Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DAMPAK KEMOTERAPI
DIRUANG 7B RSUD DR. SAIFUL ANWAR
MALANG

Disusun Oleh :
Kelompok 7
1. Mutmin Ansari
2. Bella Chintia
3. Thalia Hana Septiara Mulyana

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2019
SAP DAMPAK KEMOTERAPI

Pokok pembahasan : Dampak Kemoterapi

Sasaran : Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung (minimal 10 orang)

Tempat : Ruang 7B RSSA Malang

Hari / tanggal : Kamis, 23 Mei 2019

Waktu : 10.00 WIB s.d selesai

Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners FIKES UMM

Latar Belakang

Kanker atau keganasan merupakan pertumbuhan sel-sel yang abnormal yang tumbuh
secara terus-menerus dan tidak terkendali. Kasus kanker pada anak menjadi penyebab kematian
pada anak (Rahmawati, Gamayanti, & Setyarini, 2016). Salah satunya jenis kanker yang sering
dijumpai pada anak adalah leukemia. Berdasarkan data dari Yayasan Onkologi Anak Indonesia
(2012), terdapat sekitar 11.000 kasus kanker baru pada anak yang ditemukan setiap tahunnya dan
70% dari kasus tersebut merupakan leukemia atau sekitar 7.700 kasus.

Leukemia merupakan suatu keganasan yang dikarenakan adanya abnormalitas gen pada
sel hematopoetik sehingga mengakibatkan poliferasi klonal dari sel yang tidak terkendali, dan
sekitar 40% leukemia terjadi pada anak (Widagdo, 2012).

Terapi leukemia meliputi kemoterapi, radioterapi, transplantasi sumsum tulang dan


steroid. Masing-masing terapi memiliki dampak yang berbedabeda terhadap kesehatan dan
perkembangan pasien selanjutnya, oleh karena itu dampak setiap terapi harus dikenali untuk
memungkingkan akses informasi pengobatan (Green, D, 2014).

Terapi pada leukemia yang dinilai sangat efektif adalah kemoterapi. Kemoterapi
merupakan pengobatan secara sistemik oleh karena itu obat yang diberikan tidak langsung
mengenai pada tumor tetapi juga pada jaringan normal. Jaringan normal akan menjadi rusak, ini
merupakan faktor pembatasan dosis untuk semua agen antineoplastis. Kerusakan jaringan normal
dapat juga menjadi akut (dalam waktu singkat setelah kemoterapi) atau lambat (dalam waktu
bulan – tahun setelah kemoterapi). Efek samping akut yang timbul seperti mual, muntah,
alopesia, dan penekanan sumsum tulang, sedangkan efek samping lambat yang terjadi berbeda-
beda dan termasuk pulmonary fibrosis, neuropaty, dan nephropaty (Wecker, 2010).

Menurut penelitian Ariawati (2007) terhadap 41 pasien didapatkan data bahwa terdapat
32% pasien mengalami neuropati perifer, 14.7% mengeluh nyeri pada kaki, 2.4% mengeluh mati
rasa dan 51.2% mengalami demam setelah menjalani kemoterapi. Berdasarkan penelitian
Rahmawaty (2014) sebanyak 71.4 % pasien kemoterapi mengeluh kelelahan dan 85.7%
mengeluh mengalami gangguan tidur. Berdasarkan riset Lestari (2013) sebanyak 60% penderita
leukemia yang menjalani kemoterapi mengalami body image yang buruk, ini disebabkan oleh
adanya penurunan berat badan, bibir sariawan, wajah pucat, dan rambut rontok. Menurut
penelitian Rahmawati (2014) didapatkan hasil bahwa 60% penderita leukemia yang menjalani
kemoterapi memiliki berat badan di bawah normal. Pertiwi (2013) dalam penelitiannya
menyebutkan bahwa 47,1% penderita leukemia mengalami anemia dan 35,3% mengalami
anemia dan trombositopenia.

A. Tujuan Instruksional
1.1 Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan keluarga pasien mampu memahami dan
mengerti tentang pentingnya kemoterapi dan cara mengatasi efek yang ditimbulkannya.
1.2 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga pasien mampu :

1. Mengetahui pengertian kemoterapi


2. Mengetahui tujuan kemoterapi.
3. Mengetahui manfaat kemoterapi
4. Mengetahui efek samping kemoterapi dan penanganannnya
5. Mengetahui penanganan atau perawatan dari efek samping kemoterapi
B. Sasaran
Sasaran penyuluhan adalah pasien, keluarga pasien, dan pengunjung di Ruang 7B RSSA
Malang (minimal 10 orang)
C. Metode
Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab
D. Media
Media yang digunakan saat penyuluhan adalah presentasi PPT dan leaflet
E. Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan
Waktu Tahap Kegiatan Penyuluh Sasaran
1. Membuka acara dan 1. Membalas salam
mengucapkan salam.
3 menit Pembukaan
2. Menyampaikan tujuan 2. Memperhatikan
Penkes kepada sasaran.
3. Kontrak waktu untuk 3. Menyetujui kesepakatan
kesepakatan waktu
penyelenggaraan Penkes.
1. Menjelaskan materi 1. Mendengarkan penyuluh
tentang dampak menyampaikan materi
10 menit Pelaksanaan
kemoterapi kepada
keluarga pasien dengan
menggunakan media
PPT dan leaflet.
2. Memberikan kesempatan 2. Memberikan pertanyaan
bertanya atau feedback
kepada keluarga pasien.
5 menit Evaluasi 1. Mengevaluasi keluarga 1. Menjelaskan kembali
pasien dengan meminta materi
keluarga pasien
menjelaskan kembali
materi penyuluhan.
2. Menyimpulkan materi 2. Memperhatikan
penyuluhan yang
diberikan.
3. Diharapkan keluarga 3. Memperhatikan
pasien memahami 50%
materi penyuluhan.
1. Mengucapkan 1. Memperhatikan
terimakasih atas
2 menit Penutup
partisipasi keluarga
pasien.
2. Mengucapkan salam 2. Menjawab salam
3. Membagikan leaflet. 3. Menerima leaflet
F. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksanaan kegiatan.
b. Kontrak dengan keluarga pasien H-1, diulangi kontrak pada hari H.
c. Keluarga pasien hadir ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang disepakati
2. Evaluasi Proses
Peserta antusias dalam menyimak uraian materi penyuluhan dan bertanya apabila ada
yang dianggap kurang dimengerti.
3. Evaluasi Hasil
a. Seluruh peserta kooperatif selama proses diskusi ditunjukkan dengan 30% bertanya
atau mengklarifikasi.
b. 60-70% mampu menjawab pertanyaan dan memahami pengertian sampai dengan hal-
hal yang harus diperhatikan terkait dengan fraktur.
Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum acara penyuluhan
berakhir kecuali ada kepentingan yang tidak bisa diwakilkan
G. Materi (lampiran 1)
H. Daftar Pustaka (lampiran 2)
Lampiran 1. Materi

Pengobatan kanker tergantung pada jenis atau tipe kanker yang diderita dan dari mana
asal kanker tersebut. Umur, kondisi kesehatan umum pasien serta system pengobatan juga
mempengaruhi proses pengobatan kanker.

Secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan, misalnya pembedahan
yang diikuti oleh kemoterapi atau radioterapi, bahkan kadang pengobatan digunakan dengan 3
kombinasi (operasi, kemotarapi dan radioterapi).

A. Pengertian
Kemoterapi merupakan bentuk pengobatan kanker dengan menggunakan obat sitostatika
yaitu suatu zat-zat yang dapat menghambat proliferasi sel-sel kanker. Kemoterapi adalah
proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau
memperlambat pertumbuhan sel kanker. Banyak obat yang digunakan dalam kemotarapi
(Hawks, 2005)

B. Tujuan
Kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel
kanker yang masih tertinggal sehingga memperoleh kesembuhan yang lebih baik..

C. Manfaat kemoterapi menurut Price (2006), yaitu:


1. Pengobatan
Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara bertahap dengan kemoterapi.

2. Kontrol
Kemoterapi ada yang bertujuan untuk menghambat perkembangan kanker agar tidak
bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain.

3. Mengurangi gejala
Bila kemotarapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan
bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pasien, seperti meringankan rasa
sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran kenker pada daerah
yang diserang.
D. Efek samping

Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa waktu setelah

pengobatan. Efek samping yang bisa timbul adalah:

1. Lemas

Efek samping yang umum timbul. Timbulnya dapat mendadak atau perlahan. Tidak

langsung menghilang dengan istirahat, kadang berlangsung terus hingga akhir

pengobatan.

2. Mual dan Muntah

Ada beberapa obat kemoterapi yang lebih membuat mual dan muntah. Selain itu ada

beberapa orang yang sangat rentan terhadap mual dan muntah. Hal ini dapat dicegah

dengan obat anti mual yang diberikan sebelum/selama/sesudah pengobatan kemoterapi.

Mual muntah dapat berlangsung singkat ataupun lama. Tindakan yang dapat dilakukan

tingkatkan nutrisi dan memperbanyak minum.

3. Gangguan pencernaan

Beberapa jenis obat kemoterapi berefek diare. Bahkan ada yang menjadi diare disertai

dehidrasi berat yang harus dirawat. Sembelit kadang bisa terjadi.

Bila diare: kurangi makanan berserat, sereal, buah dan sayur. Minum banyak untuk

mengganti cairan yang hilang. Bila susah BAB: perbanyak makanan berserat, olahraga

ringan bila memungkinkan

4. Sariawan

Beberapa obat kemoterapi menimbulkan penyakit mulut seperti terasa baal, hilang rasa

pengecapan di lidah atau yang lebih ditakutkan adalah infeksi. Kondisi mulut yang sehat

sangat penting dalam kemoterapi, untuk itulah biasanya pasien-pasien yang hendak
dilakukan kemoterapi diwajibkan untuk dikonsul lebih dahulu ke dokter gigi, dilakukan

pemeriksaan secara keseluruhan oral hygene, dan dilakukan perawatan terlebih dahulu.

Selama tahap kemoterapi pun, pasien tetap diwajibkan kontrol ke dokter gigi.

5. Rambut Rontok

Kerontokan rambut bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah

kemoterapi dimulai. Dapat juga menyebabkan rambut patah di dekat kulit kepala. Dapat

terjadi setelah beberapa minggu terapi. Rambut dapat tumbuh lagi setelah kemoterapi

selesai.

6. Efek Pada Darah

Beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang

merupakan pabrik pembuat sel darah, sehingga jumlah sel darah menurun. Yang paling

sering adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan sel darah terjadi pada

setiap kemoterapi dan tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk

memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat

mengakibatkan:

a. Mudah terkena infeksi

Hal ini disebabkan oleh Karena jumlah leokosit turun, karena leokosit adalah sel

darah yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi. Ada beberapa obat yang

bisa meningkatkan jumlah leokosit.

b. Perdarahan

Keping darah (trombosit) berperan pada proses pembekuan darah. Penurunan jumlah

trombosit mengakibatkan perdarahan sulit berhenti, lebam, bercak merah di kulit.


c. Anemia

Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah yang ditandai oleh penurunan Hb

(hemoglobin). Karena Hb letaknya di dalam sel darah merah. Akibat anemia adalah

seorang menjadi merasa lemah, mudah lelah dan tampak pucat.

7. Kulit dapat menjadi kering dan berubah warna

Lebih sensitive terhadap matahari. Kuku tumbuh lebih lambat dan terdapat garis putih

melintang.

E. Penanganan efeksamping kemoterapi.

Berikut ini, beberapa tips untuk mengatasi efek samping kemoterapi dari dr.Noorwati.

1. Mual-Muntah
a. Makan dan minum sedikit tapi sering.
b. Minum setiap muntah.
c. Hindari makanan yang berbau, berminyak, berlemak, berbumbu, pedas, terlalu manis,
panas, dan beraroma sitrus.
d. Makan makanan yang dingin, kering dan pada temperatur ruangan.
e. Minum teh beraorama mint atau jahe.
2. Rambut Rontok
Tidak semua obat kemoterapi menyebabkan rambut rontok. Jika terjadi tetaplah percaya
diri dan merasa cantik. Anda bisa menggunakan wig atau pelindung kepala seperti topi,
bandana, atau jilbab. Setelah kemo, rambut akan tumbuh kembali. Kadang2 warna dan
teksturnya bisa berubah, bahkan ada yang tadinya lurus menjadi agak keriting. Entah ya,
kalau yang keriting, apakah bisa jadi lurus. Soal perubahan warna rambut, ada rambut
pirang yang menjadi agak merah atau kecoklatan.
3. Kelelahan atau Fatigue
a. Olah raga ringan
b. Tidur cukup, jangan terlalu banyak.
c. Minta tolong jika tidak mampu melakukan sesuatu.
d. Mengobrol dengan orang lain.
e. Makan cukup dan bergisi serta hindari makanan terlalu banyak lemak.
f. Lakukan aktivtias yang disukai.
g. Terapi alternatif: pijat, relaksasi, meditasi, yoga.
4. Mengatasi Sariawan
a. Berkumur setiap habis makan, kalau perlu gunakan obat kumur. Jangan sampai ada
sisa makanan yang tertinggal karena itu dapat memicu timbulknya sariawan.
b. Makan makanan yang lunak, tidak mengiritasi, asin, asam dan pedas.
c. Banyak minum dan makan makanan dingin atau pada suhu ruangan.
d. Sikat gigi minimal 4 kali sehari dengan menggunakan sikat lembut.
5. Mengatasi kulit kering:
a. Memakai pelembab kulit/losen
b. Hindari kontak dengan sinar matahari lansung, bisa memakai pelindung seperti
sarung tangan/baju lengan panjang.
c. Menjaga kebersihan kulit.
d. Memperbanyak minum untuk meningkatkan cairan pada tubuh.
6. Mielosupresi (menekan produksi darah)
a. Mengatasi Anemia:
1) Minum obat suplemen besi dan eritropentin.

2) Tidur cukup
3) Kurangi olah raga berat
4) Makan cukup yang mengandung besi seperti sayur hijau, hati, dan daging merah.
5) Minum cukup dan hindari kopi.
b. Mengatasi rentan terhadap infeksi:
1) Hindari situasi yang meningkatkan terkena infeksi, seperti orang sakit, orang yang
baru vaksinasi, dan keramaian.
2) Untuk mencegah infeksi, biasakan cuci tangan dengan sabun antiseptik dan air
mengalir sebelum makan.
3) Makanlah hanya makan yang telah dimasak matang, dan jika ingin
mengkonsumsi sayuran mentah, cucilah lebih bersih dan bilas dengan air matang.
c. Mengatasi pendarahan:
2) Lakukan sikat gigi perlahan jangan menggunakan dental floss dan mouthwash
yang mengandung alkohol untuk mencegah gusi berdarah.
3) Jangan batuk atau buang ingus terlalu keras untuk sehingga tidak terjadi mimisan.
4) Banyak minum.
5) Gunakan lipbalm jika bibir kering, jangan dikelupas.
6) Jangan mengedan saat BAB.
7) Jangan menggunakan alat cukur listrik.
8) Jangan meminum obat tanpa sepengetahuan dokter.
9) Hindari olahraga yang berbahay.
10) Hindari makanan mentah atau keras dan konsumsi makanan yang berprotein
tinggi, seperti ayam, keju, dan telur.
11) Gunakan sepatu yang nyaman di pakai dan baju longgar.
Lampiran 2. Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Black, J. M & Hawks, J. H. (2005). Medical surgical nursing: clinical management for
positive outcomes. Missouri: Elsevier Saunders.

Price, S. A. (2006). Patofisiologi; konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi 6. Jakarta:


EGC.

Didapat pada tanggal 7 september 2011. http://www.diagnosa.info/2010/10/efek-samping-


kemoterapi-timbul-karena.html.

Didapat pada tanggal 7 september 2011.


http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tips/Keluarga/mengatasi.efek.samping.kemoterapi/00
1/005/193/4/3