Anda di halaman 1dari 2

Profil Desa

KKN adalah salah satu program yang wajib ditempuh oleh mahasiswa/mahasiswi
Universitas Jember yang telah memenuhi persyaratan. KKN adalah salah satu syarat proses
akhir masa perkuliahan dan salah satu syarat kelulusan mahasiswa/mahasiswi Universitas
Jember. Tema kuliah kerja nyata pada periode ini yaitu tematik wisata dan wirausaha.
KKN Tematik Wisata dan Wirausaha merupakan pengabdian yang dilakukan
mahasiswa/mahasiswi untuk mempraktikkan ilmu yang masih berupa teori kedalam bentuk
nyata di lokasi KKN dengan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat dalam
mengembangkan potensi dibidang wisata dan wirausaha yang ada di masyarakat.
Mahasiswa/mahasiswi KKN diharapkan mempunyai keterampilan untuk mengatasi masalah-
masalah yang terjadi di tengah masyarakat yang ada di wilayah tersebut. KKN Tematik Wisata
dan Wirausaha ini bertujuan untuk membuat desa atau lokasi KKN menjadi lebih maju
dan berkembang terutama dibidang wisata dan wirausaha serta membangun hubungan yang
dinamis dengan masyarakat.
Kabupaten Bondowoso adalah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak
di daerah Tapal Kuda. Kabupaten Bondowoso memiliki luas wilayah 1.560,10 km2 yang
secara geografis berada pada koordinat antara 113°48′10″ - 113°48′26″ BT dan 7°50′10″
- 7°56′41″ LS. Kabupaten Bondowoso memiliki suhu udara yang cukup dingin berkisar
15,400C – 25,100C, karena berada diantara pegunungan Kendeng Utara dengan puncaknya
Gunung Raung, Gunung Ijen dan sebagainya di sebelah timur serta kaki pengunungan Hyang
dengan puncak Gunung Argopuro, Gunung Krincing dan Gunung Kilap di sebelah barat,
sedangkan di sebelah utara terdapat Gunung Alas Sereh, Gunung Biser dan Gunung
Bendusa.
Sumber Dumpyong adalah satu dari beberapa desa yang berada didalam Kecamatan
Pakem dengan luas wilayah sekitar 650,436 ha yang berada diantara kecamatan bendelan
pada bagian timur dan untuk bagian barat adalah desa ardisaeng yang juga merupakan
salah satu Desa di kecamatan pakem sedangkan di bagian utara adalah desa pakem. Desa
Sumber Dumpyong terdiri dari empat dusun yang meliputi dusun duncong, dusun bayur
atas dan bayur bawah serta dusun sempol. Kondisi demografis Desa Sumber Dumpyong
mayoritas adalah peduduk asli yaitu dari suku Madura dengan dihuni oleh total
keseluruhan 1943 jiwa dan terbagi menjadi 924 jiwa untuk laki-laki, 1019 jiwa untuk
perempuan. Matapencaharian masyarakt desa Sumber Dumpyong yaitu petani sebanyak
565, peternakan sebanyak 281, perkebunan sebanyak 11, perkebunan sebanyak 131 dan
kehutanan 5 dan 56 sebagai buruh. Pengerajin bambu sebanyak 42, wirausaha sebanyak
30. Data tersebut menunjukan bahwasanya mayoritas penduduk desa Sumber Dumpyong
bermatapencaharian sebagai petani. Tanaman budidaya di Desa Sumber Dumpyog adalah
jagung, padi, sengon, tembakau dari ibu rumah tangga sendiri lebih dominan membuat
kerajian besek ikan.
Desa Sumber Dumpyong terletak didaerah dataran tinggi dengan hasil bumi
khususnya pertanian yang melimpah. Berdasarkan hasil survey dan diskusi bersama
masyarakat ditemukan sebuah potensi kewirausahaan untuk membuat produk olahan
jagung yaitu emping jagung. Potensi yang lebih mendominasi untuk produksi tanaman
jagung yaitu berada didusun bayur bawah dan dusun duncong sedangkan untuk
kewirusahaan yang sudah ada seperti industri sapu sudah terintegritas bahkan sudah
memiliki pasar dengan permintaan yang rutin setiap minggunya yang di suplai ke
Surabaya, untuk potensi wisata sendiri untuk di Desa Sumber Dumpyong tidak ada, disisi
lain batas desa belum ada didesa Sumber Dumpyong belum ada
Produksi untuk tiap hektarnya saat musim tanam jagung di Desa Sumber
Dumpyong mencapai 5,07 ton, dengan adanya ide pembuatan produk olahan berupa
emping jagung dengan proses yang sederhana juga membuat sebuah kemasan menarik
kelompok KKN 53 diharapkan mampu memelopori juga menggerakan masyarakat serta
sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kewirausahaan emping
jagung