Anda di halaman 1dari 2

PROPOSAL

Memenuhi tugas dari Ibu Dahimatul Afidah, M.Hum, Mata kuliah Metode Penelitian Sejarah

Disusun oleh :

Ira Puspita Anggraeni (U20184052)

SEJARAH PERADABAN ISLAM


FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB, DAN HUMANIORA
INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
TAHUN 2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945. Banyak korban yang
berjatuhan demi meraih kemerdekaan Indonesia yang telah didamba-dambakan sejak
lama. Harta benda ikut pula terenggut, bahkan rakyat Indonesia kala itu banyak yang mati
kelaparan karena sulitnya mencari sesuap nasi untuk mengganjal perut.
Meskipun sudah menyandang status merdeka, namun serangkaian peristiwa pada
era 1946-1949 tentu saja memaksa rakyat untuk terus berjuang melawan kolonial
Belanda agar negri tercinta kita ini tidak direbut kembali oleh mereka. Tak ada pilihan
lain selain berperang membantu para pejuang kemerdekaan pada saat itu dan hanya
dengan menggunakan senjata perang seadanya yaitu bambu runcing. Tetesan darah dan
air mata seakan menjadi penghias pada kala itu.
Serangkaian peristiwa yang terjadi disetiap daerah setelah kemerdekaan kala itu,
sanagt menarik untuk dibahas dan diperbincangkan kembali saat ini. Menurut saya, ada
satu peristiwa yang sangat menarik untuk dibahas kembali yaitu, Peristiwa Dibalik
Jembatan Kali Progo Temanggung dan Peran Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Bambang Soegeng. Peristiwa Kali Progo ini merupakan bukti perjuangan Bambang
Soegeng sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia.
Jembatan seperti yang diketahui khalayak umum adalah sebuah jalur penghubung
antara daerah A dengan daerah B yang dibatasi oleh sungai. Jembatan menjadi
infrastruktur penting dan memiliki peran vital sebagai mobilisasi warga setempat.
Jembatan biasanya terbuat dari bilah-bilah kayu atau bambu yang disatukan dan adapula
yang terbuat dari bebatuan yang dihancurkan kemudian diberi semen dan diaspal.
Pada akhir tahun 1948 sampai pertengahan 1949 terjadi pertumpahan dara di area
Kali Progo Temanggung, Jawa Tengah. Jembatan yang seharusnya menhjadi jalur
penghubung antar daerah malah dijadikan sebagai tempat eksekusi mati. Pada peristiwa
ini tentunya banyak sekali memakan korban.