Anda di halaman 1dari 1

Teori akuntansi positif difokuskan pada pengujian empirik terhadap asumsi-asumsi yang dibuat

teori akuntansi normatif (misalnya prediksi kebangkrutan, keputusan membeli atau menjual
saham). Beberapa contoh teori akuntansi positif, yaitu creative accounting, earning management,
big bath, dan income smoothing.

Pendekatan positif melihat pada “mengapa” praktik akuntansi dan teori akuntansi berkembang dengan
tujuan untuk menjelaskan atau meramalkan peristiwa akuntansi. Pendekatan positif berusaha untuk
menentukan berbagai faktor yang logis dalam bidang akuntansi.

Ringkasnya, ekonomi positif adalah, atau dapat dikategorikansebagai ilmu pengetahuan yang objektif
(objective science), seperti halnya ilmu fisika. Teori normatif dianggap merupakan pendapat pribadi
yang subjektif, sehingga tidakdapat diterima begitu saja dan harus dapat diuji secara empiris agar
memiliki dasar teori yang kuat. Dalam praktik, para profesional dalam bidang akuntansi telah menyadari
sepenuhnya bahwa teori akuntansi positif lebih cendrung diterapkan dibanding teori akuntansi
normatif.Teori akuntansi positif memiliki ciri pemecahan masalah yang disesuaikan dengan realitas
praktek akuntansi. Pendekatan yang digunakan dalam teori akuntansi positif adalah pendekatan
ekonomi dan prilaku.Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menjelaskan
danmemprediksi praktik akuntansi. Salah satu contoh dalam penggunaan teori positif adalah hipotesa
mengenai program pemberian bonus.

Jawaban :

Teori akuntansi positif bertujuan menjelaskan sebuah proses dengan menerapkan prinsip kemampuan,
pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai
untuk menghadapi kondisi tertentu di masa yang akan datang. Pendekatan teori akuntansi positif
merupakan kelanjutan dari pendekatan teori akuntansi normatif karena kegagalan dari normatif
dalam menjelaskan kejadian praktik yang terjadi secara nyata. Teori akuntansi positif mempunyai
peranan sangat penting dalam perkembangan teori akuntansi. Teori akuntansi positif dapat memberikan
pedoman bagi para pembuat kebijakan akuntansi dalam menentukan konsekuensi dari kebijakan
tersebut. Jadi, hubungan antara pendekatan teori positif dan teori normatif adalah teori positif telah
berkembang seiring kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik akuntansi yang ada
dalam masyarakat dengan mengedepankan teori normatif yang lebih menjelaskan pendapat pribadi
sehingga tidak dapat diterima secara mentah, harus dapat diuji secara empiris supaya menghasilkan
dasar teori yang kuat.