Anda di halaman 1dari 7

Contoh Soal Metode Harga Pokok Pesanan

1. PT. ABC mendapat pesanan 1000 spanduk pada bulan Oktober 2018 dengan harga yang
dibebankan sebesar Rp. 25.000 per spanduknya. Bahan baku yang dibutuhkan sudah dibeli yakni
kain putih sepanjang 500 meter seharga Rp. 7.000.000. bahan penolong yang dibutuhkan
menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.000.000. Biaya tenaga kerja langsung membutuhkan biaya
sebesar Rp. 3.000.000 dan untuk membayar gaji bagian administrasi dan umum sebesar Rp.
2.000.000. Tak hanya itu terdapat biaya depresiasi mesin sebesar Rp. 1.100.000.
Jurnal yang dibutuhkan untuk kasus diatas diantaranya ialah sebagai berikut :
a. Pencatatan pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku Rp. 7.000.000
Bahan penolong Rp. 1.000.000
Kas Rp. 8.000.000
b. Pemakaian bahan baku dan penolong
BDP-Biaya bahan baku Rp. 7.000.000
Persediaan bahan baku Rp.7.000.000
BOP –Sesungguhnya Rp. 1.000.000
Bahan penolong Rp.1.000.000
c. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja
1. Ketika gaji dan upah dicatat terutang
Gaji & Upah Rp. 5.000.000
Utang gaji dan Upah Rp. 5.000.000
2. Saat didistribusikan
BDP - Beban tenaga kerja langsung Rp. 3.000.000
BDP - Beban Gaji adm & umum Rp. 2.000.000
Gaji & Upah Rp. 5.000.000
3. Pembayaran Gaji & Upah
Utang Gaji & Upah Rp. 5.000.000
Kas Rp. 5.000.000
d. Pencatatan BOP
BOP – Sesungguhnya Rp. 1.100.000
Akumulasi depresiasi mesin Rp. 1.100.000
e. Pencatatan barang jadi
Persediaan barang jadi Rp. 14.100.000
BDP-Bahan baku Rp. 7.000.000
BDP - Beban tenaga kerja langsung Rp. 3.000.000
BDP - Beban Gaji adm & umum Rp. 2.000.000
BOP Sesungguhnya Rp. 2.100.000
Harga pokok pesanan per barangnya ialah sebagai berikut : Rp.14.100.000 : 1000 = Rp.14.100
per buahnya. Jika spanduk tersebut dihargai Rp.25.000 per item maka besaran keuntungan tiap
item ialah Rp.25.000 – Rp. 14.100 = Rp. 10.900 per spanduknya.
2. PT Lestari Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dengan menggunakan
metode harga pokok pesanan. Pada bulan November 2018 perusahaan mendapat pesanan untuk
mencetak brosur sebanyak 5.000 lembar dari CV Kinanti dengan harga yang dibebankan adalah
Rp2.500 per lembar. Pada bulan yang sama perusahaan juga menerima pesanan sebanyak 50
spanduk dari CV Lancar dengan harga Rp425.000 per buah. Pesanan dari CV Kinanti diberi
kode pesanan ELANG-0 dan pesanan dari CV Lancar diberi nomor ELANG-02.

Data Kegiatan dan Produksi


a. Pada tanggal 11 November 2014 dibeli bahan baku dan penolong dengan cara kredit yakni
sebagai berikut:
Bahan Baku
Kertas untuk brosur Rp2.150.000
Kain putih 200 meter Rp3.750.000
Bahan Penolong
Bahan Penolong B1 Rp450.000
Bahan Penolong B2 Rp550.000

b. Dalam pemakaian bahan baku dan penolong untuk memproses pesanan ELANG-01 dan
ELANG-02 diperoleh informasi sebagai berikut:
Bahan baku kertas dan bahan penolong B1 digunakan untuk memproses pesanan ELANG-
01, sedangkan bahan baku kain dan bahan penolong B2 dipakai untuk memproses pesanan
ELANG-02.

c. Untuk penentuan Biaya Tenaga Kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi
menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sebagai berikut.
– Upah langsung untuk pesanan ELANG-01 240 jam @Rp9.000.
– Upah langsung untuk pesanan ELANG-02 menghabiskan sebanyak 360 jam @Rp9.000.
– Upah tidak langsung adalah Rp2.500.000.
– Gaji Karyawan Bagian Pemasaran dikeluarkan sebesar Rp4.000.000.
– Gaji Karyawan Bagian Administrasi & Umum sebesar Rp2.250.000.

d. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOP sebesar
150% dari Biaya Tenaga Kerja Langsung, baik pesanan ELANG-01 dan ELANG-02. Biaya
overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya dengan pesanan di atas, adalah sebagai
berikut.
– Biaya pemeliharaan gedung Rp500.000
– Biaya depresiasi gedung pabrik Rp1.000.000
– Biaya depresiasi mesin Rp1.500.000
– Biaya pemeliharaan mesin Rp250.000
– Biaya asuransi gedung pabrik & mesin Rp750.000
e. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan ELANG-01 telah
selesai dikerjakan.

f. Pencatatan Harga Pokok Produk Dalam Proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwa untuk
pesanan ELANG-02 masih dalam proses penyelesaian.

g. Pencatatan Harga Pokok Produk yang dijual. Pesanan ELANG-01 telah diserahkan kepada
pemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit.

DIMINTA
Berdasarkan informasi di atas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan Metode Harga Pokok
Pesanan.

Metode Harga Pokok Pesanan

Jurnal-Jurnal yang diperlukan:


1. Pencatatan Pembelian Bahan Baku & Penolong
Persediaan Bahan Baku 5.900.000 –

Utang Dagang – 5.900.000

Persediaan Bahan Penolong 1.000.000 –

Utang Dagang – 1.000.000

2. Pencatatan Pemakaian Bahan Baku & Penolong


BDP – Biaya Bahan Baku 5.900.000 –

Persediaan Bahan Baku – 5.900.000

BOP – Sesungguhnya 1.000.000 –

Persediaan Bahan Penolong – 1.000.000

3. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja


a. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja yang terutang
Gaji dan Upah 14.150.000 –

Utang Gaji & Upah – 14.150.000

b. Pencatatan Distribusi Biaya TK

Biaya TK Langsung 5.400.000 –

Biaya TK Tidak Langsung 2.500.000 –

Biaya Pemasaran 4.000.000 –

Biaya Administrasi & Umum 2.250.000

Gaji & Upah – 14.150.000

c. Pembayaran Gaji & Upah

Utang Gaji & Upah 14.150.000 –

Kas – 14.150.000

4. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik


BDP – Biaya Overhead Pabrik 8.100.000 –

BOP yang Dibebankan – 8.100.000

BOP yang Sesungguhnya 4.000.000 –

Persediaan Bahan Bangunan – 500.000

Akum. Depr. Gedung Pabrik – 1.000.000

Akum. Depr. Mesin – 1.500.000

Persediaan Suku Cadang – 250.000

Persekot Asuransi – 750.000


BOP yang Dibebankan 8.100.000 –

BOP yang Sesungguhnya – 8.100.000

Selisih BOP:
Untuk menentukan selisih BOP dicari dengan cara membandingkan antara jumlah BOP yang
dibebankan dengan jumlah seluruh BOP yang sesungguhnya terjadi. Berdasarkan soal di atas,
selisih BOP dapat ditentukan dengan cara :

BOP yang Sesungguhnya:


Jurnal No. #2 Rp1.000.000
Jurnal No. #3b Rp2.500.000
Jurnal No. #4 Rp4.000.000
Jumlah BOP yang Sesungguhnya Rp7.500.000

BOP yang Dibebankan Rp. 8.100.000


(Selisih pembebanan lebih)
Jurnal Selisih BOP
BOP yang Sesungguhnya 600.000 –

Selisih BOP – 600.000

5. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi (ELANG-01)

Persediaan Produk Jadi 8.000.000 –

BDP- Biaya Bahan Baku – 2.600.000

BDP- Biaya TK Langsung – 2.160.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik – 3.240.000

6. Pencatatan Harga Pokok Produk Dlm Proses (ELANG-02)

Persediaan PDP 12.400.000 –

BDP- Biaya Bahan Baku – 4.300.000


BDP- Biaya TK Langsung – 3.240.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik – 4.860.000

7. Pencatatan Harga Pokok Produk yang Dijual

Harga Pokok Produksi 8.000.000 –

Persediaan Produk jadi – 8.000.000

Piutang Dagang 12.500.000 –

Harga Pokok Produksi – 12.500.000