Anda di halaman 1dari 3

All About Tempuyung

A. Nama Daerah
Jombang, lalakina, lempung, galibug, rayana (Permenkes, 2016).
B. Bagian Yang digunakan
Bagian yang digunakan untuk pencegahan dan mengobati batu saluran kemih
ialah bagian daun (Permenkes, 2016)
C. Deskripsi
Tempuyung (Sonchus arvensis L.) adalah tanaman semak yang tumbuh secara
pesat pada daerah berketinggian 50-1,650 meter di atas permukaan laut, tingginya
sekitar 2 m. Akarnya besar dan lurus, tangkainya berbentuk silinder dan
mengeluarkan getah, Daunnya berbentuk tombak dan rasanya pahit, biasanya daun
mudanya di makan sebagai sayuran (lalab/celur). berbentuk bongkol berwarna putih
kekuningan dan mudah diterbangkan angin, dan buahnya berwarna merah tua
mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan
berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk
roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk
jantung, tepi berbagi, menyirip tidak teratur, panjang 6-48 cm, lebar 3-12 cm,
warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil
dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk
bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya
kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima,
bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat (Permenkes, 2016).
D. Kandungan Kimia
Ekstrak dari daun tempuyung memiliki kandungan kimia sebagai berikut : alfa-
laktoserol, mannitol, inositol, silica, kalium, taraksasterol. Flavonoid (Apigenin 7-
glukosida dan luteolin 7-glukosida) yang mampu melarutkan batu ginjal berkalsium.
Daun tempuyunh juga memiliki aktifitas antioksidan dengan cara sehingga dapat
menghambat oksigen reaktif (ROS) dan radikal bebas dalam tubuh dmenanggulangi
kerusakan sel dan berbagai macam keadaan patologik seperti penyakit
kardiovaskular, diabetes mellitus, aterosklerosis, respiratorik, karsinogenesis,
inflamasi, penuaan sel.
Kandungan Daun temputung yang membuat batu ginjal berupa kalsium
karbonat tercerai berai, ialah karena memiliki kandungan kalium yang cukup
tinggi (Hidayati et al, 2009).
E. Toksisitas
Daun tempuyung memiliki lethal dose 50 (LD50) pada ekstrak methanol akar per
oral pada mencit: > 3,2 g/kg BB, sedangkan pada tikus: > 5000 mg/kg BB
(Permenkes, 2016).
F. Kontraindikasi
Gangguan hati, gangguan ginjal berat, kehamilan, laktasi, dan anak (Permenkes,
2016).
G. Uji Preklinik dan Uji Klinik
Pada mencit (galur swiss) yang diberikan larutan calcusol dalam air suling
dengan kadar 5% lalu diberikan ekstrak tempuyun yang dibagi dalam pemberian 200
mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB memberikan hasil berupa pemberian
pada dosis 200 dan 400 mg/kgBB dapat menurunkan hablur dalam sediman urin
sebaliknya pada pemberian 800 tidak terjad perubahan hablur (Budihartono, 2001).
H. Efek Samping
Tidak memiliki spektrum toksik yang berarti, hal ini dinilai dari gross patologis
dan juga gambaran mikroskopik pada organ-organ pada tikus dan mencit misalnya
pada organ penting seperti hati, ginjal, lipa, paru dan jantung (Budihartono, 2001).
I. Dosis dan Cara penyajian
Daun tempuyung dikeringkan dibuat teh, pengunaan yang optimum pada 2
gram/500 mL, diminum 1-2x perhari (Hidayati et al, 2009)..
J. Interaksi Obat
Belum diketaui (Permenkes, 2016).

Daftar Pustaka
Hartono Martuti, Ngatidjan, et Donatus Imoo A. (2001) Tempuyung Sebagai Alternatif
Penghancur Batu Ginjal. Media Litbang Kesehatan XI no 4 ; Indonesia.

Hidayati Ana M, Yustrin, Anggraini Herlisa. (2009) Pengaruh Frekuensi Penggunaan Teh
Daun Tempuyubg Kering (Sonchus arvensis) Terhadap Daya Larut Kalsium Oksalat
(CaC2O4)
Permenkes. (2016) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun
2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta : Mentri Kesehatan
Republik Indonesia.