Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PENGKAJIAN MANAJEMEN KEPERAWATAN

DI RUANG HEMODIALISA (HD) RUMAH SAKIT UMUM BANGLI


TANGGAL 01 - 11 NOPEMBER 2019

Oleh :
Kelompok 4

1. I KOMANG DODI ARTAMA (16.321.2484)


2. KADEK EVA DHARMA WAHYUNI (16.321.2492)
3. KOMANG SONNYA WARASTRI MARTHA (16.321.2494)
4. KADEK AYU CINTYA DEWI (16.321.2495)
5. KADEK EVA DHARMA WAHYUNI (16.321.2492)
6. NI KADEK AYU PURNAMASARI (16.321.2496)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA BALI
DENPASAR
2019

i
KATA PENGANTAR

“Om Swastyastu”
Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia – Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan yang
berjudul “Laporan Pengkajian Manajemen Keperawatandi Ruang Hemodialisa
(HD) Rumah Sakit Umum Bangli”
Kami menyadari sepenuhnya, bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna dan
masih banyak kekurangan-kekurangan mengingat keterbatasan saya dalam
penyusunan.Sehingga dengan keterbatasan tersebut saya mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari berbagai pihak untuk kesempurnaan laporan ini.Tak lupa saya
ucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang
telah membantu dan mendukung penyelesaian makalah ini.
Akhir kata semoga karya ini bermanfaat bagi kita semua.
“Om Shanti, Shanti, Shanti, Om”

Bangli, Nopember 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang .............................................................................................................1
B. Tujuan ..........................................................................................................................3
C. Metode .........................................................................................................................3
D. Manfaat ........................................................................................................................4
E. Tempat dan Waktu Pelaksanaan .................................................................................4
BAB II GAMBARAN UMUM
A. Sejarah Singkat .............................................................................................................5
B. Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran ....................................................................................7
C. Struktur Organisasi .......................................................................................................9
D. Dimensi Dan Area ......................................................................................................10
BAB III PENGKAJIAN DAN ANALISA DATA
A. Data Umum Dan Khusus ............................................................................................11
B. Analisis Data ...............................................................................................................23
C. Rumusan Dan Prioritas Permasalahan ........................................................................25
D. Seleksi Alternative Penyelesaian Masalah ................................................................ 26
E. Plan Of Action.............................................................................................................27
BAB VI PENUTUP
A. Simpulan ................................................................................................................... 29
B. Rekomendasi ...............................................................................................................29

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Praktek pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia sudah mulai mencerminkan
praktek pelayanan professional. Metode asuhan keperawatan yang dilaksanakan
berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, tetapi tidak dapat dipungkiri
beberapa pelayanan keperawatan masih berorientasi pada tugas. Era globalisaasi dan
perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan menuntut perawat sebagai suatu profesi,
memberi pelayanan kesehatan yang optimal (Siswono, 2010).
Pengembangan profesinalisme sangat diperlukan bagi tenaga kesehatan, sehingga
menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan, hal ini disebabkan oleh mutu pelayanan yang
tinggi akan menjadi tuntutan dari pelanggan. Pelayanan keperawatan merupakan
pelayanan integral dari pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan keberadaan
perawat merupakakn posisi kunci, yang dibuktikan dengan kenyataan bahwa 40-60%
pelayanan rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan dan hampir semua pelayanan
promosi kesehatan serta pencegahan penyakit baik dirumah sakit maupun tatanan
pelayanan kesehatan lain dilakukan oleh perawat.
Metode pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya
berorientasi pada upaya pemenuhan upaya klien, melainkan lebih berorientasi pada
tugas.Model praktik keperawatan professional (MKKP) (Siswono, 2010). MPKP adalah
diskripsi atau gambaran dari praktik keperawatan yang nyata dan akurat berdasarkan
kepada filosofi konsep dan teori keperawatan.
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan organisasi.Manajemen menjakup kegiatan koordinasi dan
supervisi terhadap staf, sarana dan perasarana dalam mencapai tujuan. Manajemen
keparawatan merupakan proses bekerja melalui anggota staf untuk memberikan asuhan
keperawatan secara professional. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan salah
satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan secaraa professional, sehingga diharapkan
keduanya saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Nursalam (2013)
menjelaskan bahwa manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui
anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional.

1
Seorang manajer keperawatan dituntut untuk merencanakan, pengorganisasian,
memimpin dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat
memeberikan asuhan keperawatan yang efektif dan efisien mungkin dirumah sakit.
Pendekatan manajemen merupakan salah satu nilai professional yang diperlukan
mengimplementasikan praktik keperawatan professional di rumah sakit. Salah satu
untuk memberikan usaha untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan
professional adalah meningkatkan manajerial dan kerja perawat, hal tersebut dapat
terjapai dalam melakukan PMKK atau peraktik manajemen kinerja klinik. PMKK juga
sangat berjalan dalam pencapaian indicator standar pelayanan minimal (SPM)
kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh perawat, atau khususnya dalam pelaksanaan
tugas dan kewajiban perawat dalam memberrikan asuhan keperawatan dalam
memberikan asuhan keperawatan.
RSU Bangli melaksanakan kerjasamaoperasional (KSO) dalam
pengadaanpelayanan kesehatan cuci darah. Tersedia10 (sepuluh) unit alat Hemodialisis
untukmemisahkan darah dari sisa metabolismdan racun tubuh ketika ginjal
tidakberfungsi lagi. Hal ini sangat membantubagi penderita gagal ginjal agar bisa
memperbaiki kondisi tubuhnya.Pelayanan Hemodialisa ditangani olehdokter spesialis
terlatih dan tenagakeperawatan yangbersertifikatKapasitas pelayanan
sedangdikembangkan dengan menambah 6(enam) unit alat HD dioperasikan padaakhir
2016.
Model asuhan keperawatan yang saat ini sedang diterapkan pada ruang
Hemodialisa adalah model MAKP TIM yang mana terdiri dari 2 Katim terdiri dari 5
orang perawat sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, dituntut untuk
memiliki manajerial yang tangguh, sehingga pelayanan yang diberikan mampu
memuasakan kebutuhan pasien. Kemampuan manajerial dapat dimiliki melalui berbagai
cara, salah satunya dapat ditempuh dengan cara meningkatkan keterampilan melalui
pembelajaran dilahan praktik, untuk itu Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan
STIKes Wira Medika Bali melakukan praktik stase keperawatan manajemen di ruang
Hemodialisa (HD) RSU Bangli sehingga dapat mengaplikasikan ilmu manajemen
keperawatan dan memberikan masukan kepada rumah sakit tentang kekurangan yang
ada di ruangan sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan di RSU Bangli khususnya
di ruang Hemodialisa (HD).

2
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah melaksanaan kegiatan praktik manajemen keperawatan, diharapkan
mahasiswa mampu menerapkan konsep dan prinsip-prinsip kepemimpinan serta
manajemen keperawatan dengan menggunakan praktik manajemen kinerja klinik
(PMKK).
2. Tujuan Khusus
a. Melakukan pengkajian situasi ruangan di Ruang Hemodialisa (HD)RSU Bangli
dengan metode pendekatan PMKK.
b. Mengidentifikasi stuktur organisasi Rumah Sakit Umum Bangli danRuang
Hemodialisa (HD).
c. Mengidentifikasi deskripsi perkerjaan yang ada diRuang Hemodialisa (HD).
d. Mengidentifikasi fungsi administrasi yang ada di Ruang Ruang Hemodialisa
(HD)
e. Mengidentifikasi monitoring yang ada di RuangHemodialisa (HD).
f. Mengidentifikasi standar keperawatan yang ada di RuangHemodialisa (HD).
g. Mengidentifikasi kepemimpinan yang ada di Ruang Hemodialisa (HD).

C. METODE
Dalam melakukan pengumpulan data yang digunakan untuk identifikasi masalah
dilakukan dengan metode:
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk dapat memperoleh data kondisi fisik ruangan,
proses pelayanan inventaris ruangan, dan asuhan keperawatan yang langsung
dilakukan ke pasien.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan kepada kepala ruangan, perawat untuk mengumpulkan
data tentang proses orientasi pasien baru dan pelayanan pasien.
3. Studi dokumentasi
Kegiatan dilakukan untuk pengumpulan data mengenai karakteristik pasien,
ketenagaan, dokumentasi proses keperawatan.

3
D. MANFAAT
1. Bagi Pasien
Terpenuhinya kebutuhan klien secara holistik dan tercapainya kepuasan klien
terhadap praktik pelayanan keperawatan.
2. Bagi Perawat
a. Tercapainya tingkat kepuasan kerja optimal.
b. Terbinanya hubungan baik antara perawat dengan perawat, perawat
dengan tim kesehatan lain dan perawat dengan pasien dan keluarganya.
c. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin perawat.
d. Meningkatkan citra perawat sebagai suatu profesi yang professional
dimata profesi lain.
3. Bagi Rumah Sakit
a. Tercapainya pengalaman dalam pengelolaan suatu ruang rawat sehingga
dapat memodifikasi metode penugasan yang akan dilaksanakan.
b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan
keperawatan.
c. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit sebagai
rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan keperawatan yang
professional.

E. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN


Tempat dilaksanakannya Praktik Klinik Manajemen Keperawatan ini adalah di
Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Umum Bangli selama 11 hari yaitu mulai tanggal
01-11Nopember 2019.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM TEMPAT PRAKTIK

A. SEJARAH SINGKAT TEMPAT PRAKTIK


Menelusuri sejarah tentang berdirinya RSU Bangli tidak lepas dari keberadaan
RSJ di Bangli, dimana pada tahun 1932 seorang dokter berkebangsaan Belanda yaitu dr.
K. Lording mengusulkan kepada Pemerintah Hindia Belanda di Batavia agar di Bangli
didirikan sebuah tempat khusus untuk merawat penderita gangguan jiwa. Akhirnya pada
tahun 1933 berdirilah rumah perawatan sakit jiwa Bangli yang dalam perkembangannya
mencakup juga merawat pasien bukan saja sakit jiwa meskipun secara pasti belum dapat
dikatakan sebagai Rumah Sakit Umum.
Setelah berjalan sekian tahun diera kemerdekaan maka mulai ada peraturan-
peraturan yang memisahkan antara RSJ dan RSU untuk berdiri sendiri sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Pada tahun 1958 RSU Bangli dikembangkan melayani pasien
umum sedangkan RSJ terpisah melayani pasien dengan gangguan jiwa yang pada
awalnya kapasitas RSU Bangli berjumlah 41 tempat tidur.
Seiring perkembangan pembangunan bidang kesehatan maka pada tahun 1997
berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI No.85/MENKES/SK/V/1997 RSU Bangli
ditetapkan menjadi RS kelas C dengan kapasitas 81 tempat tidur.
Pengembangan RSU Bangli terus dilakukan oleh Pemkab Bangli, secara bertahap
agar bisa menjadi lebih representatif dalam melaksanakan pelayanan kepada pengguna
jasa. Untuk bisa mengembangkan layanan kesehatan dengan kapasitas yang lebih besar,
maka Pemerintah Kabupaten Bangli mendesain pengembangkan RSU Bangli di Jl.
Brigjen Ngurah Rai No. 99x Bangli dengan luas areal kurang lebih 2 hektar dengan
kapasitas 243 tempat tidur.Mulai tanggal 1 April 2011 secara bertahap manajemen dan
pelayanan RSU Bangli dipindahkan operasionalisasinya ke lokasi RSU Bangli tersebut.
Pada tanggal 12 November 2011 sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun
2011 RSU Bangli dikelola dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (PPK-BLUD) yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2012.
Kapasitas tempat tidur RSU Bangli secara bertahap terus ditambah untuk
memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dan sampai dengan Bulan Juli

5
2013RSU Bangli sudah memiliki kapasitas 159 tempat tidur serta sampai akhir Bulan
Desember 2013 berkapasitas 203 tempat tidur.
Pada tanggal 6 Mei 2014 RSU Bangli ditingkatkan setatusnya menjadi Rumah
Sakit Umum Kelas B, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI NO.HK
02.03/I/0838/2014.Dalam hal Struktur Organisasi dan Tata Kerja selanjutnya sesuai
dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bangli No. 8 Tahun 2014 Struktur Organisasi
RSU Bangli juga mengalami perubahan dan disesuaikan pengisian jabatannya sebanyak
25 pejabat struktural berdasarkan Keputusan Bupati Bangli Nomor 821.2/475/BKD.
Pada tanggal 3-5 Desember 2015 Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)
melakukan survei Akreditasi versi 2012 ke RSU Bangli dan selanjutnya RSU Bangli
diberikan pengakuan sebagai Rumah Sakit yang telah memenuhi standar Akreditasi
Rumah Sakit serta dinyatakan lulus Tingkat Utama sesuai dengan sertifikat KARS
nomor KARS-SERT/207/II/2016.
Hingga saat ini RSU Bangli terus melakukan pengembangan SDM dan juga
pembangunan sarana dan prasarana pelayanan termasuk kelengkapan kebutuhan
sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Pengembangan sebagai Rumah Sakit Pendidikan
dilakukan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam AL-Azhar Mataram dan
Fakultas Kedokteran Universitas Udayanan Denpasar.
1. Fisik Rumah Sakit RSUD Bangli
a. RSU Bangli Berdiri di tanah seluas 19.550 m²
b. Luas Bangunan 4.302 m²
c. Instalasi Air Bersih : PDAM dan SumurBor
d. Listrik / PLN : 197 KVA
e. Genset : 250 KVA
Pelayanan Hemodialisa merupakan sebuah penyelenggaraan pelayanan yang
terpadu yang ditujukan pada penderita gagal ginjal akut dan kronis. Bentuk pelayanan
hemodialisa meliputi berbagai aspek yaitu kesehatan badaniah, rohaniah, dan social
bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
Instalasi Hemodialisa (IHD) RSU Bangli memiliki tim kerja dengan
kemampuan khusus dan peralatan yang lengkap serta memadai untuk memberikan
pelayanan kepada pasien hemodialisa dalam upaya penanganan pasien hemodialisa
yang terorganisir.

6
B. Visi, Misi, Tugas Pokok, Fungsi, Motto dan Tujuan Tempat Praktik
a. Visi, Misi, Tugas Pokok, Fungsi, Motto, dan Tujuan RSU Bangli
1. Visi
Menjadikan RSU Bangli Sebagai Kebanggaan Masyarakat
2. Misi
a. Memberi pelayanan kesehatan secara profesional, efektif dan efisien serta
selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.
b. Memenuhi kebutuhan SDM baik kualitas maupun kuantitas dan selalu
berkomitmen peningkatan kualitas SDM dengan pendidikan dan latihan
berkelanjutan.
c. Menjadikan pusat pelayanan, pendidikan dan penelitian secara terintegrasi
bidang kedokteran dan kesehatan lainnya untuk menghasilkan tenaga
kesehatan yang profesional.
d. Menyediakan kebutuhan sarana dan prasarana yang berkualitas dalam
rangka menunjang pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan.
e. Mewujudkan rasa persaudaraan, rasa memiliki dan menumbuhkan budaya
organisasi yang kuat, berkomitmen tinggi dan bertanggung jawab.
3. Tugas Pokok
Rumah Sakit mempunyai tugas pokok: melaksanakan upaya kesehatan
secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan
upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan.
4. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas tersebut RSU Bangli mempunyai fungsi sbb:
a. Perencanaan yang meliputi usaha pelayanan medis, usaha rehabilitasi medis,
usaha pencegahan akibat penyakit dan peningkatan dan pemulihan
kesehatan, usaha perawatan, usaha pendidikan dan latihan serta usaha sistem
rujukan sesuai dengan kebijaksanaan Bupati Kepala Daerah untuk
melaksanakan tugas pokok ;
b. Menyelenggarakan pelayanan medis, penunjang medis dan non medis,
asuhan keperawatan dan rujukan ;

7
c. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta menyelenggarakan
penelitian dan pengembangan ;
d. Pembinaan yang merupakan segala usaha dan kegitan penyuluhan kearah
Peningkatan kebijaksanaan teknis diperawatg kesehatan ;
e. Pengadministrasian umum, kepegawaian keuangan dan perlengkapan ;
f. Koordinasi yang merupakan segala usaha untuk mengadakan hubungan dan
kerjasama dengan instansi terkait guna kelancaran pelaksanaan tugasnya ;
g. Pengawasan yang merupakan segala usaha dan kegiatan untuk
melaksanakan penggunaan dana dan pengendalian atas pelaksanaan tugas
pokok sesuai dengan perencanaan dan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
5. Motto Rumah Sakit
Pelayanan tulus iklas dengan senyum, sopan dan sapa
6. Tujuan Rumah Sakit
Adapun tujuan RSU Bangli sebagai berikut :
a. Terselenggaranya pelayanan kesehatan paripurna sesuai standar mutu
dengan mengutamakan keselamatan pasien.
b. Terpenuhinya kebutuhan SDM yang profesional baik kualitas maupun
kuantitas
c. Terselenggaranya program pelayanan, pendidikan dan penelitian di bidang
kedokteran dan kesehatan lainnya.
d. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan
pelayanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan.
e. Terwujudnya budaya dan etos kerja yang berkomitmen tinggi dalam
penyelenggaraan manajemen rumah sakit
b. Visi, Misi, Tugas Pokok, Fungsi, Motto, dan Tujuan Ruang Hemodialisa
1. Visi
Menjadikan Instalasi Hemodialisa sebagai solusi terbaik pasien CKD
2. Misi
a. Memberikan pelayanan secara professional dan berkompetensi
b. Terpenuhinya sarana prasarana yang berkualitas

8
3. Tugas dan Fungsi
Memberikan pelayanan hemodialisa selama 12 jam
a. Mengelola pelayanan tindakan hemodialisa baik tindakan cyto/segera, efektif
dan regular
b. Mengelola fasilitas, peralatan dan obat-obatan tindakan hemodialisa
c. Mengelola tenaga medis, tenaga keperawatan, dan tenaga non medis
d. Mengelola administrasi hemodialisa
e. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan hemodialisa
f. Melakukan koordinasi dengan unit rumah sakit lain
4. Motto
Melayani dengan sepenuh hati
5. Tujuan
a. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gagal ginjal akut dan kronis,
sehingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat
b. Menrima rujukan/ merujuk penderita gagal ginjal melalui system rujukan untuk
memperoleh penanganan yang lebih memadai.

C. STRUKTUR ORGANISASI TEMPAT PRAKTIK


1. RSU Bangli
Struktur Terlampir
2. Ruang Hemodialisa (HD)
Struktur Terlampir

Klasifikasi Daftar Kepegawaian berdasarkan tinggkat pendidikan dan golongan di


ruang Hemodialisa (HD).

STATUS
No NAMA PEGAWAI / NIP PK JABATAN PENDIDIKAN
KEPEGAWAIAN
S1
1 Ns. Ni Nengah Mariani,S.Kep IV KARU PNS
KEPERAWATAN
S1
2 Ns. I Wayan Mariana,S.Kep IV WAKARU PNS
KEPERAWATAN
S1
3 Ns. I Nyoman Widiantara,S.Kep IV KA TIM PNS
KEPERAWATAN
D3
4 Cokorda Istri Agung A.Md.Kep III KA TIM PNS
KEPERAWATAN

9
D3
5 Ni Wayan Eka Maheni,A Md.Kep III KA TIM PNS
KEPERAWATAN
D3
6 Ni Ngh Darmaningsih,A.Md.Kep IV TIM PNS
KEPERAWATAN
S1
7 Ns. Ni Pt Pasek Widiantini D,S.kep I TIM PNS
KEPERAWATAN
S1
8 Ns. I Kadek Adi Ardayasa ,S.Kep I TIM PNS
KEPERAWATAN
S1
9 Ns. I D A Dwi Satvari Utami,S.Kep I TIM KONTRAK
KEPERAWATAN
D3
10 I Wayan Suardiana, A Md.Kep I TIM KONTRAK
KEPERAWATAN
11 Ni Wayan Pasek Adiputra TIM SPK PNS
D3
12 I Putu Agustiana A Md. Kep I TIM KONTRAK
KEPERAWATAN
S1
13 Ns. Luh Karina Chandra D,S.Kep I TIM KONTRAK
KEPERAWATAN
D3
14 L M Sri Yulian Wulan D, A Md Kep I TIM PNS
KEPERAWATAN
15 Ni Wayan Aryantini ADM SMU KONTRAK

D. DIMENSI DAN AREA TEMPAT PRAKTIK


Ruang Hemodialisa memiliki 16 tempat tidur dimana 1 tempat tidur di ruang
isolasi. Terdapat juga 1 ruang administrasi, 1 ruang dokter dan 1 ruang perawat.
Di ruangan Hemodialisa (HD) menangani pasien CKD dengan tindakan
hemodialisis regular, elektif, traveling dialysis, dan tindakan sito / emergency. Di
ruangan Hemodialisa (HD) juga menangani tindakan hemodialisis dengan penyerta
penyakit menular seperti Hepatitis B dan ditempatkan di ruangan khusus.

Denah Ruangan Hemodialisa RSU Bangli


Terlampir

10
BAB III
PENGKAJIAN & ANALISA DATA

A. Data Umum dan Khusus Tempat Praktik


1. Man
No Fungsi Hasil Pengkajian Keterangan
Manajemen
1 Planning a. Jumlah perawat di Ruang Hemodialisa RSUD Wawancara
Bangli Kabupaten Bangli sebanyak 15 orang
terbagi dari S1 keperawatan sebanyak 7 orang ,
DIII keperawatan sebanyak 6 orang , SPK
sebanyak 1 orang dan 11 orang perawat yang
sudah mengikuti pelatihan Hemodialisa , 4
orang yang belum mengikuti pelatihan
Hemodialisa. Pelatihan Hemodialisa akan
dilakukan setiap tahunnya yang berjumlah 2
orang
b. Perbandingan perawat dengan pasien 1:3
(Josephine chow ) 1 perawat menangani 3
pasien CKD dengan HD dengan tindakan single
used.
c. Jumlah administrasi 1 orang.
d. Cleaning servis sebanyak 1 orang (outsourcing).
2 Organizing a. Terdapat struktur organisasi Obeservasi
b. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli dipimpin
oleh kepala ruangan dan di bantu oleh wakil
kepala ruangan. Ruang Hemodialisa RSUD
Bangli terbentuk 2 tim, setiap satu tim hanya
terdiri dari 5 orang perawat.
c. Adanya Jadwal rotasi di ruang perawat seperti
jaga pagi dan sore
d. Adanya jadwal Hemodialisa cito emergency

11
yang dimana ada tindakan emergency untuk
pasien regular maupun non regular.
3 Actuating a. Kepala ruangan mengijinkan jika perawat yang Wawancara
ada keperluan untuk mengubah jadwal shift
dengan mengisi format pengganti.
b. Kepala ruangan memberikan kesempatan untuk
perawat yang ingin mengikuti seminar dan tugas
belajar.
c. Kepala ruangan setiap pagi melakukan timbang
terima dengan perawat-perawatnya.
d. Rapat rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali,
dilakukannya oleh Kabid Keperawatan
e. Pre conference dilakukandengan berdoa
bersama di pagi hari dan jika ada laporan dari
ugd untuk tindakan HD dioperkan ke perawat
jaga pagi yang dilakukan oleh Kepala ruangan
,wakil kepala ruangan atau katim yg bertugas.
Post conferencedilakukan oleh tim yang berjaga.
4 Controlling a. Kepala ruangan melakukan super visi di Wawancara
ruangan.Supervisi dilakukan 2 kali seminggu
yang dilakukan oleh kepala ruangan atau wakil
kepala ruangan. Yang akan mensupervisi ke
ketua tim kemudian ketua tim akan melakukan
supervisi ke anggotanya.
b. Kepala ruangan setiap pagi mengontrol kondisi
Ruang Hemodialisa
c. Kepala ruangan dan wakil kepala ruangan
beserta perawat yang berganti dinas selalu
mengontrol pasien-pasiennya setiap shift.
Kesimpulan:
1. Kurangnya pendidikan SDM
2. Kurangnya tenaga SDM yang mengikuti pelatihan Hemodialisa (HD)

12
2. Material dan Machine
No Fungsi Hasil pengkajian Keterangan
manajemen

1 Planning a. Pengorderan bahan habis pakai ditetapkan Wawancara


berdasarkan jumlah kebutuhan pasien, 16 paket
/ shift.
b. Kepala ruangan memiliki perencanaan untuk
menambah alat mesin HD dengan kapasitas 20
mesin.
2 Organizing a. Tidak ada penyimpanan obat khusus diruangan Observasi
HD, hanya alat kesehatan tindakan HD yang
disimpan di gudang sesuai dengan terapi.
b. Tidak tersedia ruang tindakan
c. Cairan yang berbahaya seperti acid dan
bikarbonat sudah di buang di spulhok dan sudah
di salurkan ke limbah RS.
3 Actuating a. Pengelompokan linen kotor disimpan di gudang Wawancara
kemudian dibawa oleh CS ke laundry, untuk
pasien infeksius linen kotor disimpan dalam
kantong plastik berwarna kuning.
b. Kurangnya bahan APD khususnya apron,
c. Tidak tersedia alat cek gula darah di ruangan,
jika ada pengecekan gula darah, perawat
langsung menghubungi laboratorium
d. Tidak tersedia alat-alat kesehatan seperti
hecting set, O2 sentral, bed monitor.
e. Kurangan tersedianya troli tindakan di ruangan,
yang seharusnya 1 : 3 troli di ruangan HD
4 Controlling a. Controling alat dilakukan seminggu sekali Wawancara
b. Pengontrolan bahan habis pakai disesuaikan

13
dengan keperluan pasien, untuk keperluan HD
farmasi yang mengontrol bahan keperluan HD
tersebut, yang mengontrol bahan handscoon,
masker, kresek kuning dll yang mengontrol
yaitu inventaris ruangan.
Kesimpulan :
1. Keterbatasan APD seperti apron
2. Tidak tersedia alat-alat kesehatan seperti cek gula darah, hectingset, o2 sentral,
bed monitor
3. Kurang tersedianya troli tindakan
4. Tidak tersedia ruang tindakan
5. Tidak tersedia penyimpanan obat khusus di ruangan

A. Penataan gedung
Lokasi penerapan proses manajerial keperawatan ini dilakukan pada Ruang
Hemodialisa RSUBangli dengan uraian denah sebagai berikut:
1) Sebelah utara tidak berbatasan.
2) Sebelah selatan berbatasan dengan instalasi gizi
3) Sebelah barat tidak berbatasan.
4) Sebelah timur berbatasan dengan ruang komplementer
B. Fasiliatas di Ruang HD RSU Bangli
1. Fasilitas untuk pasien

No Nama barang Jumlah Kondisi

1 Tempat tidur 16 Bed Baik

2 Lemari 1 Buah Baik

3 AC 6 Buah Baik

4 TV 3 Buah Baik

5 Jam Dinding 1 Buah Baik

14
6 Kamar mandi dan Wc 1 Buah Cukup Baik

7 Kursi 16 Baik

2. Fasilitas Ruang HD daftar inventaris


No Nama barang Jumlah Kondisi
1 Stetoskop dewasa 3 Baik
2 Tromol kecil 1 Baik
3 Kupet sedang 1 Baik
4 Tromol sedang 1 Baik
5 Kupet kecil 1 Baik
6 Replak hamer 1 Baik
7 Arteri klemlurus 1 Baik
8 Lampu tindakan 1 Baik
9 Bed elektrik 2 Baik
10 Bed biasa + kasur 14 Baik
11 Bed side kabinet 4 Baik
12 Brancard 1 Baik
13 Tensi meter 3 Baik
14 Tempat sampah otomatis (kotak) 5 Baik
15 Kursi roda 1 Baik
16 TV 4 Baik
17 Kursi putar 1 Baik
18 Troly emergency 1 Baik
19 Papan struktur 1 Baik
20 Kaca cermin 1 Baik
21 Sterilisator 1 Baik
22 Lemari linen 1 Baik
23 Rak kayu 1 Baik
24 Troli linen kotor 1 Baik
25 Tong sampah besar kuning 2 Baik

15
26 Lemari loker pasien 1 Baik
27 AC unit 6 Baik
28 Kotak saran 1 Baik
29 Meja visite 2 Baik
30 Troli kerja 3 Baik
31 Meja bundar kerja 1 Baik
32 Meja panjang 1 Baik
33 Kursi goyang tanpa sandaran 1 Baik
34 Meja nurse station 1 Baik
35 Apar 1 Baik
36 Helem warna putih 1 Baik
37 Helem warna kuning 1 Baik
38 Helem warna biru 1 Baik
39 Helem warna merah 1 Baik
40 Papan white bord kecil 1 Baik
41 Kipas angin dinding 2 Baik
42 Almari instrument 1 Baik
43 Almari kayu kaca 1 Baik
44 Papan white bord sedang 1 Baik
45 Kulkas 2 pintu 1 Baik
46 Bingkai surat ijin operasional 1 Baik
47 Manometer O2 1 Baik
48 Kursi roda 2 Baik
49 Kursi kayu atau kursi tunggu 2 Baik
50 Thermometer air raksa 1 Baik
51 Senter kecil pulpen 1 Baik
52 Pulsa Oximeter 1 Baik
53 Amubag 1 Baik
54 ECG 1 Baik
55 Alarm api asap 1 Baik
56 Alarm gempa 1 Baik

16
57 Tempat sampah bundar 3 Baik
58 Computer 1 Baik
59 Printer 1 Baik
60 Tempat sampah ijak kotak 2 Baik
61 Tensi roda 1 Baik
62 Timbangan digital 1 Baik

3. Method
No Fungsi Hasil Pengkajian Keterangan
Managemen
1 Planning 1. Ruang HD menerapkan metode Wawancara
TIM
2. Ruang HD sudah memiliki
uraian tugas kepala ruangan,
ketua tim sesuai dengan standar
prosedur operasional SPO
3. Ruang HD sudah memiliki
program RDK
2 Organizing 1. Ruang HD sudah meletakan Observasi
uraian tugas kepala ruangan,
ketua tim di ruangan perawat
2. Ruang HD sudah memiliki
buku pembagian tugas pada
masing-masing tim, dengan
perbandingan 1:3
3. Ruang HD memberikan hak
kepada setiap anggota tim
untuk menyampaikan setiap
kasus yang dialami
3 Actuating 1. Ruang HD melakukan timbang Observasi dan
terima setiap pergantian shift Wawancara
operan

17
2. Ruang HD saat melakukan
timbang terima dihadiri oleh
petugas yang bertugas pada hari
itu.
3. Uraian tugas Tim sudah sesuai
dengan penerapan diruangan
4. Penerapan standar metode
keperawatan efektif.
5. Penerapan program RDK
belum bejalan secara efektif
4 Controling 1. Kepala ruangan HD sudah Observasi
melakukan timbang terima.
Kesimpulan :
1. Penerapan MAKP TIM sudah berjalan sesuai prosedur dan efektif.
2. Penerapan program RDK yang belum berjalan secara maksimal

4. Money
No Fungsi Hasil Pengkajian Keterangan
Managemen
1 Planning 1. Untuk kegiatan oprasional, managemen, dan Wawancara
penggembangan sarana dan prasarana
anggaranya tidak keluar dari ruangan tetapi
keluar dari management Rumah Sakit.
2 Organizing 1. Ruang Hemodialisa memiliki pengawai Wawancara
administrasi.
2. Gaji perawat di Ruang Hemodialisa yaitu
berdasarkan status kepegawaian PNS dan
Kontrak.
3. Gaji perawat PNS di ruang Hemodialisa
sesuai dengan Golongan.
3 Actuating 1. Pembayaran Tenaga Honor ditanggung oleh Wawancara
pihak Rumah Sakit

18
2. Pembayaran Pegawai Negeri Sipil di
tanggung dari Pemerintah
3. Kurangnya pembiayaan untuk perawat yang
mengikuti pelatihan HD sehingga perawat
menggunakan dana sendiri untuk mengikuti
pelatihan HD
4. Ruang Hemodialisa mendapatkan tambahan
insentif dari jasa pelayanan yang diperoleh
berdasarkan jumlah pasien.
4 Controling 1. Kepala ruangan HD melakukan monitoring Wawancara
terhadap anggaran yang masuk keruangan.
Kesimpulan :
1. Pendanaan untuk perawat yang mengikuti pelatihan HD masih belum
maksimal.
2. Alokasi dana khusus ruang HD tidak ada.

5. Market
No Fungsi Hasil Pengkajian Keterangan
Managemen
1 Planning 1. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli Wawancara
dipromosikan melalui leaflet.
2. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menerapkan 5S (Salam, Sapa, Senyum,
Sopan, Santun).
3. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menerapkan 6 sasaran Pasien Safety
(ketepatan identifikasi pasien, peningkatan
komunikasi yang efektif, peningkatan
keamanan obat yang perlu diwaspadai (High
Alert Medication), kepastian tepat lokasi,
tepat prosedur dan tepat pasien operasi,
pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan

19
kesehatan, pengurangan resiko pasien jatuh).
4. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menerapkan survey kepuasan pelanggan
terhadap pemberian pelayanan, proses dan
administrasi.
5. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
memberikan KIE kepada pasien mengenai
pembatasan intake cairan.
6. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
memberikan KIE kepada pasien mengenai
perawatan akses HD.
7. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menggelar sarasehan setiap setahun sekali.
2 Organizing 1. Promosi Ruang Hemodialisa RSUD Bangli Wawancara
dilakukan oleh bagian Humas RSUD dan observasi
Bangli.
2. Seluruh petugas yang ada di Ruang
Hemodialisa RSUD Bangli, baik petugas
medis atau non medis menerapkan 5S
(Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun).
3. Pemasangan poster 6 langkah dan 5
moment cuci tangan dan handrub di setiap
sisi Ruang Hemodialisa RSUD Bangli.
4. Pemasangan pengumuman mengenai
himbauan untuk tidak membuang sampah
sembarangan.
5. Ketersedianya kotak saran di Ruang
Hemodialisa RSUD Bangli menerapkan
survey kepuasan pelanggan.
6. Pemberian KIE mengenai pembatasan
intake cairan dan perawatan akses HD
dilakukan oleh perawat di Ruang

20
Hemodialisa RSUD Bangli.
7. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menggelar sarasehan setiap satu tahun sekali
yang melibatkan tenaga medis yaitu dokter
penanggung jawab, ahli gizi, perawat.
3 Actuating 1. Bagian Humas RSUD Bangli Wawancara
mempromosikan Ruang Hemodialisa dan observasi
melalui leaflet.
2. Seluruh petugas medis dan non medis di
Ruang Hemodialisa RSUD Bangli
menerapkan 5S (Salam, Sapa, Senyum,
Sopan, Santun) kepada pasien saat pasien
datang dan pulang.
3. Perawat di Ruang Hemodialisa RSUD
Bangli memberikan KIE mengenai
pembatasan intake cairan dan perawatan
akses HD kepada pasien setelah tindakan
HD.
4. Perawat di Ruang Hemodialisa RSUD
Bangli melaksanakan sarasehan yaitu
pemberian materi yang berkaitan dengan
hemodialisa dan dilakukan setiap setahun
sekali pada bulan Agustus dengan
melibatkan tenaga medis lainnya yaitu
dokter penanggung jawab dan ahli gizi.
5. Perawat dan petugas kebersihan di Ruang
Hemodialisa RSUD Bangli membersihkan
ruangan sebelum pasien datang dan setelah
pasien pulang.

4 Controling 1. Kepala ruangan selalu melakukan Wawancara


controlling terhadap mutu Ruang dan observasi

21
Hemodialisa RSUD Bangli.
2. Perawat di Ruang Hemodialisa RSUD
Bangli selalu mengontrol keadaan pasien
saat berlangsungnya tindakan HD.
3. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli membuat
rekapan data adekuasi / kecukupan HD
setiap 3 bulan.

Kesimpulan :
1. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli menerapkan 5S dan 6 sasaran pasien safety.
2. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli memberikan KIE kepada pasien.
3. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli menerapkan survey kepuasan pelanggan.
4. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli menggelar sarasehan setiap satu tahun
sekali.
5. Ruang Hemodialisa RSUD Bangli membuat rekapan data adekuasi /
kecukupan HD setiap 3 bulan.

22
B. ANALISA DATA

MAN METHOD

Kurangnya tenaga SDM Penerapan program


yang mengikuti pelatihan RDK tidak berjalan
HD secara maksimal
Kurangnya Pendidikan
SDM

Keterbatasan
Sumber
Pendanaan untuk perawat yang Dana Bagi
mengikuti pelatihan HD belum
SDM
maksimal

MONEY

23
MATERIAL
Keterbatasan APD
seperti Apron
Tidak tersedia
alat-alat kesehatan Kurang tersedianya
troli tindakan
Tidak tersedia Tidak tersedia
ruang tindakan penyimpanan obat
Keterbatasan
khusus diruangan
Penyediaan Alat
dan Bahan
Kesehatan
Alokasi dana khusus untuk HD
tidak ada

MONEY

24
C. Rumusan dan Prioritas Permasalahan
No Masalah M S Mn Nc Af Skor Prioritas
1 Keterbatasan sumber dana 4 4 5 5 5 2000 I
bagi SDM
2 Keterbatasan penyediaan 5 4 5 4 4 1600 II
alat dan bahan kesehatan

Untuk mendapatkan prioritas masalah dilakukan dengan cara FGD (Foccus


Group Discussion) dengan membuat pembobotan yang memperhatikan aspek
sebagai berikut :
1. Magnitude (M) : Kecenderungan dan seringnya kejadian masalah
2. Severity (S) :Besarnya kerugian yang ditimbulkan olehmasalah
3. Manageable (Mn) : Kemungkinan masalah bisa diselesaikan
4. Nursing Concern (Nc) : Melibatkan perhatian dan pertimbangan perawat
5. Affordability (Af) : Ketersediaan sumber daya

Aspek-aspek diatas dapat di ukur dengan cara yaitu :


a) Magnitude/prevalensi masalah
yaitu apabila masalah tersebut lebih banyak ditemukan (prevalensinya tinggi).
b) Severity/ akibat yang ditimbulkan
yaitu apabila akibat yang ditimbulkan suatu maslah lebih serius.
c) Manageable/bisa dipecahkan
yaitu apabila masalah yang ada diyakini dapat diselesaikan (menemukan jalan
keluar).
d) Nursing Concern/ keterlibatan perawat
yaitu jika masalah tersebut akan selalu melibatkan dan memerlukan
perteimbangan perawat.
e) Affordability/ketersediaan sumber daya
yaitu adanya sumber daya yang mencakup dana, sarana, dan tenaga yang
diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah.

25
D. Seleksi Alternatif Penyelesaian Masalah Metode CARL
Usulan solusi yang telah diidentifikasi untuk mengatasi masalah tersebut, perlu
dilakukan seleksi alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan alat bantu
pembobotan CARL, dengan menganalisis berdasarkan beberapa aspek, yaitu :
A. Capability (C) : Kemampuan melaksanakan alternative
B. Accessability (A) : Kemudahan dalam melaksanakan alternative
C. Readiness (R) : Kesiapan dalam melaksanakan alternative
D. Leverage (L) : Daya ungkit alternative tersebut dalam menyelesaikan
masalah

Tabel Seleksi Alternative Penyelesaian Masalah untuk Ruang Hemodialisa adalah :

No Alternatif Penyelesaian Masalah C A R L Skor


1 Pelatihan HD ditanggung oleh Rumah 4 4 4 4 250
Sakit
2 Tingkatkan pendidikan SDM 3 4 4 4 192
3 Penambahan alat dan bahan kesehatan 4 3 3 3 108
4 Penambahan ruangan tindakan 2 2 1 1 4

26
E. PLAN OF ACTION (POA)

Penanggung
No Kegiatan Tujuan Indikator Sasaran Waktu Metode
Jawab
1 Pelatihan HD Meningkatkan 1. Peningakatan kinerja Perawat HD 1 Tahun Requirement Diklat
ditanggung kualitas SDM perawat dan kompetensi
oleh Rumah bidang perawat HD
Sakit 2. Peningkatan mutu
pelayanan Rumah Sakit
berfokus pada keselamatan
pasien
2 Tingkatkan Meningkatkan 1. Peningkatan Hard skill dan Perawat HD 4 Tahun Requirement Diklat
pendidikan kualitas SDM Soft Skill perawat melalui
SDM pendidikan dan pelatihan
secara berkala
3 Penambahan Mengupayakan 1. Identifikasi kebutuhan alat Ruangan 6 bulan Pengajuan Kepala
alat dan terpenuhnya dan bahan kesehatan Hemodialisa Proposal ruangan
bahan kebutuhan 2. Penambahan alat dan bahan
kesehatan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan
pelayanan pasien

27
4 Penambahan Untuk 1. Penambahan ruangan Ruang 1 Tahun Pengajuan Kepala
ruangan mempermudah khusus untuk tindakan Hemodialisa Proposal Ruangan
tindakan dalam
melakukan
tindakan

28
BAB IV
PENUTUP

A. SIMPULAN
Ruang Hemodialisa adalah suatu ruangan khusus untuk melaksanakan tindakan
hemodialysis baik akut maupun regular. Model asuhan keperawatan yang
diterapkan pada ruang Hemodialisa adalah model MAKP TIM yang mana terdiri
dari 2 Katim terdiri dari 5 orang perawat sebagai bagian integral dari pelayanan
kesehatan, dituntut untuk memiliki manajerial yang tangguh, sehingga pelayanan
yang diberikan mampu memuasakan kebutuhan pasien. Ruang Hemodialisa
memiliki 16 tempat tidur dan 1 tempat tidur di ruang isolasi. Terdapat juga 1 ruang
administrasi, 1 ruang dokter dan 1 ruang perawat. Penyakit yang sering ditemui
yaitu penyakit CKD dan ada beberapa penyakit menular seperti hepatitis B yang
ditempatkan di ruang isolasi. Setelah dilakukan pengkajian 6M (Man, Material dan
Mesin, Method, Money, Market) didapatkan analisa data Keterbatasan Sumber
Dana Bagi SDM dan Keterbatasan Penyediaan Alat dan Bahan. Alternative
Penyelesaian Masalah untuk Ruang Hemodialisa adalah Tingkatkan pendidikan dan
pelatihan SDM, Pelatihan HD ditanggung oleh Rumah Sakit, Penambahan alat dan
bahan kesehatan, Penambahan ruangan tindakan,.

B. REKOMENDASI
1. Rumah Sakit Umum Bangli, kami harapkan tetap mempertahankan visi, misi,
tugas pokok, fungsi, motto, dan tujuan rumah sakit sebagai acuan dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2. Ruangan Hemodialisa (HD), kami harapkan meninggkatkan pendidikan dan
pelatihan yang telah ditentukan seperti yang telah kami paparkan dalam tugas
ini.
3. Ruangan Hemodialisa (HD), kami harapkan mengalami peninggkatan mutu
pelayanan serta menerapkan standar yang telah ditentukan seperti yang telah
kami paparkan dalam tugas ini.

29
4. Semoga laporan ini dapat membantu dan digunakan sebagai mestinya dalam
management keperawatan dalam penerapan konsep dan prinsip-prinsip
kepemimpinan serta manajemen keperawatan

30
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT
DIREKTUR DEWAN PENGAWAS

KA KOMITE KA. KA.


KOMITE
MUTU KOMITE
KEPERAWATAN
KESELAMATAN MEDIK

SPI
KA. KA. KOMITE KA. KOMITE KA.
KOMITE REKAM FARMASI DAN KOMITE
PPI MEDIK TERAPI ETIK

WADIR. PELAYANAN WADIR. PENUNJANG & SARANA WADIR PELAYANAN

Ka. Bid. Ka. Bid. Ka. Bid. Ka. Bid. Ka. Bag Ka. Bag Ka. Bag
Pelayanan Keperawatan PenunjangMedis Sarana&Prasara
na

Kasi Pel. Medik Kasi. Keperawatan Ka. Su. Bag Ka. Su. Bag Ka. Su. Bag
Kasi Kasi
Rawat Inap dan Rawat Inap dan Perencanaan Penganggara Kepegawaian
PenunjangMedis Sarana&Prasara
Rawat jalan Rawat Jalan &Pelaporan n
na

Kasi Pel. Medik Kasi Kasi Penunjang Kasi Ka. Su. Bag Ka. Su. Bag Ka. Su. Bag
Rawat KeperawatanMedik Sanitasi&Kesehat Hukum, Verifikasi DiklatPengemb
DaruratOperatif Rawat an Humas dan dan Akutansi angan SDM
dan Unit Khusus DaruratOperatif dan PemasaranR dan Sertifikasi
Unit Khusus umahSakit

Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst.
Rawat Jalan Rawat Inap GawatDarurat Unit Khusus Gizi Laboratorium Farmasi Bina
JAFUNG

Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst. Ka. Inst.
ICU BedahSentral Hemodialisa Diklit Radiologi RekamMedik
31 IPS CCS

JAFUNG JAFUNG
STRUKTUR ORGANISASI HEMODIALISA RSU BANGLI

DIREKTUR
dr. I WAYAN SUDIANA, M.Kes
NIP. 196611291997031004

WADIR. PELAYANAN
I KETUT DARMAJA, SKM.,M.Kes
SKF SMF
NIP. 197209281995031003

KA.BID. KEPERAWATAN KA.BID. PELAYANAN MEDIS


NI MADE AYU WIRATNINGSIH, SKM dr. I WAYAN PARIASTA, M.Kes
NIP. 197103081994022001 NIP. 196712312000031048

KASI. PELAYANAN MEDIS


KASI. KEPERAWATAN R.DARURAT, R.DARURAT, OPERATIS & UNIT
OPERATIS & UNIT KHUSUS KHUSUS
I NENGAH SELAMET drg. NI WAYAN WARDANI
NIP. 19650723199021002 NIP. 197011082005022002

KEPALA INSTALASI HEMODIALISA


dr. I MADE RAMA PUTRA, Sp.PD
NIP. 197110142002121002

DR PELAKSANA HEMODIALISIS
dr. ANAK AGUNG GEDE PUTRA, KA.RU. HD
S.Ked.,M.Kes Ns. NI NENGAH MARIANI, S.Kep
NIP. 197311032002121001 NIP. 198110202009022007

WAKA. RU
Ns. I WAYAN MARIANA, S.Kep
NIP. 197805102006041009

KATIM I KATIM II
Ns. I NYOMAN WIDIANTARA, S.Kep COKORDA.ISTRI AGUNG, A.Md.Kep
NIP. 198203152005011008 NIP. 198205162006042030

ANGGOTA TIM I ANGGOTA TIM II

ADMINISTRASI
NI WAYAN ARYANTINI
KONTRAK BLU
32
ANGGOTA TIM I
NI NGH DARMANINGSIH, A.Md.Kep
NIP. 196912311990032035 ANGGOTA TIM II
Ns. NI PT PASEK WIDIANTARI, S.Kep NI WAYAN EKA MAHENI, A.Md.Kep
NIP. 199012312015032004 NIP. 198205282006042028
Ns. NI PT PITRI ARIANTINI, S.Kep I WAYAN PASEK ADIPUTRA
NIP. 199104162015032008 NIP. 197806032005011017
L.M SRI YULIAN WULAN DEWI, A.Md.Kep Ns. I D A DWI SATYARI UTAMI, S.Kep
NIP. 198807022015033003 KONTRAK BLU
I WAYAN SUARDIANA, A.Md.Kep I PUTU AGUSTINA, A.Md.Kep
KONTRAK BLU KONTRAK BLU
Ns. LUH KARINA CHANDRA DINATA, S.Kep Ns. I WAYAN JEFRI ARSANTA, S.Kep
KONTRAK BLU KONTRAK BLU

33