Anda di halaman 1dari 13

LITURGI MINGGU BIASA XXXI

Perjamuan Kudus
3 November 2019
Tema Perayaan Iman :
“Spiritualitas Pertobatan : Menuju Kesalehan Sosial”
Khotbah :
“BERTOBAT, MENERIMA SESAMA”
Yesaya 1:10-18, Mazmur 32:1-7, 2 Tesalonika 1:1-4, 11-12, Lukas 19:1-10

P. = Pemimpin (atau Pengkhotbah); J. = Jemaat;


Ltg. = Liturgos; M1,2. = Majelis; Lk 1,2= Lektor
PRAIBADAH
a. Pengenalan dan Pelatihan Lagu-lagu Baru
(15-20 menit sebelum ibadah dimulai)
b. Penyampaian Informasi Teknis Pelaksanaan Ibadah (jika ada).
c. Doa Konsistorium
(5 menit sebelum ibadah dimulai, Majelis dan para pelayan ibadah lainnya mengadakan
doa konsistorium di konsistori.)
I BERHIMPUN
a. Bel/Lonceng Panggilan Beribadah
 Bel Pertama . . . . . . . dibunyikan 1 kali . . . . . . . . . .
(Jemaat menciptakan suasana hening, teduh dan berdoa secara pribadi.)
 Bel Kedua . . . . . . . dibunyikan 2 kali . . . . . . . . . .
(Liturgos masuk ke ruang ibadah menyalakan lilin, ibadah)
Ltg : Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yeé sus.
Selamat datang dan selamat beribadah bersama kami. Mari kita
masuk ke hadirat-Nya, seraya kita memuji kemuliaan nama-Nya
dengan menyanyikan KJ 353:1-2

SUNGGUH LEMBUT TUHAN YESUS MEMANGGIL (Jemaat


Berdiri)

1
1. Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, memanggil aku dan kau.
Lihatlah Dia prihatin menunggu, menunggu aku dan kau.

Reff:
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!"
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!"

Instrumen KJ 353
Pangrukti, Pendeta, beserta para majelis,
memasuki ruang ibadah
Setelah pendeta menempati mimbar,
jemaat kembali menyanyikan KJ 353:2

2. Janganlah ragu, Tuhanmu mengajak, mengajak aku dan kau;


Jangan enggan menerima kasihNya terhadap aku dan kau.
Reff:
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, mari datanglah!" Sungguh
lembut Tuhan Yesus memanggil, "Kau yang sesat, marilah!"

b. Votum
P : Allah Sang pemilik kehidupan adalah sumber pertolongan kita!.
J :

c. Salam
P : Damai Sejahtera Allah menyertai kita semua!
J : Kini dan selamanya!

d. Introitus (Jemaat Duduk)


Ltg: Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam lingkaran liturgi gerejawi,
hari Minggu ini kita telah memasuki minggu Biasa ke XXXI. Tema
ibadah hari Minggu ini adalah : ”SPIRITUALITAS PERTOBATAN :
MENUJU KESALEHAN SOSIAL”, dengan tujuan agar jemaat
memahami bahwa dalam hidup selalu terbuka kesempatan untuk
bertobat yang diwujudkan dalam kesalehan sosial.
2
(Langsung masuk nyanyian tanpa ajakan)
DENGAN APA KAN KUBALAS (2X)

Kau Allah Yang Setia, Bapa Yang Mulia.


KasihMu besar Tuhan, Kau pulihkan hidupku.
Kaulah Harapanku, hidupku dalamMu,
terima kasih Tuhan, Kau s'lamatkan hidupku.
Dengan apa 'kan 'ku balas segala kebaikanMu?
Segenap hatiku menyembahMu Yesus,
'ku bersyukur padaMu, s'lamanya,
s'lamanya.
e. Pengakuan Dosa
P: Hukum Tuhan diambil dari Matius 22 : 37 - 40 Jawab Yesus
kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah
hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua,
yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum
Taurat dan kitab para nabi."
(Pengkotbah mengaitkan ketidakmampuan diri dalam menerapkan hukum Tuhan
tersebut dalam terang tema ibadah minggu ini, selanjutnya mengajak jemaat untuk
berdoa secara pribadi, kemudian mengakhiri doa pengakuan dosa)

(Langsung masuk nyanyian tanpa ajakan)


Jemaat menyanyikan KJ 285:1-3

TUHANKULAH GEMBALAKU
1. Tuhankulah Gembalaku; oleh Nya 'ku tent'ram
di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang.

3
2. Jiwaku disegarkanNya dan kar'na namaNya
ditunjukkanNya jalanku yang lurus dan baka.

3. Tak usah takut hatiku di jurang maut gelap;


Engkau sertaku, tongkatMu menghiburku tetap.

f. Berita Anugerah (Jemaat Berdiri)


P: Kini terimalah berita anugerah dari Tuhan, yang diambil dari Kitab
Yeremia Pasal 25:5 “Kata mereka: Bertobatlah masing-masing
kamu dari tingkah langkahmu yang jahat dan dari perbuatan-
perbuatanmu yang jahat; maka kamu akan tetap diam di tanah yang
diberikan TUHAN kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dari
selama-lamanya sampai selama-lamanya.”
Demikianlah Berita Anugerah dari Tuhan!
J: Syukur kepada Tuhan!
Pendeta/pengkotbah mengajak jemaat untuk saling berjabat tangan
dengan orang yang duduk di sekelilingnya sambil mengucap
“salam damai”
(Setelah selesai bersalaman langsung masuk nyanyian tanpa ajakan)
Jemaat menyanyikan KJ 354:1,2

DENGAN LEMBUT TUHANKU


1. Dengan lembut tuhanku di dalam kasihNya
mencari akan daku yang hilang, bercela.
Bahana syukur terdengar, seisi sorga mengg'legar.
Reff:
KasihNya mencari, darah melunasi;
'ku diraih kembali PadaNya,
'ku selamat oleh rahmatNya.

2. Dosaku t'lah dibasuh sehingga 'ku sembuh;


bisikNya kepadaku, "Engkaulah milikKu!"
SuaraNya yang lembut merdu telah menghibur hatiku.
4
Reff:

III PERSEMBAHAN
a. Persiapan
M2: Marilah kita memberikan persembahan syukur dengan
mendasarkannya pada firman Tuhan yang diambil dari Kitab
Mazmur Pasal 50:14 “Persembahkanlah syukur sebagai korban
kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!”
b. Doa Persembahan (Jemaat
Berdiri)
M2: Memimpin doa untuk persembahan yang akan dikumpulkan
c. Pengumpulan Persembahan (Jemaat Duduk)
M2: Jemaat yang terkasih, marilah kita mengumpulkan persembahan
sambil beryanyi KJ 365b:1-

TUHAN, AMBIL HIDUPKU


1. Tuhan, ambil hidupku dan kuduskan bagiMu;
pun waktuku pakailah memujiMu s’lamanya, memujiMu s’lamanya.
2. Tanganku gerakkanlah, kasihMu pendorongnya,
dan jadikan langkahku berkenan kepadaMu, berkenan kepadaMu.
3. Buatlah suaraku hanya mengagungkanMu
dan sertakan lidahku jadi saksi injilMu, jadi saksi injilMu.
4. Harta kekayaanku jadi alat bagiMu;
akal budi dan kerja, Tuhan, pergunakanlah! Tuhan, pergunakanlah!
5. KehendakMu sajalah dalam aku terjelma;
jadikanlah hatiku takhta kebesaranMu, takhta kebesaranMu.
6. Limpah-ruah kasihku kuserahkan padaMu:
diriku seutuhnya milikMu selamanya, milikMu selamanya.
7.
III PEWARTAAN SABDA
a. Doa Kolekta/Presidium Pembuka (Jemaat Duduk)

5
P : - Mempersilakan lektor menempatkan pada tempat yang telah
disediakan.
- Doa kolekta.
b. Bacaan 1(Sejarah)
Lk1 : Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, sesuai bacaan leksionari yang
kita gunakan, dasar kotbah hari ini diambil dari 4 (empat)
bacaan. Bacaan pertama diambil dari Kitab Yesaya Pasal 1:10-
15
Demikianlah firman Allah!
J : Syukur kepada Allah!
c. Bacaan Tanggapan
Lk2 : Bacaan tanggapan diambil dari Kitab Mazmur Pasal 32:1-7,

d. Bacaan 2 (Surat-surat Rasuli/Epistel)


Lk2 : Bacaan kedua diambil dari Kitab 2 Tesalonika Pasal 1:1-4, 11-
12
Demikianlah firman Allah!
J : Syukur kepada Allah!
e. Bacaan Injil
P : Bacaan Injil diambil dari Kitab Lukas Pasal 19:1-10
Demikianlah Injil Yesus Kristus, yang berbahagia ialah mereka
yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya!
Haleluya !
J :

f. Khotbah/Homili
“BERTOBAT, MENERIMA SESAMA”
g. Saat Teduh
h. Pelayanan Perjamuan Kudus
1. Pembacaan Pertelaan Sakramen Perjamuan
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Sebagaimana telah diwartakan dalam Warta Gereja pada kebaktian
hari Minggu yang lalu, bahwa dalam kebaktian ini kita akan menerima
6
Sakramen Perjamuan, sebagai alat untuk memelihara iman. Pelayanan
Sakramen Perjamuan didasarkan pada perjamuan malam menjelang
Tuhan Yesus disalib. Dalam perjamuan malam itu Tuhan Yesus
mengambil roti, memecah-mecahnya dan memberikannya kepada
para murid dan kata-Nya:
“Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Terimalah dan makanlah
ini sebagai peringatan akan Aku.” Sesudah itu Tuhan Yesus mengambil
cawan minuman, mengucap syukur, kemudian memberikan cawan itu
kepada para murid dan berkata: “Minumlah kamu semua dari cawan
ini, sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi
banyak orang untuk pengampunan dosa.”
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Sebagai alat untuk memelihara iman, sakramen perjamuan menunjuk
pada tiga hal:
1. Roti dan Anggur sebagai lambang tubuh dan darah Tuhan Yesus
menunjukkan bahwa penyaliban dan kematian Tuhan Yesus adalah
dasar penyelamatan bagi manusia.
2. Melalui bentuk makan bersama menunjukkan bahwa orang-orang
percaya merupakan sebuah keluarga Allah.
3. Sakramen Perjamuan mengarah ke perjamuan yang sempurna di
sorga sebagai kesempurnaan keselamatan.

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,


Sebelum kita menerima Sakramen Perjamuan ini marilah kita
sekali lagi menguji diri dengan bertanya kepada diri kita masing-
masing sebagai berikut :
1. Apakah kita masing-masing menyadari dan mengakui bahwa kita
berada dalam kondisi tidak selamat dan dengan kekuatan serta
usaha sendiri, tidak mampu melepaskan diri dari kondisi tersebut,

7
sehingga membutuhkan Juru Selamat yang berkuasa
melepaskannya?
2. Apakah kita masing-masing meyakini bahwa berdasarkan kasih-
Nya, Allah telah menyelamatkan manusia di dalam kematian dan
kebangkitan Tuhan Yesus?
3. Apakah kita masing-masing menyerahkan dan menggantungkan
diri sepenuhnya kepada pertolongan Allah dalam Yesus Kristus
demi kelepasan dari kondisi tidak selamat?
4. Apakah kita masing-masing bersungguh-sungguh untuk menjalani
hidup penuh syukur atas anugerah penyelamatan Allah dengan
setia mengikuti kehendakNya?

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,


Bagi setiap orang yang merasa dan berbuat demikian dalam hati
dan hidupnya, tentu akan diterima oleh Allah dalam anugerah-
Nya, layak duduk serta dalam Perjamuan Kudus dari Anak-Nya,
Yesus Kristus. Tetapi yang tidak merasa dan berbuat demikian,
dinasihatkan untuk tidak ikut serta dalam Perjamuan Kudus.
Karena setiap orang yang bertahan dalam perangainya yang lama
hendaklah ia menahan diri dari persekutuan di dalam Kristus.
Namun jangan ada anggapan bahwa kita baru boleh ikut
Perjamuan Kudus kalau kita sudah sempurna dan tidak berdosa
lagi. Kita mengikuti Perjamuan Kudus, bukan karena kita
sempurna melainkan karena Kristus mengampuni dosa kita. Kalau
kita berkata bahwa kita tidak tidak berdosa, kita menipu diri kita
sendiri. Tetapi jikalau kita mengaku dosa kita dan berusaha
melawan keinginan yang jahat dan hidup taat menurut kehendak
Allah, maka kita yakin, biarpun dosa dan kelemahan masih ada di
dalam kita, namun Allah menerima kita dalam anugerah-Nya.
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan. Karena Allah itu Bapa yang
baik dan kalian sudah menerima Baptisan Kudus, maka saat ini
kalian boleh menerima Perjamuan Kudus. Supaya bisa ikut Perja-
8
muan Kudus, kalian perlu terus belajar untuk mengetahui arti
Perjamuan Kudus dan apa yang Tuhan minta dari kalian sesudah
mengikuti Perjamuan Kudus.
Pada masa pelayanan-Nya dulu, untuk menyambut anak- anak
yang dibawa orang tua mereka kepada-Nya, Tuhan Yesus
menyambut anak-anak dengan berkata: “Biarkan anak-anak itu
datang kepada-Ku, jangan menghalang- halangi mereka, sebab
orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah”.
(Mrk. 10:14). Oleh karena itu, saat ini kita yakin bahwa Tuhan
Yesus menerima dan memberkati setiap anak-anak yang ikut serta
dalam perayaan Perjamuan Kudus ini.
Tetaplah percaya kepada Tuhan Yesus, sesuai dengan pengakuan
iman orang tua ketika dulu kalian dibaptiskan. Bersedialah
menerima pengajaran dari orang tua untuk mema-hami iman
kepada Tuhan Yesus. Terus belajar tentang iman kita sebagaimana
tersedia dalam Alkitab supaya pada saatnya nanti kalian bisa
mengakui iman secara pribadi dalam Peneguhan SIDI.
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, marilah kita berdoa
--Setelah selesai berdoa Jemaat menyanyikan PKJ 157:1---
--------------Pendeta turun dari mimbar menuju meja perjamuan--------------

PERJAMUAN YANG KUDUS


1. Perjamuan yang kudus bekal untuk iman,
dengan hati yang tulus sembah pada Tuhan.
Refrein:
Tubuh Yesus, tubuh Yesus makanan yang kudus.
Darah Yesus, darah Yesus minuman yang kudus.

2. Pelayanan Sakramen Perjamuan


Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Roti dan anggur ini adalah lambang tubuh dan darah Tuhan Yesus
Kristus yang dikorbankan untuk mendatangkan keselamatan. Sebelum
kita menerima roti dan anggur dalam Sakramen Perjamuan ini,
9
marilah kita hening sejenak untuk mengingat Tuhan Yesus dalam
kemuliaan-Nya di sorga dan memastikan bahwa kehidupan iman kita
senantiasa dipelihara dan disegarkanNya seperti roti dan anggur yang
dapat menyegarkan tubuh kita.
Roti yang dipecah-pecahkan ini adalah lambang tubuh Tuhan Yesus
Kristus. Terima dan makanlah dengan penuh percaya, bahwa tubuh
Tuhan Yesus Kristus telah dikorbankan demi keselamatan kita,
sehingga kita hidup baru dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus
Kristus dan Jemaat-Nya sebagai keluarga Allah.
--- Pelayanan roti perjamuan ---

Anggur dalam cawan ini adalah lambang darah Tuhan Yesus Kristus.
Terima dan minumlah dengan penuh percaya, bahwa darah Tuhan
Yesus Kristus telah dikorbankan demi keselamatan kita, sehingga kita
hidup baru dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus dan
Jemaat-Nya sebagai keluarga Allah.
--- Pelayanan anggur perjamuan ---
-------Jemaat menyanyikan KJ 35:1-----

TERCURAH DARAH TUHANKU


1. Tercurah darah Tuhanku di bukit Golgota;
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya,
terhapus dosanya, terhapus dosanya
yang mau bertobat, ditebus, terhapus dosanya.

3. Ucapan syukur
Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus,
Marilah kita bersyukur dan memuliakan Tuhan yang telah
memperkenankan kita menerima sakramen perjamuan. Marilah
masing-masing mengucap dalam hati demikian :
Pujilah Tuhan hai jiwaku, pujilah nama-Nya Yang Kudus, hai segenap
batinku. Pujilah Tuhan hai jiwaku dan janganlah lupakan segala
kebaikan-Nya. Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang
10
menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yang menebus hidupmu dari
lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa
mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. Tuhan adalah
penyayang dan pengasih, panjang sabar dan penuh kasih setia. Tidak
selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selamanya Ia mendendam. Tidak
dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak
dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi
langit di atas bumi demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang
yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat demikian dijauhkannya
dari kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya
demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia
yang juga menyerahkan anak-Nya sendiri bagi kita semua, tentu juga
mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama dengan Anak-Nya
itu. Oleh karena itu aku senantiasa akan memberitakan perbuatan-
perbuatan Tuhan yang besar, sekarang ini sampai selama-lamanya.
Amin.
Pendeta mengajak jemaat untuk mengucap syukur dalam persembahan
syukur sambil menyanyikan pujian PKJ 146:1-

BAWA PERSEMBAHANMU
1. Bawa persembahanmu dalam rumah Tuhan
dengan rela hatimu, janganlah jemu.
Bawa persembahanmu, bawa dengan suka.
Refrein:
Bawa persembahanmu, tanda sukacitamu.
Bawa persembahanmu, ucaplah syukur.
2. Rahmat Tuhan padamu tidak tertandingi
oleh apa saja pun dalam dunia.
Kasih dan karunia sudah kau terima.
Reff.
3. Persembahkan dirimu untuk Tuhan pakai
agar kerajaanNya makin nyatalah.
Damai dan sejahtera diberikan Tuhan.
Reff.
11
i. Pengakuan Iman Rasuli (Jemaat Berdiri)
Ltg : Marilah bersama-sama dengan jemaat Tuhan di berbagai tempat
dan di segala zaman, kita hayati kebersamaan kita dengan
mereka sebagai bagian dari Gereja Tuhan yang kudus dan Esa
dengan mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli.
Ltg+J: Mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli
j. Doa Syafaat (Jemaat Duduk)
P : Memimpin doa syafaat diakhiri dengan Doa Bapa Kami
k. Persembahan Pujian
Paduan Suara, vokal group dan warga yang ingin mempersembahkan pujiannya
dapat ditempatkan pada bagian ini

IV PENGUTUSAN dan BERKAT


a. Pengutusan (Jemaat Berdiri)
Ltg: Mengajak jemaat mempersiapkan diri untuk masuk dalam
pengutusan dengan menyanyikan KJ 440:1

DI BADAI TOPAN DUNIA


1. Di badai topan dunia Tuhanlah Perlindunganmu;
kendati goncang semesta, Tuhanlah Perlindunganmu!
Reff:
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.

P : Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, melalui ibadah ini kita memahami
bahwa dalam hidup selalu terbuka kesempatan untuk bertobat dan
kita diajak untuk mewujudkannya dalam kesalehan sosial.
Saudara, sekarang arahkanlah hatimu kepada Tuhan
J : Kami mengarahkan hati kepada Tuhan
P : Jadilah saksi Kristus
J : Syukur kepada Allah.
P : Terpujilah Tuhan
J : Kini dan selamanya
12
b. Berkat
P: Terimalah berkat Tuhan :
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan
Roh Kudus menyertai saudara sekalian.
P+J : Amin.

(Langsung masuk nyanyian tanpa ajakan)


V PENUTUP
a. Nyanyian Penutup (Jemaat berdiri)
Jemaat mengakhiri ibadah dengan bernyanyi KJ 440:3

DI BADAI TOPAN DUNIA


3. Dan biar badai menyerang, Tuhanlah Perlindunganmu;
padaNya kau tetap tent'ram, Tuhanlah Perlindunganmu!
Reff:
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.

b. Berdoa Pribadi (Jemaat Duduk)


Dalam suasana yang teduh, jemaat kembali duduk dan berdoa sebelum
pulang.

13