Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KUE BAGIAK KHAS


BANYUWANGI “UD.WAINING JAYA”

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh :

Evi Irawati Azizah

NIM 361741311127

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV AGRIBISNIS

POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI

2019
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyaknya produk perusahaan bagiak yang menawarkan varian
produk yang sama membuat persaingan semakin ketat. Perkembangan bisnis
di Banyuwangi tergolong sangat ketat. Saat ini banyak sekali bermunculan
bisnis-bisnis baru dalam berbagai bidang. Setiap pelaku bisnis tentu
mempunyai strategi masing-masing untuk menghadapi persaingan-persaingan
antar usaha. Pelaku bisnis tentunya harus memenuhi permintaan konsumen
karena konsumen merupakan sumber dari profitnya. Untuk dapat bersaing dan
bertahan di pasaran tentu dibutuhkan strategi dan inovasi yang membuat
konsumen tertarik, menciptakan daya tarik dalam produk kita disamping
kualitas rasa merupakan strategi yang sangat efektif. Diantara strategi-strategi
tersebut yang menjadi pilihan dari UD.Waining Jaya sendiri adalah
mempertahankan rasa dan resep yang sudah turun temurun diwarisakan agar
rasa khas yang sudah ada sejak lama tidak hilang.
Salah satu usaha bisnis yang berada di Banyuwangi seperti
UD.Waining Jaya. UD.Waining Jaya merupakan salah satu usaha yang
bergerak pada bidang makanan dengan produk unggulan yakni bagiak yang
merupakan kue khas Banyuwangi sejak dahulu. Karena tergolong kue khas
Banyuwangi, maka kue ini sangat dicari oleh wisatawan yang berkunjung di
Banyuwangi lalu ingin membeli oleh-oleh. Kue bagiak merupakan kue khas
Banyuwangi berbahan tepung sagu. Warnanya putih dengan ukuran sepanjang
jari telunjuk orang dewasa. Kue ini memilki cita rasa yang manis serta renyah.
Saat ini bagiak UD.Waining Jaya mulai berinovasi untuk menggunakan
tepung mocaf (modified cassava flour).
Mocaf adalah tepung dari ubi kayu atau singkong yang dibuat dengan
menggunakan prinsip modifikasi sel ubi kayu secara fermentasi
(Subagyo,2006). Pembuatan tepung sejenis juga telah dilakukan oleh
Wahyuningsih (1990), yang membuat tepung ubi kayu dengan cara fermentasi
atau disebut dengan tepung gari. Mikroba yang tumbuh selama fermentasi
akan menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat
menghancurkan dinding sel singkong sedemikian rupa sehingga terjadi
liberasi granula pati. Mikroba tersebut juga mengahsilkan enzim-enzim yang
menghidrolis pati menjadi gula dan selanjutnya mengubahnya menjadi asam-
asam organik, terutama asam laktat. Proses ini akan menyebabkan perubahan
karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas,
kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut. Berikut produksi
singkong di Jawa timur sebagai bahan utama pembuatan tepung mocaf.
Tabel 1.1 produksi singkong/ubi kayu menurut kabupaten/kota di
Jawa Timur tahun 2013-2017 (Ton)
Kabupaten/Kota 2013 2014 2015 2016 2017
Kab.Pacitan 355.356 439.828 373.964 322.139 311.211
Kab.Ponorogo 578.494 582.880 416.638 518.565 535.217
Kab.Trenggalek 271.968 319.567 298.195 226.279 244.537
Kab.Tulungagung 127.168 175.384 145.182 160.362 128.783
Kab.Blitar 109.165 83.018 126.057 119.175 90.965
Kab.Kediri 81.189 175.957 143.431 154.787 138.905
Kab.Malang 335.980 476.891 360.322 284.783 372.422
Kab.Lumajang 32.193 70.504 53.414 32.982 22.336
Kab.Jember 41.679 59.733 43.128 17.112 36.288
Kab.Banyuwangi 37.821 37.467 39.711 23.277 34.674
Sumber: BPS 2018
Tabel 1.1 menunjukkan bahwa produksi singkong/ubi kayu di
Banyuwangi sendiri sangatlah banyak. Hal ini sangat memungkinkan bahwa
pembuatan kue bagiak yang berasal dari tepung mocaf dapat tercukupi
melihat banyaknya bahan baku yang ada. Oleh karena itu penggunaan tepung
mocaf sebagai pengganti tepung sagu sangatlah cocok jika dijadikan bahan
baku dalam pembuatan kue khas yang sudah ada sejak zaman dahulu ini.
Mocaf dapat digolongkan sebagai pokok olahan edible cassava yang
dapat dimakan. Oleh karena itu, syarat mutu mocaf dapat mengacu pada
COLDEX STAN 176-1989 (Rev.1-1995) tentang edible cassava flour.
Tepung mocaf memiliki beberapa kelebihan yakni, memiliki kandungan serat
terlarut (soluble fiber) yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan tepung
gaplek, memiliki kandungan mineral (kalsium) yang lebih tinggi (58)
dibandingkan dengan padi (6) dan gandum (16), oligasakarida yang
merupakan penyebab flatules susah terhidrolisir, memiliki daya kembang
yang setara dengan gandum tipe II (kadar protein menengah), dan memiliki
daya cerna yang jauh lebih baik dan cepat dibanding dengan tepung tapioca
dan tepung gaplek. Oleh karena itu kue bagiak dengan bahan tepung mocaf
banyak mengandung nutrisi, kerenyahan yang lebih serta biaya bahan baku
yang lebih murah.
Kualitas produk merupakan faktor penentu tingkat keputusan
pembelian konsumen terutama melihat packaging sebagai bentuk citra produk
yang pertama kali dilihat oleh konsumen. Kotler dan Keller (2009)
menyebutkan bahwa terdapat 7 dimensi kualitas produk, yaitu kinerja
(performance). Fitur, kehandalan (reliability), kesesuaian (conformance),
ketahanan (durability), pelayanan (conformance), estetika, dan kesan kualitas
. selain kualitas produk, yang dapat memuaskan konsumen adalah promosi,
yang mana promosi merupakan salah satu faktor yang dapat menjadi penentu
keputusan pembelian konsumen.
Harga adalah nilai uang yang harus dibayarkanoleh konsumen kepada
penjual atas barang dan jasa yang dibelinya. Menurut Kotler dan Armstrong
(2001), harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan terhadap suatu
produk (barang atau jasa), atau jumlah nilai yang harus dibayar konsumen
demi mendapatkan manfaat dari produk tersebut. Bagi produsen atau penjual,
penetapan harga yang tepat pada produk akan berdampak besar pada besarnya
keuntungan dan loyalitas konsumen. Jadi, harga merupakan elemen yang
paling penting pada suatu produk dan keberhasilan suatu perusahaan yang
memproduksinya.
Promosi merupakan salah satu cara memberikan informasi tentang
suatu produk/jasa, dan dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian
suatu produk. Konsumen yang melakukan pembelian ulang maka akan
melakukan promosi dari lisan ke lisan terhadap orang terdekatnya. Lasander
(2013) menyatakan bahwa promosi adalah cara yang digunakan perusahaan
untuk mengkomunikasikan produk dan manfaatnya kepada konsumen.
Berdasarkan penjabaran latar belakang diatas, perlu dilakukan
penelitianlebih lanjut tentang pengaruh kualitas produk, harga dan promosi
terhadap keputusan pembelian produk kue bagiak khas Banyuwangi
“UD.Waining Jaya”.

1.2 Rumusan Masalah Penelitian


Rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian
konsumen kue bagiak khas Banyuwangi “UD.Waining Jaya” ?
2. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen kue
bagiak khas Banyuwangi “UD.Waining Jaya” ?
3. Bagaimana pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian konsumen
kue bagiak khas Banyuwangi “UD.Waining Jaya” ?
4. Apakah faktor dominan yang memengaruhi keputusan pembelian kue
bagiak khas Banyuwangi “UD. Waining Jaya” ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen kue
bagiak “UD.Waining Jaya”.
2. Mengetahui harga terhadap keputusan pembelian konsumen kue bagiak
“UD.Waining Jaya”.
3. Mengetahui pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian konsumen
kue bagiak “UD.Waining Jaya”.
4. Mengetahui faktor dominan yang memengaruhi keputusan pembelian
konsumen kue bagiak khas Banyuwangi “UD. Waining Jaya”.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah sebagai berikut :
1. Bagi Perusahaan
Sebagai pertimbangan maupun bahan informasi dalam rangka mengatasi
permasalahan yang ada kaitannya dengan kualitas produk, harga, dan
promosi terhadap keputusan pembelian konsumen.
2. Bagi Peneliti
Sebagai bahan masukan dan reformasi serta dapat menjadi bahan
penelitian lanjutan.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


2.1.1 Kualitas Produk
Abdullah dan Tantri (2014) menyatakan bahwa produk adalah
segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan
perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan yang dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk dan jasa dibagi menjadi
dua kelas besar berdasarkan pada jenis konsumen yang
menggunakannya yaitu :
1. Produk konsumen adalah apa yang dibeli oleh konsumen akhir
untuk konsumen pribadi. Barang-barang ini diklasifikasikan
berdasarkan pada cara konsumen membelinya. Produk konsumen
mencakup kebutuhan sehari-hari, produk shopping, produk khusus,
dan produk yang tidak dicari.
2. Produk industri adalah barang yang dibeli atau diproses lebih
lanjut untuk dipergunakan dalam menjalankan bisnis. Jadi
perbedaan antara produk konsumen dan produk industri didasarkan
pada tujuan produk tersebut dibeli. Produk industri dibagi menjadi
tiga, yaitu bahan dan suku cadang, bahan modal, serta
perlengkapan barang dan jasa.
Kualitas produk menurut Tjiptono (2008:22) kualitas produk
adalah kualitas meliputi usaha memnuhi atau melebihi harapan
pelanggan; kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah
(misalnya apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin
dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang). Kualitas produk
dapat diukur melalui dimensi seperti kinerja, fitur, kesesuaian, daya
tahan, dan estetika.
2.1.2 Harga
Harga merupakan sejumlah nilai (dalam mata uang) ysng
harus dibayar oleh konsumen untuk membeli atau menikmati barang
atau jasa yang ditawarkan (Sunarya, et al. 2011). Harga (price) adalah
jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Lebih luas lagi,
harga adalah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk
mendapatkan suatu produk atau jasa. Sepanjang sejarahnya, harga
menjadi faktor utama yang mempengaruhi pilihan para pembeli.
Beberapa decade terakhir, faktor diluar harga menjadi semakin
penting, namun harga tetap menjadi salah satu elemen yang paling
penting dalam menentukan pangsa pasar dan keuntungan suatu
perusahaan (Kotler dan Amstrong 2008). Pernyataan tentang harga
dapat disimpulkan bahwa harga merupkan nilai (dalam mata uang)
yang harus ditukar atau dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh
suatu barang atau jasa yang diinginkan kepada produsen yang
menawarkan barang atau jasa tersebut.

2.1.3 Promosi
Kotler (2008:281) menyatakan aktivitas promosi merupakan
usaha pemasaran yang memberikan berbagai upaya intensif jangka
pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu
produk atau jasa. Seluruh kegiatan promosi untuk mempengaruhi
perilaku pembelian, tetapi tujuan promosi yang utama adalah
memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan. Dapat dilihat bahwa
strategi promosi merupakan kegiatan yang direncanakan dengan
maksud membujuk, merangsang konsumen agar mau membeli produk
perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan
dapat tercapai. Swastha dan Irawan (2008:349) promosi adalah arus
informasi atau persuasi satua arah yang dibuat untuk mengarahkan
sesorang atau organisasi kepada tindakan menciptakan pertukaran
dalam pemasaran.

2.1.4 Keputusan Pembelian

Shinta (2011) menyatakan bahwa keputusan pembelian adalah


keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merk
tertentu yang diawali dengan langkah-langkah berikut yaitu 1.)
Pengenalan kebutuhan, 2.) Pencarian informasi, 3.) Evaluasi alternatif,
3.)Tindakan pembelian, 4.)Keputusan pembelian, 5.)Mengkonsumsi
suatu produk. Hal-hal yang mempengaruhi keputusan pembelian
antara lain harga, produk, promosi dan kualitas produk dalam
keputusan pembelian harga sangat berpengaruh dalam keputusan
pembelian. Keputusan konsumen dalam menentukan pembelian
produk telah melewati lima tahapan antara lain : 1.)Pengenalan
masalah, 2.) Pencarian informasi, 3.) Evaluasi alternatif, 4.) Keputusan
pembelian, 5.) Perilaku purna beli, Yakub (2013).

2.2 Penelitian Terdahulu


Penelitian yang akan dikerjakan diharapkan mengacu pada
gambaran kerangka pemikiran terdahulu . hal tersebut dikarenakan
penelaahan kepustakaan penelitian yang akan dikerjakan (Susanti,
2018). Kajian penelitian terdahulu dari berbagai macam penelitian
juga menjadi rujukan secara teoritik dalam “Pengaruh Kualitas
Produk, Harga, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Kue
Bagiak Khas Banyuwangi UD. Waining Jaya”. Berikut merupakan
penelitian terdahulu yang menjadi penelitian ini:
2.2.1 Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Yulasmi (2015) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh
kualitas produk, harga, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian
Teh Siap Minum dalam Kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas produk, harga dan
promosi secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian.
Metode pengumpulan data melalui survey dan mengedarkan kuesioner
dengan sampel 100 responden mahasiswa fakultas ekonomi
Universitas Putera Indonesia “YPTK” Padang. Analisis data
menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian
yang didapat yaitu terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial
antara harga terhadap keputusan pembelian. Terdapat pengaruh yang
signifikan secara parsial antara promosi terhadap keputusan
pembelian. Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara
kualitas produk, harga dan promosi terhadap keputusan pembelian.
Santoso, et al (2013) dalam penelitiannya yang berjudul
Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Promosi terhadap Keputusan
Pembelian Permen Tolak Angin di Semarang. Analisis data
menggunakan uji validitas, uji reliabitas, regresi linear sederhana
regresi linear berganda, uji t dan uji f. hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualitas produk, harga dan promosi berpengaruh positif
terhadap keputusan pembelian permen tolak angin. Variable kualitas
produk, harga dan promosi memiliki keeratan hubungan yang kuat, hal
ini berarti apabila permen tolak angin ditingkatkan maka akan
mengakibatkan keputusan pembelian yang tinggi

2.2.2 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian


Jayanti, et al (2017) dalam penelitiannya yang berjudul
Analisis Pengaruh Iklan dan Harga terhadap Keputusan Pembelian
Minuman Teh Pucuk Harum pada Konsumen de Nala Foodcourt .
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan dan harga
terhadap keputusan pembelian konsumen the pucuk harum . penelitian
ini dilakukan pada konsumen De Nala Foodcourt Jombang dengan
jumlah sampel 74 responden . hasil penelitian menunjukkan bahwa
variable harga dan iklan berpengaruh secara simultan terhadap
keputusan pembelian teh pucuk harum.
Agung (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis
Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Brand Image Terhadap
Keputusan Pembelian Mie Setan Jember. Analisis data menggunakan
analisis regresi linier berganda dengan pendekatan confirmatory. Hasil
penelitian menunjukkan kualitas produk, kualitas layanan, dan brand
image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian mie setan di Jember, namun variable harga tidak menjadi
pertimbangan bagi konsumen untuk melakukan pembelian mie setan
Jember.
2.2.3 Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian
Jelly B. Mandey (20013) dalam penelitiannya yang berjudul
Promosi, Distribusi, Harga Pengaruhnya Terhadap Keputusan
Pembelian Rokok Surya ProMild . Analisis data menggunakan uji
validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang positif dan
signifikan variable promosi terhadap keputusan pembelian rokok surya
promild. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil penelitian yang baik
mengenai promosi yang sesuai dengan keinginan konsumen akan
mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk tersebut.
Anwar dan Erpiawan (2016) dalam penelitiannya yang
berjudul Analisis Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Keputusan
Pembelian pada Toko Lily Jaya Pekanbaru. Teknik analisis data
menggunakan regresi linear berganda . hasil penelitian menunjukkan
bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel harga dan promosi
berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.
Sedangkan hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa promosi
berpengaruh secara sugnifikan terhadap keputusan pembelian, namun
variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan
pembelian di toko Lily Jaya Pekanbaru.
2.2.4 Faktor Determinan yang Memengaruhi Keputusan Pembelian
Diantara kualitas produk, harga dan promosi yang paling
mempengaruhi adalah harga. Hal tersebut dibuktikan dengan
perbandingan keputusan pembelian konsumen antara produk kue
bagiak UD. Waining Jaya dengan produk kue bagiak yang lain. Hal
yang paling menjadi pertimbangan konsumen adalah harga melihat
latar belakang konsumen Banyuwangi yang sangat menggemari
kuliner dengan harga yang terjangkau. Kue bagiak UD. Waining Jaya
selain menawarkan harga yang terjangkau juga menawarkan rasa yang
gurih dengan resep nenek moyang yang dimilikinya, hanya saja
kualitas produk yakni kemasan (packaging) masih kurang menarik.

Anda mungkin juga menyukai