Anda di halaman 1dari 6

LABORATORIUM FISIKA DASAR

PEMUAIAN
(P2)

Alzimia, Ramadani Safitrib, Muhammad Irfanb, Alfin Prima Adjieb

aTeknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Kamis Shift II, Universitas Ándalas
bLaboratorium Fisika Dasar, Universitas Ándalas

e-mail: alzimitanjung@gmail.com
Laboratorium Fisika Dasar Unand, Kampus Limau Manis, 25163

ABSTRAK
Telah dilakukan praktikum tentang pemuaian yang bertujuan menentukan koefisien
muai panjang berbagai jenis logam. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini
adalah set alat muai panjang, termometer, pembakar bunsen, dial gauge, berbagai jenis
logam, dan tang/penjepit logam. Praktikum ini menggunakan 3 jenis logam yaitu
aluminium, tembaga, dan kuningan dimana logam tersebut dipanaskan dengan suhu
awal 29℃ sampai 46℃ yang mana pada setiap kenaikan suhu mengalami pertambahan
muai panjang. Data dan hasil diolah dengan menggunakan metode regresi linear.
Berdasarkan percobaan didapatkan nilai koefisien muai panjang alumunium sebesar
42x10-6/℃ tembaga sebesar 34x10-6/℃ dan kuningan sebesar 45x10-6/℃ sedangkan nilai
literatur koefisien pemuaian panjang alumunium sebesar 26x10 -6/℃ tembaga 17x10-6/℃
dan kuningan 18x10-6/℃. Analisis kesalahan dari praktikum ini memiliki persentase
keselahan terbesar yaitu perhtungan percobaan koefisien kuningan sebesar 150%
disebabkan kesalahan dalam mengambil data saat praktikum dan pengolahan data
perhitungan. Berdasarkan hasil eksperimen,semakin tinggi nilai dari suhunya maka
semakin panjang nilai pemuaian logam tersebut.

Katakunci:koefisien muai panjang,konversi,eksperimen,bunsen

I. PENDAHULUAN berubah dengan tekanan, tetapi dapat berubah


dengan temperatur. Sehingga koefisien
Dalam fenomena pemuaian termal, logam pemuaian panjang adalah kecenderungan bagi
akan memuai jika dipanaskan dan perubahan panjang, luas dan volume sebagai
pemuaiannya berbeda-beda untuk jenis logam pengaruh dari perubahan suhu. Secara teori,
yang berbeda. Jadi, setiap zat mempunyai nilai koefisien muai panjang pada baja yaitu
kemampuan memuai yang berbeda-beda. 11x10-6/oC, kuningan 19x10-6/oC, intan
Faktor yang menentukan besarnya pemuaian 1,2x10-6/oC, Alumunium 24x10-6/oC, dll.
panjang suatu jenis zat dinamakan koefisien Nilai koefisisen muai panjang dari berbagai
muai panjang (α). Koefisien muai untuk logam dapat ditentukan melalui suatu
padatan atau cairan biasanya tidak banyak eksperimen. Salah satu eksperimen yang
dapat digunakan yaitu dengan metode pemuaian luas. Analog dengan pemuian
pemenasan logam¹. koefisien muai panjang (α) panjang, maka jika luas mula-mula Ao,
suatu benda adalah bilangan yang pertambahan luas ΔA dan perubahan suhu
menunjukkan pertambahan panjang suatu ΔT, maka koefisien muai luas dapat
benda tiap satuan panjang jika suhu benda dinyatakan dengan persamaan3 .
tersebut naik 1/℃. Dengan demikian, jika
dinyatakan bahwa koefisien muai panjang
tembaga adalah 0,000017/℃ maka berarti
setiap 1 meter tembaga yang suhunya (5)
dinaikkan 1/℃ akan bertambah panjang Atau
0,000017 meter.
(6)
ΔA = At – Ao sehingga At – Ao = β.Ao. ΔT

(7)
At = luas akhir benda/pada suhu T.
Dengan
(8)
Persamaan matematis yang digunakan untuk
menentukan koefisien muai volume 𝛾 minyak
nabati dan air berasal dari pengamatan visual
Gambar 1.perbandingan panjang dengan suhu
pemuaian volume, pengukuran perubahan
Jika ditulis dalam persamaan maka : volume ∆V dan perubahan temperatur ∆T
berbentuk persamaan linier.

(1) ∆V = 𝛾 Vo ∆T (9)
atau dapat juga dituliskan dalam bentuk
(2) Dimana Vo merupakan volume awal minyak
Sebatang tongkat logam pada suhu t1 nabati yang telah ditentukan terlebih dahulu
panjangnya l1 dan pada suhu t2 panjangnya dengan gelas ukur sebesar Vo = 147 mL pada
l2. Dengan proses matematika dapat diperoleh temperatur ruang T = 280C di Laboratorium
persamaan sebagai berikut. Elektronika dasar dan Instrumentasi Jurusan
Fisika, FMIPA Unesa. Langkah penting lain
(3) dalam penelitian ini adalah mengambil zat
(4) cair dengan menggunakan pipa kaca dan
Satuan koefisien muai panjang ini adalah mengukur panjang kolom zat cair dalam pipa
…/oC atau …/K.². kaca (6,2 cm) sebelum memindahkannya
dalam syringe. Volume minyak nabati yang
Tabel 1.koefisien muai panjang berbagai logam terukur dalam syringe (0,56 mL) kemudian
dibagi dengan panjang kolom zat cair dalam
pipa kaca, maka diperoleh volume minyak
nabati per satuan panjang dalam pipa kaca
sebesar 0,090 cm/mL. Nilai ini penting
digunakan sebagai faktor pengali dalam
estimasi ∆V. Hubungan antara perubahan
volume dan perubahan panjang kolom zat cair
dalam pipa kaca adalah
∆V = 𝜋 𝑟2 Δh (10)
dimana 𝑟 adalah jari-jari pipa kaca dan Δh
adalah perubahan panjang kolom zat cair
Pemuian Luas Jika zat padat memiliki dua
dimensi seperti persegi panjang yang dalam pipa kaca yang diukur selama proses
pendinginan. Persamaan (10) di atas
mempunyai panjang dan lebar, akan
mengalami pemuaian ke arah memanjang dan menceritakan kesebandingan antara ∆V dan
arah melebar. Dengan kata lain mengalami
Δh, bersama-sama dengan persamaan (9) termometer pastikan menunjukan angka yang
menjadi kunci masalah penentuan 𝛾 .4 sama, kemudian dicatat sebagai t1 ,batang
Pada saat memanaskan logam kita mengukur logam dipanaskan pada suhu akhir t2,
suhu dari logam tersebut menggunakan perpanjangan logam di catat yang ditunjukan
termometer raksa , Unsur golongan logam oleh dial gauge(ΔL), suhu akhir t2 di hitung
transisi ini berwarna keperakan dan dengan meratakan suhu yang ditunjukan oleh
merupakan satu dari lima unsur ( bersama
kedua termometer perubahan suhu dihitung
cesium, fransium, galium, dan brom) yang
(ΔT) berikutnya percobaaan untuk suhu akhir
berbentuk cair dalam suhu kamar, serta
mudah menguap. Hg akan memadat pada t2 yang lebih tinggi sebanyak 8 kali.
tekanan 7.640 Atm. Kelimpahan Hg di bumi
menempati di urutan ke-67 di antara elemen 2.2.2 Logam Tembaga
lainnya pada kerak bumi. Raksa banyak
Panjang batang di ukur, kemudian dicatat di
digunakan sebagai bahan amalgam gigi,
tabel 3, batang logam dimasukan ke dalam
termometer, barometer, dan peralatan ilmiah
lain karena sifatnya Tidak membasahi peralatan muai panjang, pastikan ujung
medium kaca pada termometer, pemuaian batang pastikan menyentuh dial gauge,
yang teratur dari temperatur ke temperatur, kemudian batang dikencangkan dengan
walaupun penggunaannya untuk bahan memutar sekrup dan set skala dial gauge
pengisi termometer telah digantikan (oleh menjadi nol, kedua termometer dipasang pada
termometer alkohol, digital, atau termistor ) tempatnya, ditentukan suhu awal kedua
dengan alasan kesehatan dan keamanan termometer pastikan menunjukan angka yang
karena sifat toksik yang dimilikinya .5 sama, kemudian dicatat sebagai t1 ,batang
logam dipanaskan pada suhu akhir t2,
perpanjangan logam di catat yang ditunjukan
II. METODE PENELITIAN oleh dial gauge(ΔL), suhu akhir t2 di hitung
dengan meratakan suhu yang ditunjukan oleh
2.1. Alat dan Bahan kedua termometer perubahan suhu dihitung
(ΔT) berikutnya percobaaan untuk suhu akhir
Pada praktikum kali ini alat dan bahan yang t2 yang lebih tinggi sebanyak 8 kali.
digunakan ialah set alat muai panjang untuk
mengamati pertambahan panjang logam dan 2.2.3 Logam Kuningan
sebagai tepat penyangga logam saat
dipanaskan, termometer untuk mengukur Panjang batang di ukur, kemudian dicatat di
suhu logam, pembakar bunsen untuk tabel 5, batang logam dimasukan ke dalam
pemanas logam, dial gauge untuk pengukur peralatan muai panjang, pastikan ujung
pertambahan panjang logam saat memuai, batang pastikan menyentuh dial gauge,
berbagai jenis logam untuk bahan percobaan, kemudian batang dikencangkan dengan
tang untuk memindahkan logam yang telah di memutar sekrup dan set skala dial gauge
panaskan dan mengencangkat pengunci pada menjadi nol, kedua termometer dipasang pada
set alat muai panjang tempatnya, ditentukan suhu awal kedua
termometer pastikan menunjukan angka yang
2.2. Prosedur Percobaan sama, kemudian dicatat sebagai t1 ,batang
logam dipanaskan pada suhu akhir t2,
2.2.1 Logam Aluminium perpanjangan logam di catat yang ditunjukan
oleh dial gauge(ΔL), suhu akhir t2 di hitung
Panjang batang di ukur, kemudian dicatat di dengan meratakan suhu yang ditunjukan oleh
tabel 2, batang logam dimasukan ke dalam kedua termometer perubahan suhu dihitung
peralatan muai panjang, pastikan ujung (ΔT) berikutnya percobaaan untuk suhu akhir
batang pastikan menyentuh dial gauge, t2 yang lebih tinggi sebanyak 8 kali.
kemudian batang dikencangkan dengan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
memutar sekrup dan set skala dial gauge
menjadi nol, kedua termometer dipasang pada
3.1. Analisis Hasil Pengukuran
tempatnya, ditentukan suhu awal kedua
3.1.1 logam Tabel 4. Data koefisien muai panjang Tembaga
Berdasarkan hasil Percobaan pada
Aluminium, Tembaga dan Kuningan dapat di T2 ΔT ΔL
lihat pada tabel sebagai berikut. (◦C) (˚C) (mm)
Tabel 2. Data koefisien muai panjang 29,5 0,5 0,07
Aluminium 31 2 0,14
34 5 0,21
T2 ΔT ΔL 37,5 8,5 0,28
(◦C) (˚C) (mm) 42 13 0,35
30,5 1,5 0,05 46,5 17,5 0,42
32,5 3,5 0,10 51 22 0,49
34 5 0,15 55,5 26,5 0,56
36 7 0,20
Berdasarkan hasil pengukuran diatas dapat
38,5 9,5 0,25
disimpulkan bahwa semakin meningkat suhu
41 12 0,30
yang digunakan maka nilai koefisien muai
44 15 0,35
panjang akan semakin meningkat.
46 17 0,40
Tabel.5. Pengolahan data pada Tembaga
Berdasarkan hasil pengukuran diatas dapat ∆T ∆L (∆T)2 ∆T∆L
disimpulkan bahwa semakin meningkat suhu X y x2 Xy
yang digunakan maka nilai koefisien muai 0,5 0,07 0,25 0,035
panjang akan semakin meningkat. 2 0,14 4 0,28
5 0,21 25 1,05
Tabel.3. Pengolahan data pada Aluminuim
8,5 0,28 72,25 2,38
∆T ∆L (∆T)2 ∆T∆L 13 0,35 169 4,55
X y X2 Xy 17,5 0,42 306,25 7,35
1,5 0,05 2,25 0,075 22 0,49 484 10,78
3,5 0,10 12,25 0,35 26,5 0,56 702,25 14,84
5 0,15 25 0,75 ∑ 95 2,52 1762,95 41,265
7 0,20 49 1,4
9,5 0,25 90,25 2,375
12 0,30 144 3,6 Grafik Hubungan ∆L dan ∆T
15 0,35 225 5,25
17 0,40 289 6,8 logam tembaga
∑ 70,5 1,8 836,75 20,6
0.6
Grafik Hubungan ΔL dan ΔT 0.4
logam
0.2
logam aluminium tembaga
0
0.6 0.5 5 13 22
0.4
logam Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada
0.2 aluminium aluminium yang mana nilai gradien (a) 0,018 dan
0 α = gradien(a) / Lo nilainya 0,000034/℃
1.5 5 9.5 15

Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada


aluminium yang mana nilai gradien(a) 0,022 0,031
dan α = gradien(a)/Lo nilainya 0,000042/℃
Tabel 6. Data koefisien muai panjang Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada
Kuningan Aluminium, Tembaga dan Kuningan
didapatkan perbedaan antara nilai literatur
T2 ∆T ∆L dengan hasil percobaan yang mna pada
(◦C) (◦C) (mm) aluminium nilai percobaannya 0,000042/℃
31 1 0,05 nilai literaturnya 0,000026/℃, tembaga nilai
31,5 1,5 0,10 percobaannya 0,000034/℃ nilai literaturnya
32,5 2,5 0,15 0,000017/℃, dan kuningan nilai percobananya
34 4 0,20 0,000045/℃ nilai literarurnya 0,000018/℃,
36 6 0,25 relatif kesalahan pada aluminium 61,54%
tembaga 100% dan kuningan 150%. Yang
39 9 0,30
memiliki persentase kesalahan terbesar yaitu
41,5 11,5 0,35
pada kuningan, hal ini disebabkan karena
45,5 15,5 0,40
kesalahan dalam mengambil data saat
melakukan percobaan dan pengolahan data
Berdasarkan hasil pengukuran diatas dapat
perhitungan.
disimpulkan bahwa semakin meningkat suhu
yang digunakan maka nilai koefisien muai
panjang akan semakin meningkat. IV. KESIMPULAN

Tabel.7. Pengolahan data pada Kuningan Berdasarkan dari percobaan praktikum


didapatkan hasil akhir yang berbeda beda dari
∆T ∆L (∆T)2 ∆T∆L ketiga jenis logam. Dari percobaan aluminium
x y x2 xy yaitu 0,000042/℃, percobaan tembaga yaitu
1 0,05 1 0,05 0,000034/℃ dan percobaan kuningan yaitu
1,5 0,10 2,25 0,15 0,000045/℃. Sehingga kami tahu apa-apa saja
2,5 0,15 6,25 0,375 yang mempengaruhi pemuaian di antaranya
4 0,20 16 0,8 perubahan suhu, karena semakin besar
6 0,25 36 1,5 kenaikan suhu maka semakin besar
9 0,30 81 2,7 pemuaiannya terjadi,luas volume ,volume
11,5 0,35 132,25 4,025 mula-mula .
15,5 0,40 240,25 6,2
∑ 51 1,8 515 10 V. UCAPAN TERIMA KASIH

Grafik Hubungan ∆T dan ∆L Puji syukur alhamdulilah senantiasa kami


ucapkan atas kehadiaran ALLAH SWT, yang
logam kuningan memiliki keistimewaan dan pembari segala
kenikmatan besar, baik nikmat kesehatan,
0.6 iman, islam, dan nikmat kekuatan dalam
0.4 penyusunan jurnal ini. Shalawat dan salam,
logam senantiasa tercuragkan kepada nabi kita nabi
0.2 kuningan Muhammad SAW. Rasa terima kasih yang
sebesar besarnya kepada Kepala Laboratorium
0
Fisika Dasar bapak Ardian Putra, M.Si.,
1 2.5 6 11.5
Koordinator Jurusan kak Bunga Aprilia,
Koordinator Alat bang Muhammad Irfan,
Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada Koordinator Umum bang Alfin Prima Adjie,
aluminium yang mana nilai gradien(a) 0,023 dan α
Staff Laboratorium Fisika Dasar Universitas
= gradien(a) / Lo nilainya 0,000045/℃
Andalas dan kepada kak Ramadani Safitri
selaku Asisten Pembimbing, disela sela
3.2. Analisis nilai ralat (Jika ada)
rutinitasnya namun tetap meluangkan
waktunya untuk memberikan petunjuk,
dorongan, saran dan arahan hingga selesainya
jurnal ini. Akhir kata kami berharap semoga
jurnal kami ini bermanfaat untuk pembaca
dan menambah wawasan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Barorotul Ulfah Arofah.2018.Alkimia
Senyawa Merkuri. Universitas Negeri
Semarang. semarang
2. I Ketut Wijaya.2014. Buku Ajar Fisika
teknik elektro. Universitas Udayana
,Bukit Jimbaran.
3. Meta Yantidewi.2018. Pengukuran
Koefisien Muai Volume Minyak Nabati
dan Air Berdasarkan Relasi Linear Antara
Perubahan Volume dan Perubahan
Temperatur Universitas Negeri Surabaya
Gedung C3 Kampus Ketintang Unesa,
Surabaya
4. Puspita Septim Wulandari.2015.
Penggunaan Metode Difraksi Celah
Tunggal pada Penentuan Koefisien
Pemuaian Panjang Alumunium.
Universitas Sebelas Maret, Surakarta. (
jurnal ilmiah)
5. Soegimin Wahyu Winata.2016.suhu
dan kalor universitas katolik widya
mandala.surabaya(buku teks)

Anda mungkin juga menyukai