Anda di halaman 1dari 4

Nama Kelompok 5 :

1. Sry Nofita Sari Hutagalung (160204082)


2. Lilis Sri Wulan Dewi Sarumaha (160204029)
Kelas : PSIK 4.2
Mata Kuliah : Keperawatan Bencana
Dosen Pembimbing : Ns. Johansen Hutajulu, M.Kep

“SIMULASI PENANGANAN KEADAAN DARURAT GEMPA BUMI DIGEDUNG


BERTINGKAT”

 Lokasi kejadian

a) PT. Manhattan diguncang gempa 6,4 SR pada Selasa (23/1). Gempa yang berpusat di
Lebak, Banten ini terjadi pada pukul 13.34 WIB. Berada di gedung tinggi seperti di
pusat perbelanjaan akan menyebabkan guncangan gempa akan lebih terasa kuat.

b) Keadaan darurat gempa bumi PT. Manhattan gedung Recovery WoodWorking,

c) Proses terjadinya gempa bumi sebenarnya berbeda-beda, dimana gempa bumi terjadi
saat batuan yang ada di kerak bumi mengalami tekanan dan menyebabkan lempengan
bergesekan. Lempengan yang dimaksud bisa jadi antar samudera maupun antar benua.
Ketika terjadi tumbukan maka gempa bumi akan terjadi.

 Langkah-Langkah Penanganan Keadaan Darurat Gempa Bumi

a) Terjadi gempa bumi di kawasan PT. Manhattan, Semua karyawan berlindung di


bawah kolong meja/mesin dan pojokan ruangan.

b) Bagi mereka yang hidup di gedung tinggi dan merasakan gempa, hal pertama kali
yang perlu dilakukan adalah tidak panik. Ingat kepanikan adalah biang malapetaka
besar. Karena panik siapa saja akan lost control, bisa melakukan apa yang tidak
seharusnya tidak dilakukan, sehingga membahayakan dirinya sendiri juga oranglain.

c) Jangan sekali-kali mencoba meninggalkan gedung saat gempa masih terjadi.

d) Saat gempa terjadi berlindunglah dan berpeganglah pada sesuatu yang kuat. Misalnya
berlindung di bawah meja.

e) Jika tak ada tempat berlindung, jongkok dan ambil posisi meringkuk sambil
melindungi kepala Anda.

f) Jauhkan diri dari jendela, kaca, atau benda-benda ringan lain yang mudah jatuh.
g) Jika Anda berada di tangga, duduklah sebentar dan berpegangan.

h) Jauhi lift. Jika tengah berada di dalam lift, segera keluar begitu pintu terbuka.

i) Jika ada peringatan evakuasi, segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman dan jauh
dari gedung.

j) Petugas tanggap darurat (1) menyalakan alarm (alarm berbunyi), Petugas tanggap
darurat (2) memutuskan aliran listrik melalui panel listrik.

k) setelah guncangan mereda petugas Tanggap darurat (3) berteriak “EVAKUASI !!


EVAKUASI!!”, karyawan keluar Kawasan Kantor mengikuti instruksi team tanggap
darurat dan security melalui jalur evakuasi.

l) Saat karyawan-karyawan di evakuasi, ada 1 karyawan yang terjatuh, sedangkan


karyawan lain terburu-buru untuk keluar kawasan gedung Recovery.

m) Para karyawan yang di evakuasi berkumpul di titik kumpul (assembly point) terdekat
sesuai intruksi tim tanggap darurat dan security.

n) Security (1) dan petugas tanggap darurat (3) memeriksa Keadaan didalam gedung dan
memeriksa apakah ada karyawan yang belum di evakuasi.

o) Petugas tanggap darurat (1) mengabsen para karyawan di titik kumpul (assembly
point), dilaporkan ada 2 karyawan yang tidak ada. Petugas tanggap darurat (1)
melaporkan ke security (1) dan Petugas tanggap darurat (3) untuk mencari karyawan
di gedung Recovery.

p) Security (1) dan petugas tanggap darurat (3) mencari karyawan di dalam gedung dan
ditemukan 1 karyawan terluka pada bagian kaki sehingga tidak dapat berjalan.
Security dan Petugas tanggap darurat memanggil team P3K untuk mengevakuasi
korban.

q) Team p3k datang menuju korban mengevakuasi dengan menandu dan memanggul
korban ke titik kumpul (assembly point).

r) Security (1) melanjutkan pemeriksaan di gedung, setelah selesai pemeriksaan dan


dinyatakan semua karyawan ada di titik kumpul, security (1) melapor ke team tanggap
darurat.

s) Setelah Team P3K sampai titik kumpul (assembly point), team P3K (1) melakukan
Pertolongan pada korban.
t) Team P3K memutuskan untuk merujuk korban untuk mendapat perawatan lebih
lanjut.

 Pemulihan Keadaan Darurat

Team Tanggap Darurat, telah selesai melaksanakan kegiatan menangani keadaan


darurat sesuai dengan tugasnya masing-masing, Setelah koordinator mengumumkan
keadaan aman, team berkumpul untuk mendengarkan arahan dari koordinator tentang
upaya pemulihan keadaan darurat, yaitu masing-masing team melakukan upaya
pemulihan dengan cara :

a) Mencari informasi tetang gempa yang terjadi, apakah sudah aman atau ada
kemungkinan terjadi Tsunami.

b) memobilisasi korban yang terluka yang mungkin selanjutnya akan di bawa ke


rumah sakit dan lain sebagainya.

c) terus memberi pertolongan kepada korban bersama-sama dengan petugas medis.

d) Membuat Laporan tanggap darurat sesuai Formnya yg bernomor SWG-HRD-07-


FM-00/03.

 Alat dan bahan

a) Radio/ telpon

b) Tas p3k

c) Tandu

d) Ambulance

e) Sirine

f) Branka

g) Infus set

h) Cairan infus

i) Oksigen

j) Bidai

k) Kain pitela
l) Kursi roda

m) Pita trias (merah, kuning, hijau, hitam)

n) Nekolar

o) Obat-obatan

p) Makanan

q) Tisu

r) Air

s) Pengisi daya (ponsel)

KASUS (FRAKTUR TERBUKA)


Tuan A berumur 35 tahun, dirawat diruang bedah orthopedic dengan keluhan nyeri
pada kaki kiri karena ditimpa reruntuhan bangunan di gedung lantai 5 saat terjadi
gempa. Nyeri dirasakan seperti disayat-sayat benda tajam. Nyeri bertambah bila
sedang dilakukan perawatan luka, skala nyeri 4 pada rentang 0-5. Nyeri berkurang
bila sedang diistirahatkan.

Yang pertama dilakukan:


a) Pertama, luka terbuka di balut/dep dengan kain steril atau kasa untuk menghentkan
pendarahan pada luka,
b) Kedua, pasang bidai pada kaki yang terkena fraktur,
c) Ketiga, bawa pasien ketempat aman dengan menggunakan branka.
d) Lalu bawa pasien ke rumah sakit.
Berdasarkan pengkajian fisik:
Setelah samapai di rumah sakit, kaji pasien segera. RR 18 kali/menit, nadi 80
kali/menit, tekanan darah 120/80 mmHg, CRT 3 detik pada kuku kaki. Data lab: HB
11.7 g/dl, hematokrit 36%, leukosit 9000/mm3, trombosit 450000 mm3/gr dl. Protein
total 6,8 g/dl.
Berdasarkan bantuan yang dilakukan:
Pasien mendapatkan terapi metronidazol 2 x 500 mg drip, vitamin B kompleks 3x1
tablet, vitamin C 3x1 tablet, infuse NaCl 5 tetes/menit, Calc 3x1 tablet, diet TKTP.