Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Bella Nabila (171411037)


Percobaan las listrik bertujuan untuk menyambung 2 buah logam atau lebih dengan
memanfaatkan tenaga listrik yang digunakan pada saat ini adalah arus AC sebagai sumber
panasnya. Prinsip kerja pada las listrik 1 kali ini adalah menyambungkan logam dengan
menggunakan elektroda dengan menggunakan logam pengisi yang telah dicairkan menggunakan
panas dari busur api listrik yang diarahkan pada logam yang akan diisi tersebut. Pada percobaan
penjepit massa berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan arus listrik dari kabel massa ke benda
kerja, serta digunakan peralatan pengaman seperti topeng las yang digunakan agar praktikan
terlindungi dari percikan api yang dihasilkan oleh alat las atau kacamata yang digunakan sebagai
pelindung mata dari cahaya yang timbul pada proses pengelasan yang terlalu terang yang dapat
menyebabkan kerusakan mata.

Pada percobaan dilakukan beberapa percobaan model bentuk sambungan seperti:


menyambung datar, menyambung siku dan menyambung T. Pada saat proses penyambungan
tersebut perlu memperhatikan faktor ketebalan dari benda kerja serta diameter elektroda, maka
dari itu diperlukannya pengaturan besar arus yang digunakan agar sesuai dengan yang diperlukan.
Penjepit yang digunakan harus kuat agar tidak menggangu dalam proses pengelasan. Serta jarak
antar elektroda dengan benda kerja harus sangat diperhatikan, karena jika terlalu dekat maka
elektroda dapat menempel pada benda kerja, namun jika jaraknya terlalu jauh maka hasil las akan
kurang baik seperti lapisan yang kasar serta hasil las yang tidak merata.

Dalam proses pengelasan lebih baik dilakukan penandaan terlebih dahulu titik ujung tiap
pertemuan antar plat baja agar ketika kita melakukan pengelasan kedua plat baja tersebut akan
diam dan lebih mudah dirapatkan maka didapatkan hasil yang lebih baik. Selain itu, kecepatan
dalam proses pengelasan perlu diperhatikan agar hasil rigi - rigi las yang didapatkan halus serta
merata. Jika proses pengelasan dilakukan terlalu cepat dapat menyebabkan penetrasi yang buruk
serta menimbulkan hasil pengelasan yang menonjol. Sedangkan jika terlalu lambat cairan
elektroda dapat menyebar dan terbentuk lekukan yang menonjol.

Setelah proses pengelasan dilakukan, kita dapat mengecek hasil las yang telah dilakukan
dengan menarik lapisan baja keatas, jika baja dapat terlepas dari bagian yang telah dilas tersebut
berarti hasil las kurang baik, masih terdapat bagian kosong yang belum terisi sehingga plat baja
tidak menempel dengan baik. Selain itu juga dapat dilakukan pengujian dengan pemukulan terak
plat baja, jika pada saat dipukul terjadi tidak terjadi keretakan ataupun patah maka pengelasan
yang telah dilakukan telah berjalan dengan baik.