaan estetik
dari unsur visual yang ditonjolkan adalah keserasian keindahan penataan bentuk dan warna serta
keterampilan teknik cetak.

PROSES PENCIPTAAN SENI RUPA TRI MATRA

1. Merakit Konstruksi
Pengertian merakit adalah menyusun dan menggabungkan bagian-bagian atau komponen
terpisah sehingga menghasilkan wujud tertentu dengan struktur bentuk yang utuh. Hal ini yang
perlu diperhatikan dalah kecermatan merakit, keseimbangan, dan keharmonisan bentuk.
Prosesnya dikerjakan dengan cara merekat mengikat dan menusuk. Aktifitas kreatif ini
mengutamakan kepekaan estetik dan keterampilan motorik. Dalam prosesnya yang lebih
diutamakan adalah “bagaimana” anak mengekspresikan/menuangkan penataan yang artistik
secara lustingtip, bukan sekedar “apa” yang dirakit. Unsur visual yang paling menonjol adalah
keindahan penataan bentuk dan warna serta keterampilan teknik merakit.