Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

MEMASANG INFUS

DISUSUN OLEH :

SUSY DIANA AFELINA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES AWAL BROS BATAM

2019
LAPORAN PENDAHULUAN
MEMASANG INFUS

1. Definisi
Pemasangan Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui
sebuah jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan
cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.

2. Anatomi fisiologi
Pemberian cairan melalui infus dengan memasukkan ke dalam vena (pembuluh
darah pasien) diantaranya
a. Vena digitalis
Vena digitalis terdapat pada punggung tangan yang mengalir di sepanjang
sisi lateral jari tangan dan terhubung ke vena dorsalis oleh cabang-cabang
penyambung.
b. Vena Dorsalis Superfisialis
Vena ini terletak di metakarpal atau punggung tangan yang berasal dari
gabungan vena-vena digitalis yang berasal dari jari-jari tangan. Vena
digitalis ini adalah pilihan vena nomor dua setelah vena digitalis jika tidak
berhasil.
c. Vena Sefalika
Vena sefalika merupakan pembuluh darah vena yang terletak di lengan
bagian bawah pada posisi radial lengan yang posisinya sejajar dengan ibu
jari. Vena ini berjalan ke atas sepanjang bagian luar dari lengan bawah
dalam region antekubiti. Vena sefalika lebih kecil dan biasanya lebih
melengkung dari vena basilika.
d. Vena Basilika
Vena basilika ditemukan pada sisi ulnaris lengan bawah. Vena ini berjalan
ke atas pada bagian posterior atau belakang lengan dan kemudian
melengkung ke arah permukaan anterior atau region antekubiti. Vena ini
kemudian berjalan lurus ke atas dan memasuki jaringan yang lebih dalam.
e. Vena Mediana Kubiti
Vena mediana atau antekubiti merupakan vena yang berasal dari vena
lengan bawah dan umumnya terbagi dalam dua pembuluh darah, satu
berhubungan dengan vena basilika dan yang lainnya berhubungan dengan
vena sefalika. Vena mediana kubiti ini biasanya digunakan untuk
pengambilan sampel darah

3. Indikasi tindakan yang dilakukan


a. Keadaan emergency yang memungkinkan pemberian obat langsung kedalam
Intra Vena (IV)
b. Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat
c. Pasien yang mendapatkan terpi obat dalam dosis besar secara terus-menerus
melalu Intra Vena (IV)
d. Pasien yang mendapatkan tranfusi darah
e. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada
operasi besar dengan resiko perdarahan, dipasang jalur infuse Intra Vena
(IV) untuk persiapan jika terjadi syok)
f. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya dehidrasi
daan syok, sebelum pembuluh darah kolaps sehingga tidak dapat dipasang
jalur infuse
g. Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan
dengan injeksi Intra Muskuler (IM)

4. Kontraindikasi tindakan yang dilakukan


a. Inflamasi (bengkak, nyeri, demam) dan infeksi dilokasi pemasangan infuse
b. Daerah lengan bawah pada pasien gagal ginjal, karena lokasi ini akan
digunakan untuk pemasangan fistula arteri-vena (A-V shunt)pada tindakan
hemodalis (cuci darah)
c. Obat-obatan yang berpotensi iritan terhadap pembuluh vena kecil yang aliran
darahnya lambat
5. Diagnosa keperawatan
a. Gangguan volume cairan
b. Nyeri

6. Tujuan tindakan keperawatan yang diambil


a. Mempertahankan atau menggantikan cairan tubuh yang menganung
air,elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat
dipertahankan secara adekuat melalui oral
b. Memperbaiki volume komponen-komponen darah
c. Memperbaiki keseimbangan asam basa
d. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh

7. Referensi
a. http://dokteryudabedah.com
b. http://www.healthyrecipesdiary.org/pemasangan-infus-intravena
c. Hidayat, A, dkk. 2005. Buku Saku: Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.
Jakarta: EGC
d. Kusyati, Eni. 2006. keterampilan dan prosedur laboraturium keperawatan
dasar. Jakarta:EGC
e. Arifianto.2006.Pemberian Cairan Infus Intravena (Intravenous Fluids).
f. Pawiroharjo, Sarwono, 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Tridasa Printer.