Anda di halaman 1dari 5

NAMA :

NIM :
MATKUL :
Penipuan (Fraud)
Pada pasal 90 UUPM, mengatur tentang secara implisit jenis kejahatan Pasar Modal
yaitu penipuan. Pengertian penipuan pasar modal adalah apabila terjadi misrepresentation dan
informasi itu masuk ke pasar secara cepat merubah harga suatu saham atau dengan kata lain
informasi tersebut salah. (Bismar Nasution).
Informasi atau Fakta Material adalah informasi atau fakta penting dan relevan mengenai
peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat mempengaruhi harga efek pada Bursa Efek dan atau
keputusan pemodal, calon pemodal, atau Pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau
fakta tersebut.
Manipulasi Pasar (Market Manipulation)
Unsur-Unsur Manipulasi Pasar

Pola Manipulasi Pasar


a. Menyebarluaskan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan untuk
mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud dibursa efek (false information).
b. Menyebarluaskan informasi yang menyesatkan atau informasi yang tidak lengkap
(miss information). Misalnya suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A tidak
termasuk perusahaan yang akan dilikuidasi oleh pemerintah, padahal emiten A
termasuk yang diambil alih oleh pemerintah.
c. Harga efek dipasar modal sangat sensitive terhadap suatu peristiwa dan informasi yang
berkaitan, baik secara langsung atau tidak dengan efek tersebut.
Kegiatan yang digolongkan sebagai manipulasi pasar
1) Marking the close
Definisinya yaitu merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau
mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga
pembukaan yang lebih tinggi pada hari perdagangan berikutnya.
2) Painting the tape
Definisinya yaitu kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening
efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau mempunyai keteraitan
sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu. Pada dasarnya paiting the tape
mempunyai kemiripan dengan marking the close, namun ia dapat dilakukan setiap saat.
3) Pembentukan harga berkaitan dengan merger, konsolidasi dan akuisisi
Dalam pasal 55 UU No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, ditentukan bahwa
pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger, konsolidasi dan akuisisi berhak
meminta pada perseroan untuk membeli saham dengan harga yang wajar. Pemegang saham
dapat memanfaatkan ketentuan ini untuk kepentingan pribadi melalui manipulasi pasar
dengan skenario sebagai berikut:
4) Cornerning The Market
Yaitu membeli efek dalam jumlah besar sehingga dapat menguasai pasar
(menyudutkan pasar). Praktik ini dapat dilakukan dengan cara short selling, yaitu menjual
efek dimana pihak penjual belum memiliki efeknya. Sering concerning dilakukan dengan
cara terlebih dahulu malakukan penjualan dengan tidak memiliki efek (short selling), dengan
cara meminjamkan efek dari concerning kepada pelaku short selling, tatapi kemudian
menarik kembali saham dalam pinjaman tersebutsehingga pelaku short selling harus
mencarinya di pasar.
5) Pools (Pump-pump Manipulation)
Pools merupakan perhimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor
dimana dana tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar.
Manager dari pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada
anggota kelompok investor tersebut untuk mendorong frekuensi jual beli efek sehingga
dapat meningkatkan harga efek tersebut.
6) Wash Sales
Order beli dan order jual antara anggota asosiasi dilakukan pada saat yang sama
dimana tidak terjadi perubahan kepemilikan manfaat atas efek. Manipulasi tersebut
dilakukan dengan maksud bahwa mereka membuat gambaran dari aktivitas pasar dimana
tidak terjadi penjualan atau pembelian yang sesungguhnya. Transaksi ini merupakan
transaksi semu, yakni suatu transaksi saham yang tidak mengakibatkan terjadinya peralihan
saham secara riil.
7) Matching Order
Memadukan 2 perintah investor yang serupa dan saling melengkapi untuk jumlah dan
efek yang sama dan pada saat yang bersamaan (dilakukan pada waktu yang bersamaan)
8) Free Riding
Pembelian pada saat IPO berharap dapat menjualnya kembali dengan harga yang
mahal dan akan membatalkan pembelian begitu suasana menjelang alokasi saham
kelihatannya kurang menguntungkan.
9) Special Allotments
Special Allotments dilakukan oleh pihak underwriter pada saat IPO dengan sengaja
mengalokasikan suatu sekuritas kepada para partner, atau kerabat dekat sehingga kelihatan
efek tersebut oversubscribed sehingga harga efek, menjadi mahal.
10) Churning
Dalam hal diberikan discretionary account dapat terjadi bahwa pihak broker
melakukan transaksi yang secara berlebih-lebihan sehingga mendapat fee yang lebih banyak.

Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading)


Insider Trading merupakan istilah teknis yang hanya dikenal di pasar modal. Istilah
tersebut mengacu kepada praktek di mana orang dalam (corporate insider) melakukan
transaksi sekuritas dengan menggunakan informasi eksklusif yang mereka miliki yang belum
tersedia bagi masyarakat atau investor.
Unsur-Unsur Perdagangan Orang Dalam
1. Adanya orang dalam atau setiap pihak yang berusaha untuk memperoleh informasi
orang dalam dari orang dalam secara melawan hukum;
Berdasarkan penjelasan pasal 95 UUPM, maka dapat kita ketahui bahwa yang
dimaksud dengan orang dalam adalah:
i. komisaris, direktur, atau pegawai Emiten atau Perusahaan Publik;
ii. pemegang saham utama Emiten atau Perusahaan Publik;
iii. orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena hubungan
usahanya dengan Emiten atau Perusahaan Publik memungkinkan orang tersebut
memperoleh informasi orang dalam; atau Berdasarkan kategori orang dalam ini, maka
yang dimaksud dengan:
a) Yang dimaksud dengan “kedudukan” dalam penjelasan angka iii ini adalah jabatan
pada lembaga, institusi, atau badan pemerintah.
b) Yang dimaksud dengan “hubungan usaha” dalam penjelasan angka iii ini adalah
hubungan kerja atau kemitraan dalam kegiatan usaha, antara lain hubungan
nasabah, pemasok, kontraktor, pelanggan, dan kreditur.
iv. Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir tidak lagi menjadi Pihak
sebagaimana dimaksud dalam angka i, ii, iii di atas.
Sebagai contoh penjelasan angka iv adalah Tuan A berhenti sebagai direktur pada
tanggal 1 Januari. Namun demikian Tuan A masih dianggap sebagai orang dalam
sampai dengan tanggal 30 Juni pada tahun yang bersangkutan.
2. Mempunyai informasi orang dalam yang belum tersedia untuk umum;
Yang dimaksud dengan “informasi orang dalam” adalah Informasi Material yang
dimiliki oleh orang dalam yang belum tersedia untuk umum.
 Informasi atau Fakta Materil yang diperkirakan dapat mempengaruhi efek atau
keputusan investasi pemodal dapat dilihat dalam Pasal 6 Peraturan OJK No. 31
/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material Oleh Emiten
atau Perusahaan Publik, yaitu:
1) Penggabungan usaha, pemisahan usaha, peleburan usaha, atau pembentukan usaha
patungan;
2) Pengajuan tawaran untuk pembelian Efek perusahaan lain;
3) Pembelian atau penjualan saham perusahaan yang nilainya material;
4) Pemecahan saham atau penggabungan saham;
5) Pembagian dividen interim;
6) Penghapusan pencatatan dan pencatatan kembali saham di Bursa Efek;
7) Pendapatan berupa dividen yang luar biasa sifatnya;
8) Perolehan atau kehilangan kontrak penting;
9) Penemuan baru atau produk baru yang memberi nilai tambah bagi perusahaan;
10) Penjualan tambahan Efek kepada masyarakat atau secara terbatas yang material
jumlahnya;
11) Perubahan dalam pengendalian baik langsung maupun tidak langsung terhadap
Emiten atau Perusahaan Publik;
12) Perubahan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
13) Pembelian kembali atau pembayaran Efek Bersifat Utang dan/ atau Sukuk;
14) Pembelian atau penjualan aset yang sifatnya penting;
15) Perselisihan tenaga kerja yang dapat mengganggu operasional perusahaan;
16) Perkara hukum terhadap Emiten atau Perusahaan Publik dan/atau anggota Direksi
dan anggota Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik yang berdampak
material;
17) Penggantian Akuntan yang sedang diberi tugas mengaudit Emiten atau Perusahaan
Publik;
18) Penggantian Wali Amanat;
19) Penggantian Biro Administrasi Efek;
20) Perubahan tahun buku Emiten atau Perusahaan Publik;
21) Perubahan penggunaan mata uang pelaporan dalam laporan keuangan;
22) Emiten atau Perusahaan Publik berada dalam pengawasan khusus dari regulator
terkait yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan
Publik;
23) Pembatasan kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik oleh regulator terkait;
24) Perubahan atau tidak tercapainya proyeksi keuangan yang telah dipublikasikan,
secara material;
25) Adanya kejadian yang akan menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan
atau menurunnya pendapatan Emiten atau Perusahaan Publik secara material;
26) Restrukturisasi utang;
27) Penghentian atau penutupan sebagian atau seluruh segmen usaha;
28) Dampak yang bersifat material terhadap Emiten atau Perusahaan Publik karena
kejadian yang bersifat memaksa;
29) Informasi atau Fakta Material lainnya