Anda di halaman 1dari 12

WEEKLY REPORT

MANAGEMENT TRAINEE - FIELD BATCH 3.1


PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY

ARRANGED BY:
OLGA PUTRI SHOLICHA

KEBUN MANDAU 4
2019
URAIAN KEGIATAN HARVESTING

Manager KM 4 : Bapak Haryono

Asisten Manager : Bapak Swandi Haloho (Div. 12), Bapak Riadi (Div. 15)

Date Location Assisted by Object


04/11/2019 PM 13 B, Divisi Pak Arby as a Staff of 1. Mempelajari tentang definisi EFB dan
13, KM 4 Div. 13 KM 4 ; Pak S. BPC
Haloho as an assistant 2. Mempelajari keuntunagn menggunakan
EFB dan BPC
manager of KM4
3. Mempelajari cara aplikasi EFB manual
dan melakukan Kalibrasi
4. Mempelajari cara aplikasi BPC
mekanisasi dan melakykan kalibrasi
05/11/2019 Div. 12, KM 4; Pak Haryono as a 1. Memepelajari cara menghitung cost
Kantor KMS transport untuk EFB dan BPC
Manager of KM 4; Pak
Effendi as a Manager of 2. Mempelajari by product yang dihasilkan
oleh MPOM
KKPA

Pak Novrizal as a
PM 15 E, Div. 6, 1. Mempelajari tentag aplikasi EFB
06/11/2019 Mandor perawatan
KM 2 mekanisasi dengan menggunakan
Div. 6, KM 2; Pak Grabber dan Badang sekaligus Kalibrasi
Roni as a staff of Div.
6, KM. 2
MCL Bu Maria as an 1. Mempelajari tentang kandungan yang
07/11/2019
Assistant of Quality terdapat di EFB dan BPC
control
Pak S. Haloho as an 1. Asistensi Laporan mingguan selama si
08/11/2019 Div. 12, KM 4; KM 4
Kantor KMS assistant manager of
KM4; Pak Haryono as a
Manager of KM 4
HASIL KEGIATAN

1. EFB (Tankos) and Belt Press Cake (BPC)


EFB dan BPC merupakan limbah yang dihasilkan dari dampak pengolahan buah hasil pohon
sawit atau yang biasa disebut dengan TBS (Tandan Buah Segar) yang mana penggunaannya
akan menekankan biaya pupuk organik, berikut merupakan penjelasan detailnya :

a. EFB adalah kepanjangan dari empty fruit bunch atau dalam bahasa Indonesia adalah Tandan
Buah Kosong (Tankos). Tankos merupakan Tandan kosong kelapa sawit (TKKS)
merupakan limbah utama dari industri pengolahan kelapa sawit. Pengaruh positif dari
pemanfaatan limbah cair tersebut antara lain peningkatan produksi kelapa sawit dan
perbaikan sifat kimia dan fisika tanah. Tankos sangat baik untuk dimanfaatkan menjadi
pupuk organik. Potensi tankos sebagai pupuk berkaitan dengan materi tankos yang
merupakan bahan organik dengan kandungan hara cukup tinggi. Aplikasi Tankos pada lahan
kelapa sawit memberikan dampak yang positif terhadap pengurangan pupuk anorganik, jadi
perlu ditekankan bahwa keberadaan Tankos adalah sebagi pupuk tambahan bukan untuk
menggantikan pupuk yang sudah ada (Pupuk Anorganik). Sehingga dapat memanfaatkan
limbah dan mengurangi dampak negatifnya. Untuk Tankos sendiri dibedakan menjadi 2
macam yaitu Tankos Biasa, dimana untuk menghasilkannya tankos hanya mengalami proses
pengepressan sebanyak satu kali sehingga bentuknya masih utuh dan kandungan CPO
didalamnya masih sekitar 6% dan Tankos Press, dimana utnuk menghasilkannya tankos
mengalami proses pengepressan senbanyak 2 atau double press sehingga sudah tidak ada
kandungan minyak, bentuknya hacur dan menyerupai serat oleh karena itu output dari
Tankos Press disebut dengan Fibre. Menurut kebanyakan sumber yang bekerja di lapangan
mengatakan bahwasannya manfaat Tankos biasa lebih banyak daripada tankos press karena
kadar minyak yang masih terkandung didalamnya memberikan manfaat lebih berupa
kelembapan dan unsur hara.
b. BPC merupakan kepanjangan dari belt press cake merupakan limbah
Solid basah merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan TBS di PMKS yang
mengalami sistem decanter. Pemanfaatannya sama seperti JJK yaitu sebagai bahan
pengganti pupuk anorganik. Pemanfaatan solid basah sebagai bahan pengganti pupuk
anorganik di lapangan akan menekan penggunaan dan biaya pupuk anorganik. Sumber
utama dihasilkannya solid basah adalah pada saat proses pemurnian minyak (sterilisasi).
Pada proses ini minyak akan dipisahkan dari lumpur (sludge) melalui proses pengendapan
(Pahan, 2008). Sludge terdiri dari padatan, cairan, dan sedikit minyak.

2. By Product of MPOM
Dalam proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit yang terjadi
di MPOM, setiap ton TBS yang diolah di pabrik akan menghasilkan 220 kg tandan kosong, 670
kg limbah cair, 70 kg cangkang, dan 30 kg palm kernel cake (Limbah yang dihasilkan MPOM
adalah Tandan kosong (Tankos), decanter solid (DS), palm oil mill effluent (POME), fibre dan
cangkang. Apabila diporsentasekan maka akan menjadi sebagai berikut, basis satu ton tandan
buah segar (TBS) yang diolah akan dihasilkan minyak sawit kasar (CPO) sebanyak 0,21 ton
(21%) serta minyak inti sawit (PKO) sebanyak 0,05 ton (5%) dan sisanya merupakan limbah
dalam bentuk tandan buah kosong, serat, dan cangkang biji yang jumlahnya masing-masing
23%, 13,5%, dan 5,5% dari tandan buah segar. Cangkang dan fibre dimanfaatkan di pabrik
sebagai umpan boiler sedangkan Tankos, DS dan POME dikembalikan ke lahan sebagai pupuk
organik karena mengandung unsur hara dalam jumlah yang besar. Pada gambar dibawah ini
merupakan ilustrasi proses pengolahan sisa produksi hingga menjadi BPC.

Berikut merupakan daftar dari hasil akhir MPOM :

a. Fiber (Double press tankos)


b. Cangkang
c. Biogas
d. BPC

3. Nutrient Content in EFB and BPC


Berdasarkan data yang diperoleh penulis dari MCL, kandungan yang terdapat di dalam EFB dan
BPC bersifat dinamis atau berubah-rubah sesuai dengan proses yang dilaluinya. Karena banyak
sekali partikel-partikel yang tersangkut sehingga mempengaruhi kandungan EFB dann BPC.
Karena sifat kandungan yang sangat dinamis maka untuk menetapkan kandungannya bisa
didapatkan dengan cara melihat Tren di setiap bulannya. Dalam 1 ton tandan kosong terdapat
beberapa unsur kimia seperti Nitrogen, Phospor, Kalium, dan Magnesium. Berikut merupakan
Tabel porsentase hasil dari Tren kandungan EFB dan BPC dengan menggunakan sampel yang
diterima pada tanggal 2 Oktober 2019.

Sample pH N (%) P2O5 K2O MgO CaO Kadar Moisture


(%) (%) (%) (%) Abu (%)
(%)
EFB 5.72 0.5 2.2 1.6 0.3 2.5 3.45 53.26
BPC 7.74 4.8 2.7 2.0 1.5 3.8 18.63 82.22

4. Advantages of EFB and BPC application


Keuntungan dari pengaplikasian EFB adalah untuk penekanan biaya pada pupuk anorganik,
pemanfaatan limbah padat, mendorong pertumbuhan pokok sawit dan meningkatkan hasil panen.
Sedangkan keuntungan BPC adalah untuk menekankan biaya perawatan kolam, pengurangan
biaya pupuk anorganik, pemanfaatan limbah, mendorong pertumbuhan pokok sawit dan
meningkatkan hasil panen.

5. MPOM Production Per Day


EFB, produksi per hari ditentukan berdasarkan Jumlah Tonase yang difeeding untuk
mengepress tandan kosong tersebut, biasanya jumlah EFB adalah 22% dari setiap 1 ton TBS.
BPC, Dalam waktu 1 jam menghasilkan 1.8 ton sehingga dalam waktu satu hari mampu
menghasilkan 14.4 ton.

6. The Different Between Double Press EFB and Solid EFB


Perbedaan EFB Double press dan Solid EFB hanyalah pada proses pengolahannya. EFB Double
press lebih ringan karena bentuknya berupa serat dan sudah tidak ada kandungan minyak sam
sekali. Sedangkan solid EFB, Solid EFB masih menyimpan 6% kandungan minyak.

7. Dosage Per Palm or Per Ha for EFB and BPC Application


a. Dosis EFB per pokok 200kg, per Ha berarti dosis EFB per Ha dicari dengan mengalikan 200
kg dengan SPH dalam satu hektar yaitu 30 ton untuk pengaplikasian EFB mekanisasi dengan
Grabber dan badang.
b. Dosis BPC per pokok 110kg, per Ha berarti dosis EFB per Ha dicari dengan mengalikan 200
kg dengan SPH dalam satu hektar yaitu 15.4 ton utnuk pengaplikasian BPC mekanisasi
dengan Grabber dan quick.

8. The system applied for EFB and BPC


a. EFB per 2 pokok
Sistem pengaplikasian EFB dilakukan berselang-seling, apabila dalam 1 baris terdapat 20
pohon maka aka nada 10 titik yang diletakkan berselang-seling. Berikut merupakan
Ilustrasinya.

Keterangan :
Lingkaran merah merupakan Pokok sawit, Segitiga hitam merupakan titik pengaplikasian
EFB, dan kotak biru merupakan area penanaman sawit.
b. BPC per 4 pokok
Sistem pengaplikasian EFB dilakukan berselang-seling, apabila dalam 1 baris terdapat 20
pohon maka aka nada 10 titik yang diletakkan berselang-seling. Berikut merupakan
Ilustrasinya.

Keterangan :
Lingkaran merah merupakan Pokok sawit, Segitiga hitam merupakan titik pengaplikasian
EFB, dan kotak biru merupakan area penanaman sawit.

9. Method of Application
a. Grabber + Badang
Jumlah unit yang digunakan saat pengaplikasian adalah 1 unit grabber dan 3 unit badang.
Tugas grabber adalah untuk mencapit EFB dari lokasi penumpukan EFB ke Badang dalam
kapasitas yang besar yaitu kurang lebih 100 kg sekali capit. Grabber melakukan 4-5 kali
capit yang membutuhkan 1-2 menit hingga badang terisi penuh. Sedangkan tugas badang
adalah untuk mendistribusikan EFB dari lokasi penumpukan ke lokasi titik di dalam lahan
sawit. Jumlah EFB yang harus diaplikasikan ke setiap titk adalah 405 kg dan membutuhkan
waktu untuk 1 kali round trip adalah 3-4 menit (titik terdekat) dan 7-8 menit (titik terjauh).
Basis untuk badang 21 titik, dan grabber 63 titik.

b. Grabber + Quick
Jumlah unit yang digunakan saat pengaplikasian adalah 1 unit grabber dan 2 unit badang.
Tugas grabber adalah untuk mencapit BPC dari lokasi penumpukan BPC ke Quick dalam
kapasitas yang besar yaitu kurang lebih 110 kg sekali capit. Grabber melakukan 4 kali capit
yang membutuhkan 1 menit hingga Quick terisi penuh. Sedangkan tugas Quick adalah untuk
mendistribusikan Quick dari lokasi penumpukan ke lokasi titik di dalam lahan sawit. Jumlah
BPC yang harus diaplikasikan ke setiap titk adalah 440 kg dan membutuhkan waktu untuk 1
kali round trip adalah 3-4 menit (titik terdekat) dan 7-8 menit (titik terjauh). Butuh campur
tangan operator quick untuk memindahakan BPC dari Bak Quick ke titik secara manual.
Basis Quick 21 titik, dan quick 42 titik

10. The Different Between Using Conventional Method (Angkong) and Mechanical
a. Target/Productivity per day for grabber, quick truck, and badang
Basis untuk badang 21 titik, quick truck 21 titik, dan grabber 63 titik
b. Target/Productivity per day for manual application
2 hari bisa selesai 1 hektar dengan mempekerjakan pekerja kontrak sebanyak 2-3 orang.

11. Appication Cost per Ha for EFB and BPC


a. EFB manual menggunakan Angkong

Calculation Quantity Unit


Palm per point 2 Palm
Total application point 70 Point
Palm/Ha (SPH) 140 Palm
Dosage per point 400 Kg
Dosage per Palm 200 Kg/Palm
Palm/Ha (SPH) 140 Palm
EFB Cost Transport 25,000 IDR/Ton
25 IDR/Kg
Cost per palm 5,000 IDR/Palm
Transportation cost per Ha 700,000 IDR
EFB cost application per point 5,750 IDR/point
EFB cost application per Ha 402,500 IDR/point
Total cost 1,102,500 IDR/Ha

Sehingga total biaya untuk pengaplikasian BPC per Ha adalah Rp. 1,102,500 per Hektar.

b. EFB mekanisasi menggunakan Grabber dan Badang


Perhitungan Palm Calculation

Quantity Unit
Application 2 Palm/Point
Dosage/Palm 202.5 Kg
405 Kg
Palm/Ha 148 Palm
Price Unit
33,000 IDR/Ton
EFB Transport Cost
33 IDR/Kg
Price/Palm 6,682.50 IDR
Price/Ha 989,010 IDR

1. Fuel Cost for GRABBER

Fuel Price 9009 IDR


Operating Hr 8 Hr/Day
169 Hr/Month
159 Ltr/Month
Com. Days 25 Day/Month
Fuel Consumption 0.94 Ltr/Hr
Fuel Cost For Grabber 8,468 IDR/Hr
67,747.68 IDR/Day

2. Maintenance Cost for Grabber Yanmar

Operating Hr 8 Hr/Day
Com. Days 25 Day/Month
Maintenance Time 2 Months
Technician Cost 200,000 IDR/2 Month
Oil Filter 219,328 IDR/2 Month
Fuel Filter 572,925 IDR/2 Month
Maintenance Cost 992,253 IDR/2 Month
Total 19,845.06 IDR/Day

3. Lubricating Oil Cost for Grabber

Lubricating Price 21,538 IDR/Ltr


Lubricating Oil Consumption 9 Ltr/Month
LO Cost 193,842 IDR/Month
Total 7,753.68 IDR/Day

1. Fuel Cost for Badang

Fuel Price 9009 IDR


Operating Hour 8 Hr/Day
181 Hr/Month
40 Ltr/Month
Fuel Consumption 0.22 Ltr/Hr
Fuel Cost 1,982 IDR
Total 15,856 IDR/Day

2. Maintenance Cost for Badang


Perbaikan mesin badang dilakukan oleh teknisi workshop yang salah satu tugasnya
untuk memperbaiki badang, oleh karena itu cost untuk teknisi adalah 0 rupiah. Karena
teknisi mendapat gaji bulanan dari perusahaan.

3. Lubricating Oil Cost for Badang

Lubricating Price 21,538 IDR/Ltr


LO 3 Ltr/Month
64,614 IDR/Month
Total 7,753.68 IDR/Day

Biayan yang dikeluarkan untuk operator adalah sebagi berikut,

UMR 3,005,582 IDR


Operating Hr 8 Hr/Day
Com. Days 30 Day/Month
Cost 100,186 IDR/Day
Man Power 4 Person
Total 400,744 IDR

Perhitungan untuk Premi per Point

Grabber 800 IDR/point


Basis 63 Poin/day
Badang 2,000 IDR/Point
Basis 21 Point/day/unit
3 Unit
Total Basis dan Premi 150 Point/day
Premi 87 Point/day
174 SPH/Day
1.18 Ha/Day
Premi Grabber 69,600 IDR
Premi Badang 174,000 IDR
Premi Hadir 2000 IDR/day/person
8000 IDR/day

Sehingga total biaya untuk pengaplikasian BPC per Ha adalah Rp. 1,760,309.94 per Hektar.

c. BPC menggunakan Grabber dan Quick


Perhitungan Palm Calculation

Quantity Unit
Dosage/Palm 110 Kg
Palm/Ha (SPH) 140 Palm

Price Unit
BPC Transport 15,000 IDR/Ton
Cost 15 IDR/Kg
Price/Palm 1,650 IDR
Price/Ha 231,000 IDR

4. Fuel Cost for GRABBER

Fuel Price 9009 IDR


Operating Hr 8 Hr/Day
169 Hr/Month
115 Ltr/Month
Com. Days 25 Day/Month
Fuel Consumption 0.68 Ltr/Hr
TOTAL Fuel Cost 6,126 IDR
49,008 IDR/Day

5. Maintenance Cost for Grabber

Operating Hr 8 Hr/Day
Com. Days 25 Day/Month
Maintenance
Time 2 Months
400 Hr
IDR/2
Cost 1,090,870 Month
2,727 IDR/Hr
21,816 IDR/Day

6. Lubricating Oil Cost for Grabber

Lubricating Cost 21,593 IDR/Ltr


Lubricating Oil
Consumption 6 Ltr/2 Month
129,558 IDR/2 Month
Maintenance Time 2 Months
400 Hr

Cost 324.00 IDR/2 Month


2,592 IDR/Day

4. Fuel Cost for QUICK

Fuel Price 9009 IDR


Operating Hr 8 Hr/Day
181 Hr/Month
57 Ltr/Month
Com. Days 25 Day/Month
Fuel Consumption 0.31 Ltr/Hr
Fuel Cost For Quick 2,793 IDR
44,685 IDR/Day

5. Maintenance Cost for QUICK


Perbaikan mesin quick dilakukan oleh teknisi workshop yang salah satu tugasnya untuk
memperbaiki Quick, oleh karena itu cost untuk teknisi adalah 0 rupiah. Karena teknisi
mendapat gaji bulanan dari perusahaan.

6. Lubricating Oil Cost for QUICK

Lubricating Cost 21,593 IDR/Ltr


Lubricating Oil Consumption 3 Ltr/Month
64,779 IDR/2 Month
Maintenance Time 1 Months
200 Hr
Cost 324 IDR/2 Month
5,184 IDR/Day

Biayan yang dikeluarkan untuk operator adalah sebagi berikut,

UMR 3,005,582 IDR


Operating Hr 8 Hr/Day
Com. Days 30 Day/Month
Cost 100,186 IDR/Day
Man Power 3 Person
300,558 IDR

Perhitungan untuk Premi per Point

Grabber 800 IDR/point


Basis 63 Poin/day
Quick 2,000 IDR/Point
Basis 21 Point/day/unit
2 Unit
Total Basis dan Premi 150 Point/day
Premi 87 Point/day
348 SPH/Day
2.49 Ha/Day
129 Point/day

Grabber 69,600 IDR/day


Quick 174,000 IDR/day

Premi Hadir 2000 IDR/day/person


6000 IDR/day

Sehingga total biaya untuk pengaplikasian BPC per Ha adalah Rp. 904,442.64 per Hektar.

12. The Best Time to Apply EFB


Berdasarkan hasil wawancara penulis di lapangan, waktu yang paling bagus untuk
mengaplikasikan EFB adalah secepat mungkin dari mulai EFB diangkut dari pabrik hingga ke
lokasi penumpukan (mendekati titik pengaplikasian). Logikanya semakin cepat EFB
diaplikasikan maka kandungan yang terdapat di dalam EFB semakin bermanfaat bagi pokok
sehingga dapat meningkatkan hasil panen.

13. Problem in the Application of EFB and BPC


Berdasarkan hasil interview terhadap pelaku lapangan kendala yang sering dihadapi dan sangat
mempengaruhi kinerja alat adalah sebagai berikut :
a. Grabber mengalami kematian pada mesin, dikarenakan Grabber merupakan alat berat yang
mempunyai peran yang sangat vital karena tugasnya yang memindahakan EFB dan BPC dari
pusat tumpukan ke badang dan quick sehingga produktivitas pengangkutan EFB dan BPC
terhambat karena peran grabber yang digantikan secara manual.
b. Medan berat yang dilalui oleh badang dan quick, sehingga untuk melakukan 1 kali round trip
karena tidak bias melaju kencang.
c. Cuaca yang tidak mendukung, dapat berakibat berhentinya produktivitas alata sementara
karena alat berat tidak bisa bekerja ketika hujan.

Untuk meningkatan produktivitas Grabber, Badang, dan Quick maka dilakukan perawatan
secara rutin terhadap mesin, filter bahan bakan, filter oli, dan pergantian rutin oli sehingga dapat
menjaga peforma alat yang dimiliki.