Anda di halaman 1dari 15

SNI 8802:2019

Standar Nasional Indonesia

Popok bayi sekali pakai

ICS 85.080.99
SNI 8802:2019

Daftar isi

Daftar isi ..................................................................................................................................... i


Prakata ...................................................................................................................................... ii
Pendahuluan ............................................................................................................................ iii
1 Ruang lingkup .....................................................................................................................1
2 Istilah dan definisi ...............................................................................................................1
3 Persyaratan mutu ...............................................................................................................1
4 Cara uji ............................................................................................................................... 2
5 Pengemasan.......................................................................................................................5
6 Pelabelan ............................................................................................................................ 5
Lampiran A ............................................................................................................................... 6
Bibliografi .................................................................................................................................. 7
Tabel 1 – Persyaratan mutu popok bayi sekali pakai ...............................................................2
Tabel A.1 – Klasifikasi popok bayi sekali pakai ........................................................................6
Gambar 1 – Penandaan titik uji ................................................................................................3
Gambar 2 - Skema diagram struktur balok penimbang ............................................................4

© BSN 2019 i
SNI 8802:2019

Prakata

Standar Nasional Indonesia (SNI) 8802:2019, dengan judul Popok bayi sekali pakai,
merupakan hasil pengembangan sendiri yang disajikan dalam Bahasa Indonesia.

Standar ini disusun oleh Komite Teknis 11-11 Produk Higiene Perbekelan Kesehatan Rumah
Tangga dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai sekretariat Komite
Teknis.Standar ini telah dibahas dalam rapat-rapat teknis, dan terakhir disepakati dalam rapat
konsensus di Jakarta pada tanggal 26 Juni 2019 yang dihadiri oleh para pemangku
kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu perwakilan dari produsen, konsumen, pakar dan
pemerintah, serta perwakilan dari lembaga penguji, asosiasi, perguruan tinggi, pakar serta
instansi terkait.

Standar ini telah melalui tahap jajak pendapat pada tanggal 8 Juli 2019 sampai dengan 6
September 2019 dengan hasil akhir disetujui menjadi SNI.

Dalam standar ini digunakan kosa kata yang mempunyai maksud tertentu, yaitu:
 “harus” yang artinya disyaratkan.
 “sebaiknya” yang artinya direkomendasikan.

Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan beberapa unsur dari dokumen standar ini dapat
berupa hak paten. Badan Standardisasi Nasional tidak bertanggungjawab untuk
pengidentifikasian salah satu atau seluruh hak paten yang ada.

© BSN 2019 ii
SNI 8802:2019

Pendahuluan

Popok bayi sekali pakai adalah produk higienis yang digunakan untuk menyerap dan
mempertahankan urine bayi. Popok ini dirancang untuk menjaga kulit bayi tetap kering dengan
mengisolasi urine dari pakaian, tempat tidur, dan lingkungan sekitar.

Popok bayi sekali pakai terdiri dari inti absorben di antara dua lembar non-woven. Bantalan ini
dirancang khusus untuk menyerap dan mempertahankan urine, dan non-woven memberi
bentuk popok yang nyaman dan membantu mencegah kebocoran. Popok bayi sekali pakai ini
dibuat melalui rangkaian proses yang berurutan. Bila digunakan dengan benar, popok bayi
sekali pakai akan menahan urine yang melewati lembaran atas (top sheet) yang mudah
menyerap dan diserap ke dalam inti absorben.

Popok bayi sekali pakai umumnya tersedia dalam delapan ukuran. Fungsi popok bayi sekali
pakai meliputi :
 menyerap urine;
 mempertahankan urine di dalam inti absorben; dan
 mengisolasi kelembapan dari kulit bayi.

© BSN 2019 iii


SNI 8802:2019

Popok bayi sekali pakai

1 Ruang lingkup

1.1 Standar ini menetapkan persyaratan dan metode uji popok bayi sekali pakai yang terbuat
dari bahan non-woven untuk kebutuhan sehari-hari, baik menggunakan perekat maupun
berbentuk celana.

CATATAN Standar ini dimaksudkan untuk penggunaan oleh bayi usia 0 bulan sampai dengan 36
bulan, namun dalam prakteknya masih terdapat penggunaan oleh anak di luar kategori bayi.

1.2 Standar ini tidak mengatur popok bayi untuk kegiatan tertentu.

CATATAN Popok bayi untuk kegiatan tertentu misalnya berenang.

2 Istilah dan definisi

2.1
popok bayi sekali pakai
bantalan bersih sekali pakai untuk bayi yang memiliki kemampuan menyerap urine

2.2
polimer absorben super (Super Absorbent Polymer/SAP)
bahan yang digunakan sebagai inti absorben dengan kapasitas retensi yang lebih baik dalam
popok bayi sekali pakai

2.3
lembaran atas (top sheet)
lapisan popok bayi sekali pakai yang bersentuhan langsung dengan kulit pengguna

2.4
lembaran belakang (back sheet)
lapisan popok bayi sekali pakai yang dirancang untuk mencegah perpindahan basah dari
pemakainya ke tempat tidur atau pakaian

3 Persyaratan mutu

Karakteristik fisik popok bayi sekali pakai harus sesuai dengan persyaratan yang diberikan
pada Tabel 1.

© BSN 2019 1 dari 7


SNI 8802:2019

Tabel 1 – Persyaratan mutu popok bayi sekali pakai

No. Parameter Persyaratan

1 Penampilan/visual Tidak ada cacat deformasi, tidak sobek, atau noda

2 Ketahanan luntur Warna tidak memudar

4,0 – 8,7
3 pH
Tidak lebih dari 2
4 Kebocoran eksternal (gram)

5 Kapasitas penyerapan Tidak kurang dari 3 kali berat awal produk

4 Cara uji

4.1 Penampilan/visual

a. Pengambilan sampel
Ambil sampel secara acak 5 buah popok bayi.

b. Prosedur
Secara visual periksa ada atau tidaknya cacat seperti deformasi, kerusakan atau sobek,
dan kotoran atau noda.

4.2 Ketahanan luntur / colorfastness

a. Pengambilan contoh
Ambil sampel 50 mm x 50 mm lembaran atas (top sheet) pada bagian tengah sebagai
spesimen uji (lapisan kedua yang kontak dengan liner harus dikupas dengan bersih).

b. Prosedur
- Tempatkan spesimen uji dalam 100 ml fresh distilled water, aduk selama minimal 5
menit. Saring larutan tersebut.
- Tempatkan 10 ml setiap filtrat dan distilled water yang disebutkan di atas dalam tabung
uji berdiameter 15 mm dan amati warna pada filtrat.

c. Laporan hasil
Catat ada atau tidaknya warna.

4.3 pH

a. Pengambilan contoh
Ambil sampel 50 mm x 50 mm lembaran atas (top sheet) pada bagian tengah sebagai
spesimen uji (lapisan kedua yang kontak dengan liner harus dikupas dengan bersih).

b. Prosedur
- Tempatkan spesimen uji dalam 100 ml fresh distilled water, aduk selama minimal 10
menit. Saring larutan tersebut.
- Tempatkan filtrat dalam gelas kimia, ukur dengan pH meter yang terkalibrasi dan baca
nilainya sebanyak 2 kali.

© BSN 2019 2 dari 7


SNI 8802:2019

c. Laporan hasil
Catat rata-rata dari 2 pembacaan nilai pH tersebut, dengan pendekatan 1 desimal.

4.4 Uji kebocoran eksternal

a. Pengambilan contoh
Dari tingkatan ukuran yang sama, pilih 5 popok bayi (tanpa mengeluarkan karet elastis)
sebagai spesimen uji.

b. Prosedur
1) Tambahkan bahan kimia berikut ke dalam fresh distilled water. Larutkan dan
tambahkan sampai 1 L yang berfungsi sebagai urine buatan :

Natrium klorida (NaCl) : 10,0 g


Urea (NH2CONH2) : 24,0 g
Magnesium sulfat (MgSO4.7H2O) : 0,6 g
CaCl2 : 0,7 g

2) Berdasarkan perbedaan jenis kelamin bayi, tandai titik uji pada spesimen uji popok
masing-masing seperti ditunjukkan pada Gambar 1 (jika tidak ada perbedaan jenis
kelamin, maka titik pusatnya harus ditandai)

Gambar 1 – Penandaan titik uji

3) Ambil 2 lembar kertas saring yang sedikit lebih besar dari popok, timbang massa kertas
saring, catat secara akurat minimal 1 desimal di belakang koma.

4) Tempatkan top liner menghadap ke atas di atas 2 kertas saring yang disebutkan di
atas.

© BSN 2019 3 dari 7


SNI 8802:2019

5) Ambil sejumlah urine buatan berikut dan tuangkan ke titik uji yang ditandai secara
perlahan. Proses menuangkan dilakukan selama 30 detik.

Prematur 40 ml
Baru lahir (XS) 60 ml
Kecil (S) 90 ml
Medium (M) 150 ml
Besar (L) 210 ml
Ekstra besar (XL) 240 ml
Ekstra ekstra besar (XXL) 240 ml
Jumbo (XXXL) 240 ml

6) Setelah 5 menit, ambil 1 balok dengan ukuran 100 x 100 mm yang memiliki massa 7,2
± 0,1 kg (bahan dan struktur balok penimbang ditunjukkan pada Gambar 2), dan
diletakkan pada area basah, kemudian ditekan selama 5 menit sesuai metode berikut:

Tempatkan balok di titik uji.

Gambar 2 - Skema diagram struktur balok penimbang

7) Setelah menekan selama 5 menit, lepaskan balok penimbang dan timbanglah dari 2
(dua) kertas saring secara akurat minimal 1 desimal di belakang koma.

c. Laporan hasil
Hitung rata-rata dari 5 hasil pengujian kenaikan massa kertas saring.

4.5 Kapasitas penyerapan

a. Peralatan dan bahan


1) Dua buah ring stand dengan crossbar dan clamps
2) Bak plastik besar atau wadah (cukup besar untuk menampung urine buatan dan popok
yang akan diuji)
3) Bak plastik kecil atau wadah (cukup kecil untuk digunakan pada timbangan, tetapi
cukup untuk menampung popok basah)
4) Timbangan digital dengan ketelitian 0.01g/maksimum berat < 10000 gram
5) Pengukur waktu
6) Urine buatan
7) Pewarna makanan atau yang setara (opsional)

b. Prosedur

© BSN 2019 4 dari 7


SNI 8802:2019

1) Siapkan urine buatan


2) Timbang popok kering, lalu catat berat kering.
3) Atur pengatur waktu selama 30 menit
4) Tempatkan popok kering dalam wadah besar lalu isi dengan urine buatan sampai
terendam seluruhnya
5) Mulai aktifkan penghitung waktu
6) Setelah 30 menit berlalu, ambil popok basah lalu tiriskan di atas crossbar. Atur
penghitung waktu selama 10 menit.
7) Tempatkan wadah atau bak plastik kecil di atas timbangan digital lalu atur timbangan
di angka nol (zero setting)
8) Setelah 10 menit berlalu, keluarkan popok yang sudah ditiriskan dan letakkan ke
dalam wadah kecil
9) Timbang wadah kecil dan popok yang sudah ditiriskan bersama-sama. Catat berat
basah.

c. Perhitungan
Kapasitas penyerapan = berat basah : berat kering

5 Pengemasan

Proses pengemasan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

a. Bahan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk terbuat dari bahan yang
dapat melindungi isi produk dari kontaminasi zat asing dari luar dan dari bahan
kemasan itu sendiri.
b. Bahan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk tidak menimbulkan
migrasi dari tinta/content bahan kemasan lainnya.

6 Pelabelan

Pelabelan pada kemasan produk harus sekurang-kurangnya mencantumkan :

a) nama produk/merek;
b) nama dan alamat produsen untuk barang produksi dalam negeri, atau nama dan alamat
produsen dan importir untuk barang produksi luar negeri;
c) jumlah popok;
d) ukuran atau dimensi popok;
e) berat bayi untuk penggunaan popok;
f) instruksi untuk penggunaan dan penyimpanan;
g) instruksi untuk pembuangan setelah penggunaan;
h) nomor batch / lot;
i) negara asal; dan
j) semua parfum, lotion dan zat aditif lain yang ditambahkan pada lembaran atas (top sheet)
harus dinyatakan, jika ada.

CATATAN Dalam instruksi pembuangan sedapat mungkin mencantumkan “setelah


penggunaan perlu dibersihkan dari kotoran” dan “tidak boleh dibuang ke perairan” dalam
bentuk kalimat atau simbol.

© BSN 2019 5 dari 7


SNI 8802:2019

Lampiran A
(informatif)
Klasifikasi popok bayi sekali pakai

Popok bayi sekali pakai dapat diklasifikasikan seperti yang tercantum pada Tabel A.1.

Tabel A.1 – Klasifikasi popok bayi sekali pakai

No. Kategori Berat bayi (kg)

1. Prematur <3
2. Baru lahir (XS/NB) 2–5
3. Kecil (S) 4–8
4. Medium (M) 7 – 12
5. Besar (L) 9 – 15
6. Ekstra besar (XL) 12 – 22
7. Ekstra ekstra besar (XXL) 15 – 25
8. Jumbo (XXXL) > 18

CATATAN Popok bayi sekali pakai dikelompokkan menurut kategori namun tidak harus sesuai
dengan berat bayi.

© BSN 2019 6 dari 7


SNI 8802:2019

Bibliografi

[1] SNI ISO 7213:2015, Pulp – Pengambilan contoh untuk pengujian


[2] CNS 12639, Disposable diaper for baby
[3] Uganda Standard FDUS 950, Disposable baby diapers – Specification

© BSN 2019 7 dari 7


Informasi pendukung terkait perumus standar

[1] KomiteTeknisPerumus SNI


Komite Teknis 11-11 Produk Higiene Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

[2] Susunan keanggotaan KomiteTeknisperumus SNI

Ketua : Beluh Mabasa Ginting - Kementerian Kesehatan


Sekretaris : Ririn Setiaasih - Badan Standardisasi Nasional
Anggota : 1. Augustine Zaini - Pakar
Anggota : 2. Annerisa Midya - Kementerian Perindustrian
Anggota : 3. Nina Elyani - Balai Besar Pulp dan Kertas
Anggota : 4. Ananta Kusuma - PT. Tata Global Sentosa
Anggota : 5. Andi Prasetio - PT. Elleair International Manufacturing Indonesia
Anggota : 6. Natalya Kurniawati - YLKI
Anggota : 7. Hendra Pardede - MASTAN
Anggota : 8. Toto Waluyadi - PT. SGS Indonesia
Anggota : 9. Liana Bratasida - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia
Anggota : 10. Andy Budiman - PT. KAO Indonesia
Anggota : 11. Vikry Ahmadi - PT. Unicharm Indonesia

[3] Konseptor rancangan SNI


Gugus Kerja Komite Teknis 11-11 Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

[4] Sekretariat pengelola KomiteTeknis perumus SNI


Bidang Pertanian, Pangan dan Kesehatan
Pusat Perumusan Standar
Badan Standardisasi Nasional