Anda di halaman 1dari 8

TUGAS 2

PENGANGGARAN ( EKMA4570 )
NAMA : EKO PURNOMO
NIM : 022 626 529

1. Uraikan model perencanaan strategis;


Perencanaan Strategis difokuskan pada tujuan perusahaan secara umum dan berdampak pada
seluruh fungsi managemen. Perencanaan strategis melibatkan konsekuensi yang menyeluruh
terhadap organisasi dan bersifat jangka Panjang.
2. Jelaskan tentang pentingnya perencanaan strategis ?
Perencanaan strategic sangat bermanfaat bagi perusahaan. Rencana strategic dapat dimanfaat
kan sebagai kerangka kerja untuk menyusun anggaran. Sulitnya penyusunan rencana strategic,
dapat meningkatkan kemampuan manager dalam menganalisis dan mengambil kebijakan untuk
jangka Panjang. Sekalipun itu, dengan bantuan rencana strategik, segala kegiatan yang di
selenggarakan oleh setiap unit dapat selaras dengan strategi perusahaan.

Ada beberapa tahapan yang harus di laksanakan dalam penyusunan rencana strategic agar di
peroleh hasil yang optimal. Proses perencanaan strategic melibatkan beberapa tahap kegiatan ,
yaitu
1. Meninjau dan memperbaharui rencana strategic
2. Memutuskan asumsi dan pedoman
3. Iterasi pertama dari rencana strategic baru
4. Analisis
5. Iteras kedua dari rencana strategic baru dan
6. Meninjau dan menyetujui bagi perusahaan.

Perencanaan strategic merupakan penghubung antara perumusan strategi yang dibuat oleh
korporat dengan detail program yang akan dilaksanakan oleh unit bisnis. Dengan tersedianya
rencana strategic, program dapat direncanakan secara matang, sehingga pengorbanan sumber
daya perusahaan menjadi lebih efisien .
3. Jelasan tentang pemanfaatan balanced scorecard dalam penyusunan rencana strategis?
Balanced scorecard adalah alat manajerial yang dapat dipilih dan digunakan untuk mencatat
seluruh nilai pencapaian pihak manajer unit bisnis yang menjalankan program-program. Denga
bantuan balanced scorecard, target yang ingin di capai oleh setiap unit bisnis pada umumnya dan
perusahaan secara umum dibandingkan dengan pencapaian yang dapat diraih pada periode
tersebut . hasil perbandingan ini dapat di gunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan
masing-masing manajer serta individu yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.
Seiring dengan perkembangan zaman, balanced scorecard tidak hanya di gunakan untuk
penilaian kinerja namun juga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan strategik.
Balanced scorecard merupakan salah satu alat yang sangat berguna dalam penyusunan
rencana strategic. Pengguna balanced scorecard dalam perencanaan strategik masih belum
banyak dimanfaatkan atau belum maksimal. Ada beberapa keunggulan yang sebenarnya dapat
dirasakan oleh unit bisnis dengan menerapkan balanced scorecard dalam penyusunan rencana
strategik , yaitu :
1. Sasaran strategik yang diperoleh akan lebih lengkap, berhubungan, dapat diukur dan
berimbang.
2. Scorecard perusahaan dapat secara langsung tersusun, sekaligus menjadi titik awal
pengelolaan kinerja.
3. Memungkinkan penerapan open book management.

4. Jelaskan hubungan antara rencana strategi, dengan anggaran ;


Setiap rencana strategik yang tersusun membutuhkan sumberdaya dalam pelaksanaannya.
Perusahaan perlu mengalokasikan setiap sumber daya yang dimiliki untuk menunjang
pelaksanaan rencana strategik. Alokasi yang dibuat harus terencana dengan baik dalam bentuk
anggaran .
5. Uraikan tentang posisi managemen dalam proses penganggaran dan fungsi anggaran dalam
kegiatan managerial;
Managemen dapat ditafsirkan sebagai proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan,
dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan
sumberdaya organisasi (Hanafi,2004). Dalam penafsiran manajemen tersebut, ada beberapa kata
kunci yaitu :
a) Prosesmenentukan kegiatan
b) Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengendalikan yang sering
disebut dengan fungsi managemen
c) Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktivitas
d) Sumberdaya organisasi
Fungsi anggaran dalam kegiatan managerial, Anggaran sebagai alat managerial anggaran
membentuk managemen dalam hal sebagai berikut:
a) Anggaran sebagai alat perencanaan
Manfaat utama perencanaan adalah sebagai penyedia proses umpan untuk periode
berikutnya dalam operasional dan pengendalian. Umpan kedepan yang dimaksud adalah
memberikan petunjuk teknis bagi managemen untuk pengambilan keputusan rutin.
Rencana di sepakati Bersama menjadi hal penting dalam upaya umpan kedepan.
Perencanaan bukanlah sesuatu yang mudah untuk disusun, sehingga membutuhkan
adanya motivasi. Perencanaan didasarkan pada pandangan bahwa kondisi perusahaan
masa depan akan sangat dipengaruhi oleh rencana dan keputusan yang dibuat saat ini.
Perencanaan diperlukan karena alas an berikut :
1. Unit bisnis di beri sasaran yang perlu dicapai, dan perencanaan dapat memberikan
acuan dalam bertindak untuk mencapai tujuan.
2. Keterbatasan sumber daya yang dimiliki organisasi
3. Kondisi persaingan pasar, dengan perencanaan dapat meningkatkan keberhasilan
dalam persaingan.
4. Setiap keputusan yang dibuat akan berdampak pada kondisi kesehatan perusahaan.
Anggaran digunakan untuk mengendalikan kondisi perusahaan.
b) Anggaran dalam fungsi pengorganisasian dan pengarahan
Anggaran digunakan sebagai acuan dalam pelaksanakan pekerjaan agar selaras dengan
keinginan managemen untuk mencapai target laba tertentu .
c) Anggaran sebagai alat pengendalian
Anggaran juga berfungsi sebagai alat pengendalian. Pengendalian yang di maksud adalah
pengawasan terhadap aktivitas untuk mencapai tujuan perusahaan dengan segala sumber
daya yang dimiliki.

6. Jelaskan tahapan dalam perencanaan dan pengendalian laba sebagai bagian dari anggaran;
a) Trendwatching
Trendwatching adalah kegiatan untuk mengidentifikasi dan melakukan evaluasi atas berbagai
kondisi internal perusahaan. Objek yang diamati adalah perubahan lingkungan bisnis dalam
tataran negara dan lingkungan industri untuk mencari ceruk yang mungkin dapat diisi dan
mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
b) Mengembangkan tujuan perusahaan
Tujuan perusahaan pada umumnya adalah mencari laba semaksimal mungkin untuk
menyejahterakan pemilik. Untuk mencapai tujuan itu perlu penetapan dan pelaksanaan
strategi. Tujuan perusahaan harus ditetapkan sebelum strategi mulai disusun.
c) Mengembangkan sasaran khusus perusahaan.
Mengembangkan sasaran khusus mulai berfokus pada hal-hal tertentu saja. Dengan adanya
sasaran khusus,dimungkinkan penyusunan anggaran lebih spesifik dan terinci.
d) Pengembangan dan relevansi strategi
Strategi merupakan cara metode yang akan digunakan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Pengembangan strategi dilakukan untuk mencari berbagai alternatif yang mungkin dapat
digunakan untuk mencapai tujuan dan dengan pengorbanan sumber daya yang minimal.
e) Perintah dari manajemen puncak untuk menyusun rencana
Perintah yang dikeluarkan oleh management puncak perusahaan untuk membuat perencanaan
kepada manager-manager dibawahnya akan menngkatkan partisipasi manager menengah-
bawah dalam perencanaan laba dan strategi periode selanjutnya.
f) Persiapan dan penilaian perencanaan proyek
Anggaran yang komperhensif mencakup rangkaian metode sistematis dan terpadu untuk
menyusun perencanaan kegiatan,perencanaan taktis dan perencanaan strategis. Tiap
management harus mengembangkan table atau grafik berdimensi waktu untuk tujuan
pengambilan keputusan dan perencanaan pada tiap unit yang dipimpinnya.
g) Pengembangan dan rencana laba
Para manager pusat pertanggung jawaban dapat mulai berbagai aktivitas untuk
mengembangkan rencana laba jangka pendek dan jangka panjang. Hak untuk melakukan
aktifitas-aktifitas untuk merencanakan laba yang diperoleh sejak diterimanya instruksi
perencanaan dan rencana proyek yang diberikan oleh manajemen puncak.
h) Penetapan rencana laba
Pelaksanaan manajemen yang telah melalui proses persetujuan oleh managemen melibatkan
seluruh fungsi managemen, mulai dari penganggaran hingga pengawasannya komunikasi
yang baik dari pihak manajemen diperlukan agar seluruh rencana yang dibuat dapat dipahami
dengan baik dan dilaksanakan oleh seluruh elemen terkait.
i) Pemanfaatan laporan kinerja
Tahap selanjutnya setelah penerapan laba,maka laporan kinerja per periode harus
dipersiapkan. Laporan kinerja merupakan produk turunan dari laporan bulanan. Yang
termasuk dalam laporan kinerja adalah laporan kinerja actual periodic,perbandingan antara
kinerja yang sesungguhnya terhadap harapan yang ingin dicapai,gambaran penyimpangan
kinerja,baik yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan.
j) Penggunaan anggaran biaya variable
Anggaran fleksibel hanya dapat digunakan dalam kelompok biaya. Anggaran biaya variable
bersifat tambahan untuk melengkapi perencanaan laba. Anggaran biaya ini memberikan
informasi yang sebenarnya tentang biaya yang dapat dimanfaatkan dalam perhitungan jumlah
anggaran untuk berbagai macam tingkat produksi atau tingkat aktivitas.
k) Implementasi tindakan
Hal penting dari rangkaian pengendalian adalah menerapkan untuk mengimplementasikan
tindakan. Implementasi tindakan menjadi penting karena merupakan turunan dari strategi dan
target yang ingin dicapai oleh perusahaan. Implementasi tindakan didasari oleh kinerja
periode lalu dan rencana penilaian kinerja dimasa depan untuk seluruh pihak yang
bertanggung jawab pada pengelolaan perusahaan. Implementasi tindakan yang baik dapat
terlaksana jika manager mampu memilah secara tepat antara suatu kejadian terhadap
penyebab terjadinya hal tersebut.

7. Jelaskan pendekatan dalam penyusunan anggaran yang paling tepat bagi sebuah perusahaan;

Pendekatan Penyusunan anggaran yang paling tepat untuk perusahaan:


1. Pendekatan Top-down
Penganggaran yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan ini dilakukan dan
diselesaikan oleh pihak managemen puncak. Unit-unit organisasi hanya bertugas untuk
melaksanakan seluruh rencana,program,dan menyelesaikannya. Bagi perusahaan yang
terdesentralisasi, manajemen puncak memberikan pengarahan dan petunjuk mengenai apa
yang diinginkan oleh perusahaan yang kemudian akan dijabarkan menjadi sebuah set
rencana. Managemen puncak wajib untuk meninjau dan melakukan tindakan korektif
sebelum sebuah set rencana yang diajukan oleh pimpinan dimasing-masing cabang
dilaksanakan.
2. Pendekatan Bottom-up
Penganggaran dengan metode ini didahului dengan pemberian gambaran situasi dan kondisi
yang dihadapi perusahaan kepada seluruh elemen dalam perusahaan. Situasi dan kondisi yang
dihadapi dapat berupa ketersediaan sumber daya,kemungkinan visi,misi dan tujuan juga
sasaran jika berubah. Pimpinan puncak akan memberikan kuasa terhadap setiap pimpinan
untuk menentukan detail rencana dan kebutuhan sumberdaya yang diperlukan dalam
menjalankan rencana-rencana yang disusunnya. Dalam metode penyusunan anggaran
semacam ini,setiap pimpinan unit akan bekerja sama dengan seluruh karyawan kunci dalam
unitnya untuk membantu menyusun anggaran. Anggaran yang telah tersusun disetiap unit
akan disampaikan kepada manajemen puncak untuk digabungkan dengan hasil unit lain.

3. Pendekatan campuran
Senyatanya pendekatan yang dilakukan secara murni dengan 2 metode tersebut jarang
ditemui. Pendekatan semacam ini diinisiasi dengan penyampaian petunjuk perencanaan
perusahaan secara garis besar yang kemudian akan dijabarkan oleh masing-masing unit.
4. Pendekatan kelompok
Penganggaran dengan metode ini hanya melibatkan sekelompok ahli dalam penyusunannya.
Penggunaan metode ini dalam sebuah perusahaan dapat terlihat jelas. Sebuah perusahaan
yang menggunakan metode Ini dapat diketahui dengan cara melihat struktur organisasinya.
Jika dalam struktur organisasi perusahaan terdapat sebuah unit khusus yang bertugas
menyusun anggaran maka dapat dipastikan bahwa perusahaan menggunakan metode ini
dalam penyusunan anggarannya.

8. Uraikan berbagai sistem penganggaran dan penerapannya pada jenis usaha;


Sistem Penganggaran :
A. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan di negara
berkembang dewasa ini. Terdapat dua ciri utama dalam pendekatan ini, yaitu: (a) cara
penyusunan anggaran yang didasarkan atas pendekatan incrementalism dan (b) struktur dan
susunan anggaran yang besifat line-item.Ciri lain yang melekat pada pendekatan anggaran
tradisional tersebut adalah: (c) cenderung sentralistis; (d) bersifat spesifikasi; (e) tahunan; dan (f)
menggunakan prinsip anggaran bruto. Struktur anggaran tradisional dengan ciri-ciri tersebut
tidak mampu mengungkapkan besarnya dana yang dikeluarkan untuk setiap kegiatan, dan bahkan
anggaran tradisional tersebut gagal dalam memberikan informasi tentang besarnya rencana
kegiatan.

B. Anggaran public dengan pendekatan NPM


Era New Public Management
New Public Management berfokus pada manajemen sektor publik yang berorientasi pada kinerja,
bukan berorientasi kebijakan. Penggunaan paradigma New Public Management tersebut
menimbulkan beberapa konsekuensi bagi pemerintah di antaranya adalah tuntutan untuk
melakukan efisiensi, pemangkasan biaya (cost cutting), dan kompetisi tender.Salah satu model
pemerintahan di era New Public Management adalah model pemerintahan yang diajukan oleh
Osborne dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya yang dikenal dengan konsep
“reinventing government”. Perspektif baru pemerintah menurut Osborne dan Gaebler tersebut
adalah:
 Pemerintahan katalis
 Pemerintah milik masyarakat
 Pemerintah yang kompetitif
 Pemerintah yang digerakkan oleh misi
 Pemerintah yang berorientasi hasil
 Pemerintah berorientasi pada pelanggan
 Pemerintah antisipatif
 Pemerintah desentralisasi
 Pemerintah berorientasi pada (mekanisme) pasar .
Perubahan pendekatan anggaran
Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya era New Public
Management telah mendorong usaha untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis
dalam perencanaan anggaran sektor publik. Seiring dengan perkembangan tersebut, muncul
beberapa teknik penganggaran sektor publik, misalnya adalah teknik anggaran kinerja
(performance budgeting), Zero Based Budgeting (ZBB), dan Planning, Programming, and
Budgeting System (PPBS).Pendekatan baru dalam sistem anggaran publik tersebut cenderung
memiliki karakteristik umum sebagai berikut:
1. komprehensif/komparatif
2. terintegrasi dan lintas departemen
3. proses pengambilan keputusan yang rasional
4. berjangka panjang
5. spesifikasi tujuan dan perangkingan prioritas
6. analisis total cost dan benefit (termasuk opportunity cost)
7. berorientasi input, output, dan outcome, bukan sekedar input.
8. adanya pengawasan kinerja.

Anggaran Kinerja
Sistem anggaran kinerja pada dasarnya merupakan sistem yang mencakup kegiatan
penyusunan program dan tolak ukur kinerja sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan
sasaran program. Penerapan sistem anggaran kinerja dalam penyusunan anggaran dimulai dengan
perumusan program dan penyusunan struktur organisasi pemerintah yang sesuai dengan program
tersebut. Kegiatan tersebut mencakup pula penentuan unit kerja yang bertanggung jawab atas
pelaksanaan program, serta penentuan indikator kinerja yang digunakan sebagai tolok ukur dalam
mencapai tujuan program yang telah ditetapkan.

1.Zero Based Budgeting (ZBB)


Konsep Zero Based Budgeting dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem
anggara tradisional. Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep Zero Based Budgeting
dapat menghilangkan incrementalism dan line-item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol
(zero-base).
Proses Implementasi ZBB
Proses implementasi ZBB terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Identifikasi unit-unit keputusan
2. Penentuan paket-paket keputusan
3. Meranking dan mengevaluasi paket keputusan
Keunggulan ZBB
a. Jika ZBB dilaksanakan dengan baik maka dapat menghasilkan alokasi sumber daya secara
lebih efisien.
b. ZBB berfokus pada value for money
c. Memudahkan untuk mengidentifikasi terjadinya inefisiensi dan ketidakefektivan biaya
Kelemahan ZBB
a. Prosesnya memakan waktu lama (time consuming), terlalu teoritis dan tidak praktis,
membutuhkan biaya yang besar, serta menghasilkan kertas kerja yang menumpuk karena
pembuatan paket keputusan.
b. ZBB cenderung menekankan manfaat jangka pendek
c. Implementasi ZBB membutuhkan teknologi yang maju
d. Masalah besar yang dihadapi ZBB adalah pada proses meranking dan mereview paket
keputusan. Mereview ribuan paket keputusan merupakan pekerjaan yang melelahkan dan
membosankan, sehingga dapat mempengaruhi keputusan.
1. Planning,Programming, and Budgeting Sistem (PPBS)
PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori sistem yang berorientasi pada
output dan tujuan dengan penekanan utamanya adalah alokasi sumber daya berdasarkan analisis
ekonomi. Sistem anggaran PPBS tidak mendasarkan pada struktur organisasi tradisional yang
terdiri dari divisi-divisi, namun berdasarkan program, yaitu pengelompokan aktivitas untuk
mencapai tujuan tertentu.
Proses Implementasi PPBS
Langkah-langkah implementasi PPBS meliputi:
1. Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi dengan jelas
2. Mengidentifikasi program-program dan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan
3. Mengevaluasi berbagai alternatif program dengan menghitung cost-benefit dari masing-
masing program.
4. Pemilihan program yang memiliki manfaat besar dengan biaya yang kecil
5. Alokasi sumber daya ke masing-masing program yang disetujui.
Karakteristik PPBS:
a. Berfokus pada tujuan dan aktivitas (program) untuk mencapai tujuan
b. Secara eksplisit menjelaskan implikasi terhadap tahun anggaran yang akan datang karena
PPBS berorientasi pada masa depan
c. Mempertimbangkan semua biaya yang terjadi
d. Dilakukan analisis secara sistematik atas berbagai alternatif program, yang meliputi: (a)
identifikasi tujuan, (b) identifikasi secara sistematik alternatif program untuk mencapai
tujuan, (c) estimasi biaya total dari masing-masing alternatif program, dan (d) estimasi
manfaat (hasil) yang ingin diperoleh dari masing-masing alternatif program.
Kelebihan PPBS
a. Memudahkan dalam pendelegasian tanggung jawab dari manajemen puncak ke manajemen
menengah.
b. Dalam jangka panjang dapat mengurangi beban kerja
c. Memperbaiki kualitas pelayanan melalui pendekatan sadar biaya (cost-consciousness/cost
awareness) dalam perencanaan program
d. Lintas departemen sehingga dapat meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama
Kelemahan PPBS
a. PPBS membutuhkan sistem informasi yang canggih, ketersediaan data, adanya sistem
pengukuran, dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi
b. Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar karena PPBS membutuhkan teknologi
yang canggih
c. PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulan manusia yang
kompleks

Terima Kasih