Anda di halaman 1dari 12

1.

Jelaskan apa itu kompetensi dalam prinsip Akuntan Indonesia dan dampak jika akuntan
melanggar kode etik tersebut?
Jawab:
Prinsip kompetensi dan kehati-hatian professional mengharuskan setiap anggota akuntan
untuk:
a. Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin
pemberi kerja (klien menerima layanan yang profesional dan kompeten.
b. Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profesional yang berlaku ketika
memberikan jasa profesional.
2. Kenapa auditor tidak memberikan pernyataan sesuai dengan SAK melainkan berdasarkan
prinsip akuntansi yang berlaku umum?
Jawab:
3. Jelaskan etika profesi akuntan serta prinsip-prinsipnya dan berikan contoh pelanggaran kode
etik akuntan?
Jawab:
Etika Profesi Akuntansi yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk
manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang
membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai
Akuntan.
Prinsip Etika Profesi Akuntan
* Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang
dilakukannya.
* Prinsip Kedua – Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada
publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
* Prinsip Ketiga – Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi
tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
* Prinsip Keempat – Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam
pemenuhan kewajiban profesionalnya.
* Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi
dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan
keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau
pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan
perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
* Prinsip Keenam – Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati leerahasiaan informas iyang diperoleh selama
melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi
tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hokum
untuk mengungkapkannya

* Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan
menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi

* Prinsip Kedelapan – Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan
standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati,
anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama
penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Contoh Pelanggaran

 Kasus KAP Anderson dan Enron


 Kredit Macet Rp 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat
4. Jelaskan apakah peran kode etik dalam bisnis dapat meningkatkan laba perusahaan dan apa
tolak ukur seseorang telah berhasil menjadi sumber daya yang beretika?
Jawab:
 Menciptakan kepercayaan konsumen
Perusahaan yang memegang teguh etika bisnis dan nilai-nilai moral dalam menjalankan
usahanya akan menciptakan konsumen yang loyal. Loyalitas ini timbul karena
adanya trustdari konsumen bahwa perusahaan tidak melakukan kecurangan atau hal-hal
negatif yang dapat merugikan konsumen.
 Image perusahaan yang baik di mata konsumen
Citra perusahaan yang baik akan mendapatkan tanggapan yang positif dari konsumen.
Dengan adanya respon positif dari konsumen maka perusahaan tersebut akan dikenal dan
produknya akan mengalami peningkatan penjualan.
 Sebagai motivasi karyawan
Karyawan yang bekerja di perusahaan yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral
akan memiliki motivasi kerja yang tinggi. Mengingat perusahaan dimana mereka bekerja
mendapatkan kepercayaan dan respon positif di mata masyarakat, tentunya akan membuat
para karyawan ini merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Kebanggan
inilah yang akan melecut semangat karyawan untuk termovitasi bekerja dengan semakin
lebih baik.
Dengan tingginya kepercayaan konsumen pada bisnis anda, yang akan menaikkan citra
perusahaan dan didukung dengan motivasi karyawan, maka tidak sulit bagi perusahaan anda
untuk menghasilkan profit yang signifikan.
 Tolak Ukur
Bila perusahaan ingin sukses/berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :1. Produk yang baik 2.
Managemen yang baik 3. Memiliki Etika. Selama perusahaan memiliki produk yang
berkualitas dan berguna untuk masyarakat disamping itu dikelola dengan manajemen yang
tepat dibidang produksi, finansial, sumberdaya manusia dan lain-lain tetapi tidak
mempunyai etika, maka kekurangan ini cepat atau lambat akan menjadi batu sandungan
bagi perusahaan tersebut. Menanamkan atau meningkatkan kesadaran akan adanya demensi
etis dalam bisnis. Menanamkan, jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada, meningkatkan bila
kesadaran itu sudah ada, tapi masih lemah dan ragu. Orang yang mendalami etika bisnis
diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakan segi nyata dari kegiatan
ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Memperkenalkan argumentasi moral
khususnya dibidang ekonomi dan bisnis, serta membantu pelaku bisnis/calon pebisnis dalam
menyusun argumentasi moral yang tepat. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akan
sanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi
dan bisnis.
5. Jelaskan menurut anda apa yang menjadi permasalahan utama pada Kasus Enron Company
jika ditinjau dari prinsip etika profesi dan jika ditinjau dari hakikat manusia utuh?
Jawab:
Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi
laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan
mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham
tetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung
putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat.
Prinsip Etika akt
Seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan
yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut
kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001.
Tidak memperkenankan penasehat hukum untuk mempertanyakan pertimbangan yang
melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hukum
tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.
Pada kasus Enron Corporation, auditor telah melanggar kode etik profesi akuntan publik
di mana auditor telah memanipulasi laporan keuangan sehingga laporan tersebut
mencerminkan seolah-olah kinerja perusahaan sangat baik. Padahal, jika diungkap fakta
sebenarnya, perusahaan sebenarnya telah berada diujung ambang kebangkrutan, di mana
hutang perusahaan cukup besar yang disembunyikan dengan menggunakan entitas bertujuan
khusus.
Hal ini merupakan sebuah ketidakjujuran dan kebohongan yang disebabkan oleh dilema
etika yang dialami kantor akuntan publik. Auditor juga melanggar kode etik profesionalisme
sebagai akuntan independen dikarenakan memusnahkan dokumen-dokumen penting yang
merupakan bukti audit yang relevan serta menciptakan laporan audit yang menyesatkan.
Perilaku tidak etis ini kemudian akhirnya menuju kehancuran perusahaan korporat terebut
dan menyisakan kerugian bagi berbagai pihak di samping proses peradilan dan tuntutan
hukum.
Hakikat Manusia Utuh

Berdasarkan kasus ini endron dan AAtermasuk dalam hakikat manusia yang tidak utuh
karena keduanya berorientasimengejar kekayaan materi, kesenangan indriawi,
dan kekuasaan sehingga kurang sekali atau bahkan lupa untuk mengembangkan
kecerdasan emosionaldan kecerdasan spiritual sehingga terbentuknya karakter
yang negatif.
6. Jika anda ditunjuk sebagai Direktur pada Enron Company, gebrakan apa yang anda lakukan
untuk mengembalikan posisi perusahaan agar dapat kembali dipecaya seperti semula?
Jawab:
 Menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas dan etika agar setiap perilaku senantiasa
berpijak untuk kebaikan semua.
 Jangan melakukan hal yang dapat merugikan orang banyak untuk memperkaya diri
sendiri.
 Kantor Akuntan Publik (KAP) seharusnya menjunjung tinggi kejujuran dan
profesionalitas, mematuhi kode etik menggunakan prinsip akuntansi berterima umum,
dan menjaga integritas profesi serta tidak merangkap jabatan sekaligus.
 Klarifikasi peran, tanggung jawab dan akuntabilitas dari dewan direksi, subkomitenya,
diri para direktur pribadi dan auditor.
 Memastikan bahwa para direktur memiliki informasi yang cukup mengenai rencana dan
kegiatan perusahaan, kecukupan kebijakan dan pengendalian internal untuk
memastikan kepatuhan, dan kepatuhan aktual, termasuk keprihatinan para whistle-
blower.
 Memastikan bahwa para direktur memiliki kompetensi keuangan yang memadai dan
keahlian lainnya yang diperlukan.
 Memastikan bahwa laporan keuangan akurat, lengkap, dapat dipahami dan transparan.
 Memastikan bahwa standar akuntansi memadai untuk melindungi kepentingan para
investor.
7. Jelaskan 2 (dua) sasaran pokok dalam dari kode etik dan jelaskan kode etik dalam
pemasaran suatu produk?
Jawab:
Pertama, melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian kaum
professional. Kode etik menjamin bahwa masyarakat yang telah mempercayakan diri kepada
seorang professional itu tidak akan dirugikan olehnya.
Kedua, kode etik bertujuan melindungi keluhuran profesi dari perilaku-perilaku bobrok
orang tertentu yang mengaku diri sebagai profesional.

kode etik yang dibuat oleh American Marketing Association (AMA). Yang berbunyi
sebagai berikut: “Pemasar harus menegakkan dan mengedepankan integritas, kehormatan,
dan martabat profesi marketing dengan cara yang jujur dalam melayani konsumen, klien,
pegawai, pemasok, distributor, dan juga masyarakat.“

AMA sendiri juga berkomitmen untuk tetap terus mempromosikan standar tertinggi untuk
norma-norma dan nilai-nilai yang bisa menjadi rujukan bagi para anggotanya (misalnya para
praktisi, akademisi, dan pengamat). Segala aturan dan standar tersebut diharapkan bisa
mempertahankan praktek pemasaran yang tetap beretika dalam masyarakat mana pun.
Tentunya hal ini harus didukung oleh semua perusahaan dan institusi yang terlibat dalam
aktivitas pemasaran tersebut.

Dalam hal ini para pemasar dituntut untuk bisa mempertanggungjawabkan segala aktivitas
pemasaran, berpromosi, dan beriklan yang dilakukan terhadap stakeholder-nya (misalnya
karyawan, investor, mitra, regulator, konsumen, serta komunitas).

8. Jelaskan prinsip-prinsip etika profesi akuntan IAI?

Jawab:

 Prinsip Integritas

Prinsip integritas ini mewajibkan setiap akuntan (professional) bersikap lugas dan jujur dalam
semua hubungan professional dan hubungan bisnisnya. Artinya integritas adalah berterus terang
dan selalu mengatakan yang sebenarnya.
Akuntan professional diharuskan tidak boleh terkait dengan pernyataan resmi, laporan,
komunikasi atau informasi lain ketika akuntan meyakini bahwa informasi tersebut terdapat:

 Kesalahan material atau pernyataan yang menyesatkan.


 Informasi atau pernyataan atau yang dilengkapi secara sembarangan.
 Penghilangan atau pengaburan informasi yang seharusnya diungkapkan sehingga akan
menyesatkan.

Saat meyadari bahwa dirinya dikaitkan dengan informasi semacam tersebut,maka


akuntan professional mengambil keputusan dan langkah-langkah yang diperlukan agar tidak
dikaitkan dengan informasi tersebut.

 Prinsip Objektivitas

Prinsip objektivitas mewajibkan seluruh anggota bersikap adil, jujur secara intelektual, tidak
memihak, tidak berprasangka atau bias, bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh yang
tidak sepantasnya dari phak lain.

Setiap anggota diharuskan menunjukkan objektivitasnya dalam berbagai situasi dalam


menjalankan kewajibannya dan menghidari yang dapat mengurangi pertimbangan professional
atau bisnisnya.

Akuntan professional mungkin dihadapkan pada situasi yang bisa saja mengganggu
objektivitasnya, namun semua anggota tidak akan memberikan layanan professional jika suatu
keadaan atau hubungan menyebabkan terjadi bias atau dapat memberi pengaruh yang berlebihan
pada pertimbangan profesionalnya.

 Kompetensi Dan Kehati-Hatian Profesional

Prinsip kompetensi dan kehati hatian professional mengharuskan setiap anggotanya Akuntan
Profesional untuk :

 Memelihara pengetahuan dan keahlian professional yang dibutuhkan untuk menjamin


pemberi kerja (klien0 menerima layanan yang professional dan kompeten.
 Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan professional yang berlaku ketika
memberikan jasa professional.

“ Jasa profesional yang berkompeten mensyaratkan pertimbangan yang cermat dalam


menerapkan pengetahuan serta keahlian profesional untuk jasa yang diberikan.”

Kompetensi dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu:

 Pencapaian kompetensi professional


 Pemeliharaan kompetensi professional

Pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran yang berkelanjutan dan


pemahaman atas perkembangan teknis, professional serta bisnis yang relevan. Program
pengembangan yang berkelanjutan membuat akuntan dapat mengembangkan dan memelihara
kemampuanyya untuk bertindak secara kompeten dalam lingkungan professional.

Ketekunan yang dimaksud meliputi tanggung jawab untuk bertindak sesuai penugasan, berhati-
hati, lengkap dan tepat waktu.

Seorang akuntan professional mengambil langkah-langkah yang rasional untuk menjamin bahwa
anggota yang bekerja dibawah kewenangannya telah mendapatkan pelatihan serta pengawasan
yang memadai.

 Kerahasiaan

Prinsip kerahasiaan mengharuskan setiap akuntan untuk tidak melakukan hal berikut ini.

 mengungkapkan informasi rahasia yang diperolehnya dari hubungan professional dan


hubungan bisnis pada pihak diluar kantor akuntan atau organisasi tempat akuntan bekerja
tanpa diberikan kewenangan yangmemadai dan spesifik, terkecuali jika mempunyai hak
dan kewajiban secara hukum atau professional untuk mengungkapkan kerahasiaan
tersebut.
 Menggunakan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga. Informasi
yang diperoleh baik melalui hubungan professional maupun hubungan bisnis.
Kode etika profesi akuntansi mewajibkan seluruh akuntan untuk melakukan hal-hal yang
berkaitan dengan prinsip kerahasiaan berikut ini

 Akuntan professional menjaga kerahasian informasi termasuk dalam lingkungan


sosialnya, sekaligus waspada terhadap kemungkinan pengungkapan yang tidak disengaja
kepada keluarga atau rekan bisnis terdekat.
 Menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan / diungkapkan oleh pemberi kerja (klien).
 Menjaga kerahasiaan informasi di dalam kantor akuntan atau organisasi di tempatnya
bekerja.
 Akuntan professional harus mengambil langkah yang dibutuhkan untuk memastikan,
bahwa staf dibawah pengawasannya dan orang yang memberi saran dan bantuan
professional serta menghormati kewajiban akuntan professional untuk menjaga
kerahasiaan informasi.
 Kewajiban untuk mematuhi semua prinsip kerahasiaan terus dipertahankan, bahkan saat
setelah berakhirnya hubungan antara klien dan akuntan. Ketika akuntan mendapat klien
baru, berhak menggunakan pengalaman dari sebelumnya. Namun demikian akuntan tetap
tidak diperbolehkan mengungkapkan setiap informasi rahasia yang diperoleh dari
hubungan professional atau bisnis sebelumnya.

 Perilaku Profesional

Prinsip perilaku professional mewajibkan setiap akuntan professional mematuhi ketentuan


hukum serta peraturan yang berlaku dan menghindari setiap perilaku yang dapat mengurangi
kepercayaan pada profesi.

Dalam upaya memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaan, akuntan professional sangat
tidak dianjurkan mencemarkan nama baik profesi. Akuntan wajib mempunyai sikap jujur dan
dapat dipercaya, serta tidak melakukan hal-hal diantaranya:

 Mengakui dengan berlebihan mengenai jasa yang ditawarkan, pengelaman yang


diperoleh, kualifikasi yang dimiliki.
 Membuat referensi yang menjatuhkan atau membuat perbandingan tanpa bukti kepada
pekerjaan pihak lain.
 Tanggung Jawab profesi

Seorang Akuntan dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai professional, harus senantiasa


menggunakan pertimbangan moral dan professional terhadap semua kegiatan yang
dilaksanakannya. Anggota memiliki tanggungjawab kepada pemakai jasa professional mereke
dan tanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota demi mengembangkan profesi
akuntansi serta memelihara kepercayaan masyarakat. Semua usaha tersebut diperlukan untuk
memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

 Standar Teknis

Setiap anggota akuntan professional dalam melaksanakan jasa profesionalnya harus sesuai
dengan standar ptofesional yang relevan. Keahlian anggota akuntan professional berkewajiban
untuk melaksakan tugas yang diterima dari pemberi kerja dengan prinsip integritas dan
objektivitas.

Standar yang harus ditaati setiap anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh IAI (Ikatan
Akuntansi Indonesia), International Federation Of Accountants, badan pengatur dan undang-
undang yang relevan dengan profesi akuntan.

 Kepentingan Publik

Anggota akuntan professional berkewajiban untuk bertindak dalam rangka pelayanan kepada
public, menghormati kepercayaan publik serta menunjukkan sikap profesionalisme.

Salah satu ciri dari profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan
juga memegang peranan penting di masyarakat. Arti public dari profesi akuntan meliputi klien,
pemerintah, pemberi kredit, pegawai. Investor, dunia bisnis dan keuangan dan pihak-pihak yang
bergantung kepada integritas dan obyektivitas akuntan dalam memlihara berjalannya fungsi
bisnis dengan tertib.

Tugas terpenting setiap anggota adalah menjaga dan mempelihara kepercayaan publik terhadap
profesi akuntan.
9. Apa yang dimaksud dengan bisnis sebagai profesi dan apakah akuntan boleh memiliki
usaha/bisnis, Jelaskan?
Jawab:
Memang benar bahwa; dalam pemahaman bisnis sebagai suatu kegiatan yang menyangkut
memproduksi, menjual, dan membeli barang dan jasa untuk 'memenuhi kebutuhan
masyarakat', keuntungan tetap tak tertangguhkan sebagai keharusan dalam bisnis.
Keuntungan seringkali menjadi pangkal dari permasalahan label 'amoral' dari bisnis.
Keuntungan pada dirinya tak buruk. Keuntungan menjadi 'buruk' dalam upaya
pencapaiannya yang meng'halal'kan berbagai macam cara.
Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan
kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam
kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak
orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya
sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang
tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa
bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi
sebuah profesi luhur.
Yang penting adalah bagaimana keuntungan ini sendiri tercapai.
Salah satu upaya untuk membangun bisnis sebagai profesi yang luhur adalah dengan
membentuk, mendukung dan memperkuat organisasi profesi.Melalui organisasi profesi
tersebut bisnis bisa dikembangkan sebagai sebuah profesi dalam pengertian sebenar-
benarnya sebagaimana dibahas disini, kalau bukan menjadi profesi luhur.

10. Jelaskan prinsip-prinsip fundamental etika IFAC?


Jawab:

 Integritas, Seorang akuntan professional harus bertindak tegas dan jujur dalam semua
hubungan bisnis dan profesionalnya.
 Objektivitas, Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan terjadinya
bias atau dibawah pengaruh orang lain sehingga mengesampingkan pertimbangan bisnis
dan professional.
 Kompetensi profesional dan kehati-hatian, Seorang akuntan profesional harus mengikuti
standar-standar profesional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional.
 Kerahasiaan, Seorang akuntan profesional harus menghormati kerahasiaan informasi
yang diperolehnya dan tidak mengungkapkan informasi kepada pihak ketiga tanpa izin
yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum.
 Perilaku profesional, Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan
perundang-udangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi.