Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PATI (AMYLUM)

Oleh :

Ni Kadek Ovilia Lestari (181037)

Ni Komang Fajar Antari (181038)

Ni Made Renita Putri (181039)

Ida Ayu Sri Purnamadewi (181040)

Gusti Ayu Melina Ardani (181041)

Ni Ketut Ayu Parwati Pooja (181042)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


FAKULTAS FARMASI
PRODI D – III FARMASI

2019
ANALISA PATI (AMYLUM)

I. TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui dan melalukan idendifikasi macam-macam
amylum secara makroskopik, mikroskopik dan kumiawi.

II. DASAR TEORI

Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu


sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian
(Poedjiadi, A. 2009).
Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada
kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai
wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan
dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-
jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-
65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi
kentang (Gunawan,2004).
Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah
polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya amilopektin.
 Amilosa : Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan
ikatan α 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka.
 Amilopektin : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar
mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6
glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan terjadinya cabang,
sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang.
Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri
atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A. 2009).
Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan
80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama
mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif
(Gunawan, 2004).
Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah
C6H11O6dan rumus bangun dari α- D- glukosa. Amilum dapat dihidrolisis
sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis
juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase, dalam air ludah dan dalam
cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap
amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase, amilum diubah
menjadi maltosa dalam bentuk β – maltosa (Poedjiadi,A. 2009).
Amilum juga disebut dengan pati. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari
berbagai bagian tanaman, misalnya endosperma biji tanaman gandum, jagung dan
padi ; dari umbi kentang ; umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka); batang
Metroxylon sagu (pati sagu); dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang
meliputi Canna edulis, Maranta arundinacea, dan Curcuma angustifolia (pati umbi
larut) (Fahn, 1995).
Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi
adalah jagung (Zea mays), Padi/beras (Oryza sativa), kentang (Solanum
tuberosum), ketela rambat (Ipomoea batatas), ketela pohon (Manihot utilissima)
(Gunawan, 2004).
Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari
Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum
tuberosum Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentu polygonal,
membulat atau sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum
dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing
mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan, 2004).
Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai
bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi
tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat
diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum
gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria
(Gunawan, 2004).
Sebagai amilum normal, penggunaanya terbatas dalam industri farmasi. Hal
ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang
kurang baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai
pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai
musilago, bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar,
2004).
Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan
sebagai pengencer plasma (dalam larutan 6%). Ini merupakan pengibatan
tasmbahan untuk kejutan yang disebabkan oleh pendarahan, luka terbakar,
pembedahan, sepsis, dan trauma lain. Sediaan amilum yang terdapat dalam
pasaran adalah Volex® (Gunawan, 2004).
Fungsi amilum dalam dunia farmasi digunakan sebagai bahan penghancur
atau pengembang (disintegrant), yang berfungsi membantu hancurnya tablet
setelah ditelan (Syamsuni H,A. 2007).

II.I Klasifikasi dan Morfologi Tanaman


1. Singkong (Manihot utilissima)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Bangsa : Manihoteae
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima
Morfologi:
Tanaman singkong tidak memiliki bunga, termasuk tanaman
berkormus karena memiliki akar, batang, daun sejati, tinggi tanaman
235 cm, berumur 2 bulan. Tanaman saingkong mempunyai sistem
perakaran serabut, akar berwarna putih kekuningan, panjang akar 30
cm, panjang rambut akar 50 cm, termasuk tumbuhan dikotil, akar
menggembung berisi cadangan makanan.
Permukaan batang berwarna coklat, dalam batang berwarna putih
kekuning-kuningan, memiliki diameter selebar 2-4cm, batangnya
beruas-ruas.
Permukaan daun rata, tulang daun menjari, jenis daun tunggal,
bentuk daun lingkaran, daun berwarna hijau (berklorofil), tangkai daun
berwarna merah, ujung daun lancip, tangkai daun panjang, berwarna
kemerahan.
Bunga berukuran sangat kecil, berwarna putih, kelopak berjumlah
5 buah berwarna hijau dan berukuran lebih besar dari ukuran bunga,
bunga tidak memiliki alat kelamin jantan maupun betina. Umbi
memiliki diameter 2-5cm, panjang 20-60cm, daging umbi berwarna
putih/ kekuning-kuningan, kulit umbi berwarna coklat, dagingnya
bergetah
2. Gandum (Triticum aestivum L)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Triticum
Spesies : T. aestivum L
Morfologi :
Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm
dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki
tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit
(bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit
dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan
satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat
dipisahkan melalui proses penggilingan.
3. Jagung (Zea mays)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
Morfologi :
Deskripsi Jagung merupakan tanaman semusim (annual).Satu
siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari.Paruh pertama dari
siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk
tahap pertumbuhan generatif.Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi.
Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1 m sampai 3
m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m.
Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai
kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada
tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku
batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul
dari buku.Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung
lignin.Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan
tebu, namun tidak seperti padi atau gandum.Terdapat mutan yang
batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk
roset.permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki
tangkai.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang.
Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula.Tulang daun sejajar
dengan ibu tulang daun.Permukaan daun ada yang licin dan ada yang
berambut.Stoma pada daun jagung berbentuk halter.Warna hijau tua
dengan permukaan yang berbulu.
Bunga betina jagung berupa “tongkol” yang terbungkus oleh
semacam pelepah dengan “rambut”.Rambut jagung sebenarnya adalah
tangkai putik.Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang
terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious).Tiap kuntum bunga
memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret.
Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma).
Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga
(inflorescence).Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas.Bunga
betina tersusun dalam tongkol.Tongkol tumbuh dari buku, di antara
batang dan pelepah daun.
4. Padi (Oryza sativa)
Klasifikasi :
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.
Morfologi :
Tanaman padi termasuk tanaman setahun atau semusuim yang
berbentuk herba.Tinggi tanaman mencapai 120 cm. Bagian tanaman
secara garis besar terdapat bagian vegetatif dan generatif.
Sistem perakarnya merupakan sistem perakaran serabut (radyx
adventica), letak susunn akarnya tidak dalam kira kira pada kedalaman
30 cm. Karena itu akar banyak mengambil makanan dari tanah yang
berada di atas.
Batang pada Oryza sativa tersusn dalam rangkaian beruaas-ruas
(internodus), dan diantara ruas satu dengan lainnya dipisahkan oleh
buku (nodus).Ruas batang didalamnya beronga rongga dan berbentuk
bulat (teres), dari atas kebwah ruas batang semakin pendek dan ruas
paling pendek berada pada bagian batang palin bawah.
Daun termasuk daun tunggal terdiri dari helaian daun (lamina)
dan pelepah daun (vagina) yang menyelubungi batang.Bangun daun
berbentuk garis (linearis), pada berbatasan antara daun dan pelepah daun
terdapat lidah daun (ligula).Didalam ketiak daunterdapat kuncup yang
tumbuh menjadi batang.Tulang daun sejajar (rectinervis).
Bunganya, termaksud bunga majemuk dalam karanga bunga
malai (panicula).Tiappanicula terdiri dari kumpulan bunga yang
disebut spica, setiap spica terdiri dari satuatau lebih bunga disebut
flosculus. Sumbu utama tempat melekatnya spicula disebut
rachis,sumbu dari spicula disebut rachilla. bunga bisexualis, flosculus
mempunyai 2 sekat kelopak yang besar disebut lemma dan ukuran yang
lebih kecil disebut palea Dibawahlemma terdapat gluma I dan gluma
II.Alat kelaminterdiri dari benang sari sebanyak 6 buah, tangkai sariny
endek dan tipis.Putik mempunyai 2 buah tangkai dengan epala putik
yang berbentuk seperti bulu, letak ovulum seperum dan carpellum 2
buah.Termasuk kedalam buah cariopsis yang sehari hari disebut biji
padi atau bulir, gabah sebenarnya bukan bijimelainkan buah padi.

II.II Identifikasi Amilum


1. Amilum Manihot (Pati Singkong)
Pati singkong adalah pati yang diperoleh dari umbi akar Manihot
utillissima Pohl ( familia Euphorbiaceae ).
Pemerian : serbuk sangat halus, putih. Kelarutan : paktis tidak larut
dalam air dingin dan dalam etanol.
Mikroskopik : butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak, butir
kecil diameter 5µm sampai 10µm, butir besar bergaris tengah 20µm
sampai 35µm, hilus di tengah berupa titik, garis lurus atau bercabang
tiga, lamela tidak jelas,konsentris, butir majemuk sedikit, terdiri atas
dua atau tiga butir tunggal tidak sama bentuknya.
Bahan organik asing : tidak lebih dari sespora sel.
Wadah dan penyimpanan : dalam wadah tertutup rata

2. Amilum Tritici (Pati Gandum)


Amylum tritici Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari
biji Triticum aestivumL.
Mikroskopik : butir, bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran
10µm sampai 45µm, bentuk bulat telur,terbelah sepanjang poros utama,
butir bersegi banyak atau bulatan kecil, ukuran 2 µm sampai 10µm.
Jarang diketemukan butiran dengan ukuran sedang. Hilus dan lamela
sukar terlihat. Amati di bawah cahaya terpolarisasi,tampak bentuk
silang berwarna hitam, memotong pada hilus.

3. Amilum Maydis (Pati Jagung)


Pati jagung adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L (
familia Poaceae ) Pemerian,kelarutan,bahan organik asing,wadah
penyimpanan : memenuhi syarat seperti yang tertera pada Pati
Singkong.
Mikroskopik : butir bersegi banyak, bersudut, ukuran 2µm sampai
23µmatau butir bulat dengan diameter 25µm sampai 32µm. Hilus
ditengah berupa rongga yang nyata atau celah berjumlah 2 sampai
5,tidak ada lamela. Amati di bawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk
silang berwarna hitam, memotong pada hilus.

4. Amilum Oryzae (Pati Beras)


Amylum oryzae Pati beras adalah pati yang diperoleh dari biji
Oryza sativa L. (Familia Poaceae). Pemerian,kelarutan,bahan organik
asing,wadah penyimpanan : memenuhi syarat seperti yang tertera pada
Pati Singkong.
Mikroskopik : butir versegi banyak ukuran 2µm sampai 5µm, tunggal
atau majemuk bentuk bulat telur ukuran 10µm sampai 20 µm. Hilus
ditengah, tidak terlihat jelas,tidak ada lamela konsentris. Amati di
bawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam,
memotong pada hilus.

III. ALAT DAN BAHAN


 Alat : Mikroskop, objek glass, cover glass, pipet tetes, tabung reaksi,
beaker glass, pensil, penghapus
 Bahan : Amylum oryzae ( pati beras), Amylum solani ( pati kentang),
Amylum tritici ( pati gandum), Amylum manihot ( pati singkong), Amylum
maydis ( pati jagung), aquades, larutan iodium, kertas lakmus

IV. PROSEDUR
 Identifikasi amylum secara makroskopik :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Ambil sedikit Amylum oryzae (pati beras)
3. Amati warna dan baunya
4. Catat hasil pengamatan
5. Ulangi langkah 1, 2, 3, dan 4 menggunakan Amylum solani (pati
kentang), Amylum triciti (pati gandum), Amylum manihot (pati
singkong), Amylum maydis (pati jagung)
 Identifikasi amylum secara mikroskopik :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Ambil sedikit amylum oryzae ( pati beras) dan meletakkannya pada
objek glass
3. Tambahkan 1-2 tetes aquades kemudian segera menutup dengan cover
glass
4. Amati di bawah mikroskop
5. Catat dan gambar hasil pengamatan yang meliputi : bentuk dan ukuran
butiran, bentuk dan letak hilus, dan lamella
6. Ulangi langkah 1, 2, 3, 4, dan 5 menggunakan Amylum solani (pati
kentang), Amylum triciti (pati gandum), Amylum manihot (pati
singkong), Amylum maydis (pati jagung)
 Identifikasi amylum secara kimiawi

AMYLUM PERLAKUAN REAKSI POSITIF


Amylum 1. Didihkan 1 gram 1. Terbentuk larutan
oryzae amylum oryzae kanji yang tidak
dengan 50 ml air transparan dan tidak
amati berbau
2. Uji dengan kertas 2. Tidak merubah
lakmus P amati kertas lakmus P
3. Didihkan larutan 3. Terjadi warna biru
tambahkan larutan yang jikia
iodium P dipanaskan hilang
amati.larutan dan jika didinginkan
dipanaskan lagi timbul kembali.
amati.kemudian
didinginkan lagi
amati.
Amylum 1. Didihkan 1 gram 1. Terbentuik gudir
solani amylum solani atau cairan kental
dengan 1 ml air yang transparan
selama 15 menit
kemudian
didinginkan amati. 2. Terjadi warna biru
2. Tambahkan larutan tua jika dipanaskan
iodium P hilang dan jika
amati.larutan di didinginkan timbul
panaskan kembali.
amati.larutan
didinginkan kembali
amati.

Amylum 1. Amylum tritici + 1. Terbentuk warna


tritici larutan iodum biru
Amylum 1. Didihkan 1 gram 1. Terbentuk larutan
manihot amylum manihot kanji yang
dengan 50 ml air transparan,hampir
amati. tidak berbau.
2. Uji dengan kertas 2. Tidak merubah
lakmus amati. kertas lakmus P
Amylum 1. Amylum 1. Terbentuk warna
maydis maydis+larutan biru.
iodum

V. HASIL PENGAMATAN
 Hasil Identifikasi Amylum secara Makroskopik

Amylum Hasil Pengamatan


Amylum Oryzae (pati beras ) Warna: Putih
Nama latin tanaman asal: Bau: Tidak berbau
Oryza sativa L Bentuk: Tawar
Amylum Solani (pati kentang) Warna: Putih
Nama latin tanaman asal: Bau: Tidak berbau
Solanum tuberosum Bentuk: Tawar
Amylum Tritici (pati gandum ) Warna: Putih
Nama latin tanaman asal: Bau: Tidak berbau
Triticum vulgare L Bentuk: Tawar
Amylum Manihot (pati Warna: Putih
singkong) Bau: Tidak berbau
Nama latin tanaman asal: Bentuk: Tawar
Manihot utilissima
Amylum Maydis (pati jagung) Warna : Putih
Nama latin tanaman asal: Bau: Tidak berbau
Zea mays L Bentuk: Tawar

 Hasil Identifikasi Amylum secara Mikroskopik

Amylum Hasil Pengamatan


Amylum Oryzae (pati Bentuk : butir bersegi banyak, bulat telur
beras ) Ukuran : 10 µm – 20 µm
Hilus : ditengah tidak terlihat jelas
Lamela : tidak ada lamela
Gambar :

Amylum Solani (pati Bentuk : bulat telur


kentang) Ukuran : 10 µm – 35 µm
Hilus : berupa titik pada ujung yang
sempit
Lamela : jelas terlihat
Gambar :

Amylum Tritici (pati Bentuk : serupa lensa bundar atau jorong,


gandum) kadang berbentuk ginjal
Hilus :terletak di tengah, berupa
titik/celah tidak terlihat jelas
Lamela : tidak jelas
Gambar :

Amylum Manihot (pati Bentuk : agak bulat atau bersegi banyak,


singkong) seperti topi tentara
Ukuran : butir kecil 5 µm – 10 µm, butir
besar bergaris tengah 20 µm – 35 µm
Hilus : ditengah berupa titik
Lamela : tidak terlihat jelas
Gambar :

Amylum Maydis (pati Bentuk : bentuk segi banyak


jagung) Ukuran : 2 µm – 23 µm atau butir bulat
dengan diameter 25 µm – 32 µm
Hilus : ditengah, berupa celah atau
rongga
Lamela :tidak ada
Gambar :
 Hasil Identifikasi Amylum secara Kimiawi

Amylu Perlakuan Reksi Hasil pengamatan


m positif
Amylu didihkan Terbentuk Terbentuk larutan kanji yang tidak
m 1g larrutan transparan dan tidak berbau
Oryzae amylum kanji yang Gambar :
oryzae tidak
dengan 50 transparan
ml air dan tidak
berbau

uji Tidak Tidak merubah kertas lakmus P


dengan merubah Gambar:
kertas kertas
lakmus P, lakmus P
amati
dinginkan Terjadi Terjadi warna biru yang jika dipanaskan
larutan,ta warna biru hilang namun setelah didinginkan warna
mbahkan yang jika biru tidak muncul kembali
larutan dipanaska Gambar :
iodium P, n hilang
amati. dan jika
Larutan didinginka
dipanaska n timbul
n lagi, kembali
amati.
Kemudian
didingink
an lagi, Sebelum dipanaskan
amati

Sesudah dipanaskan. Setelah dingin


warna biru tidak kembali
Amylu Didihkan Terbentuk Terbentuk gudir atau cairan kental yang
m 1g gudir atau transparan
Solani amylum cairan Gambar:
solani kental
dengan 1 yang
ml air transparan
selama 15
menit,
kemudian
dinginkan
, amati
Tambahk Terjadi Terjadi warna biru tua yang jika
an larutan warna biru dipanaskan hilang namun setelah
iodium P, tua yang didinginkan warna biru tua tidak timbul
amati. jika kembali
Larutan dipanaska Gambar:
didingink n hilang
an dan jika
kembali, didinginka
amati n timbul
kembali

Sebelum dipanaskan

Setelah dipanaskan warna biru hilang.


Setelah dingin warna biru tidak kembali
Amylu Amylum Terbentuk Terbentuk warna biru dongker
m Tritici + larutan warna biru Gambar:
iodium
Amylu Didihkan Terbentuk Terbentuk larutan kanji yang tramsparan
m 1g larutan hampir tidak berbau
Manihot amylum kanji yang Gambar:
manihot tramsparan
dengan 50 hampir
ml air, tidak
amati berbau

Uji Tidak Tidak merubah kertas lakmus P


dengan merubah Gambar :
kertas kertas
lakmus, lakmus P
amati

Amylu Amyluum Terbentuk Terbentuk warna biru dongker


m maydis + warna biru Gambar:
Maydis Larutan
iodium

VI. PEMBAHASAN
Identifikasi makroskopik dan mikroskopik pada simplisia pati ini dilakukan
untuk mengidentifikasi bentuk serta anatomi secara spesifik dengan menggunakan
mikroskop untuk mendenteksi organel sel yang terdapat dalam simplisia pati, dan
fragmen yang terdapat di dalamnya.
 Amylum oryzae
Secara makroskopik simplisia amylum oryzae berwarna putih, tidak
berbau dan berasa tawar. Secara mikroskopik, bentuk amylum oryzae dalam
mikroskop yaitu butir bersegi banyak, tunggal atau majemuk bentuk bulat
telur, terdapat butir telur dan hilus yang tidak terlihat jelas, dan tidak
terdapat lamella. Identifikasi secara kimiawi berdasarkan hasil yang kami
dapatkan dimana perlakuan yang pertama dengan mendidihkan simplisia
amylum oryzae dengan air, terbentuk larutn kanji yang sedikit kental dan
transpara tidak berbau hal ini dikarenakan pada amylum oryzae
mengandung pati karbohidrat yaitu amilopektin yang dapat menyebabkan
sifat lengket dari amylum yang sudah dicampurkan dengan air dan
dididihkan. Sedangkan dengan perlakuan pengujian dengan kertas lakmus
yang dicelupkan ke campuran amylum dengan air kertas lakmus tersebut
tidak berubah, hal ini menunjukkan bahwa amylum oryzae tidak bersifat
asam maupun basa tetapi netral. Perlakuan yang ketiga dengan mentetesi
larutan iodium pada campuran amylum yang sudah dilarutkan dengan air,
pengujian ini bertujuan untuk menguji karbohidarat yang ada pada amylum
oryzae yang ditandai dengan berubahnya warna larutan menjadiwarna biru
ketika sudah ditetesi larutan iodium ini menandakan bahwa amylum oryzae
memang mengandung karbohidrat,sementara ketika di didihkan warna biru
tersebut berubah/ hilang dan ketika di dinginkan seharusnya warna biru
akibat ditetesi larutan iodium tersebut kembali namun pada percoaan yang
telah kami lakukan warna biru pada campuran tidak kembali tidak sesuai
denann reaksi positif yang seharusnya, hal ini mungkin dikarenakan ketidak
sesuaian takaran amylum yang kami larutkan dengan air dimana kami tidak
melakukan penimbangan pada sampel amylum yang akan di identifikasi
selain itu mungkin penambahan reagen iodium yang kurang.
 Amylum maydis
Secara makroskopik simplisia amylum maydis berwarna putih, tidak
berbau dan berasa tawar. Secara mikroskopik, amylum maydis tidak
mempunyai lamella (tidak terlihat), Bentuk amylum maydis ini berupa butir
bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat, kemudian terdapat butir pati dan
hilus yang berupa rongga atau celah. Identifikasi amylum maydis secara
kimiawi dilakukan dengan mentetesi larutan iodium yang ditandai dengan
terbentuknya warna biru dongker sesuai dengan hasil praktikum yang telah
kami lakukan perubahan warna tersebut karena amylum maydis tersebut
mengandung karbohidrat, berbeda dengan reaksi positif yang seharusnya
berwarna biru namun hasil pengamatan kami berwarna biru dongker
mungkin dikarenakan terlalu banyaknya reagen iodium yang kami gunakan.
 Amylum manihot
Secara makroskopik simplisia amylum manihot berwarna putih, tidak
berbau, dan berasa tawar. Secara mikroskopik amylum manihot yang kami
amati dari mikroskop dapat melihat bentuknya yang berupa butir
tunggal,butir agak bulat atau bersegi banyak butir kecil, ada butir pati,dan
juga hilus yang berupa garis dan titik, ada juga lamella tapi tidak jelas,yang
berupa butir majemuk sedikit. Identifikasi amylum manihot secara kimiawi
dengan perlakuan mendidihkan/ memanaskan dengan mencampurkan
amylum manihot dengan air terbentuk larutan kanji yang sedikit kental dan
transparan hal ini dikarenakan amylum manihot mengandung karbohidrat
amylupektin yang dapat memberikan sifat lengket pada amylum manihot.
Perlakuan pengujian dengan kertas lakmus, tidak terjadi perubahan pada
kertaslakmus hal ini dikarenakan amylum solani tidak bersifat asam maupun
basa tetapi netral.
 Amylum solani
Secara makroskopik simplisia amylum solani berwarna putih, tidak
berbau dan berasa tawar. Secara mikroskopik amylum solani yang kami
amati dari mikroskop, dapat dilihat berbentuk butir tunggal, tidak beraturan,
atau bulat telur, terdapat butir pati juga lamella tapi tidak terlihat
jelas.Identifikasi amylum solani secara kimiawi dengan perlakuan
mendidihkan amylum dengan air membentuk gudir yang transparan hal ini
dikarenakan amylum solani mengandung karbohidrat amilosa, amilosa akan
memberikan sifat keras pada zat amylum tersebut. Sementara perlakuan
dengan mentetesi larutan iodium campuran amylum solani berubah menjadi
berwarna biru, hal ini dikarenakan amylum solani mengandung
karbohidrat,ketika dipanasan warna biru hilsng dan ketik didinginkan warna
bitru tidak kembali,hal ini mungkin dikarenakan ketidak sesuaian takaran
yang kami gunakan saat mencampurkan amylum solani dengan air karena
kami tidak melakukan penimbangan (hanya memperkirkan)
 Amylum tritici
Secara makroskopik simplisia amylum tritici berwarna putih, tidak
berbau dan berasa tawar. Secara makroskopik amylum tritici yang kami
amati dengan mikroskop, dapat dilihat amylum tritici berbentuk serupa
lensa bundar atau jorong, terkadang berbentuk ginjal. Hilusnya terletak di
tengah, berupa titik atau celah yang tidak terlihat jelas dan lamella tidak
terlihat jelas. Identifikasi amylum tritici secara kimiawi dengan
menambahkan larutan iodium pada amylum solani terbentuk warna biru hal
ini dikarenakan amylum solani mengandung karbohidrat, dimana tujuan dari
mentetesi larutan iodium pada umumnya untuk mengidentifikasi karbohidrat
yang ada pada sampel yang akan diuji.

VII. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
 Secara Makroskopik
Setiap amylum cukup mirip secara organoleptis
 Secara Mikroskopik
Setiap amylum memiliki ciri spesifik yang berbeda
 Secara Kimiawi
Setiap amylum memberikan hasil yang berbeda jika direaksikan oleh
reagen. Pada saat ditetesi iodium, Amylum maydis, Amylum triciti,
Amylum solani, Amylum oryzae berubah warna menjadi biru dongker yang
menandakan Amylum tersebut mengandung karbohidrat.
DAFTAR PUSTAKA

Kent NL. 1975. Technology of Cereals with Special References to Wheat. Oxford: Pergamon
Pr.

Anwar, E. et al.2004. Pemanfaatan Maltodekstrin Pati Terigu Sebagai Eksipien dalam


Formula Sediaan Tablet dan Niosom.Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Fahn, A.1995. Anatomi Tumbuhan edisi ketiga.Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Gunawan,D.,Mulyani,S.2004.Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1. Jakarta: Penebar


Swadaya

Poedjiadi.2009.Dasar-dasarBiokimia.Jakarta:Universitas Indonesia Press

Syamsuni, H. A. 2007. Ilmu Resep.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran

Depkes RI, 1978 , Materia Medika Indonesia jilid I-VI, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Eliyanoor, B., 2011, penuntun praktikum farmakognosi makroskopik dan mikroskopik, Bina
Ilmu Mandiri