Anda di halaman 1dari 8

PARTIAL DENTURE PADA ANAK

Pengertian

Partial denture atau gigitiruan sebagian lepasan (GTSL) adalah gigitiruan yang
menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang pada rahang atas atau rahang bawah dan
dapat dilepas dan pasang oleh pasien. Perawatan dengan partial denture adalah perawatan
yang dapat dipilih untuk merestorasi kehilangan gigi oleh sebagian besar pasien yang
kehilangan gigi sebagian karena biayanya yang lebih terjangkau. Beberapa akibat kehilangan
gigi sebagian yang tidak digantikan adalah migrasi dan rotasi gigi asli yang masih ada, erupsi
berlebih, penurunan efisiensi kunyah, gangguan pada sendi temporomandibular, beban
berlebih pada jaringan pendukung, gangguan bicara, estetis yang buruk, terganggunya
kebersihan mulut,atrisi, dan efek yang tidak diinginkan pada jaringan lunak. Fungsi gigitiruan
sebagian lepasan antara lain memperbaiki fungsi pengunyahan, memulihkan fungsi estetik,
meningkatkan fungsi fonetik, serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar
tetap sehat.Partial dentures selain digunakan pada orang dewasa dapat juga digunakan oleh
anak. Perkembangan gigi anak meliputi periode gigi sulung (usia 0-6 tahun), gigi campuran
(usia 7-11) dan periode gigi permanen (usia lebih dari 12 tahun).

Perawatan prostetik dapat memainkan peran penting ketika merawat anak-anak yang
gigi gagal untuk berkembang secara normal. Anak cepat rnengalami premature loss gigi
sulung (tanggalnya gigi sulung sebelum waktunya) yang mengakibatkan terjadinya missing
teeth. Missing teeth disebabkan oleh karies yang meluas, trauma yang mengakibatkan gigi
sulung harus diekstraksi dan tidak adanya gigi secara kongenital (congenital absence of the
teeth) atau disebut juga agenesi gigi. Selain itu beberapa kondisi genetik, seperti hypohidrotic
ectodermal dysplasia dan sindrom Papillon-Lefevre, dapat menyebabkan oligodontia atau
anodontia.

Hal yang harus diperhatikan ketika anak mengalami premature loss atau tanggal prematur
pada gigi sulung yaitu :

1. Penyempitan ruangan yang dapat berlanjut menjadi penutupan ruangan (Space


Closure) sehingga dapat mengakibatkan malposisi gigi pengganti yang akan erupsi.
Penutupan ruangan akibat premature loss gigi sulung ini dapat terjadi selama 6 bulan
setelahnya, tetapi dapat juga terjadi dalam hitungan minggu.
2. Apabila gigi anterior yang hilang akan mengakibatkan gangguan bicara dan estetik,
sedangkan bila gigi kaninus sulung yang hilang akan dapat menyebabkan crowding
anterior serta bila yang hilang gigimolar sulung akanmengakibatkan malalignment
gigi tetap.
3. Adanya perkembangan kebiasaan buruk, karena Iidah akan bergerak menuju ruang
kosong yang apabila tidak diterapi maka akan mengakibatkan maloklusi. Studi
Miyamoto dalam Mc Donald pada 255 anak dengan usia 11 tahun dengan premature
Loss 1 atau Iebih gigi sampai usia 9 tahun menunjukkan kecenderungan mengalami
perawatan maloklusi.
4. Trauma psikis sehubungan dengan benturan yang dapat mengakibatkan hilangnya gigi
anterior sehingga anak mengalami gangguan estetik dan rendah diri/minder.

Indikasi
1. Kehilangan gigi sulung sebelum waktunya yang diakibatkan oleh karies, yang dapat
mengenai gigi anterior, kaninus dan molar sulung.
2. Avulsi gigi yang disebabkan oleh trauma.
3. Congenital absence (agenesis) yang diakibatkan oleh kelainan genetik. Biasanya hal
ini berhubungan dengan sindrom dengan salah satu manifestasinya hipodontia,
oligodontia atau anodontia.
4. Dentinogenesis imperfect.
5. Amelogenesis imperfecta.

Syarat menggunakan Partial denture :


1. Stabil dan kuat untuk daya kunyah.
2. Dapat memperbaiki estetik.
3. Dapat mencegah migrasi gigi tetangga ke daerah kosong dan mencegah extrusi gigi
lawan.
4. Mudah dibersihkan.
5. Mudah pemasangannya dan mudah melepaskannya.
6. Sayap landasan tidak boleh menekan mucobuccalfold.
7. Tidak boleh terlalu tebal.
Macam Partial denture :
1. Removable Partial denture.
2. Fixed Partian denture.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian partial denture :


1. Lamanya penggunaan partial denture, hal ini tergantung dari tujuan penggunaan
apakah sebagai space maintainer atau sebagai pengganti gigi yang hilang.
2. Adanya perubahan lengkung rahang pada anak secara fisiologis, sehubungan dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak.

Prosedur pembuatan Partial denture :


1. Persiapan sebelum pencetakan.
2. Pencetakan rahang.
3. Melakukan desain cangkolan.
4. Oklusi sentrik dan pemilihan gigi ortifisial.
5. Insersi dan instruksi pada anak dan orang tua.

1. Persiapan sebelum pencetakan rahang.


Sebelum melakukan pembuatan patrial denture sebelumnya dilakukan pemeriksaan
klinis dan rencana perawatan pada anak. Pemeriksaan klinis meliputi pemeriksaan
extra dan intra oral, rencana perawatan serta pemeriksaan radiografi intra oral untuk
melihat erupsi gigi pengganti dan ada tidaknya benih gigi dan kondisi rahang atas dan
rahang bawah. Rencana perawatan meliputi restorasi gigi penyangga apabila
diperlukan, terutama restorasi bagian aproximal. Karies aproximal yang tidak di
restorasi dapat menyebabkan pergerakan gigi kearah karies dan selanjutnya dapat
menyebabkan penyempitan ruangan.
2. Pencetakan rahang.
Terlebih dahulu pada anak diterangkan apa yang akan dilakukan dan yang dilakukan
sekarang, diharapkan anak dapat menjadi "helper" pada prosedur pencetakan rahang.
Ditambahkan wax pada pinggiran sendok cetak. Digunakan Fast setting alginate
untuk anak dengan usia < 6 tahun, sedangkan untuk anak dengan usia > 6 tahun dapat
digunakan sendok cetak pabrik. Anak diminta untuk bernafas melalui mulut, dan
dilakukan pencetakan. Setelah alginat mengeras, maka alginate dikeluarkan dari
mulut dan dilakukan pengecoran dengan gips untuk selanjutnya dibuat model kerja.
3. Mendesain cangkolan.
Cangkolan yang digunakan adalah yang berdiameter 0,028 s/d 0,030. Beberapa tipe
clasp seperti tipe C, Adam dan Circum ferential terlihat pada gambar 1. Umumnya
untuk menambah retensi digunakan labial bow. Disarankan cangkolan tidak dipasang
pada gigi kaninus.

Gambar 1. Tipe Claps pada partial denture


4. Oklusi sentrik dan pemilihan gigi ortofisial
Gigitan sentrik dilakukan dengan menggunakan wax. Anak diminta untuk menggigit
sentrik pada wax yang dilunakan untuk selanjutnya dilakukan articulator mounting
dan penyusunan gigi artifisial. Pemilihan gigi artifisial disesuaikan dengan warna dan
ukuran yang sesuai dengan gigi anak.
1. Insersi dan intruksi pada anak dan orang tua.
Setelah prosedur laboratorim selesai maka dilakukan insersi/pemasangan partian
denture pada mulut anak. Pemasangan ini memerlukan kerja sama antar anak dan
dokter gigi. Dengan menggunakan cermin kepada anak dan orang tua diperlihatkan
cara mernasang dan membuka partial denture. Kemudian diberikan instruksi
(sebaiknya tertulis) pada orang tua dan anak.
Instruksi yang harus diberikan pada anak dan orang tua adalah sebagai berikut:
a. Anak tidak menggunakan RPD disaat tidur dan berolahraga
b. Pada masa penyesuaian anak dianjurkan makan makanan lunak terlebih dahulu
c. Orang tua diminta untuk selalu memonitor apakah anak memakai RPD atau tidak
dan melihat apakah terjadi iritasi jaringan lunak dan munculnya gigi pengganti
d. Dianjurkan untuk selalu menyikat partial denture dengan sikat segera setelah
dipakai,dan RPD disimpan dalam box bila tidak sedang digunakan.
e. Ditakukan pemeriksaan berkala setelah 2 atau 3 bulan untuk melihat perubahan
fisiologis yang terjadi pada lengkung rahang anak sehubungan dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak
Keuntungan menggunakan partial denture :
1. Alat mudah dipasang dan dilepas (Partial denture removable) serta prosedur
pemeliharaan yang relatif mudah.
2. Dapat memudahkan pembersihan gigi tetangga.
3. Dapat memperbaiki profit dan estetik.

Kerugian menggunakan partial denture :


1. Partial denture mudah patah dan hilang.
2. Diperlukan kooperasi antara anak dan orang tua dalam penggunaan dan
pemeliharaannya di rumah, sebab apabila kebersihan mulut anak tidak terjaga maka
akan dapat mengakibatkan keadaan patologis seperti meningkatnya karies dan
gingivitis. Bila tidak ada kooperasi anak, orang tua dan dokter gigi, maka hasil yang
diinginkan tidak akan terjadi bahkan akan mengakibatkan ganguan mastikasi, bicara
dan estetik.
CONTOH KASUS

Seorang anak laki-laki usia 3,5 tahun datang ke klinik gigi Universitas Ajman arab.
Dengan keadaan insisivus sentral sulung rahan atas kanan dan kirinya (51 dan 61) hilang.
Menurut cerita ibunya, pasien mengalami kecelakaan (jatuh) ketika bermain dengan
temannya di sekolah 2 minggu yang lalu. Pasien mendapatkan perawatan pertama di klinik
sekolahnya, namun gigi yang lepas tidak dapat ditemukan di tempat kejadian. Ibunya
mengawatirkan penampilan estetik pasien sehingga meminta perawatan dengan fixed partial
denture.

Gambar 2. Keadaan gigi pasien yang mengalami hilangnya gigi 51 dan 61.

Pemeriksaan klinis secara rontgen tampak jaringan ginggiva sehat dengan soket gigi
yang hilang dalam keadaan berangsur sembuh serta benih gigi insisivus permanen masih jauh
untuk erupsi.

Gambar 3. Rontgen soket gigi yang hilang.

Satu minggu kemudian pasien dilakukan pemilihan band ortodontik yang sesuai pada
gigi molar sulungnya. Kemudian dilakukan cetak dengan alginat, kemudian cetakan tersebut
dituangkan gips di dalamnya. Selanjutnya laboratorium yang memasang wire yang akan
dipadangkan pada band ortodotik bilateral dengan memasang 2 gigi insisivus sentral dari
akrilik. Wire tidak akan terlihat karena diletakkan pasa sisi lingual.

Gambar 4. Fixed partial denture pada model kerja

Setelah 1 minggu kemudian, fixed partial denture dapat di insersi pada pasien dengan
memberikan zinc oxide cement pada band ortodontik.

Gambar 5(a). Fixed partial denture terpasang pada pasien,

(b) tampak depan dengan gigi insisivus sentral dari akrilik

Orang tua pasien senang dengan penampilan baru pasien, yang terlihat seperti normal
kembali. Untuk perawatan selanjutnya dengan memberikan beberapa instruksi kepada ibu
pasien dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta kontrol berkala jika diperlukan.

DISKUSI

Gigi hilang dalam kasus ini menjadi hal yang sangat mempengaruhi penampilan dan
masalah psikologis dari pasien. Pemilihan terapi yang tepat tergantung pada faktor- faktor
yang berkaitan mengenai usia pasien, kebersihan mulut dan kerjasama dengan anak dan
orang tua. Penggunaan fixed partial removeble dianggap pilihan yang terbaik, karena dilihat
dari usia pasien yang tidak anak menyulitkan pasien serta dalam segi kenyaman penggunaan.
DAFTAR PUSTAKA

1. Salah A. Fixed Partial Denture for Primary Teeth Replacement (CASE REPORT).
Dental News. XI:II. 2004.p.21-23
2. Marques NCT, Gurgel CV, Fernandes AP,1 Marta Cunha Lima,2 Maria Aparecida
Machado AM,dkk. Case Report Prosthetic Rehabilitation in Children: An Alternative
Clinical Technique.Case reports in dentirtry.2013
3. Syarif W. Penggunaan Removable Partial Dentures Pada Anak. Prosiding Pertemuan
Ilmiah Ilmu Kedokteran Gigi IV. 2011
4. McDonald, Ralph E. Dentistry for the child and adolescent. The CV Mosby Company: St.
Louis : 2011.