Anda di halaman 1dari 4

KONJUNGTIVITIS SEKUNDER PADA PASIEN DEWASA TERHADAP

INFEKSI GANDA DENGAN CHLAMYDIA TRACHOMATIS DAN


NEISSERIA GONORRHOEAE – LAPORAN KASUS
Adult conjunctivitis secondary to dual infection with Chlamydia trachomatis and Neisseria
gonorrhoeae - A case report
(Emma Linton, Lisa Hardman, Lynn Welburn, Imran Rahman, Jaya Devi Chidambaram)

Abstrak
Tujuan : Meskipun Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae adalah
transmisi infeksi seksual yang paling sering di Inggris namun laporan mengenai co-
infeksi pada mata dalam literatur masih terbilang terbatas. Pada jurnal ini dilaporkan
bahwa pada kasus ini berespon baik terhadap pengobatan dan didiskusikan dalam
literatur dan sebagai bukti yang tersedia dengan penanganan yang berkaitan dengan
kasus ini.
Observasi : Pasien seorang pria biseksual berusia 48 tahun yang datang ke klinik mata
di UK Hospital dengan kemerahan, adanya pus, penglihatan yang kabur pada mata kiri
pasien sejak 1 minggu. Diawali dengan adanya pus mukopurulen di mata beliau namun
korneanya masih bersih. Beliau tidak patuh terhadap pengobatan yang diberikan dan
kembali lagi 2 hari kemudian dengan gejala yang sama pada kedua mata dan tampak
kornea mengalami penipisan di bagian perifer mata kiri pasien.
Tes PCR untuk Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae ditemukan positif
dan pasien diberikan tatalaksana ceftriaxone melalui intravena, pemberian oral dan
topical levofloxacin eye drops. 48 jam setelah dirawat inap, pasien menunjukan
perbaikan klinis.
Kesimpulan : Dokter mata diharapkan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan
akan penyebab ko-infeksi oleh Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae
pada Konjungtivitis pada pasien dewasa dan dan metode untuk penanganan atau
tatalaksana pada setiap individu. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan dapat
mempengaruhi atau dapat menyebabkan pasien mengalami komplikasi pada kornea
bahkan sampai pada potensi kebutaan. Disarankan untuk didiskusikan kasus ini dengan
layanan lokal mikrobiologi sedapat mungkin dan rujukan ke layanan kesehatan seksual
sangatlah penting.
Kata Kunci : Chlamydia trachomatis , Neisseria gonorrhoeae, Konjungtivitis, Inklusi
Konjungtivitis Dewasa, Penyakit Infeksi Seksual, Bakterial Konjungtivitis.

I. Pendahuluan
Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae adalah dua infeksi menular
seksual yang sering terjadi di Inggris. Keduanya dapat menyebabkan konjungtivitis
pada pasien dewasa yang dapat dengan mudah diobati jika dideteksi secara awal.
Laporan ko-infeksi mata yang menyebabkan konjungtivitis pada pasien dewasa jarang
dilaporkan dalam beberapa literatur, tetapi dapat secara serius memiliki konsekuensi
yang dapat mengancam penglihatan tidak didiagnosis secara dan tidak segera
dilakukan pengobatan. Dilaporkan bahwa konjungtivitis terhadap infeksi ganda dengan
Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae, berespon baik terhadap
pengobatan.

II. Laporan Kasus


Seorang pria biseksual 48 tahun datang ke klinik mata dengan riwayat 1 minggu
sebelumnya mata tampak kemerahan, adanya pus dan pengurangan penglihatan pada
mata kiri. Beliau tidak memiliki riwayat sakit mata sebelumnya dan tidak ada riwayat
penyakit sistemik yang dialami. Beliau memiliki riwayat schizophrenia dan kelainan
obsesif kompulsif dimana ia menerima suntikan intramuskuler zuclopenthixol setiap 3
minggu. Riwayat seksual pasien didapatkan bahwa pasien mempunyai dua seksual
partner yakni perempuan dan laki-laki dan tidak menggunakan pengaman.
Pada pemeriksaan ketajaman penglihatan tanpa bantuan adalah 0,20 logMAR pada
mata kanan (membaik dengan pinhole untuk menghindari adanya gangguan refraksi
yang tidak diobati) dan gerakan tangan pada mata kiri, tidak ada perbaikan dengan
pinhole. Pemeriksaan segmen anterior didapatkan keluarnya mukopurulen yang
banyak pada mata kiri dengan pembengkakan pada kelopak mata atas dan bawah dan
injeksi konjungtiva. Kornea tampak jelas. Pemeriksaan segmen anterior pada mata
kanan norma. Penyeka steril digunakan untuk mendapatkan sampel permukaan
konjungtiva dari mata kiri untuk kultur bakteri untuk pengujian PCR virus Herpes
Simpleks dan pengujian Chamydia trachomatis. Pasien diberikan pengobatan
Ofloxacin 0,3% eye drops setiap 2 jam dan salep Kloramfenikol 1% 4 kali setiap hari
dan pasien diizinkan pulang ke rumah.
Pasien kembali 2 hari kemudian dengan gejala yang semakin memburuk, sekarang
muncul bilateral. Pasien mengaku belum pernah menggunakan obat resep dokter untuk
tetes mata. Pada pemeriksaan segmen anterior menunjukan banyak pus mukopurulen
yang keluar pada kedua mata, adanya pembengkakam kelopak mata dan konjungtiva
injeksi. Kornea pada mata kanan tampak bersih dan jelas namun pada kornea mata kiri
sekarang menunjukan adanya dua area perifer yang mengalami penipisan yakni pada
daerah superior dan temporal (Gambar 1 dan Gambar 2 ). Karena masalah kepatuhan
dengan tatalaksanan awal dan tanda-tanda klinis yang semakin memburuk, pasien
dirawat di bangsal untuk investigasi dan manajemen lebih lanjut.
Hasil tes awal positif untuk Chlamydia trachomatis dan kecurigaan klinis ko-infeksi
dengan Neisseria gonnorhoeae mengarah lebih jauh, sehingga diperlukan pengambilan
sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan permukaan konjungtiva di swab dari
kelopak atas yang terbalik dan kelopak bawah yang ditempatkan secara langsung ke
slide kaca steril untuk pewarnaan Gram, diikuti dengan inokulasi Chocolate Agar dan
Blood Agar plates. Sampel swab konjungtiva tambahan ini dikirim untuk dilakukan
pengujian PCR terhadap Neiserria gonorrhoeae. Pewarnaan gram dilakukan sesuai
prosedur standar dan menunjukan diplokokus gram negative yang konsisten dengan
diagnosis infeksi Neisseria gonorrhoeae (Gambar 3), kemudian dikonfirmasi oleh hasil
tes PCR yang positif.
Setelah berdiskusi dengan ahli mikrobiologi, pasien dimulai dengan pengobatan injeksi
ceftriaxone 2 mg sekali sehari, azithromycin oral 500 mg sekali sehari selama 5 hari
dan levofloxacin topical tetes bebas pengawet untuk kedua mata setiap jam.
48 jam setelah dimulainuya pengobatan, mulai muncul perbaikan pada tanda-tanda
klinis. Ketajaman visual meningkat menjadi logMAR 0,50 di mata kiri tanpa bantuan.
Penipisan kornea telah stabil dan epiteliasis ulang kornea yg menipis diamati. Pasien
dirujuk ke Tim Medis Genitourinary untuk uji sistemik penyembuhan dan pelacakan
kontak.

III. Diskusi