Anda di halaman 1dari 4

menurut Dwi Setia Wati (2018)

Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Secara Hidroponik Dengan
Nutrisi Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing

A. Akar Cabai Adalah Tanaman Semusim Yang Berbentuk Perdu Dengan Perakaran Akar
Tunggang. Sistem Perakaran Tanaman Cabai Agak Menyebar, Panjang Berkisar 25-35 cm. akar
ini berfungsi antra lain menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, serta menguatkan
berdirinya batang tanaman. Akar tanaman cabai tumbuh lurus ke dalam tanah berfungsi sebagai
penegak pohon yang memiliki kedalaman ± 200 cm serta berwarna coklat. Dari akar tumbuh
akar-akar cabang, akar cabang tumbuh horizontal di dalam tanah, dari akar cabang tumbuh akar
serabut yang berbentuk kecil-kecil dan membentuk masa yang rapat.

b. Batang Tanaman cabai dapat tumbuh setinggi 5 - 10 cm. Batang utama cabai tegak dan
pangkalnya berkayu dengan panjang 20 - 28 cm dengan diameter 1,5 - 2,5 cm. Batang bercabang
berwarna hijau dengan panjang mencapai 5 - 7 cm, diameter batang percabangan mencapai 0,5 -
1 cm. Percabangan bersifat dikotomi atau menggarpu, tumbuhnya cabang beraturan secara
berkesinambungan. Batang cabang memiliki batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar,
penampang bersegi, batang muda berambut halus berwarna hijau.

c. Bunga Bunga tanaman cabai berbentuk bintang kecil, umumnya bunga cabai berwarna putih,
tetapi ada juga yang berwarna ungu. Cabai berbunga sempurna dengan benang sari yang lepas
tidak berlekatan. Disebut berbunga sempurna karena terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga,
kelopak bunga, mahkota bunga, alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Bunga cabai disebut
juga berkelamin dua atau hemaprodit karena alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga.
Warna mahkota putih, memiliki kuping sebanyak 5 - 6 helai, panjang 1 - 1,5 cm, lebar 0,5 cm,
warna kepala putik kuning.

d. Buah Dan Biji Buah cabai warnanya bervariasi. Buah yang telah tua warnanya berubah
menjadi merah, merah tua, hijau kemerahmerahan, bahkan merah gelap mendekati ungu. Biji
buah cabai dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu buah berbiji banyak, berbiji sedikit,
dan tidak berbiji. Biji cabai berbentuk pipih dengan warna putih kekuningan. Diameter biji
antara 1 - 3 mm dengan ketebalan 0,2 - 1 mm. bentuk biji tidak beraturan, agak menyerupai
bentuk oktagon

2.3. Syarat Tumbuh

Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Cabai merupakan tanaman yang memiliki
daya adaptasi yang luas, sehingga dapat ditanam di lahan sawah, tegalan, dataran rendah,
maupun dataran tinggi (sampai ketinggian 1.300 m dpl). Tanaman cabai umumnya tumbuh
optimum di dataran rendah hingga menengah pada ketinggian 0-800 m dpl dengan suhu berkisar
20-25 0C. Pada dataran tinggi (di atas 1.300 m dpl), tanaman cabai dapat tumbuh, tetapi
pertumbuhanya lambat dan produktivitasnya rendah (Amri, 2017).

Tanah yang ideal bagi pertumbuhan cabai adalah tanah yang memiliki sifat fisik gembur, remah,
dan memiliki derainase yang baik. Jenis tanah yang memiliki karakteristik tersebut yaitu tanah
andosol, regosol, dan latosol. Derajat keasaman 8 (pH) tanah yang ideal bagi pertumbuhan cabai
berkisar antara 5,5 - 6. Pertumbuhan cabai pada tanah yang memiliki pH kurang dari 5,5 kurang
optimum. Hal tersebut dikarenakan, tanah masam memiliki kecenderungan menimbulkan
keracunan unsur almunium, zat besi, dan mangan (Alviana & Susila, 2009).

Curah hujan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 600 mm/tahun sampai
1.2500 mm/tahun. Curah hujan yang terlalu tinggi menyebabkan kelembapan udara meningkat.
Kelembapan udara yang meningkat menyebabkan tanaman gampang terserang penyakit. Selain
itu, pukulan air hujan bisa menyebabkan bunga dan bakal buah berguguran yang berakibat pada
penurunan produksi (Pratama et al., 2017). Cabai paling ideal ditanam dengan intensitas cahaya
matahari antara 60% sampai 70%. Lama penyinaran yang paling ideal bagi pertumbuhan
tanaman adalah 10-12 jam (daerah garis katulistiwa) (Djarwaningsih, 2005).

5. Syarat Tumbuh Tanaman Cabai (Capsium annum L.)

menurut Dwi Setia Wati (2018)

Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Secara Hidroponik Dengan
Nutrisi Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing

Tanaman cabai merah mempunyai daya adaptasi yang cukup luas. Tanaman ini dapat diusahakan
di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut,
tetapi pertumbuhannya di dataran tinggi lebih lambat. Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan
tanaman cabai merah adalah 25 - 27 ºC pada siang hari dan 18 - 20 ºC pada malam hari. Suhu
malam di bawah 16 ºC dan suhu siang hari di atas 32 ºC dapat menggagalkan pembuahan

Cahaya matahari sangat diperlukan sejak pertumbuhan bibit hingga tanaman berproduksi. Pada
intensitas cahaya yang tinggi dalam waktu yang cukup lama, masa pembungaan cabai merah
terjadi lebih cepat dan proses pematangan buah juga berlangsung lebih singkat. Tanah yang ideal
untuk penanaman cabai merah adalah tanah yang gembur, remah, mengandung cukup bahan
organik (sekurangkurangnya 1,5%), unsur hara dan air, serta bebas dari gulma. Tingkat
keasaman (pH) tanah yang sesuai adalah 6 - 7. Kelembaban tanah dalam keadaan kapasitas
lapang (lembab tetapi tidak becek) dan temperatur tanah antara 24 - 30 ºC sangat mendukung
pertumbuhan tanaman cabai merah. Temperatur tanah yang rendah akan menghambat
pengambilan unsur hara oleh akar
2. 2 Syarat Tumbuh Tanaman cabai dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan (sampai
ketinggian 1.300m dpl). Ketinggian di atas 1.300 m dpl tanaman cabai tumbuh sangat lambat dan
pembentukan buah terhambat, hal ini disebabkan karena dataran tinggi memiliki suhu harian
umumnya < 200 C (Syukur dkk, 2016). Air merupakan unsur vital bagi keberhasilan bertanam
cabai.Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara yang terdapat dalam tanah, sebagai media
pengangkut unsur hara tersebut ke organ tanaman, serta pengisi cairan tubuh tanaman.
Peranannya pun cukup penting dalam proses fotosintesis tanaman, dan proses respirasi.
Kekurangan air pada tanaman cabai saat fase vegetatif menyebabkan pertumbuhan cabang dan
daun terganggu, daun berukuran kecil serta pucat dan kekurangan air pada fase vegetatif akan
mengakibatkan kerontokan pada bunga, bakal buah, sehingga menurunkan hasil panen.
Sedangkan kelebihan air pada fase vegatatif dapat menyebabkan perakaran busuk dan berakibat
kematian (Syukur dkk, 2016). Cahaya matahari penting bagi tanaman untuk fotosintesis,
pembentukan bunga, serta pembentukan dan pemasakan buah cabai, yang penting dari matahari
adalah intesitas 10 cahaya, untuk pembungaan normal cabai memerlukan cahaya memerlukan
cahaya yang cukup banyak. Lama penyinaran cabai 10-12 jam sehari (Prajanata dan Ahmad,
2009). Angin yang bertiup akan membawa uap air untuk melindungi tanaman cabai dari terik
matahari sehingga penguapan yang berlebihan akan berkurang. Pada saat mendung dan diselingi
hujan biasanya lebah penyerbuk jarang muncul pertanaman, dalam hal ini angin berperan sebagai
perantara penyerbukan (Prajananta dan Ahmad, 2009)