Anda di halaman 1dari 31

STUDI KASUS PASIEN

PENANGANAN DIABETES MELITUS TIPE II DAN


HIPERTENSI GRADE II PADA LANSIA DENGAN
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA

DI PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK

Oleh :

Gammarida Magfirah (1102011113)

Kelompok 7

Pembimbing :

DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAAN KELUARGA

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS YARSI

2016

PERNYATAAN PERSETUJUAN

1
Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul “PENANGANAN DIABETES MELITUS
TIPE II DAN HIPERTENSI GRADE II PADA LANSIA DENGAN PENDEKATAN
KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN TANJUNG PRIOK”
ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi
salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, April 2016


Pembimbing,

DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes

2
KATA PENGANTAR

Assalammua`alaikum wr. wb.


Alhamdulillahirabbil’aalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan atas
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis
sehingga Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul “PENANGANAN DIABETES
MELITUS TIPE II DAN HIPERTENSI GRADE II PADA LANSIA DENGAN
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN TANJUNG PRIOK” ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi salah
satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, periode 04 April - 06 Mei 2016.
Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai salah satu sumber
pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu Kesehatan Masyarakat
mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara holistik. Pasien dalam
laporan hasil studi kasus ini adalah salah satu pasien dari Puskesmas Kecamatan
Tanjung Priok ketika penulis ditugaskan di puskesmas tersebut pada periode 04 April -
15 April 2016.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing, staf
pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh karena itu, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada:
1. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes selaku dosen pembimbing
Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Universitas YARSI yang telah
membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.
2. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS selaku Kepala Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. DR. dr. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes selaku Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Universitas YARSI.
4. Rifda Wulansari, SP, M.Kes , selaku staf pengajar dan Koordinator
Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas
Yarsi.

3
5. dr. Erlina, M.Kes selaku sekretaris dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. dr. M. Budiman Panjaitan selaku Kepala Puskesmas Kecamatan Johar
Baru.
7. dr. Ambar selaku Kepala pelayanan Puskesmas Kecamatan Johar Baru.
8. dr. Yusnita, M.Kes selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Keluarga Universitas YARSI.
9. dr. Dian Mardhiyah, MKK sebagai staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10. dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH selaku staf pengajar bagaian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
11. dr. Dini Widianti, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12. Orang tua dan keluarga tercinta yang selalu memberikan do’a, restu,
semangat, dan motivasi.
13. Seluruh teman-teman sejawat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
yang telah bekerja sama dalam menyusun laporan ini.
Kesadaran bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan hasil
studi kasus pasien ini dirasakan oleh penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang.
Semoga laporan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak.
Wassalammu'alaikum wr. wb

Jakarta, April 2016

Penulis

BAB I

I. BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. D

4
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 54 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Jalan Fort Barat Tanjung Priok RT 01/07 No 45
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tanggal periksa : 06 April 2016

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 06 April 2016

1. Keluhan Utama :

Sering merasa lemas dan pusing sejak 1 bulan SMRS


2. Keluhan Tambahan :

Sering buang air kecil pada malam hari dan sering merasa lapar

3. Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien perempuan berusia 54 tahun datang ke Poliklinik umum Puskesmas
Kecamatan Tanjung Priok dengan keluhan Sering merasa lemas dan pusing sejak 1
bulan yang lalu. Sebelumnya, pasien mengaku memiliki kebiasaan banyak makan
dengan porsi yang banyak dan frekuensi yang sering karena selalu merasa lapar, pasien
sangat menyukai makanan dan minuman yang manis. Pasien sering buang air kecil,
terutama saat malam hari sebanyak lebih dari 3 kali. Pasien menyangkal adanya nyeri
dada sebelah kiri, penurunan penglihatan, kulit yang terasa gatal atau kering, atau luka
terbuka yang tak kunjung sembuh.
Pada tanggal 06 April 2016 pasien datang ke Puskesmas Kecamatan Tanjung
Priok dan dianjurkan dokter untuk pemeriksaan laboratorium dalam keadaan pasien
sedang berpuasa.
Alasan kedatangan pasien adalah untuk berobat atas kehendak pasien sendiri.
Pasien beranggapan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan. Pasien khawatir bila
pengobatan untuk penyakitnya memerlukan biaya yang besar. Harapan pasien agar
penyakitnya dapat sembuh dan hanya memerlukan biaya yang sedikit.

2
4. Riwayat Penyakit Dahulu :
- Pasien mengaku memiliki riwayat penyakit hipertensi.
- Pasien mengaku belum pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya
- Riwayat penyakit gastritis kronik
- Riwayat kolesterol, asam urat, sakit ginjal, sakit jantung dan alergi obat disangkal.

5. Riwayat Penyakit Keluarga :


- Pasien tidak mengetahui ada keluarga pasien yang memiliki riwayat penyakit DM,
hipertensi, kolesterol, asam urat, sakit ginjal, sakit jantung dan alergi obat.

6. Riwayat Sosial Ekonomi :

Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke bawah. Pasien tinggal


di rumah kontrakan bersama suami, dengan anak pertama pasien yang telah menikah,
menantu, cucu, dan anak bungsu. Suami pasien bekerja sebagai buruh bangunan dengan
penghasilan tidak tetap namun berkisar pada Rp. 1.500.000. Anak pertama bekerja di
perusahan swasta dengan penghasilan Rp. 2000.000,-. Anak kedua dan anak ketiga
pasien sudah bekerja di perusahaan swasta dan tidak tinggal serumah dengan pasien.
Menantu pasien tidak ada yang bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga. Pasien sebagai
ibu rumah tangga.

7. Riwayat Kebiasaan :

Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan yang tidak teratur dan
meminum teh manis setiap hari. Pasien juga tidak pernah berolahraga.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Kesadaran : Compos Mentis
2. Keadaan Umum : Baik

3. Vital sign

3
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 15
Tek. Darah : 150/80 mmHg
Frek. Nadi : 96 x/menit
Frek Pernapasan : 19 x/menit
Suhu : 36,5 C
BB : 56 kg
Tinggi Badan : 156 cm

4. Status Gizi :
Berat badan : 56 kg

Tinggi badan : 156 cm

IMT : BBkg/(TBm)2 = 56/2,4 = 23,3

Berdasarkan IMT, maka pasien termasuk kategori normal

Metode Brocca :

BB Ideal (TB < 150cm) : (Tinggi Badan-100) x 90%

: (156 – 100) x 90%

: 50,4 kg

Tabel 1

Klasifikasi IMT

4
5. Status Generalis :
- Kepala : Normocephal

- Mata : Konjungtiva Anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-), pupil isokor

- THT : Dalam Batas Normal

- Leher : Pembesaran KGB dan tiroid (-), trakea berada di tengah

- Paru-paru

Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri

Palpasi : Fremitus taktil dan vokal simetris kanan dan kiri

Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, peranjakan paru-hati (+)

Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-/-),wheezing (-/-)

- Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra

Perkusi : Batas jantung kanan ICS IV linea sternalis dextra

Batas jantung kiri ICS V linea midklavikula sinistra

Batas pinggang jantung ICS III linea parasternalis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, murmur (-), gallop (-)

- Abdomen

Inspeksi : Simetris, datar, kelainan kulit (-), pelebaran vena (-)

Auskultasi : Bising usus normal, bising aorta abdominalis terdengar

Palpasi : Nyeri tekan perut bawah, nyeri lepas (-), nyeri ketuk (-),

hepatomegali (-), splenomegali (-)

5
Perkusi : Timpani di semua lapang abdomen, nyeri ketuk (-)

- Ekstremitas : Akral hangat, edema

▪ Anggota Gerak Atas

 Motorik KANAN KIRI


o Pergerakan: baik baik
o Kekuatan: 5 5
o Trofi: normal normal
o Tonus: eutoni eutoni

 Reflek Fisiologis
o Biceps + +
o Triceps + +

 Sensibilitas
o Taktil: + +
o Nyeri: + +
o Suhu: tidak dinilai tidak dinilai
o Diskriminasi 2 titik: + +

▪ Anggota Gerak Bawah


 Motorik KANAN KIRI
o Pergerakan: baik baik
o Kekuatan: 5 5
o Trofi: normal normal
o Tonus: eutoni eutoni

 Reflek Fisiologis
o Patella: + +
o Achilles: + +

 Reflek Patologis
o Babinski: - -
o Chaddock: - -
o Schaeffer: - -
o Oppenheim: - -
o Gordon: - -
o Mendel: - -
o Rossolimo: - -

 Klonus
o Patella - -
o Kaki - -

 Sensibilitas
o Taktil: - -

6
o Nyeri: - -
o Suhu: tidak dinilai tidak dinilai
o Diskriminasi 2 titik: sulit dinilai sulit dinilai

D. Pemeriksaan penunjang :

GDP : 350 mg/dL

Kolestrol Total : 195 mg/dL

II. BERKAS KELUARGA


A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga

a. Identitas Kepala keluarga : Tn. A


b. Identitas Pasangan : Ny. D
c. Struktur Komposisi Keluarga :
Bentuk keluarga ini merupakan extended family dengan Tn. A sebagai
kepala keluarga. Ny. D sebagai ibu rumah tangga. Dari hasil pernikahan Tn.
A dan Ny. D, memiliki 4 orang anak yang bernama Tn. P, Ny. D, Tn. S, dan
An. M. Anak pertama Tn. A memiliki 1 orang anak An. F. Anak kedua dan
ketiga belum menikah namun sudah bekerja dan tidak tinggal serumah dgn Tn.
A. Hanya anak keempatyang tinggal serumah dengan Tn. A.

Tabel 2

Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah

7
Kedudukan
No Nama dalam Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
keluarga

1. Tn. A Kepala L 60 th SD Pegawai Swasta


Keluarga

2. Ny. D Istri P 54 th SD Ibu Rumah Tangga

3. Tn. P Anak ke 1 L 30 th SMA Pegawai Perusahaan

4 Ny. S Menantu P 27 th SMP Ibu Rumah Tangga

5 An. F Cucu P 8 th SD -

6 An. M Anak ke 4 P 13 th SMP -

B. Genogram

1. Bentuk keluarga :
Keluarga terdiri dari 3 generasi. Bentuk keluarga ini termasuk keluarga besar
(extended family). Ny. D adalah ibu dari 4 orang anak, yaitu: Tn. P, Sdr. Ds, . S, dan
An. M, dan memilki suami Tn.A. Ny. D tinggal serumah dengan anak pertama Tn.
P, menantu Ny. S, cucunya An. F, dan anak keempatnya An. M. Anak kedua dan
ketiga tidak tinggal serumah karena masing-masing telah bekerja.

2. Tahapan Siklus Keluarga :


Menurut Duvall (1977) keluarga Tn. S berada pada tahapan keenam

Genogram

8
2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup

a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 3
Lingkungan Tempat Tinggal

Status kepemilikan rumah : Rumah Kontrakan


Daerah perumahan : Padat penduduk

Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan

Luas rumah : 10 x 10 m2 Keluarga Ny. D tinggal di rumah


kontrakan di daerah perumahan yang
Jumlah penghuni dalam satu rumah : 6 orang
padat penduduk. Luas rumah Ny. D 10
Lantai rumah dari: Keramik x 10 m2 dengan jumlah penghuni
Dinding rumah dari: Tembok rumah 6 orang. Lantai rumah terbuat
dari keramik, dinding rumah dari
Jamban keluarga: Ada

9
Tempat bermain: Tidak ada tembok, ada jamban keluarga dan
dengan penerangan yang cukup.
Penerangan listrik: Cukup

Ketersediaan air bersih: Ada

Tempat pembuangan sampah: Ada

b. Kepemilikan barang – barang berharga

- Satu unit telivisi

- Dua unit kipas angin

- Satu unit kompor gas

- Satu unit dispenser

- Satu unit rice cooker

- Dua unit motor

10
c. Denah Rumah

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga

a. Perilaku Berobat
Apabila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, Ny. D membawa
keluarganya berobat ke Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok.

b. Perilaku Terhadap Makanan


Keluarga Ny. D memiliki kebiasaan makan 2-3 kali sehari. Makanan yang
dimakan untuk sarapan selalu makanan yang dibeli, untuk makan siang dan
makan malam dimasak oleh Ny. D

c. Perilaku Terhadap Pelayanan Kesehatan


Keluarga Ny. D menggunakan asuransi kesehatan berupa BPJS.

d. Perilaku Terhadap Lingkungan Kesehatan

11
Ny. D merupakan orang yang sadar akan kebersihan, bila Tn. S melihat sampah
di pekarangan rumahnya, Ny. D akan membuangnya ke tempat sampah.

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 4
Pelayanan Kesehatan

Faktor Keterangan Kesimpulan

Ny. D berobat ke Puskesmas


Cara mencapai pusat pelayanan Kendaraan umum menggunakan kendaraan
kesehatan umum yaitu angkot. Ny. D
berobat dengan gratis di
puskesmas dengan
Tarif pelayanan kesehatan Gratis menggunakan BPJS dan
pelayanan serta kualitas
pelayanan dirasakan Ny. D
Kualitas pelayanan kesehatan Memuaskan cukup baik sehingga Ny. D
datang rutin untuk berobat
penyakit yang dideritanya

5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga

a. Kebiasaan makan:
Keluarga Ny. D makan sebanyak tiga kali sehari. Menu sehari-hari yang
dikonsumsi keluarga Ny. D di pagi hari adalah lontong sayur yang biasanya dibeli
di warung dekat rumah. Untuk makan siang, Ny. N memasak makanan yang terdiri
dari lauk yang berupa ikan atau ayam goreng atau terkadang tahu dan tempe, serta
sayur – sayuran yang di tumis maupun di buat sup. Untuk makan malam keluarga
Tn. S memakan menu yang serupa dengan makan siang yang dihangatkan

12
Porsi Ny. D setiap kali makan adalah setengah porsi nasi dengan lauk-pauk
disertai dengan minum air teh manis atau kopi sachet. Namun Ny. D mengaku
sering merasa lapar, maka dari itu Terkadang Ny. D juga makan cemilan berupa
gorengan atau kue basah yang dibeli di dekat rumah.

b. Menerapkan pola gizi seimbang:


Menu makanan keluarga yang selalu ada setiap harinya adalah nasi atau
diganti dengan lontong, sayur yang di buat sup ataupun di tumis, lauk pauk seperti
ayam, ikan, dan kadang disertai tahu dan tempe yang digoreng. Ny. D biasanya
menyertai makan dengan minuman seperti teh manis atau kopi sachet.
Tabel 5
Food Recall Pasien Dalam Tiga Hari

Pagi, 06 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Lontong sayur 1 porsi 389 57,2 gr 16,5 gr 10 gr


kkal

Tahu Goreng 2 porsi 70 kkal 3 gr 4 gr 5 gr

Kopi sachet 231 48,9 gr 1,77 gr 3,17 gr


kkal

Air putih 2 gelas

Siang, 06 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 40 gr 4 gr


kkal

Ikan Goreng 200 1,50 gr 21 gr 12 gr


kkal

Sayur kangkung tumis 106 4,31 gr 2,76 9,4gr


kkal gr

Air putih 2 gelas

13
Malam, 06 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 30 gr 3 gr

Sayur bayam 23 kkal 3,63 gr 2,86gr 0,39 gr

Air teh manis 1 gelas 70 kkal 4,20 gr

Air putih 2 gelas

Jumlah kalori 1.488 kkal 193 gr 35,62 gr 40,24


gr

Pagi, 07 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Air teh manis 1 gelas 231.70 4,20 gr


kkal

Lontong sayur 1 porsi 389 57,2 gr 16,5 gr 10 gr


kkal

Bakwan 1 ptg 281 kal 32,5 gr 6,5 gr 7,5 gr

Air putih 2 gelas

Siang, 07 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Roti 2 buah 266 26,88 gr 2,8 gr 17,36


kkal gr

Air putih

Malam, 07 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

14
Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Tahu goreng 2 ptg 75 kkal 7 gr 5 gr 3 gr

Ayam sayur 290 kkal 26,86 gr 19,46 gr

Air putih 2 gelas

Jumlah kalori 1.571 kal 110,63 gr 63,43 gr 60,49


gr

Pagi, 08 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Lontong sayur 1 porsi 389 57,2 gr 16,5 gr 10 gr


kkal

Tempe goreng 1 ptg 34 kal 3,5 gr 2,5 gr 1,5 gr

Kopi sachet 231 48,9 gr 1,77 gr 3,17 gr


kkal

Air putih 2 gelas

Siang, 08 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Donat 3 buah 300 48 gr 9 gr 4.5 gr


kkal

Air teh manis 1 gelas 70 kkal 4,20 gr

Malam, 08 April 2016

Menu Kalori Karbohidrat Protein Lemak

Nasi 1 porsi 200 kkal 40 gr 4 gr

Sayur Sawi 11 kkal 2,05 gr 0,88 gr 0,15 gr

15
Ayam gulai 290 kkal 26,86 gr 19,46
gr

Air putih 2 gelas

Jumlah kalori 1.532 kkal 203,85 gr 61,51 gr 38,78


gr

Keterangan : Rata-rata asupan kalori yang dikonsumsi oleh Tn. S pada tanggal 01 – 03 Februari 2016
adalah 1.531 kalori.

Penentuan Status Gizi Berdasarkan Rumus Broca

- Jumlah kebutuhan kalori perhari :


- Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 25 kalori (perempuan)
= 50,4 kg x 30 kalori = 1.260 kalori
- Koreksi
➢ Usia ( 40-50 th) = - (5% x 1.260) = -63 kalori
➢ Aktivitas (ringan) = + (15% x 1.260) = + 189 kalori
➢ Stress metabolik (sedang) = + (20% x 1512) = + 252 kalori

Jadi, total kebutuhan kalori perhari untuk pasien adalah:

1.260 – 63 + 189 + 252 = 1638 ~ 1600 kalori

Kebutuhan Karbohidrat : 60% x 1.600 = 960 Kal = 240 gr


(4 kalori setara dengan 1 gr Karbohidrat)
Kebutuhan Protein : 20% x 1.600 = 320 Kal = 80 gr
(4 kalori setara dengan 1 gr Protein)
Kebutuhan Lemak : 20% x 1.900 = 320 Kal = 35,5 gr
(9 kalori setara dengan 1 gr lemak)
Kesan : Jumlah kalori dan jenis yang dikonsumsi sudah sesuai, namun tinggi
karbohidrat simple.

6. Pola Dukungan Keluarga

1. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga

16
Pasien masih ditemani berkomunikasi oleh menantu, sebagai menantu yang
tinggal satu rumah dan sama sama sebagai ibu rumah tangga mau membantu dalam
mengontrol makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh pasien. Sarana
pelayanan kesehatan cukup memuaskan dan jarak dari rumah pasien tidak terlalu
jauh. Biaya pelayanan kesehatan pasien yang bersumber dari BPJS dirasa sangat
membantu pasien berobat sampai keluhan berkurang.

2. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga

Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam kesembuhan Ny. D antara lain,


Kebiasaan Ny. D memakan makanan manis dan suka meminum teh manis dan kopi
sachet setiap harinya. Kebiasaan ini disertai dengan Ny. D yang tidak mempunyai
kebiasaan untuk berolahraga.

Keluarga kurang mendukung atas kesembuhan pasien. Kurangnya komunikasi


anak, suami pasien dan pasien diakibatkan oleh kesibukan masing-masing sehingga
mengakibatkan keterbatasan waktu untuk mengobrol.

7. Dinamika Keluarga

Ny. D sering merasa kesepian karena komunikasi antar pasien suami dan anak-
anak kurang baik dikarenakan pekerjaan yang menyebabkan anaknya pulang
malam hari

8. Fungsi Keluarga

a. Fungsi Biologi
Keluarga ini dapat meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan
keturunan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pernikahan Tn. A dan Ny. D mempunyai
4 anak.

b. Fungsi Psikologi
Intensitas bertemu Ny. D dan anak pertama dan keempatnya tergolong sering
dikarenakan beliau tinggal serumah dan anak kedua dan ketiga Ny. D bertempat
tinggal tidak terlalu jauh. Namun, komunikasi antara Ny. D dan anak-anaknya
kurang baik karena kesibukan anak-anaknya dengan pekerjaan masing-masing,

17
c. Fungsi Ekonomi
Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke bawah. Pasien tinggal di
rumah kontrakan bersama suami, dengan anak pertama pasien yang telah
menikah, menantu, cucu, dan anak bungsu. Suami pasien bekerja. Anak kedua
dan anak ketiga pasien sudah bekerja di perusahaan swasta dan tidak tinggal
serumah dengan pasien. Menantu pasien tidak ada yang bekerja hanya sebagai
ibu rumah tangga. Pasien sebagai ibu rumah tangga.
Suami pasien bekerja Anak ketiga pasien bekerja sebagai buruh bangunan dengan
penghasilan tidak tetap namun berkisar pada Rp. 1.500.000. Anak pertama
bekerja di perusahan swasta dengan penghasilan Rp. 2000.000. Penghasilan dari
suami diberikan sepenuhnya ke Ny. D. Penghasilan dari anak pertama beberapa
diberikan ke Ny. D dan digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari seperti
belanja bulanan untuk 6 orang anggota keluarga, pembayaran listrik, dan air, dan
biaya sekolah adik terakhirnya.

d. Fungsi Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, Ny. D, suami dan anak – anaknya memiliki
hubungan baik dengan tetangga sekitar.

e. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan keluarga Tn. S cukup baik, meskipun Ny. D dan suami hanya
mengenyam pendidikan sampai bangku SD namun anak-anak pasien dapat
menuntaskan pendidikan wajib 12 tahun.

C. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga


1. Kebiasaan Ny. D yang menyukai makanan dan minuman manis seperti air teh manis,
kopi sachet, kue dan tidak pernah berolahraga
2. Komunikasi yang kurang baik antara Ny. D dan anak-anaknya karena kesibukan
anak-anaknya.

18
BAB II
DIAGNOSIS HOLISTIK

A. Diagnosis Holistik (Multiaksial)


1. Aspek personal:
a. Kedatangan: Sering merasa lemas dan pusing sejak 1 bulan SMRS, dan sering
buang air kecil pada malam hari.
b. Anggapan: Pasien menganggap penyakitnya dapat disembuhkan
c. Harapan: Pasien berharap penyakitnya dapat sembuh dan hanya memerlukan
biaya yang sedikit.
d. Kekhawatiran: Pasien khawatir bahwa biaya untuk penyakitnya membutuhkan
biaya yang besar.

2. Aspek klinik:
a. Diagnosis kerja: Diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi grade II
b. Dasar diagnosis: dari anamnesis, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit
dahulu, riwayat penyakit keluarga dan hasil laboratorium.

3. Aspek risiko internal:


a. Pola makan: pasien menyukai makanan dan minuman manis seperti teh manis,
kopi sachet, dan kue basah.
b. Kebiasaan: Pasien memiliki kebiasaan meminum teh manis, kopi sachet setiap
hari dan tidak pernah berolahraga.

4. Aspek psikososial keluarga:


Kurangnya komunikasi di antara pasien dan anak-anaknya membuat pasien tidak
pernah mengutarakan keluhan yang dirasakan dan anak-anak pasien kurang
memperhatikan pasien. Pasien tidak mengetahui apakah ada keluarga yang menderita
sakit yang sama dengan pasien.

5. Aspek fungsional:

19
Menurut skala ICPC pasien termasuk derajat 2 yaitu terbatas dalam melakukan
aktivitas berat tapi masih bisa dirawat jalan dan bisa melakukan pekerjaan yang
ringan seperti pekerjaan rumah tangga.

20
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek - Menjelaskan pasien Pasien Pada saat di Pasien paham untuk


bahwa lemas, pusing,
Persona Puskesm merubah kebiasaannya
dan sering buang air
l kecil adalah akibat as dan makan, berolahraga dan
penyakit DM dan
kunjunga minum obat secara teratur
Hipertensi yang
diderita pasien. n rumah sehingga gula darah dan
- Menjelaskan kepada tekanan darahnya dapat
pasien bahwa terkontrol.
penyakitnya tidak
dapat sembuh,
namun dapat
dikontrol dengan
cara meminum obat
teratur, diet diabetes
dan berolahraga.
- Menjelaskan pada
pasien, karena pasien
sudah memiliki kartu
BPJS sehingga biaya
akan ditanggung oleh
BPJS.
- Menjelaskan bahwa
penyakit pasien
menyebabkan pasien
harus menjalani diet
khusus, sehingga
berat badan pasien
tidak berlebih
maupun tidak
kurang, sesuai
dengan barat badan
ideal pasien.

21
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek  Farmakologi : Pasien Pada saat di Agar gula darah pasien


Klinis - Memberikan terapi Puskesmas dan terkontrol dan berat badan
golongan kunjungan pasien ideal.
Glukoneogenesis
inhibitor, yaitu : rumah
Agar mengurangi keluhan
Metformin 3 x 500
mg dipertengahan kesemutan pasien.
makan. Captopril 2 x
12,5 mg sesudah
makan.
- Memberikan terapi
Vitamin untuk
vitalitas pasien yaitu
B Compleks
- Rencana
pemeriksaan ulang
kolesterol.
- Jika tidak ada
perubahan : rujuk
pasien.

 Non farmakologi :
- Memberikan
edukasi diet khusus
DM kepada pasien.
(terlampir).
- Menyarankan pasien
untuk berolah raga
rutin, seperti:
jogging, jalan cepat
3-4 x seminggu.

22
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek - Menyarankan kepada Pasien Pada saat Pasien mau untuk


pasien untuk dan
Risiko kunjungan berolahraga sehingga
berolahraga, seperti keluarga
Internal jalan cepat keliling rumah membantu mengontrol gula
pasien
komplek selama 30
darah
menit sebanyak 3-4x
dalam seminggu.
- Menyarankan pasien
untuk mengurangi
konsumsi makanan
dan minuman manis
seperti teh manis,
kopi sachet,kue
basah dll.

23
Aspek - Menyarankan Keluarg Pada saat Keluarga pasien lebih
anak-anaknya
Psikoso a Pasien kunjungan memperhatikan ibunya dan
terutama suaminya
sial untuk lebih sering dan rumah dapat menyempatkan waktu
mengajak Tn. S
Keluarg pasien untuk mengobrol dengan
mengobrol.
a ibunya.
- Menyarankan kepada
anak-anak dan
Keluarga pasien mau
suami pasien yang
belum terdeteksi melakukan pemeriksaan
DM untuk
gula darah untuk deteksi
melakukan
pemeriksaan gula dini penyakit DM dan
darah juga tekanan
tekanan darah untuk deteksi
darah.
hipertensi
- Menyarankan
kepada pasien agar
lebih aktif
mengikuti kegiatan
oahraga ringan di
komplek
perumahan pasien.

Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Diharapkan

Aspek - Menyarankan pasien Pasien Pada saat di Pasien dapat teratur minum
Fungsio untuk menjaga pola Puskesmas dan obat seumur hidupnya dan
nal makan sesuai dengan kunjungan dapat mengontrol gula
diet DM (lampiran), rumah darahnya agar dapat
meminum obat DM, meningkatkan score ICPC
dan Hipertensi juga dari 2 menjadi 1.
kontrol secara teratur,
serta berolahraga jalan
cepat selama min 30
menit 3-4 kali
seminggu.

24
C. Prognosis

1. Ad vitam: ad bonam

2. Ad sanactionam: dubia ad malam

3. Ad Funcionam : dubia ad bonam

25
Lampiran I

10 pola gizi seimbang yaitu

1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan;


2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok;
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
6. Biasakan Sarapan;
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Tabel 7

Contoh Menu Sehari 1600 Kalori

Waktu Bahan makanan Penukar Gram Ukuran Contoh menu

Pagi Nasi 1 karbohidrat 100 1/2 gelas Nasi


Telur ayam 1 hewani 55 1 butir Sayur singkong
Daun singkong 1 sayuran C 100 1 gelas dgn telur
Santan - 40 1/3 gelas Susu sapi
Susu sapi Susu rendah lemak 200 1 gelas Melon
Melon 1 buah 190 1 ptg besar

Snack Kacang hijau 1 nabati 20 2 sdm Bubur kacang


Gula - 13 1 sdm hijau
Yoghurt non fat 1 susu tanpa lemak 120 120 Yoghurt non fat

26
Siang Nasi 1 karbohidrat 100 1/2 gelas Nasi
Ayam tanpa kulit 1 hewani 40 1 potong sdg Ayam goreng
Minyak klp sawit - 5 1 buah Sayur daun
Daun katuk 1 sayuran C 100 1 gelas katuk
Tempe 1 nabati 50 1 buah Tempe bacem

Snack Agar-agar - Sekehendak Sekehendak Agar-agar saus


Madu - 15 1 sdm madu
Susu skim cair 1 susu tanpa lemak 200 1 gelas Susu skim cair

Malam Nasi 1 karbohidrat 100 1/2 gelas Nasi


Ikan 1 hewani 40 1 ptg sdg Ikan steam kecap
Bakso 1 hewani 170 10 bj sdg dengan bakso
Kecap - Sekehendak Sekehendak Sayur bening
Oyong 1 sayuran A Sekehendak Sekehendak oyong
Jeruk 1 buah 85 1 buah Jeruk

27
Lampiran 2

Beberapa Makanan yang Sebaiknya Dikurangi;

1. Makanan yang terlalu mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi


2. Makanan Berlemak dan berminyak
3. Makanan Asin dan gurih yang mengandung tinggi garam
4. Makanan atau minuman mengandung Kafein

28