Anda di halaman 1dari 35

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) DEMAM TYPHOID

Pokok Bahasan : Demam Typhoid

Sub Pokok bahasan : Gambaran Demam Typhoid

Penyuluh : Esra Desyana Rumapea

Sasaran : Kelompok Keluarga

Waktu : 30 menit

Tempat : Desa Pancur Batu

Hari / tanggal : Selasa, 17 September 2019

A. Tujuan Umum :

Setelah dilakukan penyuluhan atau pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga

selama 30 menit, diharapkan dapat memahami tentang “Gambaran Febris Typhoid”

B. Tujuan Khusus :

Setelah dilakukan penyuluhan atau pendidikan kesehatan pada keluarga selama 30

menit, diharapkan keluarga Ny. D dapat menjelaskan:

1. Pengertian Demam Thypiod

2. Tanda dan gejala Demam Thypiod

3. Penyebab Demam Thypiod

4. Cara pencegahan Demam Thypiod

5. Cara pengobatan Demam Thypiod

C. Metode :

Ceramah, Diskusi

1
D. Media :

Lembar balik

E. Strategi Penyuluhan :

Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien

1. Pembukaan 1. Penyuluh membuka 1. Mendengarkan 5 menit


pembicaraan,
2. Menyampaikan salam, 2. Menjawab salam
3. Menyapa pasien 3. Kooperatif
danberkenalan
4. Menyampaikan tujuan. 4. Mendengarkan

2. Inti 1. Menanyakan pengetahuan 1. Menjelaskan secara


pasien tentang demam singkat pengetahuan 15 menit
typhoid pasien
2. Menjelaskan pengertian dari 2. Mendengarkan
demam typhoid 3. Mendengarkan
3. Menjelaskan tanda dan gejala 4. Mendengarkan
dari demam typhoid 5. Mendengarkan
4. Menjelaskan penyebab pada 6. Mendengarkan dan
demam typhoid mengamati
5. Menjelaskan cara penanganan
pada demam typhoid
6. Menjelaskan cara pengobatan

3. Penutup 1. Menyimpulkan materi yang 1. Mendengarkan 10 menit


telah disampaikan
2. Memberikan kesempatan 2. Mengajukan
pasien untuk bertanya pertanyaan

2
Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien
3. Penyaji mengajukan 3. Menjawab
pertanyaan pertanyaan
4. Menutup pertemuan dan 4. Menjawab salam
mengucapkan salam

G. Evaluasi :

1. Evaluasi Struktur

a. Menyiapkan SAP

b. Menyiapkan materi dan media

c. Kontrak waktu dengan sasaran

d. Menyiapkan tempat

e. Menyiapkan pertanyaan

2. Evaluasi Proses

Klien dan keluarga berpartisipasi selama kegiatan, lingkungan tidak bising dan

pelaksanaan sesuai dengan rencana.

3. Evaluasi Akhir

Klien dan keluarga mampu menyebutkan :

a. Apa Pengertian Demam Thypiod?

Jawaban : Demam Thypoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut

yang disebabkan oleh Salmonella typhi.

b. Apa Tanda dan gejala Demam Thypiod

Jawaban : demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah,

obstipasi atau diare, perasaan tidak enak diperut, batuk dan epistaksis.

c. Penyebab Demam Thypiod

Jawaban : Bakteri salmonella typhi

3
d. Cara pencegahan Demam Thypiod

Jawaban : Cuci tangan, Hindari minum air yang tidak dimasak, Tidak perlu

menghindari buah dan sayuran mentah, Pilih makanan yang masih panas.

e. Cara pengobatan Demam Thypiod

Jawaban : Pasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari bebas demam

atau kurang lebih selama 14 hari, pasien dengan demam tifoid diberi bubur

saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat

kesembuhan pasien. Karena ada pendapat bahwa usus perlu diistirahatkan.

4
MATERI DEMAM THYPOID

1. Pengertian Demam Thypoid

Demam Thypoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang

disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyakit ini ditandai oleh panas

berkepanjangan,ditopang dengan bakteremia tanpa keterlibatan struktur endotelial atau

endokardial dan invasi bakteri sekaligus multiplikasi ke dalam sel fagosit mononuklear

dari limpa,kelenjar limfe usus dan Peyer’s patch. Terjadinya penularan salmonella typhi

sebagian besar melalui makanan / minuman yang tercemar oleh kuman yang berasal dari

penderita atau pembawa kuman, biasanya keluar bersama-sama dengan tinja (melalui

rute oral fekal = jalur oro-fekal).

2. Tanda dan Gejala

Masa tunas demam tifoid berlangsung 10 – 14 hari. Gejala-gejala yang timbul

sangat bervariasi. Perbedaan ini tidak saja antara berbagai bagian dunia, tetapi juga di

daerah yang sama dari waktu ke waktu. Selain itu gambaran penyakit bervariasi dari

penyakit ringan yang tidak terdiagnosis, sampai gambaran penyakit yang khas dengan

komplikasi dan kematian. Hal ini menyebabkan bahwa seorang ahli yang sudah sangat

berpengalaman pun dapat mengalami kesulitan untuk membuat diagnosis klinis demam

tifoid.

Dalam minggu pertama penyakit, keluhan dan gejala serupa dengan penyakit

akut pada umumnya. Yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual,

muntah, obstipasi atau diare, perasaan tidak enak diperut, batuk dan epistaksis. Pada

pemeriksaan fisik hanya dijumpai suhu badan meningkat.

Dalam minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam, bradikardi

relatif, lidah yang khas (kotor ditengah, tepi dan ujung merah dan tremor), hepatomegali,

splenomegali, meteorismus, gangguan mental berupa samnolen, stupor, koma, delirium

5
atau psikosis, roseolae jarang ditemukan pada orang Indonesia.

3. Komplikasi Demam Typhoid

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penyakit ini yaitu:

a. Perforasi usus halus dilaporkan dapat terjadi pada 0,5 – 3%, sedangkan perdarahan

usus pada 1 – 10% kasus dema Thypoid anak. Penyulit ini biasanya terjadi pada

minggu ke-3 sakit, walau pernah dilaporkan terjadi pada minggu pertama. Komplikasi

di dahului dengan penurunan suhu, tekanan darah dan peningkatan frekuensi nadi.

Pada perforasi usus halus ditandai oleh nyeri abdomen lokal pada kuadran kanan

bawah akan tetapi dilaporkan juga nyeri yang menyelubung. Kemudian akan diikuti

muntah, nyeri pada perabaan abdomen, defance muskulare, hilangnya keredupan

hepar dan tanda-tanda peritonitis yang lain. Komplikasi pada neuropsikiatri. Sebagian

besar bermanifestasi gangguan kesadaran, disorientasi, delirium, obtundasi, stupor

bahkan koma. Beberapa penulis mengaitkan manifestasi klinis neuropsikiatri dengan

prognosis buruk.

b. Miokarditis. Dapat timbul dengan manifestasi klinis berupa aritmia, perubahan ST-T

pada EKG, syok kardiogenik, infiltrasi lemak maupun nekrosis pada jantung.

c. Hepatitis tifosa asimtomatik juga dapat dijumpai pada kasus demam Thypoid ditandai

peningkatan kadar transaminase yang tidak mencolok.

d. Ikterus dengan atau tanpa disertai kenaikan kadar transaminase, maupun kolesistitis

akut juga dapat dijumpai, sedang kolesistitis kronik yang terjadi pada penderita

setelah mengalami demam Thypoid dapat dikaitkan dengan adanya batu empedu dan

fenomena pembawa kuman (karier).

e. Sistitis bahkan pielonefritis dapat juga merupakan penyulit demam Thypoid.

6
f. Proteinuria transien sering dijumpai, sedangkan glomerulonefritis yang dapat

bermanifestasi sebagai gagal ginjal maupun sindrom nefrotik mempunyai prognosis

buruk.

g. Pneumonia sebagai komplikasi sering dijumpai pada demam Thypoid. Keadaan ini

dapat ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi, namun sering kali sebagai akibat

infeksi sekunder oleh kuman lain.

h. Penyakit lain yang dapat dijumpai adalah trombositopenia, koagulasi intrvaskular

diseminata, Hemolytic Uremic Syndrome (HUS), fokal infeksi di beberapa lokasi

sebagai akibat bakteremia misalnya infeksi pada tulang,otak, hati, limpa, otot,

kelenjar ludah dan persendian.

4. Penatalaksanaan Pengobatan

Pengobatan demam tifoid terdiri atas tiga bagian yaitu : Perawatan, Diet dan

Obat-obatan.

a. Perawatan

Pasien dengan demam tifoid perlu dirawat di rumah sakit untuk isolasi,

observasi dan pengobatan. Pasien harus tirah baring absolut sampai minimal 7 hari

bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari. Mobilisasi pasien harus dilakukan

secara bertahap, sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien.

Pasien dengan kesadaran yang menurun, posisi tubuhnya harus diubah-ubah

pada waktu-waktu tertentu untuk menghindari komplikasi pneumonia hipostatik dan

dekubitus.

Defekasi dan buang air kecil perlu diperhatikan karena kadang-kadang terjadi

obstipasi dan retensi air kemih.

b. Diet

7
Dimasa lampau, pasien dengan demam tifoid diberi bubur saring, kemudian

bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Karena ada

pendapat bahwa usus perlu diistirahatkan.

Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini dapat

diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.

c. Obat

Obat-obat antimikroba yang sering dipergunakan ialah :

1) Kloramfenikol

2) Tiamfenikol

3) Kotrimoksazol

4) Ampisillin dan Amoksisilin

5) Sefalosporin generasi ketiga

6) Fluorokinolon.

Obat-obat simptomatik :

1) Antipiretika (tidak perlu diberikan secara rutin).

2) Kortikosteroid (tapering off Selama 5 hari).

3) Vitamin B komp. Dan C sangat diperlukan untuk menjaga kesegaran dan

kekuatan badan serta berperan dalam kestabilan pembuluh darah kapiler.

5. Pencegahan Demam Thypoid

Pencegahan adalah segala upaya yang dilakukan agar setiap anggota masyarakat

tidak tertular oleh bakteri Salmonella. Ada 3 pilar strategis yang menjadi program

pencegahan yakni:

a. Mengobati secara sempurna pasien dan carrier demam Thypoid.

b. Mengatasi faktor-faktor yang berperan terhadap rantai penularan.

8
c. Perlindungan dini agar tidak tertular.

Berikut beberapa petunjuk untuk mencegah penyebaran demam Thypoid:

a. Cuci tangan.

Cuci tangan dengan teratur meruapakan cara terbaik untuk mengendalikan

demam Thypoid atau penyakit infeksi lainnya. Cuci tangan anda dengan air

(diutamakan air mengalir) dan sabun terutama sebelum makan atau

mempersiapkan makanan atau setelah menggunakan toilet. Bawalah pembersih

tangan berbasis alkohol jika tidak tersedia air.

b. Hindari minum air yang tidak dimasak.

Air minum yang terkontaminasi merupakan masalah pada daerah endemik

Thypoid. Untuk itu, minumlah air dalam botol atau kaleng. Seka seluruh bagian

luar botol atau kaleng sebelum anda membukanya. Minum tanpa menambahkan

es di dalamnya. Gunakan air minum kemasan untuk menyikat gigi dan

usahakan tidak menelan air di pancuran kamar mandi.

c. Tidak perlu menghindari buah dan sayuran mentah.

Buah dan sayuran mentah mengandung vitamin C yang lebih banyak daripada

yang telah dimasak, namun untuk menyantapnya, perlu diperhatikan hal-hal

sebagai berikut. Untuk menghindari makanan mentah yang tercemar, cucilah

buah dan sayuran tersebut dengan air yang mengalir. Perhatikan apakah buah

dan sayuran tersebut masih segar atau tidak.

Buah dan sayuran mentah yang tidak segar sebaiknya tidak disajikan. Apabila

tidak mungkin mendapatkan air untuk mencuci, pilihlah buah yang dapat

dikupas.

d. Pilih makanan yang masih panas.

Hindari makanan yang telah disimpan lama dan disajikan pada suhu ruang.

Yang terbaik adalah makanan yang masih panas. Walaupun tidak ada jaminan
9
makanan yang disajikan di restoran itu aman, hindari membeli makanan dari

penjual di jalanan yang lebih mungkin terkontaminasi.

Jika anda adalah pasien demam Thypoid atau baru saja sembuh dari demam

Thypoid, berikut beberapa tips agar anda tidak menginfeksi orang lain:

1) Sering cuci tangan anda.

Ini adalah cara penting yang dapat anda lakukan untuk menghindari

penyebaran infeksi ke orang lain. Gunakan air (diutamakan air mengalir) dan

sabun, kemudian gosoklah tangan selama minimal 30 detik, terutama

sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

2) Bersihkan alat rumah tangga secara teratur.

Bersihkan toilet, pegangan pintu, telepon, dan keran air setidaknya sekali

sehari.

3) Hindari memegang makanan.

Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dokter berkata bahwa

anda tidak menularkan lagi. Jika anda bekerja di industri makanan atau

fasilitas kesehatan, anda tidak boleh kembali bekerja sampai hasil tes

memperlihatkan anda tidak lagi menyebarkan bakteri Salmonella.

4) Gunakan barang pribadi yang terpisah.

Sediakan handuk, seprai, dan peralatan lainnya untuk anda sendiri dan cuci

dengan menggunakan air dan sabun.

10
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) MEROKOK

Pokok Bahasan : Merokok

Sub Pokok bahasan : Bahaya Merokok bagi Kalangan Dewasa maupun Remaja

Penyuluh : Esra Desyana Rumapea

Sasaran : Remaja dan orang tua

Waktu : 30 menit

Tempat : Desa Pancur Batu

Hari / tanggal : Selasa, 17 September 2019

A. Tujuan Umum :

Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang bahaya merokok terhadap

tubuh, peserta penyuluhan mampu mengerti mengenai dampak menggunakan atau

mengkonsumsi rokok.

B. Tujuan Khusus :

Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan mampu :

1. Menjelaskan pengertian rokok secara benar

2. Menyebutkan kandungan rokok

3. Menjelaskan bahaya merokok

4. Menyebutkan penyakit akibat merokok

5. Mengetahui mengapa orang merokok

6. Menyebutkan tips berhenti merokok

7. Menyebutkan upaya pencegahan

C. Metode :

1. Ceramah
11
2. Demonstrasi

3. Diskusi atau tanyak jawab.

4.

D. Media :

1. Materi

E. Strategi Penyuluhan :

Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien

1. Pembukaan Persiapan: Menjawab salam, 5 menit


-Memberikan salam Mendengarkan &
-Pekenalan Memperhatikan
-Menyebutkan materi yang akan
di berikan

2. Inti Proses: Menjawab pertanyaan 15 menit


Menjelaskan materi tentang : penyuluh.
1. Pengertian rokok -Mendengarkan dan
2. Kandungan rokok memperhatikan.
3. Bahaya merokok -Bertanya dan
4. Penyakit akibat merokok menjawab pertanyaan
5. Mengapa orang merokok
6. Tips berhenti merokok
7. Upaya pencegahan

3. Penutup Evaluasi: Menyebutkan dan 10 menit


Meminta salah satu peserta menjelaskan.
untuk menjawab pertanyaan Memperhatikan dan
penyuluh. menjawab salam.

12
Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien
Penutup:
-Mengucapkan salam penutup

F. Evaluasi:

1. Evaluasi Struktur

 Peserta hadir di tempat penyuluhan

 Penyelengaraan di lakukan di Kampung Durian

 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum nya

2. Evaluasi Proses

 Peserta mendengarkan materi penyuluhan dengan baik dan ada respon positif dari

peserta

 Peserta mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan secara benar.

 Peserta mampu menjawab.

Audience mampu :

 Menjelaskan yang dimaksud dengan rokok

 Menyebutkan 2 dari 3 kandungan rokok

 Menyebutkan 3 dari 5 bahaya merokok

 Menyebutkan 4 panyakit yang dapat ditimbulkan akibat merokok

 Mengidentifikasi beberapa penyebab alasan orang merokok

 Menyebutkan 3 tips berhenti merokok

 Menyebutkan upaya pencegahan merokok

3. Evaluasi Hasil:

 Peserta yang mengikuti penyuluhan memahami tentang petingnya bahaya merokok.

13
MATERI BAHAYA MEROKOK

1. PENGERTIAN ROKOK

Rokok merupakan salah satu zat aditif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya

kesehatan bagi diri sendiri maupun masyarakat ,oleh karena itu diperlukan berbagai

kegiatan pengamanan rokok bagi kesehatan

Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya

yang mengandung “nikotin” dan “tar” dengan atau tanpa bahan tambahan.

2. KANDUNGAN ROKOK

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya

dinyatakan berbahaya bagi kesehatan dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan ke berbagai

tubuh.

Racun utama bagi rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

 Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru,

mengandung bahan kimia yang beracun, sebagian merusak sel paru-paru dan

menyebabkan kanker.

 Nikotin adalah zataditif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat yang

bersifat karsinogen, dan memicukan kerparu yang mematikan.

 Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalamdarah, membuat darah

tidak mampu mengikat oksigen.

Di antara kandungan asap rokok termasuk lah bahan radioaktif (polonium-201) dan

bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencucilantai (ammonia),

ubatgegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun

(hydrogen cyanide).

3. BAHAYA ROKOK
14
a. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun

dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat

berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

b. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker

di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin

pendek rokok semakin tinggi racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang

dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di

jalanan raya yang macet.

c. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat

candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun . Seorang perokok beratakan

memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

d. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin,

sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk

membeli rokok.

e. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa

4. PENYAKIT AKIBAT MEROKOK

 Kanker mulut

 Kanker paru-paru

 Kanker perut

 Kanker payudara

 Penyakit jantung

 Stroke

 Bronchitis

 Osteoporosis

15
5. MENGAPA ORANG MEROKOK

1. Rokok tanda kejantanan

2. Ekspresi perlawanan dan pemberontakan

3. Kebiasaan sehari-hari (budaya)

4. Peer pressure (tekanan teman sebaya)

5. Pencapaian kebebasan

6. Pelarian tekanan hidup

6. TIPS BERHENTI MEROKOK

Dikenal dengan 8M :

1. Memiliki niat dan motivasi

2. Minum air atau juice buah

3. Memohon doa

4. Membuat sesuatu

5. Mengunyah sesuatu

6. Menarik nafas panjang

7. Melengahkan nyalaan api rokok

8. Melakukan olahraga

7. UPAYA PENCEGAHAN

Dalam upaya prevensi, motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting untuk

dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri untuk

berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak

terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan

keluarga/orangtua.

Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam

16
melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program tersebut

membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara

membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang

berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-

sekolah, televisi atau radio.

Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:

1. Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru, karena kamu

mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan sendiri.

2. Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya kamu mulai belajar

untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.

3. Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa

menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.

17
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

Pokok Bahasan : Pengolahan Bahan Makanan

Penyuluh : Esra Desyana Rumapea

Sasaran : Ibu rumah tangga dan keluarga

Waktu : 30 menit

Tempat : Desa Pancur Batu

Hari / tanggal : Selasa, 17 September 2019

A. Tujuan Umum

Setelah kegiatan penyuluhan, ibu dapat memahami cara mengolah bahan makanan yang

baik.

B. Tujuan Khusus

Setelah kegiatan penyuluhan ibu mampu:

a. Menjelaskan pengertian pengolahan bahan makanan yang baik,

b. Menjelaskan tujuan serta tahap pengolahan bahan makanan,

c. Menjelaskan proses pengolahan,

d. Menjelaskan pengaruh pengolahan makanan terhadap zat gizi

C. Metode

1. Ceramah

2. Tanya jawab

D. Media

1. Materi

E. Strategi Penyuluhan :

No. Tahap Kegiatan Waktu


18
Penyuluh Pasien

1. Pembukaan  Pre test Menjawab salam, 5 menit


 Salam Pembuka Mendengarkan &
 Perkenalan Memperhatikan
 Penjelasan tujuan
penyuluhan

a.Menjelaskan pengertian
2. Inti pengolahan bahan makanan Mendengarkan dan 25 menit
yang baik memperhatikan.
b.Menjelaskan cara memilih
beras yang berkualitas
c.Menjelaskan kandungan gizi
pada nasi
d.Menjelaskan cara memasak
nasi di rice cooker dengan
benar
e.Menjelaskan cara memasak
nasi secara manual dengan
benar
f.Manfaat mengonsumsi nasi
untuk tubuh
g.Menjelaskan Akibat
mengonsumsi nasi secara
berlebihan

 Menyimpulkan
3. Penutup Penyuluhan Menyebutkan dan 5 menit
 Salam penutup menjelaskan.
 Post test Memperhatikan dan
menjawab salam.

F. Evaluasi

1. Evaluasi dilaksanakan selama proses dan pada akhir penyuluhan penkes dengan

memberikan pre dan post test sebagai berikut :

a) Bagaimana cara mengolah sayuran yang baik ?

b) Bagaimana cara mengolah beras yang baik ?

c) Untuk memasak beras seberapa banyak air yang digunakan?


19
d) Vitamin apakah yang mudah rusak pada saat pemotongan sayur dan pencucian

beras ?

2. Evaluasi struktur

a) Menyiapkan SAP

b) Menyiapkan materi dan media

c) Kontrak waktu dengan sasaran

d) Menyiapkan pertanyaan

3. Evaluasi proses

a) Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama penkes berlangsung

b) Sasaran aktif bertanya bila ada hal yang belum dimengerti

c) Sasaran memberi jawaban atas pertanyaan pemberi materi

d) Sasaran tidak meninggalkan tempat saat penkes berlangsung

e) Tanya jawab berjalan dengan baik

4. Evaluasi hasil

a) Penkes dikatakan berhasil apabila sasaran mampu menjawab pertanyaan 80 %

lebih dengan benar

b) Penkes dikatakan cukup berhasil / cukup baik apabila sasaran mampu menjawab

pertanyaan antara 50 – 80 % dengan benar

20
MATERI PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

1. Pengertian Pengolahan Bahan Makanan yang Baik


Mengolah adalah suatu proses menangani bahan makanan dari mentah menjadi bahan
makanan siap saji yang dalam prosesnya bisa terjadi penerapan panas maupun tidak.
Dalam uraian ini bisa disimpulkan bahwa tidak semua mengolah itu memerlukan panas,
sebagai contohnya kalau kita mengolah sayuran dalam bentuk terancam atau salad,
mengolah buah-buahan menjadi rujak.
Pengolahan makanan harus bervariasi. Disetup, tim, goreng, tumis, cah, panggang, bakar,
rebus. Proses pengolahan yang bervariasi akan berpengaruh terhadap aroma, penampilan,
warna dan terkstur masakan. Ini akan berdampak terhadap selera makan seseorang.
a. Merebus
Merbus adalah memetangkan bahan makanan dalam cairan yang sedang mendidih
(100oc) dengan tujuan agar bahan makanan itu menjadi lunak. Dalam proses ini
kematangan juga harus ditentukan, tidak boleh terlalu lunak aaupun masih keras.
Karena hal ini akan membuat nilai gizinya berkurang.
b. Mengukus
Mengukus adalah memasak bahan makanan dengan uap air panas. Bahan makanan
diletakkan dalam suatu tempat, lalu uap air disalurkan disekeliling bahan makanan
yang dikukus.
c. Membakar
Membakar adalah memasak bahan makanan diatas lempengan besi panas yang
diletakkan di atas perapian.
d. Menumis
Menumis adalah mengolah bahan makanan dengan miyaksedikit sambil diaduk dan
dilakukan secara cepat. Teknik ini banyak dilakukan pada masakan cina, dan dipakai
sebagai teknik menyelesaikan pada masakan kontinental
e. Menggoreng
Menggoreng adalah memasak bahan makanan dengan minyak banyak hingga
memperoleh hasil yang crispy atau kering dan berwarna kecoklatan.

2. Tujuan serta Tahap Pengolahan Bahan Makanan

Tujuan memasak ialah membuat makan yang mudah dicerna oleh tubuh kita, membuat

21
makanan untuk aman dimakan, meningkatkan rasa dan aroma pada makanan,

meningkatkan penampilan dan warna pada makanan tersebut, serta melengkapi atau

menyeimbangkan kandungan gizi jika dicampur dengan bahan makanan lain. Sebelum

memasak kita juga harus mempersiapkan diri, dan juga menyiapkan bahan-bahan yang

dibutuhkan. Tahapan ini bisa saja tidak terlewati semua atau bahkan berhenti pada tahap

tertentu. Adapun tahap-tahap persiapan memasak yaitu :

a. Penimbangan

b. Pencucian

c. Pengupasan atau penyiangan

d. Pemotongan

e. Memeras

f. Menyaring

g. Mengocok

h. Mencampur

i. Merendam dengan bumbu

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam mengolah makanan menjadi asupan

yang berguna untuk kesehatan tubuh, diperlukan pengetahuan mendasar tentang baik

buruknya ragam metode pengolahan pada makanan. Bahan terbaik untuk sayuran dan buah

adalah yang ditanam secara organik (tanpa pestisida). Ciri-ciri bahan makanan itu

diantaranya :

a. Warna masih segar

b. Tekstur masih kokoh

c. Tidak memar (cacat)

d. Untuk biji dan polong pilih yang padat berisi

e. Harus bersih dari kotoran

22
3. Proses Pengolahan
a. Tempat pengolahan makanan
Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah,
tempat pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting
dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan
sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi
persyaratan sanitasi.
b. Tenaga pengolah makanan / Penjamah Makanan
Pengolah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan
makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan
pengangkutan sampai penyajian. Dalam proses pengolahan makanan, peran dari
penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai
peluang untuk menularkan penyakit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu
dalam keadan sehat dan terampil.
4. Cara memilih beras yang berkualitas baik

1. Perhatikan tampilan beras

Sebelum membeli beras, jangan segan untuk meminta contoh beras yang akan dibeli. kita

harus memperhatikan tampilan beras tersebut. Beras yang bagus sejatinya tidak terlalu

putih, kita harus curiga jika menemukan beras yang nampak putih susu sehingga terlihat

seperti beras ketan karena bisa jadi beras itu diberi pemutih. Selain itu, pilih beras yang

bebas kerikil, kutu, dan kotoran.

2. Hati-hati dengan beras yang terlalu murah

Kita ingin berhemat dengan membeli beras yang murah. Namun, perlu Anda ketahui

bahwa beras terbaik tidak dijual dengan harga yang terlalu murah atau jauh di bawah

pasaran.

jika menemukan beras dengan tampilan bagus tapi harganya murah meriah, kita patut

curiga bilamana beras itu mengandung pemutih atau diberi campuran tertentu. Belilah

beras dengan harga yang standar dan jangan mudah tertarik dengan promosi beras yang

harganya sangat murah.

23
3. Cermati tekstur berasSebelum membeli beras,

Kita perlu mencermati tekstur beras contoh. Apabila banyak beras yang tampak patah,

sebaiknya pilih beras lainnya yang teksturnya utuh. Selain itu, beras yang bagus tidak

mudah patah jika ditekan dengan kuku. Sebaliknya, beras berkualitas rendah sangat rapuh

dan mudah patah bila ditekan dengan kuku.

4. Cium aroma beras

Beras yang berbau apek menunjukkan bahwa beras itu sudah terlalu lama disimpan dan

tidak kunjung laku dijual. Sementara itu, beras yang aromanya terlalu harum juga

mencurigakan karena aroma itu bisa berasal dari pemutih atau pengharum yang

ditambahkan. Beras berkualitas memiliki aroma yang sangat khas dan bisa langsung

rasakan ketika dihirup dalam-dalam.

5. Remas beras Terakhir

Cobalah menggenggam dan meremas beras. Jika setelah kepalan tangan terbuka dan

banyak beras yang menempel di telapak tangan, bisa jadi beras itu mengandung pelicin.

Namun, jika hanya beberapa butir beras yang menempel di tangan itu artinya berasnya

aman tanpa pelicin. Dengan cara mencuci beras yang benar dan tips untuk memilih beras

berkualitas ini, kita bisa mendapatkan beras terbaik dan mengolahnya dengan sempurna

untuk disajikan kepada keluarga.

24
5. Cara Memasak Nasi dengan benar

1. Pilih beras berkualitas bagus

Di pasaran, ada begitu banyak jenis beras yang ditawarkan, dengan berbagai variasi

harga juga. Di antara sekian banyaknya jenis beras tersebut, mungkin anda kebingungan

memilih beras berkualitas baik. Beras yang baik memiliki ciri yaitu warnanya yang

bening dan bebas dari kotoran. Aromanya pun harum. Jika ditekan, beras yang baik tidak

akan mudah patah.

2. Cuci Beras

Sebelum dimasak, beras harus dicuci terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan agar kotoran

dan debu yang menempel pada beras ikut terbuang bersama dengan air. Meski begitu,

usahakan untuk mencuci beras cukup hanya 1 kali saja. Mencuci beras terlalu sering

hanya akan menghilangkan serat dan vitamin yang terkandung dalam beras.

3. Tambahkan air dengan perbandingan 1:2

Jika takut nasi yang di masak terlalu keras atau terlalu lembek, bisa coba membuat

perbandingan 1:2. Sebagai contoh, jika memasak beras satu gelas, maka air yang

digunakan pun sebanyak 2 gelas. dan juga bisa mengira-ngira jumlah air dengan

memasukkan jari ke dalam panci beras yang telah diberisi air dan beras. Jika tinggi air

mencapai satu ruas jari di atas permukaan beras, artinya takarannya sudah pas.

4. Memasak Beras dengan rice cooker

bisa memasak beras menggunakan rice cooker. Masukkan beras yang sudah dicuci ke

dalam wadah/mangkok rice cooker, lalu beri air sesuai takaran. Nyalakan tombol mode

masak dan biarkan hingga tombol beralih otomatis ke mode warm atau penghangat. Agar

hasil nasi lebih maksimal, setelah nasi matang diamkan dulu selama 5-10 menit sampai

uapnya habis. Setelah itu anda bisa membuka tutup rice cooker dan mengaduk nasi

dengan rata sebelum dihidangkan.

25
5. Memasak nasi secara manual

Pertama-tama masukkan beras yang sudah dicuci bersih ke dalam panci, lalu rebus

dengan air setinggi ½ ruas jari di atas permukaan beras. Agar bagian dasar panci tidak

berkerak, sesekali aduk beras. Setelah air surut, pindahkan beras setengah matang tadi ke

dalam kukusan. Lalu kukus selama kurang lebih 30 menit atau sampai beras benar-benar

matang.

26
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Pokok Bahasan : Hiperemesis Gravidarum

Penyuluh : Esra Desyana Rumapea

Sasaran : Ibu hamil dengan hiperemesis

Waktu : 20 menit

Tempat : Desa Pancur Batu

Hari / tanggal : Selasa, 17 September 2019

A. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan 20 menit, diharapkan Pasien mampu memahami dan

mengerti tentang Hiperemesis Gravidarum dan diet yang harus dilakukan.

B. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penjelasan selama 20 menit, ibu diharapkan

a. Dapat menjelaskan tentang pengertian Hiperemesis Gravidarum

b. Dapat menjelaskan tentang penyebab Hiperemesis Gravidarum

c. Dapat menjelaskan tentang Tanda dan Gejala Hiperemesis Gravidarum

d. Dapat menjelaskan tentang Penatalaksanaan dan pengobatan Hiperemesis Gravidarum

e. Dapat Menjelaskan dan Mengetahui tentang diet pada ibu hamil yang mengalami

Hiperemesis Gravidarum.

C. Metode

3. Ceramah

4. Tanya jawab

D. Media

Materi
27
E. Strategi Penyuluhan :

Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien

1. Pembukaan Petugas menyiapkan a. Menjawab salam 5 menit


Media, ruangan dan
Kontrak waktu Pasiendan b. Mendengarkan
keluarga
a. Mengucapkan salam dan c. Mendengarkan dan
memperkenalkan diri menyetujui kontrak waktu
b. Menyampaikan tujuan
dan maksud penyuluhan
c. Menjelaskan kontrak
waktu

a. Menggali Pengetahuan
2. Inti pasien dan keluarga tentang a. Menjawab 10 menit
penyakit Hiperemesis pertanyaan
gravidarum b. Mendengarkan
b. Menjelaskan materi penjelasan
penyuluhan : c. Mengajukan
- Menjelaskan tentang pertanyaan
pengertian Hiperemesis d. Mendengarkan
Gravidarum jawaban
- Menjelaskan
tentang penyebab
Hiperemesis
Gravidarum
- Menjelaskan tentang
Tanda dan Gejala
Hiperemesis
Gravidarum
- Menjelaskan tentang
Penatalaksanaan dan
pengobatan
Hiperemesis
Gravidarum
- Menjelaskan dan
Mengetahui tentang
diet pada ibu hamil
yang mengalami
Hiperemesis
Gravidarum.
c. Memberi kesempatan
peserta Bertanya
d. Menjawab pertanyaan

3. Penutup a. Menanyakan kembali 5 menit


28
Kegiatan
No. Tahap Waktu
Penyuluh Pasien
materi penyuluhan yang a. Paien dan Keluarga
diberikan dapat menjawab
b. Penyuluh Meyimpulkan pertanyaan
materi Penyuluhan b. Mendengarkan
c. Membagikan Leaflet kesimpulan
c. Pasien dan Keluarga
d. Penyuluhan selesai “ menerima leaflet yang
mengucapkan Salam” dibagikan
d. Peserta menjawab
salam

F. EVALUASI

Cara : test lisan

- Menanyakan pada ibu dan suami tentang Pengertian Hiperemesis Gravidarum

- Menanyakan pada ibu dan suami tentang Penyebab Hiperemesis Gravidarum

- Menanyakan pada ibu dan suami tentang Tanda dan Gejala Hiperemesis Gravidarum

- Menanyakan pada ibu dan suami tentang Penatalaksanaan dan pengobatan Hiperemesis

Gravidarum

- Menanyakan pada ibu dan suami tentang Diet pada ibu hamil yang mengalami

Hiperemesis Gravidarum.

29
MATERI HIPEREMESIS GRAVIDARUM

A. Definisi

1. Kehamilan

Kehamilan adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim

wanita sampai bayinya dilahirkan.

Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa

ovulasi. Telur yang telah dibuahi sperma kemudian akan menempel pada dinding

rahim, lalu tumbuh dan berkembang selama kira-kira 40 minggu (280 hari) dalam

rahim pada kehamilan normal (Suririnah, 2008).

2. Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita

hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi

memburuk, karena terjadi dehidrasi (Esti, 2009).

Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai usia kehamilan 20

minggu, begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan

sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan

menurun, dehidrasi, terdapat aseton dalam urine, bukan karena penyakit (Maidun,

2009).

Mual dan muntah tampaknya disebabkan oleh kombinasi hormon estrogen dan

progesteron, walaupun hal ini tidak diketahui dengan pasti dan hormon HCG (human

chorionic gonadotropin) juga berperan dalam menimbulkan mual dan muntah

(Sarwono, 2008). Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering terjadi

pada kehamilan trimester I, kurang lebih pada 6 minggu setelah haid terakhir selama 10

minggu (Mansjoer, 2001).

30
B. Etiologi

1. faktor predisposisi :

a) Sering terjadi pada primigravida, mola hidatidosa, diabetes, kehamilan ganda

akibat peningkatan kadar HCG dan wanita yang sebelum hamil sudah menderita

gangguan lambung spesifik (Sarwono, 2005).

b) Overdistensi rahim : hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola

hidatidosa

2. Faktor organik :

a) Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi materna

b) Perubahan metabolik akibat hamil

c) Resistensi yang menurun dari pihak ibu.

d) Alergi

3. Faktor psikologis :

a) Rumah tangga yang kurang harmonis

b) Hamil yang tidak diinginkan

c) takut terhadap kehamilan dan persalinan

d) takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu

e) Kehilangan pekerjaan

4. Faktor endokrin lainnya hipertiroid, diabetes (Esti, 2009).

Hormon yang terbentuk dalam tubuh ibu saat minggu-minggu awal kehamilan

membuat ibu merasa menderita saat hormon-hormon tersebut mempengaruhi perut,

selera makan dan pusat khusus diotak yang dapat memicu respon muntah (Esti, 2009).

C. Gejala dan Tingkat Pada Hiperemesis Gravidarum

Menurut berat ringannya gejala hiperemesis gravidarum dibagi dalam 3 tingkat, yaitu :

1. Tingkat I : Ringan

 Mual muntah

31
 Nafsu makan berkurang

 Berat badan turun

 Rasa nyeri di epigastrium

 Turgor kulit kurang

 Lidah kering

2. Tingkat II : Sedang

 Mual dan muntah

 Lemah

 Turgor kulit mulai jelek

 Nadi kecil dan cepat

 Suhu badan naik (dehidrasi)

 Ikterus ringan

 Mata cekung

 Tensi turun

 Oliguri dan konstipasi

3. Tingkat III : Berat

 Keadaan umum buruk

 Kesadaran sangat menurun

 Samnolen sampai koma

 Nadi kecil, halus dan cepat

 Dehidrasi hebat

 Suhu badan naik

 Tensi turun sekali

 Ikterus (Esti, 2009).

32
D. Komplikasi

Komplikasi yang terjadi akibat hiperemesis gravidarum alntara lain:

1. Komplikasi ringan:

lKehilangan berat badan, dehidrasi, asidosis dari kekurangan gizi, alkalosis, hipokalemia,

kelemahan otot, kelainan elektrokardiografik, tetani, dan gangguan psikologis.

2. Komplikasi yang mengancam kehidupan:

Rupture oesophageal berkaitan dengan muntah yang berat, encephalophaty wernicke’s,

mielinolisis pusat pontine, retinal haemorage, kerusakan ginjal, pneumomediastinum secara

spontan, keterlambatan pertumbuhan didalam kandungan, dan kematian janin.

E. Pencegahan

Prinsip pencegahan untuk mengobati emesis agar tidak menjadi hiperemesis adalah :

1. Penerapan bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses fisiologi

2. Makan sedikit tapi sering dengan (makanan kering) seperti roti

3. Hindari makanan berminyak dan berbau

4. Pengobatan bach flower gunakan rescue remedy jika anda merasa cemas, khususnya

jika kecemasan tersebut membuat mual dan muntah semakin parah.

5. Aromaterapi minyak esensial seperti minyak sitrus (jeruk, jeruk mandarin, limau)

aman dan lembut digunakan pada saat ini.

6. Defekasi teratur

F. Penatalaksanaan dan Pengobatan

Pengobatan yang baik pada mual dan muntah sehingga dapat mencegah hiperemesis

gravidarum. Dalam keadaan muntah berlebihan dan dehidrasi ringan, penderita emesis

gravidarum sebaiknya dirawat sehingga dapat mencegah hiperemesis gravidarum.

1. Melakukan isolasi

Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang

baik tidak diberikan makan/minum selama 24-28 jam. kadang-kadang dengan isolasi

saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.

33
2. Therapy psikologik

Perlu diyakini pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut

oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan

konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.

3. Pemberian cairan parenteral

Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan linger

lactat 5% dengan cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter per hari. Bila perlu dapat

ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks. Bila ada kekurangan

protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena.

4. Obat-obat yang diberikan

Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan

vitamin B1 dan B6 tablet keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik seperti

disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti

mediamer avomin.

5. Penghentian kehamilan

Pada sebagian kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan

mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk delirium,

kebutaan tachikardi, ikterus, anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi

organik, dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan.

Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu

pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tidak boleh menunggu

sampai terjadi gejala irreversibel ada organ vital.

6. Diet

Diet hiperemesis I diberikan ada hiperemesis tingkat III makanan hanya berupa roti

kering dan buah-buhan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam

sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat-zat gizi, kecuali vitamin C, karena
34
itu hanya diberikan Selama beberapa hari.

Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur

mulai diberikan makanan yang bergizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama

makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D.

Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut

kesanggupan penderita. Minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini

cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.

35