Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KEGIATAN KELOMPOK

KULIAH KERJA NYATA

DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN DAN S1 FARMASI

TAHUN AKADEMIK 2019/2020

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK : 4

1. FITRI AURIDA
2. RIRIN WIJAYANTI
3. SILVIA NURUL HIKMAH
4. SITI NAFIAH
5. ULFIYA AFRIDA
6. VELLYA NURUL FAELANI
7. WAHYUDI NURIDIN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS


Jln. Ganesha I, Purwosari, Kudus 59316, Telp/Fax. 0291-442993/437218
Telepon/Faxsimil : (0291) 437218 E-mail Address : sekretariat@umkudus.ac.id
Web Address : http://www.umkudus.ac.id
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap
masyarakat dan merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan diadakannya KKN, diharapkan seorang mahasiswa semakin matang dengan
disiplin keilmuannya. KKN juga berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih efektif
yaitu pendidikan yang langsung dialami oleh mahasiswa. Jadi tidak hanya sekedar
materi tetapi yang lebih penting adalah aplikasi dari teori-teori yang telah didapat
dibangku kuliah tidak sama dengan kenyataan yang ada di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan mampu untuk mengenal lingkungan
masyarakat secara langsung dengan segala permasalahan yang terjadi. Dengan
ditemukannya permasalahan, mahasiswa akan berpikir dan berusaha untuk mencari
solusi atas permasalahan tersebut. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan dapat menjadi
jembatan bagi mahasiswa menuju ke dunia kerja yang cakupannya lebih luas daripada
dunia perkuliahan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka kegiatan
KKN dianggap penting dan harus diselenggarakan.
2. TUJUAN UMUM
Mahasiswa diharapkan mampu dalam penerapan IPTEK dengan landasan keilmuan
dan keislaman.
3. TUJUAN KHUSUS
a. Mampu membuat produk dari bahan-bahan alam di Desa Kedungsari. Produk yang
dihasilkan untuk kepentingan atau solusi kesehatan masyarakat.
b. Mampu melaksanakan kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan
kepada masyarakat, kelompok atau individu dengan harapan masyarakat
mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik.
c. Mahasiswa mampu memakmurkan Masjid atau Ranting Muhammadiyah.
4. MANFAAT
a. Mahasiswa
1) Memperdalam penghayatan mengenai manfaat ilmu, agama, teknologi serta
seni dan olahraga bagi pelaksanaan pembangunan masyarakat.
2) Tumbuhnya rasa kepedulian sosial dan rasa kesejawatan.
3) Keterampilan dalam merumuskan serta memecahkan berbagai program
pemberdayaan dan pembangunan desa.
b. Masyarakat
1) Tumbuhnya dorongan potensi dan inovasi dikalangan masyarakat desa dalam
upaya memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu, sumber daya dan
tekologi.
2) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga pemecahan masalah pembangunan
daerah.
c. Perguruan Tinggi
1) Melalui mahasiswa atau dosen pembimbing lapangan diperoleh umpan balik
sebagai pengayaan materi kuliah, penyempurnaan kurikulum dan sumber
inspirasi bagi suatu rancangan bentuk pengabdian masyarakat.
2) Sasaran menerapkan ilmu pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah
kedalam kehidupan sosial.
BAB II SASARAN DAN METODE

1. SASARAN
Sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat Desa Kedungsari Kecamatan Gebog
Kabupaten Kudus.
2. METODE PENERAPAN
Metode penerapan pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Kedungsari ini dilakukan
melalui beberapa karakteristik, antara lain :
a. Gagasan Bersama (Co-Creation)
Pelaksanaan KKN ini didasarkan pada suatu program yang merupakan gagasan
bersama antara Universitas (Dosen Pembimbing, Mahasiswa, Pusat Studi) dengan
pihak Pemerintah Daerah (Lingkungan, Desa atau Kecamatan), dan masyarakat
setempat.
b. Dana Bersama (Co-financing/Co-funding)
Pendanaan KKN dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara mahasiswa S1
Keperawatan dengan mahasiswa S1 Farmasi, serta pihak Universitas.
c. Keleluasaan (Flexibility)
Program – program dan pelaksanaan KKN sesuai dengan situasi dan kebutuhan
Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat dalam proses pembangunan di
daerah.
d. Berkesinambungan (Sustainability)
KKN ini dilaksanakan berdasarkan kesinambungan antara suatu tema dan program
yang sesuai dengan tempat dan target tertentu.
e. Berbasis riset (Research based Community Services)
KKN dilaksanakan sebaik mungkin melalui riset di daerah atau tempat pelaksanaan
KKN agar dapat menghasilkan program-program kerja yang dapat diterapkan di
daerah tersebut.
3. PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Kudus yang
diselenggarakan di Desa Kedungsari Pada tanggal 14 Oktober – 2 November 2019 telah
berhasil melaksanakan beberapa program, yaitu :
NAMA TANGGAL
NO HASIL PELAKSANAAN
PROGRAM PELAKSANAAN
1. Demonstrasi 30 Oktober 2019  Peserta demonstrasi
Pembuatan antusias
Kripik Dendeng  mendengarkan, dan aktif
Daun Singkong melaukan tanya jawab
2. Expo 2 November 2019  Semua produk Kripik
Dendeng Daun Singkong
laku terjual

4. EVALUASI KEGIATAN
A. Evaluasi Hasil
1) Masyarakat mampu mengetahui tentang adanya produk Kripik Dendeng Daun
Singkong.
2) Masyarakat mampu ikut memberdayakan adanya daun singkong untuk nantinya
bisa dibuat olahan Kripik Dendeng Daun Singkong.
B. Evaluasi Struktur Persiapan
1) Masyarakat hadir di tempat penyuluhan demonstrasi.
2) Penyelenggaraan penyuluhan demonstrasi di laksanakan di Rumah Ketua PKK
RT 05/01
C. Evaluasi Proses
1) Masyarakat antusias mendengarkan penyuluhan demonstrasi
2) Masyarakat sangat memperhatikan saat penyaji menyampaikan produk Kripik
Dendeng Daun Singkong
3) Masyarakat tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan demonstrasi
4) Masyarakat memberikan pertanyaan terkait produk Kripik Dendeng Daun
Singkong
D. Evaluasi Keterbatasan dan Hambatan
Dalam penyuluhan demonstrasi produk Kripik Dendeng Daun Singkong di
PKK RT 05/01 ini terdapat keterbatasan pada ruangannya, dimana ruangannya
kurang luas, akses keluar masuk jadi satu, sehingga saat penyajian tentang produk
Kripik Dendeng Daun Singkong ini menjadi tidak efektif.
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

1. HASIL KEGIATAN
Kegiatan penyuluhan produk Kripik Dendeng Daun Singkong
dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Oktober 2019. Tepatnya dikediaman Ketua PKK
RT 05/01 Desa Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
Mahasiswa KKN UMKu (khususnya kelompok 4) sebelumnya melakukan
kegiatan penyuluhan tentang produk Kripik Dendeng Daun Singkong ini, dimana
telah mencoba dengan beragam formuasi. Sehingga mendapatkan formuasi yang
tepat, serta siap untuk dikembangkan dimasyarakat.
Pengembangan produk daun singkong yang diolah menjadi Kripik Dendeng
Daun Singkong dilakukan berdasarkan riset dan jumlah sebagai acuan. Sehingga
tidak terjadi kesalahan saat proses pembuatan produk.
Pada saat proses berlangsungnya penyuluhan, sasaran (masyarakat RT
05/01) mendengarkan dengan seksama, aktif dalam bertanya. Serta sangat antusias
dalam mengetahui pembuatan Kripik Dendeng Daun Singkong. Pada saat proses
penyuluhan berlangsung tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan.
Kegiatan diperluas dalam pengenalan produk serta pemasaran produk di
acara Jalan Sehat dan Expo yang diselenggarakan mahasiswa KKN UMKu.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 02 November 2019 yang bertempat di
lapangan balaidesa Kedungsari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Dihadiri oleh
± 100 masyarakat Desa Kedungsari.
Jalan sehat dan Expo merupakan acara puncak yang dilaksanakan sebagai
salam perpisahan kepada masyarakat di Desa Kedungsari. Serta merupakan acara
untuk memperluas dalam pengenalan produk Kripik Dendeng Daun Singkong
kepada masyarakat Desa Kedungsari.
Produk Kripik Dendeng Daun Singkong yang dipasarkan kepada masyarkat
terdapat dua jenis, yaitu produk olahan mentah dan produk olahan matang.
Pada saat proses berjalannya pemasaran produk Kripik Dendeng Daun
Singkong, banyak masyarakat yang tertarik dengan produk inovasi dari olahan
daun singkong ini. Banyak masyarakat yang membeli produk ini, serta banyak
masyarakat yang antusias untuk membuat Kripik Dendeng Daun Singkong.

2. PEMBAHASAN
Keripik atau kripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari
umbi-umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati.
Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan adonan
tepung yang diberi bumbu rempah tertentu.
Bagian tanaman ubi kayu yang umum digunakan sebagai bahan makanan
adalah umbi dan daun-daun muda (pucuk). Daun ubi kayu (daun singkong) biasa
diolah menjadi berbagai olahan pangan, mengingat rasanya yang enak serta kaya
kandungan gizi mengandung mineral, vitamin, asam amino essensial dan protein
yang sangat baik bagi tubuh. Pembuatan kripik dendeng daun singkong secara
umum dapat melalui beberapa cara diantaranya dengan sayatan tipis dan dengan
dicincang kasar setelah itu dicetak sehingga berbentuk lempengan.
Bahan baku yang digunakan dalam penelitianya itu daun ubi kayu (daun
singkong) disortir, dipilih daun yang muda, dicuci, dan ditiriskan. Daun ubi kayu
direbus selama 30 menit sampai 60 menit sampai daunnya lunak kemudian
ditiriskan.
Bahan-bahan penolong seperti:
1. Bawang putih 3 siung
2. Ketumbar 2 sdm
3. Bawang merah 9 siung
4. Jahe 1 ibujari
5. Lengkuas ½ ibujari
6. Garam secukupnya
7. Royko secukupnya
dihaluskan dengan menggunanakan cobek dan uleg atau ditumbuk, hingga
homogen (tercampur rata).
Daun ubi kayu yang telah dihaluskan, ditambahkan dengan bumbu halus, 3butir
telur, 3sdm tepung tapioka, 4sdm tepung beras dicampur jadi satu sampai homogen
(tercampur rata).
Selanjutnya dimasukkan ke cetakan (plastik pembungkus) diikat dan
direbus atau dikukus selama ±1 jam lalu diangkat dan didinginkan. Setelah dingin
diiris tipis dan dipipihkan menyerupai dendeng daging. Dendeng yang sudah jadi,
digoreng dengan minyak yang bersuhu 120˚C (sedang) sampai berubah warna.
Dan yang terakhir kripik dendeng daun singkong dikemas dengan plastik pada suhu
ruang, masih dalam kondisi baik selama 1 minggu penyimpanan.
Perhitungan :
Biaya Operasional Produk:
1. Belanja daun singkong sebanyak 5 unting Rp 12500
2. Bahan penolong dan bahan tambahan sebanyak Rp 25.000
3. Minyak goreng 1 liter Rp 13.000
4. Plastik kemasan 12 x 14 cm sebanyak Rp 18.000
5. Biaya gas elpiji 3 kilogram Rp 20.000
Total biaya operasional produk Kripik Dendeng Daun Singkong Rp 88.500
Dengan asumsi harga jual satu bungkus Keripik Dendeng Daun Singkong
sebesar Rp 6.000 (kemasan mentah) 50 gram, Rp 3.500 (kemasan matang) 30 gram
dan dalam satu kali produksi bisa menghasilkan 40 bungkus . Kemasan mentah 20
bungkus dan kemasan matang 20 bungkus. Maka omset yang diperoleh sebesar:
Kemasan mentah Rp 6.000 x 20 = Rp 120.000
Kemasan matang Rp 3.500 x 20 = Rp 70.000
Keuntungan yang didapat sebesar Rp 101.500 cocok untuk peluang usaha.

3. PEMBAHASAN
a. Faktor Pendukung dan Penghambat
Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya dukungan
dari pihak perangkat desa, dan institut perguruan tinggi, serta antusiasme dari
masyarakat mengenai pengenalan dan pemasaran produk Kripik Dendeng Daun
Singkong di Desa Kedungsari.
Faktor penghambat yang terjadi adalah kurang kondusif saat pembelian
Kripik Dendeng Daun Singkong, karena banyak yang ingin membeli produk
ini.

b. Tindak Lanjut / Kelanjutan Program


Diharapkan produk inovatif Kripik Dendeng Daun Singkong ini dapat
menjadi inspirasi masyarakat Kedungsari dalam peluang bisnis untuk
memberdayakan sumber daya alam yang ada di Desa Kedungsari.
BAB IV PENUTUP

1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penyuluhan dan pembahasan, maka dapat menarik
kesimpulan tentang produk Kripik Dendeng Daun Singkong di Desa Kedungsari.
Dari hasil penyuluhan diketahui bahwa gambaran umum perilaku
kewirausahaan, diferensiasi produk dan pendapatan berada pada kategori tinggi.
Keripik atau kripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari
umbi umbian, buah-buahan, atau sayuran yang digoreng di dalam minyak nabati.
Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya dicampur dengan
adonan tepung yang diberi bumbu rempah tertentu. Bagian tanaman ubi kayu yang
umum digunakan sebagai bahan makanan adalah umbi dan daun-daun muda
(pucuk).
Kripik dendeng daun singkong dikemasan dengan plastik pada suhu ruang,
masih dalam kondisi baik selama 1 minggu penyimpanan.

2. SARAN
 Diharapkan msayarakat dapat melanjutkan program pemanfaatan bahan alam
pembuatan kripik dendeng daun singkong ini.
 Diharapkan juga Pemerintah Desa bisa memberikan wadah bagi masyarakat
Desa Kedungsari untuk bisa melanjutkan program pemanfaatan bahan alam
pembuatan kripik dendeng daun singkong.
LAMPIRAN
Lampiran : Dokumentasi
Penyuluhan Demonstrasi Produk Kripik Dendeng Daun Singkong
Lampiran : Dokumentasi
Lampiran : Dokumentasi

Daun Singkong Daun Singkong yang Sudah di


(Bahan Dasar) Rebus 2x

Daun Singkong yang Sudah di


Bahan Penolong
Haluskan
Bahan Penolong yang Sudah di
Bahan Penolong
Haluskan

Adonan di Cetak dan di Kukus Adonan di Iris Kemudian di Jemur