Anda di halaman 1dari 11

~ 1 ~

Capasitor
CAPASITOR

1. DEFINISI
Kapasitor adalah komponen pasif elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik
di dalam medan listrik dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari
muatan listrik. Kapasitor dilambangkan dengan huruf “C” dengan satuan Farad (F)

2. STRUKTUR KAPASITOR

Struktur sebuah kapasitor terbuat dari dua buah


plat metal (elektroda) yang dipisahkan oleh suatu
bahan dielektrik. Bahan dielektrik adalah bahan
isolator yang diselipkan diantara keping isolator.
Dielektrika umumnya dapat terbuat dari bahan kertas,
udara vakum, keramik, mika, polyester, tantalium, dan
lain-lain.

3. PRINSIP KERJA KAPASITOR


 Jika kedua elektroda diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan
mengumpul pada salah satu kaki elektrodanya dan pada saat yang sama muatan-
muatan negative terkumpul pada elektroda yang satunya lagi.
 Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negative dan sebaliknya
muatan negative tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan
dielektrik yang non-konduktif.
 Muatan elektrik ini tersimpan tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung
kakinya. Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya
muatan-muatan positif dan negative di awan.

4. KEGUNAAN KAPASITOR
Kapasitor dapat digunakan untuk :
A. Menyimpan muatan listrik
a) Proses pengisian capasitor

Pada rangkaian disamping, jika


saklar diarahkan ke A maka ada arus
pengisian (Charged) capasitor (C diisi
muatan). Selang beberapa detik, capasitor
penuh dengan muatan.

Danang Erwanto, S.T.


~ 2 ~
Capasitor
Kapasitor yang bermuatan diterminal-terminalnya terdapat tegangan setinggi
sumber yang memuatinya. Kapasitor yang bermuatan sama halnya seperti sumber
arus (baterai).

b) Proses Pengosongan Capasitor

Pada gambar di samping, jika saklar


dihubungkan ke B maka muatan yang
tersimpan di kapasitor mengalir ke lampu
hingga muatan yang tersimpan pada
capasitor habis. Proses ini dinamakan
proses pengosongan capasitor.

B. Menahan Arus DC

Pada gambar di samping lampu padam, ini


menunjukkan bahwa tidak ada arus yang melalui
capasitor maupun lampu.

C. Meneruskan Arus AC

Pada gambar di samping lampu menyala,


ini menunjukkan bahwa ada arus yang melalui
capasitor maupun lampu.

5. KAPASITANSI
Kemampuan kapasitor untuk menampung muatan listrik disebut dengan kapasitansi
yang dinyatakan dengan rumus :

Keterangan :
C = Nilai Kapasitansi dalam F (farad)
Q = muatan electron dalam C (coulombs)
V = besar tegangan dalan V (volt)
Danang Erwanto, S.T.
~ 3 ~
Capasitor
Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali.
Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan pico farad, nano farad, dan mikro
farad.

6. MACAM KAPASITOR
A. Menurut Polaritas
a) Kapasitor Polar
Yaitu kapasitor yang mempunyai polaritas positif (+)
dan negatif (-) pada kakinya, sehingga pada
pemasangannya kondensator ini tidak boleh terbalik kaki
positif dan negatifnya.
Contoh:
 Kondensator Elektrolit (EL-CO).
 Kondensator tantalum.
Dibawah ini gambar untuk menentukan polaritas pada kondensator elektrolit
(EL-CO)

b) Kapasitor Non Polar


Yaitu kapasitor yang kakinya tidak mempunyai
polaritas positif atau negatif sehingga dalam
pemasangannya boleh di bolak-balik kakinya.
Contoh:
 Kondensator kertas.
 Kondensator mika.
 Kondensator keramik.
 Kondensator polyester.

Danang Erwanto, S.T.


~ 4 ~
Capasitor
B. Menurut Nilai
a) Kapasitor Tetap
Kapasitor tetap adalah kapasitor yang mempunyai nilai kapasitansi yang tetap
(tidak dapat dirubah-rubah).

b) Kapasitor Tidak Tetap


Kapasitor variable adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat dirubah-rubah.
Contoh untuk kapasitor ini adalah :
 Kapasitor Trimmer
Kapasitor jenis ini menggunakan
keramik atau plastik sebagai bahan
dielektriknya. Nilai dari kapasitor dapat
diubah – ubah dengan cara memutar
sekrup yang berada diatasnya. Didalam
pemutaran diharapkan menggunakan
obeng yang khusus, agar tidak
menimbulkan efek kapasitansi antara
obeng dengan tangan.

 Kapasitor variabel

Kapasitor ini dinegara Jepang


disebut sebagai “Varicons”, biasanya
banyak sekali digunakan sebagai pemilih
gelombang pada radio. Jenis dielektriknya
menggunakan udara. Nilai kapasitansinya
dapat dirubah dengan cara memutar
gagang yang terdapat pada badan
kapasitor kekanan atau kekiri.

C. Menurut Bahan Dielektrikanya


a) Kapasitor Electrolit (EL-CO)

Elektroda dari kapasitor ini terbuat dari


alumunium yang menggunakan membran
oksidasi yang tipis. Karakteristik utama dari
Electrolytic Capacitor adalah perbedaan
polaritas pada kedua kakinya. Dari karakteristik
tersebut kita harus berhati-hati di dalam
pemasangannya pada rangkaian, jangan sampai
terbalik. Bila polaritasnya terbalik maka akan
menjadi rusak bahkan “MELEDAK”.

Danang Erwanto, S.T.


~ 5 ~
Capasitor
Biasanya jenis kapasitor ini digunakan pada rangkaian power supply, low
pass filter, rangkaian pewaktu. Kapasitor ini tidak bisa digunakan pada rangkaian
frekuensi tinggi. Biasanya tegangan kerja dari kapasitor dihitung dengan cara
mengalikan tegangan catu daya dengan 2. Misalnya kapasitor akan diberikan catu
daya dengan tegangan 5 Volt, berarti kapasitor yang dipilih harus memiliki
tegangan kerja minimum 2 x 5 = 10 Volt.

b) Tantalum Capasitor

Merupakan jenis electrolytic


capacitor yang elektrodanya terbuat
dari material tantalum. Komponen ini
merupakan jenis capasitor polar, cara
membedakannya dengan mencari
tanda + yang ada pada tubuh kapasitor,
tanda ini menyatakan bahwa pin
dibawahnya memiliki polaritas positif.

Dalam pemasangan komponen ini diharapkan untuk berhati-hati karena tidak


boleh terbalik. Karakteristik temperatur dan frekuensi lebih bagus daripada
electrolytic capacitor yang terbuat dari bahan alumunium dan kebanyakan
digunakan untuk sistem yang menggunakan sinyal analog. Contoh aplikasi yang
menggunakan kapasitor jenis ini adalah noise limiter, coupling capacitor dan
rangkaian filter.

c) Ceramic Capasitor
Kapasitor menggunakan bahan
titanium acid barium untuk dielektriknya.
Karena tidak dikonstruksi seperti koil
maka komponen ini dapat digunakan
pada rangkaian frekuensi tinggi.
Biasanya digunakan untuk melewatkan
sinyal frekuensi tinggi menuju ke
ground.

Kapasitor ini tidak baik digunakan untuk rangkaian analog, karena dapat
mengubah bentuk sinyal. Jenis ini tidak mempunyai polaritas dan hanya tersedia
dengan nilai kapasitor yang sangat kecil dibandingkan dengan kedua kapasitor
diatas.

Danang Erwanto, S.T.


~ 6 ~
Capasitor
d) Multilayer ceramic capasitor.

Bahan material untuk kapasitor ini


sama dengan jenis kapasitor keramik,
bedanya terdapat pada jumlah lapisan
yang menyusun dielektriknya. Pada
jenis ini dielektriknya disusun dengan
banyak lapisan atau biasanya disebut
dengan layer dengan ketebalan 10 s/d
20 µm dan pelat elektrodanya dibuat
dari logam yang murni. Selain itu
ukurannya kecil dan memiliki
karakteristik suhu yang lebih bagus
daripada kapasitor keramik. Biasanya
jenis ini baik digunakan untuk aplikasi
atau melewatkan frekuensi tinggi
menuju tanah.

e) Polyester Film Capasitor

Dielektrik dari kapasitor ini terbuat


dari polyester film. Mempunyai
karakteristik suhu yang lebih bagus dari
semua jenis kapasitor di atas. Dapat
digunakan untuk frekuensi tinggi.
Biasanya jenis ini digunakan untuk
rangkaian yang menggunakan frekuensi
tinggi, dan rangkaian analog. Kapasitor
ini biasanya disebut mylar dan
mempunyai toleransi sebesar ±5%
sampai ±10%.

f) Polypropilene Capasitor

Kapasitor ini memiliki nilai


toleransi yang lebih tinggi dari polyester
film capacitor. Pada umumnya nilai
kapasitansi dari komponen ini tidak
akan berubah apabila dirancang disuatu
sistem dimana frekuensi yang
melaluinya lebih kecil atau sama
dengan 100KHz.
Pada gambar diatas ditunjukkan kapasitor polypropylene dengan toleransi ±1%.

Danang Erwanto, S.T.


~ 7 ~
Capasitor
g) Kapasitor Mika

Jenis ini menggunakan mika


sebagai bahan dielektriknya. Kapasitor
mika mempunyai tingkat kestabilan
yang bagus, karena temperatur
koefisiennya rendah. Karena frekuensi
karakteristiknya sangat bagus, biasanya
kapasitor ini digunakan untuk rangkaian
resonansi, filter untuk frekuensi tinggi
dan rangkaian yang menggunakan
tegangan tinggi misalnya: radio
pemancar yang menggunakan tabung
transistor.
Kapasitor mika tidak mempunyai nilai kapasitansi yang tinggi, dan harganya
relatif mahal.

h) Polystyrene Film Capasitor


Dielektrik dari kapasitor ini
menggunakan polystyrene film . Tipe ini
tidak bisa digunakan untuk aplikasi
yang menggunakan frekuensi tinggi,
karena konstruksinya yang sama
seperti kapasitor elektrolit yaitu seperti
koil.
Kapasitor ini baik untuk aplikasi pewaktu dan filter yang menggunakan
frekuensi beberapa ratus KHz.
Komponen ini mempunyai 2 warna untuk elektrodanya, yaitu: merah dan abu-
abu. Untuk yang merah elektrodanya terbuat dari tembaga sedangkan warna abu-
abu terbuat dari kertas alumunium.

i) Electric Double Capasitor (Super Capasitor)


Jenis kapasitor ini bahan
dielektriknya sama dengan kapasitor
elektrolit. Tetapi bedanya adalah ukuran
kapasitornya lebih besar dibandingkan
kapasitor elektrolit yang telah dijelaskan
di atas. Biasanya mempunyai satuan F.
Gambar bentuk fisiknya dapat dilihat di
samping, pada gambar tersebut
kapasitornya memiliki ukuran 0.47F.
Kapasitor ini biasanya digunakan untuk rangkaian power supply.

Danang Erwanto, S.T.


~ 8 ~
Capasitor
7. NILAI KAPASITANSI
Untuk mencari nilai kapasitansi dari kapasitor biasanya dilakukan dengan melihat
angka/kode yang tertera pada badan kapasitor tersebut seperti pada gambar dibawah ini.

Untuk kapasitor jenis elektrolit memang mudah, karena nilai kapasitansinya telah
tertera dengan jelas pada tubuhnya. Sedangkan untuk kapasitor keramik dan beberapa
jenis yang lain nilainya dikodekan. cara menghitung kapasitasnya seperti berikut ini:
a) Angka pertama merupakan angka pertama.
b) Angka kedua merupakan angka kedua.
c) Angka ketiga merupakan jumlahnya nol

Dari gambar disamping, maka nilai


kapasitansi kapasitor tersebut adalah :

100.000 pF = 100 nF

Danang Erwanto, S.T.


~ 9 ~
Capasitor
Untuk beberapa jenis kapasitor yang nilainya dikodekan berupa kode gelang, cara
menentukan nilai kapasitansinya dengan cara membaca gelang-gelang warna tersebut
dari atas ke bawah, sedangkan nilai dari gelang warna itu adalah seperti tabel dibawah ini.

Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3


Gelang 4 Tegangan
Warna (Angka (Angka (Faktor
(Toleransi) Kerja
pertama) kedua) pengali)
Hitam - 0 1 ± 20%
Coklat 1 1 101
Merah 2 2 102 250 V
Orange 3 3 103
Kuning 4 4 104 400 V
Hijau 5 5 105
Biru 6 6 106 650 V
7
Ungu 7 7 10
Abu-abu 8 8 108
Putih 9 9 109 ± 10%

Gelang Pertama (angka pertama)


Gelang Kedua (angka kedua)
Gelang Ketiga (Faktor Pengali)
Gelang Keempat (Toleransi)
Gelang Kelima (tegangan kerja)

Dari gambar di atas, maka nilai kapasitansi capasitor diatas adalah :


Gelang I = Coklat =1
Gelang II = Hitam =0
Gelang III = Orange = x 103
Gelang IV = Hitam = ± 20%
Gelang V = Merah = 250 V

Jadi nilai kapasitansi kapasitor tersebut adalah : 10 x 103 pF ± 20 % / 250 V atau 10


nF ± 20 % / 250 V.

Danang Erwanto, S.T.


~ 10 ~
Capasitor
Menguji Capasitor menggunakan AVO meter
Ketentuan menguji kapasitor :
A. Menguji kapasitor yang nilai kapasitansinya besar : saklar diletakkan pada jangkah
rendah (x 1, x10, x 1K).

B. Menguji kapasitor yang nilai kapasitansinya kecil : saklar diletakkan pada jangkah tinggi
(x 10K).

C. Pada Ohm meter di dalamnya terdapat sumber tegangan, dimana pada penyidik hitam
berpotensian positif, sedangkan pada penyidik merah berpotensial negative.

D. Untuk kapasitor non polar pemasangan penyidik boleh sembarang, tetapi pada
kapasitor polar tidak boleh sembarang, kutub positif kapasitor dihubungkan ke penyidik
hitam dan kutub negatifnya dihubungkan ke penyidik merah.

E. Hasil pengujian :

a) Kapasitor baik, jika jarum menyimpang kekanan kemudian kembali kekiri (posisi
semula).

b) Kapasitor bocor, jika jarum menyimpang kekanan tetapi tidak kembali kekiri atau
kembalinya tidak penuh.

c) Kapasitor Putus, jika jarum tetap dikiri (diam/tidak bergerak sama sekali).

8. Menentukan Nilai Kapasitansi Total Pada Rangkaian Kapasitor

A. Kapasitor Yang Dihubungkan Seri

Kapasitor yang dihubungkan secara seri


maka nilai kapasitansi keseluruhannya (Ctotal
= Ct) akan menjadi kecil. Harga Ctotal dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana n = kapasitor ke – n
Contoh:
Jika ada tiga buah capasitor masing-masing memiliki nilai resistansi sebesar 100 nF
disusun seri maka besar Ctotal adalah :

Danang Erwanto, S.T.


~ 11 ~
Capasitor

B. Kapasitor Yang Dihubungkan Parallel

Kapasitor yang dihubungkan secara Paralel maka nilai kapasitansi


keseluruhannya (Ctotal = Ct) akan menjadi besar. Harga Ctotal dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :

Dimana n = capasitor ke – n
Contoh:
Jika ada tiga buah kapasitor masing-masing memiliki nilai kapasitansi sebesar 100 nano
farad disusun parallel maka besar Ctotal adalah :

Danang Erwanto, S.T.