Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS PENGARUH ARUS KAS BEBAS, STRUKTUR AKTIVA, DAN

PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PERUSAHAAN


PERTAMBANGAN BATUBARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA TAHUN 2011-2016

Nurnindya Aiza
135080083

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mitra Lampung, Program Studi Akuntansi


Nurnindyaaiza19@gmail.com

ABSTRACT

This research is doing at the coal mining company that registered in the
Indonesia’s Stock Exchange. This research is using type of quantitative data. Data
source used by author is obtained from Indonesia’s Stock Exchange official site,
required data like the information about finance report at 2011-2016. Number of
samples in this research is about 6 coal mining companies which taken by using
some criteria (purposive sampling).

From the research can be known about R-Squer value amount 0,540 which show
the value of the free cash flow, assets structure, and profitability for debt policy is
54% while 46% remainder is affected by other factors out of this research. In
Simultaneously obtained that the free cash flow, assets structure, and profitability
are take effect and significant for the debt policy coal mining company. In partial
Free Cash Flow is not take significant effect for the Debt Policy. In partial Assets
Structure is take significant effect for the Debt Policy. In partial profitability is
take significant effect for the debt policy.

Keywords: Free Cash Flow, Assets Structure, Profitability, Debt Policy

PENDAHULUAN

Setiap perusahaan dalam memulai maupun menjalankan usahanya memerlukan


dana. Dana yang diperoleh perusahaan berasal dari investor/pemilik yang
biasanya disebut dengan modal dan dana yang berasal dari kreditur dinamakan
utang. Sumber modal yang dapat digunakan yaitu hasil operasi perusahaan,
keuntungan penjualan surat-surat berharga, penjualan saham, penjualan aktiva
tetap, penjualan obligasi, memperoleh pinjaman, dana hibah, sumber lainnya
(Kasmir, 2014).
Aktiva tetap merupakan harta kekayaan yang berwujud, yang bersifat relatif
permanen, digunakan dalam operasi reguler lebih dari satu tahun, dibeli dengan
tujuan untuk tidak dijual kembali (Jumingan, 2011:19. Perusahaan Yang memiliki
jumlah Aset lancar yang lebih banyak dalam struktur asetnya cenderung untuk
menggunakan utang dalam pemenuhan kegiatan pendanaannya, sedangkan
perusahaan yang memiliki jumlah Aset tetap yang lebih banyak cenderung
menggunakan modal sendiri dalam memenuhi kegiatan pendanaanya. Maka
semakin banyak dan besar aset maka kegiatan operasional perusahaan semakin
berkembang.

Profitabilitas merupakan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh


perusahaan pada saat menjalankan kegiatan operasionalnya. Tingkat profitabilitas
merupakan salah satu pertimbangan untuk menentukan strukur modal perusahaan.
Semakin tinggi tingkat profitabilitas semakin besar kepercayaan pihak luar
(investor dan kreditor) kepada perusahaan (Susilawati, Agustina dan Tin, 2012).

Profit yang meningkat, perusahaan yang semakin berkembang, dan kepercayaan


dari pihak luar tentunya dapat membuat perusahaan harus merencanakan dan
mengatur hasil operasi, pendanaan, modal, Free cash flow, dan sebagainya dengan
baik. Arus kas bebas mencerminkan arus kas yang benar-benar tersedia untuk
dibayarkan kepada investor (pemegang saham dan pemilik utang). Keberadaan
arus kas bebas dalam perusahaan berpotensi menimbulkan konflik keagenan
antara pemegang saham dan manajer.

Kebijakan hutang merupakan keputusan yang sangat penting dalam perusahaan.


Dimana kebijakan hutang merupakan salah satu bagian dari kebijakan pendanaan
perusahaan. Kebijakan hutang adalah kebijakan yang diambil oleh pihak
manajemen dalam rangka memperoleh sumber pembiayaan bagi perusahaan
sehingga dapat digunakan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan.
Selain itu kebijakan hutang perusahaan juga berfungsi sebagai mekanisme
monitoring terhadap tindakan manajer yang dilakukan dalam pengelolaan
perusahaan (Pithaloka, 2009) dalam (Ade D.S, 2015).

Berdasarkan riset tirto.id, pada 2015 dari 11 perusahaan batu bara seperti Adaro,
Atlas Resource, Baramulti Suksessarana, Bayan Resource, Darma Henwa, Delta
Dunia Makmur, Harum Energy, Indo Tambangraya, Resource Alam Indonesia,
Toba Bara Sejahtera, dan Petrosea semuanya mengalami penurunan pendapatan
dalam rentang 2 persen hingga 51 persen. Empat dari sebelas perusahaan, tercatat
mengalami kerugian pada tahun yang sama. Ini tentunya berdampak pada jumlah
utang bagi perusahaan yang bersangkutan. Atlas Resources misalnya, mengalami
kerugian pada 2015 hingga 17 juta dolar AS, pada tahun yang sama utangnya naik
26 persen jadi 270 juta dolar AS. Rata-rata perusahaan-perusahaan tersebut
mengantongi utang cukup besar, Resource Alam Indonesia memiliki utang 20 juta
dolar, sementara itu Adaro tercatat punya utang terbanyak hingga 2,6 miliar dolar
AS. (https://tirto.id/menanti-akhir-dari-bisnis-batu-bara-b5wb diakses tanggal 30
April 2017).

Menurut teori dan fenomena diatas maka dapat disimpulkan dan sesuai dengan
penelitian sebelumnya bahwa free cash flow berpengaruh terhadap kebijakan
hutang perusahaan (Riska Putri Indah Ningrum & Ratih Handayani , 2009),
Struktur aset berpengaruh terhadap kebijakan hutang karena perusahaan yang
asetnya sesuai untuk dijadikan jaminan kredit cenderung lebih banyak
menggunakan banyak utang (Hairul Anam, Rihfenti Ernayani, Cahyono Dwi,
2015) dan menurut Yunani putri permata sari (2015) profitabilitas berpengaruh
terhadap kebijakan hutang perusahaan karena semakin besar profitabilitas maka
kreditor semakin percaya untuk meminjamkan uangnya.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan penelitian mengenai apa saja
faktor yang mempengaruhi kebijakan hutang perusahaan, dengan judul :
“Analisis Pengaruh Arus Kas Bebas, Struktur Aktiva, dan Profitabilitas
Terhadap Kebijakan Hutang Perusahaan Pertambangan Batubara yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2011-2016”.

LANDASAN TEORI
Agency Teory
Menurut (Ahmed Riahi-Belkaouhi, 2012:188) Konsep agency theory adalah
hubungan atau kontrak yang terjadi antara principal dan agent. Principal
mempekerjakan agent untuk kepentingan principal, termasuk pendelegasian
otoritas pengambilan keputusan dari principal kepada agent.
Hubungan keagenan merupakan suatu kontrak antara pemilik modal dengan agen.
Hubungan keagenan dapat menimbulkan masalah pada saat pihak-pihak yang
bersangkutan mempunyai tujuan yang berbeda, pemilik modal menghendaki
bertambahnya kekayaan dan kemakmuran para pemilik modal sedangkan manajer
juga menginginkan bertambahnya kesejahteraan bagi para manajer
(Jogiyanto,2003) dalam Dennys S. & Deasy A (2012).

Teori Stakeholder
Stakeholder dari definisi (Gray et all,2001) dalam Muhammad Luthfi (2013)
menyatakan bahwa stakeholder adalah:“…..pihak-pihak yang berkepentingan
pada perusahaan yang dapat mempengaruhi atau dapat dipengaruhi oleh aktivitas
perusahaan, para stakeholder antaralain masyarakat, karyawan, pemerintah,
supplier, pasar modal dan lain-lain.” Dengan demikian,keberadaan suatu
perusahaan sangat dipengaruhi oleh dukungan yang diberikan oleh stakeholder
kepada perusahaan tersebut. Stakeholder theory berpandangan bahwa perusahaan
harus melakukan pengungkapan sosial sebagai salah satu tanggung jawab kepada
para stakeholder. Tanggung jawabsosial perusahaan merupakan salah satu dari
beberapa tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan
(stakeholders). Jones (1995) dalam solihin (2008) dalam Muhammad Luthfi
(2013) mengklasifikasikan pemangku kepentingan tersebut dalam 2 (dua)
kategori, yaitu ; inside stakeholders dan outside stakeholders.
· Inside stakeholders, terdiri dari atas orang-orang yang memiliki kepentingan dan
tuntutan terhadap sumber daya perusahaan serta berada di dalam organisasi
perusahaan, seperti pemegang saham, para manajer dan karyawan.
· Outside stakeholders, terdiri atas orang-orang maupun pihak-pihak yang bukan
pemilik perusahaan, bukan pemimpin perusahaan dan bukan pula karyawan
namun memiliki kepentingan terhadap perusahaan dan dipengaruhi oleh
keputusan serta tindakan yang dilakukan oleh perusahaan.

Pecking Order Teory


Pecking Order Teory menilai bahwa perusahaan cenderung memilih pendanaan
sesuai dengan urutan resiko. Ide dasar teori ini sangat sederhana yaitu perusahaan
memerlukan dana eksternal jika dana internal yang dimiliki tidak cukup dan
sumber dana yang diutamakan adalah hutang bukan saham (Siregar:2005) dalam
Dennys & Deasy (2012).

Kebijakan Hutang
Kebijakan hutang merupakan keputusan yang sangat penting dalam perusahaan.
Dimana kebijakan hutang merupakan salah satu bagian dari kebijakan pendanaan
perusahaan. Kebijakan hutang adalah kebijakan yang diambil oleh pihak
manajemen dalam rangka memperoleh sumber pembiayaan bagi perusahaan
sehingga dapat digunakan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan.
Selain itu kebijakan hutang perusahaan juga berfungsi sebagai mekanisme
monitoring terhadap tindakan manajer yang dilakukan dalam pengelolaan
perusahaan (Pithaloka, 2009) dalam (Ade D.S, 2015).

Arus Kas Bebas


Menurut Wenner R.Murhadi (2015, 50) Arus Kas Bebas (Free Cash Flow)
merupakan kas yang tersedia perusahaan yang dapat digunakan untuk berbagai
aktivitas. Konsep arus kas bebas memfokuskan kepada kas yang dihasilkan dari
aktivitas operasi setelah digunakan untuk kebutuhan reinvestasi.
Arus kas bebas mengukur arus kas operasi yang tersedia untuk keperluan
perusahaan setelah membeli aset tetap yang penting untuk mempertahankan
kapasitas produksi saat ini.
Stuktur Aktiva
Menurut Jumingan (2011:19) aktiva tetap merupakan harta kekayaan yang
berwujud, yang bersifat relatif permanen, digunakan dalam operasi reguler lebih
dari satu tahun, dibeli dengan tujuan untuk tidak dijual kembali. Yang temasuk
dalam aktiva tetap adalah tanah, bangunan atau gedung, mesin-mesin, perabot dan
perlatan kantor, perabot dan perlatan toko, alat pengangkutan, dan sumber-sumber
alam.

Profitabilitas
Menurut Kasmir (2014:196) Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menilai
kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan
ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. hal ini ditunjukkan oleh
laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah
penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan.

HIPOTESIS
Pengaruh Arus Kas Bebas terhadap Kebijakan Hutang
Free cash flow merupakan kas lebih perusahaan yang dapat didistribusikan
kepada kreditor atau pemegang saham yang tidak diperlukan lagi untuk modal
kerja atau investasi pada asset tetap. Free cash flow ini berkaitan dengan teori
agensi yaitu hubungan antara manajer dan pemegang saham terkait cash flow
dalam perusahaan. Konflik agensi terjadi karena pemegang saham mengharapkan
dana tersebut dibagi sebagai deviden, sedangkan manajer menginginkan dana
ditahan sebagai persediaan dana internal perusahaan sebagai investasi perusahaan.
Menurut Wu (2004) dalam (Ade D.S, 2015) menyatakan bahwa konflik yang
terjadi antara pemegang saham dan manajer biasanya menggunakan hutang untuk
mengurangi agency cost dari konflik tersebut. Hutang memungkinkan manajer
untuk mengeluarkan arus kas di masa depan. Hal tersebut menunjukkan hutang
dapat mengurangi agency cost pada free cash flow, sehingga arus kas dibelanjakan
sesuai kebutuhan manajer perusahaan (Ade D.S, 2015).
H1 : Arus Kas Bebas berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan

Pengaruh Struktur Aktiva terhadap Kebijakan Hutang


Perusahaan dengan aset yang dapat digunakan untuk jaminan akan lebih memilih
untuk menggunakan penggunaan utangnya lebih banyak. Besarnya aktiva tetap
suatu perusahaan dapat menentukan besarnya penggunaan utang. Perusahaan yang
memiliki aktiva tetap dalam jumlah besar dapat menggunakan utang dalam jumlah
besar karena aktiva tersebut dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman
(Mamduh, 2004) dalam (Herdiana dkk, 2016).
H2 : Struktur Aktiva berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan
Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang
Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
dibandingkan dengan aset yang dimilikinya. Aspek ini menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan nilai aktiva yang dimilikinya.
Dengan demikian, suatu perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas yang
tinggi, berarti bahwa perusahaan tersebut mampu segera mengembalikan utang-
utangnya. Dengan demikian semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki
perusahaan maka perusahaan tersebut mampu segera mengembalikan utang-
utangnya. Hal ini, memberikan kepercayaan terhadap kreditur untuk memberikan
pinjaman. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi berarti memiliki
aktiva lancar yang cukup untuk mengembalikan utang lancarnya sehingga
memberikan peluang untuk mendapatkan kemudahan dalam memperoleh utang
dari kreditur. ( Yunani putri permata sari, 2015)
H3 : Profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan
H4 : Arus kas bebas, struktur aktiva, dan profitabilitas secara bersama-sama
berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder
atau data tidak langsung yang bersifat kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang bergerak dibidang
pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode
2011 sampai 2016 berjumlah 23 perusahaan.
Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
purposive sampling disebut juga judgement sampling, yaitu dengan cara
pengambilan sampel yang didasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu antara
lain:
1. Perusahaan pertambangan batubara yang telah go public atau terdaftar di
bursa efek indonesia tahun 2011 sampai 2016
2. Perusahaan pertambangan batubara yang mengalami laba selama tahun
2011-2016.

3. Data – data mengenai variabel penelitian yang akan diteliti tersedia


lengkap dalam laporan keuangan tahunan perusahaan yang diterbitkan
pada periode 2011 sampai 2016.
Berdasarkan seleksi dan kriteria, maka dapat ditarik sampel 6 perusahaan pada
penelitian ini yaitu Adro energy Tbk, Golden energy mines Tbk, Indo
Tambangnya Megah Tbk, Resources Alam Indonesia Tbk, Tambang Batubara
Bukit Asam Tbk, dan Toba Bara Sejahtra Tbk.
Variabel Penelitian
1. Arus Kas Bebas (X1)
Arus kas yang tersedia untuk dibagikan kepada para investor setelah
perusahaan melakukan investasi pada fixed asset dan working capital yang
diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya.
Arus kas bebas = Ln (arus kas dari kegiatan operasi – investasi dalam aset
tetap)
(Wenner R.Murhadi, 2015: 50)

2. Struktur Aktiva (X2)


Struktur aset merupakan komposisi jumlah aktiva tetap yang dimiliki oleh
perusahaan.
𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
Struktur aset =𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
(SitiFadhilla & Jubaedah, 2015)

3. Profitabilitas (X3)
Profitabilitas merupakan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih
oleh perusahaan pada saat menjalankan operasionalnya.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ
ROA =
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
(Wenner R.Murhadi, 2015)

4. Kebijakan Hutang (Y)


Rasio total hutang terhadap modal (debt to equity ratio) menggambarkan
hubungan antara kreditor sumber pendanaan aktiva tersebut.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
ratio (DER) = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
(Wenner R.Murhadi, 2015)

Analisis Data
Metode analisis yang digunakan adalah dengan model analisis regresi linier
berganda dengan menggunakan software SPSS 24. Menurut Imam Ghozali (2011)
Analisis regresi bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh
mengenai hubungan antara variabel independen dan variabel dependen baik secara
parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Model telah lolos dari uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas,
uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas selanjutnya dilakukan uji hipotesis
sebagai berikut :

Koefisien Determinasi (R2)


Model Summaryb (Uji Determinasi)Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
a
1 ,761 ,579 ,540 ,339655
a. Predictors: (Constant), profitabilitas, arus kas bebas, struktur aktiva
b. Dependent Variable: kebijakan hutang
Sumber : Output SPSS 24, 2017

Berdasarkan output SPSS tampak dari hasil perhitungan diperoleh nilai Udjusted
R Square sebesar 54%. Dengan kata lain ini menunjukkan bahwa besar presentase
kebijakan hutang yang bisa dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel bebas yaitu
arus kas bebas, struktur aktiva, dan profitabilitas sebesar 54% sedangkan sisanya
sebesar 46% dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar variabel yang diteliti.

Uji Statistik Secara Simultan (Uji F)


a
ANOVA
Sum of
Model Squares Df Mean Square F Sig.
b
1 Regression 5,087 3 1,696 14,699 ,000
Residual 3,692 32 ,115
Total 8,779 35
a. Dependent Variable: kebijakan hutang
b. Predictors: (Constant), profitabilitas, arus kas bebas, struktur aktiva
Sumber: Output SPSS 24, 2017

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai F
hitung sebesar 14,699 dan F tabel 2,89. Nilai f hitung lebih besar dari f tabel.
dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Nilai signifikan tersebut lebih kecil dari
0,05 hal ini menunjukkan bahwa variabel independen arus kas bebas, struktur
aktiva, dan profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen
kebijakan hutang. Dimana nilai v value (𝛼) = 0,05 > tingkat signifikansi = 0,000.
Uji Statistik Parsial (Uji t)
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -1,088 ,312 -3,485 ,001
arus kas bebas -,019 ,008 -,295 -2,313 ,027
struktur aktiva 3,011 ,487 ,954 6,178 ,000
profitabilitas 3,971 ,676 ,936 5,874 ,000
a. Dependent Variable: kebijakan hutang
Sumber: Output SPSS 24, 2017

a. Variabel Arus Kas Bebas

Pengujian Arus Kas Bebas terhadap Kebijakan Hutang.


Hasil uji t variabel X1 (Arus Kas Bebas) diperoleh nilai thitung = -2,313 dengan
tingkat signifikansi 0,027. Dengan menggunakan batas signifikansi < 0,05,
didapat ttabel sebesar 2,036. Ini berarti thitung < ttabel dan nilai signifikansi < 0,05.
Maka dapat disimpulkan bahwa Arus Kas Bebas tidak berpengaruh signifikan
terhadap Kebijakan Hutang.

b. Variabel Struktur Aktiva

Pengujian Struktur Aktiva terhadap Kebijakan Hutang.


Hasil uji t variabel X2 (Struktur Aktiva) diperoleh nilai thitung = 6,178 dengan
tingkat signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi < 0,05,
didapat ttabel sebesar 2,036. Ini berarti thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05,
Maka dapat disimpulkan bahwa Struktur Aktiva berpengaruh signifikan terhadap
Kebijakan Hutang.

c. Variabel Profitabilitas

Pengujian Profitabilitas terhadap Kebijakan Hutang.


Hasil uji t variabel X3 (Profitabilitas) diperoleh nilai thitung = 5,874 dengan tingkat
signifikansi 0,000. Dengan menggunakan batas signifikansi < 0,05, didapat ttabel
sebesar 2,036. Ini berarti thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05. Maka dapat
disimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan
hutang.

PEMBAHASAN
Pengaruh Arus Kas Bebas Terhadap Kebijakan Hutang
Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap pengujian secara parsial atau
dilakukan dengan uji t variabel Arus Kas Bebas (X1) terhadap Kebijakan Hutang,
dimana didapatkan nilai thitung sebesar -2,313 dengan nilai signifikansi 0,027 dan
didapatkan nilai ttabel 2,036 yang disesuaikan dengan kriteria pengambilan
keputusan jika thitung <ttabel maka tidak berpengaruh signifikan, berarti -2,313 <
2,036 menunjukkan variabel arus kas bebas tidak berpengaruh signifikan secara
parsial terhadap variabel kebijakan hutang yang artinya terjadi penurunan arus kas
bebas dalam perusahaan sehingga kebijakan hutang juga mengalami penurunan.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa perusahaan berjalan dengan baik sehingga
memiliki kesempatan untuk berkembang dikarenakan arus kas bebas yang tinggi
ataupun rendah tidak terpengaruh pada kebijakan hutang sehingga pemegang
saham tidak menuntut adanya pembagian arus kas bebas sebagai tambahan
perolehan dividen. Hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Ayu Puspita Sari (2016) bahwa arus kas bebas tidak
berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Tetapi tidak sejalan dengan
hasil penelitian Riska dan Ratih (2009) bahwa free cash flow berpengaruh
terhadap kebijakan hutang perusahaan.

Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Kebijakan Hutang


Hasil analisis yang dilakukan terhadap pengujian secara parsial atau dilakukan
dengan uji t variabel struktur aktiva (X2) terhadap kebijakan hutang, dimana
didapatkan nilai thitung sebesar 6,178 dengan nilai signifikansi 0,000 dan
didapatkan nilai ttabel 2,036 yang disesuaikan dengan kriteria pengambilan
keputusan jika thitung > ttabel maka berpengaruh signifikan, berarti 6,178 > 2,036
menunjukkan variabel struktur aktiva berpengaruh dan signifikan terhadap
variabel kebijakan hutang. Perusahaan dengan aset yang dapat digunakan untuk
jaminan akan lebih memilih untuk menggunakan penggunaan utangnya lebih
banyak. Besarnya aktiva tetap suatu perusahaan dapat menentukan besarnya
penggunaan utang. Perusahaan yang memiliki aktiva tetap dalam jumlah besar
dapat menggunakan utang dalam jumlah besar karena aktiva tersebut dapat
digunakan sebagai jaminan pinjaman (Mamduh, 2004) dalam (Herdiana dkk,
2016). Hasil penelitian ini memperkuat Hairul Anam dkk (2015) yaitu struktur
aktiva berpengaruh terhadap kebijakan hutang.

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang


Hasil analisis yang dilakukan terhadap pengujian secara parsial atau dilakukan
dengan uji t variabel profitabilitas (X3) terhadap kebijakan hutang, dimana
didapatkan nilai thitung sebesar 5,874 dengan nilai signifikansi 0,000 dan
didapatkan nilai ttabel 2,036 yang disesuaikan dengan kriteria pengambilan
keputusan jika thitung > ttabel maka berpengaruh signifikan berarti 5,874 > 2,036
menunjukkan variabel profitabilitas berpengaruh dan signifikan secara parsial
terhadap variabel kebijakan hutang. Profitabilitas menggambarkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan dengan aset yang dimilikinya.
Aspek ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
berdasarkan nilai aktiva yang dimilikinya. Dengan demikian, suatu perusahaan
yang mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi, berarti bahwa perusahaan
tersebut mampu segera mengembalikan utang-utangnya. Dengan demikian
semakin tinggi tingkat profitabilitas yang dimiliki perusahaan maka perusahaan
tersebut mampu segera mengembalikan utang-utangnya. Hal ini, memberikan
kepercayaan terhadap kreditur untuk memberikan pinjaman. Perusahaan yang
memiliki tingkat profitabilitas tinggi berarti memiliki aktiva lancar yang cukup
untuk mengembalikan utang lancarnya sehingga memberikan peluang untuk
mendapatkan kemudahan dalam memperoleh utang dari kreditur ( Yunani putri
permata sari, 2015). Hasil penelitian ini memperkuat hasil penelitian Rizka Dan
Ratih (2009) bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan hutang.

Pengaruh Arus Kas Bebas, Struktur Aktiva, dan Profitabilitas Terhadap


Kebijakan Hutang
Hasil analisis yang dilakukan terhadap pengujian secara simultan atau dilsakukan
dengan uji f variabel Arus Kas Bebas, Struktur Aktiva, dan Profitabilitas
berpengaruh secara simultan terhadap Kebijakan Hutang, dimana didapatkan fhitung
sebesar 14,699 dengan nilai signifikansi 0,000 dan didapatkan nilai ftabel sebesar
2.89 yang disesuaikan dengan kriteria pengambilan keputusan jika fhitung > ftabel
maka berpengaruh signifikan, berarti 14,699 > 2,89 yang menunjukkan bahwa
Arus Kas Bebas, Struktur Aktiva, dan Profitabilitas berpengaruh signifikan secara
simultan terhadap Kebijakan Hutang.

PENUTUP
Kesimpulan
Dari penelitian dapat diketahui nilai R-Squer sebesar 0,540 menunjukan besarnya
pengaruh arus kas bebas, struktur aktiva, dan profitabilitas terhadap kebijakan
hutang sebesar 54% sedangkan sisanya 46% dipengaruhi faktor-faktor lain diluar
penelitian ini. Secara simultan didapatkan bahwa arus kas bebas, struktur aktiva,
dan profitabilitas berpengaruh dan signifikan terhadap kebijakan hutang
perusahaan pertambangan batubara. Secara parsial Arus Kas Bebas tidak
berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Hutang. Secara parsial Struktur
Aktiva berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Hutang. Secara parsial
profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan saran yang diberikan
yang bisa menjadi pertimbangan yaitu:
Untuk penelitian dimasa yang akan datang, dapat menggunakan metode lain untuk
mengukur kebijakan hutang perusahaan misalnya dengan menggunakan debt to
asset ratio. Menggunakan metode yang lain juga untuk mengukur arus kas bebas
misalnya dengan laba operasi bersih setelah pajak dikurangi kenaikan aset operasi
bersih, serta profitabilitas misalnya menggunakan Return on Equity (ROE).
DAFTAR PUSTAKA

Anam, Hairul dkk. 2015. Pengaruh Struktur Aset, Ukuran Perusahaan, Dan
Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang, Proceeding Seminar
Nasional & Call for Papers (SCA 5) Vol. 5 No. 1

Astuti, Dewi. 2014. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia

Awat, Napa J. 2011. Manajemen Keuangan Pendekatan Matematis. Jakarta: PT.


Gramedia Pustaka Utama

Budiman, Surya & Harnovinsah. 2016. Analisis Pengaruh Arus Kas, Leverage,
Tingkat Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, Dan Profitabilitas Terhadap
Kebijakan Deviden, Jurnal Tekun Vol. 7 No. 1 Hal. 49-61

Cooper, Donald R dan Pamela S. 2016. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta:


Salemba Empat

Dewi, Any Rustia. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan


Hutang Pada Perusahaan Yang Harga Jual Produknya Tergantung Pada Harga
Komoditas Dunia, Jurnal Parsimonia Vol. 2 No. 1 Hal. 11-19

Fadhilla, Kiki dan Jubaedah. 2015. Pengaruh Arus Kas Bebas, Pertumbuhan, dan
Struktur Aset Kebijakan Hutang pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia, Proceeding Seminar Nasional & Call for Papers
(SCA 5) Vol. 5 No. 1

Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program Program SPSS ,


Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011.

Heri. 2014. Analisa Kinerja Manajemen. Jakarta: PT. Grasindo

Indahningrum, Rizka.P dan Ratih Handayani. 2009. Pengaruh kepemilikian


manajerial, kepemilikan institusional, deviden, pertumbuhan perusahaan, free
cash flow, dan profitabilitas terhadap kebijakan htang perusahaan, Jurnal
bisnis dan akuntansi Vol. 11 No. 3 Hal. 189-207

Indraswary,U.Herdiana dkk. 2016. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan


Hutang Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI
2010-2014, Journal Of Accounting Vol. 2 No.2

Jumingan. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta:PT. Bumi Aksara

Kasmir. 2014. Analisa Laporan Keuangan.Jakarta: Rajawali pers

Kuncoro, Mudrajad. 2013. Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi.


Jakarta:Erlangga
Luthfi,Muhammad.2013.Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Kinerja
Perusahaan,Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 hal. 123-
132.Universitas Malahayati

Murhadi, Werner R. 2015. Analisis Laporan Keuangan Proyeksi dan Valuasi


Saham. Jakarta: Salemba Empat

Riahi, Ahmed dan Belkaovi. 2012. Acounting Theory. Jakarta: Salemba Empat

Sanusi,Anwar. 2014. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat

Sari, Ayu Puspita. 2015. Analisis Pengaruh Arus Kas Bebasdan Kepemilikan
Manajerial terhadap Kebijakan Hutang pada Perusahaan Retail yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014. Skripsi tidak diterbitkan. Bandar
Lampung: STIE Mitra Lampung

Sari,Yunani Putri Permata. 2015. Pengaruh Net Profit Margin, Ukuran


Perusahaan, Struktur Aset, Dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Hutang,
Jurnal Ekonomi Dan Keirausahaan Vol.15 No.1 hal. 54-63

Steven dan Lina. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang


Perusahaan Manufaktur, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 13 No. 3 hal. 163-
181. STIE Trisakti

Subramanyan,K.R dan John J.Wild. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta:


Salemba Empat

Suliyanto. Ekonometrika Terapan – Teori dan Aplikasi Dengan SPSS.


Yogyakarta:ANDI. 2011.

Surya,Denis dan Deasy Ariyanti R. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Kebijakan Hutang Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar Dalam Bursa
Efek Indonesia, Jurnal bisnis dan akuntansi Vol. 14 No. 3 hal. 213-225. STIE
Trisakti

Suryani, Ade Dwi. 2015. Pengaruh Free Cash Flow, Pertumbuhan Perusahaan,
Kebijakan Deviden, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Hutang
Perusahaan Manufaktur di BEI tahun 2013. Skripsi. Semarang: Universitas
Negeri Semarang

Susanto,Yulius Kurnia. 2011. Kepemilikan Saham, Kebijakan Deviden,


Karakteristik Perusahaan, Resiko Sistimatik, Set Peluang Investasi dan
Kebijakan Hutang, Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 13 No. 3 hal. 195-210.
STIE Trisakti

Susilawati, C. D. K., L. Agustina dan S. Tin. 2012. Faktor–Faktor Yang


Memengaruhi Kebijakan Hutang Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar
DiBursa Efek Indonesia,Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol. 16 No. 2 Hal.
178-187.

Syarifah, Leni Kania. 2013. Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah Terhadap


Pengungkapan Wajib Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2010. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia

Warren,Carl S. 2015. Pengantar akuntansi adaptasi Indonesia. Jakarta: Salemba


Empat

https://tirto.id/menanti-akhir-dari-bisnis-batu-bara-b5wb
(diakses tanggal 30 April 2017 pukul 21.44)

www.idx.co.id