Anda di halaman 1dari 42

BUKU PENUNTUN PRAKTIKUM

BIODIVERSITAS TUMBUHAN
(ABL 21334)

Disusun Oleh :
Tim Laboratorium Ekologi dan Biosistematika

DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA
UNIVERSTAS DIPONEGORO
SEMARANG
2018
IDENTITAS DOKUMEN

Judul : Penuntun Praktikum Biodiversitas


Tumbuhan
Kode : ABL 21344

Tahun Penyusunan : 2018


Kode Revisi : 01

Tim Penyusun

1 Dr. Jumari,S.Si, M.Si. Ketua


2 Dr. Sri Utami, M.S Anggota
3 Dra. Murningsih, M.Si Anggota
4 Dra. Lilih Khotim Perwati, M.Si Anggota

Penyelenggara Praktikum : Laboratorium Ekologi dan Biosistematika


Departemen Biologi
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Diponegoro
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya Tim Departemen Biologi
dapat menyelesaikan Buku Penuntun Praktikum Biologi dalam rangka pelaksanaan
kurikulum S1 tahun 2017.

Penuntun Praktikum ini disusun dalam rangka membantu pelaksanaan kegiatan Praktikum di
lingkungan Departemen Biologi FSM Universitas Diponegoro. Buku penuntun praktikum ini
dipersiapkan dengan menyesuaikan materi pembelajaran yang relevan dengan teori
perkuliahan berdasarkan kurikulum S1 Biologi tahun 2017.

Mahasiswa peserta praktikum diharapkan dapat mempersiapkan segala hal terkait dengan
kegiatan praktikum di Departemen Biologi. Ketentuan dan mekanisme kerja praktikum telah
ditetapkan sesuai yang tertera pada Buku Penuntun Praktikum ini.

Akhirnya tiada gading yang tak retak, Departemen Biologi dan seluruh pihak terkait
menyadari bahwa Buku Penuntun Praktikum ini masih belum sempurna. Oleh karena itu,
Departemen Biologi senantiasa menanti saran dan masukan dari berbagai pihak khususnya
civitas akademika dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu proses pembelajaran serta
kegiatan Praktikum di Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas
Diponegoro Semarang.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya Departemen Biologi menyampaikan terimakasih


yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semarang, Januari 2018

Tim Penyusun
DESKRIPSI PRAKTIKUM Biodiversitas Tumbuhan
Praktikum Biodiversitas Tumbuhan merupakan satu aktivitas terpadu dari matakuliah
Biodiversitas Tumbuhan dengan sks (2-1) yaitu 2 sks perkuliahan dan 1 sks praktikum.
Dalam praktikum ini diperkenalkan dan dibahas tentang keanekaragaman jenis, ciri umum
dan ciri khusus berbagai kelompok Tumbuhan dari Makroalga, Lichenes, Bryophyta,
Pteridophyta dan Spermatophyta.

STANDAR KOMPETENSI:
Standar kompetensi Praktikum Biodiversitas Tumbuhanmahasiswa diharapkan :
1. Menguasai dasar-dasar ilmiah dan terampil mengenali dan memaningkan karakter
umum dan mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan kelompok Makroalga,
Lichenes, Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta
2. Menguasai teknik dasar dalam melakukan karakterisasi sifat ciri tiap kelompok
tumbuhan, deskripsi dan klasifikasi berbagai kelompok tumbuhan
3. Menguasai teknik dasar dan mampu melakukan koleksi dan pengawetan berbagai
kelompok tumbuhan dari lapangan
4. Menguasai teknik dasar dan terampil mengunakan dan membuat kunci identifikasi

Sehingga memberikan bekal bagi sarjana Biologi untuk menjadi peneliti maupun praktisi
dalam bidang keanekaragaman hayati maupun bidang lingkungan

KOMPETENSI DASAR:
Kompetensi Dasar Praktikum Biodiversitas Tumbuhan yaitu :

1. Memahami tatata tertib dan Menguasai tekni dasar dalam pelaksanaan praktikum
Biodiversitas Tumbuhan
2. Mengenali karakter umum, mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi
berbagai jenis tumbuhan dari kelompok Tumbuhan Makroalga
3. beberapa mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai jenis tumbuhan
dari kelompok Tumbuhan Makroalga
4. Mampu mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai jenis tumbuhan
dari kelompok Lumut kerak
5. Mengenali, mengamati perbedaan sifat ciri beberapa jenis tumbuhan lumut
(Briophyta); Mampu mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai
jenis tumbuhan dari kelompok Tumbuhan Lumut; Mampu dan trampil memisahkan
masing-masing kelompok tumbuhan berdasarkan kelasnya
6. Menguasai teknik dasar mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan dari kelompok
Tumbuhan Paku; Mampu dan trampil memisahkan masing-masing kelompok
tumbuhan berdasarkan kesamaan dan perbedaannya pada kelasnya
7. Mempunyai kemampuan teknik dasar dalam mengenali dan mengidentifikasi berbagai
spesies tumbuhan biji terbuka
8. Mempunyai kemampuan dasar dalam mengenali dan menunjukkan bagian-bagian
tumbuhan dan peristilahan dari tumbuhan berbunga, membuat deskribsi, rumus bunga
dan diagram bunga dari tumbuhan berbunga.
9. Mengenali beberapa jenis contoh anggota Ordo Apocynales; Menguasai teknik dasar
mengidentifikasi dan mendeskribsi beberapa anggota Ordo Apocynales
10. Mempunyai kemampuan dasar dalam mengenali, mengidentifikasi dan mendeskribsi
beberapa anggota dari famili Asteraceae
11. Mampu mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar
kampus; Membuat data base keanekaragaman Flora di sekitar kampus.
12. Mampu menegenali berbagai jenis tumbuhan, melakukan koleksi dan membuat
awetan berbagai jenis tumbuhan pada habitat yang berbeda
13. Mampu menganalisis hubungan kekerabatan fenetik antar takson tumbuhan
MATERI PRAKTIKUM

Acara I. Asistensi
Acara II. Makroalga
Acara III. Lichenes
Acara IV. Briophyta
Acara V. Pteridophyta
Acara VI. Gymnospermae
Acara VII. Terminologi Angiospermae
Acara VIII. Magnoliopsida: Apocynales
Acara IX. .Magnoliopsida: Asteraceae
Acara X. Liliopsida
Acara XI. Identifikasi Flora Kampus
Acara XII. Keanekaragaman Tumbuhan Pada Berbagai Habitat
Acara XIII Kekerabatan Antar Takson
Acara XIV Responsi
ACARA I
ASISTENSI

A. ATURAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM :

 Ketentuan Umum
1. Mahasiswa peserta praktikum wajib memenuhi syarat akademik sesuai ketentuan yang
berlaku di Departemen Biologi.
2. Mahasiswa peserta praktikum disebut Praktikan.
3. Mahasiswa yang membantu dosen pengampu dalam pelaksanaan praktikum disebut
Asisten.
4. Praktikan dipandu oleh asisten dalam pelaksanaan kegiatan praktikum.
5. Praktikan wajib mematuhi ketentuan yang berlaku termasuk mengikuti arahan asisten
pada saat pelaksanaan praktikum.
6. Praktikan wajib menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban pelaksanaan praktikum.

 Tata tertib Peserta Praktikum


1. Praktikan wajib berpakaian rapi, sopan, bersepatu dan tidak boleh memakai kaos non
kerah (Oblong).
2. Selama praktikum berlangsung, Praktikan wajib memakai pakaian praktikum (Jas
praktikum).
3. Khusus acara praktikum yang menggunakan bahan – bahan kimia dan atau alat yang
berpotensi bahaya, praktikan wajib melengkapi dengan keamanan diri sesuai standar
biosafety.
4. Praktikan dilarang melakukan tindakan tertentu terhadap bahan dan atau alat
praktikum tanpa arahan dan pendampingan dosen pengampu praktikum.
5. Praktikan wajib bertanggungjawab atas setiap tindakan dan perlakuan yang diberikan
terhadap bahan dan atau alat praktikum.

 Ketentuan Waktu Praktikum


1. Praktikum 1 sks berlangsung selama 170 menit (Sesuai peraturan Rektor Undip nomor
15 tahun 2017).
2. Praktikan wajib hadir di laboratorium selambat-lambatnya 10 menit sebelum
praktikum dimulai.
3. Praktikan yang terlambat hadir pada acara praktikum WAJIB meminta ijin kepada
dosen pengampu praktikum.
4. Praktikan yang tidak hadir pada acara praktikum dapat mengajukan permohonan Inhal
(penggantian waktu) dengan syarat dan ketentuan menyesuaikan keputusan Pengelola
Laboratorium penyelenggara praktikum.
 Ketentuan Laporan
1. Praktikan wajib menyusun laporan praktikum sesuai acara yang dilaksanakan sesuai
ketentuan.
2. Format dan sistematika laporan mengikuti ketentuan yang berlaku di Laboratorium
 Ketentuan Evaluasi
1. Bentuk evaluasi dilaksanakan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh pengelola
Laboratorium atau tim pengampu praktikum.
2. Sebelum acara praktikum dimulai dilaksanakan pre test.
3. Setelah acara praktikum dilaksanakan post test.(sesuai kebijakan laboratorium)
4. Evaluasi akhir acara praktikum / Responsi
ACARA II
MAKROALGA

Kompetensi dasar:

Setelah melakukan kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan:


1. Mengenali, beberapa jenis Macroalga (Chlorophyta, Phaeophyta, Rhosophyta)
2. Mampu mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai jenis tumbuhan
dari kelompok Tumbuhan Makroalga
3. Mampu dan trampil memisahkan masing-masing kelompok Macroalga berdasarkan
kelasnya

A. Dasar Teori

Dalam klasifikasi tradisional Alga dimasukkan dalam Thallophyta (Tumbuhan


berthalus) adalah tumbuhan yang belum dapat dibedakan akar, batang dan daun sehingga
dikatakan dengan tumbuhan talus. Tubuh yang berupa talus itu mempunyai struktur dan
bentuk dengan variasi yang sangat besar, dari yang terdiri atas satu sel berbentuk bulat
sampai yang terdiri atas banyak sel dengan bentuk yang kadang-kadang telah mirip dengan
kormusnya tumbuhan tingkat tinggi.
Ukuran dan struktur tubuh thallus alga beranekaragam ada uniseluler hingga
multiseluler, mikroskopis hingga makroskopis. Bentuk tubuh ada yang bulat, filament,
lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Alga merupakan tumbuhan yang hidup
di air, baik air tawar maupun air laut, setidak-tidaknya selalu menempati habitat yang lembab
atau basah. Alga yang hidup di laut, bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan
rumput laut.
Struktur tubuh alga menunjukkan keanekaragaman yang sangat besar, tetapi sernua
selnya selalu jelas mempunyal inti dan plastid, dalam plastid terdapat klorofil a, b atau kedua-
duanya. Sering juga ditemukan zat-zat warna lain yang justru kadang-kadang lebih menonjol
dan menyebabkan ketompok-kelompok alga tertentu diberi nama menurut warna tadi. Zat-
zat warna tersebut berupa fikosianin (berwama biru), fikosantin (berwarna pirang), fikoeritrin
(merah). Disamping itu juga diternukan zat-zat warna santofil (kuning) dan karoten
(keemasan)
Berdasarkan plastidanya Alga terbagi menjadi beberapa kelas :
- Cyanophyta (ganggang biru), masih prokaryotik.
- Chlorophyta (ganggang hijau)
- Chrysophyta (ganggang keemasan)
- Phaeophyta (ganggang coklat/ perang)
- Rhodophyta (ganggang merah)
Yang termasuk alam Makroalga adalah Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta

Chlorophyta
Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau yang mirip dengan
tumbuhan tinggi berdasarkan pigmennya, khlorofil a dan b, karotin dan xantofil. Dinding sel
terdiri dari sellulosa dan pektin, dan hasil fotosintesisnya adalah karbohidrat (tepung).
Terdapat perkapuran pada beberapa jenis,. Jenis-jenis dari divisi ini adalah makroskopis,
filamen, (benang), sefon (bunga karang) atau bentuk thallus. Thallus terdiri dari sel-sel yang
merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, atau berbentuk pita, berupa
membaran, tubular, dan kantong atau bentuk lain. Hidupnya ada yang di air tawar, air laut dan
juga pada tanah yang lembab atau yang basah.

Phaeophyta
Phaeophyta (ganggang coklat/perang). Hidup di pantai, warna coklat karena adanya pigmen
fikosantin (coklat), klorofil a, klorofil b dan xantofil. Tubuh berbentuk seperti benang atau
lembaran yang dapat mencapai puluhan meter.

Rhodophyta
Rhodophyta (algae merah) umumnya warna merah karena adanya protein fikobilin, terutama
fikoeritrin, tetapi warnanya bervariasi mulai dari merah ke coklat atau kadang-kadang hijau
karena jumlahnya pada setiap pigmen. Dinding sel terdiri dari sellulosa dan gabungan pektik,
seperti agar-agar, karaginan dan fursellarin. Hasil makanan cadangannya adalah karbohidrat
yang kemerah-merahan. Ada perkapuran di beberapa tempat pada beberapa jenis. Jenis dari
divisi ini umumnya makroskopis, filamen, sipon, atau bentuk thallus, beberapa dari mereka
bentuknya seperti lumut.

Umumnya hidup di laut dan beberapa jenis di air tawar, mengandung pigmen kklorofi a,
klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin. Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau
lembaran.

B. Bahan & Alat


1. Ulva
2. Caulerpa
3. Halimeda
4. Sargassum
5. Padina
6. Gracillaria
7. dll

C. Prosedur Kerja
1. Amati satu persatu specimen yang disiapkan
2. Gambar secara skematis, amati dan beri keterangan bagian bagiannya: bentuk
thallus, ada tidaknya/bentuk alat pelekat (holdfast) atau struktur menyerupai akar
(rizoid); struktur seperti batang (couloid, rizome, stipes) struktur menyerupai daun
(filoid, blade), organ fotosintesis, serta organ khusus lainnya

3. Catat hasil pengamatan anda dalam tabel pengamatan


4. Diskusikan hasil pengamatan anda bagaimana perbedaan kelompok algae yang satu
dengan lainnya (alga hijau, alga merah dan alga Coklat)

D. Pengamatan

1. Gambar Skematis
2. Tabel pengamatan sifat ciri

No Sifat ciri Spesies


1 2 3 dst
1 Bentuk thallus
2 Struktur mirip akar
3 Struktur mirip batang
4 Struktur mirip daun
5 Oran reproduktif
6 Sifat ciri/Organ lainnya

E. Soal
.......................
ACARA II
LICHENES
Kompetensi dasar:

Setelah melakukan kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan:


1. Mengenali, beberapa jenis lumut Kerak (Lichenes)
2. Mampu mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai jenis tumbuhan dari
kelompok Lumut kerak
3. Mampu dan trampil memisahkan masing-masing tipe Lichenes berdasarkan persamaan
dan perbedaan sifat cirinya

A. Dasar Teori
Lichenes merupakan organisme hasil simbiosis antara Fungi dgn sel-sel alga.
Komponen fungi disebut mikobion dan komponen alga disebut fikobion. Algae penyusun
tubuh Lichenes (gonidium). Gonidium: ganggang biru (Cyanophyceae): choococcus dan
Nostoc, kadang-kadang ganggang hijau (Cholorophyceae) misalnya Cystococcus dan
Trentopohlia. Fungi penyusun Lichenes: Ascomycetes terutama Discomycetales, kadang-
kadang Pyrenomycetales, Basidiomycetes . Keduanya hidup sendiri-sendiri, tetapi dengan
hidup pada lumut kerak lebih menguntungkan bagi keduanya, karena mereka mampu
hidup pada substrat atau tempat yang organisme lain tidak dapat hidup, misalnya batu.
Dapat hidup pd pohon-pohonan secara komensalisme tetapi banyak yang hidup pada
tanah ataupun pada batu terutama di daerah tundra.
Lichen dapat ditemukan mulai dari dataran randah sampai pada dataran tinggi.
Lichenes organisme perintis/pioneer. Memiliki peranan yang sangat penting dalam
kehidupan. Urutan suksesi : Lichenes – Lumut – Rumput – Perdu – Semak – Pohon.
Lichenes sangat tahan terhadap kekeringan. Jenis-jenis Lichen yang hidup pada bebatuan
pada musim kering berkerut, dormancy.
Jika mendapat air maka tubuh tumbuhan yang telah kering menunjukkan aktivitasnya
kembali. Pertumbuhan talusnya sangat lambat.Ukuran tubuhnya dalam satu tahun tidak
mencapai 1 cm. badan buah yang baru akan tumbuh setelah Lichen mengadakan
pertumbuhan vegetatif selama bertahun-tahun.

Bentuk thallus
Empat types/bentuk Lichenes
1. Fruticose – branched, strap shaped or threadlike thallus, upright or hanging
2. Foliose – flattened branching lobes loosely attached to the substratum, leaflike.
Have upper and lower surfaces
3. Crustose – flattened, scalelike, No lower surface, tightly bound to substratum
4. Squamulose – intermediate between foliose and crustose. Scales, lobes smaller
than in foliose
B. Bahan & Alat
1. Graphis
2. Parmelia
3. Usnea

C. Prosedur Kerja
1. Cobalah cari jenis lichens yang ada di sekitar lingkungan anda, catat tempat
hidupnya
2. Amati satu persatu specimen yang tersedia lichen yang tersedia
3. Gambar skematis dan tunjukkan bagian bagian yang ada thallus, lobus, apotesia
4. Amati dan bedakan bentuk thallus masing-masing

D. Pengamatan
Catat hasil pengamatan anda

E. Soal
.......................
ACARA IV
BRYOPHYTA

Kompetensi dasar:

Setelah melakukan kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan:


1. Mengenali, mengamati perbedaan sifat ciri beberapa jenis tumbuhan lumut
(Briophyta)
2. Mampu mengidentifikasi, mengkarakterisasi, mendeskribsi berbagai jenis
tumbuhan dari kelompok Tumbuhan Lumut
3. Mampu dan trampil memisahkan masing-masing kelompok tumbuhan
berdasarkan kelasnya

A. DASAR TEORI:

TUMBUHAN LUMUT
Tumbuhan lumut (Bryophytes) adalah golongan tumbuhan tingkat rendah yang sudah
mempunyai gametangium dan sporangium. Gametangium dan sporangium bersifat
multiseluler dan dilindungi oleh sel-sel steril . Gametangium jantan bentuknya seperti
kantong dan disebut antheridium serta menghasilkan banyak sperma. Gametangium betina
mempunyai bentuk menyerupai botol disebut archegonium dan mempunyai satu sel telur. Sel
telur yang telah dibuahi tetap tinggal di dalam archegonium dan tumbuh menjadi embrio,
sehingga lumut termasuk golongan Embryophyta.
Tumbuhan lumut mempunyai ciri umum: tubuh berupa thallus berbentuk seperti
lembaran daun atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil. Belum mempunyai batang,
akar dan daun sejati. Tumbuhan lumut berwarna hijau karena plastida mengandung klorofil a
dan b; cadangan makanan berupa karbohidrat; dinding sel tersusun oleh selulose.
Kebanyakan hidup di darat sehingga dalam susunan tubuhnya telah ada penyesuaian
terhadap kehidupan darat, tetapi untuk terjadinya pembuahan masih tetap memerlukan air.
Dalam siklus hidupnya terdapat pergantian keturunan antara sporofit (diploid) dan gametofit
(haploid), gametofit mendominasi dalam siklus hidup. Tumbuhan yang hidup bebas
merupakan fase gametofit, sedang sporofit atau sporangium selama hidupnya tetap tinggal
dan mendapatkan makanan dari gametofit. Spora yang dihasilkan sama bentuk dan ukurannya
sehingga disebut homospore atau isospora.
Berdasarkan bentuk thallus serta perkembangan sporangiumnya Tumbuhan Lumut
dibedakan menjadi 3 Divisi, yaitu: Anthocerotophyta (lumut tanduk), Bryophyta (lumut
daun) dan Hepaticophyta/ Marchantiophyta (lumut hati).
F. Bahan:
Divisi :Hepaticophyta/ Marchantiophyta,Anthocerotophyta,
Bryophyta
Species :
1. Marchantia sp. (lumut hati). 3. Bryum sp. (lumut daun)
2. Anthoceros sp. (lumut tanduk). 4. Dll

G. CARA KERJA
H. Carilah specimen/bahan tumbuhan lumut seperti di atas, dari lingkungan sekitar
I. Amati satu persatu spesimen yang telah disiapkan, jika perlu gunakan kaca pembesar
ataupun mikroskop.
J. Perhatikan habitusnya: bentuk thalus, serta sifat ciri lain yang khas, bandingkan
specimen satu dengan lainnya.
K. Amati secara seksama bagian-bagian tumbuhannya adakah akar, batang, daun
sesungguhnya?
L. Adakah organ reproduktifnya?
M. Bandingkan karakteristik dari setiap spesimen. Masukkan dalam tabel pengamatan
N. Bila perlu gambar secara skematis!
O. Diskusikan dan Carilah sifat ciri kunci untuk membedakan kelompok kelompok
Tumbuhan Lumut tersebut ke dalam kelasnya

Contoh tabulasi hasil pengamatan


No Sifat Spesies
1 2 3 dst
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif
6 Sifat ciri lain
ACARA V
PTERIDOPHYTA

Kompetensi Dasar:

Setelah melakukan kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan:

1. Menguasai teknik dasar mengidentifikasi berbagai jenis tumbuhan dari kelompok


Tumbuhan Paku
2. Mampu dan trampil memisahkan masing-masing kelompok tumbuhan berdasarkan
kesamaan dan perbedaannya serta menganalisis hubungan kekerabatan diantaranya

A. DASAR TEORI:

TUMBUHAN PAKU

Tumbuhan paku (Pteridophytes) masih digolongkan sebagai tumbuhan tingkat rendah, karena
meskipun tubuhnya sudah jelas mempunyai kormus tetapi belum menghasilkan biji. Alat
perkembangbiakan utama berupa spora. Tumbuhan paku sudah mempunyai akar, batang,
daun. Pada akar batang dan daun telah terdapat jaringan pengangkut yang tersusun atas
bagian floem dan xilem yang belum terdapat pada tumbuhan lumut yang lebih rendah tingkat
perkembangannya. Pada species yang masih primitif daunnya masih sangat sederhana, belum
mempunyai helaian daun, masih disebut mikrofil.

Tumbuhan paku umumnya ditandai dengan pertumbuhan pucuk yang melingkar atau
menggulung (crozier/ fiddlehead). Sporangium dibentuk pada daun atau ketiak daun. Daun
yang menghasilkan sporangium disebut sporofil, daun yang tidak menghasilkan spora
disebut tropofil. Kumpulan sporangium pada daun disebut sorus. Kumpulan sporofil yang
terletak di ujung cabang/ batang disebut strobilus. Sporangia dapat juga dihasilkan oleh suatu
struktur khusus yang disebut sporokarpium, misal pada tumbuhan paku air.

Tumbuhan paku juga mempunyai pergiliran keturunan. Individu yang menghasilkan


gamet disebut gametofit (bersifat haploid). Setelah terjadi fertilisasi akan terbentuk zigot
(bersifat diploid). Zigot ini akan membentuk individu yang diploid yang disebut sporofit.
Sporofit inilah yang disebut sebagai tumbuhan paku pada Pteridophyta. Sporofit akan
menghasilkan spora melalui pembelahan reduksi sehingga spora yang dihasilkan adalah
haploid. Sebagian besar tumbuhan paku bersifat homospor atau isospor.. Spora yang
berkecambah akan membentuk prothalium (prothallus).

Smith (1955) dan Zimmerman (1959) dalam Vashista (1972) telah membagi dunia
tumbuhan paku menjadi 4 divisi yaitu: Psilophyta, Lepidophyta (Lycophyta), Calamophyta
(Arthrophyta) dan Pterophyta (Filicophyta)

B. BAHAN:
Divisi :Lepidophyta (Lycophyta), Calamophyta (Arthrophyta) dan Pterophyta
(Filicophyta)
Species :
1. Lycopodium sp. 4. Pteris vittata
2. Selaginella sp. 5. Adiantum
3. Equisetum sp. 6. Marsilea crenata. dll

C. CARA KERJA

1. Cobalah sedapat mungkin mencari specimen segar jenis jenis tumbuhan paku yang
ada di sekitar anda
2. Amati satu persatu spesimen yang telah disiapkan
3. Perhatikan habitusnya, serta sifat ciri lain yang khas, bandingkan specimen satu
dengan lainnya.
4. Amati secara seksama bagian-bagian adakah akar, batang, daun sesungguhnya?
5. Adakah organ reproduktifnya?
6. Bandingkan karakteristik dari setiap spesimen. Masukkan dalam tabel pengamatan
7. Bila perlu gambar secara skematis!
8. Diskusikan dan carilah karakter pembeda untuk membandingkan berbagai jenis
tesebut ke dalam kelompok kelompoknya
Contoh tabulasi hasil pengamatan

No Sifat Spesies
1 2 3 dst
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif
6 Sifat ciri lain

ACARA VI
GYMNOSPERMAE
Kompetensi Dasar :

Setelah selesai melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu dan trampil:
1. Mempunyai kemampuan teknik dasar dalam mengenali dan mengidentifikasi
berbagai spesies tumbuhan biji terbuka

2. Mampu mendeskripsi dan menganalisis hubungan kekerabatan diantara specimen


dari kelompok Gymnospermae

A. DASAR TEORI

Tumbuhan Biji terbuka (Gymnospermae)


Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) merupakan kelompok tumbuhan dengan ciri
khas adanya organ biji. Bersama dengan kelompok tumbuhan berbiji lainnya yaitu
Angiospermae (tumbuhan biji tertutup), tumbuhan ini dimasukkan dalam dalam Tumbuhan
berbiji (Spermatophyta). Spermatophyta secara filogenetik mempunyai perkembangan
tertinggi.

Spermatophyta dibagi menjadi 2 kelompok besar berdasarkan perlindungan terhadap


bakal biji (ovulum) sebelum dan sesudah pembuahan. Gymnospermae (Tumbuhan biji
terbuka) mempunyai bakal biji yang bebas terbuka sebelum dan sesudah pembuahan, tidak
ditutup oleh dinding bakal buah (ovarium). Sedang Angiospermae (Tumbuhan berbiji
Tertutup) mempunyai bakal biji yang tertutup sempurna di dalam struktur yang disebut bakal
buah.

Pada Gymnospermae bunga yang sesungguhnya belum ada. Struktur seperti bunga
masih disebut strobilus (seperti Tumbuhan Paku). Strobilus berkembang dari sporofil.
Sporofil terpisah dalam strobilus jantan dan strobilus betina. Bakal biji
(makrosporangium/megasporangium) menempel pada daun buah (makrosporofil). Bakal biji
tidak tertutup oleh dinding bakal buah sehingga disebut Tumbuhan biji terbuka

Gymnospermae dibagi menjadi beberapa Divisi yang sebagian telah punah. Diantara yang
masih ada adalah anggota dari Divisi Pinophyta, Cycadophyta dan Gnetophyta.

B. BAHAN
Divisi : Pinophyta, Cycadophyta dan Gnetophyta.
Kelas : Pinopsida, Cycadopsida, Gnetopsida
Ordo : Pinales, Cycadales, Gnetales
Famili : Pinaceae, Cycadaceae, Gnetaceae
Species : 1. Pinus merkusii Jungh 3. Gnetum gnemon L
2. Cycas rumphii , Mig.

C. CARA KERJA

Ambil specimen yang disediakan.

1. Carilah specimen segar tumbuhan yang akan digunakan untuk praktikum


2. Amati secara seksama bagian-bagian batang, daun, organ reproduktif (strobilus,
buah biji) serta sifat sifat khusus lainnya dari masing-masing specimen.
3. Gambar secara skematis
4. Masukkan dalam tabel pengamatan
5. Diskusikan bagaimana ciri ciri umum Gymnospermai dan apa sifat ciri pembeda
beberapa jenis Gymnospermae yang dipraktikumkan

Contoh tabulasi hasil pengamatan

No Sifat Spesies
1 2 3 4
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif

ACARA VII
TERMINOLOGI DAN DESKRIPSI ANGIOSPERMAE
Kompetensi Dasar:
Setelah melakukan kegiatan praktikum acara ini mahasiswa diharapkan:

1. Mempunyai kemampuan dasar dalam mengenali dan menunjukkan bagian-bagian


tumbuhan dan peristilahan dari tumbuhan berbunga.
2. Menguasai teknik dasar dalam membuat deskribsi, rumus bunga dan diagram bunga
dari tumbuhan berbunga.

A. DASAR TEORI

Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan berbiji, terdiri dari tumbuhan berkayu


maupun tumbuhan berbatang basah, tidak seperti Gymnospermae yang hanya terdiri dari
tumbuhan berkayu saja. Diferensiasi lebih lanjut tampak dari adanya trachea dalam xylem
dan sel-sel pengiring dalam floem. Daun-daun bertulang menyirip atau menjari.
Perkembangan organ reproduksinya menunjukkan perkembangan lebih lanjut dengan adanya
organ bunga, pada Gymnospermae masih disebut strobillus.

Bentuk dan susunan bunga pada Angiospermae bermacam-macam. Bunga selalu


terdiri dari bagian-bagian bunga yang tersusun berkarang. Hiasan bunga biasanya dapat
dibedakan dalam kelopak dan mahkota bunga. Pada bunga terdapat organ kelamin jantan dan
betina, umumnya bunga adalah hermaprodite.

Pada Angiospermae bunga mempunyai sumbu sangat pendek yang berubah menjadi
dasar bunga. Pada dasar ini bagian-bagian bunga lainnya dapat tersusun secara spiral
(asirkuler), atau dalam lingkaran-lingkaran atau berkarang (sirkuler). Ada juga yang bersifat
hemisirkuler, sebagian tersusun spiral dan bagian lain melingkar. Umumnya bunga
Angiospermae adalah sirkuler, jumlah tiap bagian berbeda-beda. Pada tumbuhan dikotil
umumnya 5 (pentamer), 4 atau 2, pada monokotil trimer (kelipatan 3).

Berdasarkan filogeni, susunan spiral dianggap lebih tua dibandingkan sirkuler.


Susunan sirkuler dianggap berasal dari susunan spiral dimana bagian-bagian bunga tertentu
mengalami reduksi sehingga terjadi bentuk sirkuler.

Bunga yang tersusun sirkuler mempunyai bagian-bagian bunga yang tersusun


melingkar dalam lingkaran yang jumlahnya tidak tetap. Pada bunga biasanya terdapat 5
lingkaran (pentasiklik), 2 lingkaran dau-daun hiasan bunga (kelopak dan mahkota), 2
lingkaran benangsari, dan 1 lingkaran daun buah.
Penyusun daun-daun kelopak disebut sepala dan penyusun daun-daun mahkota
disebut petala. Bila hiasan bunga tidak bisa dibedakan kelopak dan mahkota maka disebut
tenda bunga disebut tepala. Benang sari seluruhnya disebut alat kelamin jantan atau
androecium, daun-daun buah seluruhnya disebut alat kelamin betina atau ginacium.

Berdasarkan simetri bunganya maka bunga dapat dibedakan: bersimetri banyak


(actinomorf), bilateral simetri, monosimetri (zigomorf) ataupun asimetri. Simetri bunga,
duduk bagian-bagian bunga serta bagaimana bagian-bagian tersebut saling menutupi, kita
sebut sebagai diagram bunga. Diagram bunga merupakan proyeksi skematik bagian-bagian
bunga. Terdapat 2 macam diagram bunga, yaitu diagram empirik, hanya memuat bagian-
bagian yang ada serta diagram teoritik juga memuat bagian-bagian yang tidak ada.

Disamping diagram bunga kita bisa terakan suatu rumus bunga. Pada rumus bunga
masing-masing dinyatakan dengan satu huruf:

K : dari kalyx, berarti kelopak


C : dari Corolla, berarti mahkota atau
P : dari perigonium, berarti tenda bunga.
A : dari Androecium, berarti benang-benang sari
G : dari Gynaesium, yang menunjukkan daun-daun
buah.

Pada penulisan rumus bunga, di depan setiap rumus bunga terdapat tanda simetri *
(bintang) menunjukkan simetri banyak dan (panah) menunjukkan simetri tunggal. Di
belakang nama huruf kita cantumkan bilangan menunjukkan jumlah bagian-bagian masing-
masing. Jika baian-bagian itu berlekatan angka ditaruh dalam tanda kurung ( ), jika ada 2 alat
berlekatan kedua-duanya ditaruh dalam tanda kurung besar. Bakal buah yang menumpang
(superior) diberi tanda dengan suatu garis di bawah angka, dan bakal buah yang tenggelam
dengan suatu garis di atasnya.

DESKRIPSI

Deskripsi atau pertelaan atau pencandraan adalah mata pelukisan atau penggambaran dengan
kata-kata tentang batasan, ruang lingkup dan sifat-sifat takson. Dalam membuat dekripsi dari
tumbuhan hendaknya diperhatikan hal-hal berikut:

1. Pertelaan dibuat selengkap mungkin, hendaknya disusun secara teratur dengan


memakai urutan tertentu. Urutan yang biasa dipakai adalah:
 Dari yang umum menuju yang khusus
 Dari dasar sampai ujung
 Dari bagian luar sampai bagian dalam
 Dari organ secara umum sampai kepada bagian-bagiannya secara terperinci
sendiri-sendiri.
Biasanya urutan yang dipakai adalah perawakan (habitus), daur hidup, akar,
batang, daun, bunga, buah, biji, kecambah.

2. Pertelaan yang lengkap hendaknya tetap jelas, singkat, ringkas, padat seperti susunan
kata-kata dalam surat kawat (telegram).
3. Istilah yang dipakai hendaknya istilah teknik yang makna setiap katanya tegas dan
jelas, tidak menggunakan istilah yang berbeda dengan maksud yang sama.
4. Pada pertelaaan yang dibuat juga dapat dilengkapi gambar, foto-foto yang dianggap
perlu untuk mendapat perhatian khusus, yang mungkin memuat ciri utama untuk
mengenal tumbuhan tadi.

B. BAHAN
Spesimen dari bunga segar:
Caesalpinnia pulcherima (kembang merak)
Hibiscus rosa-cinensis (Kembang sepatu)

C. CARA KERJA
1. Carilah bahan segar dari tumbuhan lengkap dengan bunganya.
2. Catat nama spesies, gambar bunga dan bagian-bagianya.
3. Catat dan amati bagian-bagianya secara seksama dengan format isian pencirian di
bawah
4. Buat rumus bunga dan diagram bunganya.
5. Dari hasil pencirian tersebut buat deskribsi bentuk telegram
 Dengan urutan dari bentuk umum tumbuhan (habitus), perihal daun, batang,
bunga, buah, biji.
 Bagian organ satu dengan lainnya dipisahkan dengan titik (.). Bagian satu dengan
bagian lain dalam satu organ (sub organ) dipisahkan dengan tanda titik koma (;),
sifat ciri dalam satu bagian dipisahkan dengan tanda koma (,).

PENCIRIAN
Habitus: ______, tinggi ______, umur_______, lainnya___
Akar: Bentuk: ________, sifat: warna, getah _________
Batang:Bentuk_______, arah tumbuh ______, percabangan _____, sifat lain: getah,
lentisel, warna ______
Daun: Tipe____ , Susunan ____ , bentuk _____ lainnnya____-
Karangan bunga: Tipe _________, letak ______________
Bunga: Jantan/betina/banci
Kaliks: Simetri_______, Jumlah sepala ______susunan _________Warna _________, sifat
khusus _________
Corolla: Simetri____ Jumlah sepala ______, susunan ______,
Warna _______,____ sifat khusus _____________
Androecium: Jumlah stamen _______, susunan _________, letak__________, sifat hkusus
______
Gynoecium: Jumlah pistilum _________, Jumlah styllus _____, Jumlah stigma ____ Jumlah
ovarium ________, Jumlah lokulus_______, letak _______ , sifat khusus _______

RUMUS BUNGA:

DIAGRAM BUNGA:

DESKRIPSI:

ACARA VIII
MAGNOLIOPHYTA : ORDO APOCYNALES
FAMILI APOCYNACEAE

Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti acara praktikum ini mahasiswa diharapkan:
1. Mengenali beberapa jenis contoh anggota Ordo Apocynales
2. Menguasai teknik dasar mengidentifikasi dan mendeskribsi beberapa anggota Ordo
Apocynales

A. DASAR TEORI

BANGSA APOCYNALES (CONTORTAE)

Merupakan tumbuhan dengan daun umumnya berhadapan, tunggal atau majemuk


menyirip, corola berlekatan, actinomorf, stamen berlekatan pada corola atau pada dasar
corola, carpela 2.

FAMILIA APOCYNACEAE

 Herba, semak tegak, liana atu pohon, sering mengandung getah


 Bunga umumnya aktinomorf, biseksual
 Kaliks inferior, 5 sepala, aestivatio quincuncialis (pada Allamanda)
 Corola 5 petala, gamophyllus, waktu kuncup contortae (terpuntir)
 Stamen 5, berlekatan dengan petala, anthera bebas atau berlekatan dengan tabung
corola
 Ovarium 1-2 karpela, menumpang (superus) atu hemiinferius, biasanya berlepasan
satu sama lain, stylus dengan ujung menebal
 Contoh : Allamanda cathartica, Nerium indicum

FAMILIA ASCLEPEDIACEAE

 Herba atau semak, daun-daun berhadapan


 Bunga dichasial atau monochasial, bentuk payung atau malai, cymosa atau racemosa
 Kaliks inferior,epala, imbricata
 Corola 5 petala, gamophylus, valvata atau contorta
 Corona terdiri dari :
1. faucal annulus : berasal dari tabung corola
2. true corona : berasal dari filamentum
3. steril appendage : tumbuh adri antera
 Gynostegium = gynostemium : merupakan organ berbentuk bintang pada ujung
corona, merupakan perlekatan antara stamen dan gynaecium
 Stamen terkumpul dalam polinia yang berjumlah sepasang pada sudut gynostemium
 Bagian-bagian polinia :
1. translator arm = retinaculum = caudicula
2. corpusculum = discus viscidish
 Ovarium dengan 2 karpela, menumpang
 Contoh : Calotropis gigantea
B. BAHAN:

Jenis-jenis tumbuhan dari anggota Bangsa Apocynales yang ada disekitar kampus:

1. Allamanda (Allamanda cathartica)


2. Oleander (Nerium indicum)
3. Gondang (Thevetia piruviana)
4. Kamboja (Plumeria acuminata)
5. Bintaro (Cerbera manghas)
6. Tapak doro (Catharanthus roseus)
7. Biduri (Calotropis gigantea)

C. CARA KERJA

1. Carilah preparat segar dari tanaman diatas, usahakan lengkap organ vegetatifnya
maupun generatifnya.
2. Amati secara seksama sifat ciri masing-masing specimen tersebut,
3. Catat hasil hasil pengamatan dalam tabel seperti contoh dibawah.
4. Carilah karakter umum dan karakter khusus dari anggota Apocynales yang diamati.
5. Diskusikan hasil yang anda dapatkan dengan kelompok saudara

Contoh tabel hasil pengamatan


No Sifat Spesies
1 2 3 4
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif
6 Sifat ciri lain

ACARA VIX

MAGNOLIOPSIDA: ORDO ASTERALES


FAMILIA ASTERACEAE

Kompetensi Dasar :
Setelah mengikuti kegiatan praktikum acara ini mahasiswa diharapakan:
1. Menguasai teknik dasar dalam mengenali mengidentifikasi dan mendeskripsi
beberapa anggota kelas Magnoliopsida (Dicotyledoneae)
2. Mempunyai kemampuan dasar dalam mengenali, mengidentifikasi dan
mendeskribsi beberapa anggota dari famili Asteraceae

A. DASAR TEORI

Famili : Asteraceae (Compositae)

 Merupakan famili yang terbesar, meliputi 950 marga


 Habitus: herba, perdu atau merupakan tumbuhan yang memanjat
 Daun berseling/berhadapan, tidak ada daun penumpu, tunggal.
 Bunga majemuk bongkol (capitulum), dikelilingi oleh involucrum yang berwarna
hijau
 Bunga mekar secara centripetal
 Bunga berkelamin satu (jantan, betina) atau berkelamin dua (bunga tepi betina atau
netral, bunga tengah jantan/ banci)
 Kaliks umumnya berubah menjadi bentuk seperti bulu-bulu yang disebut pappus
 Corolla bunga tepi berbentuk pita/ filiform, bunga tengah bentuk tabung,
 Corolla: gamopphyllus, bentuk tabung, corong atau filiform, 3,4,5 petala
 Stamen 5, alternasi dengan corolla, filamen melekat pada bagian dalam corolla
 Ovarium: inferus, 1 ruang, bakal biji 1.

B. BAHAN:
Jenis-jenis dari anggota famili Asteraceae yang ada disekitar kampus/sekitar lingkungan
anda:
1. Tagetes erecta 4.Ageratum conyzoides
2. Cosmos caudatus 5. Eupatorium
3. Tithonia diversifolia 6. Zinnia

C. CARA KERJA:

1. Carilah preparat segar dari tanaman diatas, usahakan lengkap organ vegetatifnya
maupun generatifnya.
2. Amati secara seksama sifat ciri masing-masing specimen tersebut, masukkan hasil
pengamatan dalam tabel seperti contoh dibawah.
3. Carilah persamaan dan perbedaan sifat ciri tiap tiap jenis Anggota Asteraceae
4. Diskusikan dengan kelompok anda apa ciri umum dan ciri khusus Anggota Famili
Asteraceae
D. Pengamatan

Catat hasil pengamatan anda dalam Tabel sebagai berikut:

No Sifat Spesies
1 2 3 4
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif
6 Sifat ciri lain

E. Soal

ACARA X
LILIOPSIDA (MONOCOTYLLEDONAE)

Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti kegiatan praktikum ini mahasiswa diharapkan:
1. Menguasai teknik dasar dalam mengenali ciri-ciri beberapa anggota dari kelas
Liliopsida terutama bangsa Zingeberales, Poales, Cyperales
2. Mampu mengidentifikasi dan mendeskribsi anggota Zingeberales, Poales, Cyperales
3. Mampu membuat kunci identifikasi buatan dari anggota Zingeberales, Poales,
Cyperales berdasarkan sifat ciri yang teramati

A. DASAR TEORI:
Tumbuhan yang tergolong dalam kelas Liliopsida mempunyai ciri-ciri: berupa terna, semak
atu pohon. Mempunyai sistem akar serabut, batang berkayu atau tidak, biasanya tidak
bercabang, ruas dan buku jelas. Daun kebanyakan tunggal, jarang majemuk, bertulang sejajar
atau melengkung, duduk daun berseling mengikuti rumus ½ atau membentuk roset, daun
berupih, kadang-kadang mempunyai lidah-lidah yang dianggap sebagai metamorfosis daun
penumpu.. Bunga berbilangan 3, kelopak dan mahkota kadang tidak bisa dibedakan.

B. BAHAN:

1. Musaceae : Pisang (Musa paradisiaca L.)


2. Cannaceae : Ganyong (Canna hybrida Hort.)
3. Orchidaceae : Anggrek (Arachnis sp.)
4. Iridaceae: Gladiolus variabilis (gladiol)
5. Cyperaceae : teki (Cyperus rotundus)
6. Gramineae : Poaceae : Padi (Oryza sativa)

C. Cara kerja

1. Carilah preparat segar dari tanaman diatas, usahakan lengkap organ vegetatifnya
maupun generatifnya.
2. Amati secara seksama sifat ciri masing-masing specimen tersebut, masukkan hasil
pengamatan dalam tabel seperti contoh dibawah.
3. Jelaskan karakter umum dan karakter khusus dari anggota kelas Liliopsida
(Monocotylledoneae) yang diamati.
4. Diskusikan hasil pengamatan anda dengan kelompok anda

D. Pengamatan

Catat hasil pengaatan anda dalam tabel hasil pengamatan sbb:

No Sifat Spesies
1 2 3 4
1 Habitus
2 Akar
3 Batang
4 Daun
5 Organ reproduktif
6 Sifat ciri lain

E. Soal
.......................

ACARA XI
IDENTIFIKASI FLORA FLORA KAMPUS
Kompetensi Dasar:

Setelah mengikutim kegiatan praktikum acara ini mahasiswa diharapkan:

1. Mampu mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar


kampus.
2. Membuat data base keanekaragaman Flora di sekitar kampus.

A. BAHAN:

Tumbuhan di sekitar kampus FMIPA UNDIP

B. CARA KERJA

1. Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok, tiap kelompok dipandu 1 asisten


2. Mahasiswa di bawa menjelajahi sekitar kampus, tiap kelompok diberi tugas untuk
mendata dan megambil sampel semua jenis tumbuhan yang ada di tiap lokasi yang
sudah ditentukan.
3. Identifikasi dilakukan sampai tingkat takson paling bawah ( jenis, marga, famili,
bangsa dst)
4. Catat semua jenis tumbuhan yang ditemukan termasuk yang belum berhasil
diidentifikasi.
5. Data ditabulasi dengan format sbb:
No Nama Nama Habitus asal/ Kolektor Keterangan/
Koleksi lokal ilmiah lokasi Nama /NIM Catatan
/Marga/
Famili/
ordo

6. Setelah pengamatan selesai, mahasiswa kembali ke kelas untuk pengumpulan data


7. Data kelompok disatukan menjadi data kelas, satu kelompok menyampaikan hasil
identifikasinya dan menunjukkan sampel dari jenis yang diidentifikasi, kelompok lain
mencocokkan, dan menambahkan jenis yang belum ada, jenis yang sama tidak perlu
dicatat lagi. Dan seterusnya sampai didapat semua jenis tumbuhan yang teramati.
8. Berapa jenis tumbuhan yang berhasil didata, berapa persen yang bisa diidentifikasi
sampai tinggkat jenis, marga, famili atau bangsa,
9. Berapa persen jenis pohon, semak dan herba, jenis apa yang mendominasi
10. Adakah jenis alga,lumut kerak, lumut, dan paku-pakuan
11. Bagaimana gambaran keanekaragaman flora kampus MIPA UNDIP

ACARA XII

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PADA BERBAGAI HABITAT

Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti kegiatan praktikum acara ini mahasiswa diharapkan:

1. Mampu melakukan koleksi dan membuat awetan berbagai jenis tumbuhan pada
habitat yang berbeda
2. Manpu mengenal, mendeskripsi, dan mengidentifikasi beranekaragam tumbuhan yang
ada sampai tingkat takson paling bawah
3. Mampu membuat kunci identifikasi buatan dari tumbuhan yang didapatkan
berdasarkan sifat ciri yang diamati
4. Manpu menunjukkan peerbedaan keanekaragaman tumbuhan pada habitat yang
berbeda.

A. ALAT DAN BAHAN:

1. Alat pengambilan sampel: gunting pohon, pisau, cutter, kantong plastik besar dan
kecil (wadah koleksi)
2. Kertas Label, buku catatan, alat tulis, pensil, spidol besar, penggaris
3. Alat pengepres: sasak, kertas karton,kertas koran, tali rafia
4. Alkohol: untuk pengawet
5. Alat pencatat data lapangan: Altimeter, pH meter tanah, termometer

B. CARA KERJA:

1. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok


2. Dilakukan penjelajahan pada setiap lokasi
3. Dilakukan koleksi dengan cara pengambilan beberapa sampel tumbuhan untuk dibuat
herbarium, diusahakan bagian yang lengkap dengan bunga atau buah.. Koleksi untuk
bahan yang besar dimasukkan dalam kantong plastik besar. Sedang tumbuhan
berukuran kecil, lumut misalnya, dimasukkan dalam kantong plastik yang kecil. Agar
daun tidak rontok biasanya bahan sampel bisa disiram dengan alkohol.
4. Dicatat data di lapangan meliputi:
 Nama tumbuhan:
 No dan tanggal koleksi
 Lokasi
 Ketinggian tempat
 Habitat:
 Catatan: berisi keterangan tambahan yang tidak terdapat dalam koleksi tumbuhan,
misalnya habitus, tinggi pohon, jumlah populasi, warna bunga dsb.
5. Setelah penjelajahan dan koleksi selesai, segera dibuat herbarium. Bahan sampel
ditata dalam kertas koran, bila ukuran bahan besar bisa dipotong atau dilipat secara
rapi. Satu kertas koran biasanya untuk satu sampel herbarium. Kemudian dipres
dengan alat pengepres (sasak) dan diikat kuat-kuat. Satu sasak biasanya untuk sekitar
10 sampel herbarium. Selanjutnya dikeringkan secara alami atau dengan buatan.
6. Untuk koleksi lumut sampel segera dikeluarkan dari plastik sampel segera setelah
sampai di rumah, segera dikeringkan secara alami di tempat terbuka.
7. Semua sampel diidentifikasi dengan buku identifikasi yang ada.
8. Dibuat deskribsi dan kunci identifikasi
9. Dibuat laporan resmi hasil praktikum lapangan

ACARA XIII

KEKERABATAN ANTAR TAKSON

Kompetensi Dasar:
Setelah mengikuti acara praktikum ini mahasiswa biologi diharapkan mampu menganalisis
hubungan kekerabatan fenetik antar takson tumbuhan

DASAR TEORI
Tjitrosoepomo (1993) & Singh (1999) menjelaskan bahwa taksonomi merupakan salah
satu bidang biologi paling dasar dengan ruang lingkup yang meliputi identifikasi, tatanama,
deskripsi, klasifikasi dan filogeni. Naik (1994) & Singh (1999) menyatakan bahwa klasifikasi
merupakan pengelompokan tanaman ke dalam kelompok tertentu baik ke dalam kelompok
yang besar ataupun yang lebih kecil dengan dasar persamaan dan perbedaan sifat ciri. Proses
ini dicapai dengan menyatukan golongan yang sama dan memisahkan golongan yang berbeda
Taksonomi numerik merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat empirik, ilmu
tersebut berguna dalam menentukan kedudukan takson dan menyusun klasifikasi yang
berdasarkan hubungan kekerabatan fenetik melalui pelaksanaan metodologi yang bertahap.
Taksonomi numerik didasarkan pada bukti fenetik sebagai penilaian dari suatu fenotip
organisme yang terbagi dalam suatu seri langkah yang objektif, jelas, tegas dan dapat diulang.
Jumlah karakter yang digunakan dalam taksonomi numeric masih belum ada ketentuan yang
pasti. Ada pendapat yang menyatakan bahwa sebaiknya tidak kurang dari 60 karakter, atau
berkisar 50 – 100 karakter (Shukla & Misra, 1982).

Shukla & Misra (1982) menggolongkan hubungan kekerabatan sebagai berikut ;

1. Hubungan kekerabatan fenetik . Merupakan hubungan kekerabatan yang berdasar pada


kesamaan sifat-sifat prinsip (tampak) antara individu yang satu dengan yang lainnya.
2. Hubungan kekerabatan kladistik. Merupakan hubungan kekerabatan antara individu satu
dengan yang lainnya dengan memperhatikan sejarah evulosinya.
3. Hubungan kekerabatan kronistik. Merupakan hubungan kekerabatan antara bagian-bagian
dari unit-unit taksonomi yang diukur berdasarkan skala waktu evolusi dikombinasikan
dengan fenetik.
4. Hubungan kekerabatan filogenetik . Merupakan hubungan kekerabatan antara individu
satu dengan lainnya berdasar pada sejarah asal-usul nenek moyangnya
Tumbuhan memiliki beragam sifat maupun ciri yang dapat diukur dan digunakan
sebagai dasar dari klasifikasi (Davis & Heywood, 1963). Sumber bukti yang digunakan
dalam sistematik meliputi morfologi, anatomi, palinologi, embriologi, sitologi, genetik,
biologi reproduksi, kimia, ekologi dan geografi yang disajikan sebagai sudut pandang atau
bukti dalam menentukan definisi dan sifat (Radford, 1986).
Langkah langkah dalam taksonomi numerik adalah: 1) pemilihan specimen, 2.)
penentuan dan pengukuran karakter, 3). Pemberian kode pada karakter, 4) perhitungan
kesamaan antar karakter, 5) pengelompokan, 6) ekstraksi data tiap takson.

BAHAN:
Spesimen tumbuhan dalam satu genus/ famili

Cara Kerja Penentuan hubungan kekerabatan dengan bantuan Softwear NTSys


1. Penentuan Satuan Taksonomi Operasional (STO)
Tentukan spesiemen (dapat pada tingkat popullasi, spesies, genus, famili dst) yang akan
diketahui hubungan kekerabatannya. Identifikasi Setiap specimen yang digunakan !
Masing-masing specimen berilah kode STO 1, STO 2, dst
2. Penentuan dan pengukuran sifat cirri masing- masing STO
Amati dan catat semua sifat morfologi yang ada pada specimen. Buat daftar sifat yang
diamati (contoh table 1)Berilah bobot pada masing-masing sifat cirri pada setiap STO
(tidak ada berilah bobot 0, dan jika ada berilah bobot 1)
3. Pemberian kode pada sifat
Berilah kode pada sifat-sifat yang diamati (1,2,3 dst)
4. Penghitungan kesamaan antar takson dan pengelompokan di lakukan dengan bantuan
softwear NTSys.

Langkah-langkah Penghitungan kesamaan antar takson dan pengelompokan di lakukan


dengan bantuan softwear NTSys adalah sebagai berikut:
1. Persiapkan tabel sifat ke dalam file exel dan
sebaiknya disimpan dalam versi 97 – 2003, supaya
dapat terbaca oleh program.

Contoh 1. Tabel sifat ciri


No Sifat Spesies
1 2 3 4 5
1 Habitus Semak/ perdu + + + + +
2 Akar tunggang + + + + +
3 Akar warna coklat + + + + +
4 Akar keras + + + + +
5 tinggi batang > 1 m + - - - -
6 tinggi batang < 1 m - + + + +
7 Batang tegak - - - + +
8 Batang merayap + - - - -
9 Batang berkayu + - - - -
10 Batang lunak berair - + + + +
11 Batang warna coklat + - - + +
12 Batang warna hijau - + - - +
13 Batang warna merah - - + - -
Dst

Tabel 2. Pembobotan

Di tulis dalam btk text

2. Instal program NTSys

3. Buka program NTSyst


Klik File  edit data file; Cari folder yang berisi file table sifat yang telah disiapkan, klik filenya, klik
Yes

Klik File import exel  pilih using OLE; selanjutnya pilih file  Open
File disimpan : Misal namai A1

Klik Similarity pada NTSys  pilih Simqual


Klik input file  Klik
File A1

Coeficient  Plilih
Dice
Klik Output File  beri nama miisal A2  selanjutnya klik Compute

Tunggu sampai keluar verifikasi

Klik Clustering pada NTSyst


Pilih Sahn

Klik input file  all file  pilih A2

Output tree file  beri nama (missal A3)

Clustering method  pilih UPGMA

In Case of Tices  pilih Find  selanjutnya klik COMPUTE

Klik gambar dendogram di pojok

Simpan : Pilih save metafile  beri nama (misal dendogram)

Untuk mengetahui matriks similaritas  buka file A2

Untuk mengetahui jarak taksonomi antar kelompok  buka file A 3


4. Inteprestasikan data jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar kelompok takson
berdasarkan gambar dendogram, similaritas, dan jarak taksonomi

5. Buatlah kunci determinasi.