Anda di halaman 1dari 6

MEMORI BANDING

Atas

Putusan Pengadilan Negeri Bekasi


No. .........../Pdt.G/2017/PN.Jkt.BKS. Tgl .............. 2018
Antara

• ROSDIANA HUTAGALUNG ....................................................... Pemohon Banding/ Tergugat

Melawan

• PARULIAN BUTAR BUTAR ................................................. Termohon Banding/ Penggugat

Bekasi, 9 Agustus 2018

Kepada Yth.:
Ketua Pengadilan Tinggi Bandung
Jalan Letjen Suprapto - Cempaka Putih
Jakarta Pusat

Melalui

Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi


Jl. Letjen. S. Parman No. 71, Slipi,
Jakarta Barat

Dengan hormat,

Saya yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : .........................
Alamat : ..........................
NIK : ..........................
Umur : ..........................

Dengan ini mengajukan Permohonan Pemeriksaan perkara pada tingkat Banding sesuai Risalah
Pernyataan Permohonan Banding Nomor: 53/SRT.PDT.BDG/2018/PN.JKT.BRT tanggal 28 Mei
2018, terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam Perkara Perdata Nomor : 750/
Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt., tanggal 14 Mei 2018, dalam hal ini memilih kediaman hukum (domisili)
di kantor kuasanya sebagaimana telah diuraikan diatas, yang semula sebagai Penggugat mohon
untuk selanjutnya disebut sebagai …............................................ Pemohon Banding/ Penggugat

Salinan putusan Perkara Perdata Nomor : 750/ Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt., tanggal 14 Mei 2018
diterima dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 23 Juli 2018.

Bahwa sebelumnya seluruh berkas perkara mohon dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dan seluruhnya terulang kembali segala hal dibawah ini :
1. Permohonan pemeriksaan perkara pada tingkat banding yang diajukan oleh Pembanding/
Penggugat melalui Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan telah didaftarkan pada
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat.;

2. Seluruh materi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam Perkara Perdata Nomor : 750/
Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt., tanggal 14 Mei 2018;

3. Materi gugatan asli yang telah dijadikan dasar pemeriksaan dan terbitnya Putusan Pengadilan
Negeri Jakarta Barat sebagaimana telah disebutkan diatas ;

4. Materi segala jawaban/ sanggahan/ replik-duplik/ tanya jawab baik secara lisan maupun tertulis
dari Para Pihak serta semua alat bukti dan keterangan saksi-saksi di persidangan maupun dalam
Berita Acara Mediasi berkenaan dengan perkara ini ;

5. Segala catatan, keterangan dan informasi-informasi yang seluruhnya tercantum dalam Berita
Acara Persidangan atas perkara ini selama dalam pemeriksaan dimuka sidang tingkat pertama;

6. Serta lain-lain hal yang terjadi, yang dipermasalahkan, yang ditetapkan/ diputuskan, baik diluar
persidangan maupun dalam persidangan, yang kesemuanya menjadi unsur pendukung
terbitnya Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat tersebut diatas ;

Bahwa dalam Memori Banding ini, Pemohon Banding / Penggugat hendak mengajukan risalah/
Memori Banding sebagai keberatan-keberatan atas Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat
Nomor : 750/ Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt., tanggal 14 Mei 2018; yang Amarnya menyatakan :

MENGADILI

 Menyatakan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

 Menjatuhkan Penggugat untuk membayar biaya dalam perkara ini sebesar Rp 616.000
(enem ratus enam belas ribu rupiah)

Bahwa Pemohon Banding/ Penggugat sangat keberatan dan menolak pertimbangan hukum dan
putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor : 750/ Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt dan
dengan ini mengajukan memori banding dengan alasan dan dasar hukum sebagai berikut :

1. Bahwa Pemohon Banding/ Penggugat menolak secara tegas pertimbangan hukum Judex Factie
halaman 21 yang menyatakan :

“Menimbang .................. Majelis mencermati dari keterangan-keterangan saksi Penggugat,


ERNAWATI (ibu kandung Penggugat) dan saksi DARMAWAN LEBAR (adik kandung Penggugat),
para saksi menerangkan bahwa pada pokoknya mereka tidak pernah melihat dan mendengar
langsung kalau Penggugat dan Tergugat sering-sering bertengkar, para saksi tahu tentang
pertengkaran-pertengkaran Penggugat dan Tergugat hanya mendengar dari cerita Penggugat saja
dan saksi ERNAWATI selaku ibu kandung Penggugat di persidangan juga menerangkan dan
berharap/memohon kepada Majelis Hakim agar Penggugat dan Tergugat tidak bercerai,
mengingat perkawinan mereka sudah dijalani selama 27 Tahun”.

2. Bahwa Pemohon Banding/ Penggugat menolak secara tegas pertimbangan hukum Judex Factie
halaman 22 yang menyatakan :

“Menimbang bahwa dalil Penggugat tentang pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat
tersebut, oleh pihak Tergugat membantahnya dan diperkuat oleh saksi-saksi Tergugat yang pada
pokoknya menyatakan kehidupan rumah tangga Penggugat dan Tergugat biasa-biasa saja dan
tidak pernah melihat Penggugat dan Tergugat terus menerus bertengkar dalam rumah
tangganya”;
3. Bahwa Pemohon Banding/ Penggugat menolak secara tegas pertimbangan hukum Judex Factie
halaman 22 yang menyatakan :

“Menimbang bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, Majelis berpendapat Penggugat


tidak dapat membuktikan dalil gugatannya mengernai terjadinya pertengkaran terus menerus
dalam rumah tangganya (Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975)”

Kesimpulan pada Pertimbangan 1,2 dan 3 diatas menunjukkan bahwa Judex Factie sudah
menggeneralisir setiap pasangan suami istri yang cekcok ataupun bertengkar harus lah
meledak-ledak kemarahannya sehingga menarik perhatian orang lain disekitar dan haruslah
dilihat dan diketahui orang disekitar. Judex Factie tidak mempertimbangkan status Pemohon
Banding/ Penggugat sebagai pimpinan perusahaan harus menjadi teladan bagi banyak orang.
Pemohon Banding/ Penggugat bukan orang yang bertipe kasar, temperamental, dan bisa
meledak-ledakan emosinya. Pemohon Banding/ Penggugat lebih mampu menutupi kemelut
rumah tangganya. Pemohon Banding/ Penggugat sudah cukup lama menutupi penderitaan
hidup bersama Termohon Banding/ Tergugat hingga sampai pada puncaknya Pemohon
Banding/ Penggugat tidak tahan dan berpisah tidak serumah lagi.

Mediator telah memeriksa syarat-syarat perceraian berdasarkan Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975,
menggali seluruh keterangan alasan percekcokan dan dicatat dalam berita acara mediasi. Judex
Factie telah memeriksa syarat-syarat perceraian berdasarkan Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975,
menggali seluruh keterangan alasan percekcokan langsung kepada Pemohon Banding/
Penggugat dan Termohon Banding/ Tergugat. Hasilnya nyata-nyata hubungan Pemohon
Banding/ Penggugat dan Termohon Banding/ Tergugat tidak dapat diperbaiki oleh Mediator
dan Judex Factie. Oleh karena itu pertimbangan dan putusan Judex Factie pada tingkat pertama
harus diperbaiki.

4. Bahwa Pemohon Banding/ Penggugat menolak secara tegas pertimbangan hukum halaman 22
yang menyatakan :

“Menimbang, bahwa oleh karena Penggugat tidak berhasil membuktikan dalil gugatannya, maka
gugatan Penggugat harus dinyatakan ditolak;

Judex Factie tidak mengambil fakta-fakta persidangan bahwa percekcokan antara Pemohon
Banding/ Penggugat dan Termohon Banding/ Tergugat telah dimediasi oleh mediator pada
Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pun demikian Judex Factie telah memeriksa, memberikan
nasehat dan mendamaikan Pemohon Banding/ Penggugat dan Termohon Banding/ Tergugat
secara langsung dalam setiap persidangan tetapi tidak berhasil mempersatukan dam
mendamaikan kedua belah pihak.

5. Mohon perhatian Majelis Hakim tingkat banding yang terhormat, bahwa putusan majelis
hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor : 750/ Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt tertanggal 14 Mei
2018 penuh dengan kejanggalan dan keanehan karena tidak melihat substansi kepentingan
Pemohon Banding/ Pengugat yang mengajukan permohonan cerai.

6. Perceraian merupakan sebuah fakta. Baik suka maupun tidak suka (like or dislike), perceraian
merupakan sebuah fakta yang terjadi antara pasangan suami istri, akibat perbedaan-perbedaan
prinsip yang tidak dapat dipersatukan lagi melalui berbagai cara dalam kehidupan keluarga.

7. Perceraian secara psiko-emosional sebelum bercerai secara resmi, masing-masing individu


sudah merasa jauh secara emosional dengan pasangan hidupnya (psycho-emotional divorce),
walaupun mungkin Pemohon Banding/ Penggugat dan Termohon Banding/ Tergugat masih
tinggal dalam satu rumah. Pertemuan secara fisik, tatap muka, berpapasan atau hidup serumah;
bukan. tolok ukur sebagai tanda keutuhan hubungan suami-istri. Masing-masing sudah tidak
bertegur-sapa, berkomunikasi, acuh tak acuh, “cuek”, tidak saling memperhatikan dan tidak
memberi kasih-sayang. Kehidupan Pemohon Banding/ Penggugat dan Termohon Banding/
Tergugat terasa hambar, kaku, tidak nyaman, dan tidak bahagia. Dengan demikian, dapat
dikatakan walaupun secara fisik berdekatan, akan tetapi Pemohon Banding/ Penggugat dan
Termohon Banding/ Tergugat merasa jauh dan tidak ada ikatan emosional sebagai pasangan
suami-istri.

8. Bahwa Judex Factie tidak mengambil fakta-fakta selama persidangan untuk dijadikan sebagai
pertimbangan yaitu:

6.1.Bahwa kurang lebih 3 (tiga) tahun terakhir, diantara Pemohon Banding/ Pengugat dan
Termohon Banding/ Tergugat telah sering terjadi perselisihan, percekcokan dan
pertengkaran secara terus menerus. Perselisihan, percekcokan dan pertengkaran tidak bisa
berhenti.

6.2.Bahwa antara Pemohon Banding/ Pengugat dan Termohon Banding/ Tergugat sudah 3
(tiga) bulan sebelum mengajukan gugatan telah memutuskan untuk pisah rumah. Antara
PENGGUGAT dan TERGUGAT sudah tidak ada komunikasi yang sehat dan terlebih sejak
tahun 2014.

6.3.Kehidupan rumah tangga yang dijalani sudah tidak normal selayaknya suami istri karena
sejak bulan Juni 2014 antara PENGGUGAT dan TERGUGAT tidak pernah berhubungan
intim suami istri.

9. Bahwa terlepas dari siapa dan apa penyebab mereka bertengkar, maka harus disimpulkan
bahwa antara PENGGUGAT dan TERGUGAT terjadi perselisihan dan pertengkaran yang
terus menerus dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga sehingga tidak
mungkin lagi terwujud hubungan yang serasi dan harmonis, hubungan mana merupakan unsur
pokok dalam membina rumah tangga yang kekal dan bahagia sebagai tujuan dari perkawinan
itu;

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Pemohon Banding/ Penggugat dengan ini memohon agar
Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan
memutus dan menetapkan putusan sebagai berikut :

1. Menerima permohonan banding yang diajukan oleh Pemohon Banding/ Penggugat.


2. Memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor : 750/ Pdt.G/2017/PN.Jkt.Brt.,
tanggal 14 Mei 2018 menjadi sebagai berikut:

-------------------------------------------- MENGADILI ------------------------------------------------------

1. Mengabulkan gugatan Pemohon Banding/ Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan perkawinan antara Pemohon Banding/ Penggugat dengan Termohon Banding/


Tergugat sesuai dengan Kutipan Akta Perkawinan, berdasarkan Akta Perkawinan Nomor
2610/I/1991, tertanggal 06 Desember 1991, dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil DKI Jakarta, tercatat atas nama TOYOTA LEBAR dan YAMAHA telah putus
karena perceraian.

3. Memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, atau instansi yang
berwenang untuk melakukan pencatatan atas perceraian tersebut.

4. Membebankan biaya perkara menurut hukum;

------------------------------------------------ Atau ------------------------------------------------------------

Apabila Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui majelis hakim Pengadilan Tinggi yang
memeriksa, mengadili, memberikan pertimbangan hukum dan memebrikan putusan atas perkara
ini berpendapat lain, berdasarkan hukum yang berlaku, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex
aequo et bono) berdasarkan nilai-nilai keadilan, kelayakan dan kepatutan yang berlaku dalam
masyarakat.

Hormat Kami,
Kuasa Hukum Pemohon Banding/ Penggugat
ARIUS SINAGA & PARTNERS

Arius Sinaga, S.H. Marta Rumenta Tampubolon, S.H