Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai unsur utama sumber daya manusia aparatur
negara memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan. Sosok Pegawai Negeri Sipil yang mampu memainkan
peranan tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kompetensi yang
diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaan kepada
negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawab sebagai
pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Demi mewujudkan cita-cita bangsa yang tercantum dalam Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa Indonesia wajib ikut serta
untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi yang baik. Salah satunya adalah dengan
membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki integritas, profesional, netral dan
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu
menyelenggarakan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat dan mampu menjalankan
peran sebagai unsur perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Untuk dapat membentuk sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut, perlu
dilaksanakan pembinaan melalui jalur pendidikan dan pelatihan (diklat) yang mengarah
kepada upaya peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).Oleh karena itu,
diperlukan upaya untuk menghasilkan peningkatan beberapa hal seperti berikut ini.
1. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi kepentingan masyarakat, bangsa,
dan tanah air
2. Kompetensi teknis dan manajerial
3. Efisiensi, efektifitas, dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat
kerja sama dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan visi misi
organisasi.
Pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan golongan III merupakan upaya
peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Undang-Undang Nomor 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 Tentang Pemerintah Daerah. Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI
melalui keputusan No. 38 dan 39 tahun 2014 menetapkan durasi pembelajaran in class

1
Diklat Prajabatan Golongan III selama 18 hari kerja, sedangkan pembelajaran off campus
selama 30 hari serta masing-masing 3 hari kerja untuk evaluasi. Tahapan in class digunakan
untuk internalisasi nilai-nilai dasar profesi yang diakronimkan ANEKA, yaitu 5 materi ajar
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bidang pendidikan, khususnya dalam
hal ini adalah guru Madrasah Aliyah, memiliki kewajiban yang sama untuk menjadi ASN
yang berkompeten, profesional, berintegritas, dan berkomitmen baik atas tugas dan fungsi
yang diembannya. Guru sebagai ujung tombak fungsi pelaksanaan di bidang pendidikan
merupakan profesi yang sangat mulia. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan guru
yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN untuk mencapai tujuan dan sasaran
pokok sebagaimana tugas pokok dan fungsi guru yang tercantum dalam Undang-undang
Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Setelah kegiatan in class, penulis sebagai Peserta Prajabatan Golongan III siap
untuk melakukan aktualisasi di MAN Batubarademi mewujudkan kualitas ASN yang
professional.
Biologi merupakan salah satu mata pelajaran di Madrasah Aliyah. Pelajaran biologi
adalah suatu mata pelajaran yang mengkaji tentang seluk beluk makhluk hidup. Sehingga
pelajaran biologi bukan hanya penguasaan dari segi materi tentang makhluk hidup saja
akan tetapi dapat menerapkan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini
guru juga harus dapat menciptakan suatu pembelajaran agar siswa dapat mencapai tujuan
yang diharapkan.
Berdasarkan pengalaman penulis selama berada di MAN Batubara, alat peraga yang
menunjang pada pembelajaran biologi masih kurang terutama pada materi Sistem
Peredaran Darah, sehingga minat, kreativitas, dan pemahaman siswa dalam belajar masih
kurang. Oleh karena itu diperlukan alat peraga sehingga dapat meningkatkan minat,
kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran biologi. Oleh karena itu
dibuatlah suatu pemecahan masalahnya yaitu dengan membuat rancangan aktualisasi nilai
dasar ASN dalam “Penggunaan Alat Peraga Circulatory Bottle (RYBOT) pada
Materi Sistem Peredaran Darah Pada Manusia untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa di Kelas XI MAN Batubara”. Sehingga dengan adanya alat peraga tersebut, tujuan
pembelajaran yang diharapkan tersebut dapat tercapai.

2
B. Aktualisasi Tujuan

Aktualisasi di MAN Batubara bertujuan untuk mewujudkan kompetensi ASN


sebagai pelayan masyarakat yang profesional dengan kemampuan mengaktualisasikan nilai
dasar, yaitu:
1. Kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas jabatannya
2. Kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan tugas
jabatannya
3. Kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas
jabatannya
4. Kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya; dan
5. Kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong percepatan pemberantasan korupsi
di lingkungan instansinya
6. Menerapkan nilai-nilai, peran dan kedudukan sebagai seorang ASN, yaitu Whole of
Government, Pelayanan Publik, dan Manajemen ASN.

C. Manfaat Aktualisasi

Adapun manfaat dari aktualisasi nilai-nilai dasar adalah:


1. Memperkuat pemahaman dan internalisasi Nilai-Nilai Dasar ASN;
2. Mengaktualisasikan, menerapkan dan membiasakan (habituasi) nilai-nilai dasar ASN
tersebut sehingga dapat dirasakan manfaatnya sebagai karakter ASN yang profesional
sesuai bidang tugas.
3. ASN dapat belajar untuk mengemban tanggung jawab penuh sebagai abdi Negara
pada khususnya dan melayani masyarakat pada umumnya.
4. ASN dapat merubah mindset dalam dirinya untuk menjadi lebih profesional,
berkomitmen, dan berintegritasi.

D. Ruang Lingkup

Adapun ruang lingkup atau batasan dalam tahapan aktualisasi ini adalah sebagai
berikut:
1. Aktualiasasi kegiatan nilai-nilai dasar ASN dilakukan di satuan kerja, yaitu di MAN
Batubara.

3
2. Kegiatan aktualisasi menyangkut tugas pokok dan fungsi guru berdasarkan nilai dasar
ANEKA, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Serta peran dan kedudukan sebagai seorang ASN, yaitu Whole of Government,
Pelayanan Publik, dan Manajemen ASN.
3. Waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN akan
direalisasikan selama 30 hari yang dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober - 23
November 2019.

4
BAB II
DESKRIPSI ORGANISASI

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
Madrasah Aliyah Negeri Lima Puluh (yang sekarang telah berganti nama menjadi
MAN Batubara) didirikan pada tanggal 25 November 1995, terletak di Kota Lima Puluh,
Kabupaten Asahan (sekarang telah menjadi Kabupaten Batubara). MAN Batubara didirikan
sebagai jawaban dari pertanyaan masyarakat sekitar mengenai kemajuan pendidikan yang
berkembang di masyarakat. Selama ini, masyarakat selalu dihadapkan pada dua pilihan dalam
pendidikan; pertama, jika masyarakat memilih pendidikan yang berbasis agama saja, maka
konsekuensi dari pilihan yang diambil adalah kurang mampunya lulusan tersebut di bidang
pengetahuan umum, padahal tentu saja pengetahuan umum ini sangat penting untuk
mengembangkan kehidupan yang lebih maju dan lebih baik. Kedua, jika masyarakat memilih
pendidikan yang fokus kepada ilmu pengetahuan umum saja, maka konsekuensi dari pilihan
yang diambil adalah kurang mampunya lulusan tersebut di bidang agama, tentu saja hal ini
sangat buruk, karena ilmu agama juga sangat penting sebagai pengendali hidup, baik di dunia
dan di akhirat.
Selain itu, mengingat karena belum adanya Madrasah Aliyah Negeri yang berdiri di
Kabupaten Batubara yang pada waktu itu masih tergabung ke dalam Kabupaten Asahan, tokoh-
tokoh pendidikan dan tokoh-tokoh masyarakat serta alim ulama di lingkungan sekitar sepakat
mengambil keputusan untuk mendirikan Madrasah Aliyah Negeri Lima Puluh (yang sekarang
telah berganti nama menjadi MAN Batubara) di Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.
Pada masa itu, hanya ada satu madrasah negeri yang berdiri yaitu Madrasah Aliyah Negeri
Kisaran yang jarak tempuhnya sangat jauh dari Kota Lima Puluh.
Sejak awal berdiri, Madrasah Aliyah Negeri Lima Puluh (yang sekarang telah berganti
nama menjadi MAN Batubara) sudah berkeinginan dan bercita-cita menjadi salah satu sekolah
unggulan dengan lulusan yang diharapkan mampu diterima di jenjang pendidikan yang lebih
tinggi, dan lulusan yang memegang keyakinan teguh serta mengamalkan ajaran agama Islam
secara benar dan konsekuen, seperti yang tertuang dalam visi MAN Batubara yaitu, “Unggul
dalam prestasi, tangguh dalam kompetisi, santun dalam pekerti, serta peduli lingkungan.”
Letak Geografis MAN Batubara
 Sebelah Utara berbatas dengan tanah SDN No. 010185 dan SDN No. 010186

5
 Sebelah Timur berbatas dengan tanah J.Simanjuntak, Edi Nainggolan, M. Sianipar, M.
Siagian dan Edi Nainggolan.
 Sebelah Selatan berbatas dengan jalan
 Sebelah Barat berbatas dengan tanah Urip, R. Siringo-ringo, A. Barus, M. Siagian dan
Effendi Sianipar.

2. Visi Organisasi
Visi madrasah, “Unggul dalam prestasi, tangguh dalam kompetisi, santun dalam
pekerti, serta peduli lingkungan”.
Indikator:
1. Mampu bersaing dengan lulusan yang sederajat untuk melanjutkan/ diterima di jenjang
pendidikan yang lebih tinggi
2. Mampu berpikir aktif, kreatif, dan terampil memecahkan masalah
3. Memiliki keterampilan, kecakapan sesuai dengan bakat dan minatnya
4. Memiliki keyakinan teguh dan mengamalkan ajaran agama Islam secara benar dan
konsekuen
5. Bisa menjadi teladan bagi teman dan masyarakat
6. Memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjaga kelestarian alam

3. Misi Organisasi
1. Menyelenggarakan pendidikan secara efektif sehingga peserta didik berkembang secara
maksimal
2. Menyelenggarakan pembelajaran untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir
aktif, kreatif, dan aktif dalam memecahkan masalah
3. Menyelenggarakan perkembangan diri sehingga peserta didik dapat berkembang sesuai
dengan minat dan bakatnya
4. Menumbuhkembangkan lingkungan dan perilaku religius sehingga peserta didik dapat
mengamalkan dan menghayati agama secara nyata
5. Menumbuhkembangkan perilaku terpuji dan praktik nyata sehingga peserta didik dapat
menjadi teladan bagi teman dan masyarakat
6. Menumbuhkembangkan cinta lingkungan sehingga peserta didik dapat menjaga keletarian
alam

6
Tujuan MAN Batubara
Berdasarkan visi dan misi madrasah, tujuan yang hendak dicapai dalam jangka empat
tahun ke depan adalah sebagai berikut:
1. Madrasah dapat memenuhi delapan Standar Pendidikan Nasional
2. Madrasah memiliki tenaga pendidik dan kependidikan yang mampu mengembangkan
tekhnologi IT untuk kemajuan pendidikan
3. Siswa madrasah siap berkompetisi untuk menduduki Universitas favorit baik melalui jalur
nilai rapor, maupun jalur testing
4. Madrasah mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada untuk hasil pembelajaran
yang maksimal
5. Madrasah memiliki tim KSM yang menjadi juara tingkat nasional
6. Madrasah mengembangkan potensi peserta didik seusai dengan bakatnya
Adapun struktur organisasi Madrasah Aliyah Negeri Batubara adalah sebagai berikut:

7
4. Struktur Organisasi MAN Batu Bara

Ka. MAN BATUBARA


Erwin Chandra Islamy Simbolon, S.Pd
KTU
Juhairi Irawan, SH

WKM SARPRAS WKM HUMAS WKM WKM KESISWAAN


Staf Tata Usaha Darni Deddy Helmi, S.Ag Syafrizal, S.Pd Dra. Rosnani

WALI KELAS XII- WALI KELAS XII- WALI KELAS XII- WALI KELAS XII- WALI KELAS XII- WALI KELAS XII- WALI KELAS XII-
Amalia Fitrah, Akhyar Isma Pardede, Ulfa Zulvani, S.Pd Eka Nurmala Nurhasanah, SE Dina Alfila Lubis, Tuty Pratnawaty, SS
M.Pd Simanjuntak, S.Pd
M.Pd S.Pd

WALI KELAS XI- WALI KELAS XI- WALI KELAS XI- WALI KELAS XI- WALI KELAS XI- WALI KELAS XI- WALI KELAS XI-
Zainal Arifin, Sa’adah, S.Pd Dra. Nurliati Desi Anita, S.Pd Nailida Hafni, Rahmad Julmin Irwansyah Putra, S.Pd
S.Pd S.Pd.I Gultom, S.Pd

WALI KELAS X- WALI KELAS X-A.2 WALI KELAS X-A.3 WALI KELAS X-A.4 WALI KELAS X- WALI KELAS X-S.2 WALI KELAS X-
Shelly Dwi Devita Sari Hapsyah Lestari Masytah Wahyuni, Heni Melawati, Wahyuni Hutasoit, Nurhikmah, S.Pd M. Asrul Toni Marpaung, S.H.I
Erhas, SH Harahap, S.Pd.I
S.PdI S.Pd S.Pd
WALI KELAS X-A.5
Kamalia, S.Pd
Dewan Guru

Siswa - Siswi

8
B. Tugas Pokok Fungsi dan Uraian Tugas Guru

Guru memiliki banyak tugas, baik yang terikat oleh dinas maupun diluar
dinas dalam bentuk pengabdian, apabila dikelompokkan terdapat tiga jenis tugas
guru, yakni tugas dalam bidang profesi, tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang
kemasyarakatan. Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama
dalam kesatuan tindakan yang harmonis dan dinamis. Guru merupakan salah satu
komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas
pendidikan.
Peranan guru menjadi kunci bagi berfungsinya suatu sekolah. Tugas pokok
dan fungsi guru memang cukup kompleks, melebihi kompleksnya tugas pokok dan
fungsi para manajer lainnya. Guru harus mampu berperan sebagai pendidik,
manajer, pengadministrasi, penyelia (supervisor), pemimpin, pembaharu, dan
penggerak.
Menurut Udin Syaefudin Saud, ada enam tugas dan tanggungjawab guru
dalam mengembangkan profesinya yaitu:
1. Guru sebagai pengajar
Guru sebagai pengajar minimal memiliki empat kemampuan yaitu
merencanakan proses belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin atau
mengelola proses belajar mengajar, menilai kemajuan proses belajar mengajar
dan menguasai bahan pelajaran
2. Guru sebagai pembimbing
Guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada tugas dan memberikan
bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapi.Tugas ini
merupakan aspek mendidik, karena tidak hanya berkenaan dengan
pengetahuan tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan
pembentukan nilai-nilai siswa. Sebagai pembimbing, guru memerlukan
kompetensi yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut:
a. Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi
yangingin dicapai
b. Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
c. Guru harus memaknai kegiatan belajar

9
d. Guru harus melaksanakan penilaian
3. Guru sebagai administrator kelas
Segala pelaksanaan dalam proses belajar mengajar perlu diadministrasikan
secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan dengan baik seperti membuat
rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen
yang berharga dan guru telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
4. Guru sebagai pengembang kurikulum
Sebagai pengembang kurikulum guru memiliki peran yang sangat penting dan
strategis, karena gurulah yang akan menjabarkan rencana pembelajaran
kedalam pelaksanaan pembelajaran dan mengadakan perubahan yang positif
pada diri siswa. Di antara peran tersebut adalah:
a. Monitoring kegiatan belajar siswa
b. Memberikan motivasi
c. Menata dan monitoring perilaku siswa
d. Menyedakan dan menciptakan model-model pembelajaran yang akurat
e. Membimbing dan menjadi teman diskusi
f. Menganalisis kebutuhan dan interest siswa
g. Mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan
h. Mengembangkan bahan atau materi pembelajaran
i. Menilai performansi siswa.
Salah satu yang sangat penting dari peran yang dikemukakan di atas yaitu
memantau kegiatan belajar siswa, guru hendaknya memahami tentang
bagaimana siswa belajar, bagaimana guru dapat memfasilitasi proses belajar
mengajar dengan sebaik-baiknya. Konteks belajar meliputi pemahaman
tentang siapa siswanya, berapa usianya, minat dan bakatnya, apa tujuan
belajarnya, apa media yang digunakan serta sarana dan prasarana yang
digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
5. Guru bertugas untuk mengembangkan Profesi
Tugas guru dalam bidang profesi antara lain adalah mendidik,mengajar dan
melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup.
Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan

10
teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-
keterampilan pada siswa.
6. Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadikan
dirinya sebagai orang tua kedua. Seorang guru harus mampu menjadi simpati
sehingga ia menjadi idola para siswanya. Masyarakat menempatkan guru pada
tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru
diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Hal ini berarti
bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan
manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.
Adapun tugas pokok dan fungsi guru antara lain adalah sebagai berikut:
a) Membuat program pengajaran seperti (silabus, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), program tahunan dan program semester)
b) Menganalisa materi pelajaran, membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD),
c) Membuat program harian
d) Melaksanakan kegiatan pembelajaran
e) Melaksanakan kegiatan penilaian baik itu ulangan harian, tengah semester atau
akhir semester
f) Melaksanakan analisis ulangan atau program remedial atau pengayaan
g) Mengisi daftar nilai siswa dan mengisi raport
h) Melaksanakan bimbingan kelas atau konseling
i) Melaksanakan kegiatan bimbingan guru
j) Membuat alat bantu mengajar atau alat peraga
k) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
l) Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
m) Mengumpulkan angka kredit dan menghitungnya untuk kenaikan pangkat
mengikuti kegiatan kurikulum, serta
n) Mengadakan penelitian tindakan kelas.
Tugas pokok dan fungsi guru sebagaimana tertera dalam UU No. 14 tahun
2005 tentang guru dan dosen pasal 35 ayat 1 bahwa beban kerja guru mencakup
kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran,

11
menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik serta
melaksanakan tugas tambahan. Penjabaran tugas pokok dan fungsi guru yang
tertera dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 35 ayat 1 yaitu:
a. Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap (program mengajar
dan bahan ajar)
b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
c. Melakukan kegiatan penilaian proses belajar, ulangan harian, ulangan umum
dan ujian akhir
d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian dan semester
e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
f. Mengisi daftar nilai anak didik
g. Membuat alat peraga
h. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
i. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
j. Mengadakan pengembangan program pembelajaran
k. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar anak didik
l. Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran
m. Mengikuti semua kegiatan kedinasan

12
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi isu/situasi problematik


Rancangan aktualisasi ini dimulai dengan mengidentifikasi isu yang muncul
pada instansi kerja penulis, yaitu Madrasah Aliyah Negeri Batubara. Isu ini muncul
diperoleh dari hasil observasi dan pengalaman penulis selama masa percobaan
(CPNS). Beberapa isu yang muncul dari sumber-sumber diatas kemudian di
inventarisir dengan mengkategorikannya kedalam tiga prinsip ASN yaitu:
1. Manajemen ASN
2. Pelayanan Publik, dan
3. Whole of Government (WoG)
Langkah selanjutnya adalah penulis mengkonsultasikan isu yang telah
teridentifikasi kepada rekan sejawat, coach dan mentor untuk kemudian dapat di
analisis secara mendalam sehingga terpilihlah sebuah core issue. Berdasarkan alur
tersebut, maka didapatkanlah 6 buah isu yang telah diidentifikasi dan
terkategorisasi dengan prinsip ASN, sebagai berikut:
1. Penggunaan laboratorium biologi yang belum memadai
2. Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran biologi
3. Kurang tersedianya alat peraga pada mata pelajaran biologi
4. Sumber belajar yang kurang memadai
5. Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi
6. Siswa sulit menghapal istilah dalam pembelajaran biologi
Berdasarkan isu-isu yang diangkat di atas maka akan dianalisa dengan
menggunakan konsep AKPK (kriteria isu), yaitu;
1. Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan di masyarakat.
2. Kekhalayakan: Isu menyangkut hajat hidup orang banyak
3. Problematik: Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu
dicarikan solusinya sesegera mungkin.
4. Kelayakan: masuk akal, realisitis, relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.

13
B. Analisis Isu
Kelima isu yang disebutkan di atas perlu dianalisis kembali untuk dapat
ditetapkan core issue yang akan diangkat. Untuk menetapkan tiga isu teratas,
ketujuh isu tersebut perlu dianalisis kriterianya dengan alat analisis AKPK (Aktual,
Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan). Berikut adalah tabel analisis kriteria isu
dengan alat analisis AKPK. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan di masyarakat. Kekhalayakan yaitu isu yang menyangkut hajat hidup
orang banyak. Problematik yaitu isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya. Kelayakan yaitu isu yang
masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
Tabel 3.1. Analisis Kriteria Isu Dengan Alat Analisis AKPK
Kriteria AKPK
Total
No Isu Ranking
A K P K Skor
1. Penggunaan laboratorium biologi yang belum
4 3 3 3 13 5
memadai

2. Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran


5 4 5 5 19 1
biologi

3. Kurang tersedianya alat peraga pada mata pelajaran


biologi 4 4 4 5 17 2

4. Sumber belajar yang kurang memadai 4 3 4 3 14 4

5. Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata


4 4 3 4 15 3
pelajaran biologi

6. Siswa sulit menghapal istilah dalam pembelajaran


3 3 3 3 12 6
biologi

Keterangan Tabel:
A : Aktual
K : Kekhalayakan
P : Problematik
K2 : Kelayakan

14
Dari Analisis Kriteria Isu dengan alat analisis AKPK tersebut diatas ada tiga
isu yang menjadi perhatian dengan nilai tertinggi yang patut diselesaikan yaitu:
1. Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran biologi
2. Kurang tersedianya alat peraga pada mata pelajaran biologi
3. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi

Berdasarkan hasil dari identifikasi beberapa isu tersebut, untuk menentukan


masalah pokok yang harus diprioritaskan dari ketiga masalah pokok tersebut
terlebih dahulu dilakukan analisa. Ketiga kriteria isu yang mendapat ranking tiga
besar tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan yaitu analisis kualitas isu
dengan alat analisis USG. USG (kualitas isu), yaitu terdiri dari:
1. Urgency : seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan
ditindaklanjuti
2. Seriousness: seberapa serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan
3. Growth: seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani sebagaimana mestinya.
Rentang penilaian yang digunakan pada matriks USG adalah dengan
memberikan skor 1-5, semakin tinggi skor menunjukkan bahwa isu tersebut sangat
urgen dan sangat serius untuk segera ditangani. Bobot nilai pada kedua metode
tersebut diberikan penulis secara objektif dengan mempertimbangkan beberapa
aspek, yaitu: Hasil Konsultasi, Analisis Teoritis dan Analisis Strategis Organisasi.

Hasil konsultasi merujuk pada rekomendasi yang didapatkan penulis dari


rekan sejawat, mentor dan coach. Analisis teoritis merujuk pada sudut pandang
teori yang dapat menjadi prediksi berkembangnya isu, sedangkan analisis strategis
organisasi dilakukan dengan mempertimbangkan dampak isu terhadap citra
organisasi. Hasil penilaian menggunakan alat analisis USG digambarkan dalam
tabel berikut:

15
Tabel 3.2. Hasil Analisis Isu dengan USG

Isu Skor USG


Total
No U S G Ranking
Skor
Penilaian (1-5) (1-5) (1-5)
1 Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran
biologi 5 5 5 15 1

2 Kurang tersedianya alat peraga pada mata


5 5 4 14 2
pelajaran biologi

3 Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata


4 5 4 13 3
pelajaran biologi

Keterangan:
U : Urgency
S : Seriousness
G : Growth
PP : Pelayanan Publik
Angka 5 : Sangat gawat/mendesak/cepat
Angka 4 : Gawat/mendesak/cepat
Angka 3 : Cukup gawat/mendesak/cepat
Angka 2 : Kurang gawat/mendesak/cepat
Angka 1 : Tidak gawat/mendesak/cepat

Berdasarkan penentuan kualitas Isu dengan alat analisis USG maka


tergambar ranking tertinggi yang merupakan isu final yang perlu dicarikan
pemecahan masalahnya yaitu “Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran
biologi”. Sehingga dibuatlah rancangan aktualisasi nilai dasar ASN dalam
“Penggunaan Alat Peraga Circulatory Bottle (RYBOT) pada Materi
Sistem Peredaran Darah pada Manusia Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Siswa di Kelas XI MAN Batubara”. Penggunaan alat peraga ini diharapkan lebih
mudah memahami dan mengingat pembelajaran. Sejalan dengan segitia piramida
pembelajara Edgar Dale, dimana tingkatan kegiatan dengan melakukan hal nyata
berada pada tingkat 90%. Siswa turun langsung untuk mengamati sebuah
permasalahan.Tingkat pemahamannya pun lebih besar, dan disini siswa sudah
bertindak sebagai pengamat.

16
Dengan demikian, hal yang penting untuk diingat bahwa bukan berarti
membaca dan mendengarkan menjadi pengalaman belajar yang tidak berharga,
hanya saja ketika dapat melakukan hal yang nyata menyebabkan pemahaman dan
daya ingat yang tinggi, maka diyakini bahwa semakin banyaknya indera yang
digunakan, semakin bersar kemampuan kita untuk memahami dan mengingat
sesuatu dari pengalaman belajar tersebut. Dari segitiga piramida tersebut dapat
terlihat bahwa proses pembelajaran langsung lebih efektif digunakan dengan
melakukan hal nyata sehinnga lebih meningkatakan motivasi, kreativitas, dan minat
belajar siswa itu sendiri.

Alat peraga/media pembelajaran merupakan sarana untuk meningkatkan


pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Alat peraga mengandung dua unsur,
yaitu: 1) pesan atau bahan pembelajaran yang akan disampaikan, dan 2) alat
penunjang. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan,
mendemonstrasikan, merencanakan, dan lain-lain.

C. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih


Melalui proses analisis isu menggunakan metode AKPK dan USG maka
ditentukanlah core issue, yaitu: Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran
biologi. Fokus dari isu ini adalah meningkatkan mutu pembelajaran dan
ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran biologi dengan menggunakan alat
peraga sehingga minat belajar siswa meningkat.
Pelajaran Biologi adalah salah satu mata pelajaran yang tersusun atas materi-
materi yang cukkup kompleks, yakni tersusun atas banyak konsep yang saling
berhubungan satu sama lain. Dalam materi biologi, siswa diharapkan mampu
memahami konsep-konsep materi dengan baik agar bisa menghubungkan materi
yang satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, sekarang siswa cenderung kurang
memahami materi pelajaran tapi hanya mengandalkan daya hafalnya dalam
mempelajari materi tersebut. Di harapkan dengan adanya pembelajaran yang
menggunakan alat peraga dapat membantu dan meningkatkan mutu pembelajaran
dan minat siswa dalam pembelajaran biologi.

17
Alat peraga adalah salah satu media pembelajaran yang merupakan bentuk
penggambaran mekanisme kerja suatu benda. Alat peraga memiliki fungsi untuk
memperagakan peristiwa, kegiatan, fenomena, atau mekanisme kerja suatu benda.
Alat peraga dapat memuat ciri atau bentuk dari konsep materi ajar yang digunakan
untuk memperagakan materi yang berupa penggambaran mekanisasi, peristiwa dan
kegiatan sehingga materi bisa lebih mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, alat
peraga dapat membuat interaksi antara siswa selama pembelajaran, karena ikut
menjelaskan ulang materi dengan menggunakan media sehingga lebih mudah
dipahami. Oleh sebab itu penggunaan alat peraga dalam pembelajran biologi
khususnya materi sistem peredaran darah sangat tepat diajarkan kepada siswa
karena dapat membantu siswa dalam pemahaman materi dan tertariknya siswa
dalam proses belajar mengajar sehingga minat belajar dan mutu pembelajaran siswa
meningkat.
Melalui proses analisis, maka terpilihlah isu rendahnya minat siswa dalam
pembelajaran biologi sebagai core issue. Pada kegiatan aktualisasi, peserta
disyaratkan untuk merancang kegiatan kreatif yang dikaitkan dengan nilai-nilai
ANEKA dalam proses pelaksanaannya. Berdasarkan landasan teoritis yang
digunakan, maka penulis merancang delapan kegiatan dengan kesamaan
output/hasil yaitu untuk meningkatkan minat belajar siswa dan mutu pembelajaran
biologi dengan alat peraga.

D. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN


Nilai dasar profesi ASN ada 5, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan antikorupsi. Kelima nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) harus ditanamkan
kepada setiap ASN. Oleh karena itu, diketahui indikator-indikator ANEKA sebagai
berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kata yang seringkali kita dengar, tetapi tidak
mudah untuk dipahami. Ketika seseorang mendengar kata akuntabilitas, yang
terlintas adalah sesuatu yang sangat penting, tetapi tidak mengetahui

18
bagaimana cara mencapainya. Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering
disamakan dengan responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya,
kedua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah
kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah
kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah
seorang ASN adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik. Nilai-nilai
publik tersebut antara lain adalah:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik
kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi;
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan ASN dalam politik praktis;
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik;
d. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel
Adapun nilai-nilai dasar akuntabilitas, yaitu:
1. Kepemimpinan
Pimpinan mempromosikan lingkungan yang akuntabel dapat dilakukan
dengan memberikan contoh pada orang lain (lead by example), adanya
komitmen yang tinggi dalam melakukan pekerjaan
2. Transparansi
Tujuan dari adanya transparansi adalah:
a. Mendorong komunikasi yang lebih besar dan kerjasama antara
kelompok internal dan eksternal
b. Memberikan perlindungan terhadap pengaruh yang tidak seharusnya
dan korupsi dalam pengambilan keputusan
c. Meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan

19
d. Meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan secara
keseluruhan.
3. Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk menjunjung
tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, undang-undang, kontrak,
kebijakan, dan peraturan yang berlaku. Dengan adanya integritas institusi,
dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada publik dan/atau
stakeholders.
4. Tanggungjawab (Responsibilitas)
Responsibilitas institusi dan responsibilitas perseorangan memberikan
kewajiban bagi setiap individu dan lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi
dari setiap tindakan yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk
bertanggungjawab atas keputusan yang telah dibuat.
5. Keadilan
Keadilan adalah landasan utama dari akuntabilitas. Keadilan harus
dipelihara dan dipromosikan oleh pimpinan pada lingkungan organisasinya.
Oleh sebab itu, ketidakadilan harus dihindari karena dapat menghancurkan
kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang mengakibatkan kinerja akan
menjadi tidak optimal.
6. Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini
yang akan melahirkan akuntabilitas. Dengan kata lain, lingkungan
akuntabilitas tidak akan lahir dari hal-hal yang tidak dapat dipercaya.
7. Keseimbangan
Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan kerja, maka diperlukan
adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan
dan kapasitas.
8. Kejelasan
Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan
tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan
sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.

20
9. Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang tidak konsisten dari
sebuah kebijakan, prosedur, sumber daya akan memiliki konsekuensi
terhadap tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel, akibat
melemahnya komitmen dan kredibilitas anggota organisasi.
2. Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan orientasi
mementingkan kepentingan publik, bangsa dan Negara. Adapun nilai-nilai dasar
nasionalisme sebagai berikut:
a. Implementasi nilai-nilai Pancasila
b. ASN sebagai pelaksana kebijakan publik
1) Berintegritas tinggi
2) Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi,
transparan, akuntabel, dan memuaskan publik
3) Mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas
4) Mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan
publik.
c. ASN sebagai pelayan publik
1) Profesional
2) Yang melayani publik
3) Berdasarkan Standart Operational Procedur (SOP).
4) Memenuhi hak-hak pelanggan (pasal 18 Undang Undang Nomor 25
tahun 2009).
5) Berintegritas tinggi.
d. ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa
1) Pemersatu bangsa (dilandasi nilai-nilai semangat sumpah pemuda
dan bhineka tunggal ika)
2) Menjaga kondisi damai.

21
3. Etika Publik
Etika publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun nilai-nilai dasar etika publik, yaitu:
a. Memegang teguh ideologi Pancasila
b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945 serta pemerintahan yang sah
c. Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia
d. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
e. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
f. Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif
g. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur
h. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik
i. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah
j. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun
k. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
l. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama.
m. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
n. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
o. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karier.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan
berorientasi pada kualitas hasil. Adapun nilai-nilai komitmen mutu antara lain
mengedepankan komitmen terhadap kepuasan dan memberikan layanan yang
menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara. Adapun nilai-nilai dasar
komitmen mutu, yaitu:
a. Efektivitas dan efisiensi

22
b. Inovasi
c. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan pelanggan
(customers/clients)
d. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara
agar pelanggan tetap setia
e. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi: tanpa cacat, tanpa
kesalahan, dan tidak ada pemborosan
f. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan
pergeseran tuntutan kebutuhan pelanggan maupun perkembangan teknologi
g. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah
dan pengambilan keputusan
h. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara,
antara lain: pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi,
dan benchmark.
5. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk
memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma
dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau
masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Nilai-nilai dasar anti
korupsi, yaitu:
a. Integritas
b. Nilai dasar hasil identifikasi oleh KPK
c. Jujur
d. Peduli
e. Mandiri
f. Disiplin
g. Tanggung jawab
h. Kerja keras
i. Sederhana
j. Berani

23
E. Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI
1. Kedudukan ASN dalam NKRI

Kedudukan atau status jabatan ASN dalam sistem birokrasi selama ini
dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang
professional.Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep
yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep
yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. 1)
Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas: a) Pegawai Negeri Sipil
(PNS); dan b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). ASN
merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk
menduduki jabatan pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara
nasional. Sedangkan PPPK adalah warga Negara Indonesia yang memenuhi
syarat tertentu, yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan
perjanjian kerja sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah untuk jangka
waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
Dengan kehadiran PPPK tersebut dalam manajemen ASN, menegaskan
bahwa tidak semua pegawai yang bekerja untuk pemerintah harus berstatus
ASN, namun dapat berstatus sebagai pegawai kontrak dengan jangka waktu
tertentu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan budaya kerja baru menumbuhkan
suasana kompetensi di kalangan birokrasi yang berbasis pada kinerja. 2)
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan
kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas
dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN
dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain untuk
menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hal ini dimaksudkan untuk
menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan
segala perhatian, pikiran, dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya.
Oleh karena itu dalam pembinaan karier pegawai ASN, khususnya di daerah
dilakukan oleh pejabat berwenang yaitu pejabat karier tertinggi. 3) Kedudukan

24
ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri. Namun demikian pegawai ASN
merupakan satu kesatuan. Kesatuan bagi ASN inisangat penting, mengingat
dengan adanya desentralisasi dan otonomi daerah, sering terjadi adanya isu
putra daerah yang hampir terjadi dimana-mana sehingga perkembangan
birokrasi menjadi stagnan di daerah-daerah. Kondisi tersebut merupakan
ancaman bagi kesatuan bangsa.

2. Peran ASN dalam NKRI


Peran ASN untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai
ASN berfungsi sebagai berikut:
1) Pelaksana kebijakan publik
2) Pelayan publik; dan
3) Perekat dan pemersatu bangsa
Selanjutnya Pegawai ASN bertugas:
1) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
2) Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas, dan
3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selanjutnya peran dari pegawai ASN adalah: perencana, pelaksana, dan
pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
professional, bebas dari intervensi politik, sertabersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme. ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk
melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan
masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut. Harus
mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik ASN
berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang
professional dan berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang-

25
undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan
publik dengan tujuan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu ASN dituntut untuk
professional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ASN
berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.ASN senantiasa dan taat sepenuhnya
kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah.
ASN senantiasa menjunjung tinggi martabat ASN serta senantiasa
mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan diri sendiri,
seseorang dan golongan.Dalam UU ASN disebutkan bahwa dalam
penyelenggaraan dan kebijakan manajemen ASN, salah satu diantaranya asas
persatuan dan kesatuan. ASN harus senantiasa mengutamakan dan
mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa (Kepentingan bangsa dan
Negara di atas segalanya)

F. Matriks Rancangan
1. Unit Kerja : Madrasah Aliyah Negeri Batubara
2. Identifikasi Isu :
1) Penggunaan laboratorium biologi yang belum memadai.
2) Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran biologi
3) Kurang tersedianya alat peraga pada mata pelajaran biologi
4) Sumber belajar yang kurang memadai
5) Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi
6) Siswa sulit menghapal istilah dalam pembelajaran biologi
3. Isu yang Diangkat: Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran biologi.
4. Gagasan Pemecahan Isu :
1) Melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah mengenai alat peraga
sistem peredaran darah manusia
2) Melakukan diskusi dengan rekan sejawat yang mengampu mata pelajaran
biologi
3) Membuat RPP, analisis KI KD, dan indikator pencapaian kompetensi

26
4) Menyusun buku panduan langkah-langkah pembuatan dan penggunaan alat
peraga sistem peredaran darah manusia
5) Membuat alat peraga pembelajaran materi sistem peredaran darah manusia
6) Sosialisasi buku panduan dan penggunaan alat peraga pembelajaran
7) Pembuatan video selama kegiatan pembelajaran
8) Melakukan evaluasi kegiatan

27
Tabel 3.3 Matriks Rancangan Aktualisasi

Kontribusi Kontribusi
Kegiatan Pencapai
Keterkaitan Substansi Mata Time Schedule
Pencapaian Visi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Output/Hasil Pelatihan (Penjadwalan)
dan Misi Nilai-nilai
Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7 8
1 Melakukan 1. Laporan dan 1. Surat izin Akuntabilitas: Koordinasi yang Kegiatan ini 25-26 Oktober
koordinasi dengan perizinan rancangan 2. Rencana Bertanggung jawab, transparan baik antara kepala berkontribusi 2019
kepala madrasah aktualisasi kepada kegiatan dan kerjasama dengan madrasah dan guru pada pencapaian
mengenai alat kepala madrasah 3. Foto kegiatan mengkoordinasikannya kepada mampu nilai integritas
peraga sistem 2. Diskusi kepada koordinasi kepala madrasah. meningkatkan dan pertanggung
peredaran darah kepala madrasah Nasionalisme: efisiensi dan jawaban kepada
manusia 3. Pematangan Musyawarah untuk mufakat efektifitas kinerja atasan.
rencana kegiatan dan saling menghormati. sesuai dengan visi
Etika Publik: misi MAN Batubara
Menghargai komunikasi
dengan berkonsultasi dan taat
perintah.
Manajemen ASN:
Menaati perintah atasan.
Pelayanan Publik:
Berpartisipasi dalam
mengembangkan pendidikan
di sekolah

2 Melakukan diskusi 1. Melaporkan dengan 1. Notulensi hasil Akuntabilitas: Kerjasama dengan Kegiatan ini 28- 29 Oktober
dengan teman rekan sejawat diskusi Bertanggung jawab dengan rekan sejawat berkontribusi 2019
sejawat yang mengenai program 2. Foto Kegiatan program yang dilaksanakan berkaitan dengan pada integritas
mengampu mata yang akan dilakukan Nasionalisme: visi madrasah untuk dan tanggung
pelajaran biologi 2. Berdiskusi dengan Musyawarah untuk mufakat mewujudkan jawab bukti
rekan sejawat dan saling menghormati. nyata

28
mengenai program Etika Publik : pendidikan dasar terwujudnya
yang akan Mengharagai komunikasi dan yang berkualitas program yang
dilaksanakan konsultasi yang dilakukan diharapkan
dengan rekan sejawat.
Komitmen Mutu:
Melakukan diskusi yang
dilakukan dengan rekan
sejawat dapat menggali ide-ide
kreatif sehingga membuka
wawasan saya untuk dapat
melakukan kegiatan dengan
baik.
Whole of Government
Terjalinnya hubungan timbal
balik antara rekan sejawat
dengan penulis

3 Merevisi RPP, 1. Mengumpulkan 1. RPP Akuntabilitas: Menyumbang Kegiatan ini 30 Oktober – 2


analisis KI, KD, bahan penyusunan 2. Foto kegiatan Bertanggungjawab untuk kontribusi dalam berkontribusi November 2019
dan indikator RPP membuat RPP yang dapat bidang pada pencapaian
pencapaian 2. Menyusun RPP membantu dan mendukung pengembangan nilai organisasi
kompetensi proses pembelajaran. ilmu pengetahuan yaitu
Komitmen mutu: yang berguna dalam menciptakan
Membuat RPP yang efektif, pemecahan masalah guru yang
efisien, dan berkomitmen mutu pembelajaran berintegritas,
Manajemen ASN: biologi berinovasi,
RPP dirancang sesuai dengan bertanggungjaw
pengetahuan dan keahlian ab dan
yang sesuai. profesional.

4 Menyusun buku 1. Menentukan waktu 1. Buku Panduan Akuntabilitas: Melaksanan PBM Kegiatan ini 4-6 November
panduan langkah- pembuatan 2. Foto Kegiatan Menyusun buku panduan secara intensif dan berkontribusi 2019
langkah pembuatan 2. Menyusun panduan sebagai acuan siswa sebelum memotivasi belajar pada pencpaian
langkah-langkah menggunakan alat peraga di kalangan siswa nilai organisasi

29
dan penggunaan alat pembuatan dan sebagai kewajiban dari yaitu
peraga penggunaan akat tanggung jawab menciptakan
peraga Komitmen mutu: guru yang
Buku panduan merupakan professional,
wujud inovasi dan berorientasi inovasi,
mutu berintegritas dan
Nasionalisme: bertanggung
Membuat dan mencetak buku jawab
agar siswa dapat lebih
memahami, dengan biaya
sendiri sehingga harus
bersikap rela berkorban.
Anti Korupsi:
Pada proses pembuatan buku
panduan ini saya akan
membuatnya secara mandiri
(anti korupsi) demi menjaga
kualitas buku panduan
tersebut dalam kelancaran
proses mengajar dan
pencapaian tujuan
pembelajaran.
5 Membuat alat 1. Mengumpulkan 1. Alat peraga Akuntabilitas : Sejalan dengan misi Pembuatan alat 7-8 November
peraga berbagai materi pada materi Memberikan perlakuan yang madrasah peraga sejalan 2019
pembelajaran materi untuk pembuatan sistem sama terhadap seluruh siswa, menyelenggarakan dengan tujuan
sistem peredaran alat peraga sistem peredaran konsisten dalam upaya pembelajaran untuk madrasah
darah manusia peredaran darah darah manusia meningkatkan pengetahuan menumbuhkankem memiliki
pada manusia 2. Foto kegiatan dan kreativitas siswa bangkan skill/kecakapan
2. Membuat alat Nasionalisme: kemampuan hidup ditengah-
peraga sistem Menciptakan kondisi yang berpikir kreatif dan tengah
peredaran darah damai dalam ruangan aktif dalam masyarakat
manusia berorientasi untuk kepentingan memecahkan sesuai dengan
siswa masalah. minat dan
Etika Publik: bakatnya.

30
Menjelaskan tata cara
pembuatan alat peraga dan
waktu penggunaan alat peraga.
Komitmen Mutu:
Praktek penggunaan alat
peraga dan bertindak kreatif
dan inovatif secara efektif dan
efisien.
Anti Korupsi :
Tidak memanipulasi waktu
pembuatan dan penggunaan
alat peraga

6 Sosialisasi Buku 1. Menjelaskan 1. Daftar hadir Akuntabilitas : Sejalan dengan Penggunaan dan 11-13
Panduan dan kepada siswa kelas Memberikan perlakuan yang Misi madrasah pembuatan alat November 2019
Penggunaan alat bagaimana cara 2. Foto kegiatan sama terhadap seluruh siswa, menyelenggarakan peraga dapat
peraga membuat dan konsisten dalam upaya pembelajaran untuk menguatkan
pembelajaran menggunakan alat meningkatkan pengetahuan menumbuhkemban nila-nilai
peraga dan kreativitas siswa gkan kemampuan integritas,
pembelajaran Nasionalisme: berpikir aktif, tanggung jawab
2. Menerapkan alat Menciptakan kondisi yang kreatif, dan aktif dan
peraga damai dalam ruangan dalam memecahkan mengedepankan
pembelajaran berorientasi untuk kepentingan masalah etika organisasi.
3. Pelaksanaan proses siswa
belajar mengajar Etika Publik:
Menjelaskan tata cara
pembuatan alat peraga dan
waktu penggunaan alat peraga.
Komitmen Mutu:
Praktek penggunaan alat
peraga dan bertindak kreatif
dan inovatif secara efektif dan
efisien.

31
7 Pembuatan video 1. Persiapan alat 1. Video Akuntabilitas: Sejalan dengan Misi Pembuatan 14- 18
selama kegiatan pembuatan video pembelajaran Membuat video pembelajaran madrasah video November 2019
pembelajaran berupa kamera 2. Foto kegiatan yang akan bermanfaat bagi menyelenggarakan pembelajaran
2. Pembuatan video guru dan siswa untuk pembelajaran untuk oleh dapat
mengoptimalkan proses menumbuhkemban menguatkan
belajar. gkan kemampuan nilai-nilai
Nasionalisme: berpikir aktif, digitalisasi
Musyawarah mufakat dengan kreatif, dan aktif dengan penuh
guru dalam pembuatan video dalam memecahkan integritas,
pembelajaran pembelajaran. masalah tanggung jawab
Komitmen mutu: dan
Video pembelajaran yang mengedepankan
efektif, efisien, dan etika.
berkomitmen mutu.
Etika publik:
Menghargai komunikasi,
konsultasi, dan kerjasama.

8 Melakukan evaluasi 1. Membuat angket 1. Angket Akuntabilitas: Sejalan dengan Misi Evaluasi 19 - 23
kegiatan evaluasi 2. Hasil analisis Membuat angket secara madrasah kegiatan sejalan November 2019
penggunaan alat angket transparan sehingga siswa menyelenggarakan dengan nilai
peraga sistem 3. Foto Kegiatan dapat bertasipatif sebagai perkembangan diri melakukan
peredaran darah bentuk tanggung jawab sehingga pserta kerjasama antar
pada manusia Etika Publik : didik dapat lini.
dalam pembelajaran Menghargai komunikasi, berkembang sesuai
2. Menyebarkan konsultasi dan kerja sama dengan minat dan
angket Komitmen mutu: bakatnya.
3. Menganalisis hasil Membentuk angket yang
angket menarik bentuk inovasi dalam
menambah wawasan dan
pengetahuan siswa
Anti Korupsi:
Angket dibentuk sebagai
wujud kepedulian guru pada

32
peningkatan media dalam
pembelajaran
Whole of Government :
Membuat angket didasarkan
pada asas profeionalitas
Pelayanan Publik:
Mendistribusikan angket
didasarkan pada asas
partisipatif

33
G. Jadwal Pelaksanaan

Rencana aktualisasi dilaksanakan secara off campus selama 30 hari dari tanggal 25 Oktober 2019 – 23 November 2019.
Adapun rincian jadwal rencana dapat dilihat pada tabel berikut:
3.4 Jadwal Rencana Aktualisasi
Oktober November

Minggu Minggu
N Minggu Ke-5 Minggu ke - 2 Minggu ke-3 Minggu ke -4
Kegiatan ke 4 ke- 1
o
2 2 2 2 2 3 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2
5 6 7 8 9 0 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3

1. Melakukan koordinasi L
dengan Kepala
Madrasah mengenai I
alat peraga sistem
peredaran darah B
manusia
U
M INGGU

MINGGU

MINGGU
MNGGU
2. Melakukan diskusi
dengan rekan sejawat R
yang mengampu mata
pelajaran biologi

3. Merevisi RPP, analisis


KI KD, dan indikator
pencapaian kompetensi M

34
4. Menyusun buku A
panduan langkah-
langkah pembuatan dan U
penggunaan alat peraga
sistem perdaran darah L
manusia
I
5. Membuat alat peraga
pembelajaran materi
D
sistem peredaran darah
manusia

6. Sosialisasi buku
N
panduan dan
penggunaan alat peraga
A
pembelajaran
B
7. Pembuatan video
selama kegiatan
I
pembelajaran

8. Melakukan evaluasi
kegiatan

35
BAB IV
PENUTUP

Isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN oleh penulis
adalah pembuatan alat peraga pada materi sistem peredaran darah manusia di Madrasah Aliyah
Negeri Batubara. Isu tersebut diangkat setelah dilakukan penilaian menggunakan analisis AKPK
dan analisis USG didapatkan bahwa core issue yang terjadi di unit kerja/organisasi adalah
“Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran biologi”.
Alat peraga pada mata pelajaran biologi sangat diperlukan untuk meningkatkan minat,
kreativitas, dan motivasi siswa dalam pembelajaran. Dengan adanya alat peraga ini siswa lebih
aktif dalam pembelajaran di kelas. Rancangan kegiatan aktualisasi tersebut akan dilaksanakan
selama 30 hari pada rentang waktu 25 Oktober s.d. 23 November 2019. Dalam rancangan
aktualisasi ini terdapat 8 (delapan) kegiatan berdasarkan SKP.
Melalui perencanaan ini diharapkan kelima nilai dasar profesi ASN, yang terdiri dari
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, serta nilai-nilai
dalam Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik dapat teraktualisasi secara
nyata pada aktivitas kerja sehari-hari. Semoga dengan bimbingan mentor dan coach yang intensif,
seluruh rancangan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana.

36
DAFTAR PUSTAKA

Asyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Modul Pelatihan Dasar Agenda 2 ANEKA
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi. Jakarta:
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai.
Mulyasa. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta: Kencana.

Saud, U, S. 2008. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.

37