Anda di halaman 1dari 2

Bella Nabila (171411037)

Las listrik adalah proses menyambung 2 buah logam atau lebih dengan memanfaatkan
tenaga listrik sebagai sumber panasnya. Prinsip kerja dari alat ini adalah mencairkan logam pengisi
dengan sumber panas yang berasal dari busur api listrik yang kemudian diarahkan pada bagian
sambungan logam yang akan dilakukan proses pengelasan.

Pada percobaan kali bertujuan untuk membentuk kerangka kubus. Sebelum dilakukan
proses pengelasan dengan menggunakan arus listrik, perlu dilakukannya pemotongan logam untuk
membuat kerangka kaki kursi tersebut. Pada percobaan yang kami lakukan, kerangka dibuat
sebanyak 4 buah potongan besi. Besi tersebut dipotong menggunakan mesin gerinda dengan
ukuran setiap potongan yang sama. Potongan besi tersebut harus dipastikan ukurannya sama agar
kerangka yang terbentuk sebangun.

Setelah mendapatkan hasil potongan 4 buah potongan besi, baru dapat dilakukan proses
pengelasan agar potongan – potongan tersebut dapat menghasilkan suatu kerangka kursi yang
sesuai dengan yang diharapkan. Dalam proses pengelasan lebih baik dilakukan penandaan terlebih
dahulu titik ujung tiap pertemuan antar plat baja agar ketika kita melakukan pengelasan kedua plat
baja tersebut akan diam dan lebih mudah dirapatkan maka didapatkan hasil yang lebih baik.

Pada percobaan kali ini, model bentuk sambungan yang digunakan adalah menyambung
siku dan menyambung T. Proses awal yang dilakukan adalah menyambung siku terlebih dahulu
dari 4 potongan logam tersebut, sambung satu persatu logam dengan menggunakan las listrik
sehingga membentuk persegi. Gerakan pengelasan harus sesuai yaitu tidak terlalu cepat serta tidak
terlalu lambat, karena hal tersebut mempengaruhi hasil dari pengelasan tersebut. Jika terlalu
lambat elektroda dapat menempel pada logam yang akan disambung, dan kalau terlalu cepat hasil
kurang baik serta masih terdapat rongga yang belum terisi.

Setelah sambungan tersebut telah membentuk persegi lalu dilakukan proses pengelasan
dengan model menyambung T, dilakukan 4 kali penyambungan pada ujung – ujung persegi yang
telah dibuat sebelumnya. Harus dipastikan bahwa sambungan tepat diujung persegi agar kerangka
kursi yang dibuat sebangun. Akan tetapi karena ukuran persegi yang dibuat terlalu besar daripada
bagian tiang penyangganya sehingga kerangka kubus yang dibuat tidak sebangun. Selain itu bagian
persegi pada bagian bawah yang telah dilakukan pengelasan oleh kelompok sebelumnya pun
ukurannya lebih kecil daripada ukuran persegi yang telah kami buat, maka kubus yang terbentuk
pun tidak sempurna.

Setelah proses pengelasan selesai dilakukan, perlu dilakukan pengecekan hasil las tersebut,
agar dapat dipastikan bahwa logam menempel dengan sempurna dan tidak ada rongga yang belum
terisi. Untuk memastikan logam tersebut telah menempel, tarik logam tersebut ke atas bila tidak
terlepas maka hasil pengelasan yang dilakukan telah baik. Serta dilakukan proses pemukulan
bagian yang dilas dengan menggunakan palu, jika saat dipukul terjadi tidak terjadi keretakan
ataupun patah maka pengelasan yang telah dilakukan telah berjalan dengan baik.

Keselamatan kerja pun menjadi faktor yang penting dalam pelaksanaan proses pengelasan
ini. Maka dari itu diperlukan alat pelindung diri yang lengkap seperti wearpack/jas lab untuk
melindungi diri, topeng las untuk melindungi wajah dari percikan api, sarung tangan untuk
melindungi dari panas hasil las, sepatu tertutup agar kaki tidak terkena percikan api. Proses
pengelasan pun harus sesuai prosedur yang telah ditentukan serta didampingi oleh ahli agar tidak
terjadi hal yang tidak diinginkan.