Anda di halaman 1dari 2

Tema besar : Demam Berdarah

Tema sempit : Penyakit lingkungaan


Judul : Kesehatan masyarakat tentang lingkungan
Tujuan umum : Mencegah terjadinya penyakit demam berdarah
Tujuan khusus : Pemberantasan sarang nyamuk ( 3M )
Nama : Mike kalora
Npm : 113218009 ( s1 kesmas non reg )

Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang bersih, lingkungan yang tidak
bersih dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Penyakit yang sangat
dikhawatirkan adalah deman berdarah.
Demam berdarah merupakan salah satu problem dari kesehatan masyarakat yang perlu perhatian
serius. Penyakit ini ditandai dengan panas mendadak yang dapat mencapai 38 – 40 oC, selain itu
juga ditandai dengan adanya bintik-bintik merah akibat pecahnya pembuluh darah. Jika
dilakukan pemeriksaan darah, didapatkan penurunan trombosit yang cukup signifikan. Demam
berdarah disebabkan oleh virus dangue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypty. Dengan
demikian, demam berdarah dapat dicegah dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Selain 3M, salah satu program kesehatan masyarakat yang digalakkan saat ini adalah
pemantauan jentik berkala oleh jumantik.
Jumantik adalah orang yang ditunjuk dan diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari
rumah ke rumah . Jumantik tidak hanya terdiri dari petugas pusat kesehatan masyarakat
(Puskesmas) tetapi juga dari masyarakat sekitar dan anak anak sekolah. Memantau jentik
tidaklah terlalu sulit jika kita sudah mengenal ciri ciri jentik nyamuk Aedes Aegypty. Jentik
nyamuk ini memiliki ciri yang khas yaitu selalu bergerak aktif di dalam air. Gerakannya
berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas, kemudian turun kembali ke
bawah untuk mencari makanan dan seterusnya.
Pada waktu istirahat, posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air. Biasanya berada di
sekitar dinding tempat penampungan air. Setelah 6-8 hari jentik itu akan berkembang/berubah
menjadi kepompong. Bentuk kepompong adalah seperti koma, gerakannya lamban dan sering
berada dipermukaan air. Setelah 1 - 2 hari akan menjadi nyamuk baru. Pemeriksaan jentik
dilakukan dengan cara sebagai berikut. Pertama, periksalah tempat penampungan air (bak mandi
, wc, drum, vas, ban bekas) yang ada di dalam rumah atau disekitar rumah. Jika tidak ditemukan
jentik di permukaan, tunggu selama kurang lebih satu menit karena jika bernafas jentik akan
muncul ke permukaan untuk bernafas.
Apabila gelap dapat digunakan bantuan senter untuk melihat kedalam tempat penampungan air.
Cocokkan ciri jentik dengan uraian di atas. Jika dapat dipastikan jentik tersebut adalah jentik
Aedes Aegypti, maka petugas kesehatan masyarakat atau jumantik akan melakukan abatisasi dan
pencatatan. Abatisasi yaitu memberikan abate pada tempat penampungan air yang ditemukan
jentik, untuk membunuh jentik yang ada. Tentu saja ini dilakukan dalam rangka mewujudkan
kesehatan masyarakat, agar terhindar dari bibit penyebab DBD. Sedangkan Pencatatan yang
dilakukan meliputi tanggal pemeriksaan dan kelurahan tempat dilakukan survei pemantauan
jentik, nama keluarga dan alamat (lengkap dengan RT/ RW), jumlah semua penampungan air
(container) yang diperiksa, serta jumlah container yang di temukan jentik. Data tersebut akan
digunakan untuk menghitung angka bebas jentik.
Apabila angka bebas jentik suatu daerah tertentu rendah, maka kemungkinan penduduk daerah
tersebut untuk terkena DBD adalah lebih besar dibanding daerah lain yang angka bebas jentiknya
lebih besar. Hasil pencatatan kemudian dilaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
sekitar dan kemudian dilanjutkan ke Dinas Kesehatan . Jadi mudah bukan melakukan
pemberantasan sarang nyamuk? Jika anak sekolah saja bisa, apalagi kita. Mari ramai-ramai kita
cegah demam berdarah dengan berperan aktif menjadi jumantik

https://pandaibesi.com

contohartikelkesehatan.blogspot.com

thegorbalsia.com