Anda di halaman 1dari 13

Jawaban:

1. Permasalahan penelitian:
Baru, artinya solusi yang kita berikan adalah solusi baru yang apabila kita komparasi
dengan solusi lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga
pembaharuan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang
sudah ada. Hindari redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang
dilakukan oleh orang lain. Karena hal tersebut termasuk plagiasi skripsi.
Asli, artinya bukan jiplakan dari atau mengganti-ganti penelitian orang lain, sehingga
kelihatan bukan buatan sendiri. Penelitian yang baik apabila berbeda dari penelitian
yang sudah pernah diteliti oleh orang lain.
Bermanfaat, Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun
peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Penelitian juga
diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional
maupun internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah,
kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa manfaat kepada masyarakat.

2. Kegiatan penelitian harus dilakukan dengan cara ilmiah, yaitu didasarkan pada ciri-ciri
keilmuan, yaitu:
Rasional; maksudnya adalah penelitian harus dilakukan dengan cara-cara yang masuk
akal atau rasional sehingga dapat dijangkau oleh nalar manusia.
Empiris; maksudnya adalah penelitian harus berdasarkan sumber pengetahuan yang
diperoleh dari hasil pengamatan indera manusia. Dengan begitu, metode tersebut juga
dapat diamati oleh orang lain. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari data
jatuhnya pesawat terbang melalui paranormal).
Sistematis; maksudnya adalah penelitian harus dilakukan melalui langkah-langkah
tertentu yang sifatnya logis dan teratur sesuai dengan sistem yang telah diatur sehingga
dapat menjelaskan rangkaian sebab-akibat suatu objek penelitian.

3. Secara umum ada 3 macam tujuan penelitian:


a. Penemuan
Tujuan penelitian yang pertama yaitu bersifat penemuan. Penemuan berarti bahwa
data yang diperoleh dari penelitian tersebut merupakan data yang betul-betul baru,
yang sebelumnya belum pernah diketahui. Contoh:
b. Pembuktian
Tujuan penelitian yang kedua ialah pembuktian. Pembuktian berarti bahwa data
yang diperoleh tersebut digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap
informasi atau pengetahuan tertentu. Contoh:
c. Pengembangan
Tujuan penelitian yang terakhir adalah pengembangan. Pengembangan berarti
bahwa untuk memperdalam dan mengembangkan pengetahuan yang telah ada.
Contoh:

4. Secara umum kegunaan data yang diperoleh dari penelitian, adalah sebagai berikut:
Memahami, berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan
seanjutnya menjadi tahu. Contoh: penelitian tentang sebab-sebab jatuhnya pesawat
terbang atau sebab-sebab membudayanya korupsi di Indonesia
Memecahkan, berarti meminimalkan/menghilangkan masalah. Contoh: mencari cara
yang efektif untuk memberantas korupsi di Indonesia
Mengantisipasi, artinya berupaya agar masalah tidak terjadi. Contoh: penelitian untuk
mencari cara agar korupsi tidak terjadi pada pemerintahan baru.

5. Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi:


(1) Penelitian Dasar/ Murni (Basic Research)
Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (puere
research) atau penelitian pokok (fundamental research) adalah penelitian yang
diperuntukkan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan serta diarahkan pada
pengembangan teori-teori yang ada atau menemukan teori baru. Penelitian ini lebih
diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan, dan memprediksikan fenomena–
fenomena alam dan sosial. Tujuan penelitian dasar adalah untuk menambah
pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar, hukum-hukum ilmiah, serta untuk
meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah.
Penelitian dasar memang tidak secara langsung bertujuan memecahkan suatu
masalah. Oleh karena itu, penelitian dasar biasanya dilakukan untuk menguji
kebenaran teori tertentu atau mengetahui konsep tertentu secara lebih mendalam.
Penelitian dasar yang benar–benar murni semata–mata bertujuan untuk
pengembangan dan perbaikan teori yang sudah ada, bukan untuk penerapan teori.
Penelitian lebih banyak dilakukan didalam laboratorium dengan pengendalian yang
cukup untuk penelitian ilmiah. Penelitian dasar lebih banyak memperhatikan tentang
prinsip umum dari perilaku. Contoh penelitian dasar yang terkait erat dengan bidang
pendidikan adalah penelitian dalam bidang psikologi, misalnya penelitian tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia.

(2) Penelitian Terapan (Applied Research)


Penelitian Terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis,
keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh
lebih baik, lebih efektif, dan efisien.
Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan
kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan
berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah masalah tertentu. Tujuan utamanya
adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan manusia baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan
industry atau politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata.
Ada tiga macam contoh dari penelitian terapan, yaitu:
a) Penelitian evaluasi, yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberikan
masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari
dua atau lebih alternatif tindakan.
b) Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas
yang lebih tinggi.
c) Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera
dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.

6. Berdasarkan tingkat kealamiahannya, metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi:


Penelitian Eksperimental, Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena
pada kondisi terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-
akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu. Dalam bentuk yang paling
sederhana, pendekatan eksperimental ini berusaha untuk menjelaskan, mengendalikan
dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. Dalam penelitian eksperimental banyak
digunakan model kuantitatif.
Penelitian Eksperimen, Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.
Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.
Penelitian Eksperimen
yaitu suatu penelitian yang berusaha mencaripengaruh variabel tertentu terhadap
variabel yang lain dalam kondisiyangterkontrolsecara ketat. Variabel independennya
dimanipulasi olehpeneliti.
Contoh:
Penelitian untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa dikelas unggulan
dengan kelas biasa pada penggunaan model pembelajarankooperatif.
Penelitian Survey, Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar maupun kecil, tetapi
data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antar
variabel sosilogis maupun psikologis.
Penelitian Survey
adalah penelitian yang dilakukan pada popolasi besarmaupun kecil, tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sampelyangdiambil dari populasi tersebut, sehingga
ditemukan kejadian-kejadian relatif,distribusi dan hubungan-hubungan antar variabel
sosilogismaupunpsikologis.
Contoh:
Penelitian mengenai tingkatprestasi belajar oleh siswa di sekolahMAN PANGKEP
Penelitian Naturalistic, Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif,
yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alami
(sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Contoh : Sesaji
terhadap keberhasilan bisnis.
Penelitian Naturalistik, metode penelitian ini sering disebut dengan metodekualitatif,
yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti padakondisi obyek alami
(sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagaiinstrumen kunci.
Contoh:
Sesaji terhadapkeberhasilan bisnis.
7. Jika dibandingkan dengan penelitian dasar (basic research) dan penelitian terapan
(applied research). Posisi penelitian pengembangan (research and development)
berada di posisi penelitian pengembangan.
Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian Terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis,
keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh
lebih baik, lebih efektif, dan efisien.
Penelitian terapan atau applied research dilakukan berkenaan dengan
kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan
berfungsi untuk mencari solusi tentang masalah masalah tertentu. Tujuan utamanya
adalah pemecahan masalah sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan manusia baik secara individu atau kelompok maupun untuk keperluan
industry atau politik dan bukan untuk wawasan keilmuan semata.
Ada tiga macam contoh dari penelitian terapan, yaitu:
a) Penelitian evaluasi, yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberikan
masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari
dua atau lebih alternatif tindakan.
b) Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas
yang lebih tinggi.
c) Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera
dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.

8. Pengumpulan data:
penelitian kualitatif, Strategi ini disebut dengan pendekatan emik, yaitu suatu prinsip
pemaknaan fenomena berdasarkan pemahaman "orang dalam", dengan menggunakan
ukuran-ukuran yang ditemukan di lapangan. Dasar pijakan penelitian ini ialah adanya
interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yang ditafsir berdasarkan pada
budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala
yang sedang diteliti.
Perspektif emic menunjuk pada usaha peneliti untuk memahami dunia subyek yang
diteliti berdasarkan pemahaman sebagai orang luar. Persspektif etic memandang
peneliti mengetahui dunia yang diteliti dan berusaha merumuskan terlebih dahulu apa
yang diperolehnya dari subjek.
penelitian kuantitatif, Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai
bebas nilai (value free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan
prinsip-prinsip objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan
instrumen yang telãh diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi
kuantitatif mereduksi sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya
akibat masuknya persepsi dan nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya
bias itu maka penelitian kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang
sesungguhnya (Sudarwan Danim, 2002: 35).
9. penelitian kualitatif,
a) metode baru, karena popularitasnya belum lama
b) postpositivistik, karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan
untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah
eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
c) artistik, karena proses penelitian bersifat resmi (kurang terpola)
d) interpretive research, karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan hasil
interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan
penelitian kuantitatif,
a) tradisional, karena metode ini sudah lama digunakan sehingga sudah mentradisi
sebagai metode untuk penelitian
b) posivistik, karena berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik, dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
c) scientific, karena memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif,
terukur, rasional dan sistematis
d) discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan
berbagai iptek baru

10. Perbedaan Aksioma penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif:

1 Sifat Realitas Ganda, dinamis, hasil Dapat diklasifikasikan


konstruksi pemikiran dan menurut jenis, bentuk, warna
pemahaman terhadap objek dan perilaku, realitas sesuatu
yang diamati, utuh (holistik) yang konkrit, dapat diamati
karena setiap aspek dari obyek dengan panca indera, tidak
merupakan satu kesatuan yang berubah, terukur dan dapat
tidak dapat dipisahkan. diverifikasi
(a)
2 Hubungan peneliti Interaktif dengan sumber data Independen,supaya terbangun
dengan yang diteliti supaya memperoleh makna. obyektivitas, sehingga
Dengan demikian peneliti hubungan antara peneliti
harus mengenal betul orang dengan yang diteliti harus
yang memberikan data dijaga jaraknya
(b)
3 Hubungan antar Timbal balik/interaktif Sebab dan akibat (kausal)
Variabel sehingga saling mempengaruhi sehingga dalam penelitian ada
dan tidak diketahui mana variabel independen dan
variabel independen dan dependen
dependennya
(c)
4 Kemungkinan a. Lebih menekankan pada a. Lebih menekankan pada
generalisasi kedalaman informasi keluasan infomasi
sehingga sampai pada b. Cenderung membuat
tingkat makna generalisasi (kesimpulan
b. Transferability (hasil sampel diberlakukan ke
penelitian dapat populasi dimana sampel
ditransferkan ke tempat tersebut diambil).
lain, dimana kondisi
tempat lain tidak jauh
berbeda dengan tempat
penelitian)
5 Peranan nilai Terikat nilai-nilai yang dibawa Cenderung bebas nilai, karena
peneliti dan sumber data, peneliti tidak berinteraksi
karena interaksi antara peneliti dengan sumber data sehingga
dan sumber data dimana baik terbebas dari nilai-nilai yang
peneliti maupun sumber data dibawa peneliti dan sumber
memiliki latar belakang, data
pandangan, keyakinan, nilai-
nilai, kepentingan dan persepsi
yang berbeda-beda

Aksioma Dasar Metode Kuantitatif Metode Kualitatif


Sifat realitas Dapat diklasifikasikan, Ganda, holistik, dinamis,
konkrit, teramati, terukur hasil konstruksi dan
pemahaman
Hubungan peneliti Sebab-akibat (kausal) Timbal-balik
dengan yang diteliti
Hubungan variabel Dalam melihat hubungan bersifat holistik dan
variabel terhadap obyek yang menekankan pada proses,
diteliti lebih bersifat sebab dan maka penelitian kualitatif
akibat, sehingga dalam melihat hubungan
penelitianya ada variabel variabel pada obyek yang
independen dan dependen. Dari diteliti lebih bersifat
variabel tersebut selanjutnya interaktif yaitu saling
dicari seberapa besar pengaruh mempengaruh.
variabel independen terhadap
variabrl dependen.
Kemungkinan Cenderung membuat Transferability (hanya
generalisasi generalisasi mungkin dalam ikatan
konteks dan waktu)
Peranan nilai Cenderung bebas nilai Terikat nilai-nilai yang
dibawa peneliti dan
sumber data

11. Perbedaan dalam hal proses penelitiannya, penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif

12 Proses Penelitian Bersifat sirkuler, proses memperoleh Bersifat linier, dimana langkah-
data/informasi pada tiap tahapan langkahnya jelas mulai dari rumusan
(deskripsi,reduksi,seleksi) dilakukan masalah, berteori, berhipotesis,
berulang-ulang dengan berbgai cara mengumpulkan data, analisis data dan
dan berbagai sumber membuat kesimpulan dan saran

Langkah-langkah dan Karakteristik Kuantitatif Karakteristik Kualitatif


Proses Penelitian
Mengidentifikasi Berorientasi pada deskripsi dan Berorientasi pada
problem penelitian eksplanasi eksploratori dan pemahaman
Mereviu Literatur • Memegang peran utama • Memegang peran minor
• Untuk justifikasi problem penelitian • Untuk justifikasi problem
dan spesifikasi kebutuhan untuk penelitian
penelitian
Menetapkan tujuan • Khusus dan sempit • Umum dan luas
• Data dapat diobservasi, diukur
• Pengalaman
partisipan/subjek
Mengumpulkan data • Instrumen ditentukan sebelumnya • Memunculkan protokol
• Data berujud angka atau diangkakan • Data teks atau kesan
• Jumlah subjek banyak • Jumlah subjek atau tempat
sedikit
Menganalisa dan • Analisis statistik • Analisis teks
menginterpretasi data • Mendeskripsikan kecenderungan, • Deskripsi, analisis, dan
pembandingan kelompok, atau perkembangan tema
hubungan antar variabel • Makna dan hasil penelitian
• Pembandingan hasil dengan lebih besar
prediksi dan dengan hasil penelitian
sebelumnya
Melaporkan dan • Tersetandar dan pasti • Luwes
mengevaluasi • Objektif dan tidak bias • Refleksif dan bias
penelitian

12. Perbedaan dalam hal karakteristik penelitiannya, penelitian kualitatif dan penelitian
kuantitatif

1 (a) Desain a. Umum a. Spesifik,jelas, rinci


b. Fleksibel b. Ditentukan secara mantap sejak
awal
c. Berkembang dan muncul dalam c. Menjadi pegangan langkah demi
proses penelitian langkah
2 (b) Tujuan a. Menemukan pola hubungan a. Menunjukkan hubungan antar
yang interaktif variabel
b. Menemukan teori b. Menguji teori
c. Menggambarkan realitas yang c. Mencari generalisasi yang
kompleks mempunyai nilai prediktif
d. Memperoleh pemahaman
makna
3 (c) Teknik Pengumpulan a. Participant obsevation a. Kuesioner
Data (observasi berperan serta)
b. In depth interview (wawancara b. Observasi
mendalam) c. Wawancara terstruktur
c. Dokumentasi
d. Triangulasi (menggunakan
berbagai teknik pengumpulan
data secara gabungan/simultan)
4 (d) Instrumen Penelitian a. Peneliti sebagai instrumen a. Test, angket, wawancara
(human instrument) terstruktur, eksperimen
b. Buku catatan, tape recoder, b. Instrumen yang telah terstandar
camea, handycam, dan lain-lain
5 (e) Data a. Deskripif dimana data yang a. Kuantitatif dimana data penelitian
terkumpul berbentuk kata-kata berupa angka-angka
atau gambar
b. Dokumen pribadi, catatan b. Hasil pengukuran variabel yang
lapangan,ucapan dan tindakan diperasionalkan dengan
responden, artifak, dokumen menggunakan instrumen
resmi, video tapes serta
transkrip
6 Sampel a. Kecil a. Besar
b. Tidak representatif b. Representatif
c. Purposive (sumber data dipilih c. Sedapat mungkin random
dengan pertimbangan dan tujuan
tertentu),Snowball Pengumpulan
datanya diawali dari mewawancarai
informan-awal atau informan-kunci
dan berhenti sampai pada responden
yang kesekian sebagai sumber yang
sudah tidak memberikan informasi
baru lagi. Maksudnya berhenti sampai
pada informan yang kesekian ketika
informasinya sudah “tidak berkualitas
lagi”sebab informasi yang diberikan
sama atau tidak bervariasi lagi dengan
para informan sebelumnya.
d. Berkembang selama proses d. Ditentukan sejak awal
penelitian
7 Analisis a. Terus menerus sejak awal a. Setelah selesai pengumpulan data
sampai akhir penelitian b. Deduktif
b. Induktif Artinya untuk menjawab rumusan
Artinya dalam menganalisis masalah digunakan konsep atau
berdasarkan fakta-fakta yang teori sehingga dapatdirumuskan
ditemukan di lapangan dna hipotesis, dan hipotesis dapat diuji
kemudian direkonstruksikan melalui pengumpulan data
menjadi hipotesis atau teori lapangan
c. Mencari pola,model tema dan b. Menggunakan statistik untuk
teori menguji hipotesis, terbukti atau
tidak
8 Hubungan dengan a. Empati ,akrab supaya a. Dibuat jarak bahkan sering tanpa
Responden memperoleh pemahaman yang kontak supaya obyektif
mendalam
b. Kedudukan sama bahkan b. Kedudukan peneliti lebih tinggi
sebagai guru, konsultan, teman, dari responden
partisipan dan informan
c. Jangka lama, sampai datanya c. Jangka pendek sampai hipotesis
jenuh, dapat ditemukan dapat dibuktikan
hipotesis atau teori
9 Usulan Desain a. Singkat, umum bersifat a. Luas dan rinci
sementara
b. Literatur yang digunakan b. Literatur yang berhubungan
bersifat sementara tidak menjadi dengan masalah dan variabel yang
pegangan utama diteliti
c. Prosedur bersifat umum, seperti c. Prosedur yang spesifik dan rinci
akan merencanakan piknik/tur langkah-langkahnya
d. Masalah bersifat sementara dan d. Masalah dirumuskan dengan
akan ditemukan setelah studi spesifik dan jelas
pendahuluan
e. Tidak dirumuskan e. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
hipotesis,karena justru akan
menemukan hipotesis
f. Fokus penelitian ditetpkan f. Ditulis secara rinci dan jelas
setelah diperoleh data awal dari
lapangan
10 Kapan penelitian Setelah tidak ada data yang Setelah semua kegiatan yang
dianggap selesai ? dianggap baru/jenuh direncanakan dapat dilaksanakan
11 Kepercayaan terhadap Pengujian kredibilitas, Pengujian validitas dan realiabilitas
hasil penelitian dependabilitas, proses dan hasil instrumen
penelitian

13. Cara pandang peneliti kuantitatif dan peneliti kualitatif dalam merumuskan
permasalahan penelitian:

14. Kesimpulan deskripsi gambar


PENDEKATAN DEDUKTIF

Pengertian

Pendekatan deduktif adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu
atau lebih kesimpulan berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem
deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode
deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum
ke sesuatu yang khusus.

Contoh:
Jika meneliti konsumsi rumah tangga untuk minyak, maka sebelum turun ke lapangan
yang dipersiapkan adalah teori konsumsi, permintaan dan penawaran barang, dll.
pertanyaan yang akan diajukan sudah jelas dan hampir baku, sampelnya jelas, dll.
artinya sudah disiapkan semua tinggal cari data.

PENDEKATAN INDUKTIF

Pengertian
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan
berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah
pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum (going from specific to
the general). APB Statement No. 4 adalah contoh dari penelitian induksi, Statement ini
adalah suatu usaha APB untuk membangun sebuah teori akuntansi. Generally Accepted
Accounting Principles (GAAP) yang dijelaskan di dalam pernyataan (statement)
dibangun berdasarkan observasi dari praktek yang ada.

Contoh:
Bisa jadi langsung ke lapangan untuk wawancara secara mengalir (contoh penelitian
tentang konflik pilkada di desa X) artinya tidak perlu pakai kuesioner tapi tetapi
menggunakan interview guide dan biasanya jenis pertanyaan terbuka dan di lapangan.

METODE

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak
dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki
berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari
metode berpikir induktif.

Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti
sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan
yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status
sosial.

PERBEDAAN PENDEKATAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Teori normatif menggunakan pertimbangan nilai yang berisi satu atau lebih premis
menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh. Sebagai contoh, premis yang
menyatakan bahwa laporan akuntansi seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai
aset bersih yang bisa direalisasi merupakan premis dari teori normatif. Sebaliknya, teori
deskriptif berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi. Meskipun
terdapat pengecualian, sistem deduktif umumnya bersifat normatif dan pendekatan
induktif umumnya berupaya untuk bersifat deskriptif. Hal ini karena metode deduktif
pada dasarnya merupakan sistem yang tertutup dan nonempiris yang kesimpulannya
secara ketat didasarkan kepada premis. Sebaliknya, karena berupaya untuk
menemukan hubungan empiris, pendekatan induktif bersifat deskriptif.

Salah satu pertanyaan yang menarik adalah apakah temuan riset empiris dapat bebas
nilai atau netral karena pertimbangan nilai sesungguhnya mendasari bentuk dan isi riset
tersebut. Meskipun riset empiris berupaya untuk deskriptif, penelitinya tidak mungkin
sepenuhnya bersikap netral dengan dipilihnya suatu permasalahan yang akan diteliti
dan dirumuskannya definisi konsep yang terkait dengan permasalahan tersebut.
Perbedaan yang lebih mencolok antara sistem deduktif dan induktif adalah: kandungan
atau isi teori deduktif kadang bersifat global (makro) sedangkan teori induktif umumnya
bersifat partikularistik (mikro). Oleh karena premis sistem deduktif bersifat total dan
menyeluruh maka kesimpulannya pasti bersifat global. Sistem induktif, karena
didasarkan kepada fenomena empiris umumnya hanya berfokus kepada sebagian kecil
dari fenomena tersebut yang relevan dengan permasalahan yang diamatinya.

15. judul
16. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas
tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu.
Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi
yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan
berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang
juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam
penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data
ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan
menggunakan metodologi kuantitatif tertentu.
Transferability, transferability adalah berkaitan dengan hasil penelitian dapat ditranfer
atau digunanakan pada konteks lain atau konteks yang lebih spesifik.
Transferability, merupakan validitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Supaya
orang laian dapat memahami hasil penelitian kualitatif sehingga ada kemungkinan untuk
menerapkan hasil penelitian yang didapat, maka peneliti dalam membuat laporannya
harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis dan dapat dipercaya. Dengan
demikian pembaca menjadi lebih jelas atas hasil penelitian yang didapat sehingga dapat
memutuskan dapat atau tidaknya hasil penelitian diapikasikan di tempat lain (Sugiono
2012). Sanafiah Faisal (dalam Sugiono 2012) menjelaskan bahwa bila pembaca laporan
penelitian memperoleh gambaran yang sedemikian jelasnya, “semacam apa” suatu
penelitian dapat diberlakukan (transferability), maka laporan tersebut memenuhi standar
transferabilitas.

17. Cara merumuskan permasalahan penelitian, pertanyaan penelitian dan hipotesis


penelitian

18.
19. Penelitian Gabungan
merupakan jenis penelitian dengan mengkombinasikan penelitian kuantitatif dengan
penelitian kualitatif.
Contoh: Penelitian yang berupa data yang dikumpulkan dan dinyatakandalam bentuk-
bentuk angka-angka, selain itu juga berupa data kualitatif sebagai pendukungnya,
seperti kata-kata atau kalimat yang tersusun dalam angket, kalimat hasil konsultasi atau
wawancara antara peneliti daninforman.