Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Palangka Raya


Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VIII / 1
Materi Pokok : Bahan Kimia dalam Kehidupan
Sub Materi : Zat Adiktif
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit )
Pertemuan ke : 12

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif 3.6.1 Mendiskripsikan zat adiktif-


dalam makanan dan minuman, zat psikotropika serta
adiktif, serta dampaknya terhadap pengaruhnya terhadap
kesehatan kesehatan.
3.6.2 Menyajikan data, informasi,
dan mengusulkan ide
pemecahan masalah adiktif-
psikotropika.
4.6 Membuat karya tulis tentang 4.6.1 Berdiskusi dalam kelompok
dampak penyalahgunaan zat aditif untuk menjawab pertanyaan
dan zat adiktif bagi kesehatan lembar kerja peserta didik.
4.6.2 Mempresentasikan hasil
diskusi kelompok didepan
kelas.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan pengertian zat adiktif
2. Menjelaskan jenis zat adiktif dan dampaknya
3. Menyebutkan zat yang tergolong narkotika

1
4. Menjelaskan pengertian psikotropika
5. Menyebutkan contoh-contoh zat psikotropika
6. Menjelaskan pengertian rokok
7. Menyebutkan zat-zat berbahaya dalam rokok
8. Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif dan psikotropika
9. Menyebutkan dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi
dan sosial

D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Reguler
1. Pengertian zat adiktif

papaver somniferum

Zat adiktif adalah zat-zat yang dapat membuat pemakainya kecanduan (adiksi).
Kecanduan adalah suatu keadaan fisik (jasmani) maupun nonfisik (psikologis) dari
seseorang yang merasa tidak normal jika tidak menggunakan zat tertentu. Biasanya si
pecandu akan menuruti keinginannya dengan kembali mengonsumsi zat tersebut.

cannabis sativa

Sejak zaman dahulu, manusia sudah mengenal zat yang tergolong adiktif, misalnya
suku indian merokok dan mengunyah tembakau disetiap upacara adat. Pada awalnya,
semua bahan adiktif berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh tumbuh-tumbuhan itu
adalah ganja (cannabis sativa), opium (papaver somniverum), kokain (Erythroxylum

2
coca), mariyuana (Cannabis indica). Akan tetapi seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan alam, khususnya bidang kimia, saat ini manusia telah dapat membuat
bhan-bahan adiktif buatan (sintetis) yang berkemampuan sama dengan zat adiktif alami.
Zat adiktif sintetis ada berbagai macam jenis dan khasiatnya berbeda-beda.

Pada mulanya, zat adiktif digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis. Para
dokter yng melakukan tindakan operasi terhadap pasien menggunakan bahan adiktif
untuk menghilangkan rasa sakit pada pasien. Pemakaian obat atau zat adiktif oleh para
dokter tersebut menggunakan dosis yang sesuai kebutuhan dan dalam pengawasan
yanga baik.

2. Jenis Zat Adiktif dan Dampaknya

Semua zat adiktif, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun bahan adiktif
buatan, disebut narkoba atau napza. Aturan tentang pemanfaatan dan sanksi
penyalahgunaan narkoba dituangkan dalam UU RI nomor 22/1997 tentang narkotika.

a. Jenis zat adiktif

Narkotika digolongkan mejadi golongan I, golongan II, dan golongan III. Zat
psikotropika digolongkan menjadi psikotropika golongan I, golongan II, golongan III,,
dan golongan IV.
Narkotika golongan I terdiri dari 26 macam, antara lain opium mentah, candu, kokain,

ganja, THC, dan heroin. Narkotika golongan II terdiri dari 87 macam, contohnya

morfin dan opium. Narkotika golongan III terdiri dari 14 macam, contohnya etil morfin

dan kodein. Zat psikotropika golongan I terdiri dari 26 macam, golongan II terdiri dari

14 macam, golongan III terdiri dari 9 macam, dan golongan IV terdiri dari 60 macam.

b. Dampak zat adiktif

Dampak yang ditimbulkan oleh zat adiktif dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1) stimulasi adalah gejala yang terjadi pada saraf pusat untuk mempercepat proses-
proses dalam tubuh, seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
Contohnya : kafein pada kopi, nikotin pada rokok, kokain, dan amfetamin.

3
2) Depresi adalah gejala yang terjadi pada syaraf pusat untuk memperlambat proses
pada tubuh. Depresi menyebabkan turunnya kesadaran seseorang pada dunia
sekelilingnya. Contoh zat-zat yang tergolong depresan adalah alkohol. Obat
penenang, dan sebagainya.

3) Halusinasi adalah gejala yang terjadi pada saraf manusia yang menyebabkan
khayalan. Hakusinasi menyebabkan penderita mendengar suara, melihat benda,
merasakan berbagai hal yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Contoh zat yang
termasuk zat halusinogen adalah LSD (lisergic acid diethylamide)

cafein pada kopi

3. Narkotika
Zat yang tergolong narkotika misalnya opium, ganja, kokain, heroin, morfin, dan kodein.
a) Opium berasal dari getah tumbuhan papaver somniverum yang belum masak. Opium
diolah menjadi morfin dan kodein yang diperlukan dalam bidang kedokteran sebagai
obat analgesik (penghilang rasa sakit), selain dapat menghilangkan rasa nyeri, jenis
opium tertentu juga dapat membuat orang tidur nyenyak dan membuat orang gembira
( mersakan euforia) tanpa sebab. Saat ini, opium telah dapat dibuat manusia, yaitu
berupa opium semisintetis dan opium sintetis. Opium alami contohnya dalah morfin,
kodein dan tebain. Opium semisintetis terbuat dari opium alami yang dicampur sedikit
bahan kimia. Contoh opium semisentitetis adalah heroin dan hidroformon. Opium
murni contohnya meperidin dan propoksifen.
b) Ganja berasal dari daun tumbuhan cannabis sativa yang mengandung zat psikoaktif,
yaitu zat yang dapat mempengaruhi mental dan tingkah laku orang. Pohon dan ranting
tanaman ganja juga mengan dung psiko aktif meski dalam kadar yang rendah. Kadar
tertinggi terdapat pada pucuk tanaman ini, yaitu ± 10 %. Zat psiko aktif hashish dapat
dihasilkan dari getah tanaman ganja yang dikeringkan.

4
c) Kokain adalah bubuk putih yang berasal dari daun koka (Erythroxylum). Kokain
dahulu digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi (obat pembius) lokal. Akan
tetapi, sekarang kokain tidak lagi digunakan sebagai anestesi karena telah ditemukan
bahan psikoaktif lain yang relatif lebih aman.

d) Heroin adalah zat yang tergolong zat narkotika yang dapat memberikan rasa senang
yang luar biasa pada pemakainya sehingga lupa dengan semua masalah.

e) Morfin adalah zat yang tergolong dalam opioida alami yang berasal dari getah opium.
Morfin berupa kristal putih, menyerupai kokain, yang dapat menekan pusat
pernapasan. Pada kasus overdosis morfin, biasanya pemakai mengalami gangguan
pernapasan yang fatal. Morfin juga dapat mengganggu siklus menstruasi pada wanita
pemakai, impotensi pada pria pemakai,sembelit, serta efek-efek samping yang
berbahaya lainnya.

f) Kodein adalah zat analgesik yang lemah. Kekuatan kodein hanya sekitar seperdua
belas kekuatan morfin. Kodein sering digunakan sebagai analgesik pada obat batuk
yang kuat.

4. Psikotropika

Psikotropika adalah bahan atau zat yang tidak tergolong narkotika dan alkohol tetapi
memiliki khasiat seperti narkotika dan alkohol. Contoh zat psikotropika antara lain afetamin
dan ekstasi.

5
a) Afetamin adalah zat adiktif yang tergolong stimula karena dapat mempercepat proses
tubuh melalui sitem saraf pusat. Amfetamin sering disalahgunakan sebagai obat
penurun berat badan dan doping bagi olahragawan. Pemakaian amfetamin dalam
jangka panjang dapat menimbulkan ketergantungan.

b) Ekstasi adalah salah satu zat yang mengandung amfetamin. Ekstasi dapat
menimbulkan perasaan selalu segar, tidak mengantuk, dan tidak lekas lelah. Akan
tetapi, ekstasi dapat menyebabkan pemakainya dapat mangalami dehidrasi. Hal ini
karena biasanya pemakai ekstasi tidak merasa haus. Pemakaian ekstasi yang lama
akan menimbulkan gangguan daya ingat dan kelambanan gerakan anggota tubuh.

5. Alkohol

Alkohol merupakan contoh zat depresan. Alkohol adalah senyawa kimia yang dikenal
dengan nama etanol dengan rumus kimia CHOH. Alkohol diperoleh dari hasil fermentasi
berbagai jenis hasil tanaman. Misalnya singkong, dapat diolah menjadi tapai dan jika
diteruskan beberapa lama, akan menjadi etanol. Dalam dosis yang rendah, mengonsumsi
alkohol dapat menyebabkan timbulnya perasaan euforia atau kegembiraan yang tidak jelas
penyebabnya mabuk. Dalam dosis tertentu, peminum alkohol dapat menemui ajalnya.

Dalam bidang kedokteran, alkohol merupakan bahan kimia yang sangat besar
peranannya. Alkohol sering digunakan sebagai cairan pelarut dan dapat digunakan untuk
membunuh kuman-kuman atau bakteri.

6. Rokok

6
Rokok adalah gulungan bubuk tembakau yang mengandung senyawa psikoaktif yang
disebut nikotin. Bubuk tembakau dalam rokok telah banyak diberi zat adiktif seperti cengkih,
kemenyan, klembak dan zat-zat organik lainnya. Asap rokok berbahaya bagi kesehatan.
Ketika seseorang asap rokok akan masuk kedalam sistem pernapasan hingga paru-paru.
Orang-orang yang tidak merokok tetapi berada di dekat perokok akan menghirup udara yang
sama. Orang seperti ini disebut perokok pasif. Perokok maupun perokok pasif mempunyai
resiko yang sama.

Zat-zat yang berbahaya dalam rokok

Di dalam rokok terkandung zat-zat yang dapat membahayakan dalam tubuh kita, khususnya
istem pernapasan. Zat-zat berbahaya tersebut antara lain :

a) Karbon monoksida dikenal sebagai zat racun. Pada batas jumlah tertentu, manusia
akan mati jika menghirup gas ini. Gas monoksida akan mengikat hemoglobin dalam
darah manusia sehingga kemampuan fungsi darah untuk mengikat oksigen berkurang.

b) Nikotin adalah senyawa kimia berbahaya dengan rumus kimia CHN. Nikotin dapat
menimbulkan efek ketagihan atau ketergantungan serta menyebabkan tumbuhnya sel-
sel kanker pada paru-paru. Nikotin pada asap rokok yang dihisap hanya membutuhkan
waktu 9 detik untuk mencapai otak manusia. Akibatnya tekanan darah naik, ritme
pernapasan meningkat, dan sistem saraf pusat terstimulasi

7
c) Tar merupakan sisa pembakaran yang dapat kita lihat pada pipa rokok. Warnanya
hitam dan lengket. Tar juga akan membuat gigi,jari, dan kuku perokok berwarna
kuning kehitaman. Zat sisa ini amat berbahaya karena merupakan bahan karsinogenik
(bahan penyebab kanker). Selain itu tar mengakibatkan gerak rambut getar di saluran
pernapasan berhenti. Padahal, rambut getar ini berfungsi untuk mencegah bahan-
bahan yang berbahaya masuk kesaluran pernapasan.

d) Nitrogen oksida pada dosis yang cukup, gas ini dapat menimbulkan keinginan tertawa
spontan yang tidak jelas alasannnya, gas yang mempunyai rumus kimia NO ini dapat
menekan rasa sakit pada manusia sehingga digunakan senagai obat bius dibidang
medis.

e) Gas hidrogen sianida adalah gas racun yang sangat berbahaya bagi manusia.

f) Amonia adalah gas yang berbau sangat busuk, beracun, dan bersifat korosif

g) Metanol adalah senyawa kimia dari alkohol sederhana yang juga beracun.

7. Pencegahan bahaya narkoba

Hal-hal yang perlu kamu lakukan untuk mencegah penggunaan obat-obat terlarang antara lain
sebagai berikut :

1. Jangan sekali-kali mencoba dengan kadar berapapun, dengan jenis apa pun, dan
dengan dalih apa pun.

2. Carilah pergaulan yang aman ditempat yanga aman, dengan orang-orang yang aman ,
dan pada waktu yang aman

3. Dapatkan kasih sayang yang tulus dari keluaraga, dengan saling memperhatikan,
saling mengasihi, dan saling membutuhkan. Kembangkan kasih sayang ini pada
saudara, sahabat dan teman-temanmu.

4. Waspadalah terhadap siapa pun dengan tetap menjalani hidup yang wajar. Dan
katakan ”tidak” pada narkoba.

5. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rajin menjalankan ibadah
dan memohon kekuatan kepada –Nya. Tanpa kekuatan dari Tuhan, manusia penuh
dengan segala kelemahan.

8
8. Pengobatan (penanggulangan) narkoba

pengobatan atau penanggulangan bagi penderita atau pemakai obat-obat terlarang


memerlukan waktu yang relatif lama, sesuai dengan tingkat ketergantungannya.
Ketergantungan akan obat-obat terlarang berbeda dengan kebiasaan atau kecanduan orang
merokok. Ketergantungan obat terlarang memerlukan para ahli dibidangnya yang akan
memberikan terapi dan pengobatan.

Di Indonesia telah dibangun wisma-wisma rehabilitasi bagi penderita ketergantungan


obat. Ditempat tersebut tersedia tenaga-tenaga medis maupun non medis profesional yang
dapat memberikan pengobatan dan terapi pada penderita ketergantungan obat. Kebanyakan
penderita ketergantungan obat tidak dapat diobati sendiri dirumah dengan pengawasan
seketat dan sekeras apa pun. Mantan penderita pemakai obat terlarang perlu mempunyai
komunitas yang dapat.

9. Dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan:

a) Kanker paru

Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena
asap rokok akan masuk secara inhalasi ke dalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan
merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok
sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru. Baca (Perjalanan
Asap Rokok Merusak Tubuh Manusia)

b) Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar
tinggi dari senyawa 2-naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah
pada kanker kandung kemih.

c) Kanker payudara

Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi
menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum
ia hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

9
d) Kanker serviks

Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini
karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.

e) Kanker kerongkongan

Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esofagus sehingga
menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esofagus telah
dikaitkan dengan merokok.

f) Kanker pencernaan

Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan
sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).

g) Kanker ginjal

Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan
masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti
karbonmonoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi
dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga
mengubah sel DNA dan merusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi
ginjal dan memicu kanker.

h) Kanker mulut

Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar
mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang
yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipat lebih besar.

i) Kanker tenggorokan

Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan,
karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.

j) Serangan jantung

Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan
tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih

10
banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja
terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.

k) Penyakit jantung koroner (PJK)

Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika
memiliki penyakit lain seperti diabetes melitus.

l) Aterosklerosis

Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan
oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan
penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.

m) Impotensi

Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko
disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah,
nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke
penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini
bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.

- Katrol Pesawat Sederhana

E. METODE PEMBELAJARAN
- Model Discovery Learning

F. MEDIA PEMBELAJARAN
 Media / Alat
- Gambar (Seseorang mendorong benda, jenis jenis pesawat)
- LCD / laptop
 Bahan
- Lembar kerja siswa dan kelengkapannya

G. SUMBER BELAJAR
- Kemendikbud RI (2018) Buku IPA SMP kelas VIII semester 1

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan I (3 JP)
Langkah Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Kegiatan  Guru menyiapkan peserta didik (mengajak 10 menit
Pendahuluan berdoa, mengecek kehadiran siswa) untuk

11
mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
 Guru mengecek penguasaan kompetensi
yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu
dengan mengingatkan dan mengajukan
pertanyaan pada peserta didik
 Memotivasi siswa
- “kalian pasti pernah membaca atau
melihat tayangan di media tentang begitu
seringnya aparat keamanan menangkap
pelaku penyalah gunaan psikotropika,
baik produsen maupun penggunanya”
- “Mengapa mereka dianggap berbahaya
sehingga harus diamankan?”
 Guru mengajak siswa masuk kedalam
pembahasan materi.“Agar lebih tahu tentang
permasalahan dan solusi atas permasalahan
itu maka kita akan mempelajari tentang zat
adiktif”
 Guru menuliskan judul pembelajaran yang
akan dibahas dipapan tulis.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
kepada siswa. Setelah selesai pembelajaran
diharapkan siswa dapat:
1. Menjelaskan pengertian zat adiktif
2. Menyebutkan jenis zat adiktif dan dampaknya
3. Menyebutkan zat yang tergolong narkotika
4. Menjelaskan pengertian psikotropika
5. Menyebutkan contoh-contoh zat psikotropika
6. Menjelaskan pengertian rokok
7. Menyebutkan zat-zat berbahaya dalam rokok
8. Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat
adiktif dan psikotropika
9. Sebutkan dampak negatif zat adiktif dan
psikotropika bagi kesehatan

12
Kegiatan Inti Stimulation (Pemberian rangsang) 90 menit
 Guru menyampaikan materi tentang zat
adiktif
 Guru memancing peserta didik agar
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan gambar, video, atau peragaan
materi usaha

Pembahasan Tugas dan Identifikasi masalah


 Guru memberikan pertanyaan arahan untuk
memfokuskan pada konsep materi usaha
 Guru mengorganisasikan siswa dalam
bentuk kelompok yang terdiri dari 6-8 siswa
selanjutnya memberikan LKPD kepada
masing-masing kelompok

Observasi dan Pengumpulan Data


 Guru memberikan LKPD kepada masing-
masing kelompok
 Menjelaskan petunjuk pengerjaan LKPD

Data Processing (Pengolahan data)


 Guru membimbing semua kelompok sesuai
dengan kebutuhan masing-masing
 Guru membimbing kelompok untuk
menganalisis data yang mereka dapatkan
serta membimbing dalam menjawab
pertanyaan yang ada dalam LKPD

Verification (Pembuktian)
 Meminta masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas dan kelompok yang lain mengajukan
pertanyaan
Generalization (Menarik kesimpulan)
 Guru memita peserta didik untuk menarik
kesimpulan dari materi zat adiktif
berdasarkan hasil diskusi

Kegiatan  Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan 20 menit


Penutup materi secara keseluruhan dan bersama sama
 Mengkonfirmasikan materi yang akan dibahas
pada pertemuan selanjutnya
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
 Menutup pembelajaran

1. Penilaian

13
a. Teknik Penilaian
Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Metode / Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
 Observasi Lembar pengamatan sikap dan rubrik
 Tes tertulis Tes uraian

b. Instrumen Penilaian
- Pertemuan Pertama
1. Penilaian Kompetensi Sikap
Penilaian Sikap Melalui Jurnal
Instrumen:
JURNAL
Nama Peserta Didik: …………….
Kelas: ………………..
Aspek yang diamati:…………….
No Hari/Tanggal Kejadian Keterangan/Tindak
Lanjut
1. …………
… …………. ………….. …………..
… …………. ………….. …………..
… …………. ………….. …………..
Keterangan:
Nilai Jurnal menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C),
dan Kurang (K)

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


- Tes Uraian

14
Palangka Raya, Oktober 2019
Mahasiswa PPL II

Palangka Raya, Oktober 2019


Guru Pamong, Mahasiswa PPL II,

Dormasi Sinaga, S.Pd Yonatan Vari


NIP 19740418 200604 2 018 NIM ACB 116 012

Menyetujui

Kepala SMPN 2 Palangka Raya, Dosen Pembimbing,

Nekson Nedy, S.Pd.,M.M Dr. Andi Bustan, M.Si


NIP 19610530 198203 1 009 NIP 19621110 198810 1 001

15
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
(LKPD)
“Usaha dan Daya”
Kelas :
Tanggal :
Kelompok :
Anggota kelompok
1.
2.
3.
4.
5.

Petunjuk Pengerjaan
1. Tuliskan terlebih dahulu data diri pada identitas diatas
2. Bacalah terlebih dahulu topik dan tujuan percobaan hari ini
3. Laksanakan percobaan sesuai dengan petunjuk yang tersedia
4. Ambilah data percobaan serta buatlah kesimpulan
5. Presentasikan hasil percobaan kelompokmu di depan kelas
A. Topik : Usaha dan Pesawat Sederhana
B. Tujuan :

Siswa diharapkan dapat :


1. Menyelidiki konsep usaha berdasarkan jarak benda
2. Mengetahui besar daya berdasarkan besar usaha

C. Tabel Pengamatan
Masukan data yang didapatkan kedalam tabel pengamatan!

Usaha
No. Perpindahan(s) Gaya(F)
(W)= F s
1. 10cm = m 0,5 N J
2. 20 cm = m 0,5 N J
3. 30 cm = m 0,5 N J
4. 40 cm = m 0,5 N J
5. 50 cm = m 0,5 N J

16
D. Analisis Data
Untuk menguji hipotesis yang anda buat lakukan analisis data berikut:
Berdasarkan data yang anda peroleh, uraikan lah :
1. Apakah ada pengaruh perpindahan terhadap usaha saat melakukan percobaan pada gaya
yang tetap?
2. Apakah ada pengaruh usaha terhadap daya pada saat melakukan percobaan?

E. Kesimpulan
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………

17
SOAL EVALUASI

1. Apa yang dimaksud dengan zat adiktif


2. Sebutkan jenis zat adiktif dan dampaknya
3. Sebutkan zat yang tergolong narkotika
4. Jelaskan pengertian psikotropika
5. Sebutkan contoh-contoh zat psikotropika
6. Jelaskan pengertian rokok
7. Sebutkan minimal 3 zat berbahaya dalam rokok
8. Jelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif dan psikotropika
9. Jelaskan dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan
10. Jelaskan perpedaan narkotika dengan psikotropika

18