Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PNEUMONIA PADA ANAK

Disusun oleh:

Jayanti Mandasari

NIRM: 1709

Dosen Pengajar :
Ns. Elfira Awalia., M.Kep
Ns. Eni Hastuti,. S.Kep

AKADEMI KEPERAWATAN PELNI JAKARTA


TAHUN 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KEJANG DEMAM

Topik : Pneumonia
Pokok bahasan : Penanganan Pneumonia
Target / saran : Ibu pasien di Cempaka Anak Rumah Sakit Pelni
Waktu : 20 menit
Tempat : Ruang Cempaka Anak

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Klien dan keluarga klien dapat menginformasikan dan mengetahui tentang penyakit
pneumonia sehingga dapat menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah diberikan penyuluhan, klien dan keluarga klien dapat :


1. Mengetahui pengertian dari pneumonia
2. Mengetahui penyebab dari pneumonia
3. Mengetahui tanda dan gejala – gejala dari pneumonia
4. Mengetahui cara pengobatan dari pneumonia

III. Materi Pelajaran


1. pengertian pneumonia
2. penyebab pneumonia
3. tanda dn gejala pneumonia
4. cara pengobatan pnemonia

IV. Peserta
Adapun yang menjadi peserta dari pembelajaran ini adalah : Ibu pasien di Cempaka
Anak Rumah Sakit Pelni

V. Metode
Metode yang akan digunakan pada penyuluhan ini adalah metode ceramah.
VI. Media
Lembar duduk dan leaflet

VII. Evaluasi
1. Ibu dapat menyebutkan pengertian pneumonia
2. ibu dapat menyebutkan penyebab pneumonia
3. ibu dapat menyebutkan tanda gejala
4. ibu dapat menyebutkan cara pengobatan pneumonia

VIII. Kegiatan Pembelajaran


No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Waktu
1. Pembukaan : 2 menit
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
 Perkenalan  Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Menyetujui
 Kontrak waktu  Memperhatikan
2. Pelaksanaan : 10 menit
 Menjelaskan pengertian  Mendengarkan dan
pneumonia memperhatikan
 Memberi kesempatan  Mengemukakan pendapat
pada ibu untuk bertanya
 Menjelaskan penyebab
pneumonia  Mendengarkan dan
 Memberi kesempatan memperhatikan
pada ibu untuk bertanya
 Menjelaskan tanda dan  Mengemukakan pendapat
gejala pneumonia
 Memberi kesempatan
pada ibu untuk bertanya  Mendengarkan dan
memperhatikan
 Mengemukakan pendapat
 Mendengarkan dan
memperhatikan

 Mengemukakan pendapat

3. Evaluasi 5 menit
 Menanyakan kembali  Menjawab dan
tentang materi yang menjelaskan pertanyaan
diberikan dan
memberikan
reinforcement kepada
teman-teman

4. Penutup 3 menit
 Menyimpulkan materi  Mendengarkan dan
 Menutup penyuluhan menjawab salam
 Mengucapkan salam
MATERI PNEUMONIA

I. Pengertian Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus,
atau jamur. Ketika seseorang bernafas, udara kaya oksigen mengalir ke tubuh melalui
saluran udara (trakea, bronkus, dan bronkhiolus) di paru-paru. Di ujung saluran udara,
oksigen ditukar dengan karbon dioksida, yang bergerak keluar dari tubuh ketika
seseorang bernafas. Alveoli adalah kantung udara yang sangat kecil di ujung cabang
saluran napas di mana pertukaran gas ini terjadi. Pneumonia menyebabkan alveoli
menjadi meradang dan terisi dengan cairan. Bakteri adalah penyebab paling umum
pneumonia pada orang dewasa, sedangkan virus adalah penyebab paling umum pada
anak-anak yang lebih muda dari 5 tahun. Di sini, Thompson membahas gejala,
pencegahan dan pengobatan pneumonia.

II. Penyebab Pneumonia


a. Bakteri
Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram
posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus
pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella
pneumonia dan P. Aeruginosa.
b. Virus
Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet.
Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia
virus.
c. Jamur
Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui
penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada
kotoran burung, tanah serta kompos.
d. Protozoa
Protozoa yang menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia
(CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi.
III. Tanda Dan Gejala Kejang Demam
a. Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan
 Nyeri pleuritic
 Nafas dangkal dan mendengkur
 Takipnea
b. Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi
 Mengecil, kemudian menjadi hilang
 Krekels, ronki, egofoni
c. Gerakan dada tidak simetris
d. Menggigil dan demam 38,8 ° C sampai 41,1°C, delirium
e. Diaforesis
f. Anoreksia
g. Malaise
h. Batuk kental, produktif
 Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahanatau
berkarat
i. Geliah
j. Cynosis
 Area sirkumoral
 Dasar kuku kebiruan
k. Masalah-masalah psikososial : disorientasi, ansietas, takut mati.

IV. Pengobatan Pneumonia


1. Terapi antibiotic
Merupakan terapi utama pada pasien pneumonia dengan manifestasi apapun,
yang dimaksudkan sebagai terapi kausal terhadap kuman penyebabnya.
a. Antibiotik yang biasanya menjadi pilihan sebagai terapi awal adalah
amoxilin, clarithromycin atau erithromycin untuk beberapa pasien CAP
(Community Acquired Pneumonia).
b. Pada kasus pneumonia CAP yang disebabkan oleh bakteri atypical,
antibiotik yang menjadi pilihan peratama penderita adalah dari golongan
makrolida seperti azithromycin dan clarithromycin, fluoroquinolol, dan
doxycycline.
c. Antibiotik untuk pneumonia HCAP (Hospital Acquired pneumonia) adalah
chepalosporin generasi ketiga dan keempat, carbapenem, fluoroquinolol,
aminoglikosida dan vancomycin.
2. Terapi suportif umum
a. Terapi O2 untuk mencapai PaO2 80-100 mmHg atau saturasi 95-96 % berdasar
pemeriksaan AGD
b. Humidifikasi dengan nebulizer untuk mengencerkan dahak yang kental
c. Fisioterapi dada untuk pengeluaran dahak, khususnya anjuran untuk batuk dan
napas dalam
d. Pengaturan cairan: pada pasien pneumonia, paru menjadi lebih sensitif terhadap
pembebanan cairan terutama pada pneumonia bilateral
e. Pemberian kortikosteroid, diberikan pada fase sepsis
f. Ventilasi mekanis : indikasi intubasi dan pemasangan ventilator dilakukan bila
terjadi hipoksemia persisten, gagal napas yang disertai peningkatan respiratoy
distress dan respiratory arrest
g. Drainase empiema bila ada