Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Hari Warna Tekstur Bau Homogenitas


Ke-1 Putih Kental - Homogen
Ke-2 Putih Kental - Homogen
Ke-3 Putih Kental - Homogen
Ke-4 Putih Kental Tengik Homogen
Ke-5 Putih Agak Kental Tengik Tidak Homogen
Ke-6 Putih Agak Kental Tengik Tidak Homogen
Ke-7 Putih Agak Kental Tengik Tidak Homogen

4.2 Pembahasan
Pada pembuatan formula ini digunakan metode triturasi, yaitu zat yang tidak
larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau dengan salah satu zat
pembantu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis (IMO, hal 55)
Langkah awal yang dilakukan pada pembuatan salep ini adalah menyiapkan
alat dan bahan. Adapun alat yang digunakan ialah lumpang dan alu, sudip, sendok
tanduk, kaca arloji, timbangan analitik, dan pot salep. Sedangkan bahan yang
digunakan ialah Asam Salisilat, vaselin album, dan alkohol 95%. Sebelum alat-alat
digunakan dalam pembuatan salep, maka terlebih dahulu dibersihkan dengan
menggunakan alkohol 95% agar alat-alat bebas dari bakteri.
Selanjutnya, ditimbang masing-masing bahan menggunakan wadah kaca
arloji. Penimbangan disesuaikan dengan hasil formulasi, asam salisilat ditimbang
sebanyak 2 gr dan vaselin album sebanyak 10 gr.
Dimasukkan asam salisilat terlebih dahulu sebanyak 2 gr ke dalam lumpang,
diaduk sambil ditetesi alkohol 95% sampai asam salisilat terbasahi. Hal ini
dimaksudkan agar zat aktif dapat cepat terlarut dan homogen.
Ditambahkan vaselin album sedikit demi sedikit dan digerus sampai
homogen.
Langkah selanjutnya, bahan-bahan yang sudah tercampur homogen
dimasukkan kedalam wadah pot salep dengan menggunakan sudip. Kemudian,
disimpan pada suhu ruang selama 7 hari dan diamati tingkat homogenitas,
konsistensi, bentuk, bau, warna, Ph, dan viskositasnya.