Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

ANALISIS AKTIVITAS INVESTASI ANTAR PERUSAHAAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisis Laporan
Keuangan
Dosen : Tamy Ali Januarty M.M,S.E

Disusun oleh :

Putri Nandya Jufri : 41152020160171


Kosid Saepudin : 41152020160217

Kelas : Akuntansi-C

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA
2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat kami susun dengan baik. Sholawat serta
salam senantiasa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah
membawa manusia kejalan yang benar.

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Analisis Laporan
Keuangan” Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana.

Diharapkan dengan penyusunan makalah ini pemahaman kami tentang


Analisis Laporan Keuangan khususnya dalam materi Analisis Aktifitas Investasi
Antarperusahaan ini dapat bertambah.

Tidak lupa kami berharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
demi terwujudnya makalah yang lebih baik lagi dan pemahaman serta ilmu yang
didapat semakin bertambah.

Bandung,Oktober 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah................................................................................... 1

1.2 Identifikasi Masalah ......................................................................................... 2

1.3 Rumusan Masalah ............................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 4

2.1 Sekuritas Investasi ........................................................................................... 4

2.2 Akuntansi untuk Sekuritas Investasi ................................................................ 5

 Tampilan 2.1 ............................................................................................. 7

2.3 Sekuritas Utang ................................................................................................ 8

 Sekuritas yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo .......................................... 8

 Sekuritas yang Diperdagangkan ............................................................... 8

 Tampilan 2.2 ............................................................................................. 9

 Sekuritas Tersedia untuk Dijual ............................................................. 10

 Perubahan Kelompok Investasi .............................................................. 10

2.4 Sekuritas Ekuitas ............................................................................................ 11

 Tampilan 2.3 ........................................................................................... 10

 Tampilan 2.4 ........................................................................................... 11

 Tidak Memiliki Pengaruh - Kepemilikan Kurang dari 20% .................. 12

 Pengaruh Signifikan - Kepemilikan antara 20%-50%............................ 12

 Pihak yang Mengendalikan - Kepemilikan Lebih dari 50% .................. 12

iii
2.5 Tujuan Analisis Sekuritas Investasi………………………………………….13
2.6 Akuntansi Metode Ekuitas …………………………………………………..13
2.7 Implikasi Analisis atas Investasi AntarPerusahaan ………………………….14
2.8 Penggabungan Usaha ………………………………………………………..15
2.9 Akuntansi Penggabungan Usaha ………………………….…………………15
2.10 Akuntansi Penyatuan untuk Penggabungan Usaha ………………..……….19
2.11 Pilihan Nilai Wajar …………………………………………………………20

BAB III KESIMPULAN ....................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 23

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Kondisi keuangan dan hasil operasi keuangan yang tercermin dalam
laporan keuangan perusahaan pada hakikatnya merupakan hasil akhir dari
kegiatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan. Informasi tentang kondisi
keuangan dan hasil operasi perusahaan sangat berguna bagi berbagai pihak,
baik pihak yang ada dalam perusahaan maupun pihak yang berada di luar
perusahaan. Informasi yang berguna misalnya tentang kemampuan perusahaan
untuk melunasi utang-utang jangka pendek, kemampuan perusahaan dalam
membayar bunga dan pokok pinjaman, dan keberhasilan perusahaan dalam
meningkatkan besarnya modal sendiri.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa laporan keuangan pada
dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat
untuk berkomunikasi dengan pihak yang berkepentingan dengan kondisi
keuangan dan hasil operasi keuangan. Pihak-pihak yang berkepentingan
tersebut adalah manajemen, pemilik (owner), kreditur, investor, penyalur,
karyawan, lembaga pemerintah, dan masyarakat umum.
Khusus untuk kepentingan pimpinan perusahaan (manajemen) umumnya
diperlukan sejumlah laporan akuntansi yang lebih terperinci beserta ikhtisarnya
yang memperhatikan aktivitas dari bagian-bagian yang ada dalam perusahaan.
Laporan akuntansi untuk kepentingan intern ini disusun secara harian,
mingguan, bulanan, triwulanan, atau pada waktu-waktu lain dimana laporan
semacam itu diperlukan oleh manajemen.
Pimpinan perusahaan, dengan mengadakan analisis laporan keuangan
perusahaannya akan dapat mengetahui keadaan perkembangan keuangan
perusahaan dan hasil-hasil keuangan yang telah dicapai baik pada waktu-waktu
yang lalu maupun waktu sekarang. Dengan mengadakan analisis data keuangan
dari waktu yang lalu akan dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan di waktu

1
yang lalu. Hasil analisis tersebut akan sangat penting artinya untuk penyusunan
kebijaksanaan yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. Keterangan
yang diperoleh akan membantu manajemen dalam memilih dan menentukan
cara pengawasan yang lebih efektif, memilih dan menentukan kebijaksanaan
dalam pembelian, penjualan, dan pembelanjaan yang akan dilakukan di waktu
yang akan datang. Dengan analisis tersebut akan diketahui efisiensi
penggunaan modal, diketahui tingkat perputaran modal dalam berbagai aktiva,
dan diketahui penggunaan modal dengan sumber-sumbernya.
Pemilik perusahaan, (untuk perusahaan di mana pimpinan diserahkan
kepada orang lain) sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan
perusahaan. Dari analisisnya, pemilik dapat menilai berhasil tidaknya
manajemen dalam memimpin perusahaannya. Karena hasil-hasil, stabilitas,
serta kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada cara kerja atau efisiensi
manajemennya, jika hasil-hasil yang dicapai manajemennya tidak memuaskan,
maka para pemilik dapat menentukan sikap, misalnya mengganti
manajemennya atau menjual saham-sahamnya.
Para kreditur juga berkepentingan dengan laporan keuangan dari
perusahaan di mana mereka memberikan pinjaman-pinjaman. Mereka merasa
berkepentingan terhadap keamanan kredit yang telah diberikan kepada
perusahaan. Mereka perlu mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan
jangka pendek (likuiditas), stabilitas, dan profitabilitas dari perusahaan,
sebelum mereka memutuskan untuk meberi atau memperluas kreditnya. Untuk
kreditur jangka panjang, analisis laporan keuangan diperlukan terutama untuk
mengetahui jaminan investasinya, prospek keuntungan di masa mendatang,
dan perkembangan perusahaan selanjutnya, dan lain-lain.

1.2 Identifikasi Masalah


a. Apa yang dimaksud dengan sekuritas investasi?
b. Apa yang dimaksud dengan sekuritas utang?
c. Apa yang dimaksud dengan sekuritas ekuitas?
d. Apa tujuan Analisis Sekuritas Investasi?

2
e. Bagaimana Akuntansi Metode Ekuitas?
f. Bagaimana Akuntansi Penggabungan Usaha?

1.3 Rumusan Masalah


a. Untuk menjelaskan pengertian dari sekuritas investasi.
b. Untuk menjelaskan pengertian dari sekuritas utang.
c. Untuk menjelaskan pengertian dari sekuritas ekuitas.
d. Untuk mengetahui tujuan utama analisis sekuritas investasi.
e. Untuk menjelaskan akuntansi metode ekuitas.
f. Untuk menjelaskan akuntansi penggabungan usaha.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sekuritas Investasi


Perusahaan menginvestasikan aset dalam sekuritas investasi (disebut
juga dengan marketable securities). Sekuritas investasi sangat bervariasi dalam
hal jenis surat berharga yang diinvestasikan dan tujuan dari investasi. Beberapa
investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk
sekuritas yang diperdagangkan (marketable securities). Investasi ini juga dapat
mencakup dana yang akan digunakan untuk investasi pada pabrik, peralatan,
dan aset operasi lain, atau dapat digunakan sebagai dana pembayaran
kewajiban. Tujuan penyimpanan sementara ini adalah untuk menggunakan kas
yang mengganggur secara produktif. Investasi lain, misalnya partisipasi ekuitas
pada afiliasi luar negeri, sering kali merupakan bagian utama dari aktivitas inti
perusahaan.
Sekuritas investasi dapat berupa utang atau ekuitas. Sekuritas utang (debt
securities) adalah sekuritas yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap
pihak lain. Misalnya obligasi perusahaan lain, obligasi pemerintah, surat utang,
dan sekuritas pemerintah kota. Sekuritas ekuitas (equity securities)
merupakan sekuritas yang mewakili kepemilikan pada entitas lain. Contohnya
adalah saham biasa dan saham preferen yang tidak dapat ditarik kembali.
Perusahaan dapat menggolongkan sekuritas investasi menjadi aset lancar atau
tidak lancar, tergantung dari jangka waktu investasi untuk sekuritas tersebut.
Pada sebagian besar perusahaan, sekuritas investasi hanya merupakan
bagian yang relatif kecil pada total aset dan dengan mengecualikan investasi
ekuitas pada anak perusahaan atau afiliasi, investasi ini lebih merupakan aset
keuangan dibandingkan dengan aset operasi. Artinya investasi biasanya bukan
merupakan bagian yang yang terintegrasi dengan aktivitas operasi perusahaan.
Namun, bagi institusi keuangan dan perusahaan asuransi, sekuritas investasi
merupakan aset operasi utama.

4
2.2 Akuntansi untuk Sekuritas Investasi
Akuntansi untuk sekuritas investasi diatur oleh SFAS 115. Standar ini
berbeda dengan prinsip lower-of-cost-or-market dengan menyatakan bahwa
investasi dapat dilaporkan pada neraca berdasarkan biaya perolehan atau nilai
wajar (nilai pasar), tergantung dari jenis sekuritas dan tingkat pengaruh
(kendali) yang dimiliki perusahaan terhadap perusahaan yang diinvestasikan
(investee company). Hal ini berarti bahwa tidak seperti aset lainnya, sekuritas
investasi dapat dinilai dengan nilai pasar meskipun nilai pasar ini melebihi
biaya perolehan.
Nilai wajar (fair value) aset merupakan harga tukar aset dalam suatu
transaksi normal saat ini antara pihak yang bersedia. Jika suatu aset bisa
diperdagangkan, nilai wajarnya dapat langsung ditetapkan dari publikasi harga
pasarnya. Jika tidak ada publikasi harga pasar untuk suatu aset, nilai wajar
ditentukan berdasarkan biaya historis.
Akuntansi untuk sekuritas investasi ditentukan berdasarkan klasifikasinya.
Tampilan 2.1 menyajikan berbagai kemungkinan klasifikasi sekuritas
investasi. Sekuritas dalam kelompok besar terbagi atas sekuritas utang dan
sekuritas ekuitas. Sekuritas utang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan
tujuan investasinya. Sebaliknya, sekuritas ekuitas diklasifikasikan berdasarkan
jumlah kepemilikan, yaitu jumlah kepemilikan investor dan selanjutnya
pengaruh atau kendali pada perusahaan yang diinvestasi (investee). Sekuritas
ekuitas yang tidak mencerminkan kepemilikan pada perusahaan yang
diinvestasi yang cukup signifikan kemudian dibedakan berdasarkan tujuan
investasi. Oleh karena akuntansi investasi pada sekuritas utang dan sekuritas
ekuitas berbeda, masing-masing akan dijelaskan secara terpisah.

5
 Tampilan 2.1
Klasifikasi Sekuritas Investasi

Sekuritas Investasi

Sekuritas Utang Sekuritas Ekuitas

Dimiliki Hingga Jatuh Tidak memiliki pengaruh


Tempo (kepemilikan di bawah 20%)

Memiliki Pengaruh Signifikan


Diperdagangkan (Kepemilikan antara 20% dan
50%)

Memiliki Hak Pengendalian


Tersedia Untuk
DIjual (kepemilikan di atas 50%)

7
2.3 Sekuritas Utang
Sekuritas utang mencerminkan hubungan kreditor dengan entitas lain.
Misalnya obligasi pemerintah dan swasta, obligasi perusahaan dan wesel bayar,
dan utang yang dapat dikonversi. Sekuritas utang dikelompokkan dalam
kelompok diperdagangkan, dimiliki hingga jatuh tempo, atau tersedia untuk
dijual. Panduan akuntansi sekuritas utang berbeda, tergantung dari jenis
sekuritas.
 Sekuritas yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo
Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity
securities) - HTM Securities, merupakan sekuritas utang yang ingin dan
mampu dimiliki manajemen hingga jatuh tempo. Sekuritas ini dapat jatuh
tempo dalam jangka waktu pendek (di mana mereka diklasifikasikan
sebagai aset lancar) atau jangka panjang (di mana mereka diklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar). Perusahaan melaporkan sekuritas dimiliki
hingga jatuh tempo jangka pendek (jangka panjang) di neraca pada biaya
perolehan (biaya perolehan setelah amortasi). Tidak ada keuntungan atau
kerugian belum direalisasi dari sekuritas ini yang diakui sebagai
pendapatan. Pendapatan bunga serta keuntungan dan kerugian yang telah
direalisasi, termasuk amortasi premium atau diskon untuk sekuritas jangka
panjang, diakui sebagai pendapatan. Klasifikasi sekuritas yang dimiliki
hingga jatuh tempo ini digunakan hanya untuk sekuritas utang.
 Sekuritas yang Diperdagangkan
Sekuritas yang diperdagangkan (trading securities) merupakan
utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang dibeli dengan
tujuan akan dikelola secara aktif dan dijual untuk mendapat keuntungan
pada jangka waktu dekat. Sekuritas yang diperdagangkan adalah aset
lancar. Perusahaan melaporkan sekuritas ini pada nilai pasar total pada tiap
tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi
(perubahan nilai wajar sekuritas yang dimiliki) dan keuntungan atau

8
 Tampilan 2.2
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Utang

AKUNTANSI
LAPORAN LABA RUGI
Keuntungan/Kerugian
Kelompok Deskripsi Neraca belum direalisasi Lainnya

Dimiliki hinggaSekuritas yang diperoleh Tidak diakui sebagai Mengakui realisasi


jatuh tempo dengan niat dan komponen laba bersih keuntungan/kerugian dan
Harga setelah
kemampuan untuk maupun laba komprehensif pendapatan bunga dalam laba
amortasi
dimiliki hingga jatuh bersih
tempo
Diperdagangkan Sekuritas yang dibeli Diakui sebagai komponen Mengakui realisasi
untuk jangka pendek atau laba bersih keuntungan/kerugian serta
memperoleh keuntungan Nilai wajar pendapatan bunga dalam laba
perdagangan (biasanya di bersih
bawah 3 bulan)
Tersedia untuk Sekuritas yang bukan Tidak diakui sebagai Mengakui realisasi
dijual dimiliki untuk komponen laba bersih keuntungan/kerugian dan
diperdagangkan maupun Nilai wajar namun diakui sebagai pendapatan bunga dalam laba
dimiliki hingga jatuh pendapatan komprehensif bersih
tempo

9
kerugian yang telah direalisasi (keuntungan atau kerugian pada saat
penjualan) termasuk pada penghitungan laba bersih. Pendapatan bunga
dari sekuritas diperdagangkan dalam bentuk utang ini dicatat saat
terjadinya. (Pendapatan dividen dari sekuritas ekuitas diperdagangkan
diakui saat terjadinya.) Klasifikasi perdagangan digunakan untuk sekuritas
utang maupun ekuitas.
 Sekuritas Tersedia untuk Dijual
Sekuritas yang tersedia untuk dijual (available-for-sell securities)
merupakan sekuritas utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh)
yang tidak tergolong sekuritas diperdagangkan atau dimiliki hingga jatuh
tempo. Sekuritas ini dapat dikelompokkan sebagai aset lancar atau tidak
lancar, tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat
menjual sekuritas tersebut. Sekuritas ini dilaporkan berdasarkan nilai
wajar pada neraca. Namun, perubahan pada nilai wajar tidak dimasukkan
sebagai komponen laba melainkan dimasukkan sebagai komponen
pendapatan komprehensif. Pada sekuritas tersedia untuk dijual,
pendapatan bunga, termasuk amortasi premium atau diskon sekuritas
jangka panjang, dicatat saat terjadinya, (Pada sekuritas ekuitas tersedia
untuk dijual, dividen dicatat sebagai penghasilan saat terjadinya).
Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi dicatat sebagai bagian laba
bersih. Klasifikasi sekuritas-tersedia-untuk-dijual digunakan untuk
sekuritas utang maupun ekuitas.
 Perubahan Kelompok Investasi
Saat niat atau kemampuan manajemen untuk meneruskan tujuan
memiliki sekuritas investasi berubah secara signifikan, sekuritas tersebut
harus direklasifikasi (dipindahkan pada kelompok lain). Umumnya,
sekuritas utang yang dikelompokkan sebagai “dimiliki hingga jatuh
tempo” tidak dapat dipindahkan menjadi kelompok lain kecuali pada
keadaan luar biasa seperti merger, akuisisi, divestasi, penurunan tajam
peringkat kredit, atau kejadian luar biasa lainnya. Pemindahan dari
kelompok “tersedia untuk dijual” menjadi “diperdagangkan” biasanya

10
juga tidak diperbolehkan. Namun, ketika pemindahan antar kelompok ini
terjadi, sekuritas harus disesuaikan pada nilai wajarnya. Nilai wajar ini
memastikan bahwa perusahaan yang mengubah kelompok sekuritas secara
langsung mengakui nilai wajar (pada laporan laba ruginya). Hal ini juga
mengurangi kesempatan perusahaan untuk menyembunyikan perubahan
nilai wajar dengan mengubah sekuritas menjadi kelompok lain yang tidak
mengakui perubahan nilai wajar sebagai bagian laba bersih. Tampilan 2.3
memberikan ringkasan akuntansi perubahan kelompok investasi.

2.4 Sekuritas Ekuitas


Sekuritas ekuitas (equtiy securities) mencerminkan bagian kepemilikan
pada entitas lain. Contohnya meliputi saham biasa dan saham preferen serta
hak untuk memperoleh atau menjual bagian kepemilikan, seperti waran, stock
right, serta opsi beli (call option) dan opsi jual (put option). Saham preferen
yang dapat ditarik kembali serta sekuritas utang yang dapat dikonversi tidak
dapat dimasukkan sebagai sekuritas ekuitas (sekuritas tersebut diklasifikasi
sebagai sekuritas utang). Dua motivasi utama perusahaan membeli sekuritas
ekuitas adalah: (1) untuk memaksakan pengaruh pada direksi dan manajemen
entitas lain (seperti pemasok, pelanggan, anak perusahaan) atau (2) untuk
mendapatkan dividen dan penghasilan dari kenaikan harga saham. Perusahaan
melaporkan investasi dalam sekuritas ekuitas berdasarkan kemampuan mereka
untuk memengaruhi atau mengendalikan aktivitas perusahaan yang diinvestasi.
Bukti kemampuan ini dicerminkan oleh presentase sekuritas dengan hak suara
yang dimiliki oleh perusahaan investor. Presentase ini merupakan panduan dan
dapat digantikan oleh faktor lain. Contohnya, pengaruh yang signifikan dapat
dirundingkan melalui komunikasi walaupun tanpa presentase kepemilikan
yang signifikan. Tampilan 2.4 memberikan ringkasan klasifikasi dan
akuntansi sekuritas ekuitas.

11
 Tampilan 2.3
Akuntansi untuk Perubahan Kelompok Investasi Sekuritas

PERUBAHAN
Dampak terhadap Penilaian Dampak terhadap Laporan
Dari Menjadi Aset di Neraca Laba Rugi

Dimiliki hingga jatuh tempo Tersedia untuk dijual Aset dilaporkan berdasarkan Keuntungan atau kerugian
nilai wajar, bukan amortasi belum direalisasi pada tanggal
perubahan diakui dalam laba
komprehensif
Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Tidak ada pengaruh Keuntungan atau kerugian
belum direalisasi pada tanggal
perubahan diakui dalam laba
bersih
Tersedia untuk dijual Diperdagangkan serius Tidak ada pengaruh Keuntungan atau kerugian
belum direalisasi pada tanggal
perubahan diakui dalam laba
bersih
Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo Tidak ada pengaruh saat Keuntungan atau kerugian
perubahan; namun, pada masa belum direalisasi pada tanggal
depan aset dinilai pada biaya perubahan, dan dimasukkan
perolehan setelah amortasi, dalam laba komprehensif
bukan berdasarkan nilai wajar

10
 Tampilan 2.4
Klasifikasi dan Akuntansi Sekuritas Ekuitas
TIDAK PENGARUH

Pihak yang
Ciri Tersedia untuk Dijual Diperdagangkan Pengaruh Signifikan mengendalikan

Kepemilikan Kurang dari 20% Kurang dari 20% Antara 20%-50% Di atas 50%
Tujuan Investasi jangka panjang Investasi jangka pendek Besar pengendalian Pengendalian usaha
atau menengah atau diperdagangkan terhadap perusahaan seluruhnya

Dasar penilaian Nilai wajar Nilai wajar Metode ekuitas Konsolidasi


Neraca: nilai aset Nilai wajar Nilai wajar Biaya akuisisi Neraca konsolidasi
disesuaikan dengan
bagian proporsional
dari saldo laba investee
dan amortasi yang
sesuai
Laporan Laba Rugi: Pada laba komprehensif Pada laba bersih Tidak diakui Tidak diakui
Keuntungan belum
direalisasi
Laporan Laba Rugi: Mengakui dividen dan Mengakui dividen dan Mengakui bagian Laporan laba rugi
Dampak pendapatan realisasi realisasi proporsional laba bersih konsolidasi
lain-lain keuntungan/kerugian keuntungan/kerugian investee dikurangi
pada laba bersih pada laba bersih amortasi pada laba
bersih

11
 Tidak Memiliki Pengaruh - Kepemilikan Kurang dari 20%
Sekuritas ekuitas berbentuk saham preferen tanpa hak suara atau
kurang dari 20% dari seluruh saham hak suara perusahaan yang
diinvestasi, sekuritas ini dianggap tidak berpengaruh. Pada kasus ini,
investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada aktivitas
perusahaan yang diinvestasi. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai
sekuritas diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan
kemampuan manajemen. Akuntansi untuk sekuritas ini telah dijelaskan
pada penjelasan sekuritas sekuritas utang dalam kelompok yang sama.
 Pengaruh Signifikan - Kepemilikan antara 20%-50%
Kepemilikan saham, meskipun kurang dari 50% saham dengan hak
suara, dapat memberikan investor kemampuan untuk memengaruhi secara
signifikan aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi. Pembuktian atas
kemampuan investor untuk memaksakan pengaruh signifikan terhadap
aktivitas usaha perusahaan yang diinvestasi diperlihatkan dalam berbagai
cara seperti, perwakilan dan partisipasi manajemen atau perundingan yang
berpengaruh sebagai hasil dari hubungan berdasarkan berdasarkan
perjanjian. Jika tidak terdapat bukti yang berlawanan, investasi (langsung
atau tidak langsung) sebesar 20% atau lebih (tetap kurang dari 50%) atas
saham dengan hak suara perusahaan yang diinvestasi diasumsikan
memiliki pengaruh signifikan. Investor memperlakukan investasi ini
dengan metode ekuitas.
Metode ekuitas (equity method) mengharuskan investor untuk
mencatat investasi awal sebesar biaya perolehan dan kemudian
menyesuaikan akun investasi dengan bagian proporsi investor pada laba
(atau rugi) perusahaan yang diinvestasi sejak akuisisi dan mengurangi
akun investasi sebesar jumlah dividen yang diterima dari dari perusahaan
yang diinvestasi.
 Pihak yang Mengendalikan - Kepemilikan Lebih dari 50%
Kepemilikan lebih dari 50% disebut sebagai pihak yang
mengendalikan (controlling investment) - di mana investor disebut

12
sebagai induk perusahaan (holding company) dan perusahaan yang
diinvestasi sebagai anak perusahaan (subsidiary). Untuk kepemilikan
lebih dari 50%, perusahaan harus menyiapkan laporan keuangan
konsolidasi.

2.5 Tujuan Analisis Sekuritas Investasi


Analisis sekuritas investasi memiliki dua tujuan utama, yaitu:
o Untuk Memisahkan Kinerja Operasi dengan Kinerja Investasi
Kinerja operasi dan investasi suatu perusahaan harus dianalisis secara
terpisah, karena kinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja
operasi yang sesungguhnya. Aturan umumnya, seluruh sekuritas utang dan
sekuritas ekuitas yang dipasarkan dan tidak memiliki pengaruh, dianggap
aktivitas investasi.
o Menganalisis Distorsi Akuntansi dari Sekuritas
Daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas
investasi yang harus diwaspadai seorang analis:
1. Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan.
2. Kewajiban yang diakui sebesar biaya.
3. Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten.
4. Klasifikasi berdasarkan niat.

2.6 Akuntansi Metode Ekuitas


Merupakan metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investor
mencatat investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat
sebagai pengurang akun investasi.
1. Laba Anak Perusahaan
Investasi saham anak perusahaan xxx
Laba-rugi xxx
(% kepemilikan*laba anak perusahaan)

13
2. Rugi Anak Perusahaan
Laba-rugi xxx
Investasi saham perusahaan anak xxx
(% kepemilikan*rugi perusahaan anak)
3. Dividen Anak Perusahaan
Piutang dividen/kas xxx
Investasi saham perusahaan anak xxx
(% kepemilikan*dividen perusahaan anak)

2.7 Implikasi Analisis atas Investasi Antarperusahaan


o Pengakuan Laba Perusahaan Investasi
Metode akuntansi ekuitas mengasumsikan bahwa setiap dolar yang
dihasilkan oleh anak perusahaan setara dengan setiap dolar yang dihasilkan
untuk investor. Walaupun kewajiban pajak induk perusahaan atas
pengiriman laba oleh anak perusahaan diabaikan, asumsi setara dolar atas
laba tidak dapat diterima. Dengan alasan sebagai berikut:
1. Otoritas regulasi dapat mencampuri kebijakan deviden anak perusahaan.
2. Anak perusahaan dapat beroperasi di negara yang membatasi
pengembalian laba atau di negara yang mengalami penurunan nilai mata
uang secara cepat.
3. Pembatasan dividen dalam perjanjian pinjaman dapat membatasi akses
terhadap laba.
4. Kehadiran kepemilikan minoritas yang stabil atau kuat dapat
mengurangi pilihan induk perusahaan dalam penentuan dividen atau
kebijakan lainnya.

o Investasi Modal yang Tidak Diakui


Akun investasi sering disebut sebagai konsolidasi satu baris, karena akun
investasi tersebut mencerminkan presentase kepemilikan investor atas
ekuitas pemegang saham perusahaan investasi. Di balik saldo investasi ini
terdapat aset dan kewajiban perusahaan investasi. Aset dan kewajiban

14
perusahaan investasi yang tidak tercatat dalam jumlah besar tidak tercatat
dalam neraca investor.
o Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan.
Cadangan ini bergantung pada tindakan dan tujuan induk perusahaan.
Praktik saat ini mengasumsikan seluruh laba yang tidak dibagikan ditransfer
ke induk perusahaan, sehingga cadangan pajak dibuat oleh induk
perusahaan di tahun berjalan.
2.8 Penggabungan Usaha
Penggabungan usaha mengacu pada merger atau akuisisi suatu bisnis. Hal ini
terjadi bila sebuah perusahaan mengakuisisi sebagian besar sekuritas ekuitas
satu perusahaan lain atau lebih. Beberapa alasan ekonomis penggabungan
usaha adalah:
1. Untuk memperoleh sumber bahan baku, fasilitas produksi, teknologi,
jaringan pemasaran, atau pangsa pasar yang tidak ternilai.
2. Untuk menjamin sumber keuangan atau akses terhadap sumber keuangan.
3. Memperkuat manajemen.
4. Meningkatkan efisiensi operasi.
5. Mendorong diversifikasi.
6. Mempercepat masuk ke pasar.
7. Mencapai skala ekonomi.
8. Memperoleh manfaat pajak.

2.9 Akuntansi Penggabungan Usaha


Dalam akuntansi metode pembelian, perusahaan harus mengakui nilai pasar
wajar aset berwujud dan aset tak berwujud yang diperoleh dalam neracanya
yang diakui bersamaan dengan nilai pasar wajar dari kewajiban yang
diasumsikan. Aset berwujud disusutkan dan aset tak berwujud yang dapat
diidentifikasi diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.

15
o Laporan Keuangan Konsolidasi
Melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan perusahaan induk dan anak
perusahaannya dalam satu perangkat laporan. Laporan konsolidasi
mengabaikan identitas legal yang terpisah antara perusahaan induk dan anak
perusahaan karena alasan “substansi ekonomi”.
o Mekanisme Konsolidasi
Konsolidasi meliputi dua langkah: agregasi dan eliminasi. Pertama, laporan
keuangan yang telah dikonsolidasi menggabungkan aset, kewajiban,
pendapatan, dan beban anak perusahaan dengan pos yang berhubungan dengan
laporan keuangan perusahaan induk. Langkah kedua adalah mengeliminasi
transaksi antarperusahaan untuk menghindari perhitungan ganda atau laba
yang diakui prematur.
Efek bersih dari konsolidasi pada neraca adalah melaporkan akuisisi anak
perusahaan pada nilai pasar wajar pada tanggal akuisisi. Hasil penilaian aset
berwujud anak perusahaan dan aset tidak berwujudnya yang dapat
diidentifikasi, dilaporkan pada pos yang terpisah. Selisih antara harga
pembelian dengan harga wajar pasar aset yang dapat diidentifikasi tersebut
dicatat sebagai goodwill.
Goodwill hanya dicatat setelah nilai pasar wajar seluruh aset berwujud dan aset
tidak berwujud diakui. Aset tak berwujud ini dianggap memiliki masa manfaat
terbatas sehingga diamortisasi setiap tahun.
o Penurunan Nilai Goodwill
Goodwill ditelaah setiap tahun untuk penurunana nilai/ impairment.
Penelaahan ini merupakan proses yang meliputi perbandingan antara nilai
pasar wajar dengan nilai bukunya dalam akun investasi.

o Masalah- Masalah Penggabungan Usaha Pertimbangan Kontinjen


Dengan sistem akuntansi kini, pembayaran masa depan dengan pengembalian
tinggi diakui sebagai tambahan biaya pembelian ketika uang sudah dibayarkan
(biasa disebut kenaikan goodwill). Kewajiban pembeli untuk pembayaran
kontinjen yang terkandung dalam penawaran harus dinyatakan dalam nilai

16
wajar pada tanggal pembelian dan dinilai ulang secara berkala setiap kuartal
agar dapat merefleksikan kinerja aktual. Sehingga akan diperoleh volatilitas
laba ketika pertimbangan kontinjen dinilai ulang.
o Alokasi Total Biaya
SFAS 141 mengharuskan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menilai
kategori aset tak berwujud yang spesifik, meliputi:
1. Merek dagang dan aset lain yang terkait dengan pemasaran.
2. Kesepakatan untuk tidak bersaing.
3. Daftar pelanggan, kontrak, dan aset lain yang terkait dengan seni artistik.
4. Aset tidak berwujud yang terkait dengan hubungan kontraktual.
5. Paten, perangkat lunak komputer, basis data, rahasia dagang/ formula
rahasia, dan aset lain yang terkait dengan teknologi.
o Penelitian dan Pengembangan dalam Proses
Beberapa perusahaan menghapuskan sebagian biaya akuisisi sebagai litbang
yaitu dengan menilai aset IPR&D perusahaan yang diakuisisi sebelum
menghapusnya. Dengan adanya insentif untuk menghindari pengakuan IPR&D
sebagai goodwill, perusahaan menilai IPR&D setinggi mungkin untuk
meningkatkan penghapusan, atau mengurangi amortisasi goodwill.
Penghapusan sepeti itu akan menimbulkan masalah kualitas laba jika IPR&D
disajikan overstated karena hal tersebut akan merendahkan aset dan
meninggikan pengembalian ekuitas (dan aset).
o Utang dalam Laporan Konsolidasi
Jika induk perusahaan menjamin kewajiban anak perusahaan, kreditor
memiliki jaminan sebagai tambahan pengaman dengan provisi jaminan
potensial. Untuk menilai keamanan kewajiban, analisis kita harus mempelajari
laporan keuangan masing- masing perusahaan.
o Keuntungan dari Penawaran Perdana Saham Anak
IPO menjasi hal yang umum dilakukan anak perusahaan karena perusahaan
berusaha mendapatkan laba yang tidak diakui dalam nilai saham anak
perusahaannya, dan pada saat yang sama mempertahankan pengendalian atas
anak perusahaan.

17
o Penjualan dan Pendapatan sebelum Akuisisi
Saat akuisisi anak perusahaan dilakukan di tengah tahun, perusahaan hanya
melaporkan ekuitas mereka dalam pendapatan dari anak perusahaan dari
tanggal akuisisi ke depan. Terdapat dua metode untuk mencapai hal tersebut:
1. Perusahaan dapat menerbitkan laporan laba rugi konsolidasi dengan
penjualan, beban, dan laba anak perusahaan dari tanggal akuisisi ke depan.
2. Perusahaan dapat melaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasinya
penjualan dan beban anak perusahaan seluruh tahun dan menarik laba
sebelum akuisisi sehingga hanya laba setelah akuisisi yang dimasukkan
dalam laba bersih konsolidasi.
o Push Down Accounting
Harga perolehan perusahaan A untuk mengakuisisi perusahaan B harus
“didorong turun” dan digunakan untuk membentuk basis akuntansi yang baru
dalam laporan keuangan perusahaan B yang terpisah. SEC mengakui bahwa
kehadiran utang publik, saham preferen atau kepemilikan minoritas yang
signifikan dalam anak perusahaan dapat berdampak pada kemampuan induk
perusahaan untuk mengendalikan kepemilikan. Dalam kasusu ini, SEC tidak
memaksakan untuk menerapan Push Down Accounting.
o Keterbatasan Tambahan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
1. Laporan keuangan masing- masing perusahaan yang membentuk entitas
yang lebih besar tidak selalu dibuat berdasarkan basis yang dapat
diperbandingkan.
2. Laporan konsolidasi tidak mengungkapkan pembatasan penggunaan kas di
masing- masing perusahaan.
3. Perusahaan dengan kondisi keuangan yang buruk seringkali digabungkan
dengan perusahaan yang kondisi keuangannya kuat sehingga mengaburkan
analisis.
4. Tingkat transaksi antar perusahaan tidak dapat diketahui.
5. Akuntansi untuk konsolidasi anak perusahaan keuangan dan asuransi
menimbulkan masalah khusus bagi analis.

18
o Konsekuensi Akuntansi Goodwill
Pengukuran nilai sisa goodwill menimbulkan masalah pengukuran potensial.
Sebagai contoh, pembayaran karena kesalahan estimasi, persaingan tender
yang ketat, atau kecerobohan atas sumber daya pemilik atau kreditor tertelan
dalam goodwill.

2.10 Akuntansi Penyatuan untuk Penggabungan Usaha

Perbedaan antara metode penyatuan dengan akuntansi pembelian terletak pada


jumlah yang dicatat sebagai investasi awal dalam perusahaan yang diakuisisi.
Dalam metode pembelian, akun investasi didebit sebesar harga beli, yaitu nilai
pasar wajar perusahaan yang diakuisisi pada tanggal akuisisi. Dalam metode
penyatuan, akun investasi didebit sebesar nilai buku perusahaan yang
diakuisisi. Aset tidak dinaikkan nilainya dari harga perolehan yang dilaporkan
dalam neraca perusahaan yang divestasi, tidak terapat aset tak berwujud baru
yang muncul dari akuisisi, dan tidak ada goodwill yang dilaporkan. Tidak
diakui goodwill ini merupakan daya tarik utama metode penyatuan karena
perusahaan menghindari amortisasi goodwill yang berakibat pada penurunan
kas.
o Mekanisme Akuntansi Penyatuan Kepentingan
Akibat yang mungkin timbul dari akuntansi penyatuan dibandingkan dengan
akuntansi pembelian:
1. Aset diperoleh dan dibawa pada nilai buku, bukan pada nilai pasar yang
tersedia.
2. Penyajian aset yang lebih rendah menghasilkan ekuitas gabungan yang
lebih rendah
3. Penyajian aset yang lebih rendah menghasilkan beban yang lebih rendah
dan menghasilkan laba yang lebih tinggi.
4. Penyajian aset yang lebih rendah memungkinkan menghasilkan
keuntungan penghentian aset yang lebih tinggi.

19
5. Laporan laba rugi dan neraca gabungan disajikan kembali untuk seluruh
periode yang dilaporkan.

2.11 Pilihan Nilai Wajar


Selama lebih dari 400 tahun, akuntansi keuangan sangat bergantung pada
model biaya historis. Dengan model biaya historis ini, aset dan kewajiban
dinilai berdasarkan harga yang diperoleh pada saat transaksi aktual di masa
lalu. Contohnya, nilai tanah yang dilaporkan dalam neraca didasarkan atas
harga ketika tanah tersebut pada awalnya dibeli; nilai persediaan barang jadi
yang dilaporkan hanya ditentukan oleh biaya produksi berdasarkan harga input
yang dibayarkan. Laba terutama ditentukan dengan mengakui pendapatan yang
diperoleh dan direalisasi selama periode dan mengaitkan biaya dengan
pendapatan yang diakui. Beberapa deviasi dari harga perolehan dapat
dilakukan apabila dengan dasar konservatif. Contohnya, persediaan dapat
dinilai dengan aturan harga perolehan atau harga pasar, dari harga mana yang
lebih rendah (lower-of-cost-or-market-value LORCOM).
Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi penilaian wajar (fair
value accounting). Dengan model akuntansi penilaian wajar, nilai aset dan
kewajiban ditentukan oleh nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal
pengukuran (kira-kira tanggal laporan keuangan). Sebagai contoh dengan
model ini, nilai tananh yang dilaporkan dalam neraca akan mempresentasikan
harga pasar pada tanggal neraca; dan nilai persediaan barang jadi yang
dilaporkan akan merefleksikan perkiraan harga pasar pada saat tanggal neraca
dikurangi oleh biaya langsung penjualan. Laba dengan model ini cukup
merefleksikan perubahan bersih dalam nilai wajar aset dan kewajiban selama
periode.
Akuntansi secara perlahan, tetapi pasti akan bergerak menuju model
akuntansi penilaian wajar. Meskipun model akuntansi penilaian wajar ini
hanya diaplikasikan secara terbatas sejak 20 tahun terakhir, terdapat kemajuan
yang signifikan menuju adopsi yang lebih luas. SFAS 157 menyediakan

20
pedoman dasar dalam mengadopsi model akuntansi penilaian wajar dan SFAS
159 merekomendasikan adopsi sukarela bagi kelas aset dan kewajiban yang
lebih luas. Meskipun penggunaan akuntansi penilaian wajar masih terbatas
pada aset dan kewjiban keuangan - seperti surat berharga atau instrumen utang
- terdapat indikasi bahwa adopsi yang komprehensif dari akuntansi penilaian
wajar untuk semua aset dan kewajiban - termasuk aset dan kewajiban operasi -
mungkin dilakukan di masa depan.
Standar terbaru (SFAS 159) mengharuskan perusahaan untuk melaporkan
secara selektif sekuritas-yang-dimiliki-hingga-jatuh-tempo dan sekuritas-
tersedia-untuk-dijual pada nilai wajar. Jika sebuah perusahaan memilihi pilihan
lain, akuntansi untuk sekuritas-tersedia-untuk-dijual dan sekuritas-yang-
dimiliki-hingga-jatuh-tempo akan sama dengan dicatat dalam sekuritas yang
diperdagangkan dibawah peraturan SFAS 115. Terutama, untuk semua saham
investasi (diperdagangkan, tersedia-untuk-dijual, dimiliki-hingga-jatuh-
tempo), (1) nilai tercatat pada neraca merupakan nilai wajar, dan (2) semua
keuntungan dan kerugian yang tidak diakui akan dimasukkan dalam laba
bersih. Pilihan nilai wajar dapat diaplikasikan secara selektif dan sukarela pada
kelompok sekuritas manapun yang dipilih perusahaan, tapi sekali nilai wajar
telah dipilih untuk suatu kelompok tertentu, perusahaan tidak dapat mengubah
pilihan tersebut.
Pilihan nilai wajar tidak tersedia untuk investasi ekuitas yang perlu
dikonsolidasi. Selain itu, juga tidak diperbolehkan sekuritas tersebut untuk
mengaplikasikan akuntansi metode ekuitas.

21
BAB III
KESIMPULAN

Aktivitas antarperusahaan meningkat perannya dalam aktivitas bisnis.


Perusahaan membeli investasi antarperusahaan untuk beberapa alasan seperti
diversifikasi, ekspansi, serta kesempatan kompetitif dan pengembalian. Hal ini
mengungkapkan laporan keuangan untuk investasi dalam sekuritas atas analisis dan
interpretasi aktivitas bisnis sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan.
Persyaratan pelaporan saat ini dilihat dari sudut pandang analisis, baik untuk yang
eksplisit maupun yang implisit. Hal ini menguraikan bagaimana pengungkapan saat
ini relevan untuk dianalisis, dan bagaimana kita dapat mengaplikasikan
penyesuaian analisis terhadap pengungkapan tersebut.
Sekuritas Investasi terbagi menjadi dua, yaitu Sekuritas utang dan Sekuritas
Ekuitas. Sekuritas utang (debt securities) adalah sekuritas yang mewakili
hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain. Misalnya obligasi perusahaan lain,
obligasi pemerintah, surat utang, dan sekuritas pemerintah kota. Sekuritas ekuitas
(equity securities) merupakan sekuritas yang mewakili kepemilikan pada entitas
lain. Contohnya adalah saham biasa dan saham preferen yang tidak dapat ditarik
kembali. Perusahaan dapat menggolongkan sekuritas investasi menjadi aset lancar
atau tidak lancar, tergantung dari jangka waktu investasi untuk sekuritas tersebut.
Tujuan utama analisis sekuritas investasi ini, yaitu untuk memisahkan kinerja
operasi dengan kinerja investasi dan menganalisis distorsi akuntansi dari sekuritas.

22
DAFTAR PUSTAKA

1. Subramanyam, K. R., Wild, John J., dan Halsey, Robert F.; 2005, Financial
Statement Analysis, Edisi 8 Buku Dua, Salemba Empat, Jakarta.
2. Subramanyam, K. R., dan Wild, John J.; 2010, Financial Statement Analysis,
Edisi 10 Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta.
3. Jumingan, 2009, Analisis Laporan Keuangan, PT Bumi Aksara, Jakarta.
4. Mamduh M. Hanafi, 2000, Analisis Laporan Keuangan, UPP AMP YKPN,
Yogyakarta.

23