Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

MATA KULIAH : PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

JAMUR PADA MAKANAN

DISUSUN OLEH:

NAMA : NOVITA SAHARA SIREGAR

NIM : 4173141047

KELAS : PENDIIDKAN BIOLOGI

KELOMPOK : II (DUA)

TGL. PELAKSANAAN : 31 NOVEMBER 20119

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2019
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
I. JUDUL PERCOBAAN : JAMUR PADA MAKANAN
II. TUJUAN PERCOBAAN :
1. Mengetahui perbedaan jamur mikroskopik dan makroskopik
2. Mengetahui jenis jamur mikroskopik yang ditemukan pada setiap sampel
3. Mengetahui ciri-ciri jamur pada roti
4. Mengetahui jenis jamur yang menguntungkan
5. Mengetahui jenis jamur yang merugikan
III. TINJAUAN TEORITIS :
Menurut Kusuma, tepung terigu yang menjadi bahan dasar dalam pembuatan roti tawar
mengandung pati dalam jumlah yang relatif tinggi. Pati ini dapat dihidrolisis menjadi gula
sederhana oleh mikroorganisme khususnya jamur, karena gula sederhana merupakan sumber
nutrisi utama bagi mikroorganisme tersebut. Jamur merupakan mikro organisme utama yang
berperan penting dalam proses pembuatan dan pembusukan roti. Beberapa jenis jamur yang
sering ditemukan pada pembusukan roti adalah Rhizopus stolonifer, Penicillium sp., Mucor sp.,
dan Geotrichum sp. serta juga bisa terdapat Aspergillus sp. dan lainnya. Aspergillus merupakan
mikroorganisme eukariot, saat ini diakui sebagai salah satu diantara beberapa makhluk hidup
yang memiliki daerah penyebaran paling luas serta berlimpah di alam, selain itu jenis kapang ini
juga merupakan kontaminan umum pada berbagai substrat di daerah tropis maupun subtropis.
Oleh karena itu, kemungkinan besar banyak jenis Aspergillus juga dapat hidup pada roti tawar
(Adriani, 2005).
Buah-buahan merupakan sumber makanan yang bersifat mudah rusak (perishable) karena
mempunyai kadar air tinggi (70−95%), tekstur lembut, dan daya simpannya hanya beberapa hari
sehingga memerlukan penanganan khusus setelah dipanen. Produk hortikultura di Indonesia
rata-rata dapat kehilangan (losses) nilai ekonomi mencapai 25-40%. Konsumsi produk pangan
yang terkontaminasi mikotoksin dapat menyebabkan terjadinya mikotoksikosis, yaitu gangguan
kesehatan pada manusia dan hewan dengan berbagai bentuk perubahan klinis dan patologis,
misalnya dapat menyebabkan penyakit kanker hati, degenerasi hati, demam, pembengkakan otak,
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
ginjal, dan gangguan syaraf. Mikotoksin merupakan metabolit sekunder bersifat racun yang
dihasilkan oleh spesies jamur tertentu (Somad, 2006).
Rhizopus stolonifer dikenal sebagai jamur hitam pada roti (black bread mold). Merupakan
salah satu jamur yang menyebabkan busuk pada bahan makanan buah dan sayuran dan sering
disebut juga Rhizopus nigricans . Kelompok jamur ini memiliki sifat heterotrof, non-motile ,
berserabut , hidup dari bahan organik. Aspergilus niger merupakan fungi berfilamen dengan hifa
berseptat yang dapat ditemukan melimpah di alam. Habitat spesies ini kosmopolit didaerah
tropis dan subtropik, dan mudah diisolasi dari tanah, udara, air, rempah-rempah, kapas, buah-
buahan, gandum, beras, jagung, tebu, ketimun, kopi, teh, coklat serta serasah dedaunan.
Aspergillus niger dapat tumbuh dengan cepat, oleh karena itu Aspergillus niger banyak
digunakan secara komersial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fermentasi substrat padat
menggunakan jamur Aspergillus niger dapat menurunkan kandungan serat kasar, meningkatkan
kadar protein dan daya cerna secara in vitro (Uji, 2007).
Dalam melakukan pengamatan morfologi koloni,dapat dilihat dari warna permukaan
koloni, selain itu dilihat ada tidaknya garis-garis radial dari pusat koloni ke arah tepi koloni dan
juga ada tidaknya lingkaran–lingkaran konsentris. Pengamatan mikroskopis dengan cara melihat
hifa (berseptum atau tidak), warna hifa, bentuk hifa, bentuk konidia, dan ukuran spora.Hasil
pengamatan digunakan untuk identifikasi berdasarkan panduan buku identifikasi Illustrated
Genere of Imperfect Fungi fourthed (Gandjar, dkk., 1999).
Identifikasi jamur terhadap genus dan spesies semakin penting karena spektrum patogen
oportunistik terus berkembang. Walaupun presentasi klinis dari banyak infeksi jamur mungkin
tidak dapat dibedakan, identifikasi spesifik dari agen etiologi mungkin memiliki pengaruh
langsung pada pengelolaan proses infeksi. Semakin jelas bahwa seseorang tidak dapat
bergantung pada pendekatan terapi tunggal (mis., Pemberian amfoterisin B) untuk pengelolaan
semua, atau bahkan sebagian besar, infeksi jamur. Selain itu, identifikasi patogen jamur dapat
memiliki implikasi diagnostik dan epidemiologis tambahan. Dalam kasus mikosis yang lebih
tidak biasa, identifikasi etiologi spesifik dapat memberikan akses ke literatur dan pengalaman
orang lain mengenai kemungkinan infeksi dan respons terhadap terapi (Pfaller, 2015).
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
IV. ALAT DAN BAHAN :
IV.1. ALAT
No Nama Alat Jumlah
1 Mikroskop 1 unit
2 Kaca benda 1 unit
3 Kaca penutup 1 unit
4 Pipet tetes 1 unit
5 Jarum pentul 1 unit

IV.2. BAHAN
No Nama Bahan Volume
1 Jamur kerak nasi Secukupnya
2 Jamur roti Secukupnya
3 Jamur kelapa Secukupnya
4 Jamur tempe Secukupnya
5 Jamur tomat Secukupnya
6 Aquades 1 mL
7 Label 5 buah

V. PROSEDUR KERJA :
1. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan dan bebas dari lemak
2. Membuat label untuk berbagai jenis jamur berbeda
3. Meneteskan setetes aquades pada kaca benda
4. Meletakkan 1-2 helai benang dari jamur
5. Menutup dengan kaca penutup
6.Mengamati di bawah mikroskop
7. Menggambarkan hasil pengamatan dan beri keterangan nama jamur, rhizoid, sporangium,
tangkai sporangium, spora, stolon, hypa, konidiofor, dan konidia.
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
VI.1. HASIL PENGAMATAN
No. Jamur dari Ciri-ciri Gambar Nama spesies
1 Roti Hifa pendek bercabang, Rhizopus
sporangia membentuk stolonifer
di ujung sporangiofor,
dinding sel dibentuk di
sekitar spora,
mengandung banyak
inti sel.

2 Kerak nasi Tidak memiliki tubuh Rhizopus


buah (multiseluler), hifa oligosporus
bercabang tidak
bersekat, dinding sel
(kitin), sporofit pada
nasi.

3 Tempe Koloni berwarna abu- Rhizopus


abu kecoklatan, oligosporus
sporangiofor tunggal
dengan dinding halus,
klamidomonasnya
banyak, tunggal,
berbentuk hifa.

4 Tomat Misellium berwarna Phytophthora


putih kalau tua agak infestans
coklat, tidak bersekat,
banyak sporangium
yang berwarna kehitam-
hitaman.

5 Kelapa Bersifat aerobik, hifa Aspergilus niger


tidak bersekat,
berbentuk benang
tunggal, tidak terdapat
radialfuro, berfilamen,
hidup heterotrof.
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
VI.2. PEMBAHASAN

VI.2.1. PEMBAHASAN TABEL

Pada jamur yang didapatkan dari roti, ditemukan jamur Rhizopus stolonifer dengan ciri-
ciri memiliki hifa pendek bercabang, sporangia membentuk di ujung sporangiofor, dinding sel
dibentuk di sekitar spora, mengandung banyak inti sel. Pada jamur yang didapatkan dari kerak
nasi, ditemukan jamur Rhizopus oligosporus dengan ciri-ciri tidak memiliki tubuh buah
(multiseluler), hifa bercabang tidak bersekat, dinding sel (kitin), sporofit pada nasi. Pada jamur
yang di dapatkan dari tempe, ditemukan jamur Rhizopus oligosporus dengan ciri-ciri memiliki
koloni berwarna abu-abu kecoklatan, sporangiofor tunggal dengan dinding halus,
klamidomonasnya banyak, tunggal, berbentuk hifa. Pada jamur yang didapatkan dari tomat,
ditemukan jamur Phytophthora infestans dengan ciri-ciri memiliki misellium berwarna putih
kalau tua agak coklat, tidak bersekat, banyak sporangium yang berwarna kehitam-hitaman. Pada
jamur yang didapatkan dari kelapa, ditemukan jamur Aspergilus niger dengan ciri-ciri bersifat
aerobik, hifa tidak bersekat, berbentuk benang tunggal, tidak terdapat radialfuro, berfilamen,
hidup heterotrof.

VI.2.2. PEMBAHASAN JAWABAN

Ciri-ciri jamur mikroskopis dan makroskopis


Jamur mikroskopis berukuran kecil dan tidak dapat secara jelas dilihat jika tidak
menggunakan mikroskop . Struktur Jamur mikroskopis mempunyai bentuk dan morfologi serta
ciri khusus yang membedakan antara jamur yang satu dengan yang lainnya, baik itu spora
seksual, konidia (bentuk dan jumlahnya), struktur khusus atau tahapan dalam daur hidupnya.
Jamur makroskopis berukuran besar dan dapat dilihat langsung oleh mata telanjang. Struktur
Jamur makroskopis mempunyai bentuk, morfologi dan ciri khusus yang berbeda tiap spesies
jamur seperti bentuk pileus, stipe, ada atau tidaknya volva dan lainnya.

Jenis-jenis jamur mikroskopis


1. Morchella sp. Askokarp mempunyai bermacam-macam bentuk dan struktur yaitu mangkuk,
cakram, lidah, bunga karang, lonceng, pelana, dan sendok. Askokarpnya terbuka yang
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
disebut dengan apotesium. Ascomycetes dicirikan dengan produksi dari askokarp yang
dikenal dengan nama apotacia. Sebuah apotesium terdiri atas tiga bagian: himenium,
hipotecciumatau sub himenium, dan eksipulum (Alexopoulos et al,. 1996).
2. Penicillium sp. mempunyai fase vegetatif dan generatif (menghasilkan askospora). Konidia
dan miseliumnya berwarna cerah dan reproduksi aseksualnya membentuk konidia. Konidia
Penicillium sp. berbeda degan konidia Aspergillus sp, yaitu konidia Penicillium sp. tidak
mempunyai vesikula sedangkan pada Aspergillus sp. mempunyai vesikula (Pelezar dan
Chan, 1986).
3. Xylaria sp. memiliki askus yang mempunyai rambut-rambut pada ujungnya, askospora
berwarna gelap, dan terdapat parafisis yang banyak di sekitar askus (antar aksus yang satu
dengan askus yang lainnya). Peritesium tampak muncul sedikit dari stroma (berbentuk seperti
gada). Dinding jelas dan leher sedikit menonjol.
4. Aspergillus sp. mempunyai miseium yang terddiri dari hifa bersekat, berinti banyak (septet
multinukleat ). Pembiakan aseksual dengan pembentukan konidia (lebih dari satu) dalam
setiap satu sterigma. Warna konidia berbeda-beda dari hitam, coklat, kuning, dan hijau
(merupakan pembeda spesies yang satu dengan yang lainnya).
5. Stemonitis sp. termasuk dalam phylum Myxomycota (Alexopoulos et al., 1996). Habitatnya
pada tempat-tempat lembab dan kayu lapuk. Fase asimilatif plasmodium dengan membran
plasmodium, sedangkan fase reproduktifnya menggunakan kapitalium. Bagian-bagiannya
terdiri atas holdfast, stipe, dan kapitalium.

Penjelasan jamur yang ada pada setiap sampel

1. Rhizopus stolonifer
Rhizopus stolonifer umumnya dikenal sebagai cetakan roti hitam. Rhizopus stolonifer
adalah anggota Zygomycota dan dianggap sebagai spesies paling penting dalam genus Rhizopus.
Rhizopus stolonifer, salah satu jamur paling umum di dunia dan memiliki distribusi global
walaupun paling umum ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Rhizopus stolonifer
merupakan agen umum dari penguraian makanan yang disimpan. Seperti anggota genus
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
Rhizopus lainnya, R. stolonifer tumbuh dengan cepat, sebagian besar di lingkungan dalam
ruangan.

Gambar Rhizopus stolonifer


Sporangiofor R. stolonifer dapat mencapai panjang 2,5 mm dan berdiameter sekitar 20
μm. Spora berbentuk berbeda tergantung pada nutrisi yang tersedia. Mereka bisa berbentuk bulat
telur, poligonal atau sudut. Suhu optimal untuk pertumbuhan bervariasi antara 25-30 ° C. Titik
kematian termal, yang didefinisikan sebagai suhu terendah yang dapat membunuh semua sel
dalam sepuluh menit, adalah 60 ° C. Rhizopus stolonifer dapat tumbuh di lingkungan asam
dengan pH serendah 2,2. Kisaran pH dapat bervariasi dari 2,2 hingga 9,6. Radiasi ultraviolet
dapat menunda perkecambahan spora.

2. Rhizopus oligosporus
Rhizopus oligosporus adalah jamur yang termasuk dalam kelas Zygomycetes, yang
merupakan salah satu dari dua kelas dalam filum Zygomycota. Rhizopus oligosporus termasuk
dalam kelompok Rhizopus microsporus. Kelompok ini terbuat dari taksa dengan morfologi
serupa yang berhubungan dengan produksi metabolit, patogenesis, dan fermentasi makanan yang
tidak diinginkan. Meskipun varietas lain dalam Rhizopus microscopus mungkin berbahaya,
Rhizopus oligosporus tidak terkait dengan produksi metabolit yang berpotensi berbahaya. Ini
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
tidak ditemukan di alam dan sering digunakan oleh manusia. Galur Rhizopus oligosporus
memiliki diameter besar (hingga 43 um) dan spora tidak teratur dengan ukuran paling bervariasi.
Ini, misalnya, tercermin sebagai nilai tinggi dalam volume spora (96–223 mm3 / spora).
Rhizopus oligosporus memiliki spora besar, subglobosa hingga globosa, dan spora tidak teratur
dengan proporsi tinggi (> 10%). Rhizopus oligosporus juga memiliki spora dengan lembah dan
punggung bukit yang tidak paralel, dan dataran tinggi yang terkadang berbentuk granular.

Gambar Rhizopus oligosporus

3. Phytophthora infestans
Phytophthora infestans adalah oomycete atau jamur air, mikroorganisme yang
menyebabkan penyakit kentang dan tomat serius yang dikenal sebagai penyakit busuk daun atau
penyakit busuk kentang. Patogen disukai oleh lingkungan yang lembab dan dingin: sporulasi
optimal pada 12-18 ° C di lingkungan yang jenuh air atau hampir jenuh, dan produksi zoospore
disukai pada suhu di bawah 15 ° C. Tingkat pertumbuhan lesi biasanya optimal pada kisaran
suhu yang sedikit lebih hangat dari 20 hingga 24 ° C.
Siklus hidup aseksual Phytophthora infestans ditandai oleh fase pertumbuhan hifa,
sporulasi, perkecambahan sporangia (baik melalui pelepasan zoospore atau perkecambahan
langsung, yaitu munculnya tabung kuman dari sporangium), dan pembentukan kembali
pertumbuhan hifa. Ada juga siklus seksual, yang terjadi ketika isolat tipe kawin yang berlawanan
(A1 dan A2) bertemu. Komunikasi hormon memicu pembentukan spora seksual, yang disebut
oospora. Berbagai jenis spora memainkan peran utama dalam penyebaran dan kelangsungan
hidup P. infestans. Sporangia disebarkan oleh angin atau air dan memungkinkan pergerakan P.
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
infestans antara tanaman inang yang berbeda. Zoospora yang dilepaskan dari sporangia adalah
biflagellated dan chemotactic, memungkinkan pergerakan P. infestans lebih lanjut pada film air
yang ditemukan pada daun atau tanah. Baik sporangia dan zoospora berumur pendek, berbeda
dengan oospora yang dapat bertahan dalam bentuk yang layak selama bertahun-tahun.

Gambar Phytophthora infestans pada tomat


4. Aspergillus niger
Aspergillus niger adalah jamur dan salah satu spesies paling umum dari genus
Aspergillus. Aspergillus niger menyebabkan penyakit yang disebut "jamur hitam" pada buah-
buahan dan sayuran tertentu seperti anggur, aprikot, bawang, dan kacang tanah, dan merupakan
kontaminan umum makanan. Aspergillus niger digolongkan sebagai 'Conidiophores' - sebuah
organisme yang membentuk filamen atau hifa, atau dikenal sebagai conidia (metode reproduksi
jamur secara seksual). Aspergillus niger bahkan dapat tumbuh di lingkungan dengan nutrisi yang
sangat sedikit. Aspergillus niger berwarna hitam di permukaan dan putih atau kuning di
bawahnya.

Gambar Aspergillus niger


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
Jamur yang menguntungkan dan merugikan

Jamur yang menguntungkan :


 Rhizopus stolonifer, Untuk membuat tempe.
 Rhizopus nigricans, Menghasilkan asam fumarat.
 Saccharomyces cerevisiae, Untuk membuat tape, roti, minuman sake, dan bir.
 Aspergillus oryzae, Mengempukkan adonan roti.
 Aspergillus wentii, Untuk membuat sake, kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan
asam formiat.
 Aspergillus niger, Untuk menghasilkan O2 dari sari buah, dan menjernihkan sari buah.
 Penicillium notatum dan P. chrysogenum , Menghasilkan penicillin (antibiotik).
 Ganoderma lucidum, Sebagai bahan obat.
 Penicillium roqueforti dan P. camemberti, Untuk meningkatkan kualitas (aroma) keju.
 Trichoderma sp., menghasilkan enzim selulase.
 Neurospora crassa, Untuk membuat oncom.
 Volvariella volvacea (jamur merang), Auricularia polytricha (Jamur kuping) dan
Pleutus sp. (jamur tiram) , sebagai Jamur konsumsi.
 Beberapa ragi untuk membuat roti.
 Pabrik minuman beralkohol menggunakan ragi dan aspergillus untuk membuat minuman
bir dan minuman anggur.
 Spesies Penicillin dan Aspergillus digunakan untuk membuat keju dan yoghurt.
 Pada Industri Kimia spesies Mucor, Rhizopus, Penicillin, dan aspergillus digunakan
dalam pembuatan asam organik seperti asam laktat, asam sitrat, dan asam oktat.

jamur yang merugikan:


 Aspergillus flavus : Menghasilkan aflatoksi, menyebabkan kanker pada manusia.
 Aspergillus fumigatus : Kanker pada paru – paru burung.
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
 Amanita phalloides : Mengandung balin yang menyebabkan kemaian bagi yang
memakannya.
 Ustilago maydis : Parasit pada tanaman jagung dan tembakaw.
 Epidermophyton floccosum : Menyebabkan penyakit kaki atlet.
 Microsporum sp. dan Trichophyton sp. : Menyebabkan kurap atau panu.
 Helminthospium oryzae : Parasit dan merusak kecambah dan tubuh buah serta
menimbulkan noda – noda berwarna hitam pada hospes (inangnya).
 Candinda albicans : Menyebabkan keputihan

VII. KESIMPULAN :
1. Jamur mikroskopis berukuran kecil dan tidak dapat secara jelas dilihat jika tidak
menggunakan mikroskop dan mempunyai bentuk dan morfologi serta ciri khusus yang
membedakan antara jamur yang satu dengan yang lainnya, baik itu spora seksual, konidia
(bentuk dan jumlahnya), struktur khusus atau tahapan dalam daur hidupnya. Sedagkan jamur
makroskopis berukuran besar dan dapat dilihat langsung oleh mata telanjang dan
mempunyai bentuk, morfologi dan ciri khusus yang berbeda tiap spesies jamur seperti bentuk
pileus, stipe, ada atau tidaknya volva dan lainnya.
2. Jenis jamur mikroskopik yang ditemukan pada setiap sampel ialah Rhizopus stolonifer,
Rhizopus oligosporus, Phytophthora infestans, dan Aspergillus nigris.
3. Ciri-ciri jamur pada roti ialah memiliki hifa pendek bercabang, sporangia membentuk di
ujung sporangiofor, dinding sel dibentuk di sekitar spora, mengandung banyak inti sel.
4. Jenis jamur yang menguntungkan ialah Rhizopus stolonifer, Rhizopus nigricans,
Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Aspergillus wentii, Aspergillus niger,
Penicillium notatum, Ganoderma lucidum, Penicillium roqueforti, Trichoderma sp.,
Neurospora crassa, Volvariella volvacea, Auricularia polytricha dan Pleutus sp.
5. Jenis jamur yang merugikan ialah Aspergillus flavus, Amanita phalloides, Aspergillus
fumigatus, Ustilago maydis, Epidermophyton floccosum, Helminthospium oryzae, Candinda
albicans, Microsporum sp. dan Trichophyton sp.
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
VIII. DAFTAR PUSTAKA

Gandjar, I., R.A. Samson,., K. V. D. Tweel-Vermeulen., A. Oetari, dan I. Santoso. (1999).


Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Miskiyah, Christina Winarti, dan Wisnu Broto. (2010). Kontaminasi Mikotoksin Pada Buah
Segar dan Produk Olahannya serta Penanggulangannya. Jurnal Litbang Pertanian. 29(3).
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor.
Pfaller, M. A. (2015). Application of Culture-Independent Rapid Diagnostic Tests in the
Management of Invasive Candidiasis and Cryptococcosis. J. Fungi. 1 : 217-251.
Somad, M.Y. (2006). Pengaruh Penanganan Pasca Panen Terhadap Mutu Komoditas
Hortikultura. Jurnal Sain dan Teknologi Indonesia. 8 (1).
Uji T. (2007). Keanekaragaman Jenis Buah Buahan Asli Indonesia dan Potensinya. Jurnal
Biodiversitas. 8 (2): 157-167.

MEDAN, 7 NOVEMBER 2019


DOSEN/ASISTEN LAOBATORIUM PRAKTIKAN

(DINA RAHMI SOLIHAT NASUTION) (NOVITA SAHARA SIREGAR)


4153220006 4173141047
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
IX LAMPIRAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

LABORATORIUM BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETHUAN ALAM
Jl. Willem Iskandar Psr. V Medan Estate Telp. (061) 6625970
________________________________________________________________________