Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN ( PBL )

KONSEP KEBIDANAN

Disusun Oleh :

Suryati

P17324119309

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG

TAHUN AKADEMIK 2019/2020

1
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur senantiasa terpanjatkan kehadirat Allah SWT.
Yang Maha Pencipta Segala yang ada dilangit dan di bumi tanpa karunianya saya
tidak dapat menyelesaikan Laporan Praktek Belajar Lapangan ( PBL )ini. Dan tak
lupa shalawat serta salam kepada junjungan kita suri tauladan kita Nabi
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarganya, sahabat dan para
pengikutnya hingga akhir zaman. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, saya
dapat menyelesaikan Praktek Belajar Lapangan ( PBL )sebagai Mahasiswa
Program D3 Kebidanan, Foltekes Bandung Praktek Belajar Lapangan ( PBL
)dilaksanakan selama 7 hari di Puskesmas Raga jaya, Kecamatan Bojong Gede,
Kabupaten Bogor..

Ucapan Terima kasih tidak lupa saya sampaikan kepada semua pihak yang
telah membantu hingga Praktek Belajar Lapangan ( PBL )ini berjalan dengan
lancar dan terlaporkan dengan baik, khususnya kepada :

1. Kepala Puskesmas Raga Jaya, dr Indyah Rumi Wirastuti


2. Bidan koordinator Puskesmas Raga jaya, Bayu Hikmah Aprianty
Amd Keb
3. Bidan puskesmas Bd Tina Rostyana Amd Keb, Bd Hesti Mayang Sari
Str Keb, Bidan Ika Suprihatin Amd Keb
4. Seluruh Staf Puskesmas Raga Jaya
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kegiatan
Praktek Belajar Lapangan ( PBL )ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu kritik dan saran saya harapkan dari semua pihak demi perbaikan
dimasa yang akan datang sehingga dapat menjadi contoh untuk Rekan-
rekan kelas saya nanti. Kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima
kasih.

Bogor, 29 Oktober 2019

Penyusun

iv
vi
vii
9

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Praktek belajar lapangan Yaitu dalam rangka menerapkan kurikulum untuk meningkatkan

pengalaman belajar merupakan bagian dari kurikulum pendidikan D3 Kebidanan Poltekes

Bandung sebagai perwujudan kompetensi dasar asuhan kebidanan komunitas melalui

pengalaman belajar dan kreatifitas penerapan kesehatan pada individu, keluarga dan

masyarakat diharapkan peranan bagi seorang ahli madya kebidanan mampu meningkatkan

pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kurikulum Askeb dan perkembangan IPTEK.

2. Tujuan
1 Mahasiswa mampu memahami penerapan konsep bidan dan kebidanan di
lapangan
2 Mahasiswa mapu memahami penerapan Filosofi dan paradigma/ model
asuhan kebidanan di lapangan.
3 Mahasiswa mampu memahami penerapanwomen center care di lapangan
4 Mahasiswa mampu memahami penerapanprinsif kemitraan ( partership) dan
pemberdayaan wanita ( women empowerment) di lapangan
5 Mahsiswa mampu memahami penerapan teori dan model yang
mempengaruhi asuahn kebidanan di lapangan.
6 Mahasiswa mampu memahami penerapan teori-teori dalam praktek
kebidanan di lapangan
7 Mahasisswa mampu memahami penerapan peran,fungsi dan kewenangan
bidan dalam pelayanan kebidanan di lapangan.
8 Mahasiswa mampu memahami penerapan konsep manajemen kebidanan di
lapangan.
9 Mahasiswa mampu memahami penerapan sistem penghargaan, sangsi, dan
pengembangan karir bidan di lapangan.
10 Mahasiswa mampu memahami penerapan standart profesi di lapangan
10

11 Mahasiswa mampu memahami penerapanprofesional dan profesionalisme


Bidan di lapangan
12 Mahasiswa mampu memahami penerapan praktik reflektif ( Rfelektive
praktica) di lapangan.
13 Mahasiswa mampu memahami penerapan praktik berbasis bukti ( evidance
based practice) di lapangan.
.
11

BAB II
PROFIL LAHAN PRAKTEK
1.1. Kondisi Geografi

Puskesmas Raga Jaya adalah salah satu dari 101 Puskesmas


yang ada di Kabupaten Bogor, terletak di wilayah Kecamatan
Bojonggede.

1. Batas-batas wilayah Puskesmas Raga Jaya:


- Sebelah Utara : Kecamatan Bojonggede, Kota Depok
- Sebelah Selatan : Kecamatan Tajurhalang
- Sebelah Timur : Kota Depok
- Sebelah Barat : Kecamatan Bojonggede
Suhu Udara rata-rata : 32 -34 oC
2. Jumlah RT dan RW
Tabel II.1 Jumlah RT dan RW Perkelurahan tahun

No. KELURAHAN

RT RW
1. Raga Jaya 49 16

2. Susukan 45 13

Jumlah 94 29

3. Transportasi.
Hubungan dengan 2 Desa dapat dicapai dengan roda 4 maupun
roda 2, angkutan umum sudah melalui sebagian besar ke 2
wilayah desa.

4. Komunikasi.
Telepon umum maupun wartel sudah ada dihampir semua
tempat, sedang telepon pribadi sudah lebih dari 75 %.

1.2. Wilayah Kerja


12

Puskesmas Raga Jaya mempunyai 2 wilayah kerja yaitu :


- Desa Raga Jaya
- Desa Susukan
Ke 2 desa tersebut termasuk

Letak Puskesmas : di Desa Raga Jaya

Luas wilayah : 5,77 km2 terdiri dari :

- Wilayah dataran rendah : 100 %

- Wilayah dataran tinggi : 0%

- Wilayah perairan : 0%

1.3. Kondisi Demografi


Distribusi penduduk menurut :
- Wilayah Kerja (desa) dan Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan
No Desa Jumlah
Jumlah % Jumlah %
1 2 3 4 5 6 7
1 Desa 17.390 51.0 16.658 49.0 34.048
Raga
Jaya
2 Desa 13.121 51.0 12.569 49.0 25.690
13

Susukan
Jumlah 30.511 51.0 29.227 49.0 59.738
% Laki-laki = (Kolom 3 / kolom 7) x 100
% Perempuan = (Kolom 5 / kolom 7) x 100

- Kelompok Umur

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR


KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2018

JUMLAH PENDUDUK
KELOMPOK
NO UMUR RASIO
(TAHUN) LAKI-LAKI PEREMPUAN LK+PR JENIS
KELAMIN
1 2 3 4 5 6

3 3 6 1
1 0–4
.266 .047 .313 07.19
2 2 4 1
2 5–9
.536 .334 .870 08.65
3 3 7 1
3 10 – 14
.805 .500 .305 08.71
2 2 4 1
4 15 – 19
.152 .026 .178 06.22
2 2 4 1
5 20 – 24
.398 .257 .655 06.25
2 2 4 1
6 25 – 29
.564 .413 .977 06.26
2 2 5 1
7 30 – 34
.758 .593 .351 06.36
3 2 5 1
8 35 – 39
.088 .906 .994 06.26
3 3 6 1
9 40 – 44
.584 .375 .959 06.19
1 1 2 1
10 45 – 49
.512 .332 .844 13.51
1 1 2 1
11 50 – 54
.324 .162 .486 13.94
1 1 2 1
12 55 – 59
.135 .009 .144 12.49
14

9 8 1 1
13 60 – 64
46 34 .780 13.43
7 6 1 1
14 65 – 69
57 67 .424 13.49
6 5 1 1
15 70 – 74
31 56 .187 13.49
3 4 7 8
16 75+
34 07 41 2.06

3 3 6 1
JUMLAH
2.790 0.418 3.208 08
ANGKA BEBAN TANGGUNGAN
52.8
(DEPENDENCY RATIO)

Sumber: - Kantor Statistik


Kabupaten/kota (BPS)

- Tingkat Pendidikan
Proporsi Penduduk Menurut Pendidikan Tahun 2017
NO PENDIDIKAN %

1 Tamat SD 32.03

2 Tamat SMP 21,86

3 Tamat SMA 36,93

4 Tamat PT 8,03

5 Lain-lain 1,15

Sumber Data : Profil Desa Raga Jaya dan Desa Susukan

- Mata pencaharian/pekerjaan
Proporsi Penduduk Menurut Mata Pencaharian Tahun 2017

NO MATA PENCAHARIAN %

1 PNS / Swasta 15,22

2 Pedagang 0,31
15

3 Wiraswasta 9,60

4 Petani 0,23

5 TNI / POLRI 0,32

6 Buruh 4,21

- Sumber Data : Profil Desa Raga Jaya dan Desa Susukan


-
1.4. Visi
Puskesmas Raga Jaya sebagai Unit Pelaksana Fungsional Dinas
Kesehatan menetapkan visi untuk memberikan gambaran kedepan
yang ingin dicapai, yaitu : Menjadi puskesmas yang terdepan
dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan hidup sehat

1.5. Misi
Misi yang dirumuskan Puskesmas Raga Jaya adalah:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata


dan terjangkau di semua lapisan masyarakat.
2. Mewujudkan kemandirian masyarakat dalam hidup sehat melalui
strategi pembinaan kemandirian keluarga sebagai unsur terkecil
dari sebuah tatanan masyarakat.
3. Menjalin dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk
mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja.
4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Puskesmas untuk
mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
5. Menciptakan suasana kerja yang harmonis dan berdasarkan
kekeluargaan agar dapat memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat dengan ikhlas dan sepenuh hati.

1.6. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai melalui penentuan visi dan misi diatas
adalah :

1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata dan


terjangkau oleh masyarakat, khususnya masyarakat miskin.
2. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.
3. Menurunnya kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit
serta terwujudnya lingkungan sehat.
4. Mewujudkan kesadaran dan kemandirian masyarakat di bidang
kesehatan.
16

1.7. Tata Nilai


Adapun Tata Nilai di Puskesmas Raga Jaya adalah sebagai berikut:
 Cepat, dalam melakukan segala pekerjaan harus cepat, tepat dan
sigap
 Efisien, dalam melakukan pekerjaan mampu menggunakan
segala sumber daya yang ada seoptimal mungkin dengan hasil
maksimal
 Ramah, dalam memberikan pelayanan, sehingga pelanggan/klien
merasa puas dan dihargai
 Ikhlas, dalam bekerja hasil yang didapatkan dari pekerjaan yang
dilakukan dengan ikhlas akan baik dan memuaskan
 Amanah, dalam bekerja melakukan pekerjaan apapun sesuai
dengan aturan yang berlaku dan dilandasi kejujuran, sehingga
menjadi sesuatu kebiasaan dan perilaku bekerja yang baik dan
dapat menjadi contoh bagi masyarakat
9

1.8. Pengorganisasian

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS RAGAJAYA


( PERBUP NO. 52 TAHUN 2017, TANGGAL 28 SEPTEMBER 2017 )

KEPALA PUSKESMAS
dr. Indyah Rukmi Wirastuti

SUB BAGIAN TATA USAHA


Dhini Husna Sari, Amd.Gz

PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKP PENANGGUNG JAWAB JARINGAN
ESENSIAL DAN KEPERAWATAN PENGEMBANGAN KEFARMASIAN DAN LABORATORIUM PELAYANAN PUSKESMAS DAN
KESEHATAN MASYARAKAT JARINGAN FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN
Yati Suryati Nurjanah drg. Noor Afia Adi Surani Bayu Hikmah A, Amd.Keb
9

1.9. TUGAS POKOK PUSKESMAS: antara lain :


Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan
untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya
dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Prinsip penyelenggaraan Puskesmas meliputi:
9

Paradigma sehat : Puskesmas mendorong seluruh pemangku


kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan
mengurangi resiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat.
a. Pertanggungjawaban wilayah : Puskesmas menggerakkan dan
bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya.
b. Kemandirian masyarakat ; Puskesmas mendorong kemandirian hidup
sehat bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
c. Pemerataan : Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah
kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama,
budaya dan kepercayaan.
d. Teknologi tepat guna : Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan
Kesehatan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai
dengan kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan dan tidak
berdampak buruk bagi lingkungan.
e. Keterpaduan dan kesinambungan : Puskesmas mengintegrasikan dan
mengoordinasikan penyelenggaraan UKM dan UKP lintas program dan
lintas sektor serta melaksanakan Sistem Rujukan yang didukung dengan
manajemen Puskesmas
2.1.2.1. FUNGSI :
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan, Puskesmas
mempunyai 3 fungsi yaitu :
1) Sebagai pusat penggerak pembangunan yang berwawasan kesehatan.
2) Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
3) Sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung
jawab atas wilayah kerja yang ditetapkan.

1.10. Program dan Kegiatan Puskesmas


1) UKM Data Dasar yang mencakup:
a) Identitas Puskesmas;
10

b) Wilayah kerja Puskesmas


2) UKM Esensial, yaitu:
a) Promosi Kesehatan;
b) Kesehatan Lingkungan;
c) Pelayanan Gizi KIA-KB;
d) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular;
e) Surveilans dan Sentinel SKDR; dan
f) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.
3) UKM Pengembangan, antara lain:
a) Upaya Kesehatan Sekolah (UKS);
b) Kesehatan Jiwa;
c) Kesehatan Gigi Masyarakat;
d) Kesehatan Tradisional dan Komplementer;
e) Kesehatan Olahraga;
f) Kesehatan Kerja;
g) Kesehatan Indera;
h) Kesehatan Lanjut Usia; dan/atau
i) Pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan Puskesmas.
A. UKP
antara lain:
a) Kunjungan Puskesmas;
b) Pelayanan Umum;
c) Kesehatan Gigi dan Mulut; dan
d) UGD, Kematian, dll.
B. Manajemen
Sumber daya Puskesmas, meliputi:
- Manajemen Puskesmas;
- Gedung dan sarana Puskesmas;
- Jejaring Puskesmas, lintas sektor serta potensi sumber daya
lainnya;
- Sumber daya manusia kesehatan; dan
- Ketersediaan dan kondisi peralatan Puskesmas.
11

1.11. Program dan Kegiatan Pengembangan SDMK


a) Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)
b) Usulan Pelatihan sumber dana APBD (RKA JKN)
Antara lain :
- Bintek Pengadaan Barang & Jasa
- Pelatihan Jabatan Fungsional
- Pelatihan Manajemen Puskesmas
- Pelatihan AMED
- Diklat Pra Jabata
12
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A HASIL OBSERVASI WAWANCARA DAN STUDI DOKUMENTASI

1. Hasil Observasi dan Wawancara


 Hasil Observasi
Definisi Bidan

1. Bidan dalam bahasa Inggris berasal dari kata MIDWIFE yang artinya Pendamping
wanita, sedangkan dalam bahasa Sanksekerta “Wirdhan” yang artinya : Wanita
Bijaksana.
2. Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional dengan
sejumlah praktisi di seluruh dunia. Pengertian bidan dan bidang praktiknya secara
internasional telah diakui oleh Internasional Confederation of Midwives ( ICM ) tahun
1972 dan Internasional Federation of International Gynaecologist and Obstetritian (
FIGO ) tahun 1973, WHO dan badan lainnya. Pada tahun 1990 pada pertemuan
dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemudian disahkan
oleh FIGO ( 1991 ) dan WHO (1992).
3. Pengertian bidan adalah :
Seseorang yang telah menyelesaikan program Pendidikan Bidan yang diakui oleh
negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktik
kebidanan di negeri itu. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan
memberikan nasehat yang dibutuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan
dan masa pasca persalinan (post partum period), memimpin persalinan atas tanggung
jawabnya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak.

Falsafah Asuhan Kebidanan


Falsafah atau filsafat berasal dari bahasa arab yaitu “falsafa” (timbangan) yang
dapat diartikan pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat
segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya (Harun Nasution, 1979)
Menurut bahasa Yunani “philosophy“ berasal dari dua kata yaitu philos (cinta)
atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (hikmah, kebijkasanaan,
pengetahuan, pengalaman praktis, intelegensi).
Filsafat secara keseluruhan dapat diartikan “ cinta kebijaksanaan atau
kebenaran.”

13
Falsafah kebidanan merupakan pandangan hidup atau penuntun bagi bidan dalam
memberikan pelayanan kebidanan. Falsafah kebidanan tersebut adalah

1) Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam Undang – Undang maupun


peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan
kesehatan professional dan secara internasional diakui oleh International
Confederation of Midwives (ICM), FIGO dan WHO.
2) Tugas, tanggungjawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam
beberapa peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka
membantu program pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka
menurunkan AKI, AKP, KIA, Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman &
KB
3) Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan
kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan
perbedaan budaya. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri,
mendapat informasi yang cukup dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan
kesehatannya.
4) Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause adalah
proses fisiologi dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medic.
5) Persalinan adalah suatu proses yang alami, peristiwa normal, namun apabila tidak
dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi abnormal.
6) Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita
usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang
berkualitas.
7) Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang
membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja.
8) Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan
pelayanan kesehatan.

9) Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencakup upaya promotif, preventif,


kuratif dan rehabilitative ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
10) Manajemen kebidanan diselenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam
rangka meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang professional dan
interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi
manajemen secara terpadu.
11) Proses kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian
berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk
berbagai strata masyarakat.

14
PelayananKebidanan
Seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktek profesi bidan dalam sistem
pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam
rangka mewujudkan kesehatan dan masyarakat.

Praktek Kebidanan
Penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan / asuhan kebidanan
kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen Kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam
menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis Lingkup praktik
kebidanan meliputi asuhan mandiri / otonomi pada perempuan, remaja putri, dan
wanita dewasa sebelum, selama kehamilan dan sesudahnya. Praktik kebidanan
dilakukan dalam system pelayanaan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat,
dokter, perawat, dan dokter spesialis dipusat-pusat rujukan.

Asuhan Kebidanan
Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien
atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara :
 Bertahap dan sistematis
 Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan

 Hasil Wawancara
BAGIAN I : BIODATA BIDAN
1. Usia : 31 Tahun
2. Riwayat Pendidikan
Lulusan
No Pendidikan Nama Institusi Pendidikan Kota
Tahun
1 SD SDN 1 Ciseeng 2000 Bogor
2 SMP SLTPN 1 Gunung Sindur 2003 Bogor
3 SMA SMAN 1 Parung 2006 Bogor
4 D1 - - -
5 D3 D3 Politeknik Kesehatan Bandung 2009 Bandung
6 D4 D4 STIKIM 2013 Jakarta
7 S1/ Profesi/dll - - -

3. Pelatihan/Seminar/Simposium yang pernah diikuti dalam 5 tahun terakhir

15
No Nama/Jenis Pelatihan Tahun Penyelenggara Kota
1 APN 2016 Ciloto
2 CTU 2011 Ciloto

3 SUSCATIN / KESPRO CATIN 2018 Bogor

4. Penelitian / Kegiatan Penelitian yang pernah dilaksanakan (-)


5. Penghargaan yang pernah diraih

No Penghargaan terkait Kinerja/ Jabatan Fungsional Bidan


1
2

BAGIAN II : PENERAPAN KONSEP DILAHAN PRAKTIK

A. Deskripsi Umum kegiatan Klinik

No Jenis/Ruang Lingkup Kegiatan Kegiatan yang Dilakukan


1 Asuhan Promotif A. Penyuluhan Kespro Catin di KUA
B. EGP
C. Lokmin Kader
D. Penyuluhan dalam gedung
2 Asuhan Preventif 1. Pelaksanaan BIAS
2. Pelaksanaan POPM Kecacingan
3. Posyandu
4. Posbindu
3 Asuhan Kuratif Pemberian Fe dan Vit A Nifas
4 Asuhan Rehabilitatif 1. Pelaksanaan Kunjungan Rumah Ibu Nifas Resti
2. Pelaksanaan Kunjungan Rumah Ibu Hamil Resti
3. Pelaksanaan Kunjungan Rumah Ibu dan Balita
dengan Masalah

B. Deskripsi Spesifik Kegiatan Klinik terkait Falsafah dan Model Asuhan, serta
Standar Profesi
1) Bagaimana upaya bidan mempertahankan kehamilan dan persalinan sebagai
proses yang fisiologis dan alamiah ?
Dengan pendekatan secara individu maupun keluarga, terkait kesehatan ibu dan
janin. Konseling mengenai hygine, nutrisi, tanda bahaya dan pentingnya control rutin
untuk mencegah terjadinya komplikasi.

16
2) Bagaimana upaya bidan dalam meningkatkan, melindungi, dan mendukung hak
wanita terkait kesehatan reproduksinya ?
Memberikan asuhan kebidanan dalam hal penyuluhan, pemberian pendidikan
mengenai keshatan dan konseling mulai dari kelompok usia remaja, calon
pengantin serta PUS tentang pengenalan anatamo, fisiologi dan hak-hak
reproduksi.
3) Bagaimana penerapan konsep asuhan yang berpusat pada wanita ?
Pemusatan pada kebutuhan wanita. Contoh, gerakan asuhan saying ibu.
4) Penerapan prinsip kemitraan dalam asuhan kebidanan ?
Bersifat sangat penting, karena kondisi wanita/ klien bukan hanya urusan ibu
sendiri tetapi juga suami . pentinguntuk saling mengetahui perannya masing-
masing dalam keluarga.
5) Bagaimana penerapan prinsip pemberdayaan wanita dalam asuhan kebidanan ?
(-)
6) Bagaimana penerapan prinsip asuhan berkelanjutan dalam pelayanan kebidanan?
Asuhan yang berkeinambungan mwngikuti alur kehidupan wanita. Mulai dari
hamil, melahirkan, nifas, merawat bayi, balita, anak, remaja hingga masa
menopause.
7) Bagaimana bidan menjalankan kolaborasi dalam asuhan pelayanan kebidanan ?
8) Bagaimana bidan menjalankan otonominya difasilitas kesehatan ? apakah ada
intervensi lain dalam menjalankannya?
Terlihat dalam kewenangan sebagai bidan dalam profesinya yang memperhatikan
aturan-aturan otonomi bidan yang berlaku internal dalam faskes yang dikepalai
oleh pimpinan faskes.
9) Bagaimana upaya bidan dalam menerapkan asuhan sesuai starndar kesehtan ? (-
)
C. Penerapan Teori dan Model Konseptual
1) Seberapa besarkah model kedokteran berpengaruh dalam asuhan yang
dilaksanakan oleh bidan ?
Sangat besar, walupun usulan kebidanan bukan untuk mengobati penyakit tetapi
dapat melakukan kolaborasi atau rujukan ke dokter.
D. Penerapan teori-teori dalam Praktik Kebidanan
E. Penerapan proses Managemen Kebidanan
F. Penerapan professional Bidan
G. Penerapan Praktik Berbasis Bukti
H. Penerapan Praktik Reflektif

17
BAGIAN III : Wawancara pada Perempuan / Klien

No Fokus Area Perspektif Perempuan


Ikatan suci yang menyatukan anatara lai-laki dan
1 Makna pernikahan
perempuan dengan komitmen dan satu visi dan misi.
Makna laki-laki bagi
2 Pelindung, pemompin dan teman hidup
perempuan
Pendapat mengenai persiapan
3 Fisik dan mental sangat diperlukan
sebelum kehamilan
4 Makna tentang kehamilan Kehamilan adalah buah cinta
Proses yang menyenangkan mengenai tanggungjawab
5 Makna tentang menjadi ibu seumur hidup tiada berkesudahan yang harus dilewati
dengan bahagia dan rasa syukur
Sangat penting karena suami adalah teman hidup
6 Peran istri terhadap suami
dalam mengaruhi kehidupan didunia dan akhirat
Peran istri terhadap keluarga Sebagai ibu, sebagai pengayom bagi kelurga inti. Dan
7
inti dan keluarga besar sebagai anak juga menangtu dlam keluarga besar.
Tindakan yang tidak tapat, jika tanpa ada indikasi
Pendapat untuk memberikan
8 medis yang tidak dapat diberikanya ASI maka asi
susu selain ASI
bersifat wajib bagi ibu dan hak bagi bayi
Tidak baik karena sebagai cerminan dan contoh
Suami merokok di lingkungan
9 kepada anak juga akan berdampak buruk dan
rumah
berkepanjangan bagi keluarganya

2. Pembahasan
 Kesenjangan antara penerapan dilapangan dengan teori yang sudah dipelajari
o Hasil kesenjangan relative tidak ada berdasarkan hasil wawancara.
 Faktor Penunjang dan Faktor Penghambat
o Faktor penunjang
 Ilmu pengetahuan yang dipelajari atau didapatkan
 Niat yang kuat dari diri sendiri sebagai wanita, anak, istri ataupun ibu
dalam keluarga
 Keimanan.
 Dukungan keluarga baik dari ibu, bapak, suami bahkan anak.
 Lingkungan pergaulan.
o Factor penghambat
 Tidak ada dukungan dari keluarga
 Minimnya ilmu pengetahuan atau edukasi
 Minimnyakeimanan dan niat dari dalam diri sendiri
 Ketebatasan fisik , ataupun materi

18
BAB IV

PENUTUP

1. KESIMPULAN
Praktik belajar lapangan merupakan pelayanan kebidanan profesional yang ditujukan
kepada masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi, dengan upaya
mencapai derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit, peningkatan
kesehatan menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra dalam pelayanan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
pelayanan kebidanan baik didalam maupun di lapangan
Unsur – unsur yang tercakup di dalam praktik belajar kebidanan adalah tenaga
kesehatan khususnya bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan kesehatan,
lingkungan, pengetahuan serta teknologi.
Sasaran dalam pelayanan kebidanan lapangan yaitu masyarakat umumnya dan
khususnya ibu dan anak balita. Masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah hidup
dan bekerja sama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan
menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas – batas yang telah
ditetapkan dengan jelas. Masyarakat merupakan keompok individu yang saling berinteraksi,
saling tergantung bekerja sama untuk mencapai tujuan.
Masalah kesehatan masyarakat dapat bermula dari perilaku individu, keluarga
ataupun prilaku – prilaku kelompok dalam banyak hal. Tenaga kesehatan harus
meningkatkan ilmu pengetahuan agar tercipta masyarakat yang sejahtera, sehingga
tercapai tujuan pembangunan MDGs yaitu menurunkan angka kematian ibu dan anak

19
2. SARAN
a. Meningkatkan pemahaman tentang kewenangan, organisasi, tupoksi dan pelaksanan tugas
pelayanan kesehatan pada era desentralisasi.
b. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas program dan lintas sektoral serta berbagai
upaya untuk lebih meningkatkan partisifasi masyarakat dan kerjasama dengan lembaga
swadaya masyarakat.
c. Untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan mengantisifasi segala dampak
pembangunan perlu dibuat terobosan baru dalam menangulangi dan menghadapi masalah-
masalah baru yang timbul.
d. Sumber daya kesehatan perlu terus ditingkatkan baik kuantitas maupun kwalitas serta
disesuaiakan dengan kemajuan IPTEK
PENERAPAN KONSEP KEBIDANAN
1 Setiap individu mempunyai hak untuk meyakini bahwa setiap individu berhak
untuk merasa aman, mendapat pelayanan kesehatan yang memuaskan dengan
memperhatikan martabatnya.
2) Bidan meyakini bahwa kehamilan, persalinan merupakan proses yang normal.
3) Asuhan kebidanan difokuskan kepada kebutuhan individu, keluarga untuk
perawtan fisik, emosi dan hubungan sosial.
4) Klien ikut terlibat dalam menentukan pilihan.
5) Asuhan kebidanan berkesinambungan mengutamakan keamanan, kemampuan
klinis dan tanpa intervensi pada proses normal.
6) Meningkatkan pendidikan pada perempuan sepanjang siklus kehidupan
.

20
21
22
23
DAFTAR PUSTAKA

Teori Kurt Lewin (2013)


http://e-medis.blogspot.com/2013/04/teori-kurt- lewin-perubahan-
perilaku.html ( di kutip pada 20 Desember 2018)

Pengertian Masalah menurut para ahli (2015)


https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/10/10-pengertian-masalah-cara-
memperoleh-masalah-penelitian.html (di kutip pada 20 Desember 2018)

Hartanto, H, 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi . Pustaka Sinar


Harapan.Jakarta. (di kutip pada 25 desember 2018)

Dewinur (2018), Laporan Kegiatan Praktek Belajar Lapangan Di Dinas


Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bogor (DPPKB).
Laporan. Universitas Ibn Khaldun Bogor. (di kutip pada 10 Desember 2018)

24
25