Anda di halaman 1dari 10

Jum’at, 14 September 2018

Makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat


Peran Dokter Hewan Dalam Kesejahteraan Masyarakat Veteriner

Oleh: Raudhatul Fitri (B04160113)

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT HEWAN dan KESEHATAN


MASYARAKAT VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi


Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-
Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Peran
Dokter Hewan Dalam Kesehatan Masyarakat Veteriner. Untuk itu, kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih
ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
dapat memberi manfaat bagi pembaca.

Bogor, 14 September 2018

Raudhatul Fitri
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................... ......1


Daftar isi ............................................................................................... ......2
BAB I Pendahuluan.............................................................................. ......3
BAB II Pembahasan............................................................................. ......4
BAB III Simpulan .................................................................................. ......9
Daftar Pustaka ..................................................................................... ....10
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dokter hewan adalah orang yang memiliki profesi di bidang kedokteran
hewan, memiliki sertifikat kompetensi dan kewenangan medik veteriner
dalam melaksanakan pelayanan kesehatan hewan. Veteriner menurut
definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mengenaii penyakit
hewan, peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai segala urusan yang
berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung
atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia (UU No. 18 tahun
2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan).
Kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) merupakan bagian
penting dari aktivitas masyarakat karena merupakan rantai penghubung
antara bidang pertanian dan kesehatan manusia berkaitan dengan
pengobatan, pengendalian dan pencegahan penyakit yang ditularkan
melalui hewan (zoonosa) serta penyakit yang ditularkan melalui pangan
(foodborne diseases), dalam hal ini pangan yang berasal dari hewan.
Ruang lingkupmKesmavet meliputi: 1) penjaminan higiene sanitasi, 2)
penjaminan produk hewan, dan 3) pengendalian dan penanggulangan
zoonosis dan penerapan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan meliputi
bebas dari: a) rasa lapar dan haus, b) sakit, cidera dan penyakit, c)
ketidaknyamanan, penganiayaan dan penyalahgunaan, d) rasa takut dan
tertekan dan e) mengekspresikan perilaku alaminya ( Mukartini 2015).
1.2 Rumusan Masalah
a) Bagaimana peranan dokter hewan dalam kesehatan
masyarakat seperti pencegahan terhadap zoonosis dan
perlindungan pangan dengan edukasi kesehatan?
b) Apa yang dimaksud dengan penyakit zoonosis dan cara
pengendaliannya?
c) Bagaimana sistem kewenangan di bidang kedokteran hewan?

1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui peran dokter hewan dalam
menciptakan kesehatan masyarakat veteriner.
BAB II
PEMBAHASAN

Dokter hewan sangat penting perannya dalam kesehatan


masyarakat seperti pencegahan terhadap zoonosis dan perlindungan
pangan dengan edukasi kesehatan. Peran dokter hewan sebenarnya
sangat kompleks baik untuk mensejahterakan hewan maupun untuk
mensejahterakan manusia. Ada beberapa peran dokter hewan yang
umum dilakukan seperti, 1) Mendiagnosa baik secara fisik maupun
laboratorik penyakit hewan, serta cara penanganan dan pengobatannya,
2) Menjadi pengawas bahan makanan asal hewan dan produk olahannya,
3) Melakukan pengendalian dan pengobatan penyakit-penyakit hewan
strategis, zoonosis dan lingkungan 4) Pengawasan dan pengendalian
mutu, pemakaian dan peredaran obat hewan serta bahan-bahan biologis
yang akan digunakan 5) Mensejahterakan dan mengurangi penderitaaan
pada hewan dan manusia, 6) Membudidayakan, melindungi, dan
menyelamatkan alam hewani yang penting bagi kehidupan manusia
(Santoso 2008), 7) Melakukan penolakan, pencegahan, pemberantasan,
dan pengobatan penyakit hewan menular, 8) Mengurusi Kesehatan
Masyarakat Veteriner meliputi urusan pangan asal hewan, bahan asal
hewan, penyakit hewan bersifat zoonosis, 9) Mengurusi kesejahteraan
hewan, meliputi pemeliharaan, perawatan, pengangkutan, pemakaian,
pemotongan, dan pembunuhan hewan (Undang-undang No. 6 Tahun
1967).

Zoonosis ialah penyakit yang dapat menular dari hewan pada


manusia dan sebaliknya. Zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke
manusia melalui beberapa cara, yaitu kontak langsung dengan hewan
pengidap zoonosis dan kontak tidak langsung melalui vektor atau
mengonsumsi pangan yang berasal dari ternak sakit, atau melalui aerosol
di udara ketika seseorang berada pada lingkungan yang tercemar
(Suharsono 2002). Zoonotik adalah sifat zoonosis dari beberapa penyakit.
Contoh : Trypanosomiasis Afrika adalah penyakit yang bersifat zoonotik,
jadi Trypanosomiasis Afrika termasuk penyakit zoonosis (Soeharsono
2005). Kejadiannya mencakup hal yang kompleks karena tidak saja
terbatas pada hubungan antara manusia dengan ternak peliharaan tetapi
juga dengan hewan liar. Penularannya dapat disebabkan; a) karena
gigitan hewan yang terjangkit penyakit, seperti rabies atau gigitan hewan
beracun, b) hewan sebagai penyebar penyakit kepada manusia dan
akhirnya kepada hewan lagi seperti influensa yang disebabkan oleh
virus,c) hewan merupakan pembawa yang pasief pada manusia seperti
Clostridium botulinum (Suradi 2004). Pengendalian zoonosis sebagai
usaha untuk penyediaan bahan pangan yang aman harus dimulai dari
hulu, yaitu sektor industri pakan dan penyediaan bibit hingga ke hilir yang
mencakup managemen pemeliharaan, proses pemotongan, transportasi,
pengolahan dan pemasaran. Bibit ternak yang baik relatif lebih tahan
terhadap serangan penyakit tertentu demikian pula pemberian pakan yang
meperhatikan aspek kuantitas dan kualitas, tetapi penyediaan bibit dan
pemberian pakan yang baik, serta cara pemeliharaan ternak yang baikpun
masih perlu diberikan kekebalan tubuh untuk pencegahan penyakit
tertentu.

Pengertian kewenangan veteriner dapat diartikan sebagai


kelembagaan kewenangan pemerintah dalam pengambilan keputusan
tertinggi. Bentuk Kewanangan profesi veteriner dibagi dua, yang pertama
adalah medical authority atau kewenangan medis, yang kedua adalah
veterinary authority atau kewenangan veteriner. Kewenangan Medis
Veteriner adalah otoritas yang melekat pada seorang dokter hewan yang
melakukan pelayanan medis veteriner sesuai aturan hukum yang berlaku
dan diterapkan pada hubungan “transaksi terapeutik” (transaksi
pengobatan) dapat dengan obat-obatan atau berupa tindakan medik dan
transaksi jasa medis veteriner yang bersifat layanan individual (dokter
dengan pasien ekor per ekor) berdasarkan persetujuan dengan pemilik
hewan. Kewananagan medis meliputi, 1) memeperoleh anamnese, 2)
melakukan pemeriksaan fisik dan perilaku pasien,3) menentukan
pemeriksaan penunjang, 4) menegakkan diagnosis, 5) menentukan
penatalaksanaan dan pengobatan pasien, 6) melakukan tindakan
kedokteran, 7) menulis resep obat dan alat kesehatan, 8) menerbitkan
surat keterangan dokter, 9) menyimpan obat dalam jumlah dan jenis yang
diijinkan, 10) meracik dan menyerahkan obat ke pasien. Sedangkan,
bentuk kewenangan veteriner yang bersifat teknis kesehatan hewan
meliputi dengan melibatkan profesionalisme profesi dokter hewan dan
dengan mengerahkan semua lini kemampuan profesi mulai dari
menentukan kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan,
sampai pada pengendalian teknis operasional di lapangan (Sumiarto
2008).
Bahan pangan sangat diperlukan oleh manusia untuk
mempertahankan kehidupannya, sehingga pengadaan pangan
merupakan faktor yang penting diperhatikan untuk menciptakan
kehidupan masyarakat yang sehat. Pengadaan bahan pangan tidak saja
harus mencukupi jumlahnya, tetapi juga harus mempunyai nilai gizi yang
tinggi, bersih serta bebas dari komponen-komponen atau mikroba yang
dapat menyebabkan keracunan dan penyakit. Berbagai penyakit yan
ditularkan melalui bahan pangan dapat disebabkan beberapa faktor,
diantaranya : (a) adanya kontaminasi bahan kimia, maupun biologis, (b)
masih rendahnya pengetahuan, ketrampilan dan tanggung jawab
produsen pangan baik ditingkat produsen bahan baku, pengolah maupun
distributor, dan (c) masih rendahnya kepedulian konsumen tentang mutu
dan keamanan pangan karena terbatasnya pengetahuan maupun
rendahnya daya beli (Suradi 2004).
BAB III
SIMPULAN

Dokter hewan sangat penting perannya dalam kesehatan


masyarakat seperti pencegahan terhadap zoonosis dan perlindungan
pangan dengan edukasi kesehatan. Peran dokter hewan sebenarnya
sangat kompleks baik untuk mensejahterakan hewan maupun untuk
mensejahterakan manusia. Zoonosis merupakan penyakit yang dapat
menular dari hewan pada manusia dan sebaliknya. Zoonosis dapat
ditularkan dari hewan ke manusia melalui beberapa cara, yaitu kontak
langsung dengan hewan pengidap zoonosis dan kontak tidak langsung
melalui vektor atau mengonsumsi pangan yang berasal dari ternak sakit,
atau melalui aerosol di udara ketika seseorang berada pada lingkungan
yang tercemar. Kewenangan veteriner merupakani suatu kelembagaan
kewenangan pemerintah dalam pengambilan keputusan tertinggi. Bentuk
Kewanangan profesi veteriner dibagi dua, yang pertama adalah medical
authority atau kewenangan medis, yang kedua adalah veterinary authority
atau kewenangan veteriner.
DAFTAR PUSTAKA

Mukartini,S. 2015. Rencana Strategis Direktorat Kesehatan Masyarakat


Veteriner Tahun 2015 – 2019: Direktorat Kesehatan Masyarakat
Veteriner.
Yogyakarta Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1983 tentang Kesehatan
Masyarakat.
Undang-undana No. 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok
Peternakan dan Kesehatan Hewan
UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Santoso, AB. 2008. Kesejahteraaan Hewan. Yogyakarta (ID): Universitas
Gajah Mada
Soeharsono. 2002. Zoonosis Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia.
Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius.
Soeharsono. 2005. Zoonosis, Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia.
Volume 2. Yogyakarta (ID): Penerbit kanisius.
Sumiarto,B. 2008. Dinas dan Otoritas Veteriner.Kesehatan Masyarakat
Veteriner. Yogyakarta (ID): Universitas Gajah Mada
Suradi,K. 2004. Pengendalian Zoonosis Melalui Manajement dan
Penanganan Bahan Pangan Hasil Ternak. Bandung (ID):
Fakultas Peternakan UNPAD